Anda di halaman 1dari 21

SKENARIO 2

(MANAJEMEN PRAKTEK)
Seorang dokter gigi praktek sore telah bekerja selama 15 tahun mempunyai pasien
yang banyak. Tiap hari rata-rata jumlah pasien yang berkunjung sekitar 15 orang.
Semua kegiatan perawatan gigi pasien dia tangani sendiri. Beberapa hari yang lalu
dokter gigi tersebut mengeluhkan adanya kelainan di daerah punggung, leher dan
pergelangan tangannya. Dia merasakan sakit yang luar biasa, bahkan dia tidak
bisa beraktifitas secara normal seperti biasa. Hasil pemeriksaan dokter
menunjukkan bahwa dia mengalami musculoskeletal disorders karena dokter gigi
bekerja tidak secara ergonomi. Saran dari dokter yang merawatnya agar dalam
bekerja merawat pasien dibantu oleh asisten sehingga bekerja secara four handed
dentistry.

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 1

STEP 1
IDENTIFIKASI KATA SULIT
1) Four handed dentistry

: perawatan gigi yang dilakukan dengan

konsep empat tangan bekerja secara bersamaan dengan posisi kerja asisten
dan operator sesuai dengan arah jarum jam. Dimana asisten fokus pada
peralatannya sedangkan operator pada perawatan pasiennya.
2) Musculoskeletal disorders

gangguan

yang

mengenai

sistem

muskuloskeletal biasanya timbul nyeri berkepanjangan, adanya kerusakan


pada otot, saraf, ligamen, persendian, dan kartilago. Rasa sakit berupa
ketegangan otot, inflamasi, dan pada tulang bisa mikrofraktur. Hal tersebut
terjadi karena menerima beban static terlalu lama dan terus menerus.
3) Ergonomi

: ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya

dengan pekerjaannya.

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 2

STEP 2
PERMASALAHAN
1) Aktivitas seperti apa yang dilakukan oleh dokter gigi sehingga terkena
Musculoskeletal disorders (MSDs) ?
2) Bagaimana bekerja secara ergonomi ?
3) Bagaimana sistem kerja four handed dentistry ?
4) Apa manfaat manajemen praktek bagi seorang dokter gigi ?

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 3

STEP 3
ANALISIS MASALAH
1) Penyebab MSDs, yaitu:
Pekerjaan yang dilakukan sendiri oleh dokter gigi tanpa bantuan
asisten seperti halnya mengambil alat sendiri secara terus-menerus
dalam waktu yang lama dan tiba-tiba duduk, berdiri dan
membungkuk tanpa ada jeda.
Posisi kerja yang tidak benar.
Usia dokter gigi.
Kondisi fisik dokter gigi.
Ketegangan pada otot leher yang melihat rongga mulut pasien dan
pada pergelangan tangannya tumpuan kurang tepat.
2) Bekerja secara ergonomi yaitu:
Menggunakan dental chair yang sesuai standart
Pasien dan dokter gigi harus sesuai posisinya dan senyaman
mungkin
Ada jeda antara perawatan tiap pasien
Meletakkan alat-alat yang mudah dijangkau
Posisi sesuai dengan tinggi kita
Memperkecil kelelahan dan beban yang statis
Pada prinsipnya bekerja secara ergonomi, meliputi :
1. Eliminate mengurangi alat
2. Combine mengangkat alat untuk sekali prosedur
3. Re-arrange persiapan alat, prosedur, jadwal
4. Simplify menyederhanakan alat-alat dan prosedur
3) Sistem four handed dentistry
Penerapan four handed dentistry dimana dokter gigi dibantu oleh
asisten dalam melakukan perawatan sehingga bekerja secara ergonomic
dapat tercapai.
Penerapan sistem kerja four handed dentistry di luar negeri dan
Indonesia sedikit terdapat perbedaan. Seperti halnya di Amerika yang
MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 4

merupakan negara maju, sistem kerja pelayanan dibentuk dalam tim yang
terdiri dari dentist, dental hygienist, dental assistant, dan dental
technician. Dentist merupakan dokter gigi yang memberikan pelayanan
kedokteran gigi. Dental hygienist tugasnya mengisi rekam medis serta
melakukan tindakan preventive dentistry. Dental assistent tugasnya
sebagai asisten yang membantu dokter gigi mengambil alat, menyiapkan
bahan, mengontrol saliva, membersihkan mulut, serta mengatur cahaya
lampu selama prosedur perawatan berlangsung. Dental technician bekerja
di laboratorium.
Sedangkan di Indonesia hanya dikenal 2 profesi kesehatan gigi
selain dokter gigi yaitu perawat gigi dan tekniker gigi. Perawat gigi ini
merangkap tugas sebagai dental assistant dan dental hygienist. Tekniker
gigi tugasnya sama seperti dental technician yang bekerja di
laboratorium.
Mengacu kepada sistem kerja di luar negeri dengan 4 profesi
kesehatan gigi yang bekerja pada pelayanan gigi maka disebutlah konsep
four handed dentistry. Oleh karena itu konsep four handed dentistry
menjadi dasar dalam desain tata letak penempatan alat kedokteran gigi
dan di sisi kiri didesain untuk dental assistant bekerja.
Konsep four handed dentistry sesuai dengan arah jarum jam maka
dikenal dengan clock concept. Clock concept ini dibagi menjadi 4 zona,
yaitu:

Static zone

Assistens zone : arah jam 2 sampai 4

Transfer zone : arah jam 4 sampai 8

Operators zone : arah jam 8 sampai 11

: arah jam 11 sampai 2

Posisi pasien sendiri dijadikan pusat, dimana posisi pasien


mengarah pada arah jam 6 dan letak bagian belakang kepala tepat pada
jam 12.

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 5

Clock Concep (Nusanti, 2000)

Static Zone merupakan zona tanpa pergerakan Dokter Gigi maupun


Perawat Gigi serta tidak terlihat oleh pasien, zona ini untuk
menempatkan Meja Instrumen Bergerak (Mobile Cabinet) yang berisi
Instrumen Tangan serta peralatan yang dapat membuat pasien takut.
Assistants Zone merupakan zona tempat pergerakan Perawat Gigi, pada
Dental Unit di sisi ini dilengkapi dengan Semprotan Air/Angin dan
Penghisap Ludah, serta Light Cure Unit pada Dental Unit yang lengkap.
Transfer Zone adalah zona tempat alat dan bahan dipertukarkan antara
tangan dokter gigi dan tangan Perawat Gigi. Operators Zone sebagai
tempat pergerakan Dokter Gigi.

4) Manfaat manajemen praktek bagi dokter gigi, yaitu:


a.

Agar dokter gigi bisa memaksimalkan keprofesionalan dalam


perawatan

b.

Meringankan beban kerja dokter gigi

c.

Mengoptimalkan kualitas pelayanan

d.

Mengurangi ketidaknyamanan operator saat bekerja sehingga


MSDs diminimalisir.

e.

Menghemat waktu dan biaya

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 6

f.

Untuk membangun kepercayaan pasien. Karena kerja yang efisien


dan

kenyamanan

terhadap

pasien

akan

memberikan

rasa

kepercayaan pasien kepada dokter gigi dan membina hubungan


yang positif antara pasien dan dokter gigi.

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 7

STEP 4
MAPPING

MANAJEMEN
PRAKTEK

TIDAK
ERGONOMIS

ERGONOMIS

PRINSIP

APLIKASI

MASALAH /
KELAINAN

FOUR
HANDED
DENTISTRY

MSDs

SISTEM KERJA

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

TATA LETAK

Page 8

STEP 5
LEARNING OBJECTIVE
1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan bekerja secara ergonomis.
2. Mahasiswa mampu dan memahami macam-macam musculuskeletal
disorder.

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 9

STEP 7
PEMBAHASAN DARI LEARNING OBJECTIVE
1) Bekerja secara ergonomis dalam praktek dokter gigi :
Prinsip Ergonomi
1. Re-arrangement
Menyusun kembali letak alat yang akan digunakan untuk melakukan
prosedur dari suatu perawatan sehingga mengurangi pergerakan tidak
perlu selama perawatan.
2. Elimination
Mengeliminasi alat dan bahan yang tidak perlu atau tidak akan digunakan
dalam suatu perawatan.
3. Combination
Menggabungkan 2 alat atau gerakan. Misal menggunakan 1 tahap untuk 2
fungsi dan menggunakan double ended instruments.
4. Simplify
Menyederhanakan alat dan prosedur dengan tata letak alat yang baik
sesuai tahapan prosedur suatu perawatan sehingga pengambilan alat
menjadi mudah.
Prinsip Ergonomis dalam Mengorganisir Ruang :
1. Kenyamanan, peralatan yang paling sering digunakan adalah ditempat
yang paling nyaman untuk operator.
2. Posisi, duduk untuk akses ke pasien tanpa penyimpangan postur, seperti
membungkuk, rotasi dan mencondongkan.
3. Frekuensi, operasi yang paling sering / prosedur dilakukan secara
bersamaan ditempatkan sedekat mungkin.
Penerapan Prinsip Ergonomi dalam Kedokteran Gigi :
1. Pemilihan kursi yang digunakan dokter gigi.
a. Bentuk tempat duduk yang membantu tubuh dalam posisi yang
benar dekat dengan kursi gigi.

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 10

b. Bentuk sandaran yang mendukung punggung agar otot punggung


bagian bawah tetap tegak dan lengkungannya dipertahankan.
c. Sebaiknya ada sandaran lengan dirancang untuk mengurangi
tekanan dan kelelahan pada otot-otot punggung bagian atas, leher
dan bahu dengan membentuk sudut tegak lurus terhadap siku
lengan dokter gigi.
2. Penggunaan Dental-loupe yaitu alat bantu lihat yang dapat memperbesar
obyek yang dilihat sehingga memungkinkan dokter gigi dapat duduk lebih
nyaman.
3. Pencahayaan, dipilih lampu yang arah sinarnya fokus sehingga tidak
menyebabkan bayangan yang mengganggu kenyamanan pasien dan dokter
gigi. Dental unit yang dirancang secara ergonomis, tombol untuk
menyalakan dan memadamkan dental light sudah menyatu pada meja kursi
dental dan juga pada assistant console. Sehingga dengan menerapkan
sistem ergonomis tersebut mudah dijangkau tanpa harus memegang
tangkai lampu yang kurang ergonomis.
4. Menggunakan sarung tangan yang sesuai dengan ukurannya, agar tidak
menambah tekanan di bagian punggung tangan dan ibu jari, yang dapat
mengakibatkan CTS (Carpal Tunnel Syndrome).
Bekerja secara ergonomis:
1. Visual Ergonomi
Surgical loupe disesuaikan dengan sudut inklinasi mata sesuai
dengan postur leher dan sebagai pembantu visual. Apabila operator tidak
menggunakan magnifikasi maka operator akan membengkokkan punggung
untuk mendapatkan kemudahan untuk melihat, namun dengan hal ini akan
mengakibatkan postur tubuh menjadi tidak baik. Selain itu, iluminasi
seharusnya sejajar dengan garis penglihatan operator.
2. Cara Duduk dan Desain Kursi
Apabila

medula

spinalis

tidak

dipertahankan

maka

akan

mengakibatkan sakit dibawah punggung, leher, dan bahu. Kursi saddle

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 11

harus pada posisi tegak saat operatur duduk dan desain harus dapat
mempertahankan medula spinalis. Cara duduk yang benar adalah:
- Sudut pada sendi paha 45
- Paha dalam posisi abduksi
- Telapak kaki rata pada lantai
3. Tumpuan dan Sandaran Jari
Pengaturan penempatan jari manis dari tangan yang memegang alat
membantu dalam mengontrol kerja dan untuk meperbesar aksi instrumen
sebagai pengungkit, dimana pergelangan dan lengan sebagai tuas. Berikut
macam-macam sandaran intraoral:
a. Konvensional: tumpuan diletakkan pada permukaan gigi tetangga dari
gigi yang diinstrumentasi.
b. Berseberangan: tumpuan diletakkan pada permukaan gigi seberang
pada lengkung rahang yang sama.
c. Berlawanan: tumpuan diletakkan pada permukaan gigi dilengkung
rahang yang berlawanan.
d. Jari diatas jari: tumpuan diletakkan pada jari manis diatas telunjuk atau
ibu ajri dengan yang tidak bekerja.
Pergerakan pergelangan tangan dan lengan, keduanya menyatu
menjadi satu sebagai satu tumpuan sehingga pekerjaan akan lebih efisien.
Apabila pergelangan ditekuk, otot pada telapak meregang sehingga kerja
menjadi tidak efektif dan cepat lelah dalam waktu yang lama akan terjadi
inflamasi ligamen dan saraf pergelangan tangan atau yang biasa disebut
dengan sindrom karpal tunel.
4. Posisi pasien
Pasien diposisikan hampir sejajar lantai dan punggung kursi sedikit
dinaikkan. Sedangkan kepala dekat puncak sandaran. Posisi
punggung kursi tergantung perawatan pada kuadran gigi yang
mana, yaitu:
-

Perawatan kuadran 1 dan 2: harus sehorizontal mungkin

Perawatan kuadran 3: sandaran kursi membentuk sudut 30

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 12

Perawatan kuadran 4: sandaran kursi membentuk sudut 40

Cold Stress
Jika pekerja terkena lingkungan yang begitu dingin sehingga tubuh
tidak dapat mempertahankan suhu inti tubuh, maka akan terjadi
hipotermia, yang juga dapat mengancam hidup. Gejala yang disebabkan
oleh cold stress meliputi:
1) Gemetaran
2) Keluarnya kabut dari hidung;
3) Rasa sakit pada bagian extrimitas;
4) Dilatasi pupil;
5) Berkurangnya kekuatan pegangan dan koordinasi; dan / atau
6) Kemungkinan fibrilasi ventrikel dapat terjadi.
Agar ruang kerja dapat memenuhi persyaratan kesehatan perlu
dilakukan upaya-upaya sebagai berikut dalam manajemen suhu dan
kelembaban ruang praktek dokter gigi :
1. Tinggi langit-langit dari lantai minimal 2,5 m.
2. Bila suhu > 28C perlu menggunakan alat penata udara seperti Air
Conditioner (AC), kipas angin, dan lain-lain.
3. Bila suhu udara luar < 18C perlu menggunkan pemanas ruangan.
4. Bila kelembaban ruang kerja :
a. > 60% perlu menggunakan alat dehumidifier.
b. < 40% perlu menggunakan alat humidifier (misalnya: mesin
pembentuk aerosol).
Untuk ruangan kerja yang ber AC harus memiliki lubang ventilasi
minimal 15% dari luas lantai.

Sebaiknya dalam praktik dokter gigi harus bekerja secara ergonomik yaitu
dokter gigi tidak melakukan pekerjaannya sendirian agar tidak terjadi
muskuluskeletal disorders. Pekerjaan dokter gigi di klinik bisa dibantu oleh
perawat gigi sebagai asisten dokter.

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 13

Tindakan Untuk Mengurangi Gangguan Muskuloskeletal


Masalah muskuloskeletal dapat dikelola atau dikurangi

secara efektif

menggunakan pendekatan multifaset yang termasuk :


1. postural Teknik Kesadaran
Diantara nya :
a. Mempertahankan kurva punggung bawah
b. Gunakan pembesaran
c. Sesuaikan kursi Operator benar
2. Strategi Penempatan
Diantaranya
a. Hindari posisi statis
b. Bergantian antara berdiri dan duduk
c. Reposisi kaki
d. Posisikan pasien pada kedudukan yang tepat
e. Hindari gerakan memutar
3. Istirahat berkala dan Peregangan
istirahat berkala dan perengangan antar pasien yang ditangani oleh
operator sangatlah penting dilakukan. Hal ini akan membiarkan otot-otot
rileks sebentar sehingga baik otot dan sendi tidak berkontraksi terusmenerus
4. Latihan Penguatan
a. Latihan aerobic
b. Managemen stres. Meliputi : teknik pernapasan, relaksasi progresif,
c. visualisasi, pijat, meditasi atau yoga

5. Edukasi
Untuk melindungi kesehatan mereka sendiri, dokter gigi harus mencari
dan menerima pendidikan tentang kesehatan muskuloskeletal, cedera
pencegahan dan dental ergonomi. Idealnya, pendidikan ini harus dimulai
selama sekolah gigi dan sampai menjalani kehidupan

dokter gigi

profesional.

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 14

2) Musculoskeletal Disorder (MSDs)


Penyebab MSDs :
Penggunaan sarung tangan yang terlalu ketat dan berulang kali.
Menggenggam alat dengan tenaga berlebih dan berulang. Misal saat
melakukan preparasi saluran akar konvensional dan scalling.
Posisi duduk operator yang tidak benar sehingga menyebabkan low
back pain
Cara menggenggam yang salah
Faktor predisposisi yaitu dari penyakit sistemik yang berhubungan
dengan metabolisme tubuh. Misal penyakit diabetes mellitus, arthritis,
dan hipotiroid. Karena metabolisme tubuh yang terganggu, akan
mengakibatkan kurangnya energi bagi tubuh maupun otot untuk
beraktivitas
Postur yang berisiko untuk musculoskeletal disorder:
a) Semua posisi dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan
kelelahan apabila dilakukan terus menerus dalam waktu
yang lama. Contohnya berdiri, dapat menyebabkan sakit
pada kaki, kelelahan otot, serta low back pain. Dalam hal
ini ada dua aspek yang mempengaruhi yang pertama adalah
posisi tubuh, dimana bagian tubuh yang dekat dengan
bagian untuk bergerak, melonggarkan, dan menekan
terkena langsung pada tendon dan pembuluh darah. Kedua
menahan leher dan pundak pada posisi yang tetap dapat
menyebabkan kontraksi pada bagian pundak dan leher.
Kedua aspek ini dapat menyebabkan menurunnya aliran
darah dan rasa tidak nyaman bahkan sakit.
b) Repentitive movement, merupakan suatu gerakan yang sama
terus menerus dan menyebabkan ketidaknyamanan pada
sendi dan otot.
c) Vibrasi berefek pada tendon, otot, sendi, serta saraf.
Terdapat dua macam vibrasi, yaitu vibrasi pada seluruh
MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 15

seluruh tubuh yang biasa terjadi pada sopir truk atau bus
dan vibrasi secara lokalisasi. Vibrasi secara lokalisasi ini
biasa disebabkan karena peralatan dengan gejala jari kaku,
kesemutan, sakit, posisi tubuh yang aneh karena sulitnya
mengontrol gerakan, dan kehilangan rasa pada tangan dan
telapak.
Selain itu terdapat faktor yang menyebabkan MSDs yaitu faktor
pekerjaan, faktor individu, dan faktor lingkungan.
a) Faktor pekerjaan
Faktor ini berkaitan dengan posisi, penggunaan tenaga
yang dilakukan dalam waktu lama dan berulang-ulang.
Faktor pekerjaan ini meliputi : postur janggal, postur
statis, penggunaan tenaga, dan pergerakan repetitif
b) Faktor Individu
Meliputi : usia, jenis kelamin, kekuatan fisik, masa
kerja, dan penyakit sistemik
c) Faktor lingkungan
Vibrasi
Paparan dari getaran lokal terjadi ketika bagian tubuh
tertentu kontak dengan objek yang bergetar seperti alat-alat
yang menggunakan tangan. Vibrasi dengan frekuensi tinggi
menyebabkan kontraksi otot bertambah sehingga peredaran
darah tidak lancar dan terjadi penimbunan asam laktat
sehingga muncul gejala nyeri.
Mikroklimat
Termasuk di dalamnya adalah suhu, udara, kelembaban,
panas radiasi dan kecepatan gerakan udara.Kaitannya
dengan suhu adala bahwa suhu di Indonesia dirasa nyaman
24-26 derajat celcius dengan toleransi 2-3 derajat di atas
atau di bawahnya. Paparan suhu yang terlalu dingin akan
dapat menurunkan kelincahan, kepekaan dan kekuatan
pekerja sehingga gerakan pekerja menjadi lamban, sulit

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 16

bergerak dan disertai menurunnya kekuatan otot. Begitu


pula dengan suhu yang terlalu panas. Perbedaan suhu
lingkungan dengan suhu tubuh yang terlampau besar akan
menyebabkan sebagian energi dalam tubuh termanfaatkan
oleh tubuh untuk adaptasi dengaan lingkungan tersebut.
Mikroklimat yang tidak dikendalikan dengan baik akan
berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan pekerja dan
gangguan kepekaan, sehingga meningkatkan beban kerja
sehingga mempercepat munculnya kelelahan.

Macam MSDs :
1.

Tension Neck Syndrome, adalah ketegangan pada otot leher yang


disebabkan oleh postur leher flexion ke arah belakang dalam waktu yang
lama sehingga timbul gejala kekakuan pada otot leher, kejang otot, dan
rasa sakit yang menyebar ke bagian leher.

2.

Trigger finger, adalah rasa sakit dan tidak nyaman pada bagian jari-jari
akibat tekanan yang berulang pada jari-jari (pada saat menggunakan alat
kerja yang memiliki pelatuk) yang menekan tendon secara terus-menerus
hingga ke jari- jari.

3.

Focal Hand Dystonia. Adalah kram tangan yang biasa dialami oleh penulis
ataupun pemusik.

4.

Carpal Tunnel Syndrome (CTS), yaitu tekanan pada saraf tengah yang
terletak di pergelangan tangan yang dikelilingi jaringan dan tulang.
Penekanan tersebut disebabkan oleh pembengkakan dan iritasi dari tendon
dan penyelubung tendon. Karena aktivitas yang berulang maka
menyebabkan penekanan pada nervus medianus. Gejalanya seperti rasa
sakit pada pergelangan tangan, perasaan tidak nyaman pada jari-jari, dan
mati

rasa/kebas.

CTS

dapat

menyebabkan

seseorang

kesulitan

menggenggam.
5.

Tendinitis, merupakan peradangan (pembengkakan) hebat atau iritasi pada


tendon, biasanya terjadi pada titik dimana otot melekat pada tulang.
Keadaan tersebut akan semakin berkembang ketika tendon terus menerus

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 17

digunakan untuk merngerjakan hal-hal yang tidak biasa (penggunaan


berlebih atau postur janggal pada tangan, pergelangan, lengan, dan bahu)
seperti tekanan yang kuat pada tangan, membengkokan pergelangan
tangan selama bekerja, atau menggerakan pergelangan tangan secara
berulang, jika ketegangan otot tangan ini terus berlangsung, akan
menyebabkan tendinitis.
6.

Bursitis, adalah kondisi peradangan pada lapisan bursal atau cairan


synovial yang terbungkus dalam bursa. Peradangan dari setiap bursa dapat
membatasi aktivitas. Peradangan pada cairan synovial dapat menyebabkan
bursa membesar.

7.

Intersection Syndrome, disebabkan oleh rusaknya tendon pergelangan


tangan yaitu di daerah ibu jari dan fleksi pergelangan tangan yang
mengalami fleksi dan ektensi yang berulang.

8.

Thoracic Outlet Syndrome, merupakan keadaan yang mempengaruhi bahu,


lengan, dan tangan yang ditandai dengan nyeri, kelemahan, dan mati rasa
pada daerah tersebut. Terjadi jika lima saraf utama dan dua arteri yang
meninggalkan leher tertekan. Thoracic Outlet Syndrome disebabkan oleh
gerakan berulang dengan lengan diatas atau maju kedepan.

9.

Tennis Elbow
Tennis elbow adalah suatu keadaan inflamasi tendon ekstensor, tendon
yang berasal dari siku lengan bawah dan berjalan keluar ke pergelangan
tangan. Tennis elbow disebabkan oleh gerakan berulang dan tekanan pada
tendon ekstensor.

10.

Low Back Pain


Low back pain terjadi apabila ada penekanan pada daerah lumbal yaitu L4
dan L5. Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan posisi tubuh membungkuk
ke depan maka akan terjadi penekanan pada discus.Hal ini berhubungan
dengan posisi duduk yang janggal, kursi yang tidak ergonomis, dan
peralatan lainnya yang tidak sesuai dengan antopometri pekerja.

11.

Tenosynovitis, merupakan inflamasi pada tendon sheath sebagai akibat


luka selama pergerakan fisik yang apabila dibiarkan akan terjadi trigger
finger.

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 18

12.

Sakit leher
Sakit leher merupakan gejala umum yang terjadi di daerah leher. Hal itu
terjadi karena adanya peningkatan ketegangan otot atau myalgia, leher
miring atau kaku leher. Dokter gigi bisa mengalami sakit leher jika tidak
menerapkan sistem kerja secara ergonomis yaitu saat menolehkan lehernya
terhadap rongga mulut pasien secara terus-menerus.

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 19

DAFTAR PUSTAKA

Andayasari, Lelly dan Anorital. 2012. Gangguan Muskuloskeletal pada Praktik


Dokter Gigi dan Upaya Pencegahannya. Media Litbang Kesehatan
Volume 22 Nomor 2.
Anonim. Ergonomics And Dental Works. Occupational Health Clinics For Ontario
Workers Inc.
Endro, H. 2004. Perspektif Baru dalam Desain Tempat Praktek. Dentamedia,
Nomor 1 Volume 8.
Finkbeiner, B, dan C. Fainkbeiner. 2001. Practice Management for Dental Team.
St Louis : Mosby.
Martin, Max M et al. 2004. An Introduction to Ergonomics: Risk Factors, MSDs,
Approaches and Interventions. American Dental Association.
OSH, Answer. 2014. Work Related Musculoskeletal Disorder-Risk Factor.
Canada: Canadian Centre for Occupational.

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 20

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN

Page 21