Anda di halaman 1dari 4

UKL-UPL Pembangunan Kawasan Perumahan Citragarden Samarinda

C. DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP SERTA UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

Tabel 6. Matriks Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan Pembangunan Kawasan Perumahan Citragarden Samarinda
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
SUMBER DAMPAK

JENIS DAMPAK

BESARAN
DAMPAK

BENTUK UPAYA PENGELOLAAN


LINGKUNGAN HIDUP

A. Tahap Pra Konstruksi


1. Sosialisasi Kegiatan Sikap dan Persepsi Adanya dukungan masyarakat - Melakukan koordinasi dengan ketua RT
masyaraakt
terhadap rencana pembangunan dan Lurah mengenai adanya rencana
kawasan perumahan
pembangunan kawasan perumahan
Citragarden Hills terutama
- Memasang spanduk atau pengumuman
warga yang tinggal di sekitar
mengenai rencana pembangunan
lokasi pembangunan
kawasan perumahan di sekitar lokasi
kegiatan.

LOKASI PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
Pemukiman sekitar lokasi
kegiatan dan Kelurahan
Loa Bakung

2. Pembebasan Lahan

Konflik Sosial

Terjadi sengketa lahan antar - Selalu melaksanakan komunikasi timbal Kelurahan Loa Bakung
masyarakat dan munculnya balik terhadap masyarakat dengan
Kecamatan Sungai Kunjang
provokasi-provokasi mengenai
sistem sosialisasi
kepemilikan lahan
- Melakukan sosialisasi mengenai batasbatas tanah/lahan yang akan
dibebaskan
- Melibatkan pemerintah kelurahan,
kecamatan setempat dan instansi terkait
(Badan Pertanahan Kota Samarinda)
dalam proses pembebasan lahan

B. Tahap Konstruksi
1. Perekrutan tenaga
kerja

Kesempatan kerja

70% tenaga kerja yang direkrut - Melakukan koordinasi dengan ketua RT - Pemukiman sekitar
berasal dari sekitar lokasi
setempat dan Lurah Loa Bakung
lokasi kegiatan dan
kegiatan sejumlah 35 orang
mengenai adanya penerimaan tenaga
Kelurahan Loa Bakung
kerja
- Kantor Administrasi
- Memprioritaskan tenaga kerja yang
berasal dari sekitar lokasi kegiatan
- Pembayaran upah disesuaikan dengan
Upah Minimum Provinsi (UMP)

2. Mobilisasi Dan
Penurunan kualitas Limbah yang dihasilkan dari
Sekitar lokasi proyek dan
- Melakukan kegiatan mobilisasi dan
Demobilisasi Alat dan udara
kegiatan mobilisasi dan
demobilisasi peralatan pada saat malam jalan umum yang dilalui
Bahan
demobilisasi peralatan yaitu
hari yaitu pada waktu masyarakat/warga
debu debu yang beterbangan
sedang istirahat/tidur
sejumlah :
- Melakukan penyemprotan terlebih
153,63 g/m3 perhari (tanpa
dahulu sebelum dilakukan pengerjaan
muatan)
fisik sehingga penyebaran debu
Dan
Indeks
Standar
partikulat dapat dilokalisir
Pencemaran
Udara
yang - Membersihkan jalan yang dilalui dari
dihasilkan 200 299 (Kep. Ka. tanah yang melekat pada jalan yang
Bapedal Nomor 107 tahun
berpotensi menimbulkan debu akibat
1997)
aktivitas kendaraan (dump truck) keluar
masuk dari lokasi proyek

Gangguan
Lintas Umum

13

Lalu Peningkatan frekuensi lalu - Melakukan kegiatan mobilisasi dan


Jl. Korpri, Jl. Jakarta dan
lintas
darat
khususnya demobilisasi peralatan pada saat malam jalan yang dilalui
Jl. Jakarta
kendaraan proyek
hari yaitu pada waktu masyarakat
sedang istirahat/tidur
- Membatasi jumlah kendaraan
pengangkut peralatan dan material
dengan cara memberi interval waktu
sekitar 30 menit s/d 1 jam antar
kendaraan.
- Bekerja sama dengan Dinas
Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas
Sektor Sungai Kunjang dalam mobilisasi
dan demobilisasi peralatan

UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP


PERIODE
PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP

BENTUK UPAYA PEMANTAUAN


LINGKUNGAN HIDUP

Selama kegiatan
- Melakukan pengamatan langsung
sosialisasi dan sebelum
warga yang bermukim di sekitar
pelaksanaan
lokasi pembangunan/proyek
pembangunan
- Melakukan wawancara terhadap
warga di sekitar lokasi
pembangunan/proyek

Selama kegiatan
pembebasan lahan

LOKASI PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP
Pemukiman sekitar lokasi
kegiatan dan Kelurahan
Loa Bakung

- Melakukan pengamatan langsung di Kelurahan Loa Bakung


Kecamatan Sungai Kunjang
lapangan
- Wawancara mendalam dengan
masyarakat,tokoh masyarakat dan
pemuda
- Pengambilan data primer melalui
questioner atau diperoleh dari
kantor desa dan kantor camat

PERIODE
PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP

INSTITUSI PENGELOLAAN DAN


PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

Selama kegiatan
a. Instansi Pelaksana :
sosialisasi dan
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
sebelum pelaksanaan b. Instansi Pengawas :
pembangunan
- Pemerintah Kel. Loa Buah
- Kecamatan Sungai Kunjang
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarinda
Pemantauan dilakukan
selama kegiatan
pembebasan lahan
berlangsung

a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- Bappeda Kota Samarinda
- Badan Pertanahan Nasional Tk. II
- BLH Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarinda

Selama kegiatan
- Memoniroting sistem pembayaran Kantor sementara
perekrutan tenaga kerja
pelaksanaan pekerjaan
upah
berlangsung
- Tidak melakukan kecurangan dalam
pembayaran upah

Selama kegiatan
perekrutan tenaga
kerja

a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarinda
- Disnakertrans Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarinda

Selama kegiatan
mobilisasi peralatan

Pemantauan dilakukan
selama kegiatan
mobilsasi peralatan
berlangsung

a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarinda
- Dinas Perhubungan Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarinda

Sekitar lokasi proyek dan


- Pengamatan langsung
- Pengambilan sampel menggunakan jalan umum yang dilalui

dust collector

- Mengawasi dan memonitor


pembersihan jalan.
- Mengukur jumlah debu dengan
menggunakan rumus :
eu = 5,9 (s/12) (V/30) (W/3)0,7 (w/4)0,5
(d/365)
Dimana :
eu = Jumlah debu per penjang jalan
(lb/mil)
s
= Silt content (%)
V
= Kecepatan
kendaraan
(mil/jam)
W = Berat kendaraan (ton)
w
= Jumlah roda kendaraan
d
= Jumlah hari tidak hujan

Selama kegiatan
mobilisasi dan
demobilisasi peralatan

- Mengawasi dan memonitor jarak dan Jl. Korpri, Jl. Jakarta dan
waktu antar kendaraan pengangkut jalan yang dilalui
kendaraan proyek
peralatan dan material
- Memberi rambu-rambu lalu lintas di
jalan umum dan jalan sekitar lokasi
proyek khususnya poros Jl. Jakarta
dan Jl. Korpri

Selama kegiatan
a. Instansi Pelaksana :
mobilisasi dan
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
demobilisasi peralatan b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarinda
- Dinas Perhubungan Kota Samarinda
- Polsek. Sungai Kunjang
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarinda

KET

UKL-UPL Pembangunan Kawasan Perumahan Citragarden Samarinda

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP


SUMBER DAMPAK

JENIS DAMPAK

BESARAN
DAMPAK

BENTUK UPAYA PENGELOLAAN


LINGKUNGAN HIDUP

Sikap dan persepsi Jalan umum yang sering - Tidak melakukan mobilisasi peralatan
negatif masyarakat digunakan oleh masyarakat
pada saat musim hujan
mengalami kerusakan sebesar - Memperbaiki jalan yang rusak akibat
50% atau dikategorikan rusak mobilisasi peralatan
sedang hingga berat

3. Pembersihan Lahan Penurunan kualitas Kadar gas polutan yang


dan
udara
dihasilkan operasional alat
Pematangan/Penyiaberat yaitu
pan Lahan
- Debu :
233,856 g/m3 perhari
- CO :
30.100 ug/Nm3
- NO2 :
405 ug/Nm3
- HC :
55 ug/Nm3
Dan
Indeks
Standar
Pencemaran Udara yang
dihasilkan 200 299 (Kep.
Ka. Bapedal Nomor 107 tahun
1997)
Peningkatan
Tingkat
kebisingan
yang
intensitas
dihasilkan yaitu 78 dB (A)Kep.
kebisingan
Men LH No. 48/1996

UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

PERIODE
BENTUK UPAYA PEMANTAUAN
LOKASI PEMANTAUAN
PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
LINGKUNGAN HIDUP
Sekitar lokasi proyek dan Selama
kegiatan - Pengamatan langsung
Sekitar lokasi proyek dan
jalan umum yang dilalui
mobilisasi
dan - Mengawasi dan memonitor titik-titik jalan umum yang dilalui
demobilisasi peralatan
dan badan jalan yang
rawan kerusakan jalan.
mengalami kerusakan
LOKASI PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP

PERIODE
PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP
Pemantauan dilakukan
selama
kegiatan
mobilasasi
dan
demobilisasi peralatan
berlangsung

- Pemilihan sistem, metode dan teknologi Di dalam lokasi


pembangunan kawasan
pembukaan lahan yang diperkirakan
perumahan
dapat meminimalkan timbulnya debu.
- Penggunaan masker anti debu secara
kontinu bagi pekerja, atau pada aktifitas
yang berdekatan dengan sumber
pencemar.
- Melakukan perawatan kendaraan secara
berkala terutama pada mesin dan
saluran pembuangan
- Memasang alat pada mesin seperti filter
udara

Selama kegiatan
Di dalam lokasi
- Melakukan pengamtan langsung
pembersihan lahan dan - Melakukan pemeriksaan terhadap
pembangunan kawasan
penyiapan lahan
saluran pembuangan pada alat-alat perumahan
berat yang merupakan sumber emisi
gas bergerak menggunakan
- Mengontrol filter udara pada mesin
alat berat

Selama kegiatan
pembersihan lahan
dan penyiapan lahan

Melakukan perawatan kendaraan secara Di dalam lokasi


berkala terutama pada mesin dan saluran pembangunan kawasan
pembuangan
perumahan

Selama kegiatan
- Melakukan pengamtan langsung
pembersihan lahan dan - Melakukan pengukuran dengan
penyiapan lahan
menggunakan sound level meter
sehingga diketahui intensitas
kebisingan yang disebabkan oleh
aktivitas alat berat

Di dalam lokasi
pembangunan kawasan
perumahan

Selama kegiatan
pembersihan lahan
dan penyiapan lahan

Di dalam lokasi
pembangunan kawasan
perumahan

Selama kegiatan
Di dalam lokasi
- Melakukan pengamatan langsung
pembersihan lahan dan - Memberikan batas/pagar areal yang pembangunan kawasan
penyiapan lahan
merupakan zona penyangga yang perumahan
telah dibuat

Selama kegiatan
pembersihan lahan
dan penyiapan lahan

Peningkatan erosi - Terjadinya peningkatan erosi - Melakukan pembersihan lahan dan


Di dalam lokasi
dan sedimentasi
pembangunan kawasan
sebesar 15,30
pematangan lahan seefisien mungkin
Ton/Ha/tahun dengan
sesuai dengan kebutuhan dan dilakukan perumahan
menggunakan rumus A =
secara bertahap
R.K.LS.CP
- Melakukan kegiatan pembersihan lahan
- Terbentuknya alur-alur dan
pada musim kemarau
parit-parit pada lokasi
- Menumpuk batang pohon dan cacahan
pembersihan lahan
tumbuhan (sisa pembersihan lahan)
pada daerah yang rawan erosi untuk
dapat menekan laju erosi tanah
- Menjadikan areal dengan kelerengan
>15% menjadi zona penyangga atau
zona konservasi dan dapat dilakukan
sistem teras
- Membuat kolam pengendapan
(sediment pond)
-

Selama kegiatan
Di dalam lokasi
- Melakukan pengamatan langsung
pembersihan lahan dan
pembangunan kawasan
dilapangan
penyiapan lahan
perumahan
- Mengumpulkan data dengan
menggunakan tongkat penduga
berskala (m) yang ditancapkan pada
areal lokasi proyek yang telah
dibuka atau dilakukan cut n fill

Selama kegiatan
pembersihan lahan
dan penyiapan lahan

Perubahan bentang Terjadinya perubahan topografi - Tidak melakukan pematangan


alam
dari kondisi awal yaitu agak
lahan/perataan lahan dengan kondisi
curam menjadi datar hingga
kelerengan > 15%
bergelombang
- Menjadikan areal dengan kelerengan
>15% menjadi zona penyangga atau
zona konservasi dan dapat dilakukan
sistem teras

INSTITUSI PENGELOLAAN DAN


PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarida
- Dinas Bina Marga Kota Samarinda
- Pemerintah Kelurahan Loa Bakung
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarida
a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarida
- Dinas Bina Marga Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarida

a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarida
- Dinas Bina Marga Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarida
a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarida
- Dinas Bina Marga Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarida

a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarida
- Dinas Bina Marga Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarida

KET

14

UKL-UPL Pembangunan Kawasan Perumahan Citragarden Samarinda

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP


SUMBER DAMPAK

JENIS DAMPAK

BESARAN
DAMPAK

BENTUK UPAYA PENGELOLAAN


LINGKUNGAN HIDUP

LOKASI PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP

4. Pembuatan Jalan,
Penurunan kualitas Limbah yang dihasilkan dari
Di dalam lokasi
- Melakukan penyemprotan terlebih
Saluran Drainase dan udara
kegiatan ini yaitu debu debu
dahulu sebelum dilakukan pengerjaan pembangunan kawasan
Lubang Resapan
yang beterbangan sejumlah :
perumahan
fisik sehingga penyebaran debu
partikulat dapat dilokalisir
233,86 g/m3 perhari
Dan
Indeks
Standar - Membersihkan jalan yang dilalui dari
Pencemaran
Udara
yang tanah yang melekat pada jalan yang
dihasilkan 200 299 (Kep. Ka. berpotensi menimbulkan debu akibat
Bapedal Nomor 107 tahun
aktivitas kendaraan (dump truck) keluar
1997)
masuk dari lokasi proyek

5. Pembangunan Fisik
Perumahan/Bangunan

UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP


PERIODE
PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
Selama kegiatan
pembuatan jalan,
saluran drainase dan
lubang resapan

BENTUK UPAYA PEMANTAUAN


LINGKUNGAN HIDUP

Di dalam lokasi
- Pengamatan langsung
- Pengambilan sampel menggunakan pembangunan kawasan
perumahan
dust collector
- Mengawasi dan memonitor
pembersihan jalan.
- Mengukur jumlah debu dengan
menggunakan rumus :

Di dalam lokasi
pembangunan kawasan
perumahan

Selama kegiatan
pembuatan jalan dan
saluran drainase

Lokasi pembangunan
perumahan

Selama kegiatan
- Melakukan pengamatan langsung
pekerjaan pembersihan - Mengawasi dan memonitoring
lahan dan pematangan
pekerja selama melakukan
lahan
pekerjaan fisik perumahan

Lokasi pembangunan
perumahan

Keselamatan kerja

Lokasi pembangunan
perumahan

- Menyediakan tali pengaman, sepatu


safety serta helm untuk tenaga kerja
konstruksi bangunan

INSTITUSI PENGELOLAAN DAN


PERIODE
PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP
Selama kegiatan
a. Instansi Pelaksana :
pembuatan jalan,
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
saluran drainase dan b. Instansi Pengawas :
lubang resapan
- BLH Kota Samarinda
- Dinas Perhubungan Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarinda

eu = 5,9 (s/12) (V/30) (W/3)0,7 (w/4)0,5


(d/365)
Dimana :
eu = Jumlah debu per penjang jalan
(lb/mil)
s
= Silt content (%)
V
= Kecepatan
kendaraan
(mil/jam)
W = Berat kendaraan (ton)
w
= Jumlah roda kendaraan
d
= Jumlah hari tidak hujan

Peningkatan erosi - Terjadinya peningkatan erosi - Melakukan pembuatan jalan dan saluran
dan sedimentasi
sebesar 8,56
drainase seefisien mungkin sesuai
Ton/Ha/tahun dengan
dengan kebutuhan dan dilakukan secara
menggunakan rumus A =
bertahap
R.K.LS.CP
- Melakukan kegiatan pembuatan jalan
- Terbentuknya alur-alur dan
dan saluran drainase pada musim
parit-parit disekitar jalan
kemarau
kerja
- Menumpuk batang pohon dan cacahan
tumbuhan (sisa pembersihan lahan)
pada daerah yang rawan erosi untuk
dapat menekan laju erosi tanah
- Membuat folder atau kolam
pengendapan
- Membuat parit di kiri dan kanan jalan
kerja untuk menyalurkan larian air
permukaan ke folder atau sedimen pond
- Melengkapi parit-parit tersebut dengan
jebakan sedimen (sediment trap)
- Permukaan jalan dibuat agak cembung
untuk menghindari genangan air.
- Meratakan kembali permukaan badan
jalan yang telah mengalami erosi
alur/parit.
Keselamatan kerja - Adanya kecelakaan kerja
- Menggunakan alat berat sesuai dengan
yang dialami oleh tenaga
prosedur pengoperasian alat berat
kerja pada saat melakukan
- Menyediakan sepatu safety serta helm
pembersihan lahan dan
untuk tenaga kerja
kecelakaan yang
- Memberikan rambu-rambu di dalam
diakibatkan alat berat dan
lokasi seperti dilarang melintas di jalan
lain-lain
ini sedang ada operasional alat berat
dan lain-lain
Limbah padat
Sisa-sisa material pembangunan - Mengumpulkan sisa-sisa material dan
dan sampah dari aktivitas
sampah tersebut pada suatu tempat
tenaga kerja sebanyak
atau tempat penampungan sementara
10 kg/hari
(TPS) sebelum diangkut menuju tempat
pembuangan akhir (TPA)

- Adanya kecelakaan kerja


yang dialami oleh tenaga
kerja konstruksi bangunan

LOKASI PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP

Di dalam lokasi
- Melakukan pengamatan langsung
pembangunan kawasan
dilapangan
perumahan
- Mengumpulkan data dengan
menggunakan tongkat penduga
berskala (m) yang ditancapkan pada
areal lokasi proyek yang telah
dibuka atau dilakukan cut n fill

15

Selama kegiatan
pembuatan jalan dan
saluran drainase

a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarida
- Dinas Bina Marga Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarida

Lokasi pembangunan
perumahan

Selama kegiatan
pekerjaan
pembersihan lahan
dan pematangan lahan

a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarinda
- Disnakertans Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarinda

Selama kegiatan
- Mengawasi dan memonitoring
pekerjaan pembangunan pembuatan serobong kerja
fisik perumahan
- Mengosongkan TPS apabila sudah
penuh dengan membuangnya ke
tempat pembuangan akhir (TPA)

Lokasi pembangunan
perumahan

Selama kegiatan
pekerjaan
pembangunan fisik
perumahan

Selama kegiatan
- Melakukan pengamatan langsung
pekerjaan pembangunan - Mengawasi dan memonitoring
fisik perumahan
pekerja selama melakukan
pekerjaan fisik perumahan

Lokasi pembangunan
perumahan

Selama kegiatan
pekerjaan
pembangunan fisik
perumahan

a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarida
- Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota
Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarida
a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarinda
- Disnakertans Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarinda

KET

UKL-UPL Pembangunan Kawasan Perumahan Citragarden Samarinda

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP


SUMBER DAMPAK

JENIS DAMPAK

6. Penanaman Tanaman Kesempatan kerja

C. TAHAP OPERASIONAL
1. Aktivitas Penghuni Gangguan
Perumahan
lintas dan
umum

BENTUK UPAYA PENGELOLAAN


LINGKUNGAN HIDUP

Limbah padat

Kesempatan kerja

LOKASI PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP

Adanya tenaga kerja lokal yang - Memprioritaskan penerimaan tenaga


- Lokasi pembangunan
bekerja untuk melakukan
kerja lokal untuk bekerja diperusahaan,
perumahan
penanaman tanaman sebanyak
namun disesuaikan dengan kebutuhan, - Kelurahan Loa Bakung
15 orang
spesifikasi atau kualifikasi dan tingkat
pendidikannya
- Melibatkan pihak kelurahan dalam
kegiatan penerimaan tenaga kerjanya.

lalu Adanya kemacetan lalu lintas - Mempekerjakan petugas (satpam) untuk


jalan umum dan kecelakaan di pintu membantu arus keluar masuk kendaraan
keluar dan masuk kawasan yang masuk dan keluar kawasan
perumahan Citragarden Hills
perumahan.
- Memasang rambu-rambu lalu lintas di
sekitar pintu masuk dan keluar kawasan
perumahan
- Membangun pos security atau pos
pengamanan

Limbah cair

2. Pemeliharaan
Kawasan

BESARAN
DAMPAK

Limbah cair yang dihasilkan - Membuat IPAL yang menggunakan


yaitu 79.650 Ltr/hari dengan sistem fisika dan biologi, IPAL tersebut
asumsi dalam 1 rumah terdapat
terdiri dari dua tingkat pengolahan yaitu
5 orang kebutuhan air bersih
pengolahan tingkat I (Screen,
150 ltr/org/hari dan persentase
communitor, Grit Chamber, grease trap,
banyaknya limbah adalh 60% aerated grit chamber dan bak
jumlah pemakaian air bersih
pengendap) serta pengolahan tingkat II
(tangki reactor). Disamping itu
disediakan saluran drainase tertutup
dan septic tank setiap rumah untuk
limbah cair.
- Memastikan IPAL dapat beroperasi dan
efisien
- Memastikan saluran tidak tersumbat dan
secara rutin melakukan penyedotan di
septic tank
Adanya tumpukan sampah- - Membuat lokasi penampungan limbah
sampah organik dan anorganik
padat dan tempat penampungan limbah
yang
terdapat
didalam
padat seperti tong-tong sampah
perumahan ataupun di sekitar disetiap rumah dalam kawasan
lokasi perumahan
perumahan.
- Membuat Tempat Pembuangan sampah
Sementara (TPS), untuk menampung
buangan sampah dari tiap rumah yang
sudah dipisah antara sampah organik
dan sampah non organik
Adanya tenaga kerja lokal yang - Memprioritaskan penerimaan tenaga
bekerja untuk melakukan
kerja lokal untuk bekerja diperusahaan,
pemeliharaan kawasan seperti
namun disesuaikan dengan kebutuhan,
tukang kebun, tukang sampah,
spesifikasi atau kualifikasi dan tingkat
tukang bangunan dan lain-lain
pendidikannya
yang terkait dengan
- Melibatkan pihak kelurahan dalam
pemerliharaan kawasan dan
kegiatan penerimaan tenaga kerjanya.
bangunan perumahan

UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP


PERIODE
PENGELOLAAN
LINGKUNGAN HIDUP
Selama kegiatan
pekerjaan penanaman
tanaman

BENTUK UPAYA PEMANTAUAN


LINGKUNGAN HIDUP

LOKASI PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP

- Melakukan pencatatan dan


- Lokasi pembangunan
pengecekan secara langsung pada
perumahan
saat penerimaan tenaga kerja oleh - Kelurahan Loa Bakung
pemrakarsa
- Mengawasi dan mengontrol
penerimaan tenaga kerja apabila
terjadi penerimaan tenaga kerja dari
luar dan berkoordinasi dengan pihak
kelurahan

INSTITUSI PENGELOLAAN DAN


PERIODE
PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMANTAUAN
LINGKUNGAN HIDUP
Selama kegiatan
a. Instansi Pelaksana :
pekerjaan penanaman - PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
tanaman
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarinda
- Disnakertans Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarinda

Selama pengoperasian /
Sekitar areal kegiatan
pemanfaatan bangunan
dan di dalam areal
rumah serta prasarana dan kegiatan
sarana umum

Sekitar lokasi proyek dan


- Memantau tingkat kemacetan lalu
jalan umum yang dilalui
lintas
- Memantau keluar masuk kendaraan
pribadi yang masuk ke lokasi

Selama pengoperasian /
Lokasi perumahan
pemanfaatan bangunan
Citragarden Hills
rumah serta prasarana dan
sarana umum

- Pemantaun IPAL dapat beroperasi


dan efisien
- Pengamatan saluran tidak tersumbat
- Secara rutin melakukan penyedotan
di septic tank

Selama pengoperasian / Lokasi perumahan


pemanfaatan bangunan
Citragarden Hills
rumah serta prasarana dan
sarana umum

a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarida
- Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota
Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarida

Selama pengoperasian /
Lokasi perumahan
pemanfaatan bangunan
Citragarden
rumah serta prasarana dan Samarinda
sarana umum

Selama pengoperasian / Lokasi perumahan


- Pemantauan terhadap kelancaran
pemanfaatan bangunan
Citragarden
pengangkutan limbah padat dari
tong-tong sampah tiap rumah ke TPS rumah serta prasarana dan Samarinda
- Menjaga dan memelihara lokasi TPS sarana umum

a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarida
- Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota
Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarida

- Lokasi pembangunan
perumahan
- Kelurahan Loa Bakung

Selama operasional
perumahan dan
pemeliharaan kawasan

- Melakukan pencatatan dan


- Lokasi pembangunan
pengecekan secara langsung pada
perumahan
saat penerimaan tenaga kerja oleh - Kelurahan Loa Bakung
pemrakarsa
- Mengawasi dan mengontrol
penerimaan tenaga kerja apabila
terjadi penerimaan tenaga kerja dari
luar dan berkoordinasi dengan pihak
kelurahan

Pemantauan dilakukan
selama kegiatan
mobilasasi peralatan
berlangsung

a. Instansi Pelaksana :
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarinda
- Polisi Lalu Lintas Sek. Sungai Kunjang
- Dinas Perhubungan Kota Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarinda

Selama operasional
a. Instansi Pelaksana :
perumahan dan
- PT. Gerak Maju Di Jalan Sukses
pemeliharaan kawasan b. Instansi Pengawas :
- BLH Kota Samarinda
- Disnakertans Kota Samarinda
- Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota
Samarinda
c. Instansi Penerima Laporan :
- BLH Kota Samarinda

KET

16

Anda mungkin juga menyukai