Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Manajemen proyek adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan,
dan pengendalian terhadap suatu pekerjaan atau proyek yang akan atau sedang dilaksanakan.
Dalam pelaksanaan proyek banyak sekali parameter yang harus di perhatikan agar proyek tersebut
dapat berjalan sesuai dengan harapan.
Untuk menjaga agar proyek berjalan sesuai dengan keinginan kita dapat menggunakan
salah satu metode untuk mengontrol keberlangsungan proyek yaitu dengan menggunakan kurva s.
Kurva s adalah sebuah metode erencanaan pengendalian biaya yang sangat lazim digunakan pada
suatu proyek. Dengan mengetahui hubungan nilai komulatif biaya dan prosentase penyelesaian
proyek terhadap waktu maka kita bisa mengetahui apabila terjadi penyimpangan dalam
pengerjaan proyek.
Oleh karena itu pada makalah ini akan di bahas tentang kurva S dalam dunia proyek agar
dapat memahami lebih dalam tentang kurva s.

Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kurva S?
2. Kenapa kurva S dibutuhkan pada proyek?
3. Bagaimana cara membuat kurva S?

Batasn Masalah
1. Definisi dari kurva S.
2. Manfaat kurva S.
3. Cara membuat Kurva S.
4. Contoh kasus dalam pembuatan kurva S.

Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini yaitu agar pembaca lebiih memahami lebih dalam tentang
kurva S yang digunakan dalam pekerjaan proyek dan juga dapat dijadika pedoman kelak apabila
pembaca benar-benar masuk dalam dunia proyek baik sebagai owner ataupun kontraktor.

Teknik Evaluasi Proyek-Kurva S 1

BAB II
PEMBAHASAN

Definisi Kurva S

Kurva S adalah pengembangan dan penggabungan dari diqagram balok/batang (bar chart) dan
Hannum Curve. Diagram balok dilengkapi dengan bobot tiap pekerjaan dalam persen (%). Dari
kurva S dapat diketahui persentase (%) pekerjaan yang harus dicapai pada waktu tertentu.
Untuk menentukan bobot tiap pekerjaan harus dihitung terlebih dahulu volume pekerjaan dan
biayanya, serta biaya nominal dari seluruh pekerjaan tersebut.
Kurva s merupakan gambaran diagram percent komulatif biaya yang diplot pada suatu
sumbu koordinat dimana sumbu axis (X) menyatakan waktu sepanjang masa proyek dan sumbu Y
menyatakan nilai percent komulatif biaya selama masa proyek tersebut. Pada diagram kurva S
dapat diketahui pengeluaran biaya yang dikeluarkan per satuan waktu, pengeluran biaya komulatif
per satuan waktu dan progress pekerjaan yang didasarkan pada volume yang dihasilkan.
Visualisasi kurva S dapat memberi informasi mengenai kemajuan proyek dengan
membandingkannya terhadap jadwal rencana. Dari sinilah diketahui apakah ada keterlambatan
atau percepatan jadwal proyek. Kurva-S pada dasarnya adalah perbandingan antara rencana dan
realisasi pengeluaran biaya atau lebih pada kebutuhan cash flow. Pada diagram kurva-S dapat
diketahui biaya yang dibutuhkan dalam satuan waktu, kemajuan pekerjaan yang didasarkan pada
volume yang dihasilkan. Pengendalian terhadap pelaksaaan proyek dilakukan dengan
membandingkan posisi kurva s aktual terhadap kurva s rencana.
Kurva-S Rencana

Teknik Evaluasi Proyek-Kurva S 2

Kurva-S Rencana adalah kurva-s yang dibentuk berdasarkan proyek kontrak, seperti lama
perkerjaan proyek, biaya pekerjaan proyek sesuai rencana awal sebelum proyek dikerjakan.

Kurva-S Aktual
Kurva-S Aktual adalah kurva-s yang dibentuk berdasarkan kenyataan dalam pekerjaan
proyek (lama pekerjaan dan biaya).

Dengan membandingkan kedua Kurva tersebut, maka akan segera terlihat dengan jelas
apabila terjadi penyimpangan. Indikasi tersebut dapat menjadi informasi awal guna melakukan
tindakan koreksi dalam proses pengendalian jadwal.
Kurve yang berbentuk huruf S tersebut lebih banyak terbentuk karena kelaziman dalam
pelaksanaan proyek yaitu:

Kemajuan pada awal-awalnya bergerak lambat.

Kemudian diikuti oleh kegiatan yang bergerak cepat dalam kurun waktu yang lebih lama.

Pada akhirnya kegiatan menurun kembali dan berhenti pada suatu titik akhir.

Teknik Evaluasi Proyek-Kurva S 3

Bentuk grafik ini perlu dibuat sebaik mungkin karena akan mempengaruhi arus keuangan
proyek dan penjadwalan pendatangan bahan atau material serta hal-hal penting lainnya.
Banyak pelaku proyek mempersepsikan nama kurva-S maka grafik yang terbentuk harus
berbentuk S pula. Bentuk S pada kurva adalah pendekatan, variasi bentuk S pada kurva-S akan
sesuai dengan kondisi proyek yang dilaksanakan yaitu distribusi bobot, urutan pelaksanaan, durasi,
lingkup dan yang lainnya. Kesalahan dan kurang optimalnya penggunaan kurva-S harus dihindari,
agar mencapai target waktu yang benar.

Manfaat penggunaan kurva s


penggunaan kurva s dalam pengerjaan proyek tentunya memiliki manfaat antara lain

kurva s mampu menampilkan s menampilkan secara visual penyimpangan yang terjadi


dan pembuatannya relatif cepat dan mudah, maka metode pengendalian dengan
kurva S dipakai secara luas dalam pelaksanaan proyek.

Kurva S juga dapat memperlihatkan beberapa segi yang berkaitan baik rencana kerja atau
pelaksanaan kegiatan Proyek.

Kurva S sangat efektif untuk mengevaluasi dan mengendalikan waktu dan biaya proyek.
Pada jalur bagian bawah ada persentase rencana untuk tiap satuan waktu dan persentase
komulatif dari rencana tersebut.
Selain itu kurva s juga memiliki manfaat tersendiri bagi owner maupun kontraktor. Untuk

kontraktor sebagai dasar untulk membuat tagihan pembayaran ke pemilik proyek, sedangkan
manfaat bagi owner atau pemilik proyek sebagai dasar memantau progress pekerjaan fisik di
lapangan yang selanjutnya sebagai dasar pembayaran ke kontraktor.

Cara Membuat Kurva S


Prosedur pembuatan kurva S
1. Buat bar chart dari setiap aktivitas setiap aktivitas sesuai dengan waktu penyelesaiannya.
2. Melakukan pembobotan pada setiap aktivitas, biasanya aktivtas di awal dan di akhir
berlangsung lambat, sehingga bobot yang di plot juga rendah.
3. Bobot setiap aktivitas dihitung berdasarkan biaya setiap aktivitas dibagi dengan biaya total
aktivitas dikalikan 100.
4. Setelah bobot masing-masing setiap aktivitas dihitung, selanjutnya didistribusika bobot
aktivitas sesuai dengan waktu yang diperlukan untuk penyelesaian aktivitas tersebut.
5. Jumlah bobot dari aktivitas tiap periode waktu dijumlahkan secara kumulatif.

Teknik Evaluasi Proyek-Kurva S 4

6. Angka kumulatif pada setiap periode diplot pada sumbu Y dalam grafik dan waktu pada
sumbu axis X.
7. Dengan menghubungkan semua titik antara ordinat Y dan absis X maka akan di peroleh
kurva S.

Contoh kasus dalam pembuatan kurva S

REKAPITULASI HARGA
HARGA
PEKERJAAN

JENIS PEKERJAAN
I. PEKERJAAN PONDASI

Rp

54,660,662.45

II. PEKERJAAN BETON

Rp

97,237,356.79

III. PEKERJAAN DINDING

Rp

26,655,723.39

III. PEKERJAAN KAP DAN ATAP

Rp

33,695,388.96

IV. PEKERJAAN PLAFOND

Rp

20,508,955.89

V. PEKERJAAN PLASTERAN DAN ACIAN

Rp

30,965,737.65

VI. PEKERJAAN LANTAI

Rp

28,029,550.30

VII. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA

Rp

30,377,087.81

VIII. PEKERJAAN PENGECATAN

Rp

20,109,214.05

IX. PEK. INSTALASI DAN SANITASI

Rp

23,654,922.60

X. PEK. PERLENGKAPAN LUAR

Rp

16,760,792.36

JUMLAH

382,655,392.26

LAMA PEKERJAAN
(MINGGU)
5
6
7
6
6
8
6
8
4
3
4
25 (DALAM KONTRAK)

Gambar1;Tabel Rekapitulasi Harga

Teknik Evaluasi Proyek-Kurva S 5

Gambar 2;Tabel Kurva S

Teknik Evaluasi Proyek-Kurva S 6

Gambar 3;Grafik Kurva S


Dari ketiga gambar diatas dapat dilihat untuk gambar 1 merupakan tabel rekapitulasi daya yang
disepakati pada awal kontrak kerjasama sedangkan gambar 2 merupakan tabel aktual atau tabel
progress terhadap proyek tersebut. Pada gambar 2 tersebut akan terlihat jenis pekerjaan yang
dilakukan dan waktu yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tersebut, sedangkan gambar 3
merupakan implentasi dalam grafik dari gambar 2 dalam grafik tersebut kita akan melihat
perbedaan kurva rencana dan kurva aktual. Perbedaan tersebut bisa terjadi karena banyak
parameter yang mungkin bisa menganggu pekerjaan proyek semisal suatu pekerjaan mengecor
pondasi akan terhambat bila cuaca sedang hujan maka hal itu bisa menjadi faktor yang membuat
beda antara kurva rencana dan kurva aktual. Sedangkan bentuk kurva S sendiri lazimnya terjadi
karena hampir semua proyek akan berjalan lambat pada minggu-minggu awal dan akan mulai
berjalan cepat setelah memasuki tahap pertengahan dan pada ujungnya akan melambat lagi
sampai berhenti pada suatu titik.

Teknik Evaluasi Proyek-Kurva S 7

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kurva s merupakan gambaran diagram percent komulatif biaya yang diplot pada suatu
sumbu koordinat dimana sumbu axis (X) menyatakan waktu sepanjang masa proyek dan sumbu Y
menyatakan nilai percent komulatif biaya selama masa proyek tersebut. Pada diagram kurva S
dapat diketahui pengeluaran biaya yang dikeluarkan per satuan waktu, pengeluran biaya komulatif
per satuan waktu dan progress pekerjaan yang didasarkan pada volume yang dihasilkan.
Pengendalian terhadap pelaksaaan proyek dilakukan dengan membandingkan posisi kurva s aktual
terhadap kurva S rencana.
Untuk manfaat dari kurva S sendiri antara lain untuk mengetahui bila terjadi penyimpangan
dalam pelaksanaan proyek, Kurva S sangat efektif untuk mengevaluasi dan mengendalikan waktu
dan biaya proyek.
Pembuatan kurva S terdiri dari 7 langkah antara lain, membuat bar chart dari setiap
aktivitas setiap aktivitas sesuai dengan waktu penyelesaiannya, Melakukan pembobotan pada
setiap aktivitas, bobot setiap aktivitas dihitung berdasarkan biaya setiap aktivitas dibagi dengan
biaya total aktivitas dikalikan 100, mendistribusikan bobot aktivitas sesuai dengan waktu yang
diperlukan untuk penyelesaian aktivitas tersebut, jumlahkan bobot dari aktivitas tiap periode
waktu dijumlahkan secara kumulatif, angka kumulatif pada setiap periode diplot pada sumbu Y
dalam grafik dan waktu pada sumbu axis X, dengan menghubungkan semua titik antara ordinat Y
dan absis X maka akan di peroleh kurva S.

Teknik Evaluasi Proyek-Kurva S 8

DAFTAR PUSTAKA
Satrio, Nugroho. 2013. Kurva-S jasa konsultasi.
http://www.ilmusipil.com/cara-membuat-kurva-s
http://kampuzsipil.blogspot.com/2012/02/kurve-s-teknik-penyusunanpembuatan.html.
https://www.scribd.com/doc/99564671/Kurva-S-Proyek
http://www.wishnuap.com/2013/06/kurva-s.html

Teknik Evaluasi Proyek-Kurva S 9