Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO 1 DOKTER GIGI KELUARGA


BLOK MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN
GANJIL 2014 / 2015
Tutor : drg. Hestieyonini H, M.Kes
Dilaksanakan tanggal 2 Desember 2014 dan 4 Desember 2014
Oleh Kelompok Tutorial II :
Ketua

: Medina Nanda

Sekertaris

: Mas Roro Dyah A. 121610101020


Qatrunnada Fath

Anggota

121610101007

121610101016

: Annisa Dhian

121610101009

Fiqih Kartika

121610101008

Rina Wahyu H.

121610101004

Amalia Rahmaniar

121610101018

Asri Krisnaini

121610101021

Isna Fauziah Y.

121610101027

Windhi Tutut M.

121610101088

Rio Faisal A.

121610101095

Aisyah Gediyani

121610101098

Niken Wibawa N

121610101105

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS JEMBER
2014

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas laporan ini, tentang Dokter Gigi
Keluarga. Laporan ini disusun untuk memenuhi hasil diskusi tutorial kelompok II
pada skenario pertama.
Penulisan laporan ini semuanya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak,
oleh karena itu penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :
1. drg. Hestieyonini H, M.Kes selaku tutor yang telah membimbing jalannya
diskusi tutorial kelompok II dan yang telah memberi masukan yang membantu
bagi pengembangan ilmu yang telah didapatkan.
2. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Dalam penyusunan laporan ini tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi
perbaikanperbaikan di masa mendatang demi kesempurnaan laporan ini. Semoga
laporan ini dapat berguna bagi kita semua.

Jember, Desember 2014

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
SKENARIO
IDENTIFIKASI KATA SULIT
RUMUSAN MASALAH
ANALISA MASALAH
MAPPING
LEARNING OBJECT
PEMBAHASAN
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

SKENARIO I
Desa Maju Terus adalah desa di bagian pesisir yang sebagian besar
penduduknya bekerja di sektor swasta. Untuk mengatasi masalah kesehatan gigi
mereka sering terbentur biaya. Mereka berobat apabila kondisinya sudah parah
sehingga biaya perawatan yang dibutuhkan semakin mahal. Solusi untuk
mengatasi ini adalah dengan mengadakan program dokter gigi keluarga. Prgram
dokter gigi keluarga menekankan pada pelayanan promotif dan preventif dan tetap
memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif bila diperlukan.

IDENTIFIKASI KATA SULIT

1. Dokter gigi keluarga : Dokter gigi yang memberikan palayanan kesehatan


gigi dan mulut yang berorientasi melalui unit keluarga sebagai kontak
pertama. Pelayanan yang diberikan mengutamakan pendekatan promotif
dan preventif namun tetap memberikan layanan kuratif dan rehabilitatif,
dimana pelayanan yang diberikan terjaga mutunya.

RUMUSAN MASALAH
1. Apakah tujuan dari dokter gigi keluarga?
2. Bagaimana karakteristik dari dokter gigi keluarga?
3. Bagaimana program pelayanan dokter gigi keluarga dapat mengatasi
masalah dalam skenario?
4. Bagaimana sistem pembiayaan pada pelayanan dokter gigi keluarga?

ANALISA MASALAH
1. Tujuan Dokter Gigi Keluarga
1. Terpenuhinya kebutuhan keluarga untuk memperoleh pelayanan
kesehatan gigi yang optimal, bermutu, dan berkesinambungan.
2. Tertatanya pembiayaan serta administrasi dan manajemen dalam
pelayanan kedokteran gigi keluarga. (Keputusan Menteri Kesehatan
RI tahun 2005)
3. Sebagai ujung tombak pemberi pelayanan dan asuhan keluarga
sebagai penepis rujukan sebagai upaya kesehatan gigi dan mulut.
4. Sebagai sumber informasi tentang kesehatan gigi dan mulut bagi para
keluarga binaan. Seperti yang kita ketahui bahwa dokter gigi keluarga
ini lebih menekankan terhadap pelayanan promotif dan preventif,
sehingga keluarga binaannya mampu mencegah timbulnya penyakit

gigi dan mulut lebih parah. Terbinanya profesionalisme dokter gigi


keluarga secara berkesinambungan.

2. Karakteristik Dokter Gigi


Terdapat beberapa pendapat mengenai karakteristik dokter gigi keluarga.
Berikut ini adalah beberapa karakteristik dokter gigi keluarga, antara lain:
A. Menurut IDI (1982)
1. Memandang pasien sebagai individu, bagian dari keluarga dan
masyarakat
2. Pelayanan menyeluruh dan maksimal
3. Mengutamakan pencegahan untuk meningkatkan taraf kesehatan
4. Menyesuaikan dengan kebutuhan pasien dan memenuhinya
5. Menyelenggarakan pelayanan primer dan bertanggung jawab atas
kelanjutannya
B. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 039/MENKES/SK/I/2007
1. Berorientasi pada pencegahan penyakit serta pemeliharaan kesehatan.
2. Memanfaatkan pendekatan menyeluruh, berorientasi pada pasien dan
keluarganya dalam menyelenggarakan setiap pelayanan kesehatan.
3. Mempunyai

kemampuan

dan

keterampilan

diagnosa,

serta

kemampuan merujuk yang handal disertai pengetahuan epidemiologi


untuk menemukan pola penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita
masyarakat, dan juga dapat mengelola pelbagai penyakit gigi dan
mulut secara komprehensif.
4. Dokter gigi keluarga memiliki pengetahuan tentang hubungan timbal
balik faktor biologis, sosial dan emosional dengan penyakit yang
dihadapi, serta menguasai teknik pemecahan masalah untuk mengatasi
pelbagai penyakit gigi dan mulut.

3. Program dokter gigi keluarga yang ada pada skenario


Jika melihat dari skenario, masalah yang ada berupa adanya kondisi
penyakit gigi yang sudah parah sehingga membuat biaya perawatan yang

dibutuhkan semakin mahal. Maka dapat ditinjau ulang, yang membuat


kondisi penyakit tersebut parah ada berbagai macam hal, yaitu karena:
1. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan
mulut
2. Adanya ketidaktahuan yang dimiliki pasien
3. Mahalnya biaya
4. Perilaku dokter gigi yang pasif dan cenderung berikan pelayanan kuratif
Program yang seharusnya diberikan oleh dokter gigi keluarga melihat
beberapa alasan tersebut adalah melakukan promotif dan preventif setiap
kali pasien melakukan perawatan. Contohnya memberikan pengetahuan
mengenai menyikat gigi yang benar sudah termasuk hal yang sangat
bermanfaat untuk merubah kebiasaan pasien ketika cara menyikat gigi
mereka salah serta melakukan sosialisasi mengenai biaya yang terkait
dengan masalah kesehatan gigi dan mulut masyarakat, yang mana dalam hal
tersebut pemerintah juga ikut andil.

4. Pembiayaan dokter gigi keluarga:


Sistem pembiayaan pada dokter gigi keluarga sama dengan
pembiayaan melalui asuransi, dimana pembiayaannya dilakukan saat pasien
mendaftarkan diri ke pada dokter gigi untuk menjadi keluarga binaannya,
selanjutnya keluarga binaannya tersebut membayarkan sejumlah uang yang
sudah ditentukan setiap bulannya. Uang yang sudah dibayarkan nantinya
akan digunakan untuk membiayain perawatan yang dilakukan oleh keluarga
binaannya yang sakit. Jadi pasiennya tidak perlu membayarkan uang
perawatan lagi setelah dilakukan perawatan.

MAPPING

Dokter Gigi Keluarga

Karakteristik

Tujuan

Penyelenggaraan

Pembiayaan

Ruang Lingkup

Prinsip

Model Pelayanan

Perizinan

LEARNING OBJECTIVE
1. Mampu memahami dan menjelaskan mengenai dokter gigi keluarga meliputi:
a. Pengertian dokter gigi keluarga
b. Tujuan dokter gigi keluarga
2. Mampu memahami dan menjelaskan karakteristik dokter gigi keluarga.
3. Mampu memahami dan menjelaskan prinsip pelayanan dokter gigi keluarga.
4. Mampu memahami dan menjelaskan penyelenggaraan pelayanan dokter gigi
keluarga meliputi:
a. Pembiayaan
b. Ruang Lingkup
c. Model Pelayanan
d. Perizinan

PEMBAHASAN

LO 1. Dokter Gigi Keluarga


A. Pengertian Dokter Gigi Keluarga
Untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut di Indonesia
dengan melalui pelayan di tingkat pertama yang dilaksanakan secara
efisien, efektif dan berkualitas, maka dibentuklah pelayanan Kedokteran
Gigi Keluarga. Dimana pengertian dari dokter gigi keluarga adalah
dokter gigi yang mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan gigi
dan mulut yang berorientasi pada komunitas dengan keluarga sebagai
sasaran utama dan memandang individu-individu baik yang sakit atau
sehat sebagai suatu bagian dari unit keluarga serta komunitasnya.
Dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan
kesehatan yang berorientasi komunitas dengan titik berat kepada
keluarga, tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit
tetapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara
pasif, tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya
(Ikatan Dokter Indonesia)
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
039/MENKES/SK/I/2007 dokter gigi keluarga adalah dokter gigi yang
mempunyai pengetahuan, sikap, dan perilaku profesional dalam menjaga
dan memelihara kesehatan gigi dari keluarga binaannya dengan
menyelenggarakan upaya pemeliharaan kesehatan gigi dasar paripurna
dengan pendekatan holistik dan kesisteman serta proaktif dalam
antisipasi dan pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi keluarga yg
memilihnya sebagai mitra utama pemeliharaan kesehatan gigi.
Menurut The American Board of Family Practice dokter keluarga
adalah dokter yang memiliki tanggung jawab menyelenggarakan
pelayanan kesehatan tingkat pertama serta pelayanan kesehatan yang
menyeluruh yang dibutuhkan oleh semua anggota yang terdapat dalam
satu keluarga, dan apabila kebetulan berhadapan dengan suatu masalah

kesehatan khusus yang tidak mampu ditanggulangi, meminta bantuan


konsultasi dari dokter ahli yang sesuai.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
nomor 1415/MENKES/X/2007. Kedudukan dari dokter gigi keluarga
merupakan pelayanan kesehatan strata pertama setingkat praktek dokter
atau dokter gigi dan menjadi mitra puskesmas. Dokter gigi keluarga juga
berada di bawah pembinaan Dinkes Kabupaten atau Kota. Dokter gigi
keluarga juga dapat bergabung menjadi bagian Dokter Keluarga atau
sebagai mitra Dokter Keluarga.
Tata kerja dari dokter gigi keluarga juga di atur dalam
KEMENKES nomor 1415/MENKES/X/2007, teradapat lima cakupan
tata kerja, diantaranya :
1. Dengan Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota
Unit pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga (PKGK) adalah sarana
kesehatan

yang

ijinya

dikeluarkan

oleh

Dinas

Kesehatan

Kabupataen/Kota pelayanan Dokter Gigi Keluarga wajib melaporakan


kegiatan/temuannya ke Dinas Kesehatan Kabupatan/Kota. Sebaliknya
Dinas Kesehatan wajib membina pelayanan Dokter Gigi Keluarga
yang ada di wilayahnya.
2. Dengan Puskesmas dalam wilayah kerjanya
Unit pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga (PKGK) wajib melaporkan
kinerjanya, khususnya dalam temuan informasi epidemiologis,
sehingga dapat di buat suatu program Kesehatan Masyarakat yang
terintegrasi.
3. Dengan Jejaring Pelayanan Kesehatan Rujukan
Unit pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga menjalin kerjasama yang
erat dengan berbagai pelayanan kesehehatan rujukan, untuk kasus
yang berat dengan menyangkut kesehatan umum dapat di rujuk ke
Dokter Keluarga atau Rumah Sakit. Untuk kasus gigi spesialis di
rujuk ke dokter gigi spesialis / Rumah Sakit.
4. Dengan Rumah Sakit terdekat

Unit pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga menjalain kerjasama


dengan Rumah Sakit terdekat untuk merujuk pasien terutama bila
penderita dalam keadaan gawat darurat.
5. Dengan Lintas Sektor
Mejalin kerjasama khususnya dengan UKS / UKGS pada sekolah
yang muridnya adalah individu binaan dokter gigi keluarga.

B. Tujuan Dokter Gigi Keluarga


1. Tujuan Umum
Tujuan umum pelayanan dokter keluarga adalah sama dengan tujuan
pelayanan kedokteran dan atau pelayanan kesehatan pada umumnya,
yakni terwujudnya keadaan sehat bagi setiap anggota keluarga.
2. Tujuan Khusus
Sedangkan tujuan khusus pelayanan dokter keluarga dapat dibedakan
atas dua macam :
a. Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang
lebih efektif. Dibandingkan dengan pelayanan kedokteran lainnya,
pelayanan dokter keluarga memang lebih efektif. Ini disebabkan
karena dalam menangani suatu masalah kesehatan, perhatian tidak
hanya ditujukan pada keluhan yang disampaikan saja, tetapi pada
pasien sebagai manusia seutuhnya, dan bahkan sebagai bagian dari
anggota keluarga dengan lingkungannya masing-masing. Dengan
diperhatikannya berbagai faktor yang seperti ini, maka pengelolaan
suatu masalah kesehatan akan dapat dilakukan secara sempurna dan
karena itu penyelesaian suatu masalah kesehatan akan dapat pula
diharapkan lebih memuaskan.
b. Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang
lebih efisien. Dibandingkan dengan pelayanan kedokteran lainnya,
pelayanan dokter keluarga juga lebih mengutamakan pelayanan
pencegahan penyakit serta diselenggarakan secara menyeluruh,
terpadu dan berkesinambungan. Dengan diutamakannya pelayanan

pencegahan penyakit, maka berarti angka jatuh sakit akan menurun


dan apabila dapat dipertahankan pada gilirannya akan berperan besar
dalam menurunkan biaya kesehatan. Hal yang sama juga ditemukan
pada pelayanan yang menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.
Karena salah satu keuntungan dari pelayanan yang seperti ini ialah
dapat dihindarkannya tindakan dan atau pemeriksaan kedokteran yang
berulang-ulang,

yang

besar

peranannya

dalam

mencegah

penghamburan dana kesehatan yang jumlahnya telah diketahui selalu


bersifat terbatas.

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


1415/MENKES/SK/X/2005 tentang Kebijakan Pelayanan Kedokteran Gigi
Keluarga, tujuan pelayanan doker gigi keluarga antara lain:
1. Tercapainya kemandirian keluarga dalam menjaga dan memelihara
kesehatan gigi dan mulut
2. Terpenuhinya kebutuhan keluarga untuk memperoleh pelayanan
kesehatan

gigi

yang

optimal,

bermutu,

terstruktur,

dan

berkesinambungan
3. Tertatanya pembiayaan dalam pelayanan dokter gigi keluarga
4. Tertatanya administrasi dan manajemen pelayanan kedokteran gigi
keluarga
5. Terbinanya

profesionalisme

dokter

gigi

keluarga

secara

berkesinambungan.

LO 2. Karakteristik Dokter Gigi Keluarga


1. Memandang Pasien dan Keluarga
Menurut Debra P. Hymovic dan Martha Underwood Barnards
(1973), dokter gigi keluarga ini tidak hanya melayani satu individu saja,
namun, sasaran dokter gigi keluarga ini juga pada keluarga pasien
tersebut untuk dilayani secara bekesinambungan. Hal inilah yang
membedakan dokter gigi keluarga dengan dokter gigi umum. Dimana

dokter gigi umum hanya melayani pasien secara individu saja dan tidak
memperhatikan keluarga individu tersebut.
2. Dokter Gigi Keluarga Terfokus Pada Pasien (Keluarga Binaan) dan
Lingkungan Sekitarnya
Dalam menyelesaikan masalah kesehatan gigi, dokter gigi keluarga
tidak hanya terfokus pada pasiennya saja, tapi juga meneliti keadaan di
sekitarnya dan memperbaiki keadaan di lingkungan keluarga binaannya
agar tidak timbul masalah kesehatan gigi danmulut baru pada keluarga
binaannya.
3. Pelayanan Dokter Gigi Keluarga Secara Menyeluruh, Responsif dan
Bertanggung Jawab
Menurut Debra P. Hymovic dan Martha Underwood Barnards
(1973), dokter gigi keluarga dalam menjalankan pelayanannya ini
dilakukan secara proaktif dan responsif terhadap keluarga binaannya
tersebut. Hal ini diartikan bahwa, dari awal pelayanan, proses pelayanan,
jarak waktu pelayanan, dan akhir pelayanan, dokter gigi keluarga ini
berada di samping keluarga binaannya tersebut. Tentunya perhatian yang
diberikan dokter gigi keluarga ini lebih besar daripada dokter gigi umum.
4. Pembiayaan dengan Sistem Asuransi
Pada dokter gigi keluarga, pembiayaannya dilakukan pertama kali
saat keluarga binaannya mendaftarkan diri dan dilanjutkan dengan
membayarkan uang setiap bulannya. Dimana uang tersebut akan
digunakan untuk membayar biaya perawatan yang dilakukan oleh
keluarga binaannya nanti apabila sakit dan berobat ke tempatnya. Hal ini
berbeda dengan sistem pembiayaan pada dokter gigi umum yang
menggunakan metode out of pocket atau membayar biaya setelah
dilakukan perawatan oleh dokter gigi umum.
5. Menggunakan Rekam Medik Keluarga
Rekam medik yang tersedia pada klinik dokter gigi keluarga, yaitu
rekam medik yang sudah terkumpul dalam arsip keluarga, dimana setiap
keluarga terdiri dari rekam medik ayah, ibu, kakak, adik, dll. Hal ini

berbeda dengan rekam medik pada dokter gigi umum, dimana rekam
medik yang dipakai adalah rekam medik secara individual per-pasien
yang datang ke tempat praktik atau ke klinik dokter gigi umum tersebut.
Menurut Lynn P. Carmichael (1973) tujuan dari dokter gigi keluarga
yaitu:
a. Mencegah penyakit dan memelihara kesehatan
b. Pasien sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat
c. Pelayanan menyeluruh, mempertimbangkan pasien dan keluarganya
d. Andal mendiagnosis, tanggap epidemiologi dan terampil menangani
penyakit
e. Tanggap saling-aruh faktor biologik-emosi-sosial, dan mewaspadai
kemiripan penyakit.
Tujuan dokter gigi keluarga menurut IDI (1982) yaitu:
a. Memandang pasien sebagai individu, bagian dari keluarga dan
masyarakat
b. Pelayanan menyeluruh dan maksimal
c. Mengutamakan pencegahan, tingkatan taraf kesehatan
d. Menyesuaikan dengan kebutuhan pasien dan memenuhinya
e. Menyelenggarakan pelayanan primer dan bertanggung jawab atas
kelanjutannya

LO 3. Prinsip Pelayanan Dokter Gigi Keluarga


Pelayanan dokter gigi keluarga sebagai Upaya Kesehatan Perorangan
(UKP) strata pertama merupakan pelayanan paripurna dalam bidang
kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk meningkatkan status
kesehatan gigi dan mulut yang setinggi-tingginya dari penggunaan jasa
dalam konteks keluarga. Untuk ini dokter gigi dalam melakukan
pelayanannya dituntut untuk memenuhi beberapa prinsip pelayanan dokter
gigi keluarga yang merupakan landasan berpikir dan bertindak yang
professional. Yang termasuk prinsip pelayanan kedokteran gigi keluarga
adalah sebagai berikut :

1. Dokter gigi sebagai kontak pertama (First contact)


Dokter gigi keluarga adalah pemberi layanan kesehatan (provider) yang
pertama kali ditemui oleh pasien dalam menyelesaikan masalah
kesehatan gigi dan mulut. Umumnya masalah kesehatan gigi dan mulut
yang ada di masyarakat dapat ditangangi di strata pelayanan pertama,
maka dokter gigi keluarga berfungsi sebagai kontak pertama dan penapis
rujuksn ke strata kedua dan ketiga.
2. Layanan bersifat pribadi (Personal care)
Dokter gigi keluarga memberikan layanan kepada perorangan (pribadi)
dengan memperhatikan bahwa setiap orang merupakan bagian dari
keluarganya. Adanya hubungan baik dengan pasien dan seluruh
keluarganya member peluang kepada seorang dokter gigi keluarga untuk
memahami masalah pasien secara lebih luas. Dengan demikian
keputusan medis dibuat tidak hanya dari aspek medis tetapi juga dengan
mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan ekonomi pasien beserta
keluarganya.
3. Pelayanan paripurna (Comprehensive)
Dokter gigi memberikan pelayanan menyeluruh dengan pendekatan
pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit
(preventif), penyembuhan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitative) sesuai
dengan kebutuhan pasien. Namun dalam memberikan pelayanan dokter
gigi lebih menekankan pada upaya promotif, perlindungan khusus
(specific protection), deteksi, dan tindakan penanganan dini (early
diagnosis & prompt treatment). Dengan demikian pelayanan kesehatan
gigi keluarga berorientasi kepada paradigma sehat.
4. Paradigma sehat
Dokter gigi keluarga mampu mendorong masyarakat untuk bersikap
mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui kesadaran yang
tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan
preventif.
5. Pelayanan berkesinambungan (continuous care)

Pelayanan kedokteran gigi keluarga berpusat pada pasien (patientoriented). Prinsip ini melandasi hubungan jangka panjang antara dokter
gigi keluarga dan pasiennya dengan pelayanan kesehatan gigi dan mulut
yang berkesinambungan dalam beberapa tahap kehidupan pasien.
6. Koordinasi dan kolaborasi
Dalam upaya mengatasi masalah pasiennya dokter gigi keluarga perlu
berkonsultasi dengan disiplin lain, merujuk ke spesialis dan memberikan
informasi yang sejelas-jelasnya pada pasien. Karena itu dokter gigi
keluarga bertindak sebagai koordinator yang mengurusi segala hal yang
berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut pasien. Bila pasien
membutuhkan pelayanan yang berada di luar kompetensinya, dokter gigi
keluarga seharusnya bekerja sama dan mendelegasikan pengelolahan
pasien kepada pihak lain (dokter gigi spesialis, dokter keluarga, dokter
spesialis) yang lebih kompeten dalam menangani kebutuhan pasiennya.
7. Family and community oriented
Dalam

menangani

mempertimbangkan

masalah

pasiennya,

kondisi

pasien

dokter

terhadap

gigi
keluarga

keluarga
tanpa

mengesampingkan pengaruh lingkungan social dan budaya tempat pasien


tinggal dan bekerja. Dalam menangani masalah pasiennya, dokter gigi
keluarga haruslah tetap memperhatikan dampak kondisi pasien terhadap
komunitas dan sebaliknya.

LO 4. Penyelenggaraan Pelayanan Dokter Gigi Keluarga


A. Sistem Pembiayaan
Sistem pembiayaan pada program Doketer Gigi Keluarga yaitu
bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). BPJS
merupakan badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan
program jaminan sosial. Dokter gigi harus memiliki berbagai persyaratan
sebelum mendaftarkan diri ke PT BPJS yaitu memiliki Surat Izin Praktek
(SIP), telah mendapatkan sertifikat sebagai Dokter Gigi Keluarga ,dan
memperoleh pelatihan dokter gigi dan dinyatakan lulus ujian PKGK

(Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga). Kemudian dokter gigi tersebut


menyetujui kontrak dengan PT BPJS. Namun, apabila nantinya dokter gigi
tersebut dalam pelaksanaan programnya tidak sesuai dengan yang
diharapkan PT BPJS maka PT BPJS berhak untuk memindahkan wilayah
kerja dokter gigi tersebut bahkan bisa mencabut kontrak kerjanya.
Pembiayaan pada pelayanan dokter gigi keluarga harus cukup dikelola
dengan efisien, adil, transparan dan bertanggung jawab. Pembiayan tersebut
dapat tercapai jika pelayanan dokter gigi keluarga diselenggaraan dalam
sistem jaminan, seperti health insurance dimana yang membayar biaya
perawatan yang telah diberikan kepada pasien adalah pihak ketiga.
Peserta BPJS Kesehatan ada dua kelompok yaitu,
1. PBI (Penerima Bantuan Iuran)
Peserta PBI ini adalah masyarakat yang tidak mampu. Masyarakat
yang tidak mampu yaitu pekerja penerima upah berserta anggota
keluarga, pekerja bukan penerima beserta keluarga, bukan pekerja
berserta keluarga, dan penyandang cacat fisik yang tidak mampu bekerja
sehingga tidak berpenghasilan. Program pemerintah untuk PBI ini biasa
disebut dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JAMKESMAS). Bagi
masyarakat yang menerima JAMKESMAS ini apabila berobat tidak akan
dipungut biaya.
2. Bukan PBI jaminan kesehatan
Peserta bukan PBI adalah anggota TNI/ Pegawai Negeri Sipil
Kementerian

Pertahanan

beserta

anggota

keluarga,

anggota

Polri/Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Porli dan anggota keluarganya,


Peserta asuransi Kesehatan Perusahaan Persero ASKES dan anggota
keluarganya,

Peserta

Jaminan

Kesehatan

Perusahaan

Persero

JAMSOSTEK. Bagi masyarakat pengguna BPJS jenis ini tiap bulan


harus membayarkan iuran ke PT BPJS melalui bank yang bekerja sama
dengan PT BPJS atau bank yang ditunjuk PT BPJS seperti BRI, Mandiri,
dan lain-lain.

Manfaat yang diperoleh oleh peserta dan keluarganya yaitu setiap


peserta berhak memperoleh manfaat jaminan kesehatan yang bersifat
pelayananan kesehatan perorangan, mencakup pelayanan promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif termasuk pelayanan obat dan bahan
medis maupun non medis contohnya yaitu manfaat akomodasi dan
ambulans jika diperlukan.
Dokter gigi keluarga ini akan memberikan pelayanan sesuai
dengan standar kompetisinya sebagai doketr gigi. Namun tidak semua
perawatan akan diberikan, karena pihak BPJS sudah memiliki ketentuan
menegenai penerapan sistem kendali mutu pelayanan kesehatan dan
sudah dicantumkan peraturan mengenai tindakan apa saja yang dapat
dilakukan oleh Dokter Gigi Keluarga.

B. Ruang Lingkup
Pelayanan dokter gigi keluarga dilaksanakan dengan pola pelayanan
berlapis melalui sistem rujukan berjenjang dengan pendekatan primary
health care. Dimana tujuan dari sistem ini ialah untuk memberikan
pelayanan yang menyeluruh dengan tingkat-tingkat pelayanan yang
dikaitkan dengan sumber daya yang ada di masyarakat.
1. Ruang lingkup kerja dokter gigi :
a. Pelayanan Darurat (Basic Emergency Care)
1) Basic life support/pertolongan pertama pada keadaan darurat dan
gawat darura untuk selanjutnya dilakukan rujukan bila diperlukan
2) Mengurangi rasa sakit dan atau eliminasi infeksi/pertolongan
pertama pada gigi/mulut karena penyakit/ cedera
3) Reposisi dislokasi sendi rahang
4) Replantasi gigi
5) Penyesuaian oklusi (akut)
b. Pelayanan Pencegahan (Preventive Care)
1) Pendidikan kesehatan gigi (individu / kelompok)
2) Menghilangkan kebiasaan buruk

3) Tindakan perlindungan khusus


4) Tindakan penanganan dini
5) Memberi advokasi untuk menanggulangi kelainan saliva dan
masalah nutrisi gizi / diet
c. Pelayanan Medik Gigi Dasar (Simple Care)
1) Tumpatan gigi dengan GI, resin komposit atau kombinasi
2) Ekstraksi gigi (gigi sulung persistensi, gigi permanen karena
penyakit/keperluan ortodonti/pencabutan serial)
3) Perawatan pulpa (pulp capping/pulpotomi/perawatan saluran akar
gigi anterior)
4) Perawatan/pengobatan abses
5) Penanganan dry socket
6) Mengobati ulkus rekuren (aphtosa)
7) Pengelolaan halitosis
d. Pelayanan Medik Gigi Khusus (Moderate Care)
1) Konservasi gigi
2) Pedodonsia
3) Periodonsia
4) Bedah mulut
5) Ortodonti
6) Prostodonsia
7) Oral medicine

2. Ruang lingkup kerja perawat gigi:


a. Pelayanan Darurat
1). Mengurangi rasa sakit
b. Pelayanan Pencegahan
1) Topikal
2) Scalling supra gingival
3) ART
4) Fissure sealent

5) Tumpatan 1 bidang untuk usia dibawah 15 tahun


6) Pendidikan kesehatan gigi dan konseling (kunjungan rumah)
7) Survei kesehatan gigi
c. Manajemen
1) Membuat poa hasil survei / mentabulasi data
2) Resepsionis
3) Pencatatan rekam medik
4) Laporan evaluasi
d. Dental Assistant
e. Sterilisasi

C. Model pelayanan dokter gigi keluarga :


Dalam memberikan suatu pelayanan terhadap keluarga binaannya,
dokter gigi keluarga memiliki beberapa model pelayanan yang bisa bisa
diberikan. Menurut Permenkes yang mengatur pedoman penyelenggaraan
dokter gigi keluarga, model pelayanan dari dokter gigi keluarga terdapat 2
jenis, yaitu :
1. Dokter gigi keluarga pratek perorangan/praktek solo
Pada model pelayanan ini seorang dokter gigi keluarga dengan
dibantu oleh seorang perawat gigi akan membentuk suatu praktek
mandiri yang dikembangan atas inisiatif dokter gigi keluarga dan perawat
gigi yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, serta memiliki
sertifikat bahwa telah mengikuti Program Pendidikan Kedokteran Gigi
Keluarga (PKGK) atau melalui diktat khusus untuk melatih dokter gigi
menjadi dokter gigi keluarga yang diharapkan.
2. Dokter gigi keluarga praktek berkelompok
Model pelayanan seperti ini terdiri dari dokter gigi keluarga dan
sebuah tim dimana dokter gigi ini akan melaksanakan praktik untuk
melayani keluarga binaannya yang tergabung dalam sistem pelayanan
dokter keluarga /dokter gigi keluarga sehingga standar klinik dan

asuransi kesehatan yang digunakan sesuai dengan konsep dokter gigi


keluarga.

D. Perizinan
Pada penyelenggaraan pelayanan dokter gigi keluarga diperlukan
perizinan sebagai syarat multlaknya. Izin yang diajukan harus memenuhi
syarat-syarat tertentu untuk menjamin pelayanan dokter gigi keluarga yang
diberikan bermutu, aman dan nyaman bagi masyarakat.
Perizinan praktik dokter gigi keluarga dapat diberikan kepada pihak yang
menyelenggarakan pelayanan dalam bentuk :
1. Perorangan / Praktek Solo yaitu prakter dokter gigi keluarga yang
diselenggarakan oleh 1 (satu) orang dokter gigi keluarga.
2. Praktek berkelompok yaitu praktek dokter gigi keluarga yang
diselenggarakan oleh beberapa dokter / dokter gigi keluarga.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pemohon izin praktik dokter gigi
keluarga adalah memenuhi standar praktik meliputi:
1. Tenaga pelaksana (medis, paramedis dan non medis) yang memenuhi
kualifikasi sesuai standar profesinya
2. Sarana dan prasarana yang memeadai sehingga memungkinkan
pelayanan dokter gigi keluarga dan semua aspek pelayanannya mampu
dilaksanakan
3. Manajemen praktik yang mendukung terlaksananya pelayanan dokter
gigi keluarga sesuai standar pelayanan
Tata cara perizinan praktik dokter gigi keluarga dilaksanakan melalui:
1. Sertifikasi
Sertifikasi adalah pengakuan akan kompetensi yang dimiliki seseorang.
Sertifikasi

ini

diberikan oleh lembaga

yang menyelenggarakan

pendidikan dokter gigi keluarga seperti Fakultas Kedokteran Gigi (FKG),


Kolegium Kedokteran Gigi Indonesia (KKGI) Serta Organisasi Profesi
Indonesia (PDGI), Departemen Kesehatan.

2. Registrasi
Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap dokter gigi yang telah
memiliki sertifikat kompetensi dan telah mempunyai bukti kualifikasi
tertentu lainnya serta telah diakui secara hukum untuk melakukan
tindakan profesinya. Surat Tanda Registrasi (STR) dokter gigi berlaku
selama 5 tahun dan diregistrasi ulang setiap 5 tahun sekali dengan tetap
memenuhi persayaratan.
Untuk mendapatkan STR dokter gigi keluarga oleh Konsil Kedokteran
Indonesia maka seorang dokter gigi keluarga harus:
a. Memiliki ijazah dokter gigi dan sertifikat pelatihan dokter gigi
keluarga
b. Mempunyai surat pernyataan telah mengucapkan sumpah / janji
dokter gigi
c. Memiliki surat keterangan sehat fisik dan mental dari dokter yang
memiliki SIP
d. Memiliki sertifikat kompetensi dokter gigi keluarga
e. Membuat pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan
etika profesi.
3. Lisensi / Surat Izin raktik (SIP)
Lisensi / SIP adalah bukti tertulis yang diberikan pemerintah kepada
dkter gigi yang telah diregistrasi setelah memenuhi persyaratan yang
berlaku.

KESIMPULAN

Pelayanan kedokteran gigi keluarga merupakan suatu upaya pelayanan


kesehatan gigi dan mulut yang mengutamakan pendekatan secara promotif dan
preventif, tanpa meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitatif, yang dilaksanakan
secara optimal, bermutu, terstruktur, dan berkesinambungan. Pelayanan dokter
gigi keluarga dilaksanakan dengan pola pelayanan berlapis melalui sistem rujukan
berjenjang dengan pendekatan primary health care.
Penyelenggaraan pelayanan kedokteran gigi keluarga dapat dilakukan dalam
bentuk praktik perorangan maupun kelompok. Dimana dalam penyelenggaraanya
diperlukan perizinan terlebih dahulu berupa sertifikasi, registrasi, dan lisensi
sehingga pelayanan yang diberikan terjamin mutu, aman dan nyaman bagi
masyarakat.
Dengan adanya pelayanan kedokteran gigi diharapkan dapat meningkatkan
derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat melalui pelayanan yang efektif dan
optimal. Selain itu dengan adanya pelayanan kedokteran gigi keluarga, biaya
kesehatan masyarakat lebih terkendali dan terjamin dengan pembiayaannya yang
diselenggarakan melalui sistem jaminan kesehatan dengan pembayaran pra-usaha.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Kedokteran


Gigi Keluarga, 2006.
Departemen Kesehatan RI. Pedoman Penyelenggaraan Kedokteran Gigi
Keluarga, 2007.
Harrington, J.M dan Gills. 2005. Kesehatan Kerja. Jakarta : EGC.
Sitorus, K.I. 2007. Pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga Sebagai Upaya
Meningkatkan Derajat kesehatan Gigi dan Mulut. Skripsi, Program
Sarjana. Medan: Universitas Sumatra Utara.