Anda di halaman 1dari 7

1.

TENTANG FAO
Organisasi

Pangan

dan

Pertanian

(bahasa

Inggris:

Food

and Agriculture

Organization/FAO) berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bermarkas di


Roma, Italia.

2. SEJARAH FAO
FAO dibentuk tahun 1945 di Quebec City, Quebec, Kanada. Pada 1951, markasnya
dipindahkan dari Washington, D.C., AS ke Roma, Italia. Terhitung 26 November 2005, FAO
mempunyai 189 anggota (188 negara dan Komunitas Eropa).

3. TUJUAN DIDIRIKANNYA FAO


Tujuan didirikannya FAO untuk meningkatkan jumlah dan mutu pangan serta
menyelenggarakan persediaan bahan makanan dan produksi agraris internasional. Indonesia
sebagai anggota FAO pernah menerima penghargaan atas keberhasilannya dalam meningkatkan
produksi beras.
FAO bertujuan untuk menaikkan tingkat nutrisi dan taraf hidup; meningkatkan produksi,
proses, pemasaran dan penyaluran produk pangan dan pertanian; mempromosikan pembangunan
di pedesaan; dan melenyapkan kelaparan. Misalnya, langkah FAO untuk membasmi lalat buah
Mediterania dari Lembah Sungai Karibia menguntungkan industri jeruk Amerika Serikat.
Aktivitas utama FAO terkonsentrasi pada 4 bagian:
1) Bantuan Pembangunan untuk negara-negara berkembang.
2) Informasi mengenai nutrisi, pangan, pertanian, perhutanan dan perikanan.
3) Nasehat untuk pemerintah.
4) Forum netral untuk membicarakan dan menyusun kebijakan mengenai isu utama
pangan dan pertanian.

4. FAO DI INDONESIA
Merupakan salah satu badan pangan PBB yang didirikan pada bulan Oktober tahun 1945 di
Quebec (Kanada) yang kemudian sejak tahun 1951 berkedudukan di Roma, dengan mandate:
1

menjamin akses setiap orang terhadap kebutuhan pangan sehingga menjamin bahwa jumlah
orang yang kekurangan gizi dapat turun; meningkatkan produktivitas pertanian; memperbaiki
kehidupan masyarakat pedesaan, serta menunjang pertumbuhan ekonomi internasional
termasuk melakukan konservasi, perbaikan dan pemanfaatan sumber daya alam secara
berkelanjutan termasuk lahan, air hutan, perikanan dan sumberdaya genetic untuk keperluan
pangan dan pertanian.
FAO beranggotakan 192 negara. Indonesia secara resmi menjadi anggota FAO pada tahun
1949. Dalam keanggotannya, Indonesia telah dipercaya untuk memninpin berbagai komite dan
kelompok kerja penting, termasuk posisi sebagai Independent Chair dari Dewan FAO, Komite
Masalah-masalah Komoditi, serta Komite Konstitusi dan Masalah Hukum.
Dalam usaha melaksanakan mandat tersebut di atas, FAO memberikan bantuan
pembangunan dan bantuan teknis kepada negara-negara yang membutuhkan, disamping
melaksanakan aktivitas dan program lainnya, seperti Program Khusus untuk Ketahanan Pangan,
Sistem Pencegahan Darurat bagi Perpindahan Penyakit pada Binatang dan Hama, Sistem
Informasi dan Peringatan Dini Global untuk Pangan dan Pertanian, serta Bantuan dan
Rehabilitasi Darurat. Hal ini akan terus dikembangkan dan ditingkatkan melalui berbagai
kerjasama kongkrit yang berdampak langsung bagi pemberdayaan segenap elemen masyarakat
Indonesia.
Dalam perkembangan hubungan dengan FAO, terdapat peningkatan jumlah program FAO
di Indonesia. Oleh karena itu, kantor Perwakilan FAO di Jakarta dibuka pada tahun 1979. Saat
ini, terdapat sekitar 41 progam dan proyek aktif FAO yang sedang berjalan di Indonesia. Dan
mulai dari tahun 2006-2007, FAO menyediakan dana sebesar US$200.000 di kantor Perwakilan
FAO untuk keperluan FAO dan Pemerintah Indonesia mengkontrak konsultan dalam rangka
memformulasi proyek atau memenuhi kebutuhan yang mendesak.
Contoh jenis-jenis program FAO dimaksud adalah:
[i] Emergency Programme (penanganan pasca Tsunami di NAD, Nias, NTT, Yogyakarta,
dan Jateng; penanganan Flu Burung);

[ii] Development Programme (Special Programme for Food Security; Rice Check; Tree
Crops Development);
[iii] Tele Food (16 proyek di NTT dan NTB; kegiatan-kegiatan sebagian besar terkait
dengan peternakan dan perikanan;
[iv] Introduction of TED in Tropical Shrimp Trawl (kegiatan pelatihan, TED Legal Review
dan TED Design di Laut Arafura dan Samudra Hindia untuk periode 2002-2007 dengan
DKP sebagai mitra instansi pemerintah serta alokasi anggaran sekitar US$400.000);
[v] National Forest Programme (NFP) Facility dengan Dephut sebagai mitra instansi
pemerintah dengan tujuan untuk membantu wilayah-wilayah dalam meningkatkan
pelaksanaan program kehutanan sesuai dengan upaya pemenuhan Prinsip-prinsip
Kehutanan (Forest Principles) dan sejalan dengan Bab 11 dari Deklarasi UNCED atau
Konferensi PBB mengenai Lingkungan Hidup dan Pembangunan (Earth Summit) pada
tahun 1992; dan
[vi] Fasilitasi formulasi Regional Food Security Programme di 5 provinsi dan 15
kabupaten, serta pengadaan peralatan laboratorium untuk Lembaga Penelitian Kopi dan
Kakao.
Saat ini Indonesia tercatat sebagai anggota Dewan FAO (Council) sampai November 2011.
Indonesia juga menjabat ketua Committee on Commodity Problems/CCP dan ketua Committee
on Constitutional and Legal Matters (CCLM). Selain itu, Indonesia sedang berkampanye untuk
pencalonan Dirjen FAO masa jabatan 2012-2015. Calon dari Indonesia adalah Dr. Indroyono
Soesilo, Sesmenko Kesra. Pemilihan Dirjen FAO akan diselenggarakan pada tanggal 25 Juni-2
Juli 2011 di Roma.

5. STATISTIK-STATISTIK FAO
Agro-MAPS
Database

spasial

global

subnasional

statistik

penggunaan

lahan

pertanian.

AQUASTAT
AQUASTAT adalah global informasi FAO sistem air dan pertanian dikembangkan oleh Tanah
dan Air Divisi Pengembangan FAO. AQUASTAT menyediakan pengguna dengan statistik yang
komprehensif tentang keadaan pengelolaan air pertanian di seluruh dunia, dengan penekanan
pada negara-negara berkembang dan negara-negara dalam transisi.

CountrySTAT
Sebuah sistem informasi statistik nasional untuk pangan dan pertanian. CountrySTAT
menyelaraskan dan mengintegrasikan data pangan dan pertanian yang berasal dari sumber yang
berbeda. Melalui database inti, pembuat kebijakan dan peneliti dapat mengelompokkan data di
seluruh wilayah tematik - seperti produksi, perdagangan dan konsumsi - untuk mempelajari
hubungan dan proses.

FAOSTAT
FAO Statistik Database adalah on-line database multibahasa saat ini mengandung lebih dari 1
juta catatan time-series dari lebih 210 negara dan teritori yang meliputi statistik pertanian, gizi,
perikanan, kehutanan, bantuan pangan, penggunaan lahan dan populasi.

FAOSTAT-Pertanian
Menyediakan statistik pada tanaman, ternak, irigasi, penggunaan lahan, pupuk, pestisida
konsumsi, dan mesin pertanian

FAOSTAT-Perikanan
Menyediakan statistik pada produksi ikan dan produk-produk primer

FAOSTAT-Kehutanan
Menyediakan statistik impor dan ekspor kayu dan kertas Perikanan dan Statistik Perikanan
Budidaya. Departemen Budidaya FAO dan memberikan informasi saran dan obyektif untuk
Anggota untuk membantu mempromosikan akuakultur yang bertanggung jawab dan perikanan.
4

Untuk memenuhi peran ini, Departemen mengkompilasi, menganalisa dan menyebarluaskan data
perikanan, terstruktur dalam koleksi data.

Profil Kehutanan Negara


Kehutanan Negara Profil berisi statistik tentang isu-isu hutan dan kehutanan di negara
dengan dasar negara termasuk tutupan hutan, perkebunan, volume dan biomassa dan kebakaran.

GLIPHA
Global Produksi dan Kesehatan Ternak Atlas (GLiPHA), adalah user-friendly, atlas elektronik
yang sangat interaktif dengan menggunakan Key Display System (KIDS) yang dikembangkan
oleh FAO. Atlas ini memberikan gambaran scalable variasi spasial dan temporal dari informasi
kuantitatif yang berkaitan dengan produksi hewan dan kesehatan melalui kombinasi peta, tabel
dan grafik.

Paat sistem informasi


Sekretariat Paat menggabungkan kekuatan FAO, WHO, IAEA, dan OAU / IBAR untuk
mempromosikan kontrol trypanosomiasis terpadu melalui tindakan internasional terkoordinasi.
Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pembangunan pertanian dan
pedesaan yang berkelanjutan.

TERRASTAT
Potensi sumber daya lahan dan kendala statistik di negara dan tingkat regional. Statistik
didasarkan pada peta berbagai skala kecil dan persediaan yang tidak selalu up to date, handal
atau keduanya.

6. LOGO FAO

DAFTAR PUSTAKA
http://thebalochhal.com/wp-content/uploads/2010/03/fao.gif
http://www.fao.org/corp/statistics/en/
http://www.fao.org/about/en/
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_Pangan_dan_Pertanian
http://embassyofindonesia.it/testing-7/
http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Kerjasama_Ekonomi_Internasional_9.2_%28BAB_16%29