Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH

MODUL 11
DIRECT SHEAR TEST

KELOMPOK R13

Erinda Pandu Purnamasari

1206218000

Firman Bima Ariateja

1206217856

Godwin Siahaan

1206260431

Hafidh Erry Priyanto

1206250172

Waktu Praktikum

: Sabtu, 11 Oktober 2014

Asisten Praktikum

: Azzah Balqis Sabbah

Tanggal Disetujui

Nilai

Paraf

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2014

MODUL 11 - DIRECT SHEAR TEST


I.

TUJUAN PERCOBAAN
Untuk mengetahui nilai kohesi (c) dan sudut geser tanah () pada tanah
berjenis pasir.

II. ALAT DAN BAHAN


- Alat Direct Shear Test.
- Beban dengan berat 5 25 kg.
- Timbangan dengan ketelitian 0.01 gr.
- Can.
- Jangka sorong dengan ketelitian 0.01 mm.
- Oven.
- Spatula.
- Stopwatch.
- Dial gauge untuk vertical dan horizontal displacement.
- Specimen cutter untuk memotong sampel tanah kohesif.
- Tamper untuk memadatkan tanah yang cohesionless.

III. TEORI DASAR


Kekuatan geser dapat diukur langsung dengan pemberian beban konstan
vertikal (normal) pada sampel dan pemberian gaya geser tertentu dengan
kecepatan konstan dan perlahan-lahan untuk menjaga tegangan air pori tetap
nol hingga tercapai kekuatan geser maksimum.
Tegangan normal didapat dengan pembagian besarnya gaya normal
dengan luas permukaan bidang geser. S = P/A. Tegangan geser didapat
dengan menghitung gaya geser (G) yang didapat dari pembacaan maksimum
load ring dial setelah dikalikan dengan nilai kaliberasi proving ring (LRC).
T = G/A
G = M*LRC
LRC = 0.15 kg/div
Dari beberapa buku referensi menyatakan harga kohesi pasir (c) = 0, dan
harga sudut geser pasir () berkisar : 28o 48o.

Tabel 11.1. Tabel harga kohesi untuk beberapa jenis pasir


Soil (Sand)
Loose Dry
Loose Saturated
Dense Dry
Dense Saturated

Type of Test
UU
CD
28-34
28 - 34
35 - 46 43 - 50
1-2
43 - 50

IV. PROSEDUR PERCOBAAN


IV.1. Persiapan Percobaan
a. Mengukur diameter lingkar dalam Shear Box.
b. Menyeimbangkan

sistem

counterweight

sehingga

mampu

memberikan gaya normal terhadap shear box.


c. Menimbang penutup Shear Box + bola + can.
d. Menyediakan pasir secukupnya dan membersihkannya dari kotoran
maupun kerikil menggunakan saringan no.18
e. Mengambil sedikit pasir, menimbang dan memasukkannya ke dalam
oven untuk mencari kadar air pasir.
IV.2. Jalannya Percobaan
a. Memasukkan pasir ke dalam Shear Box kira-kira 3/4 bagian dengan
mengunci Shear Box terlebih dahulu agar tidak dapat bergerak.
b. Meratakan permukaan pasir dengan spatula lalu menutupnya dengan
penutup shear box dan bola.
c. Memberikan beban sebesar 5 kg, lalu membuka kunci shear box.
d. Set horizontal dial dan load ring dial menjadi nol.
e. Memberikan Shear box gaya geser dengan kecepatan 1 mm/menit.
f. Mencatat pembacaan horizontal dial setiap 15 detik hingga dial
berhenti dan berbalik arah.
g. Mengulang percobaan a f untuk beban 10, 15, 20, dan 25 kg.

V. HASIL PRAKTIKUM
Diameter Shear Box (cm)

= 63.1; 61.95; 61.9; 62.7

Berat Shear Box + bola

= 842,05 gram

Tabel 11.2. Data praktikum Direct Shear Test untuk perhitungan kadar air pasir.
Berat (gram)
Berat can
Berat can + pasir sebelum oven
Berat can + pasir setelah oven

Sampel 1
6,33
37,38
35,2

Sampel 2
4,22
35,34
32,83

Sampel 3
4,34
44,45
41,2

Tabel 11.3. Data praktikum Direct Shear Test.


Time
(s)
15
30
45
60
75
90
105
120
135
150
165
180
195
210
225
240
255
270
285
300
315
330
345
360
375
390

5
17
21
23
24
25
25
25
25
2
28
28
29
30
31
31
32
33
34
33
33
35
37
39
40

10
14
20
24
28
32
35
39
41
43
45
48
50
54
57
60
64
66
71
73
75
76
76
79
79
80
80

15
32
40
45
51
55
63
65
69
74
77
80
84
85
87
90
92
95
95
100
101
102

Load (kg)
20
32
42
50
57
64
69
75
78
83
86
89
93
94
99
100
104
107
109
111
113
114
116
119
120
121
122

25
45
53.5
57
65
70
74
78
83
86
90
92
99
102
104
106
112
114
117.5
120
122.5
129
130
133
135
131
134

30
84
100
109
116
124
128
119
115
137
140
142
145
150
156
156
163
173
170

81
82

405
420

126
127

134
135

VI. PENGOLAHAN DATA

63,1 + 61,95 + 61,9 + 62,7


= 62,4125
4

1
1
= 2 = 62,41252 = 3059,3775 2
4
4
Tabel 11.4. Pengolahan Data Praktikum Direct Shear Test
Diameter (mm)
Area (mm2)
Loading Speed (mm/menit)
LRC (kg/div)
Wt of Shear Box + bola (gr)

62,4125
3059,38
1
0,15
842,05

Tabel 11.5. Pengolahan Data Praktikum Direct Shear Test


Berat can (gr)
Berat can + pasir sebelum oven (gr)
Berat can + pasir setelah oven (gr)
Kadar air (%)

Sampel 1
6,33
37,38
35,2
7,021

Sampel 2
4,22
35,34
32,83
8,066

Sampel 3
4,34
44,45
41,2
8,103

Tabel 11.6. Perhitungan Praktikum Direct Shear Test


1
2
3
4
5

0.84205
6.24125
30.594
0.15

kg
Cm
cm2
kg/div

S = P/A = (5+0.84205)/30.594

0.190954109

kg/cm2

T = (LRC*M)/A = (0.15*40)/30.594
Beban 10 kg

0.196116886

kg/cm2

S = P/A = (10+0.84205)/30.594

0.354384847

kg/cm2

T = (LRC*M)/A = (0.15*82)/30.594

0.402039616

kg/cm2

Berat penutup + bola


Diameter Shear Box (d)
Luas penampang pasir
LRC
Beban 5 kg

Beban 15 kg
S = P/A = (15+0.84205)/30.594

0.517815585

kg/cm2

T = (LRC*M)/A = (0.15*102)/30.594
Beban 20 kg

0.500098058

kg/cm2

S = P/A = (20+0.84205)/30.594

0.681246323

kg/cm2

T = (LRC*M)/A = (0.15*127)/30.594
Beban 25 kg

0.622671112

kg/cm2

S = P/A = (25+0.84205)/30.594

0.844677061

kg/cm2

T = (LRC*M)/A = (0.15*135)/30.594
10 Beban 30 kg

0.661894489

kg/cm2

S = P/A = (30+0.84205)/30.594

1.008107799

kg/cm2

T = (LRC*M)/A = (0.15*170)/30.594

0.833496764

kg/cm2

Demikian selanjutnya untuk beban yang lainnya sehingga dapat dibuat grafik
untuk menentukan harga c dan dengan menggunakan regresi linear:
Y = (a) X + b
Dimana:
X = S = P/A
Y = T = G/A

Tabel 11.7 Tabel untuk regresi linier


Beban (kg)
5

X
Y
0.1909541 0.1961169

10

0.3543848 0.4020396

15
20

0.5178156 0.5000981
0.6812463 0.6226711

25

0.8446771 0.6618945

30

1.0081078 0.8334968

Grafik Tegangan Normal vs Tegangan Geser


0.9
y = 0.7149x + 0.1075
R = 0.9685

Tegangan Geser (kg/cm2)

0.8
0.7
0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0
0

0.2

0.4

0.6

Tegangan Normal

0.8

1.2

(kg/cm2)

Grafik 11.1. Grafik Perbandingan tegangan normal dengan tegangan geser


Berdasarkan grafik, harga kohesi (c) tanah = b = 0,1075 kg/cm2 dan
besarnya sudut geser tanah () = tan-1 (y/x) = tan-1 (0,7149) = 35,56.

VII.ANALISIS
VII.1. Analisis Praktikum
Praktikum Modul 11 Direct Shear Test bertujuan untuk
mengetahui besar nilai kohesi pasir (c) dan besar nilai sudut geser
pasir () . Pada dasarnya, praktikum Triaxial Test juga bisa
menghitung besar nilai kohesi tanah (c) dan besar nilai sudut geser
tanah (). Namun, praktikum Triaxial Test tidak bisa menghitung
besar nilai kohesi tanah berjenis pasir (c) dan besar nilai sudut geser
berjenis pasir ( ) . Praktikum ini menggunakan beban sebagai
tegangan normal sebesar 5 kg, 10, kg, 15 kg, 20 kg, 25 kg, dan 30 kg.
Namun, kelompok praktikan R13 hanya menguji untuk beban 15 kg
dan 20 kg. Kelompok R14 melakukan pengujian untuk beban 5 kg dan

10 kg. Kelompok R15 melakukan pengujian untuk beban 25 kg dan 30


kg.
Hal pertama yang dilakukan pada praktikum Direct Shear Stress
adalah menyiapkan bahan uji berupa pasir yang lolos saringan no. 18.
Tujuannya adalah untuk membersihkan kerikil dari pasir. Setelah itu,
praktikan menyiapkan 3 (tiga) buah wadah kecil dan diisi pasir secu
kupnya yang nantinya akan digunakan untuk menghitung kadar air
pasir. Praktikan menimbang ketiga wadah tersebut lalu meletakkan
pasir di ketiga wadah dan menimbangnya kembali. Setelah wadah
yang berisi pasir dimasukkan ke dalam oven, praktikan melanjutkan
kembali menyiapkan praktikum Direct Shear Test. Kemudian,
praktikan mengukur diameter Shear Box 4 (empat) kali dengan
menggunakan jangka sorong. Pengukuran yang berjumlah 4 (empat)
kali bertujuan untuk mengurangi tingkat kesalahan pada ketelitian
pengukuran. Lalu, praktikan menimbang Shear Box + bola secara
bersamaan. Lalu, praktikan memasang penahan gaya geser saat
memasukkan pasir ke dalam Shear Box. Pasir dimasukkan kira-kira
tinggi Shear Box terlebih dahulu dan diratakan menggunakan
pemberat berbentuk tabung yang agak pipih. Lalu memasukkan pasir
sampai penuh dan ratakan kembali menggunakan pemberat dan
spatula. Tujuan pasir dimasukkan terlebih dahulu merupakan agar
pasir tersebar merata di dalam Shear Box.
Shear Box yang sudah terisi pasir diletakkan pada mesin Direct
Shear Test dan penahan tegangan geser dilepaskan. Penahan yang
dilepaskan bertujuan agar tegangan geser terbaca oleh dial. Jika masih
ada penahan, pergerakan alat akan terganggu dan membuat
pembacaan dial bukan pada kondisi yang sebenarnya. Setelah penahan
dilepas, praktikan menyiapkan kondisi dial agar menempel pada Shear
Box dan mengkalibrasi dial yang ada pada mesin Direct Shear Test.
Karena pengujian Direct Shear Test dilakukan secara manual,
praktikan memutar handle dan menyesuaikannya dengan perputaran

dial sebesar 1 mm/menit. Kemudian, praktikan melakukan pencatatan


dial setiap 15 detik sampai pembacaan dial tidak naik lagi atau turun.

VII.2. Analisis Hasil


Pada praktikum Direct Shear Test, praktikan mendapatkan data
praktikum, yaitu berat Shear Box + bola, diameter Shear Box, berat
wadah, LRC, beban pemberat, dan pembacaan dial pada mesin Direct
Shear Test. Dari data-data tersebut, praktikan melakukan pengolahan
data. Hasilnya berupa luas Shear Box, nilai kadar air pasir, pembacaan
dial maksimum, tegangan geser, tegangan normal, grafik hubungan
tegangan normal dengan tegangan geser, nilai kohesi praktikum, dan
nilai sudut geser praktikum.
Berdasarkan hasil pengolahan data yang praktikan dapat, praktikan
memperoleh nilai kohesi pasir (c) sebesar 0,1075 kg/cm2 dan besarnya
sudut geser tanah ( ) = tan-1 (y/x) = tan-1 (0,7149) = 35,56.
Berdasarkan litelatur, besar kohesi pasir harusnya bernilai 0 dan nilai
itu masih bisa dikatakan wajar. Untuk besar sudut geser pasir, sudut
geser praktikum yang didapatkan masih dalam range sudut geser
litelatur. Berdasarkan litelatur, nilai sudut geser 35,56 termasuk jenis
pasir Dense Dry.
Berdasarkan hubungan antara tegangan normal dan tegangan geser,
praktikan membuat grafik. Dari grafik tersebut, praktikan bisa
menyimpulkan bahwa semakin besar beban vertikal maka semakin
besar tegangan normal dan juga semakin besar nilai tegangan normal,
maka semakin besar nilai tegangan geser. Selain itu juga, nilai
tegangan normal dan tegangan geser dari suatu jenis tanah
mempengaruhi nilai kohesi dan sudut geser dari suatu jenis tanah.

VII.3. Analisis Kesalahan


Selama praktikum terjadi beberapa kesalahan, yaitu sebagai berikut:

Kesalahan praktikan akibat memutar handle pada mesin Direct


Shear Test tidak konstan atau berubah-ubah. Hal itu membuat
pembacaaan dial terkadang berhenti dan naik tiba-tiba.

Kesalahan praktikan akibat tidak teliti dalam membaca dial.

Kesalahan praktikan dalam meratakan pasir di Shear Box.

Kesalahan praktikan dengan terlalu menekan pasir.

Kesalahan praktikan akibat membaca dial tidak pas setiap 15


detik sekali.

VIII. KESIMPULAN
Kesimpulan Praktikum Direct Shear Test adalah sebagai berikut:
1. Tujuan dari praktikum Direct Shear Test adalah untuk mengetahui
harga kohesi pasir (c) dan sudut geser pasir. Uji parameter tanah pada
pasir menggunakan Direct Shear Test karena uji triaxial tidak cocok
menguji tanah yang berjenis pasir.
2. Berdasarkan hasil pengolahan data yang praktikan dapat, praktikan
memperoleh nilai kohesi pasir (c) sebesar 0,1075 kg/cm2 dan besarnya
sudut geser tanah () = tan-1 (y/x) = tan-1 (0,7149) = 35,56.
3. Berdasarkan litelatur, nilai sudut geser 35,56 termasuk jenis pasir
Dense Dry.
4. Berdasarkan grafik, praktikan bisa menyimpulkan bahwa semakin
besar nilai tegangan normal, maka semakin besar nilai tegangan geser.
5. Nilai tegangan normal dan tegangan geser dari suatu jenis tanah
mempengaruhi nilai kohesi dan sudut geser dari suatu jenis tanah.

IX. REFERENSI
Pedoman Praktikum Mekanika Tanah. Laboratorium Mekanika Tanah,
Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.
Bardet, Jean-Pierre. 1997. Experimental Soil Mechanics. New Jersey:
Prentice-Hall, Inc.

X. LAMPIRAN

Gambar 1. Sampel yang


digunakan
t

Gambar 4. Alat Direct Shear Test

Gambar 2. Sampel Pasir


yang sedang diratakan di
Shear Box

Gambar 3. Sampel Pasir


yang sudah diratakan di
Shear Box

Gambar 4. Shear Box diletakkan di


mesin Direct Shear Test