Anda di halaman 1dari 11

KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM

OLEH:
SITI ISTIQOMAH

(25.121121)

SYAHRIYATI MUTIAH (25.121122)

UNIVERSITAS SETIA BUDI


SURAKARTA
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI ANALIS KIMIA
2012/2013

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa, dosen, dan peneliti

melakukan

percobaan. Bekerja di laboratorium kimia tak akan lepas dari kemungkinan bahaya dari berbagai
jenis bahan kimia dan peralatan yang ada di dalamnya. Karena itu diperlukan pemahaman dan
kesadaran terhadap bahaya di laboratorium.Telah banyak terjadi kecelakaan ataupun menderita
luka serta kerusakan fasilitas kerja yang sangat mahal. Semua kejadian ataupun kecelakaan di
laboratorium sebenarnya dapat dihindari jika mereka selalu mengikuti prosedur kerja yang aman
di laboratorium.
Percobaan yang dilakukan menggunakan berbagai bahan kimia, peralatan gelas dan
instrumentasi khusus yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan bila dilakukan dengan cara
yang tidak tepat. Kecelakaan itu dapat juga terjadi karena kelalaian atau kecerobohan kerja, ini
dapat membuat orang tersebut cedera, dan bahkan bagi orang disekitarnya. Keselamatan kerja di
laboratorium merupakan dambaan bagi setiap individu yang sadar akan kepentingan kesehatan,
keamanan dan kenyamanan kerja.
Bekerja dengan selamat dan aman berarti menurunkan resiko kecelakaan. Walaupun petunjuk
keselamatan kerja sudah tertulis dalam setiap penuntun praktikum, namun hal ini perlu
dijelaskan berulang-ulang agar setiap individu lebih meningkatkan kewaspadaan ketika bekerja
di laboratorium.
Limbah bahan kimia sisa percobaan harus dibuang dengan cara yang tepat agar tidak
menyebabkan polusi pada lingkungan. Cara menggunakan peralatan umum dan berbagai
petunjuk praktis juga dibahas secara singkat untuk mengurangi kecelakaan yang mungkin terjadi
ketika bekerja di Laboratorium. Dengan pengetahuan singkat tersebut diharapkan setiap individu
khususnya para asisten dapat bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan kerja mahasiswa di
laboratorium dengan sebaik-baiknya.

B. Rumusan Masalah

Definisi dan tujuan keselamatan kerja

Faktor kelalaian kerja

Larangan-larangan saat berada di Labpratorium

Alat keselamatan kerja di Laboratorium

Cara penanganan darurat

C. Tujuan
Untuk mengetahui pedoman keselamatan kerja pada saat melakukan pratikum di
laboratorium.

BAB II
PEMBAHASAN
KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

A. Definisi dan tujuan keselamatan kerja


Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan penggunaan alat alat
Laboratorium, bahan & proses Praktikum, tempat Praktikun & lingkungannya serta cara-cara
melakukan

Praktikum.Keselamatan

kerja

menyangkut

segenap

proses

Praktikum

di

laboratorium, sedangjan Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tak terduga & tidak diharapkan
yang terjadi pada saat Praktikum sedang berlangsung.Oleh karena dibelakang peristiwa itu tidak
terdapat unsur kesengajaan, lebih-lebih dalam bentuk perencanaan.
Kesehatan kerja (Occupational health) merupakan bagian dari kesehatan masyarakat
yang berkaitan dengan semua pekerjaan yang berhubungan dengan faktor potensial yang
mempengaruhi kesehatan pekerja (dalam hal ini Dosen, Mahasiswa dan Karyawan). Bahaya
pekerjaan (akibat kerja), Seperti halnya masalah kesehatan lingkungan lain, bersifat akut atau
khronis (sementara atau berkelanjutan) dan efeknya mungkin segera terjadi atau perlu waktu
lama. Efek terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun tidak langsung. Kesehatan
masyarakat kerja perlu diperhatikan, oleh karena selain dapat menimbulkan gangguan tingkat
produktifitas, kesehatan masyarakat kerja tersebut dapat timbul akibat pekerjaanya. Sasaran
kesehatan kerja khususnya adalah para pekerja dan peralatan kerja di lingkungan Laboratorium.
B. Faktor kelalaian kerja
1. Faktor manusia
Kelalaian manusia yang kurang memperhatikan aspek keselamatan kerja sehingga dapat
merugikan diri sendiri dan orang lain. Kelalaian manusia juga dapat terjadi karena belum
memahami panduan keselamatan kerja dengan benar. Perilaku baik akan terbawa setiap saat jika
telah menjadi kebiasaan dalam kehidupan seseorang. Begitu pula budaya keselamatan kerja akan
terbangun apabila selalu ada pembiasaan dalam setiap aktivitas di laboratorium.

Kelalaian kecil yang dibiarkan akan membuat seseorang merasakan bahwa tidak lagi tampak ada
kelalaian yang telah ditinggalkan. Jika kebiasaan kecil saja mudah diabaikan maka untuk
melakukan kebiasaan besar pasti dengan mudah dilupakan. Kebiasaan bekerja sesuai dengan
prosedur yang benar akan terbawa jika kebiasaan kecil dalam memperhatikan aspek keselamatan
kerja selalu dibiasaan dari hal-hal yang paling sederhana. Mengenakan sepatu tertutup saat
bekerja di laboratorium merupakan kebiasaan kecil. Jika sekali dua kali bekerja dengan sepatu
terbuka tetap aman, biasanya akan merasa sama saja mengenakan sepatu terbuka atau tertutup
sehingga tidak ada kekhawatiran lagi jika tumpahan atau percikan bahan kimia setiap saat bisa
terjadi.
2. Bahan kimia
Penanganan bahan kimia yang tidak sesuai menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan kerja.
Penyimpanan bahan kimia harus mempertimbangkan kualifikasi dan sifat bahan. Bahan kimia
tidak harus disimpan sesuai dengan urutan abjad. Penyimpanan bahan cair dan padat harus
terpisah dan harus disesuaikan dengan sifatnya. Bahan cair yang telah diencerkan dan bahan
padat yang telah dibuat dalam larutan harus disimpan dalam wadah yang sesuai dan diberi label.
Label bahan kimia inimal menyertakan nama, konsentrasi, dan tanggal pembuatan. Bahan kimia
yang tidak mempunyai label harus disingkirkan dan tidak diperbolehkan untuk digunakan, jika
perlu ditelusur identitasnya.
Mereaksikan bahan kimia harus sesuai dengan prosedur kerja dengan memperhatikan sifat bahan
kimia yang digunakan. Sebelum mereaksikan atau mencampurkan bahan kimia, paling tidak
jumlah yang digunakan telah diketahui dengan pasti dan tersedia petunjuk teknik mereaksikan
atau pencampurannya. Mengenal sifat bahan kimia menjadi suatu keharusan sebelum
berinteraksi dengan bahan kimia.
Pemindahan atau pengambilan bahan kimia dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar.
Penanganan tumpahan atau percikan bahan kimia perlu diketahui sebelum bekerja di
laboratorium. Tumpahan atau percikan bahan yang mengenai meja atau lantai perlu ditangani
secara tepat. Apabila mengenai kulit atau mata harus mengetahui tindakan atau pertolongan
pertama yang dapat dilakukan.

3. Alat dan instrumentasi


Penggunaan alat-alat gelas laboratorium yang tidak sesuai dengan fungsi dan cara pemakaian
yang benar dapat menimbulkan resiko kecelakaan kerja. Menuangkan larutan asam ke dalam
buret tanpa bantuan corong gelas atau dengan menaiki meja kerja dapat menyebabkan resiko
percikan bahan kimia di wajah atau tangan. Alat gelas yang telah berkurang fungsi dan
kegunaannya, seperti ada bagian yang telah hilang, retak atau pecah sebaiknya tidak lagi
digunakan. Instrumentasi yang tidak layak pakai juga tidak digunakan, seperti necara yang telah
rusak sehingga menimbulkan kesalahan penimbangan, dapat berakibat kesalahan dalam
pembuatan bahan atau campuran reaksi. Sentrifuge yang rusak sebaiknya tidak digunakan.
4. Sarana dan prasarana penunjang
Saluran air bersih di laboratorium harus tersedia dengan baik untuk keperluan kebersihan,
penanganan kecelakaan, sebagai pendingin proses distilasi, ekstraksi, atau refluks serta berbagai
keperluan lainnya. Saluran listrik yang digunakan selalu diperiksa secara rutin dan harus
dilengkapi pengontrol otomatis apabila terjadi hubungan arus pendek.
Idealnya setiap laboratorium mempunyai program pelatihan teknik laboratorium atau kesehatan
dan keselamatan kerja kimia. Paling tidak sebelum bekerja di laboratorium, telah dibekali dengan
beberapa hal penting yang harus dipahami, diantaranya adalah :
a. Memahami tata tertib atau aturan mendasar bekerja di laboratorium termasuk kekhususan
untuk setiap laboratorium.
b. Memahami prosedur kerja yang akan dilakukan selama bekerja di laboratorium
c. Mempersiapkan perlengkapan keselamatan kerja sesuai dengan kebutuhan
d. Memahami hal-hal yang berkaitan dengan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja di
laboratorium
e. Mempersiapkan kertas kerja yang diperlukan
C.Larangan saat berada di Laboratorium
1. Dilarang bekerja sendirian di laboratorium, minimal ada asisten yang mengawasi.
2. Dilarang bermain-main dengan peralatan laboratorium dan bahan Kimia.
3. Persiapkanlah hal yang perlu sebelum masuk laboratorium seperti buku kerja, jenis percobaan,

jenis bahan, jenis perlatan, dan cara membuang limbah sisa percobaan.
4. Dilarang makan, minum dan merokok di laboratorium.
5. Jagalah kebersihan meja praktikum, apabila meja praktiukm basah segera keringkan dengan
lap basah.
6. Jangan membuat keteledoran antar sesama teman.
7. Pencatatan data dalam setiap percobaan selengkap-lengkapnya. Jawablah pertanyaan pada
penuntun praktikum untuk menilai kesiapan anda dalam memahami percobaan.
8. Berdiskusi adalah hal yang baik dilakukan untuk memahami lebih lanjut percobaan yang
dilakukan.
9. Gunakan perlatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas laboratorium
untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki.
10. Dilarang memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahan Kimia.
11. Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
12. Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat.
13. Biasakanlah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih terutama setelah melakukan
praktikum.
14. Bila kulit terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.
15. Bila terjadi kecelakaan yang berkaitan dengan bahan Kimia, laporkan segera pada asisten
atau pemimpin praktikum. Segera pergi ke dokter untuk mendapat pertolongan secepatnya.

D. Alat keselamatan kerja di laboratorium

Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan peralatan keselamatan kerja yang memadai
untuk dapat melindungi dan menjamin keselamatan pekerja.
Fasilitas alat untuk melengkapi ruang kerja di laboratorium antara lain :

Fire extinguisher

Hidrant

Eye washer

Water shower

Sedang peralatan darurat dan pendukung yang harus tersedia di laboratorium antara lain:
1. Kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
2. Tandu
3. Spill Kits
4. Pakaian pelindung and Respirators
5. Peralatan dekontaminasi
6. Disinfektan and peralatan pembersih
7. Peralatan lain (palu, obeng, tali, dll)
8. Pita demarkasi, tanda peringatan
Untuk kotak PPPK bisa dilengkapi dengan :
1. Obat luar
- Salep levertran (untuk luka bakar)
- Revanol
- Betadin
- Handyplash
2. Obat ringan
- Obat-obat anti histamin
- Norit
3. Plester Pembalut
Ukuran kecil, sedang, besar
4.Kapas,kasa steril

E. Cara penanganan darurat


Terkena bahan kimia
1.

Jangan panik.

2.

Mintalah bantuan rekan anda yang berada didekat anda.

3.

Lihat data MSDS.

4.

Bersihkan bagian yang mengalami kontak langsung tersebut (cuci bagian yang
mengalami kontak langsung tersebut dengan air apabila memungkinkan).

5.

Bila kulit terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.

6.

Bawa ketempat yang cukup oksigen.

7.

Hubungi paramedik secepatnya(dokter, rumah sakit).

Bila terjadi Kebakaran

1. Jangan panik.
2. Ambil tabung gas CO2 apabila api masih mungkin dipadamkan.
3. Beritahu teman anda.
4. Hindari mengunakan lift.
5. Hindari mengirup asap secara langsung.
6. Tutup pintu untuk menghambat api membesar dengan cepat (jangan dikunci).
7. Pada gedung tinggi gunakan tangga darurat.
8. Hubungi pemadam kebakaran.
Bahan kimia yang mudah terbakar yaitu bahan bahan yang dapat memicu
terjadinya kebakaran. Terjadinya kebakaran biasanya disebabkan oleh 3 unsur utama
yang sering disebut sebagai segitiga API :
Keterangan :
A : Adanya bahan yang mudah terbakar
P : Adanya panas yang cukup
I : Adanya ikatan Oksigen di sekitar bahan.

Bila terjadi Gempa bumi


1. Jangan panik.
2. Sebaiknya berlindung dibagian yang kuat seperti bawah meja, kolong kasur, lemari.
3. Jauhi bangunan yang tinggi, tempat penyimpanan zat kimia, kaca.
4. Perhatikan bahaya lain seperti kebakaran akibat kebocoran gas,tersengat listrik.
5. Jangan gunakan lift.
6. Hubungi pemadam kebakaran, polisi dll.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa, dosen, dan peneliti
melakukan percobaan.
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan penggunaan alat
alat Laboratorium, bahan & proses Praktikum, tempat Praktikun & lingkungannya
serta cara-cara melakukan Praktikum.
Faktor kelalaian kerja yaitu seperti factor manusia ,bahan kimia ,alat dan
instrumentasi ,sarana dan Prasarana
Larangan saat berada di Laboratorium seperti Dilarang bekerja sendirian di
laboratorium ,bermain-main dengan peralatan laboratorium dan bahan Kimia.
Dilarang makan, minum dan merokok di laboratorium
Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
Biasakanlah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih terutama setelah
melakukan praktikum.
Beberapa penanganan darurat saat terjadi kecelakaan di laboratorium yaitu jika
terkena bahan kimia ,terjadi kebakaran ,dan terjadi gempa bumi adalah jangan
panik ,segera member tahu teman dan segera hubungi dokter,pemadam kebakaran
dan polisi.

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
http://geronimo-neo.blogspot.com/2011/04/keselamatan-kerja-di-laboratorium.html ,
di akses tanggal 15 september 2012 pukul 19:44 WIB
http://www.stfi.ac.id/penyuluhan-keselamatan-kerja-di-laboratorium/, di akses tanggal
15 September 2012 pukul 20:04 WIB