Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL RINGKAS

Pengaruh Terpaan Media Terhadap Pilihan Tontonan dan Perilaku Audiens


(Studi pada Masyarakat Jombor, Ceper, Kab. Klaten)
Disusun Untuk Memenuhi Tugas UKD 4 Mata Kuliah Metode Penelitian Sosial

Abdulaziz Kurniawan
D0213001

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014

A. Latar Belakang Penelitian :


Tidak bisa dipungkiri bahwa terpaan media mempunyai pengaruh sangat besar bagi
penontonnya. Setiap media mempunyai pengaruh tersendiri terhadap penonton. Dengan hal itu,
media mempunyai peranan dalam perubahan sikap dan pemilihan tayangan media. Selain itu,
media mempunyai peranan penting dalam pemilihan media yang dibutuhkan oleh penonton.
Peranan penting tersebut membantu mereka dalam memilih tontonan yang diinginkan. Akan
tetapi juga mempunya dampak yang tidak baik pada audien. Terpaan media selain memiliki
dampak pada pilihan tontonan, tetapi juga dapat berdampak terhadap perilaku audien. Secara
tidak disadari pengaruh tersebut masuk dalam akal pikiran dan menimbulkan dampak pada
perilaku mereka. Hubungan terpaan media dengan pilihan tontonan menunjukkan bahwa
semakin besar terpaan media maka semakin tinggi pula dampak pada pilihan tontonan audien
dan perilaku mereka. Masyarakat sering memilih tontonan yang mereka inginkan, karena mereka
merasa mencari kepuasan dan yang mereka inginkan. Masyarakat melihat tontonan yang menarik
sehingga apa yang mereka inginkan tercapai. Misalnya, mereka melihat TV SCTV jika mereka
ingin melihat sinetron Islam KTP mapun film lainnya. Masyarakat seringkali meniru perilkau
yang ada pada sebuat media massa. Secara tidak disadari mereka mengikuti dan menirukan yang
ada pada tontonan tersebut. Banyak contoh yang terjadi akibat terpaan media. Misalnya, meniru
perilaku smack down atau cara berpakaian dan bergaya ala tontonan yang mereka lihat.
Berdasarkan fenomena diatas maka peneliti mengambil penelitian dengan permasalahan
bagaimana Pengaruh Terpaan Media Terhadap Pilihan Tontonan dan Perilaku Khalayak. (Studi
pada Masyarakat jombor, Ceper, Kab. Klaten). Selain itu, permasalahan ini yang sekarang
banyak terjadi masyarakat. Sehingga kami sangat tertarik untuk menelitinya.

B.Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka peneliti merumuskan masalah
sebagai berikut :

1. Apakah ada hubungan yang signifikan antara pengaruh terpaan media terhadap pilihan
tontonan di jombor,ceper,kab.klaten pada tahun 2014?

2. Apakah ada hubungan yang signifikan antara pengaruh terpaan media terhadap prilaku
khalayak di jombor,ceper,kab.klaten pada tahun 2014?

Tujuan Penelitian
Dalam penelitian yang dilakukan, penulis bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap khalayak
pengakses.
1. Untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara terpaan media terhadap
pilihan tontonan di jombor,ceper,Kab.Klaten pada tahun 2014.

2. Untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara terpaan media terhadap
perilaku khalayak di jombor,klaten,Kab.Klaten pada tahun 2014.
Landasan Teori
Sebagai peneliti saya menggunakan metode survei observasi, wawancara dan angket
untuk mengumpulkan data. Selain itu, kami juga bisa menganilisis yang terjadi dengan metode
tersebut. Menganalisis hasil dari wawancara, dan pemberian angket. Mengenai konsep, pertama
kami

akan

observasi

untuk

mengamati

pengaruh

terpaan

media

tersebut

kepada

masyarakat.Setelah itu kami memulai melakukan wawancara terhadap masyarakat serta


pembagian angket.

1. Teori jarum hipodermik


Media massa muncul untuk meyakinkan tingkah laku, nilai, dan dimaksud pengirim adalah
kepentingan lebih besar daripada penerima. Teori ini mengamsusikan media massa mempunyai

pemikiran bahwa audien bisa ditundukkan sedemikian rupa atau bahkan bisa dibentuk dengan
cara apapun yang dikehendaki media. Teori ini juga mempunyai peranan penting dalam
perubahan tingkah laku karena pesan yang disampaikan langsung pada penerima bagaikan suntik
yang langsung kena pada sasaran (Jason and Anne Hill (1997)). Berbagai perilaku yang
diperlihatkan media massa (televisi) dalam adegan filmnya memberi rangsangan masyarakat
untuk menirunya. Padahal semua orang tahu bahwa apa yang disajikan itu semua bukan yang
terjadi sebenarnya. Akan tetapi, karena begitu kuatnya pengaruh televisi, penonton tidak kuasa
untuk melepaskan diri dari keterpengaruhan itu. Jika dibandingkan dengan media massa lain,
televisi sering dituduh sebagai agen yang bisa mempengaruhi lebih banyak sikap dan perilaku
masyarakat.

2.Teori Uses and Gratification


Blumer dan Katz mengatakan bahwa pengguna media memeinkan peran aktif untuk memilih dan
menggunakan media tersebut. Dengan kata lain, pengguna media adalah pihak yang aktif dalam
proses komunikasi. Pengguna media berusaha untuk mencari sumber media yang paling baik di
dalam usaha memenuhi kebutuhannya dan itu juga didasari terpaan media. Menurut teori ini,
konsumen media mempunyai kebebsan untuk memutuskan bagaimana (lewat media massa)
mereka menggunakan media dan bagaimana media itu akan berdampak pada dirinya. Teori ini
juga menyatakan bahwa media dapat mempunyai pengaruh jahat dalam kehidupan. Pengaruh
dalam bentuk perilaku atau berkenaan dengan pemilihan tontonan yang dilakukan para audien.

`C.Hipotesis
Hipotesis disusun berdasarkan teori yang relevan dan kemudian akan dibuktikan
kebenarannya melalui fakta empiris dari pengumpulan data. Berdasarkan uraian diatas maka
dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa terpaan media sangat berpengaruh terhadap pilihan
tontonan dan perilaku audiens di jombor,klaten,Kab.Klaten pada tahun 2014. Karena terpaan
media saat ini mempunyai dampak yang besar kepada pilihan tontonan dan perilaku khalayak.

D. Definisi Konsep
Terpaan media
Terpaan media adalah penggunaan media terdiri dari jumlah waktu yang
digunakan dalam berbagai media,jenis isi media,media yang di konsumsi atau dengan
media secara keseluruhannya nya (Rakmat, 2004: hal.66).
Perilaku audiens
Perilaku audiens adalah produk dalam konteks social maupun sebagai sebuah pola
respon media yang teratur. (McQuail,2000,66)
Pilihan tontonan
Pilihan tontonan merupakan salah satu kegiatan dengan menggunakan mata untuk
memandang (memperhatikan) sesuatu. Sebagai salah satu aspek perhatian, menonton
berusaha menggali informasi baik dari

E. Definisi Konsep
1. Terpaan media
Merupakan sebuah efek yang didapatkan ketika mengkonsumsi media dalam
jumlah/waktu tertentu yang dapat di ukur dengan
a. Frekuensi penggunaan media
b. Media yang sering di gunakan
c. Informasi yang didapatkan media
2. Pilihan tontonan
Merupakan pilihin individu terhadap apa yang akan ia tonton dan dapat di

3.

ukur dengan
a. Frekuensi menonton
b. Konten tontonan
Perilaku Audiens
a.
Perubahan perilaku
b.
Temperamen audiens
c.
Perilaku audiens

F. Metodologi Penelitian
1. Metode Penelitian
Metode yang dipilih oleh peneliti dalam penelitian ini adalah survey. Survey
dipilih oleh peneliti karena sesuai dengan penelitian yang membutuhkan informasi dari
populasi yang luas. Banyak informasi yang dapat diperoleh dari populasi yang luas,
dengan begitu penelitian bisa dikaji dengan biaya yang lebih murah serta waktu yang
dibutuhkan dalam relatif lebih cepat. Singkatnya masa penelitian juga menjadi
pertimbangan dipilihnya metode penelitian ini

2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksplanatori yang bertujuan untuk
menjelaskan hubungan antara dua atau lebih gejala atau variabel. Penelitian
eksplanatori bersifat mendasar dan bertujuan untuk memperoleh keterangan,
informasi, data mengenai hal-hal yang belum diketahui dari suatu fenomena yang
diteliti. Peneliti hanya menyiapkan beberapa pertanyaan sebagai penuntun untuk
memperoleh data primer berupa keterangan, informasi sebagai data awal yang
diperlukan

3. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Kabupaten Klaten,ceper,jombor.
4. Populasi dan Sampel

Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat yang berada di Kabupaten


Klaten,ceper,jombor.Jumlah populasi di mojosongo berdasarkan data sensus
penduduk adalah 79.220 jiwa, kriteria anak masyarakat yang di teliti mulai dari
umur 10 sampai 20 tahun.. Untuk populasi masyarakat yang berumur 10-20 tahun
berkisar 9820 jiwa.
Dalam mengambil jumlah sampel penelitian, peneliti menggunakan Rumus
Slovin sebagai berikut:

n: jumlah sampel
N: jumlah populasi
e: batas toleransi kesalahan (error tolerance)
5. Teknik Sampling
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik probability sampling yaitu
menggunakan metode simple random sampling. Teknik simple random sampling
merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara acak tanpa
memperhatikan strata yang ada.

6. Teknik Pengumpulan Data


Dalam penelitian ini, peneliti memilih untuk menggunakan Kuisioner terstruktur
sebagai teknik pengumpulan data. Dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan,
penelitian ini membutuhkan populasi yang luas, maka dari itu Kuisioner merupakan
satu mekanisme pengumpulan data yang efisien untuk penelitian ini. Karena target
responden masih anak-anak yang terkadang masih belum bisa memahami bahasa
Kuisioner, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data Kuisioner
menggunakan bahasa yang ringan dan mudah di mengerti oleh masyrakat berusia 2030 tahun
Jenis Data

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang merupakan
data yang hanya dapat kita peroleh dari sumber asli atau pertama. Data primer harus
secara langsung kita ambil dari sumber aslinya, melalui nara sumber yang tepat dan
yang kita jadikan responden dalam penelitian kita. Data primer dapat berupa data-data
yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Perbedaan utama dalam pencarian data
primer yang diambil secara online ialah data primer di Internet tidak terbatas oleh
faktor-faktor geografis sebagaimana data primer yang diambil secara langsung dalam
penelitian lapangan.

8. Teknik Analisis Data


Teknik Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
statistik inferensia statistika infrensial merupakan statistik yang berkenaan dengan
cara penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk
menggambarkan karakterisktik atau ciri dari suatu populasi. Dengan demikian dalam
statistik inferensial dilakukan suatu generalisasi (perampatan atau memperumum) dan
hal yang bersifat khusus (kecil) ke hal yang lebih luas (umum). Oleh karena itu,
statistik inferensial disebut juga statistik induktif atau statistik penarikan kesimpulan.
(Sugiyono, 2006)

9. Pertanyaan Kuisioner Terstruktur


1. Berapa lama anda dalam 1 hari memakai/melihat/menggunakan media?
a. 1-4 jam
b. 4-8 jam
c. Lebih dari 8 jam sehari
2. Media apa yang sering anda gunakan?
a. Televisi
b. Surat kabar/koran
c. Media internet
3. Informasi apa yang biasanya anda cari/dapatkan dari media?
a. Hiburan

b. Pengetahuan
c. Pekerjaan
4. Berapa lama dalam 1 hari anda menonton televisi?
a. 1-2 jam
b. 2-4 jam
c. Lebih dari 4 jam
5. Konten apa yang anda cari dari televisi?
a. Hiburan
b. Pengetahuan
c. Pekerjaan

6. Apakah anda merasa pilihan menonton anda terpengaruh oleh konten media yang anda
lihat sebelum menonton televisi?

a. Iya
b. Tidak
7. Apakah anda merasa ada perubahan perilaku dari dalam diri anda setelah melihat
konten media?
a. Iya
b. Tidak
8. Apakah anda merasa perilaku anda terpengaruh oleh konten media yang sebelumnya
anda lihat?
a. Iya

b. Tidak
9. Apakah temparamen anda berubah/terpengaruh oleh konten media yang sebelumnya
anda lihat?