Anda di halaman 1dari 5

II.A.

Penapisan Fitokimia
Penapisan fitokimia adalah pemeriksaan kandungan kimia secara kualitatif untuk
mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam suatu tumbuhan. Pemeriksaan
diarahkan pada senyawa metabolit sekunder yang memiliki khasiat bagi kesehatan seperti,
alkaloid, senyawa flavanoid, terpen, tanin, saponin, glikosida, kuinon dan antrakuinon.
II.F.1. Alkaloid
Alkaloid adalah golongan senyawa yang bersifat basa, mengandung satu atau
lebih atom nitrogen biasanya dalam gabungan berbentuk siklik, serta bereaksi dengan
pereaksi alkaoid. Menurut sifatnya alkaloid umumnya berbentuk kristal padat pada
sebagian kecil bersifat cair, memutar bidang polarisasi dan terasa pahit.(30) Alkaloid
bentuk bebas / basanya mudah larut dalam pelarut organik dan sukar larut dalam air.
Namun, alkaloid berupa garam HCl atau H2SO4dapat larut dalam air.(31)
II.F.2. Flavonoid
Flavonoid merupakan senyawa yang umumnya terdapat pada tumbuhan
berpembuluh. Flavonoid terdapat dalam tumbuhan sebagai glikosida dan aglikon
flavonoid. Biasanya dalam menganalisis flavonoid, yang diperiksa ialah aglikon dalam
ekstrak tumbuhan yang sudah dihidrolisis. Proses ekstraksi senyawa ini dilakukan
dengan etanol mendidih untuk menghindari oksidasi enzim.(30) Flavonoid bagi
tumbuhan bertindak sebagai penarik serangga yang berperan dalam proses penyerbukan
dan menarik perhatian binatang yang membantu penyebaran biji.(31)
II.F.3. Steroid dan triterpenoid
Triterpenoid merupakan senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari enam
satuan isoprena dan secara biosintesis diturunkan dari hidrokarbon C30 asiklik, yaitu
skualena. Senyawa ini berstruktur siklik yang umumnya berupa alkohol, aldehida, atau
asam karboksilat. Senyawa tersebut tidak berwarna, kristalin, memiliki titik lebur yang

tinggi, dan umumya sulit untuk dikarakterisasi karena secara kimia tidak reaktif.(30)
Triterpenoid terbagi menjadi empat golongan senyawa berupa triterpena sebenarnya,
steroid, saponin, dan glikosida jantung. Kedua golongan terakhir disebut triterpenoid
esensial atau steroid yang umumnya terdapat dalam tanaman sebagai glikosida.(31)
Steroid merupakan golongan senyawa triterpenoid. Senyawa ini dapat
diklasifikasikan menjadi steroid dengan atom karbon tidak lebih dari 21, seperti sterol,
sapogenin, glikosida jantung, dan vitamin D. Steroid alami berasal dari berbagai
transformasi kimia dua triterpena, yaitu lanosterol dan sikloartenol. Senyawa steroid
dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat.(30)
II.F.4. Tanin
Tanin merupakan senyawa umum yang terdapat dalam tumbuhan berpembuluh,
memiliki gugus fenol, memiliki rasa sepat dan mampu menyamak kulit karena
kemampuannya menyambung silang protein. Jika bereaksi dengan protein
membentuk kopolimer mantap yang tak larut dalam air.
Tanin secara kimia dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu tanin
terkondensasi dan tanin terhidrolisis. Tanin terkondensasi atau flavolan secara
biosintesis dapat dianggap terbentuk dengan cara kondensasi katekin tunggal yang
membentuk senyawa dimer dan kemudian oligomer yang lebih tinggi. Tanin
terhidrolisis mengandung ikatan ester yang dapat terhidrolisis jika dididihkan dalam
asam klorida encer.(30)
II.F.5. Saponin
Saponin adalah glikosida triterpen yang merupakan senyawa aktif permukaan
dan bersifat seperti sabun yang jika dikocok kuat akan menimbulkan busa. Pada
konsentrasi yang rendah sering menyebabkan hemolisis sel darah merah pada tikus.(30)

Pada umumnya, saponin bereaksi netral (larut dalam air), beberapa ada yang bereaksi
asam (sukar larut dalam air) dan sebagian kecil ada yang bereaksi basa.(31)
II.F.6. Glikosida
Glikosida adalah suatu senyawa yang bila dihidrolisis akan terurai menjadi
glikon dan aglikon, atau genin. Glikosida dapat dibedakan menjadi -glukosida dan glikosida. Pada tanaman, glikosida biasanya terdapat dalam bentuk . Umumnya
glikosida mudah terhidrolisis oleh asam mineral dan enzim. Hidrolisis menggunakan
asam membutuhkan panas, sedangkan hidrolisis oleh enzim tidak membutuhkan panas
dan biasanya terjadi pada tanaman selama proses perkecambahan, luka, serta aktivitas
fisiologis sel. Kegunaan glikosida bagi tanaman diantaranya untuk cadangan gula
sementara, sedangkan pada manusia biasanya digunakan untuk obat jantung dan
prekursor hormon steroid.(31)
II.F.7. Kuinon
Senyawa kuinon meliputi sejumlah besar pigmen dalam tanaman. Pada
umumnya, kuinon berwarna merah, kuning, atau cokelat, tetapi dalam bentuk basa
hidroksi kuinon, warnanya menjadi ungu, biru, atau hijau. Kuinon alam dikelompokkan
menjadi antrakuinon, naftokuinon, dan benzokuinon. Antrakuinon seperti aloin dan
emodia memiliki khasiat farmakologi sebagai laksatif.(31)

Cara Skriningnya

1.

Identifikasi Alkaloid
Sebanyak 2 gram serbuk dan ekstrak etanol petai cina dilembabkan dengan ammonia

25% di dalam gelas piala lalu diaduk aduk kemudian ditambahkan 20 ml kloroform, lalu
diaduk dan ditutup dengan alumunium foil serta dipanaskan di atas water bath, kemudian
ditambahkan kloroform secukupnya dan disaring dengan kertas saring. Filtrat diuapkan
sampai setengahnya, lalu dituangkan ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan HCl 15 % 2 3 tetes. Kocok filtrat tersebut sampai terbentuk dua lapisan. Ambil lapisan paling atas
dengan pipet tetes dan masing - masing larutan tersebut di dalam tabung reaksi ditambah
beberapa tetes pereaksi Dragendorf dan pereaksi Mayer. Reaksi dinilai positif bila dengan
pereaksi Dragendorf terbentuk endapan merah bata dan pereaksi Mayer terbentuk endapan
putih.
2.

Identifikasi Saponin
Sebanyak 1 gram serbuk dan ekstrak etanol petai cina diekstraksi dengan air panas

100 ml kemudian disaring. Filtrat didinginkan dan kemudian sebanyak 10 ml dimasukkan


ke dalam tabung reaksi, dikocok vertikal selama 10 detik, kemudian dibiarkan selama 10
menit. Jika terbentuk busa yang stabil dalam tabung reaksi, maka saponin positif.
3.

Identifikasi Tanin
Sebanyak 1 gram serbuk dan ekstrak etanol petai cina diekstraksi dengan air panas

100 ml kemudian disaring. Filtrat sebanyak 5 ml dimasukkan ke dalam tabung reaksi


kemudian ditambahkan beberapa tetes larutan Ferri klorida 1%. Jika terbentuk warna hijau
ungu, maka tanin positif.
4.

Identifikasi Flavanoid
Sebanyak 1 gram serbuk dan ekstrak etanol petai cina diekstraksi dengan air panas

100 ml kemudian disaring. Filtrat sebanyak 5 ml dimasukkan ke dalam corong pisah,

kemudian ditambahkan serbuk Magnesium, 1 ml asam klorida pekat dan amil alkohol, lalu
kocok dan dibiarkan memisah. Jika terbentuk warna jingga dalam lapisan amil alkohol
maka flavanoid positif.
5.

Identifikasi Steroid/ triterpenoid


Sebanyak 2 gram serbuk ekstrak etanol dimaserasi dengan 20 ml eter selama 2 jam,

kemudian disaring dan di uapkan hingga kering. Sisa penguapan dilarutkan dalam 0,5 ml
anhidrida asetat dan selanjutnya larutan dipindahkan ke dalam tabung reaksi kering. Melalui
dinding tabung reaksi, ditambahkan perlahan - lahan 1 ml H2SO4 pekat (LiebermanBuchard). Hasil positif ditunjukkan dengan terbentuknya biru violet pada perbatasan kedua
cairan.

30. Harborne JB. 1987. Metode Fitokimia Terapan dari Phytochemical Methods oleh
Kosasi Padmawinata dan Iwang Soediro. Bandung : Penerbit ITB.
31. Sirait M. 2007. Penuntun Fitokimia Dalam Farmasi. Bandung : Penerbit ITB.