Anda di halaman 1dari 8

SUHU

Temperatur di bumi (di permukaan dan diatmosfer) selalu bergerak ke


arah equilibrium. Jika equilibrium tidak tercapai antara jumlah panas yang masuk
ke atmosfer dan yang meninggalkan atmosfer maka bumi akan selalu panas atau
selalu dingin. Masuknya gas rumah kaca yang masuk ke atmosfer bumi
berpengaruh terhadap keseimbangan (eqilibrium), karena molekul-molekul gas
menyerap panas.Temperatur di permukaan bumi dan diatmosfer terus bertambah
sampai mencapai keseimbangan baru.Jumlah panas yang masuk dan
meninggalkan atmosfer tidak berubah, tetapi jumlah panas yang tersimpan di
bumi dan diatmosfer terus meningkat.Kapasitas penyerapan panas diketahui
dengan kekuatan radiasi dari gas tersebut. Jika gas rumah kaca berkurang maka
kekuatan radiasi juga berkurang dan keseimbangan baru juga terbentuk pada suhu
yang lebih rendah
Kenaikan suhu udara disebabkan karena aktivitas manusia seperti
penebangan hutan, pembakaran, industri dan lain sebagainya.Akibatnya
meningkatkan jumlah gas-gas rumah kaca. Radiasi sinar matahari yang terjebak
akan memberi kehangatan bagi makhluk hidup di bumi. Efek ini sebenarnya
bukanlah sesuatu yang buruk.Justru dengan efek ini memberikan kesempatan
adanya kehidupan di bumi (Stern, 2007).Kalau tidak ada efek rumah kaca maka
suhu rata-rata permukaan bumi bukanlah 15oC seperti sekarang tetapi
18oC.Yang menjadi masalah adalah jumlah Gas Rumah Kaca ini bertambah
secara berlebihan sehingga bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan secara
global. Gas Rumah Kaca yang bertambah secara berlebihan ini akan menahan
lebih banyak radiasi dari pada yang dibutuhkan oleh kehidupan di bumi, sehingga
terjadi gejala yang disebut pemanasan global (Larson & Parks, 1998).
Suhu dinyatakan sebagai derajat panas atau dingin yang diukur
berdasarkan skala tertentu dengan menggunakan termometer.Tanah merupakan
media utama dimana manusia bisa mendapatkan lahan pangan, sandang, pangan,
tambang dan tempat dilaksanakannya beberapa aktifitas.Batas suhu yang layak
bagi kehidupan makhluk hidup berkisar antara -350 dan 750C.akan tetapi kisaran
suhu yang dikehendaki tanaman antara 150C 400C.pada suhu dibawah atau
diatas kisaran tersebut, pertumbuhan tanaman sangat dihambat. Secara langsung,
suhu mempengaruhi fotosintese, respirasi, permeabilitas dinding sel, kegiatan
ensim, penyerapan air dan unsur hara, transpirasi dan koagulasi protein.Semua
pengaruh ini tersimpul dalam pertumbuhan tanaman (Mashum, 2005).
Mengingat pentingnya faktor suhu terhadap kehidupan dan aktifitas
manusia, menyebabkan pengamatan suhu udara yang dilakukan oleh stasiun
meteorology dan klimatologi memiliki kriteria diantaranya:

a. Suhu udara permukaan (suhu udara aktual, rata-rata, maksimum dan


minimum).
b.

Suhu udara di beberapa ketinggia/ lapisan atmosfer (hingga ketinggian km).

c.

Suhu tanah di beberapa kedalaman tanah (hingga kedalaman 1 meter)

d. Suhu permukaan air dan suhu permukaan laut (Anonim, 2010).


Suhu tanah dapat di ukur dengan menggunakan alat yang dinamakan
termometer tanah selubung logam.Suhu tanah ditentukan oleh panas matahari
yang menyinari bumi.Intensitas panas tanah dipengaruhi oleh kedudukan
permukaan yang menentukan besar sudut datang, letak digaris lintang utara dan
selatan dan tinggi dari permukaan laut. Sejumlah sifat tanah juga menentukan
suhu tanah antara lain intensitas warna tanah, komposisi, panasienis tanah,
kemampuan dan kadar legas tanah (Anonim, 2010).
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat untuk
mengukur suhu udara atau derajat panas disebut thermometer. Biasanya pengukur
dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F). Suhu udara
tertinggi simuka bumi adalah didaerah tropis (sekitar ekoator) dan makin ke kutub
semakin dingin. Di lain pihak, pada waktu kita mendaki gunung, suhu udara
terasa terasa dingin jika ketinggian semakin bertambah. Kita sudah mengetahui
bahwa tiap kenaikan bertambah 100 meter maka suhu akan berkurang (turun) ratarata 0,6 C. Penurunan suhu semacam ini disebut gradient temperatur vertikal atau
lapse rate. Pada udara kering, lapse rate adalah 1 C (Benyamin, 1997)
Suhu dipermukaan bumi makin rendah dengan bertambahnya lintang
seperti halnya penurunan suhu menurut ketinggian. Bedanya, pada penyeberan
suhu secara vertikal permukaan bumi merupakan sumber pemanas sehingga
semakin tinggi tempat maka semakin rendah suhunya. Rata-rata penurunan suhu
udara menurut ketinggian contohnya di Indonesia sekitar 5 C 6 C tiap
kenaikan 1000 meter. Karena kapasitas panas udara sangat rendah, suhu udara
sangat pekat pada perubahan energi dipermukaan bumi. Diantara udara, tanah dan
air, udara merupakan konduktor terburuk, sedangkan tanah merupakan konduktor
terbaik (Handoko, 1994)
Angin dan suhu mempengaruhi jalan dan luasnya zat pencemaran udara.
Dalam keadaan normal udara dekat permukaan tanah dihangatkan oleh panas
yang dipancarkan dari tanah. Udara itu kemudian naik sambil membawa zat
pencemar keatas kemudian dihembuskan oleh angin di udara bagian atas. Jika
terjadi inversi suhu, udara yang hangat akan berada diatas udara dingin seperti
suat loteng. Pada dasarnya suhu tinggi merangsang pembentukan Co dan O. Jika

camporan ekuilibrim pada suhu tinggi tiba-tiba didinginkan, Co akan tetap berada
didalam campuran yang telah didingankan tersebut karena dibutuhkan waktu yang
lama untuk mencapai ekuilibrium yang baru pada suhu rendah (Kensaku,
Kristanto, 2002)
Temperatur (suhu) adalah salah satu sifat tanah yang sangat penting secara
langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan juga terhadap kelembapan,
aerasi, stuktur, aktifitas mikroba, dan enzimetik, dekomposisi serasah atau sisa
tanaman dan ketersidian hara-hara tanaman. Tenperatur tanah merupakan salah
satu faktor tumbuh tanaman yang penting sebagaimana halnya air, udara dan
unsur hara. Proses kehidupan bebijian, akar tanaman dan mikroba tanah secara
langsung dipengaruhi oleh temperatur tanah (Hanafiah, Kemas Ali, 2005)
Tentang suhu tanah pengaruhnya penting sekali pada kondisi tanah itu
sendiri dan pertumbuhan tanaman. Pengukuran dari suhu tanah biasanya
dilakukan pada kedalaman 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm, dan 100 cm. Faktor
pengaruh suhu tanah yaitu faktor luar dan faktor dalam. Yang dimaksud dengan
faktor luar yaitu radiasi matahari, awan, curah hujan, angin, kelembapan udara.
Faktor dalamnya yaitu faktor tanah, struktur tanda, kadar iar tanah, kandungan
bahan organik, dan warna tanah. Makin tinggi suhu maka semakin cepat
pematangan pada tanaman (Kartasapoetra, 2005)
Suhu tanah beraneka ragam dengan cara khas pada perhitungan harian dan
musiman. Fluktasi terbesar dipermukaan tanah dan akan berkurang dengan
bertambahnya kedalaman tanah. Kelembapan waktu musiman yang jelas terjadi,
karena suhu tanah musiman lambat bantuk fluktasi suhu pada peralihan suhu
diudara atau dibawah tanah yang lebih besar. Suhu total untuk semalam tanaman
mungkin terjadi pada tengah hari. Dibawah 6 inch atau 15 inch terdapat variasi
harian pada suhu tanah (Sostrodarsono, 2006)
Suhu didaerah equator lembab, tidak bervariasi dari pada suhu didaerah
kering atau berlintang tinggi. Didaerah tropis yang berhujan cukup, suhu bukanlah
merupakn suatu faktor pembatas pertumbuhan tanaman dan produksi dalam arti
yang luas. Walaupun demikian masih terdapat 2 pengaruh yang dapat dicatat:
Bila tanaman tropis disebar kedaerah subtropis, misalnya industri pisang di
usahakan di subtropis walaupun keadaan itu dibawah optimum, karena
pemasarannya mudah.
Dengan bertambahnya penggunaan tanah, ekstensifikasi harus dilakukan
ditempat-tempat yang tinggi (Dengel, G.O.F, 1956).
Beberapa faktor penyebaran yang mempengaruhi suhu antara lain:

Jumlah radiasi yang diterima perhari, permusim, dan pertahun.

Pengaruh daratan dan lautan.

Pengaruh altitude.

Pengaruh aspek.

Pengaruh panas laten.

Pengaruh angin (Karim Kormalis, Zailani Kadir, 1986).

CURAH HUJAN
Hidrologi adalah ilmu yang berkaitan dengan air di bumi, terjadinya
peredaran dan agihannya, sifat-sifat kimia dan fisiknya, dan reaksi dengan
lingkungannya, termasuk hubungannya dengan makhluk hidup (internatial
Glossary of hidrology, 1974) [EsinSeyhan,1990]. Karena perkembangan yang ada
maka ilmu hidrologi telah berkembang menjadi ilmu yang mempelajari siklus air.
Jadi dapat dikatakan, hidrologi adalah ilmu yang mempelajari: presipitsai
(precipitation), evaporasi (evaporation), aliran permukaan (surface stream flow),
dan air tanah (groun water).
Pada prisipnya, jumlah air di alam ini tetap dan mengikuti suatu aliran
yang dinamakan siklus hidrologi. Siklus hidrologi adalah suatu proses yang
berkaitan, dimana air diangkut dari lautan ke atmosfer (udara), ke darat dan
kembali lagi ke laut.
Hujan jatuh ke bumi baik langsung maupun melalui media misalnya
,melalui tanaman (vegetasi). Di bumi air mengalir dan bergerak dengan berbagai
cara. Pada retensi (tempat penyimpanan) air akan menetap untuk beberapa waktu.
Retensi dapat berupa retensi alam seperti daerah-daerah cekungan,danau tempattempat yang rendah,dll. Maupun reteni buatan seperti tampungan, sumur, embung,
waduk,dll.
Secara gravitasi (alami) air mengalir dari daerah yang tinggi ke daerah
yang rendah, sampai ke daerah pantai dan akhirnya akan bermuara ke laut.aliran
ini disebut aliran permukaan tanah karena bergerak di atas permukaan tanah.
Aliran ini biasanya akan memasuki daerah tangkapan atau daerah aliran menuju
ke system jaringan sungai, system danau atau waduk. Dalam system sungai aliran
mengalir mulai dari sistem sungai kecik ke system sungai besar dan akhirnya

menuju mulut sungai atau sering disebut estuary yaitu tempat bertemunya sungai
dengan laut.
Air hujan sebagian mengalir meresap ke dalam kedalam tanah atau yang
sering disebut dengan infiltrasi, dan bergerak terus kebawah. Air hujan yang jatuh
ke bumi sebagian menguap (evaporasi dan transpirasi) dan membentuk uap air.
Sebagian lagi mengalir masuk kedalam tanah (infiltrasi, perkolasi, kapiler). Air
tanah adalah air yang bergerak didalam tanah yang terdapat didalam ruang-ruang
antara butir-butir tanah dan di dalam retak-retak dari batuan. Dahulu disebut air
lapisan dan yang terakhir disebut air celah (fissure water). Aliran air tanah dapat
dibedakan menjadi aliran tanah dangkal, aliran tanah antara dan aliran dasar (base
flow). Disebut aliran dasar karena aliran ini merupakan aliran yang mengisi
system jaringan sungai. Hal ini dapat dilihat pada musim kemarau, ketika hujan
tidak turun untuk beberapa waktu, pada suatu system sungai tertentu aliran masih
tetap dan kontinyu. Sebagian air yang tersimpan sebagai air tanah (groundwater)
yang akan keluar ke permukaan tanah sebagai limpasan permukaan (surface
runoff) yang terkumpul di sungai yang akhirnya akan mengalir ke laut kembali
terjadi penguapan dan begitu seterusnya mengikuti siklus hidrologi.
(Anonim,2011)
Penyimpanan air tanah besarnya tergantung dari kondisi geologi setempat
dan waktu. Kondisi tata guna lahan juga berpengaruh terhadap tampungan air
tanah, misalnya lahan hutan yang beralih fungsi menjadi daerah pemukiman dan
curah hujan daerah tersebut. Sebagai permulaan dari simulasi herus ditentukan
penyimpangan awal (initial storage).
Hujan jatuh ke bumi baik secara langsung maupun melalui media misalnya
melalui tanaman (vegetasi), masuk ke tanah begitu juga hujan yang terinfiltrasi.
Sedangkan air yang tidak terinfiltrasi yang merupakan limpasan mengalir ke
tempat yang lebih rendah, mengalir ke danau dan tertampung. Dan hujan yang
langsung jatuh di atas sebuah danau (reservoir) air hujan (presipitasi) yang
langsung jatuh di atas danau menjadi tampungan langsung. Air yang tertahan di
danau akan mengalir melalui system jaringan sungai, permukaan tanah (akibat
debit banjir) dan merembes melalui tanah. Dalam hal ini air yang tertampung di
danau adalah inflow sedangkan yang mengalir atau merembes adalah outflow.
Kebutuhan air tanaman (crop water requirement) didefinisikan sebagai
banyaknya air yang hilang dari areal pertanaman setiap satuan luas dan satuan
waktu, yang digunakan untuk pertumbuhan, perkembangan (transpirasi) dan
dievaporasikan dari permukaan tanah dan tanaman. Kebutuhan air tanaman adalah
transporasi. Evapotranspirasi dipengaruhi oleh kadar kelembaban tanah, suhu
udara, cahaya matahari, dan angin. Evapotranspirasi dapat ditentukan dengan cara,

yaitu (1) menghitung jumlah air yang hilang dari tanah dalam jangka waktu
tertentu, (2) menggunakan factor-faktor iklim yang mempengaruhi
evapotranspirasi, (3) menggunakan Iysimeter (Hasan Basri Jumin, 2002).
Kedua alat penakar hujan otomatis diletakkan pada tempat terbuka. Jarak
antara penakar hujan 150 meter dari tempat penelitian. Kedua tipping bucket
berada pada ketinggian 15 meter dari permukaan tanah. Tipping bucket
dihubungkan dengan sebuahdata logger (Delta-T Devices Ltd.,Cambridge,UK)
dengan interval 5 menit untuk mendapatkan data secara terus menerus. Sebuah
corong dan jerigen berukuran 65 Liter ditempatkan pada daerah yang terbuka,
dengan ketinggian 1 meter diatas permukaan tanah, dan bersudut tidak lebih dari
45 derajat dari tajuk pada plot penelitian. Untuk setiap kejadian hujan, pencatatan
dilakukan setiap hari dari pukul 08.00 pagi hingga selesai. Apabila pada pukul
tersebut masih terjadi hujan, maka pencatatan dilakukan setelah hujan benar-benar
berhenti (Anonim, 2010)
Pada alat penakar manual, untuk mendapatkan data curah hujan dalam
satuan milimeter, dilakukan perhitungan dengan menggunakan persamaan curah
hujan kotor (Pg). Intersepsi diperkirakan dari hasil pengukuran hujan di tempat
yang terbuka ( Gross Presipitation / Pg ), Air lolos ( Troughfall / Tf ), dan Aliran
Batang ( Steamflow / Sf ). Selisih antara curah hujan di tempat terbuka, air lolos,
dan aliran batang merupakan besaran intersepsi hujan ( Ic ). Pemilihan vegetasi
yang digunakan untuk mengukur aliran batang pada plot penelitian berdasarkan
kelas diameter batang pohon. Pemilihan tersebut berdasarkan diameter pohon
diatas 10 cm (Anonim, 2008)
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam
waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain gauge.
Curah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan. Curah hujan yang jatuh
di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah bentuk
medan/topografi, arah lereng medan, arah angin yang sejajar dengan garis pantai
dan jarak perjalanan angina diatas medan datar. Hujan merupakan peristiwa
sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke
permukaan bumi (Handoko, 2003).
Hujan yang jatuh ke bumi baik langsung menjadi aliran maupun tidak
langsung yaitu melalui vegetasi atau media lainnya akan membentuk siklus aliran
air mulai dari tempat tinggi (gunung, pegunungan) menuju ke tempat yang rendah
baik di permukaan tanah maupun di dalam tanah yang berakhir di laut
(Anonim,2011).

Peranan air dalam kehidupan sngat besar. Mekanisme kompleks kehidupan


tidak mungkin berfungsi tanpa kehadiran air. Bagian terbesar bumi dan makhluk
hidup juga terdiri air. Air yang berasal dari hujan merpakan fenomena alam yang
paling penting bagi terjadinya kehidupan di bumi. Butiran hujan selain membawa
molekul air juga membawa materi yang penting bagi kehidupan seperti pupuk
bagi tumbuhan. Mesikpun air hujan sangat penting bagi kehidupan. Namun, di
pihak lain Indonesia belum mampu mengamati fenomena banyaknya curah hujan
yang terjadi pada suatu tempat secara otomatis dan tercatat pada database.
Akibatnya data curah hujan tidak dapat di manfaatkan. (Anonim,2011)
II. Normal curah hujan
1.

Rata-rata Curah Hujan Bulanan

Rata-rata Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing
bulan dengan periode minimal 10 tahun.
2.

Normal Curah Hujan Bulanan

Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan masing-masing
bulan selama periode 30 tahun.
3.

Standar Normal Curah Hujan Bulanan

Standar Normal Curah Hujan Bulanan adalah nilai rata-rata curah hujan pada
masing-masing bulan selama periode 30 tahun, dimulai dari tahun 1901 s/d 1930,
1931 s/d 1960, 1961 s/d 1990 dan seterusnya.
Curah hujan di hitung harian, mingguan, hingga tahunan, sesuai dengan
kebuuhan. Pembangunan saluran drainase, selokan, irigasi, serta pengendalian
banjir selalu menggunakan data curah hujan ini, untuk mengetahui berapa jumlah
hujan yang pernah terjadi di suau tempat, sebagai perkiraan pembuatan besarnya
saluran atau sarana pendukung lainnya saat hujan sebesar itu akan datang lagi
dimasa mendatang(Bocah,2008).
Alat pengukur curah hujan merupakan alat untuk mengukur curah hujan yang
terjadi pada suatu daerah baik pedesaan, kecamatan, atau provinsi mengacu pada
WMO (World Meterological Organization). Dengan adanya alat pengukur curah
hujan dapat diketahui banyaknya curah hujan yang terjadi setiap waktu. Data
curah hujan dihasilkan otomatis dari alat pengukur curah hujan disimpan secara
real-time dengan menggunakan aplikasi berbasis open-source seperti java dan
system operasi IGOS (Edi Tanoe,2011)