Anda di halaman 1dari 5

Pengolahan Minyak Cengkeh

PRODUKSI MINYAK DAUN CENGKEH

Bahan baku utama yang digunakan pada minyak daun cengkeh adalah daun cengkeh kering
yang sudah gugur. Ini menyebabkan usaha minyak daun cengkeh bersifat musiman karena
sangat tergantung pada ketersediaan bahan baku. Pada musim kemarau ketersediaan bahan
baku melimpah dan sebaliknya pada musim penghujan terjadi kekurangan suplai bahan baku.
Beberapa pengusaha pengolahan minyak daun cengkeh mengantisipasinya dengan
menyimpan sebagian hasil produksinya untuk dijual pada saat mereka tidak dapat melakukan
proses produksi dengan harga yang lebih baik. Pada umumnya, proses produksi dapat
dilakukan 5-6 bulan dalam satu tahun.
Ada beberapa alat dan peralatan produksi yang diperlukan dalam proses pengolahan minyak
daun cengkeh. Fasilitas produksi yang utama adalah ketel dari platbesi (plateser), tungku dan
kondensor. Kondensor berupa kolam yang di dalamnya terendam pipa dengan bentuk spiral
atau pipa baja biasa yang dibentuk melingkar. Kolam terdiri dari dua buah kolam dengan
posisi yang berdekatan agar pipa yang digunakan tidak terlalu panjang. Peralatan lain yang
diperlukan berupa 4 drum plastik berukuran 200 liter untuk menampung minyak daun
cengkeh, garu, sendok, 5 jerigen, corong minyak, dan kain penyaring (Umumnya sama
seperti penyulingan minyak nilam).
Proses penyulingan dilakukan dengan memanaskan bahan baku dan air yang dimasukkan
dalam ketel yang kemudian dipanaskan. Proses pemanasan dapat menggunakan bahan bakar
berupa limbah daun yang disuling sebelumnya. Uap air dan uap minyak daun cengkeh akan
mengalir melalui pipa masuk ke dalam kondensor. Kondensor tersebut dapat berupa kolam.
Semakin lama uap minyak daun cengkeh dan uap air berada dalam kolam pendingin, semakin
baik proses kondensasi yang terjadi. Biasanya para penyuling di pedesaan menggunakan 2
kolam pendingin untuk proses kondensasi ini. Air kolam harus terus dijaga agar tetap berada
pada suhu yang dingin. Kondensasi mengubah uap air dan uap minyak daun cengkeh menjadi
bentuk cair berupa minyak daun cengkeh dan air yang ditampung dalam drum.

Metode penyulingan dengan menggunakan uap air memiliki kelebihan tersendiri.


Penyulingan dengan air dan uap ini relatif murah atau ekonomis. Biaya yang diperlukan
relatif rendah dengan rendemen minyak daun cengkeh yang memadai dan masih memenuhi
standar mutu yang diinginkan konsumen. Kelemahan utamanya adalah kecepatan
penyulingan yang rendah.
Hasil penyulingan 1,3 ton daun cengkeh kira-kira akan menghasilkan 35 kg minyak daun
cengkeh. Jika dalam sehari dapat dilakukan 2 kali penyulingan, maka satu ketel dapat
menghasilkan 70 kg minyak daun cengkeh per hari.
Minyak daun cengkeh dapat dibedakan berdasarkan mutunya. Mutu minyak daun cengkeh
dipengaruhi setidaknya oleh 3 hal. Pertama, pemilihan bahan baku. Daun cengkeh yang
kering, bersih dan tidak tercampur bahan-bahan lain akan menghasilkan minyak sesuai
dengan yang diinginkan. Kedua, proses produksi. Mutu minyak daun cengkeh dipengaruhi
oleh kondisi peralatan yang digunakan dan waktu proses penyulingan. Ketel dengan bahan
anti karat akan menghasilkan minyak daun cengkeh yang lebih baik dibandingkan
penyulingan dengan menggunakan ketel yang terbuat dari besi plat biasa, apalagi dengan
menggunakan drum-drum kaleng biasa. Waktu penyulingan yang lebih singkat juga
mempengaruhi kualitas minyak daun cengkeh yang dihasilkan. Ketiga, penanganan hasil
produksi. Minyak daun cengkeh yang seharusnya ditampung dan disimpan dalam kemasan
dari bahan gelas, plastik atau bahan anti karat lainnya akan menurun kualitasnya jika hanya
disimpan dalam kemasan dari logam berkarat. Minyak daun cengkeh mudah beroksidasi
dengan bahan logam.
Produksi minyak daun cengkeh yang optimum tergantung pada kapasitas ketel yang
digunakan. Ketel dengan kapasitas 1,3 ton daun cengkeh dapat menghasilkan kurang lebih 35
kg minyak daun cengkeh. Dengan menggunakan dua ketel dan dua kali proses suling per
ketel maka dalam sehari dapat dihasilkan minyak daun cengkeh sebanyak 1,4 kwintal.
Kendala produksi utama yang dihadapi oleh pengusaha minyak daun cengkeh ini terutama
terkait dengan pengadaan bahan baku yang bersifat musiman. Ketersediaan bahan baku daun
cengkeh sangat tergantung pada musim. Pada musim penghujan, pasokan bahan baku bisa
dikatakan tidak ada sehingga para pengusaha tidak berproduksi. Hambatan yang kedua adalah
kapasitas produksi yang masih sangat terbatas. Seringkali pengusaha kecil penyulingan
minyak daun cengkeh di pedesaan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen dalam
jumlah besar pada waktu tertentu.

PELUANG PASAR
Permintaan akan minyak daun cengkeh sangatlah besar dan sering terjadi kelebihan
permintaan yang tidak dapat dipenuhi oleh kapasitas produksi industri kecil minyak daun
cengkeh yang terbatas.
Manfaat
Manfaat dari cengkeh yaitu :

Kolera dan menambah Denyut Jantung

Bahan: Bunga cengkeh yang sudah kering Cara menggunakan: dikunyah disesap airnya,
dilakukan setiap hari. Minyak cengkeh dapat memperkuat lendir usus dan lambung
sertamenambah jumlah darah putih.

Campak

Bahan: 10 Biji bunga cengkeh dan gula batuCara membuat: bunga cengkeh direndam air
masak semalam kemudian ditambah dengan gula batu dan diaduk sampai merata.
Cara menggunaka : diminum sedikit demi sedikit.
3. Menghitamkan alis mataBahan:
5-7 biji bunga cengkeh kering dan minyak kemiri.
Cara membuat: bunga cengkeh dibakar sampai hangus, kemudian ditumbuk sampai halus dan
ditambah dengan minyak kemiri secukupnya.
Cara menggunakan: dioleskan pada alis mata setiap sore hari.

Proses Pembuatan Minyak Atsiri Cengkeh

Persiapan Ketel Suling

Sebelum ketel digunakan, sisa air bekas penyulingan sebelumnya harusdibuang, karena air
tersebut mengandung garam dan komponen hasildegradasi yang dapat mencemari mutu
minyak yang dihasilkan

Pengisian Daun ke dalam Ketel Suling

Daun kering tidak perlu dirajang, dapat langsung dimasukkan ke dalamketel suling Pengisian
dilakukan secara bertahap dan diinjak-injak/ditekanuntuk meningkatkan kepadatan daun
dalam ketelKepadatan optimum dauncengkeh kering didalam ketel sekitar 70-80 gram/liter.

Proses Penyulingan

Lama penyulingan daun cengkeh basah sekitar 7-8 jam, dan penyulingandaun kering sekitar
6-7 jam. Penggunaan tekanan bertahap mulai dari 1 bar sampai 2 bar, dapat mempersingkat
lama penyulingan menjadi 4-5 jam. Rendemen minyak daun cengkeh yang dihasilkan sekitar
2,0-2,5%

Pendinginan (Kondensasi) Uap

Pendinginan dilakukan dengan unit pendingin (kondensor) berupa pipa pendingin model
multi tubular atau spiral yang dipasang dalam tabung ataudirendam dalam bak air pendingin.
Aliran air pendingin dibuat berlawananarah (counter flow) dengan arah aliran uap di dalam
pipa. Tujuannya adalahagar distilat pada saat akan keluar dari pipa pendingin, telah
terkondensasisempurna.

Pemisahan minyak dari air destilat

Suhu destilat yang mengalir keluar tabung kondensor diusahakansama/mendekati suhu air
pendingin yang masuk (maks 30 oC).Pemisahanminyak dilakukan pada prinsipnya
berdasarkan perbedaan BJ (Berat Jenis)antara air dengan minyak.Jika BJ minyak <1, maka
minyak akan berada diatas permukaan air, sementara untuk BJ>1minyak akan mengendap di
bagian bawah unit pemisah minyak, dan air berada dia atasnya.

Penyaringan Minyak

Minyak yang dihasilkan masih terlihat keruh karena masih mengandungsejumlah kecil air
dan kotoran yang terdispersi dalam minyak. Air tersebut perlu dipisahkan dengan menyaring
minyak menggunakan kain teflon/sablonatau dapat dilakukan dengan menambahkan Natrium
Sulfat Anhidrida(Na2SO4) sebagai pengikat air sebanyak 1 %, selanjutnya diaduk dan
disaring.

Pemucatan Minyak Cengkeh

Jika minyak yang dihasilkan masih berwarna kuning coklat/coklat gelap, biasanya
mengandung logam besi yang berasal dari ketel suling dan alat penampung minyak yang
terbuat dari besi. Jika diinginkan minyak cengkeh berwarna kuning pucat, dan bebas dari
logam besi, dapat dilakukan dengan 2 cara pemucatan yaitu :
1) Redestilasi minyak daun cengkeh pada kondisivakum;
2) pemucatan dengan penambahanchelating agent (bahan pengkelat)seperti asam sitrat dan
asam tartarat.