Anda di halaman 1dari 14

William JB/150610130094

I.

PENDAHULUAN

Beras ketan merupakan salah satu variasi dari beras yang mempunyai
struktur seperti beras putih, bewarna putih, tidak transparan,
seluruh/hamper seluruh patinya mengandung amilopektin. Sedangkan
ketan hitam adalah jenis yang sama strukturnya dengan ketan putih
namun merupakan bahan dasar dari beras hitam.
Beras hitam berbeda dengan ketan hitam , ketan (sticky rice),
karbohidratnya lengket, sedangkan Beras hitam tidak selengket ketan,
meskipun masih sedikit lengket, sehingga bisa dikonsumsi
menggunalkan sumpit. Beras hitam disebut chinese black, karena
berasal dari daratan China.
Benih beras hitam asli Indonesia sampai saat ini masih ditangkar oleh
Balai Penelitian Padi (Balitpa) Sukamandi Jawa Barat, yang mengoleksi
varietas-varietas padi lokal kuno selain Balitpa Sukamandi adalah
International Rice Reasearch Institute (IRRI) di Los Banyor Filipina.
KETAN HITAM
Tinggi Tanaman : 78-85 cm,
Umur : 116-120 hari,
panjang malai : 36 cm,
Jumlah gabah/malai : 206-265 butir,
Panjang daun bendera : 45-57 cm,
Bentuk daun bendera : menggantung 135 derajat,
Jumlah anakan : 3-5,
Bentuk gabah : Cere, bulat agak gemuk,
Warna gabah : Hitam kelabu,Warna beras:hitam,
Jumlah bulir : 16/malai, Potensi hasil : 3-4 ton/ha
Secara visual antara tanaman Beras hitam dan ketan hitam dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. KETAN lengket, sedangkan BERAS tidak
KETAN disebut GLUTINOUS atau sticky rice dalam bahasa Inggris,
berdasarkan kenyataan bahwa beras ini memang lengket. Kandungan
AMILOSA-nya sehingga menyebabkan karakter lengket.
2. Satu spesies, tetapi beda varietas
BERAS dan KETAN sebenarnya masih satu spesies, artinya merupakan
makhluk hidup yang sama, tetapi berbeda varietas atau ras, sehingga
memungkinkan persilangan di antara keduanya.

3. Khasiatnya
Ketan hitam, meskipun berwarna gelap, ternyata tidaklah memiliki
khasiat seperti beras hitam. Pigmen warna antosianin adalah salah
satu zat yang dominan pada warna tumbuhan. Makin banyak
kandungannya, makin gelap warnanya. Antosianin merupakan salah
satu jenis antioksidan, zat yang mampu mencegah kanker, sehingga
makin gelap warnanya, makin baik untuk mencegah kanker, tetapi
beras hitam mungkin pengecualian, walaupun sama gelapnya,
terdapat beberapa zat lain yang jauh lebih berkhasiat.
4. Tinggi Tanaman Beras hitam jauh lebih tinggi
Tanaman beras hitam dapat dengan mudah diamati. Tubuhnya tegap
dan tinggi, rata-rata mencapai 2 meter, sedangkan ketan hitam, tidak
berbeda jauh dengan padi Cere. Hanya sekitar 30-60 sentimeter.
5. Umur Beras hitam lebih lama
Beras hitam adalah varietas padi javanica (asli nusantara),
memerlukan waktu 6 bulan sebelum matang dan siap dipanen,
sedangkan ketan hitam hampir sama dengan padi subtropis atau
varietas japonica yang hanya memerlukan waktu 3 bulan untuk
dipanen. Tambahan masa 3 bulan dan masa pengisian bulir yang cukup
lama, memungkinkan sang padi mengakumulasikan zat-zat bermanfaat
dalam bulir.
6. Indeks glikemik beras hitam lebih rendah
Indeks glikemik adalah satuan yang menyatakan kecepatan suatu
bahan makanan mempengaruhi kadar gula dalam darah. Makin tinggi
nilainya, makin tidak baik bagi tubuh, karena berarti semakin cepat
makanan tersebut memompakan gula dalam darah. Sistem pankreas
dan insulin akan terbebani. Dalam jangka waktu lama, sering
mengkonsumsi makanan dengan IG tinggi akan merusak dan
menyebabkan diabetes.
Makanan dengan Indeks Glikemik tinggi tidak dianjurkan bagi para
penderita diabetes. Beras hitam memiliki IG di bawah 70 dan rata-rata
50-60, tergantung varietas dan cara pengolahan, sedangkan ketan
hitam hampir seluruhnya di atas 80, bahkan mendekati angka 100,
maka jelas beras hitam merupakan makanan yang lebih sehat.
7. Kandungan kalori beras hitam lebih rendah
Nilai kalori banyak dihasilkan dari tingginya kadar karbohidrat. Nilai
kalori beras hitam termasuk yang terendah di antara beras dan ketan.
Hanya 362 kcal per 100 gram. Nilai kalori erat kaitannya dengan
Indeks Glikemik, karena berhubungan dengan kadar gula, sehingga
dengan kalori yang rendah, beras hitam sangat cocok untuk diet serta
aman untuk penderita diabetes maupun obesitas. Mau kurus?
Perbanyak makan beras hitam!

8. Beras hitam hanya bisa ditanam secara organik


Meskipun terdapat beberapa varietas beras hitam yang dapat ditanam
secara non-organik, tetapi pada umumnya beras hitam tidak dapat
mentolerir pupuk anorganik. Sekali diberi pupuk urea, pertumbuhannya
menjadi abnormal. Fase vegetatif terlalu cepat dan pengisian bulir
tidak sempurna, sedangkan ketan sudah umum ditanam sebagaimana
layaknya padi biasa dan saat ini sulit mencari ketan yang masih
ditanam tanpa pupuk anorganik atau pestisida sama sekali.
9. Warna gabah beras hitam adalah coklat
Sangat menyenangkan memperhatikan fase pertumbuhan beras hitam,
walaupun beras hitam berwarna hitam, tetapi kulit gabah atau
sekamnya tidak hitam. Warnanya coklat seperti beras biasa. Warna
kulit gabah tersebut hanya menghitam pada masa pengisian bulir atau
sering disebut petani sebagai masa bunting. Pada bulan terakhir,
warnanya kembali coklat seperti semula, sedangkan warna gabah
ketan hitam adalah hitam dan kulit dalamnya juga hitam.

II .

PERILAKU PEDAGANG

Pasar tradisional selama ini kebanyakan terkesan kumuh,


kotor, semrawut, bau dan seterusnya yang merupakan stigma buruk
yang dimilikinya. Namun demikian sampai saat ini di kebanyakan
tempat masih memiliki pengunjung atau pembeli yang masih setia
berbelanja di pasar tradisional. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa
banyak juga pasar tradisional yang dalam perkembangannya menjadi
sepi, ditinggalkan oleh pengunjung atau pembelinya yang beralih ke
pasar moderen.
Stigma yang melekat pada pasar tradisional secara umum
dilatarbelakangi oleh perilaku dari pedagang pasar, pengunjung atau
pembeli dan pengelola pasar. Perilaku pedagang pasar dan pengunjung
dan pengunjung atau pembeli yang negatif secara perlahan dan
bertahap dapat diperbaiki, sekalipun memerlukan waktu lama.
Keterlibatan pengelola pasar dalam perbaikan perilaku ini adalah suatu
keniscayaan.
Melekatnya stigma buruk pada pasar tradisional, seringkali
mengakibatkan sebagian dari para pengunjung mencari alternatif
tempat belanja lain, di antaranya mengalihkan tempat berbelanja ke
pedagang kaki lima dan pedagang keliling yang lebih relatif mudah
dijangkau (tidak perlu masuk ke dalam pasar). Bahkan kebanyakan
para pengunjung yang tergolong di segmen berpendapatan menengah
bawah ke atas cenderung beralih ke pasar moderen, seperti pasar
swalayan (supermarket dan minimarket) yang biasanya lebih
mementingkan kebersihan dan kenyamanan sebagai dasar
pertimbangan beralihnya tempat berbelanja.
Seringkali dikesankan bahwa perilaku pedagang yang menjadi
penyebab utama terjadinya kondisi di kebanyakan pasar tradisional
memiliki stigma buruk. Sebaliknya, di lapangan di lapangan dijumpai
peran pengelola pasar terutama dari kalangan aparatur pemerintah
dalam mengupayakan perbaikan perilaku pedagang pasar tradisional
masih sangat terbatas. Banyak penyebab yang melatarbelakangi
kondisi ini. Dimulai dari keterbatasn jumlah tenaga dan kemampuan
(kompetensi) individu tenaga pengelola pengelola serta keterbatasan

kelembagaan (organisasi) pengelola pasar untuk melakukan


pengelolaan pasar dan pembinaan pedagang

III.

PERILAKU KONSUMEN

Konsumen merupakan suatu hal yang penting dalam


ekonomi.Konsumen dapat menggambarkan bagaimana respon
terhadap suatu produk atau jasa.Tulisan ini saya tulis berdasarkan
pengamatan saya tentang perilaku konsumen terhadap pasar pasar
tradisional,dengan sistem penelitian terjun lapangan dan
menggunakan angket untuk mengetahui respon para pengunjung
pasar.

Kepuasan dapat di peroleh apabila barang atau jasa yang di gunakan


mampu memenuhi kebutuhan para konsumen.Di pasar tradisional
barang-barang kebutuhan pokok tersedia,para pembeli merasa puas
dengan apa yang ada di pasar tersebut.Akan tetapi masalah yang ada
pada pasar tradisional adalah kenyamanan dan fasilitas umum yang
kurang memadai.Misalnya toilet umum dan lahan parkir yang
kurang.Akibatnya para pengunjung semrawut dan sangat tidak
terkontrol.Untuk masalah harga,para pengunjung tidak terlalu
mempermasalahkan.Karena harga barang yang di tawarkan di pasar
tradisional relatif murah dan dapat bernegosiasi dengan para
pedagang.

Beberapa pengunjung pasar yang saya wawancarai dengan angket


yang saya bawa mengaku tidak terlalu mempermasalahkan harga
barang yang di tawarkan.Karena mereka mengutamakan kepuasan dari
barang tersebut.Contohnya,sayur-sayuran.Sayur-sayuran yang di
perdagangkan meski tidak di letakkan di tempat yang segar mereka
tetap membeli karena harganya lebih murah di banding di pasar

swalayan.Pasar tradisional dapat di jadikan alternatif untuk memenuhi


kebutuhan pokok para konsumen.

Dari penelitian ini dapat di simpulkan bahwa dalam pemenuhan


kebutuhan pokok para konsumen memilih tempat yang menyediakan
harga relatif murah untuk efisiensi biaya pemenuhan
kebutuhan.Walaupun fasilitas umum yang ada di pasar tradisional
kurang mencukupi.

IV. TEORI PERMINTAAN PENAWARAN


1.

Hukum Permintaan

Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya


hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah
barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta
sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta
meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:
Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang
yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga
semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.

Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum


permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain
harga tidak berubah.
2.

Hukum Penawaran

Bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin


banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang
ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran.
Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang

yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum


penawaran berbunyi:
Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia
ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit
jumlah barang yang bersedia ditwarkan.
Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang
memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN
PENAWARAN
Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang akan dibeli
pada berbagai tingkat harga, waktu dan tempat. Penjual dan pembeli
yang berinteraksi akan melakukan proses tawar-menawar. Proses
tawar-menawar ini menunjukan adanya permintaan dan penawaram
barang. Penjual akan menawarkan barang dagangannya dengan harga
yang telah ditentukan dan pembeli akan meminta barang diinginkan
dengan harga rendah. Proses ini akan berlangsung hingga tercapai
kesepakatan harga yang disetujui.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang


dan jasa, antara lain :
i.
ii.
iii.
iv.
v.

Tingkat pendapatan seseorang/masyarakat


Jumlah penduduk
Selera penduduk
Fluktuasi ekonomi
Harga barang yang di tuju

vi.

Harga barang subsitusi

vii.

Faktor lain (harapan, hubungan sosial, dan politik)

Besar kecilnya permintaan di tentukan oleh tinggi rendahnya harga,


tentu saja hal ini akan berlaku bila faktor-faktor yang mempengaruhi
permintaan tidak ada perubahan (tetap) atau disebut ada dalam
keadaan ceteris paribus.

Dalam keadaan seperti itu, berlaku perbandingan terbalik antar harga


terhadap permintaan dan perbandingan lurus antara harga dengan
penawaran seperti apa yang dikatakan Alfred Marshall. Yang
menyebutkan bahwa perbandingan terbalik antara harga terhadap
permintaan disebut sebagai hukum permintaan.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran terhadap barang
dan jasa, antara lain :
Harga barang yang dituju
Biaya produksi dan ongkos
Tujuan produksi
Teknologi yang digunakan
Harga barang subsitusi
Lain hal (factor sosial/politik)
Apabila terdapat perubahan harga barang yang dituju, sedangkan
factor-faktor yang mempengaruhi penawaran seperti : biaya produksi
dan ongkos, tujuan produksi , teknologi yang digunakan, harga barang
subsitusi dan lain-lain hal tidak berubah. Maka penawaran akan
ditentukan oleh harga, jadi besar kecilnya jumlah barang/jasa yang
ditawarkan tergantung pada tinggi rendahnya harga. Menurut Alfred
Marshall perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran disebut
sebagai hukum penawaran.

Berdasarkan teori diatas, pasar tradisional yang telah saya kunjungi,


konsumen cenderung mempunyai alasan untuk berbelanja dalam
pasar tradisional karena harga yang relatif lebih murah dari pasar
lainnya. Sedangkan tingkat permintaan pada komoditas tertentu juga
sangat ditentukan dari hukum penawaran, dimana jika harga beras
ketan sedang naik, maka penawaran terhadap beras ketan tersebut
akan menurun cukup signifikan, sedangkan jika harga beras ketan
sedang turun makan penawaran terhadap beras ketan di pasar
tersebut akan menaik. Ini berlaku bagi semua komoditas.

V. TEORI TERBENTUKNYA HARGA


Latar Belakang
Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu pemasaran
karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan
diperoleh dari penjualan produk baik berupa barang maupun jasa.
Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan
menurun, namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi
keuntungan yang dapat diperoleh organisasi/ perusahaan.
Kegiatan faktor produksi adalah kegiatan yang melakukan proses,
pengolahan, dan mengubah faktor-faktor produksi dari yang
tidak/kurang manfaat/gunanya menjadi memiliki nilai manfaat yang
lebih. Faktor- Faktor produksi yang umumnya digunakan adalah tenaga

kerja, tanah, dan modal. Kelangkaan pada suatu faktor produksi


biasanya akan menyebabkan kenaikan harga faktor produksi tersebut.
Pengertian Harga
Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam
pemasaran suatu produk karena harga adalah satu dari empat bauran
pemasaran / marketing mix (4P = product, price, place, promotion /
produk, harga, distribusi, promosi). Harga adalah suatu nilai tukar dari
produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.
Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan
karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan
diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang
maupun jasa.
Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan
menurun, namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi
keuntungan yang dapat diperoleh organisasi perusahaan.
Tujuan Penetapan Harga
Adapun tujuan pembentukan harga adalah sebagai berikut:
1. Mendapatkan keuntungan sebesar- besarnya, dengan
menetapkan harga yang kompetitif maka perusahaan akan
mendulang untung yang optimal.
2. Mempertahankan perusahaan
Dari marjin keuntungan yang didapat perusahaan akan
digunakan untuk biaya operasional perusahaan. Contoh : untuk
gaji/upah karyawan, untuk bayar tagihan listrik, tagihan air
bawah tanah, pembelian bahan baku, biaya transportasi, dan
lain sebagainya.
3. Menggapai ROI (Return on Investment)
Perusahaan pasti menginginkan balik modal dari investasi yang
ditanam pada perusahaan sehingga penetapan harga yang tepat
akan mempercepat tercapainya modal kembali / roi.
4. Menguasai Pangsa Pasar, dengan menetapkan harga rendah
dibandingkan produk pesaing, dapat mengalihkan perhatian
konsumen dari produk kompetitor yang ada di pasaran.
5. Mempertahankan status quo. Ketika perusahaan memiliki pasar
tersendiri, maka perlu adanya pengaturan harga yang tepat agar
dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada.
Teori Pembentukan Harga

1. Pendekatan Permintaan dan Penawaran (supply demand


approach)
Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan
harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari
harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima
produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan
jumlah yang ditawarkan.
2. Pendekatan Biaya (cost oriented approach)
Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang
dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang
diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.
3. Pendekatan Pasar (market approach)
Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara
menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan
harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, sosial
budaya, dan lain-lain

VI. ANALISIS
Apakah teori permintaan dan penawaran berlaku di pasar
tradisional?
a.

Pada harga yang tinggi , banyak pembeli yang tidak mampu


membeli atau mungkin cenderung mencari barang substitusi
dengan harga terjangkau. Sedangkan pada harga rendah,
pembeli yang tadinya kurang mammpu menjadi mampu untuk
membeli

b. Bagi pembeli perorangan, kenaikan harga akan memperkecil


daya beli pembeli atau akan mengurangi anggaran untuk alat
pemuas kebutuhan yang lainnya (dengan catatan pendapatan
tetap)
c. Adanya harga barang substitusi yang harganya jauh lebih
rendah akan lebih menarik apabila harga suatu barang atau jasa
semakin tinggi. Akibatnya pembeli akan beralih dari barang atau
jasa yang telah biasa di konsumsi ke barang atau jasa substitusi
Masalah apa yang ada di pasar tradisional?
Dibalik kelebihan yang dimiliki pasar tradisional ternyata masih
tersimpan masalah-masalah yang sulit di atasi, salah satunya
terlihat pemerintah lebih membanggakan adanya pasar modern
dari pada pasar tradisional, yang itu dilakukan dengan cara
mengusir satu per satu pasar tradisional dengan cara
dipindahkan dari tempat yang layak ke tempat yang jauh dan
kurang refresentatif.Selain itu tidak di perhatikan pemerintah, pasar
tradisional juga memiliki Kelemahan. Sisi kelemahan yang paling
urgen ialah pada kumuh dan kotornya lokasi pasar..
Bukan hanya itu saja, pengemasan pasar juga membuat kurang
diliriknya pasar tradisional, bahkan mungkin makin hari bukan
malah makin bagus akan tetapi malah makin buruk kondisinya. Dan
jelas hal itu cukup berbahaya bagi keberadaan pasar
tradisional.tidak berbeda dengan pasar tradisional yang ada
didaerah banten hal serupa terjadi hampir di seluruh pasar
tradisional. Kita tahu bahwa akhir-akhir ini sering muncul beritaberita tak sedap mengenai pasar tradisional diantaranya samapah
menumpuk dipasar Banjar Sari masih dikoran yang sama dan pada
hari yang sama terjadi berita tentang kumuhnya kondisi pasar
Labuan.Sampai-sampai para pedagang tidak mau membayar
retribusi untuk sampah karena pasar tetap kotor walau sudah ada
uang retribusinya, seperti yang terjadi pada Pasar Baru Merak .Halhal tersebutlah yang membuat konsumen menjadi malas untuk ke
pasar tradisional. Padahal kalau pasar tradisional lebih
diperhatikan,bukan tidak mungkin kita bisa menikmati keindahan
pasar tradisional yg bersih,nyaman,tentram dan dihiasi
oleh kentalnya budaya daerah sehingga perekonomian kerakyatan
bisa bangkit kembali.

Apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah dalam


pasar?

Sosialisasikan aturan-aturan mengenai pasar tradisional, laranganlarangan dan perintah serta hak dan kewajiban pedagang, serta
penegasan sangsi bagi yang melanggarnya.
1.

Pemerintah harus berani menertibkan pedagang kaki lima yang


menempati tempat yang tidak seharusnya ditempati.

2. Hendaknya pembangunan pasar tradisional terdiri dari


pembangunan fisik dan pembangunan non fisik

Bagaimana cara menentukan harga suatu komoditas dalam


pasar?
Harga pasar akan tercapai setelah melalui serangkaian proses tawar
menawar antara penjual dan pembeli.
- Apabila harga barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual dirasa
terlalu tinggi oleh pembeli maka barang dan jasa tersebut tidak dapat
terjual.
- Istilah Surplus dikenal dengan pengertian suatu keadaaan dimana
terjadi kelebihan penawaran.
- Istilah Shortage dikenal dengan pengertian suatu keadaan dimana
terjadi kelebihan permintaan
- Prinsip Ceteris Paribus berlaku dalam hal ini, yaitu Harga merupakan
satu satunya faktor yang menentukan permintaan dari pembeli dan
penawaran dari penjual.
- Faktor Faktor yang mempengaruhi harga pasar :
1. Permintaan terhadap barang atau jasa bertambah, sedangkan
jumlah barang atau
jasa terbatas.
2. Tinggi rendahnya biaya produksi.
3. Pandangan masa depan dari produsen atau konsumen.
4. Produsen mengetahui selera konsumen.
5. Penawaran terhadap barang atau jasa bertambah, sedangkan daya
beli konsumen
Tetap atau berkurang

Daftar Pustaka
http://sulitnih.com/2013/09/22/strategi-bagaimana-menentukan-hargajual/
http://www.jembranakab.go.id/index.php?module=hargapasar
http://mestargroup.blogspot.com/2011/11/pembentukan-hargapasar.html
http://diperta.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/528