Anda di halaman 1dari 30

PT.

RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

MANUAL
Sistem Jaminan Halal
Rumah Sakit

PT. Rumah Sakit PELNI

Disusun Oleh :

Manual SJH

Adhitya Nugraha T.

22030112140106

Muhana Rafika

22030112140108

Unik Asmawati

22030112140114

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

HALAMAN PENGESAHAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama

: Sutrisno

Jabatan

: Kepala Divisi Pelayanan dan Pemasaran

Nama Rumah Sakit

: PT. RS PELNI

Alamat Kantor

: Jl KS.Tubun 92-94 Jakarta 11410

Menyatakan dan mengesahkan dengan sebenarnya bahwa Manual Sistem Jaminan Halal ini
disusun sesuai dengan kondisi rumah sakit dan dijadikan pedoman dalam proses produksi
halal di rumah sakit.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Yang menyatakan,
Materai Rp. 6000
(Sutrisno)

Tanggal Pengesahan : 12 Desember 2014


Disiapkan Oleh,
Doni A

Manual SJH

Disahkan Oleh,
Sutrisno

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Daftar Distribusi Dokumen


Manual Sistem Jaminan Halal (SJH) didistribusikan sebagai salinan controlled document atau
uncontrolled document dan dinyatakan dengan nomor copy yang diatur sebagai berikut :
No Copy
01

Pihak Penerima
Dept. Pelayanan dan

Pemegang
Kepala Divisi Pelayanan dan

Lokasi
Kantor Divisi Pelayanan

02
03
04
05

Pemasaran
Dept. Instalasi Gizi
Dept. QC
Dept. Produksi
Bagian Gudang

Pemasaran
Kepala Instalasi Gizi
Kabag QC
Kabag Produksi
Kabag Gudang

dan Pemasaran
Ruang Instalasi Gizi
Kantor QC
Kantor Produksi
Ruang Gudang

Hanya salinan terkontrol pada Manual SJH yang menjadi subyek sistem kontrol dokumen. Salinan
tak terkontrol dari Manual SJH atau yang berkaitan mungkin didistribusi ke pihak yang
berhubungan berdasarkan permintaan dan harus disetujui oleh Ketua Manajemen Halal. PT. RS
PELNI tidak wajib memperbaharui pemegang salinan tak terkontrol dari setiap perubahan pada
Manual SJH.

Manual SJH

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Daftar Revisi Dokumen


Perubahan
No.
Tanggal
1. 2.

Manual SJH

Dokumen yang direvisi


Edisi Bab Halaman

Dokumen Hasil Revisi


Edisi
Bab Halaman

Keterangan

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan ...................................................................................................................1 1
Daftar Distribusi Dokumen ..........................................................................................................2 2
Daftar Revisi Dokumen ...............................................................................................................3 3
Daftar Isi.......................................................................................................................................4 4
1. Pendahuluan ............................................................................................................................55
1.1 Informasi Umum Perusahaan...........................................................................................5
1.2 Tujuan ............................................................................................................................5
1.3 Ruang Lingkup ................................................................................................................56
2. Kriteria Sistem Jaminan Halal ...............................................................................................6 7
2.1 Kebijakan Halal ..............................................................................................................6 7
2.2 Tim Manajemen Halal ....................................................................................................8 8
2.3 Pelatihan dan Edukasi ...................................................................................................129
2.4 Bahan .............................................................................................................................1310
2.5 Produk .........................................................................................................................1512
2.6 Fasilitas Produksi ........................................................................................................1613
2.7 Prosedur Tertulis untuk Aktivitas Kritis ......................................................................1714
2.8 Kemampuan Telusur.....................................................................................................1817
2.9 Penanganan Produk Yang Tidak Memenuhi Kriteria ................................................. 1917
2.10Audit Internal.............................................................................................................. 2017
2.11Kaji Ulang Manajemen ...............................................................................................2318
Lampiran
Lampiran 1. Form Administrasi
Lampiran 2. Daftar Pertanyaan untuk Audit Internal
Lampiran 3. Format Laporan Ketidaksesuaian
Lampiran 4. Format Laporan Berkala
Lampiran 5. Format Notulen Kaji Ulang Manajemen
Manual SJH

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

1. Pendahuluan
1.1. Informasi Umum Perusahaan
Nama Rumah Sakit

: PT. Rumah Sakit Pelayaran Nasional Indonesia

Alamat Rumah Sakit

: Jl KS.Tubun 92-94 Jakarta 11410

Telp/Fax

: 62 021 5306901 / 62 021 5483145

E-mail

: info@rspelni.co.id

Alamat Tempat Produksi : Jl KS.Tubun 92-94 Jakarta 11410


Telp/Fax

: 62 021 5306901 / 62 021 5483145

E-mail

: info@rspelni.co.id

Jenis Produk

: Makanan

Nama Produk

: Steak Daging Fillet

Fasilitas Produksi

: Rumah Sakit

Daerah Pemasaran

: Jakarta

Sistem Pemasaran

: Disribusi langsung ke pasien

1.2. Tujuan
Manual SJH disusun untuk menjadi pedoman dalam penerapan SJH di rumah sakit,
dalam rangka menjaga kesinambungan proses produksi halal sesuai dengan persyaratan
LPPOM MUI.
1.3. Ruang Lingkup
Manual SJH adalah dokumen yang menjadi panduan implementasi SJH di Rumah Sakit
[PT. RS PELNI] yang dibuat berdasarkan HAS 23000 Persyaratan Sertifikasi Halal dan
HAS 23301 Pedoman Penyusunan Manual SJH di Industri Pengolahan. Manual SJH ini
berlaku untuk seluruh unit Rumah Sakit [PT. RS PELNI] yang terkait dengan proses
produksi halal, termasuk maklon dan gudang sewa.

Manual SJH

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

2.

2.1

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Kriteria Sistem Jaminan Halal

Kebijakan Halal
PERNYATAAN KEBIJAKAN HALAL
PT. RS PELNI

PT. RS PELNI berkomitmen hanya akan memproduksi produk makanan dan


minuman yang halal menurut Syariah Islam.
Seluruh karyawan PT. RS PELNI senantiasa bekerja sesuai dengan prosedur dan
instruksi kerja yang telah ditetapkan dan hanya menggunakan bahan baku,
bahan tambahan dan bahan penolong serta konsistensi dalam proses produksi
halal sesuai dengan pesyaratan dan kriteria halal LP POM MUI yang dituangkan
dalam Sistem Jaminan Halal PT. RS PELNI.
Kebijkan halal ini ditetapkan oleh Divisi Pelayanan dan Pemasaran PT. RS Pelni
sebagai bukti komitmen rumah sakit terhadap pelaksanaan Sistem Jaminan
Halal, oleh karenanya maka Divisi Pelayanan dan Pemasaran akan bertanggung
jawab dalam mensosialisasikan, menerapkan, mengevaluasi, serta meningkatkan
kesadaran seluruh karyawan agar secara konsisten menerapkan kebijakan ini.
Jakarta, 12 Desember 2014
Ketua Tim Manajemen Halal

(Sutrisno)

Manual SJH

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Panduan Halal adalah pedoman PT. RS PELNI dalam melaksanakan kegiatan untuk
menjamin produksi halal. Panduan halal yang disusun PT. RS PELNI mencakup :
1. Pengertian halal dan haram
2. Dasar Al Quran / Hadits dan Fatwa MUI
3. Pohon keputusan untuk identifikasi titik kritis keharaman bahan dan proses
produksi
4. Tabel hasil identifikasi titik kritis keharaman bahan dan hasil pencegahannya
5. Tabel hasil identifikasi titik kritis peluang kontaminasi proses produksi dari
haram/najis dan tindakan pencegahan

Sosialisasi Kebijakan Jaminan Halal


Sistem Jaminan Halal yang telah dibuat PT. RS PELNI harus disosialisasikan ke
seluruh bagian PT. RS PELNI termasuk kepada pihak ketiga (supplier) agar dapat
dipahami oleh seluruh pihak terkait sehingga mempermudah pelaksanaannya. Metode
sosialisasi yang dilakukan dapat berupa pelatihan, briefing awal kerja, poster, spanduk,
banner, leaflet, buletin internal, upload dalam web, dan komunikasi internal-eksternal
PT. RS PELNI.
Kebijakan halal disosialisasikan kepada supplier dengan pemberitahuan dan upload
dalam web perusahaan.
Kebijakan halal disosialisasikan kepada tim manajemen dan semua karyawan dengan
pelatihan, briefing awal kerja, poster, spanduk, banner, leaflet, buletin internal, dan
komunikasi internal-eksternal PT. RS PELNI.
Dalam melaksanakan komunikasi PT. RS PELNI perlu mendokumetasikan :
1. Prosedur komunikasi internal-eksternal
2. Spanduk, banner, poster, leaflet
Manual SJH

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

3. Rekaman harian (logbook) komunikasi internal-eksternal


4. Surat-surat keluhan, tanggapan, notulen, berita acara
2.2

Tim Manajemen Halal


Organisasi SJH merupakan organisasi internal PT. RS PELNI yang mengelola seluruh
fungsi dan aktivitas manajemen dalam menghasilkan produk halal. Pelaksanaannya
melibatkan seluruh departemen yang terkait dengan sistem berproduksi halal, mulai
dari tingkat pengambil kebijakan tertinggi sampai tingkat pelaksana teknis di lapangan.
Struktur organisasi yang terlibat merupakan Ketua Tim Manajemen Halal, Quality
Control (QC), produksi, formulasi, dan gudang. Sistem manajemen halal dipimpin oleh
seorang Ketua Tim Manajemen Halal yang melakukan koordinasi dalam menjaga
kehalalan produk.
Dalam tata kerjanya Ketua Tim Manajemen Halal PT. RS PELNI harus berkomunikasi
dengan pihak LP POM MUI sebagai lembaga sertifikasi halal.
Ketua Tim Manajemen Halal mengkoordinasikan semua bagian dalam segala hal yang
berkaitan dengan produksi halal. Selain itu Ketua Tim Manajemen Halal melakukan
hubungan secara langsung dengan pihak LP POM MUI untuk mengkomunikasikan
pelaksanaan produksi halal di PT. RS PELNI. Manajemen halal memiliki wewenang
dalam pengambilan keputusan PT. RS PELNI yang berkaitan dengan produksi halal.
Bila suatu saat diperlukan, manajemen halal juga berwenang menghentikan produksi
suatu produk yang diduga bermasalah dari segi kehalalan.

Tim Manajemen Halal


Manual SJH

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Ketua Tim Manajemen Halal

LP POM MUI

Gudang

Nomor
Dokumen

Formulasi

Purchasing

Produksi

QC

Persyaratan dari Tim Manajemen Halal


Persyaratan Tim Manajemen Halal diantaranya :
1.

Ketua Tim Manajemen Halal diutamakan seorang muslim

2.
3.

Semua anggota tim harus merupakan pegawai tetap rumah sakit


Harus mengerti dan memahami persyaratan sertifikasi halal (Kriteria,
Kebijakan dan Prosedur pada HAS 23000)

4.

Diangkat melalui surat penunjukan dari manajemen puncak atau bentuk


penunjukkan lain yang berlaku di perusahaan [contoh : SK Direktur].

5.

Semua anggota tim harus sudah mengikuti pelatihan SJH

Tugas, tanggungjawab dan wewenang ketua/koordinator dan anggota Tim


Manajemen Halal
Secara umum tugas, tanggungjawab dan wewenang ketua/koordinator dan anggota Tim
Manajemen Halal sebagai berikut :
a. Menyusun, mengelola, dan mengevaluasi Sistem Jaminan Halal.
b. Melakukan tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan SJH termasuk

tindakan perbaikan terhadap kesalahan sampai pada penghentian produksi atau


penolakan bahan yang diterima, sesuai dengan aturan yang ditetapkan LPPOM
MUI.
c. Menyusun dan melaksanakan prosedur tertulis dalam aktivitas kritis untuk

memproduksi produk halal secara konsisten.


Manual SJH

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

d. Membuat laporan Pelaksanaan Sistem Jaminan Halal kepada ketua Tim

Manajemen Halal dan LPPOM MUI setiap 6 bulan sekali.


e. Melakukan Komunikasi ke LPPOM MUI .

Uraian tugas dan wewenang ketua/koordinator dan anggota Tim Manajemen


Halal berdasarkan fungsi setiap bagian yang terlibat dalam struktur manajemen halal :
Tugas dan tanggung jawab Ketua:
a. Merumuskan kebijakan PT RS PELNI yang berkaitan dengan kehalalan produk
yang dihasilkan.
b. Mengkoordinasikan pelaksanaan sistem jaminan halal di PT. RS PELNI
c. Melakukan komunikasi dengan pihak LP POM MUI.
Tugas dan tanggung jawab anggota :
Gudang
1. Menyusun sistem administrasi penggudangan yang dapat menjamin kemurnian
produk dan bahan yang disimpan serta menghindari terjadinya kontaminasi dari
segala sesuatu yang haram dan najis.
2. Melaksanakan penyimpanan produk dan bahan sesuai dengan daftar bahan dan
produk yang telah disetujui oleh Ketua Tim Manajemen Halal dan disahkan oleh
LP POM MUI.
3. Melakukan komunikasi dengan Ketua Tim Manajemen Halal dalam sistem keluar
masuknya bahan dari dan ke dalam gudang.
Purchasing
1. Menyusun sistem pembelian yang dapat menjamin konsistensi bahan baku
sesuai dengan spesifikasi, sertifikat halal dan supliernya.
2. Melaksanakan pembelian bahan yang sesuai dengan daftar bahan yang telah
disetujui Ketua Tim Manajemen Halal dan disahkan oleh LP POM MUI.
3. Melakukan komunikasi dengan Ketua Tim Manajemen Halal dalam pembelian
bahan baku baru dan atau suplier baru.
Manual SJH

10

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Formulasi
1. Menyiapkan bahan baku untuk diproses produksi yang telah halal.
2. Melakukan komunikasi dengan produksi dan Ketua Tim Manajemen Halal dalam
pembuatan dan perubahan formula untuk dipastikan bahan baku yang digunakan
halal.
3. Menimbang dengan cara dan jumlah yang benar bahan baku yang telah halal yang
digunakan untuk proses produksi.
Produksi
1. Menyusun sistem produksi yang dapat menjamin terhindar dari bahan haram dan
najis.
2. Melakukan monitoring sistem produksi yang bersih dan bebas dari bahan haram
dan najis.
3. Menjalankan kegiatan produksi sesuai dengan matriks formulasi bahan yang telah
disetujui oleh Ketua Tim Manajemen Halal dan disahkan oleh LP POM MUI.
4. Melakukan komunikasi Ketua Tim Manajemen Halal dalam hal proses produksi
halal.
Quality Control (QC)
1. Menyusun sistem pengendalian dan monitoring yang dapat menjamin konsistensi
produksi halal.
2. Melaksanakan monitor sehari-hari terhadap setiap bahan yang masuk sesuai
dengan sertifikat halal, spesifikasi dan produsennya.
3. Melakukan komunikasi dengan Ketua Tim Manajemen Halal dalam setiap
ditemukannya kejanggalan dan ketidakcocokan bahan dengan dokumen
kehalalan.

Sumberdaya yang disediakan oleh manajemen puncak bagi tim manajemen


halal
1.
Manual SJH

SDM merupakan wakil dari semua bagian


11

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

2.

Biaya yang terkait dengan semua implementasi SJH diberikan rumah sakit

3.

Tim manajemen halal diberikan keleluasaan untuk mengambil kebijakan


lintas jalur

2.3

Pelatihan dan Edukasi


Prosedur pelaksanaan pelatihan Sistem Jaminan Halal
(i) Pelatihan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan/atau perilaku (attitude) dari
semua personel yang terlibat dalam aktivitas kritis
(ii) Aktifitas kritis mencakup seleksi supplier dan approval material baru, formulasi
produk (jika ada), pembelian, pemeriksaan barang datang, produksi, dan
penyimpanan bahan dan produk
(iii) Pelatihan (internal atau eksternal) harus dilaksanakan secara terjadwal minimal
setahun sekali atau lebih sering jika diperlukan.
Semua personel yang terlibat dalam aktivitas kritis diberikan pelatihan SJH.
Diantaranya bagian bahan baku yang menerima produk dari supplier, bagian
produksi, bagian formulasi, dan bagian QC.
Pelatihan dilakukan setahun sekali oleh tim manajemen halal.
Cara evaluasi yang dilakukan dalam pelaksanaan Pelatihan Sistem Jaminan
Halal
(i)

Pelaksanaan pelatihan harus mencakup kriteria kelulusan untuk menjamin


kompetensi personel

(ii)

Indikator kelulusan pelatihan internal adalah setiap peserta memahami


tanggungjawabnya dalam implementasi dan perbaikan berkelanjutan sistem
jaminan halal

(iii) Evaluasi kelulusan dapat dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan atau bentuk
evaluasi lain yang berlaku di perusahaan

Manual SJH

12

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Evaluasi dilakukan dengan latihan dan pembuatan tugas serta tes tertulis (post test).
Cara Edukasi Sistem Jaminan Halal kepada seluruh pemangku kepentingan
(stake holders) rumah sakit
Edukasi tentang Sistem Jaminan Halal dapat dilakukan melalui pelatihan, briefing
awal kerja, poster, spanduk, banner, leaflet, buletin internal, upload dalam web, dan
komunikasi internal-eksternal PT. RS PELNI.
Edukasi pada supplier dengan pemberitahuan dan upload dalam web perusahaan.
Edukasi pada tim manajemen dan semua karyawan dengan pelatihan, briefing awal
kerja, poster, spanduk, banner, leaflet, buletin internal, dan komunikasi internaleksternal PT. RS PELNI.
2.4

Bahan
Bahan baku atau bahan tambahan adalah bahan yang digunakan untuk menghasilkan
produk dan menjadi bagian dari komposisi produk (ingredient). Bahan penolong
adalah bahan yang digunakan untuk membantu produksi tetapi tidak menjadi bagian
dari komposisi produk.
Prosedur untuk menjamin semua dokumen pendukung bahan yang digunakan
(i) Bahan mencakup bahan baku, bahan tambahan dan bahan penolong
(ii) Dokumen pendukung bahan dapat berupa Sertifikat halal, diagram alir proses,
spesifikasi teknis, MSDS, CoA, atau statement of pork free facility.
Supplier harus selalu memperbarui dokumen terkait bahan yang disuplai ke
perusahaan diantaranya Sertifikat halal yang masih berlaku, spesifikasi teknis dan
diagram alir proses.
Daftar bahan
Daftar bahan adalah tabel yang berisi data bahan yang digunakan untuk produk yang

Manual SJH

13

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

didaftarkan. Data yang dimaksud mencakup nama bahan, kode bahan (bila ada),
nama produsen, negara produsen dan jenis dokumen pendukung.
No

Bahan

Produsen

produsen
Ternak Indonesia

Dokumen
pendukung
Sertifikat
halal,

Daging

2.

Dada Ayam
Bumi
Saus teriyaki & CV Saus Jaya

Indonesia

spesifikasi teknis
Sertifikat
halal,

saus kedelai
Kecap Asin

Indonesia

spesifikasi teknis
Sertifikat
halal,

Indonesia

spesifikasi teknis
Sertifikat
halal,

Indonesia

spesifikasi teknis
Sertifikat
halal,

4
5

Fillet CV

Negara

CV Kecap Jaya

Lada bubuk

CV Royo

Mentega

CV Blue

Kaldu cair

CV Kaldu

Indonesia

spesifikasi teknis
Sertifikat
halal,

Bawang putih

CV bumbu

Indonesia

spesifikasi teknis
Spesifikasi teknis

Khusus untuk produk dengan kategori beresiko sangat tinggi (very high risk)
Neraca Massa adalah uraian kesetimbangan masa antara potensi ketersediaan
sumber bahan baku halal dengan produk yang dihasilkan oleh rumah sakit.
Neraca Massa
Daging Fillet Dada Ayam

Air untuk pencucian

Pencucian

Bumbu olesan (mentega,Fillet dada ayam bersih


sausolesan
teriyaki, lada bubuk,
Bumbu
(mentega, lada kecap
bubuk,asin)
Pengolesan fillet
saus teriyaki,kecap
dada yam
asin)
Manual SJH
Saus ( bawang putih,
mentega, saus teriyaki, saus
kedelai, lada bubuk, kaldu
cair)

Air limbah

14

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Pemanggangan
fillet dada ayam
Saus (saus kedelai,
bawang putih, saus
teriyaki, lada bubuk,
mentega, kaldu cair)

2.5

Steak Daging Fillet

Produk
Ketentuan dari Produk yang disertifikasi halal
(i) Produk yang disertifikasi tidak boleh menggunakan nama yang mengarah pada
sesuatu yang diharamkan atau ibadah yang tidak sesuai dengan syariah Islam,
seperti : seperti nama minuman keras dan nama produk yang berasosiasi dengan
turunan babi, seperti bacon
(ii) Karakteristik/profil sensori produk tidak boleh memiliki kecenderungan bau
atau rasa yang mengarah kepada produk haram atau yang telah dinyatakan
haram berdasarkan fatwa MUI
(iii) Produk pangan eceran (retail) dengan merk sama yang beredar di Indonesia
harus didaftarkan seluruhnya untuk sertifikasi, tidak boleh jika hanya
didaftarkan sebagian;
(iv) Untuk produk pangan bukan eceran (non retail) yang mempunyai merk/brand
dan hanya didaftarkan sebagian, maka harus mencantumkan logo halal MUI
untuk produk yang disertifikasi.

Nama produk Steak Daging Fillet dan tidak beralkohol. Produk harus mencamtumkan
logo halal MUI.

Manual SJH

15

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

2.6

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Fasilitas Produksi
Jika ada bahan yang berasal dari babi atau turunannya, prosedur untuk
menjamin bahan tersebut tidak masuk ke dalam fasilitas produksi yang
digunakan
Prosedur harus menjamin :
(i) bahan tersebut tidak masuk ke dalam fasilitas produksi yang digunakan untuk
menghasilkan produk yang didaftarkan,
(ii) bahan

tersebut

tidak

mengkontaminasi

bahan

atau

produk

yang

didaftarkan/disertifikasi.
Sedangkan untuk fasilitas produksinya :
(i) Fasilitas produksi yang pernah digunakan untuk menghasilkan produk yang
mengandung babi atau turunannya, jika akan digunakan untuk menghasilkan
produk halal, maka harus dicuci tujuh kali dengan air dan salah satunya
dengan tanah atau bahan lain yang mempunyai kemampuan menghilangkan
rasa, bau dan warna;
(ii) Fasilitas produksi yang sudah dicuci tersebut tidak boleh digunakan kembali
untuk memproduksi produk yang mengandung babi atau turunannya.
Fasilitas produksi bebas dari bahan haram yaitu babi dan turunannya. Fasilitas
produksi yang sudah dicuci tersebut tidak boleh digunakan kembali untuk
memproduksi produk yang mengandung babi atau turunannya.
2.7

Prosedur Tertulis Aktivitas Kritis


Dalam rangka menjaga kehalalan produk secara konsisten, kami menerapkan
aturan/prosedur sebagai berikut adalah :
Prosedur pembelian bahan
a. Melaksanakan pembelian bahan yang sesuai dengan daftar bahan yang telah
disetujui oleh LPPOM MUI.
b. Pembelian bahan baru/bahan lama dengan produsen baru dilaksanakan

Manual SJH

16

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

setelah ada bukti tertulis persetujuan dari LPPOM MUI.


c. Mencatat semua transaksi pembelian dan menyimpan bukti-bukti pembelian
lengkap dengan merk serta kodenya
d. Semua supplier harus mengirimkan dokumen sertifikat halal & proses
produksi pada saat melakukan penawaran suplai bahan baku.
e. Jika diterima sebagai suplier maka harus selalu memperbarui sertifikat halal.
Prosedur Pencucian Fasilitas Produksi dan Perlatan Pembantu
a. Prosedur pencucian harus dapat menghilangkan berbagai pengotor, termasuk

bahan haram/najis selain babi, serta tidak terjadinya kontaminasi


bahan/produk oleh bahan haram/najis.
b. Bahan yang digunakan untuk pencucian harus tidak merupakan bahan

haram/najis yaitu dengan sabun dan desinfektan.


Prosedur Penyimpanan dan Penanganan Bahan dan Produk
a. Penyimpanan produk dan penanganan bahan menjamin tidak terjadinya

kontaminasi bahan/produk oleh bahan haram/najis.


b. Bahan yang disimpan dikelompokkan dan ditandai sebagai bahan halal.
c. Tempat penyimpanan selalu bersih dan suci.

Prosedur Distribusi
Memastikan produk halal perusahaan terdistribusi dengan baik yaitu tidak
terkontaminasi silang dengan produk lain yang diragukan kehalalannya.
2.8

Kemampuan Telusur
Dalam rangka pelaksanaan proses produksi halal dan mengoptimalkan
pelaksanaan SJH di rumah sakit, maka kami membuat sistem administrasi
pembukuan dan dokumentasi yang rapi, sehingga akan mempermudah penelusuran

Manual SJH

17

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

kembali jika terjadi permasalahan dalam pelaksanaan produksi halal.


SISTEM ADMINISTRASI
PT. Rumah Sakit PELNI harus membuat suatu sistem administrasi yang dapat
ditelusur secara accountable. Sistem administrasi yang disusun harus dapat
menelusuri penggunaan bahan untuk tiap jenis produk (per jenis, per pemasok).
Administrasi pembukuan yang terutama adalah pencatatan pembelian bahan baku,
bahan tambahan dan penolong pada buku catatan pembelian bahan.
Contoh Form Administrasi dapat dilihat pada Lampiran 1
SISTEM DOKUMENTASI
Pelaksanaan SJH di PT Rumah Sakit PELNI harus didukung oleh dokumen
yang informatif dan dapat mudah diakses oleh semua pihak yang terlibat dalam
produksi halal termasuk LP POM MUI sebagai lembaga sertifikasi halal. Sistem
dokumentasi yang harus dimiliki PT Rumah Sakit PELNI mencakup:
1. Sub-sistem Dokumentasi Pembelian
2. Sub-sistem Dokumentasi Penyimpanan Bahan
3. Sub-sistem Dokumentasi Produksi Bahan
4. Sub-sistem Dokumentasi Pengolahan Bahan
5. Sub-sistem Dokumentasi Formulasi
6. Sub-sistem Dokumentasi Distribusi
7. Sub-sistem Dokumentasi Evaluasi dan Monitoring (laporan berkala)
8. Sub-sistem Dokumentasi Tindakan Perbaikan
Dokumentasi :
Dokumentasi yang diperlukan dalam perencanaan SJH adalah :
1.

Panduan halal yang dikeluarkan oleh LP POM MUI

2. Pedoman penetapan titik kritis


3. SOP pembelian bahan
Manual SJH

18

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

4.

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

SOP pemeriksaan dan penerimaan bahan

5. SOP penggantian dan penambahan pemasok baru


6. SOP penggunaan bahan baru
7. SOP produksi
8. SOP perubahan formula dan pengembangan produk baru
Penanganan Produk Yang Tidak Memenuhi Kriteria
2.9

Dalam rangka menangani produk makanan yang tidak memenuhi kriteria,


kami menerapkan aturan/prosedur sebagai berikut adalah :
1. Produk makanan yang berasal dari bahan dan fasilitas produksi yang tidak
memenuhi kriteria harus dipisahkan dan tidak disajikan ke konsumen yang
membutuhkan makanan halal.
2. Makanan tersebut sebaiknya dibuang atau diberikan sebagai pakan hewan.
3. Bila produk makanan yang tidak memenuhi kriteria sudah terlanjur
disajikan, maka makanan tersebut harus segera ditarik dari konsumen
(pasien).

Audit Internal
Pemantauan dan evaluasi Sistem Jaminan Halal (SJH) pelaksanaannya di
2.10

wujudkan dalam bentuk audit internal yang bertujuan untuk :


1. Menentukan kesesuaian SJH PT Rumah Sakit PELNI dengan standar yang
telah ditetapkan oleh LP POM MUI.
2. Menentukan kesesuaian palaksanaan SJH PT Rumah Sakit PELNI dengan
perencanaannya.
3. Mendeteksi penyimpangan yang terjadi serta menentukan tindakan
perbaikan dan pencegahan.
4. Memastikan bahwa permasalahan yang ditemukan pada audit sebelumnya

Manual SJH

19

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

telah diperbaiki sesuai dengan kerangka waktu yang telah ditetapkan.


5. Menyediakan informasi tentang pelaksanaan SJH kepada manajemen dan LP
POM MUI.
RUANG LINGKUP AUDIT INTERNAL
1. Dokumentasi Sistem Jaminan Halal
Pemeriksaan

kelengkapan

dan

kesesuaian

dokumen-dokumen

pendukung kehalalan produk yang menyangkut bahan, proses maupun


produk di setiap bagian yang terkait, seperti: daftar bahan, spesifikasi,
sertifikat

halal,

formula,

dokumen

pembelian

bahan,

dokumen

penggudangan, dan sebagainya. Hal-hal yang diperhatikan adalah :


a. Kelengkapan dokumen Sistem Jaminan Halal
b. Kelengkapan spesifikasi bahan
c. Kelengkapan, keabsahan dan masa berlaku sertifikat halal bahan
d. Kecocokan formula dengan daftar bahan halal
e. Kecocokan dokumen pembelian bahan dengan daftar bahan halal
f. Kelengkapan dan kecocokan dokumen produksi dengan daftar bahan
dan formula halal
g. Kelengkapan dan kecocokan dokumen penggudangan dengan daftar
bahan dan daftar produk halal
h. Uji mampu telusur (traceability) setiap bahan
2. Pelaksanaan Sistem Jaminan Halal
Audit pelaksanaan Sistem Jaminan Halal dilakukan pada setiap bagian
yang terkait mulai dari pembelian bahan, penyimpanan bahan, proses
produksi, penyimpanan produk jadi, transportasi dan pengembangan produk
baru. Audit pelaksanaan Sistem Jaminan Halal di PT. Rumah Sakit PELNI
mencakup:
Manual SJH

20

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

a.

Organisasi Manajemen halal

b.

Kelengkapan Dokumen Acuan Teknis Pelaksanaan Sistem Jaminan


Halal

c.

Implementasi Dokumen

d.

Pelaksanaan Sosialisasi Sistem Jaminan Halal

e.

Pelatihan Sistem Jaminan Halal

f.

Komunikasi internal dan eksternal dalam Pelaksanaan Sistem


Jaminan Halal

g.

Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Sistem Jaminan Halal

h.

Pelaporan Internal dan eksternal Pelaksanaan Sistem Jaminan Halal

i.

Pengambilan bukti berupa form-form atau hal-hal lain tentang


pelaksanaan Sistem Jaminan Halal di PT. Rumah Sakit PELNI
Jakarta jika dianggap perlu

PELAKSANAAN AUDIT INTERNAL


1. Waktu Pelaksanaan
Audit Halal internal dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali setiap
enam bulan atau pada saat terjadi perubahan-perubahan yang mungkin
mempengaruhi status kehalalan produk seperti : perubahan manajemen,
kebijakan, formulasi, bahan, proses, maupun keluhan dari konsumen.
2. Metode Pelaksanaan
Audit Halal internal dapat dilaksanakan secara bersamaan dengan audit
sistem lain, akan tetapi borang audit halal internal dan pelaporannya harus
dibuat terpisah dari audit sistem yang lain. Audit dapat dilakukan dengan
Manual SJH

21

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

metode :
a. Wawancara ( Daftar Pertanyaan untuk Audit Internal terdapat pada
lampiran 2)
b. Pengujian dokumen
c. Observasi lapang dan fisik
3. Pelaksana (Auditor)
Audit Halal internal dilakukan oleh Tim Auditor Halal Internal yang telah
ditetapkan secara resmi oleh pihak manajemen PT Rumah Sakit PELNI.
Pelaksana audit internal dilakukan oleh Auditor Halal Internal dari
departemen yang berbeda (cross audit).
4. Pihak yang Diaudit (Auditee)
Pihak auditee adalah seluruh bagian yang terkait dalam proses produksi halal
seperti :
a. Bagian Instalasi Gizi
b. Bagian pengawasan mutu (QA/QC)
c. Bagian produksi
d. Bagian distribusi
PELAPORAN
Hasil audit dituangkan dalam bentuk laporan yang disampaikan kepada pihak
manajemen PT Rumah Sakit PELNI. Hasil temuan audit ditindaklanjuti dalam
kerangka waktu tertentu tergantung bobot permasalahan. Resume hasil audit
dilaporkan kepada LP POM MUI setiap enam bulan sekali terhitung dari tanggal
terbitnya sertifikat.
TINDAKAN PERBAIKAN
Manual SJH

22

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Tindakan perbaikan atas pelaksanaan Sistem Jaminan Halal dilakukan jika


pada saat dilakukan audit halal internal ditemukan ketidaksesuaian pelaksanaannya.
Format laporan ketidaksesuaian hasil audit internal terdapat pada lampiran 3.
Tindakan perbaikan harus dilakukan sesegera mungkin, jika temuan yang
didapatkan berdampak langsung terhadap status kehalalan produk. Semua bentuk
tindakan perbaikan dilakukan oleh PT Rumah sakit PELNI dengan dibuatkan berita
acara serta laporannya dan terdokumentasikan dengan baik. Untuk Form Laporan
Berkala terdapat pada lampiran 4.
Kaji Ulang Manajemen
Kaji ulang manajemen atas Sistem Jaminan Halal secara menyeluruh
dilakukan minimal 1 kali dalam setahun. Kaji ulang dilakukan karena berbagai hal,
2.11

antara lain :
1.

Perubahan sistem manajemen PT Rumah sakit PELNI yang mempengaruhi


peran sistem jaminan halal secara menyeluruh atau sebagian, misalnya peran
auditor halal internal.

2. Ketidaksesuaian yang sering ditemukan dalam pelaksanaannya


Kaji ulang manajemen dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh bagian yang
terlibat dalam sistem jaminan halal termasuk manajemen puncak. Pertemuan kaji
ulang dilaporkan dan dibuatkan rekamannya. Format notulen hasil rapat kaji ulang
manajemen dapat dilihat pada lampiran 5.

Manual SJH

23

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Manual SJH

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

24

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Lampiran 1. Form Administrasi


a. Buku Catatan Pembelian Bahan
No

Nama Bahan

Merk Bahan

Produsen/Pabrik

Tgl Pembelian

Lampiran 2. Daftar Pertanyaan Untuk Audit Internal


Manual SJH

25

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Lampiran 3. Format Laporan Ketidaksesuaian


Manual SJH

26

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Lampiran 4. Format Laporan Berkala


Manual SJH

27

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Lampiran 5. Format Notulen Kaji Ulang Manajemen


Manual SJH

28

PT. RS PELNI

MANUAL SISTEM
JAMINAN HALAL

No

Manual SJH

Tema Uraian

Diskusi

Kesimpulan

Nomor
Dokumen

SJH/12/12/14

Revisi

Tanggal Berlaku

12 Desember
2014

Halaman

Follow
up

Tanggal Jatuh
Tempo

Realisasi

29