Anda di halaman 1dari 2

SP2KP (sistem pemberian pelayanan keperawatan profesional)

A. Pengertian SP2KP
SP2KP adalah Sistem Pemberian Pelayanan Keperawtan Professional. SP2KP adalah system
pemberian pelayanan keperawatan professional yang merupakan pengembangan dari MPKP
(Model praktek Keperawatan Profesional) dimana dalam SP2KP ini terjadi kerjasama
professional antara perawat primer (PP) dan perawat asosiet (PA) serta tenaga kesehatan
lainnya.
B. Kelebihan SP2KP
Kelebihan dari SP2KP adalah pelayanan keperawatan kepada pasien lebih terstruktur dan
kinerja perawat lebih professional.
c. Hambatan dalam penerapan SP2KP dan MPKP
Adapun hambatan dalam penerapan MPKP dan SP2KP adalah kurangnya sumber daya
manusia yang kompeten
c. Metode pemberian asuhan keperawatan
Metode pemberian asuhan keperawatan yang digunakan adalah modifikasi keperawatan
primer sehingga keputusan tentang renpra ditetapkan oleh Perawat Primer. Perawat primer
akan mengevaluasi perkembangan klien setiap hari dan membuat modifikasi pada renpra
sesuai kebutuhan klien.

METODE MODULAR
Pengertian:
Yaitu pengorganisasian pelayanan/asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat
profesional dan non profesional (trampil) untuk sekelompok klien dari mulai masuk rumah sakit
sampai pulang disebut tanggung jawab total atau keseluruhan. Untuk metode ini diperlukan perawat
yang berpengetahuan, terampil dan memiliki kemampuan kepemimpinan. Idealnya 2-3 perawat untuk
8-12 orang klien (Magargal, 1987). Hal ini tentu saja dengan suatu persyaratan peralatan yang di
butuhkan dalam perawatan cukup memadai.
Gambaran:
Metode ini adalah suatu variasi dan metode keperawatan primer. Metode keperawatan
modular memiliki kesamaan baik dengan metode keperawatan tim maupunmetode keperawatan
primer (Gillies, 1994). Sekalipun dalam memberikan asuhan keperawatan dengan menggunakan
metode ini dilakukan oleh dua hingga tiga perawat, tanggung jawab paling besar tetap ada pada
perawat professional. Perawat professional memiliki kewajiban untuk memimbing dan melatih non
professional. Apabila perawat professional sebagai ketua tim dalam keperawatan modular ini tidak
masuk, tugas dan tanggung jawab dapat digantikan oleh perawat professional lainnya yang berperan
sebagai ketua tim. Metode ini sama dengan metode keperawatan tim karena baik perawat
professional maupun non professional bekerja sama dalam memberikan asuhan keperawatan
dibawah kepemimpinan seorang perawat professional. Disamping ini, dikatakan memiliki kesamaan
dengan metode keperawatan primer karena dua atau tiga orang perawat bertanggung jawab atas
sekelompok kecil pasien sejak masuk dalam perawatan hingga pulang, bahkan sampai dengan
waktu follow up care. Peran perawat kepala ruangan (nurse unit manager) diarahkan dalam hal

membuat jadwal dinas dengan mempertimbangkan kecocokan anggota dalam bekerja sama, dan
berperan sebagai fasilitator, pembimbing secara motivator

2. Indikator patient safety merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat
keselamatan pasien selama dirawat di rumah sakit. Indikator ini dapat digunakan bersama dengan
data pasien rawat inap yang sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Indikator patient safety (IPS) bermanfaat untuk mengidentifikasi area-area pelayanan yang
memerlukan pengamatan dan perbaikan lebih lanjut, seperti misalnya untuk menunjukkan:
adanya penurunan mutu pelayanan dari waktu ke waktu,
bahwa suatu area pelayanan ternyata tidak memenuhi standar klinik atau terapi sebagaimana
yang diharapkan
tingginya variasi antar rumah sakit dan antar pemberi pelayanan
disparitas geografi antar unit-unit pelayanan kesehatan (pemerintah vs swasta atau urban vs
rural)