Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Praktikum plumbing (perpipaan) merupakan kegiatan yang berhubungan
dengan pemasangan pipa, terutama digunakan untuk saluran air bersih.Sehingga
merupakan suatu kewajiban bagi Mahasiswa Politeknik Jurusann Teknik Sipil untuk
melaksanakan dan memahami praktek tersebut.
Penulisan laporan Praktikum Kerja Bengkel Plumbing ini merupakan salah
satu upaya menerapkan prosedur pemasangan pipa yang dilakukan di lapangan dan
kemudian dituangkan ke dalam satu laporan sehingga prosedur pelaksanaannya dapat
diterapkan secara sistematis dan terarah.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas, didapatkan beberapa rumusan masalah, antara lain:
a. Apa saja yang diperlukan dalam praktek plumbing?
b. Alat-alat apa saja yang diperlukan dalam pembuatan pipa secara manual dan
secara masinal?
c. Hal-hal apa saja yang hatus diperhatikan dalam melakukan praktek ini?
d. Bagaimana pengaplikasian dari pelatihan secara dasar tentang plumbing yang
diterapkan dalam kostruksi plumbing dalam pipa lanjutan?

1.3 Tujuan Praktek


Tujuan penulisan laporan ini adalah agar dapat digunakan sebagai pedoman
belajar bagi Mahasiswa Politeknik Jurusan Teknik Sipil, sehingga mahasiswa dapat
mengetahui gambaran awal prosedur pelaksanaan praktikum secara sistematis,
sehingga nantinya dapat dipraktekkan di lapangan yang sesungguhnya sesuai dengan
materi yang didapat.

Praktek Plumbing

Page 1

1.4 Manfaat Praktek

Manfaat setelah mempelajari dan melaksanakan praktek plumbing, yaitu:


a. Mahasiswa mampu mengoperasikan peralatan yang berhubungan dengan kerja
plumbing (perpipaan).
b. Mahasiswa dapat menambah keterampilan dalam menerapkan teori yang sudah
didapat.
c. Mahasiswa dapat membiasakan diri untu bekerja dengan disiplin, teliti, dan
mempunyai rasa tanggung jawab dalam melaksanakan praktek kerja plumbing.
d. Mahasiswa memiliki dassar teori yang benar dalam pembuatan jaringan pipa.

1.5 Metode yang Digunakan


Dalam melaksanakan praktek kerja plumbing, metode yang digunakan antara
lain adalah manual, yaitu dengan menggunakan tangan sebagai tenaga, dan
menggunakan mesin yang nantinya dapat lebih memudahkan dalam praktek. Semua
metode yang digunakan sangan bermanfaat untuk menjamin kelancaran dan
kecakapan para mahasiswa selama praktek.

Praktek Plumbing

Page 2

BAB II
DASAR TEORI

2.1 Keselamatan Kerja

2.1.1 Pentingnya Membiasakan Diri Aman Bekerja


Memperhatikan peraturan-peraturan untuk keselamatan kerja merupakan suatu
hal yang penting pada perusahaan-perusahaan konstruksi.Banyak pekerja pipa
pada perusahaan-perusahaan yang mempelajari dan memperhatikan keselamatan
kerja melalui pengalaman-pengalaman yang dialami maupun diperolehnya.Tetpai,
mahasiswa lebih memiliki kesempatan untuk mempelajarinya dari instruktur dan
buku ketja berupa diktat yang diperoleh dari dosen pengajar maupun dosen
pembimbingnya.Sehingga kemungkinan terjadinya kecelakaan sedini mungkin
dapat dihindari dan diatasi, dan diharapkan tidak terjadi hal-hal tindak diinginkan
sewaktu kerja berlangsung.

2.1.2 Tujuan Keselamatan Kerja


Tujuan keselamatan kerja, antara lain:
a. Setelah melakukan praktek, mahasiswa diharapkan tahu dan mengerti untuk
menjaga keselamatan dan keamanan alat.
b. Mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya keselamatan kerja bagi
dirinya sendiri.
c. Mahasiswa diharapkan bekerja sangat hati-hati demi menjaga keselamatan alat
dan dirinya sendiri.

2.1.3 Bagaimana Meningkatkan Kebiasaan Bekerja yang Aman


Meningkatkan kerja yang aman sangat penting sekali, mengingat biasanya
sarana penunjang keselamatan kerja sangatlah minim sekali, hal ini terutama
sering terjadi pada perusahaan-perusahaan yang relative berskala kecil-menengah.
Cara-cara keamanan kerja antara lain:
a. Camkan semua perturan kerja dengan sungguh-sungguh.
b. Waspadalah terhadap kemungkinan yang membahayakan. Jika bahaya selalu
kelihatan, maka kecelakaan akan jarang terjadi.
Praktek Plumbing

Page 3

c. Peliharalah peralatan agar selalu bersih, tajam, dan dalam keadaan baik.
d. Simpan bahan-bahan yang mengandung kiia berbahaya dan gunakanlah secara
hati-hati serta dengan pengetahuan yang cukuo mengenai hal itu.
e. Perhatikan semua peralatan mesin yang berputar dengan sangat hati-hati.

2.1.4 Peralatan
Peliharalah setiap peralatan setelah selesai dipakai, jangan menunda-nunda
kegiatan pembersihan karena terlalu lama kotoran yang menempel akan lebih sulit
untuk dibersihkan dan akan membawa kerugian di kemudian hari saat akan
dipakai kembali. Peliharalah setiap peralatan dengan baik, bersih, bebas karat, dan
tajam. Jangan sekali-sekali menggunakan peralatan yang tumpul dan sudah
berkarat maupun rusak, karena akan memperbesar terjadinya kecelakaan kerja,
karena alat tersebut bias patah dan mungkin akan melukai diri sendiri atau orang
lain.

2.1.5 Bahan-bahan Kimia


Pemakaian

bahan-bahan

kimia

dalam

jurusan

teknik

sipil

jarang

digunakannamun tidak sedikit pula dijumpai, misalnya peakaian vaselin dan oli
untuk pelumas peralatan kerja.Dalam hal ini kita hars mengetahui sifat-sifat bahan
kimia tersebut dan hendaknya diisimpan di tempat yang aman dan digunakan
secara hati-hati.Bermacam-macam bahan kimia yang digunakan oleh pekerja
instalasi pipa dapat menimbulkan bahaya.Seperti minyak pelumas bekas yang
digunakan untuk memotongv pipa dapat menggelincirkan seseorang, begitu juga
dengan minyak tanah atau naphta yang tercecer dapat menyebabkan terjadinya
kebakaran. Begitu juga bahan kimia drain cleaning (sejenis soda api) dapat
membakar kulit dan membahayakan mata.

2.1.6 Tanggung Jawab


Setiap mahasiswa yang melakukan praktek instalasi pipa harus selalu ingat
akan tanggung jawab terhadap diri sendiri, teman, maupun lingkungan
sekitarnya.Misalnya saat praktikan menuang molten lead (bahan cair untuk
menyambung pipa dari timah panas), orang-orang di sekitarnya harus
diperingatkan bahwa bahan tersebut dapat menyembur.
Praktek Plumbing

Page 4

2.1.7 Tempat Kerja yang Bersih


Tempat kerja menentukan kenyamanan kerja.Tempat kerja yang berserakan
peralatan, material, dan lain-lain merupakan hal yang sangat membahayakan.
Seorang ahli tentang keselamatan kerja menyebutkan bahaya akan tergelincir dan
sandungan. Jangan sekali-sekali membiarkan barang-barang kerja berserakan.

2.1.8 Melakukan Pekerjaan


Saat melakukan pekerjaan,selalu perhatikan keselamatan kerja. Jika semua
pekerjaan dilakukan di atas, gunakan andhang atau papakan pijakan.Jika bekerja
pada galian terbuka, pasanglah penghalang atau pagar agar tidak terjatuh ke dalam
lubang. Periksa pekerjaan, apakah jika diangkat sendiri ringa, berat atau licin
sehingga dapat dipikirkan bagaimana cara memindahkan atau bekerja dengan
benda tersebut secara aman.

2.2 Pipa dan Alat Penyambungnya


2.2.1 Pipa
Pada umumnya, ukuran pipa berdasarkan pada diameter bagian dalam.
Menurut standar Amerikan ukuran pipa adalah: 1, , , 1, 1, 1, 2,
21/2, 3, 4, 5, 6, 8, 10, 12. Pipa dengan diameter lebih besar dari ukuran
tersebut diatas menggunakan ukuran diameter luar. Panjang pipa biasanya 21 feet
untuk satu lonjor ( 6 meter). Untuk memudahkan pengangkutan, pipa-pipa diikat
dalam jumlah tertentu sesuai diameter pipa, misalnya:
Diameter

Ikatan (perbendel)

30

24

18

2.2.2 Proses Pembuatan Pipa Baja


Ada 3 cara pembuatan pipa baja, yaitu:
Praktek Plumbing

Page 5

1. Kampuh Lurus (butt weld)


Dibuat dari lembaran baja rata dengan ujung dipotong persegi. Baja
tersebut disambung dengan las pada kedua ujung persegi. Pipa tersebut
memiliki sambungan pipa yang terlemah diantara ketiga jenis pipa
tersebut.
Gambar:

2. Kampuh Pangkuh (lap weld)


Prosesnya sama dengan Kampuh Lurus, kecuali ujungnya dipingul (purus),
sehingga memiliki sambungan las yang lebih besar dan lebih kuat. Pipa
tanpa sambungan dibentuk oleh tarikan baja panas yang melalui mesin
pembentuk pipa, tanpa sambungan las, dan merupakan jenis pipa yang
paling kuat di antara ketiga jenis pipa tersebut.
Gambar:

3. Menerus (seamless method)


Gambar:

Spesifikasi umum lainnya lebih rinci, yaitu yang ditentukan oleh standar
ASTM. Selain pipa-pipa tersebut, ada juga jenis pipa yang dinyatakan dengan
sebutan SCHEDULE, yaitu:
Praktek Plumbing

Page 6

a. Schedule: 5, 10, 20, 30, 40, 60, 80, 100, 120, 160.
b. Schedule standar.
c. Schedule extra strong (XS).
d. Schedule double extra strong (XXS).
e. Schedule special.

2.2.3 Bahan-bahan Pipa


a. Bahan Untuk Pipa Induk
Untuk pipa induk dapat dipakai bahan dari besi tuang, baja lunak, beton,
asbes semen, baja lapis beton, dan aspal.
Dalam memilih bahan untuk pipa harus memperhatikan keadaan tanahnya
dan volume air yang dialiri.
b. Bahan Untuk Pipa pembagi
Untuk pipa pembagi, dipakai bahan: pipa galvanis, pipa tembaga, PVC,
pipa besi tuang, pipa asbes semen, pipa kuningan, dan pipa timah hitam,
UPVC (Unplastisized PVC).
Pipa Galvanis
Pipa yang terbuat dari baja lunak yang dilapisi seng dengan proses
galvanis untuk menahan karat.
Pipa Tembaga
Pipa yang terbuat dari bahan tembaga yang penyambungnya dengan las
dan memakai ulir, bersifat tahan karat, agak ringan, licin dan mudah
ditekuk.
PVC (Poli Vinyl Chloride)
Pipa untuk air bersih dan pembuangan, sifatnya tidak tahan cuaca, tidak
tahan air panas, tidak berkarat, licin ringan, lembek, dan keras jika dingin.

2.3 Cuk, Kran, dan Katup (Coks, Taps, and Valves)


Istilah Cuk, Kran dan Katup banyak digunaka untuk membedakan nama alat
sambung (fittings) yang dipergunakan untuk mengontrol aliran fluida sepanjang atau
akhir dari pipa saluran.
Cuk terdiri dari wadah yang mencengkeram sumbat puntir, dimana sumbat
puntir memiliki suatu lubang yang dicetak atau dibor tepat di tengah-tengah agar air
Praktek Plumbing

Page 7

dapat mengalir.Cuk ini sapat dibuka penuh atau ditutup penuh dengan memutar
sumbat aliran pada posisi 90o.alat ini dapat ditutup dengan cepat, sehingga
menimbulkan tumbukan (water hammer) dan pada umumnya digunakan untuk
instalasi gas, akan tetapi digunakan juga untuk mengalirkan air.

Gambar Cuk Sumbat (Plug Cocks)


Kran digunakan untuk mengalirkan fluida dan mematikan aliran fluida dengan
jumlah yang dikehendaki, pemasangannya terletak pada ujung pipa.
Katup digunakan untuk mengontrol aliran sepanjang suatu jaringan pipa yang
bias kita kenal dengan sebutan Tipe Global atau Tipe Gerbang, dimana kedua tipe
tersebut membuka dan menutup secara pelan sehingga jarang yang menimbulkan
masalah terhadap daya tumbukan (water hammer). Katup Global digunakan untuk
sistem instalasi yang memiliki tekanan tinggi. Tipe dari dudukan terbuat dari logam
yang biasanya untuk sistem instalasi pemanas serta komposisi katup untuk sistem
tekanan sangat tinggi dimana diperlukan suatu penutupan yang sempurna.

POSITIVE METER / DISK WATER METER


Alat ini digunakan untuk mencatat secara tepat jumlah pemakaian air yang
mengalir melalui instalasi pipa rumah tangga. Ukuran normal meter air tersebut
adalah hingga 2 serta memiliki alat sambung jenis union.

Gambar Positive Meter


Praktek Plumbing

Page 8

INFERENSIAL METER / TURBINE WATER METER


Alat ini dipasang pada instalasi pipa di lingkungan gedung atau industri
dimana aliran airnya besar dan konstan. Meskipun meter air tersebut mengukur atau
mencatatnya tepat untuk aliran air yang besar, akan tetapi tidak tepat untuk mencatat
aliran air yang kecil. Sesuai untuk pipa ukuran 2, 3, 4, 6, 8 serta menggunakan
sambungan flens (Flange).

Gambar Inferensial Water

LOKASI DAN PEMASANGAN


Meter air pada umumnya dipasang di tempat yang mudah dilihat dan mudah
dicapai, tidak terganggu oleh hilir mudik orang dan lalu lintas kendaraan serta di luar
garis sempada bangunan. Meter air dipasang si atas tanah dengan memakai blok beton
atau ditanam di dalam kotak pengaman di dalam tanah.
Pemasangan untuk ukuran pipa di atas 2 untuk industri harus disertai Strainer
(saringan) dan testing meter.

2.4 Ulir Pipa (Threads)


Standar ulir pipa untuk pekerjaan instalasi pipa adalah bentuk V dengan sudut
o

60 . Memiliki perbedaan tinggi yang kecil antara ulir awal dan ulir akhir, yaitu 1/32
per inchi panjang ulir, dimana perbedaan tinggi tersebut akan memberi sambungan
kedap air. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah ulir. Ulir sejumlah 7 pertama dari
ujung pipa merupakan ulir sempurna, yaitu memiliki sudut tajam pada bagian atas dan
bawah. Kebocoran mudah terjadi jika ulir tersebut rusak atau tumpul.
Jumlah ulir per inchi untuk setiap ukuran pipa:
Diameter

Pipa Jumlah Ulir perinci

(inci)
Praktek Plumbing

Page 9

27

18

2 - 12

Sejauh ulir pipa masuk ke dalam alat sambung dalam keadaan rapat sempurna
dan tersisa 2 uliran, dapat dikatakan bahwa hasil uliran tersebut sempurna. Rapat
sempurna dalam hal ini berbeda dengan rapat sekali, jika terlalu rapat menyebabkan
diameter pipa berkurang dan uliran akan membekas pada pipa bagian dalamnya
sehingga pipa menjadi longgar dan hasil ulir akan dangkal dan menyebabkan
kebocoran mudah terjadi.

2.5 Alat-alat Saniter ( Sanitary Fixtures)


Berbagai macam alat saniter diperlukan untuk memenuhi berbagai macam
fungsi khusus serta dipasok air bersih dari pipa induk PDAM atau dari ketel
penyimpan panas. Pasokan air bersih tidak boleh terkontaminasi oleh air buangan
sehingga pada kebanyakan kasus, kran-kran dirancang untuk mengalirkan air di atas
muka banjir (flood level)pada alat saniter guna mencegah resiko sipon balik (back
siphonge) dari air limbah ke dalam instalasi pada air bersih.

BAHAN-BAHAN
Bahan

Sifat

Keramik

Kekuatan
tahan

Digunakan untuk

air

komposisi

dan

derajat Wastafel, sink, toilet

tergantung
bahan

dan

derajat pembakaran
Gerabah Glasur

Warna bagus

Mudah dibuat

Murah

Tanah

liat

Keras

Glasur

Tahan

Sink dan Kloset

Urinal, Sink, Kloset


pemakaian

kasar
Batu Glasur

Cukup keras

Tahan

Saluran, Sink, Bak cuci

pemakaian

kasar
Praktek Plumbing

Page 10

Menyerap jika tidak


diglasur

Porselen

Hasil akhir baik

Wastafel, Fountain (kran

Halus dan anggun

untuk minum)

Tidak

untuk

pemakaian kasar
Logam ringan

Harus dilapisi galvanis Bak minum, Sink


/ enamel

Poliester kaca

Lebih kuat daripada Bath-tub, Sit-bath (jacuzzi)


plastik akrilik

Besi tuang

Terazzo

Bobot berat

Kuat

Bobot berat

Sink, Keranjang wastafel

Bak cuci, Kolam mandi,


Shower

Marble / Onyx

Bobot berat

Wastafel, Bak cuci, Kolam


mandi, Kloset, Bidet, dan
Shower tray

Granit

Bobot berat

Wastafel, Bak cuci, Sitbath, Kolam mandi, Kloset,


Bidet

2.6 Sistem Instalasi Pipa


1. Sistem Instalasi Langsung (Direct System)
Dalam sistem ini, seluruh air yang menuju alat saniter dipasang langsung
pada pipa pelayanan. Jika menara air atau tandonnya tinggi dan dilengkapi sistem
pasok yang baik maka alirannya lancar. Pada sistem ini aliran yang menuju waterheater harus melali tangki yang dapa dipasang di bawah atau di luar atap,
misalnya menara air.
Bilamana alat-alat saniter dihubungkan langsung dengan pipa induk
PDAM, sering terpengaruh sipon balik atau arus balik (back siphonge). Hal ini
terjadi jika ada tekanan negatif pada aliran utama dan dengan adanya outlet atau
alat saniter yang terpasang rendah di bawah permukan arus normal.
Praktek Plumbing

Page 11

2. Sistem Instalasi Tidak Langsung (Indirect System)


Pada sistem ini seluruh hubungan menuju alat saniter tidak langsung
dihubungkan dengan pipa induk PDAM, akan tetapi dihubungkan dengan tangki
air yng terletak lebih tinggi posisinya dari alat saniter yang terpasang.
Sistem ini membutuhkan jumlah pipa banyak, akan tetapi memberikan
persediaan air jika aliran saluran pipa PDAM berhenti atau berkurang, serta
mengurangi pengaruh adanya back siphonge atau arus balik.

2.7 Pemasangan Pipa Air Bersih


Posisi pipa induk air bersih dari instalasi PDAM pada umumnya di tepi
sepanjang jalan, kecuali yang melintasi jalan raya. Pipa-pipa tersebut ditanam di
dalam tanah sedalam 50 80 cm. Untuk pipa air bersih yang dipasang di
pemukimanpemukiman, pada umumnya dipasang di balik plesteran dinding atau di
luar plesteren dinding.

Pasangan pipa

Pasangan pipa

dalam dinding

di luar dinding

2.8 Menghitung Panjang Pipa


Pada pekerjaan instalasi pipa, perhitungan kebutuhan bahan pipa sangat
penting, hal ini dapat menghemat bahan dan biaya serta mempermudah pekerjaan
pemasangan pipa.
Cara mengukur panjang pipa adalah:

Praktek Plumbing

Page 12

a. Diukur seluruhnya dari as ke as (Overall measurement centre to centre)


Gambar:

Pengukuran seperti ini paling sering dijumpai

b. Akhir ulir ke akhir ulir atau akhir pipa ke akhir pipa (End of thread to end of thread or
end of pipe to end of pipe)
Gambar:

c. Akhir ulir ke as alat sambung (End of threads to centre of fitting)


Gambar:

d.

As alat sambung ke as alat sambung (Centre of fitting to centre of fitting)

Gambar:

e. Punggung alat sambung ke punggung alat sambung (Back of fitting to back of fitting)
Gambar:

Praktek Plumbing

Page 13

f. As alat sambung ke punggung alat sambung (Centre of fitting to back of fitting)


Gambar:

g. As alat sambung ke tenggorok alat sambung (Centre of fitting to throat of fitting)


Gambar:

h. Depan alat sabung ke depan alat sambung (Face of fitting to face of fitting)
Gambar:

T = harga dalam tabel (panjang ulir)


F = faktor kelonggaran (F= A T)

Berapa panjang pipa yang harus disediakan, agar setelah pipa disambung, panjangnya
50. (Data yang ada: panjang pipa 50, diameter , alat sambung: Elbow 90o dan
Tee)
Penyelesaian:

Elbow 90o, diameter , maka A = 1 (tabel)

T = (tabel)

F = 1 = 5/8

Tee, diameter , dengan data A dan T sama, diperoleh F = 5/8

Jadi panjang pipa yang harus disediakan = 50 2 (5/8) = 48,7

2.9 Pemeriksaan dan Pengujian Instalasi Pipa


Pelaksanaan pengujian pipa dilakukan oleh:
1. Petugas instansi pemerintah yang berwenang.
Praktek Plumbing

Page 14

2. Konsultan pengawas pelaksanaan pembangunan gedung.


3. Pelaksanaan pembangunan itu sendiri.
4. Petugas yang ditunjuk pemilik gedung.
Pemeriksaan dan pengujian instalasi tersebut diurug bila pipa dipasang di
dalam tanah, diplaster bila di dalam dinding, atau ditempbok dan ditutup langit-langit
(plafond) bila dipasang di atas langit-langit.
Pemasangan pipa dapat dilakukan dengan cara:
1. Sebagian-sebagian.
2. Setelah selesai pemasangan seluruhnya atau total.
3. Pemeriksaan ulang serta pengecekan apa terjadi keboocoran atau tidak pada
instalasinya.

Praktek Plumbing

Page 15

BAB III
JOB SHEET

3.1 Latihan Menggergaji Pipa Galvanis


3.1.1 Dasar Teori
Penggergajian pipa merupakan hal yang termasuk dalam latihan dasar praktek
pipa karena setiap pekerjaan pipa pasti selalu berhubungan dengan hal pemotongan,
baik dengan menggunakan pipe cutter ataupun menggunakan gergaji besi dimana
ukuran setiap pemotongan sesuai instruksi. Untuk mendapatkan hasil pemotongan
yang baik dengan menggunakan pipe cutter adalah mudah, sedangkan dengan
menggunakan gergaji tangan sangatlah susah. Dikarenakan butuh kemampuan yang
baik agar pipa yang terpotong rapi dan bagus serta nantinya pas digunakan dalam
penyambungan.

3.1.2 Alat dan Bahan

Pipa galvanis 1/2, 3/4, 1, panjang 15 cm.

Roll meter.

Gergaji besi.

Pipe-cutter (pemotong pipa).

Kikir.

Pelebar diameter ujung pipa (buring reamer).

Ragum

Penggaris siku.

Penitik.

3.1.3 Langkah Kerja


1. Ukur pipa dengan panjang 15 cm sebanyak 1 buah untuk masing-masing ukuran.
2. Jepit pipa dengan ragum lalu potong sisi awal dengan gergaji dan selanjutnya
mengunakan pipe cutter.
3. Setelah kedua ujung terpotong, perhalus bagian dalam pipa dengan buring
reamer (bagian yang dipotong dengan pipe cutter) dan tepi pipa dengan
menggunakan kikir (bagian yang dipotong dengan gergaji) sampai rata dan siku.
Praktek Plumbing

Page 16

3.1.4 Gambar Kerja

2 cm
1 cm
1 cm
1 cm
2cm

1 cm
1 cm
1 cm

Kedalaman pipa yang dipotong:

Praktek Plumbing

Page 17

3.1.5 Kesimpulan
Di dalam praktek ini, mahasiswa akan dapat memahami penggunaan alat
gergaji besi manual dengan baik dan benar. Untuk mendapatkan hasil pemotongan
yang maksimal potong pipa tegak lurus 90 maupun 45 dengan kecermatan pada
waktu melakukan prosesnya. Sehingga ukuran serta ketepatannya sesuai dengan
ketentuan.

Praktek Plumbing

Page 18

3.2 Latihan Mengulir Pipa Galvanis


3.2.1 Dasar Teori
Mengulir pipa termasuk dalam pekerjaan latihan dasar, dimana dalam pekerjaan
ini dituntut untuk benar-benar teliti dan tidak ceroboh sehingga hasil uliran akan
memenuhi syarat. Uliran pipa ini menunjukkan juga baik tidaknya mutu bahan pipa
karena setelah mengalami penekanan ada yang aus dan ada pula yang tetap bagus. Uliran
memiliki ukuran panjang uliran yang berbeda-beda sesuai dengan diameter yang di
pakai.

3.2.2 Tujuan
Setelah praktek, mahasiswa diharapkan dapat:
a. Semakin mahir menggunakan alat sney dan mesin pengulir.
b. Membuat dan menentukan jumlah uliran secara tepat sehingga pas dengan
diameter sambungan yang digunakan.

3.2.3 Alat dan Bahan


1. Pipa Galvanis
Penguliran secara manual:
1/2 - 15 cm
3/4 15 cm
1

- 15 cm

Penguliran secara marsinal:


1/2 - 5 cm
3/4 5 cm
2. Oli SAE 10.
3. Rol Meter.
4. Ragum Meja / Ragum Kaki Tiga.
5. Peggores/Penitik/Pensil.
6. Pipe Cutter.
7. T-Dies.
8. Obeng.
9. Kwas/Sikat Kawat.
10. Oil Can.
Praktek Plumbing

Page 19

11. Burring Reamer.


12. Mesin Ulir.

3.2.4 Langkah Kerja


a. Untuk penguliran manual.
1. Ukur panjang pipa yang dikehendaki dengan Rol meter sesuai dengan ukuran
yang diminta, tandai dengan penggores dan potong dengan pipe cutter.
2. Ulir pipa tersebut dengan T-Dies, tetesi dengan oli dan bersihkan bram (serbuk
besi)
dengan obeng atau sikat kawat.
3. Samakan diameter dalam pipa dengan burring reamer.
4. Lepaskan T-Dies, ulir bersihkan dengan sikat kawat.
5. Selesai.
b. Untuk penguliran masinal
1. Ulir piipa tersebut dengan Stock-Dies, sambil dialiri pada bagian pipa yang diulir,
dengan oli dan bersihkan bram (serbuk besi) dengan obeng atau sikat kawat.
2. Samakan diameter dalam pipa dengan burring reamer.
3. Ukur panjang pipa yang dikehendaki dengan Rol meter, tandai dengan penggores
dan potong dengan pipe cutter.
4. Selesai.

Gambar Kerja

Praktek Plumbing

Page 20

Gambar: Hasil Penguliran manual


mbar: Hasil Penguliran manual

3.2.5 Kesimpulan
Di dalam praktek ini, mahasiswa dapat menetahui cara mengulir pipa galvanis
dan alat yang digunakan. Untuk mendapatkan hasil penguliran yang maksimal dan
sesuai dengan ketentuan panjang ulirnya tepat dibutuhkan kecermatan pada waktu
melakukan prosesnya. Sehingga ukuran serta ketepatannya sesuai dengan ketentuan
serta pas ketika dipasangkan dengan alat sambungnya.

3.2.6 Gambar kerja

Praktek Plumbing

Page 21

3.3 Lathian Merangkai Instalasi Pendek


3.3.1 Dasar Teori
Pada praktek pemasangan instalasi pendek ini merupakan latihan dasar
untuk praktek lanjutan. Dalam praktek ini akan dilakukan secara berkelompok.
Seluruh latihan yang dilakukan sebelumnya akan dilaksanakan semua dalam
praktek ini. Seperti, memotong, mengulir, dan boaring. Pipa pipa yang telah
dipotong dan diulir dengan ukuran tertentu akan dirangkai menjadi rangkaian pipa
sederhana. Seluruh praktek yang dilakukan harus dilakukan dengan baik dan hati
hati. Agar praktek yang dilakukan berjalan lancar dan hasil rangkaian menjadi
baik.

3.3.2 Tujuan
Pada praktek ini mahasiswa dapat merangkai sebuah pipa sehingga
membentuk suatu instalasi pipa sederhana, serta dapat mengenal macam macam
fungsi dan jenis sambungan.

3.3.3 Alat Dan Bahan


1. Pipa Galvanis

9. T-Dies.

2. Oli SAE 10.

10. Pengunci saluran

3. Rol Meter.

11. Obeng.

4. Ragum Meja / Ragum Kaki

12. Kwas/Sikat Kawat.

Tiga.

13. Oil Can.

5. Peggores/Penitik/Pensil.

14. Burring Reamer.

6. Pipe Cutter.

15. Mesin Ulir.

7. Elbow

16. Kunci Inggris

8. Tee

17. Selotip

Praktek Plumbing

Page 22

3.3.4 Langkah Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.


2. Memotong pipa sesuai ukuran yang telah ditentukan.
3. Ulir kedua ujung pipa menggunakan mesin pengulir.
4. Setelah diulir samakan diameter kedua pipa dengan boaring reamer.
5. Setelah semua pipa selesai diulir. Rangkai semua pipa sesuai gambar kerja
yang telah ditentukan.
6. Sembung masing masing ujung pipa dengan sambungan pipa sesuai seperti
gambar kerja yang telah ditentukan.
7. Pasang tiap tiap sambungan dengan menjepit salah satu ujung pipa dengan
ragum meja, lalu lapisi uliran menggunakan selotip searah dengan arah uliran
dan lapisi uliran 4 5 lapis.
8. Kemudian pasang sambungan pipa dengan kunci inggris. Putar sambungan
pipa hingga kencang.
9. Setelah itu rangkai semua pipa hingga terbentuk rangkaian pipa sederhana
seperti gambar kerja.
10. Uji kebocoran pipa dengan mengaliri pipa dengan air. Jika terjadi kebocoran
cari letak kebocoran tersebut. Setelah ditemukan, lepas dan lapisi kembali
uliran dengan selotip dengan lapisan sedikit lebih tebal. Lalu kecangkan
kembali. Dan uji kembali.

3.3.5

Gambar Kerja

Praktek Plumbing

Page 23

BAB IV
APLIKASI PEMASANGAN PIPA LANJUTAN
( WASTAFEL )

4.1 Dasar Teori


Pada Praktek pemasangan instalasi pipa lanjutan ini, akan dilakukan
pemasangan instalasi pipa air bersih dan air kotor yang dikerjakan dengan
berkelompok. Praktek ini merupakan praktek inti atau praktek yang paling penting
karena pada praktek latihan dasar sebelumnya bertujuan untuk melatih pada praktek
ini agar mampu mengaplikasikan latihan dasar tersebut kedalam bentuk riil
penggunaanya sesuai dengan fungsi yang diinginkan.
Instalasi pipa dilengkapi:
- 2 kran Air.

- 1 set wastafel

- 1 stop kran.
-1 meter air.
Selain dari pipa lanjutan ini, dalam pemasangan wastafel. Ada juga
pemasangan air buangan yang juga berfungsi mengalirkan air buangan baik dari pipa
air bersih dan wastafel. Tinggi instalasi pipa air bersih 60 cm dari muka lantai
sedangkan tinggi untuk pipa air buangan 50 cm dari muka lantai. Untuk tinggi alat
saniternya (wastafel) 80 cm dari muka lantai. Dengan begitu jiak sudah mengetahui
dan memahami dasar teorinya dalam praktek ini akan didapatkan hasil yang baik.

4.2 Tujuan
Dalam praktek ini, mahasiswa diharapkan untuk dapat mengaplikasikan
keahlian dalam latihan dasar mengulir dengan manual maupun masinal, dalam bentuk
praktek pemasangan sesungguhnya.

4.3 Alat dan Bahan


1. Pipa Galvanis 1/2'
2. Pipa PVC. 1.
3. Besi baja.
4. Oli SAE 10.
5. Rol Meter.
Praktek Plumbing

Page 24

6. Ragum Meja / Ragum Kaki Tiga.


7. Peggores/Penitik/Pensil.
8. Pipe Cutter.
9. T-Dies.
10. Elbow
11. Obeng.
12. Kwas/Sikat Kawat.
13. Oil Can.
14. Burring Reamer.
15. Mesin Ulir.
16. Gergaji tangan..
17. Waterpass.
18. Fittings.
19. Isolatape (TBA) 3 buah.
20. Kunci inggris.
21. Wastafel.
22. Stop kran.
23. Kran air 2 buah.
24. Meter air.

4.4 Langkah Kerja


1. Rencanakan bentuk instalasinya sesuai ketentuan, dalam bentuk gambar dan
isometrinya.
2. Hitung kebutuhan bahan yang dibutuhkan.
-

Panjang pipa yang akan dipotong dan

Jumlah alat sambung yang akan digunakan dalam instalasi tersebut.

3. Lakukan pemotongan pipa sesuai dengan kebutuhan.


4. Lakukan penguliran pipa ( lihat panjang ulir pipa yang dibutuhkan).
5. Siapkan peralatan dan bahan yang akan dibutuhkan untuk instalasi tersebut, dengan
alat sambung (fitting) dan pastikan ukuran dan bentuk instalasi sesuai dengan
rencana.
6. Lanjutkan dengan isolatape (TBA) pada setiap sambungan.
7. Pasang instalasi pipa, pada dinding dengan klem pipa.
Praktek Plumbing

Page 25

8. Lakukan pemasangan wastafel sesuai dengan ketentuan dan rencana.Ukur


ketinggian wastafel ( 90 cm dari lantai).
9. Buat tanda untuk menempatkan angker.
10. Bor pada tanda tersebut.
11. Masukkan fischer di dalam lubang pada dinding, kemudian pasangkan angker pada
lubang tersebut.
12. Pasang wastafel pada angker, kemudian pasang klem pada sisi yang lain.
13. Setelah itu lakukan pemasangan pipa.
14. Lalu pasanglah pasang instalasi pipa air buangan.
15. Cek instalasi dengan memberi aliran air dan pastikan tidak ada kebocoran, serta air
buangan dapat berfungsi dengan baik.

4.5

Perhitungan Bahan

1. Daftar Kebutuhan Alat Fitting


No

Bahan

Ukuran

Jumlah

Elbow Galvanis 90o

Elbow PVC

Barrel Nipple

Barrel Union

Socket

Tee Galvanis

Tee PVC

2. Daftar Kebutuhan Lainnya.


N

Spesifikasi

Satua

Jumlah

Water meter

Set

Wastafel

Set

Urinal

Set

Stop kran

Buah

Praktek Plumbing

Page 26

Kran

Buah

TBA

Buah

Klem

Buah

Roll meter

Buah

Waterpass

Buah

3. Perhitungan Kebutuhan Pipa Galvanis dan PVC


No

Spesifikasi

panjang
(cm)

pipa

pipa

sambungan

sambungan

panjang
(cm)

Socket
1

15

11,83

Elbow 900
Elbow 900

30

26,83

Tee 90

Tee 90
3

40
1/2''

Galvanis
4

36,83

Tee 90

Pipa

1/2''

Tee 900

50

46,83

Elbow 90

Elbow 90
5

60

56,83

Elbow 900
Elbow 900

20

16,83

stop kran
JUMLAH

195,95
0

Elbow 90
1

10

Elbow 900

2,38

Elbow 900
2

30
Pipa PVC

Tee 900
1''

1''

22,38

Tee 90
3

40

Tee 900

32,38

Tee 900
4
JUMLAH

Praktek Plumbing

50

Tee 900

42,28
99,52

Page 27

bersih

Sehingga total kebutuhan untuk instalasi pipa lanjutan (Wastafel):


Panjang Pipa Galvanis yang dibutuhkan

: 195,95 cm

Panjang pipa PVC yang dibutuhkan

: 99,52 cm

4.6 Gambar Kerja

Praktek Plumbing

Page 28

BAB V
PENUTUP

5.1

Kesimpulan
Plumbing dapat didefinisikan sebagai sistem plumbing suatu bangunan gedung adalah

pemipaan sistem penyediaan air minum, pemipaan sistem pembuangan air kotor, dan
pemipaan sistem pembuangan air hujan, Karena plumbing, merupakan bagian dari utilitas
bangunan, maka tujuan penempatan Plumbing dalam suatu bangunan gedung juga, agar
penghuni bangunan gedung tersebut merasa aman, nyaman, dan sehat. Dengan dilakukan
praktek perpipaan ini mahasiswa dapat mengetahui cara dan mengenal alat yang berhubungan
dengan pemasangan pipa serta dapat membuat rangkaian sederhana dengan alat sambung pipa
yang sesuai.

5.2

Saran
Dalam melakukan praktek plumbing mahasiswa diharuskan telitian, sabar dan kehati-

hatian dalam penggunaan alat agar dapat menyelesaikan job sheet dengan hasil maksimal.
Diperlukan pula kerja sama yang optimal terutama saat praktek pipa lanjutan dalam hal
pembagian job tiap individu secara tepat agar dapat bertanggung jawab atas pemberian
bagian dalam melakukan kerja tersebut. Sehingga dapat menyelesaikan praktek tersebut tepat
pada waktunya.

Praktek Plumbing

Page 29

LAMPIRAN
1. DAFTAR PERALATAN
1. Nama alat : Gergaji Sengkang (hacksaw)
Fungsi

: Untuk memotong pipa

Gambar

2. Nama alat : Pipe cutter


Fungsi

: Untuk memotong pipa

Gambar

3. Nama alat : Buring Reammer


Fungsi

: Untuk merapikan atau melebarkan lubang pipa

Gambar

4. Nama alat : Bench Vise, Pipe Wrench, Chain Vise, Yoke Vise
Fungsi

: Menjepit pipa

Gambar

Praktek Plumbing

Page 30

1. Bench Vise

2. Pipe Wrench

3. Chain Vise

5. Nama alat : Unting-unting


Fungsi

: Membantu mengatur kelurusan

Gambar

Praktek Plumbing

Page 31

6. Nama alat : Waterpass


Fungsi

: Melihat kedataran pemasangan wastafel

Gambar

7. Nama alat : Oil Can


Fungsi

: Sebagai pelumas agar tidak mengakibatkan panas pada suatu gigi penguliran

Gambar

8. Nama alat : Meteran.


Fungsi

: Sebagai alat ukur.

Gambar

9. Nama alat : T-Dies


Fungsi

: Sebagai alat pengulir pipa galvanis

Gambar

Praktek Plumbing

Page 32

10. Nama alat : Palu


Fungsi

: Sebagai alat memukul.

Gambar

11. Nama alat : Kikir


Fungsi

: Sebagai penghalus.

Gambar

12. Nama alat : Mesin Ulir


Fungsi

: Sebagai alat pengulir pipa galvanis.

Gambar

Praktek Plumbing

Page 33

1. DAFTAR FITTING (ALAT SAMBUNG)

Alat sambung Pipa Galvanis dan PVC:

Praktek Plumbing

Page 34

Gambar:
Hasil
Penguliran
Masinal

Gambar Meter Air :

Keterangan:

No

Spesifikasi

Fungsi

Elbow 90o

Untuk menyambung papa pada


posisi sudut 90o

Elbow PVC

Untuk menyambung pipa PVC


pada posisi sudut 90o

Barrel

Menyambung pipa yang punya

Nipple

jarak dekat.

Barrel

Menyambung pipa jika sulit

Union

untuk disambungkan

Socket

Untuk menyambung 2 buah


pipa yang lurus.

Tee

Untuk menyambung pipa pada


posisi tiga saluran.

Reducing

Untuk menyambung 2 pipa

Socket

yang berbeda ukuran.

Meter Air

Untuk sebagai alat pengukur


debit air yang digunakan.

Keterangan:

Tidak semua alat sambung digunakan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan yang
paling utama dalam instalasi pipa.

Untuk pipa PVC, sambungan sebaiknya diberi lem agar tidak mengalami kebocoran
dan menggunakan TBA untuk pipa galvanis.

Praktek Plumbing

Page 35