Anda di halaman 1dari 11

I.

Formula Asli ( Martindale ed 28 : 638 )


Ringers Injection ( USP )
Ringers Solution : a sterile solution nacl 860 mg : kcl 30 mg CaCl2 dihydrate 33 mg :
water Pro Injection to 100 ml.
It contains no antimicrobial agent
PH 5 t0 7,5
Each litre Contains opproximately 147,5 mmol Na 156 mmol K, 2,25 mmol Ca

II.

Rancangan Formula
Tiap ml larutan infus mengandung:

III.

Nacl

860

gram

Kcl

30

gram

CaCl2

33

gram

Apl

ad

250 ml

Master Formula
Nama Produk

: RINGER

Jumlah Produk

: 1 Botol @250 mL

Tanggal Formulasi

: 23 November 2014

Tanggal Produksi

: 23 Desember 2014

No. Registrasi

: GKL 1140401349A1

No. Batch

: D10107444

Komposisi

Kegunaan

Jumlah Perwadah

Jumlah Per Batch

NaCl

. A

2,15 gr

6,45 gr

KCl

. A

0,075 gr

0.225 gr

CaCl2

. A

0,0825 gr

0,02475 gr

API

Pelarut

250 ml

750 ml

BAB I
TINJAUAN UMUM SENYAWA AKTIF DAN SEDIAAN
1.1.Deskripsi Umum Senyawa Aktif.
a. Natrium Chiorida (FI Ed III; HPE Ed. 6)
Nama Lain

: Natrium Chioridum

Nama Kimia

: Sodium Chloride : Na Klorida

Struktur Kimia

:-

Pemerian

: Hablur, Heksahodral, tidak berwarna atau serbuk hablur putih,


tidak berbau, Asin

Bobot Melekul

: 58, 44

Kelarutan

: larut dalam 2.8 bagian air dalam 2,7 bagian air mendidih dan
dalam lebih kurang lo bagian guserol P. Struktur larut salam
etanol ( 95 % ) P

Ph. Larutan

: 6.7 - 7.3

Ph Stabilitas

: 6 7,5

Titik didih

: 1413

Stabilitas

: Larutan Nacl stabil, tetapi tidak dapat menyebabkan pemisahan


partikel

dari jenis tertentu, wadah kaca larutan Nacl dapat

disterilkan dengan autocolaf atau dengan filtrasi bahan padat


stabil dan disimpan dalam wadah tertutup baik sejuk dan kering.
Inkompatibiltas

: Larutan Nacl bersifat korosif pada besi, juga dapat membentuk


endapan dengan perak nitrat, timbal dengan garam merkuri.
Pada zat oksidator kuat membebaskan klorin dari laritan asam
natrium klorida dan viskositat gel karbomer dan larutan hidrosil
etil solulosa atau hidroskipropil dapat berkurang dengan
penambahan natrium klorida

Wadah dan Penyimpan : dismpan dalam wadah tertutup baik


Sifat penting yang khusus dalam Formulasi : Koefiaien Partisi Zat Aktif

:-

b. Kalium Klorida (FI ed IV : HPE ed 6 )


Nama Lain

: KALII CHOLIRIDUM

Nama Kimia

:-

Struktur Kimia

:-

Pomerian

: Hablur bentuk memanjang, prisma atau kubus, tidak berwarna,


atau fobuk granul putih tidak berbau, rasa garam, stabil diudara,
larutan beraksi netral terhadap lakmus

Bobot Melekul

: 74.55

Kelarutan

: Mudah larut dalam Air, lebih mudah larut dalam air mendidih
tidak larut dalam etanol

PH. Larutan

: 5,5 7,5

PH Stabilitas

: 5,0 7,5

Titik didih/leleh

: 1500 C / 790 C

Stabilitas

: kalium klorida stabil dan disimpan dalam wadah tertutup rapat


ditempat sejuk dan kering

Inkrompilitas

: larutan kcl IV inkompatibal dengan protein hidroksilat, perak


dan garam merkuri

Wadah dan panyimpanan

: dalam wadah tertutup baik

Sifat penting yang khusus dalam formulasi : Koefisien Partisi zat Aktif: c. Kalsium Klorida ( F1 ed IV : HPE ed . 6)
Nama Lain

: Calcii Chloridum

Nama Kimia

:-

Struktur Kimia

:-

Pomerian

: Granul atau serpihan, putih, keras, tidak berbau.

Bobot molekul

: 110,98

Kelarutan

: mudah larut dalam air, dalam etanol, dan dalam etanol mendidih
sangat mudah larut dalam panas.

PH. Larutan

: 14,5 9,2

PH Stabilitas

: 6.0 7,5

Titik didih/leleh

: 1600 C / 772 C

Stabilitas

: CaCl2 secara kimia stabil, namun harus terlindungi dari


kelembapan simpan dalam wadah kedap udara, ditempat sejuk
dan kering

Inkompabilitas

: CaCl2 tidak kompatibal dengan larutan karbonat, fosfad sulfat


dan tartrat. Bereaksi dengan hebat dengan bromin triflourida dan
reaksi dengan seng dapat melepaskan gas hidrogen meledak
CaCl2

memiliki reaksi aksotomis dengan air dan ketika

dipanaskan sampai dekomposisi melancarkan klorida beracun.


Wadah penyimpanan : disimpan dalam waha tertutup rapat, ditempat sejuk dan kering
Sifat penting yang khusus untuk formulasi: Koefisien zat aktif: 1.2.Defenisi Bentuk Sediaan Yang Terkait
Infus adalah pemasukan cairan atau obat kedalam tubuh melalui rute intrevena dengan laju
konstan selama priode waktu tertenti dengan bantuan alat kesehatan.
1.3.Golongan Obat
Obat Keras

1.4.Penandaan pada wadah

1.5.Nomor Regitrasi
GKL 1140401349A1
1.6.Nomor Batch
D10107444

BAB II
URAIAN DAN ANALISIS FARMAKOLOGI
II. 1 Nama Obat dan sinonim
a. Natrium Klorida
1. Nama

: Natrrium Klorida

2. Gol. Farmakologi : Elektrolit


3. Gol . Kimia

: Logam alkali

b. Kalium Klorida
1. Nama Kimia

: Kalium Klorida

2. Gol. Farmakologi : Elektrolit


3. Gol. Kimia

: Logam alkali

c. Kalsium Klorida
1. Nama Kimia

: Kalsium klorida

2. Gol. Farmakologi : elektrolit


3. Gol. Kimia

: Logam alkali

II. 2 Bentuk senyawa aktif


a. Natrium Klorida

: Bentuk zat aktif yang digunakan adalah bentuk garam agar mudah
larut dalam air.

b. Kalium Klorida

: Bentuk zat aktif yang digunakan adalah bentuk garam agar mudah
larut dalam air

c. Kalsium Klorida

: Bentuk zat aktif yang digunakan adalah bentuk garam agar mudah
larut dalam air.

II. 3 Mekanisme Kerja dalam tubuh


a. Natrium klorida
Efek Farmakologi

: Nacl digunakan sebagai panatalaksanaan kekurangan natrium dan


ion klorida dalam kondisi garam larutan yang digunakan sebagai
sumber klorida dan air untuk hidrasi ( Martindale :1686 )

Mekanisme Kerja

: Mekanisme Nacl belum jelas, tetapi ada beberapa studi


menunjukan bahwa aktifitas Obsorsi obat dapat dimediasi oleh
proskaglandin dari sel rusak oleh hipotik Nacl ( Ahps : 17184 )

b. Kalium Klorida
Efek Farmakologi

: kalium merupakan kation (Positif) yang terpanting dalam cairan


intrasoluler dan sangat esensial untuk mengatur keseimbnngan
asam basa serta isotoni sol ( opp : 870 )

Mekanisme Kerja

:-

c. Kalsium Klorida
Efek Farmakologi

: kalsium klorida 10 % injeksi ( Sebagai dihidrat ) digunakan


sebagai Inpokalsomia ( HPE, Ed VI : 89 ) kalsium klorida mampu
menyerap banyak air.

Mekanisme Kerja

:-

II. 4 Nasib Obat dalam Tubuh


a. Natrium Klorida

II. 5. Indikasi dan dasar pemulihan


Indikasi

: mengganti dehidrasi, menggantikan cairan ekstrak selwor tubuh


dan ion klorida yang hilang, mengembalikan keseimbangan
elektrolit ( Modiastor . com )

Dasar Pemulihan

: larutan rigor yang mengandung Nacl, Kcl dan Cacl2 merupakan


elektrolit dan ion yang penting untuk tubuh dan sangat dibutuhkan
apanbila seseorang mengalami dehidrasi dan gangguan cairan
tubuh. Elektrolit elektrolit ini akan memilliki fungsi antara lain
dalam menjaga tekanan asmatik tubuh, mengatur pendistrubusian
cairan kedalam kompartemen badan air ( Bodys fluid
Compartement) menjaga PH Tubuh dan akan terlibat dalam setiap
reaksi oksidasi serta ikut berperan dalam setiap proses
metabolisme ( Jurnal Cairan tubu, Elektrolit dan mineral )

II. 6. Kontraindikasi dan alasannya.


Hiporhidasi, hipernatrima, hiporkalmia, gangguan fungsi ginjal (mediostore.com)
II. 7. Dosis dan aturan pakai
Injeksi intravena 5-7,7 / kgbb/jam atau 120 tetes / 70 kgbb / menit atau 350 560 ml / 70
kgbb / jam maksimal 3000 ml/ kgbb / hari
II. 8. Cara Pakai
Pemakaian infus ringan perlu tenaga medis dalam penggunaannya karena obat ini
digunakan dengan alkas infusion fot dengan rute IV dan pemberian ringer infus dihentikan
jika pasien merasa tidak lemas, atau kebutuhan cairan terpennuhi atau gangguan elektrolit
sudah teratasi.
II.9. Efek samping
Panas, iritasi dan infeksi pada tempat penyuntikan, trombosit atau flebitis vena yang
meluas dari tempat penyuntikan dan ekstavasiasi
II. 10. Tosisitas

II. 11. Interaksi Obat

II. 12. Penggunaan pada kondisi khusus


Dosis khas untuk pencegahan hipokalmia mungkin hingga 50 mmol / hari yang labih
tinggi mungkin diperlukan untik kekurangan yang lebih parah
II. 13. Peringatan
-

Hati hati bila diberikan pada penderita gagal jantung kongstif, ganguan fungsi ginjal
hipoproteinesia, udom perifor atau pulmanaris

Hat- hati bila diberikan pada anak-anak, dan penderita usia lanjut lanjut pada khusus
hiportensi, dan toksemia pada kehamilan

II. 14. Cara Penyimpanan


Sebaiknya disimpan pada suhu kamar / ruangan antara 25 C 20 C
II. 15. Contoh sediaan yang beredar di posaran.
Ringor solution 500 ml 1000 ml
11. 16. Analisis Farmakologi
1. Bentuk zat aktif yang digunakan
Ion kation dan ion anion terdapat dalam cairan tubuh seperti ion, Na + K + , Ca + dan
Cl ion atau elektrolit tersebut dapat berkurang dalam tubuh atau mengalami gangguan
ion tersebut bersama dengan potongan dalam bentuk garam Nacl Kcl, dan Cacl2 akan
memberikan kontribusi lebih dari maka dibuat formula ringor infus mengandung
elektrolit tersebut
2. Rasiolitasi pemilihan bentuk sediaan
Bentuk sediaan yang dipilih yaitu infus karena asupan ion dan aloktrolit dapat terjadi
dalam tubuh melalui makanan dan minuman dan dikeluarkan dalam jumlah yang
relatif sama. Ketika terjadi gangguan kesimbangan tubuh maka tubuh harus segara
mendapat terapi untuk mengembalikan keseimbangan ion dan elektrolit karena dalam
tubuh terdiri dari air sekitar 60 % dan elektrolit yang penting bagi tubuh.
3. Pemilihan indikasi
Ringer infus diindikasikan untuk penderita yang mengalami dehidrasi dan mengalami
gangguan keseimbangan elektrolit.
4. Cara Pemulihan dosis berdasarkan alasan

5. Perhitungan Dosis

BAB III
ANALISIS PREFOMULASI DAN USULAN FORMULA
III.1. Pendekatan Formulasi
a. Alasan pemilihan bentuk sediaan
Berdasarkan data kelarutannya dan kestabilannya maka dapat dibuat larutan infus dengan
pembawa / pelarut air ketiga zat aktif tersebut memiliki kelarutan dalam air sangat baik
dan memiliki kestabilan yang baik.
b. Alasan Pemilihan bentuk zat aktif
-

Natrium Klorida

Kelarutan

: larut dalam 2,8 bagian air, dalam 2,7 bagian air mendidih

Kestabilan

: Nacl stabil dapat disterilisasi dengan autoklov dan intel filtrasi Nacl

tahan terhadap permansan.


-

Kalium Klorida

Kelarutan
-

: mudah larut dalam air, sangat mudah larut dalam air panas dan stabil

Kalsium klorida

kelarutan

: mudah larut dalam air, sangat mudah larut dalam air panas dan stabil.

Berdasarakan kelarutan dan stabilitasi dari zat aktif tersebut, maka dapat dibuat infus
dengan bentuk larutan
c. Cara sterilisasi
NaCl, KCl, dan Cacl2 dalam larutan infus dapat disterililasasi menggunakan autoklave
pada suhu 121 C selama 15 menit.
d. Perhitungan Tonisitos
Metode Ekivolensi Nacl V = w x g x ni, i
Dik : E Nacl = 1
E Kcl = 0,76
E Cacl3 = 0,7
Sediaan dibuat 250 ml
-

Nacl V

= 2,15 gram x 1 x III. 1


= 238,86

KCl V

= 0.075 x 0,76 x III. 1


= 6,33 ml

CaCl2 V

= 0,0825 x 0,7 x III. 1


= 6,41 ml

V total = 238,86 + 6,33 ml + 6,41 ml


= 251,6 ml
Kesetaraan Nacl = (2,15 x 1) + ( 0,075 x 0,76) + ( 0,0825 x 0,7)
= 2,15 + 0,057 + 0,05775
= 2,26
Nacl = 0,9/100 x 251,6 ml
= 2,26 ml isotonis

e. Wadah yang digunakan berdsarkan stabilitas zat Aktif


Wadah yang digunakan untuk ringor infus adalah wadah kaca berisi 250 ml (single dose)
f. Pengerjaan dalam ruanng khusus
Dalam ruang stril
g. Eskspien yang akan digunakan dan alasan pemilihan eksipien dan konsentrasi yang
digunakan yaitu API (aqua Pro Injeksi). Penggunaan dalam formula ini yaitu sebagai
pemabawa / pelarut
III.2 Kesimpulan Formula dan alternatif formula utama
a. Sediaan yang dibuat

: larutan infus

b. Kekuatan sediaan

c. Volume Injeksi

: 500 ml

d. Rute Pemberian

: IV (intervena)

BAB IV
PEMBUATAN DAN EVALUASI FARMASETIKA SEDIAAN AKTIF

VI.1

Metode Pembuatan Sediaan


Metode pembuatan sediaan dengan cara sterilisasi awal dengan metode Fitrasi
(Penyaringan) dan sterilisasi akhir dengan mengunakan autoclave 121 C selama 15
menit.

IV.2

Perhitungan
a. Perhitungan Dapar : b. Perhitungan Bahan :
Formula Standar = Nacl 860 mg
KCl 30 mg
CaCl2 33 mg
Api ad 100 ml
Dibuat sediaan 250 ml
-

Nacl = 860 mg/100 ml x 250 ml = 2150 mg = 2.15 gram

Kcl = 30 mg / 100 ml x 250 ml = 75 mg = 0.075 gram

Cacl2 = 33 mg / 100 ml x 250 ml = 82.5 = 0.0825 gram

Api ad 250 ml

IV.3. Prosedur pembuatan sediaan


1. Disiapkan alat dan bahan
2. Strerilisasi alat dan bahan yang digunakan
3. Dikalibrasi wadah botol gelas
4. Melarutkan NaCl, KCl, dan CaCl2 dalam 100 ml aqua pro injeksi
5. Ditambahkan carbon aktif 100 mg diaduk lalu disaring menguunakan kertas saring
6. Diisi dalam wadah yang telah disterilkan
7. Disegel dengan penutup karet
8. Diberi label/ etiket dan dikemas dalam wadah primer
IV.4. Pengemasan Sediaan Jadi
Sediaan larutan infus dikemas dengan menggunakan wadah botol gelas berisi 100 ml
dengan penutup karet yang sesuai.

F
O
R
M
U
L
A
S
I
RINGER INFUS

Anda mungkin juga menyukai