Anda di halaman 1dari 11

Deskripsi Batuan

1. Nama Batuan

: Gabro

Nomor

: 1

Kandungan Mineral

: Kandungan mineral Gabro sama dengan Basalt, yaitu


Pyroxene dan sedikit oksida besi-titanium (magnetite,
ilmenite, dan ulvospinel).
: Gabro merupakan batuan beku plutonik intrusif dengan

Deskripsi

proses pembekuan yang cukup lambat. Gabro memiliki


butiran kasar hingga medium, dengan ukuran kristal 1 mm
atau lebih. Batuan ini bersifat mafic, yang ditunjukkan dari
warnanya yang gelap (kehitaman).

(a)

(b)

Gambar 1 Gabro (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

2. Nama Batuan

: Dacite

Nomor

: 2

Kandungan Mineral

: Dacite memiliki komposisi mineral yang berada diantara


grup andesite dan rhyolite, yaitu mineral plagioclase
feldspar dengan biotite, hornblende, dan pyroxene.

Deskripsi

: Dacite adalah batuan beku vulkanik yang mengalami


pembekuan di atas permukaan bumi. Akan tetapi, Dacite
juga banyak ditemukan sebagai dike atau sill. Dacite
berstektur halus hingga kasar (aphanitic hingga phaneritic).

1|P a ge

Deskripsi Batuan

(a)

(b)

Gambar 2 Dacite (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

: Batu Bara (Coal)

3. Nama Batuan
Nomor

: 3

Kandungan Mineral

: Batu Bara mengandung mineral-mineral dengan dominasi


senyawa carbon yang tinggi. Selain itu, pada mineral juga
ditemukan mineral dengan kandungan hydrogen, sulfur,
dan nitrogen.
: Batu Bara terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan dan juga clay

Deskripsi

yang mengalami alterasi. Batu bara memili variasi warna


dari coklat muda hingga hitam, serta bersifat opaque dan
noncrystalline.

(a)

(b)

Gambar 3 Batu Bara (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

4. Nama Batuan

: Diabas

Nomor

: 4

Kandungan Mineral

: Kandungan mineral Diabas menyerupai kandungan Gabro


dan Basalt, yaitu plagioclase feldspar, pyroxene, dan
2|P a ge

Deskripsi Batuan

hornblende.
: Diabas adalah batuan beku intrusive yang bersifat mafic

Deskripsi

atau basa. Batuan ini bersifat holocrystaline, yang berarti


keseluruhan

batuan

terkristalisasi dengan

sempurna.

Tekstur dari Diabas bervariasi antara halus sampai


medium-grained, dengan warna abu-abu gelap hingga
hitam. Struktur kristal Diabas menyerupai struktur kristal
yang dimiliki Gabro dan Basalt.

(a)

(b)

Gambar 4 Diabas (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

5. Nama Batuan

: Serpentinit

Nomor

: 6

Kandungan Mineral

: Serpentinit mengandung mineral dari kelompok serpentine,


yaitu mineral hydrous magnesium iron phyllosilicate
((Mg, Fe)3Si2O5(OH)4). Selain itu, Serpentinit dapat pula
mengandung mineral chrysotile atau asbestos.

Deskripsi

: Serpentinit merupakan batuan metamorf yang terbentuk


dari proses transformasi batuan beku ultramafic di mantel
bumi. Proses transformasi tersebut banyak terjadi terutama
pada batas-batas lempeng tektonik di dasar laut, dimana
batuan ini banyak ditemukan.

3|P a ge

Deskripsi Batuan

(a)

(b)

Gambar 5 Serpentinit (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

: Konglomerat

6. Nama Batuan
Nomor

: 7

Kandungan Mineral

: Konglomerat pada umumnya mengandung mineral quartz,


quartzite, dan chert yang mendominasi.
: Konglomerat adalah batuan sedimen yang tersusun atas

Deskripsi

bagian-bagian batuan lain yang bersifat rounded dan well


sorted. Fragmen-fragmen batuan tersebut direkatkan oleh
matriks berkomposisi pasir, clay, dan semen. Konglomerat
bertekstur kasar dengan butiran berukuran lebih dari 2 mm.
Konglomerat terbentuk akibat proses sedimentasi pada
alluvial fan, aliran sungai dan area pantai.

(a)

(b)

Gambar 6 Konglomerat (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

4|P a ge

Deskripsi Batuan

7. Nama Batuan

: Batu Gamping Nummulites

Nomor

: 8

Kandungan Mineral

: Batuan ini memiliki kandungan kalsium carbonate (lebih


dari 50%) dalam bentuk mineral calcite. Selain itu, batuan
ini juga memiliki sedikit kandungan aragonite.
: Batu Gamping Nummulites merupakan batuan sedimen

Deskripsi

yang

tersusun

atas

nummulitic

fossil.

Nummulite

merupakan salah satu jenis foraminifera yang memiliki


diameter antara 1,3 cm hingga 5 cm. Batu Gamping ini
terbentuk pada lingkungan laut dangkal dengan arus tenang
yang memiliki suhu relatif hangat, dimana banyak
ditemukan organisme yang mensintesis kalsium karbonat.

(a)

(b)

Gambar 7 Gamping Numulites (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

8. Nama Batuan

: Kuarsit

Nomor

: 9

Kandungan Mineral

: Kuarsit memiliki kandungan quartz yang sangat dominan

Deskripsi

: Kuarsit merupakan batuan metamorf nonfoliasi yang


tersusun atas satu jenis mineral, yaitu quartz. Kuarsit
dengan kandungan quartz yang murni berwarna putih
sampai abu-abu dan terbentuk dari quartz sandstone.
Batuan ini terbentuk dari butiran quartz yang terdeformasi
dan termampatkan menjadi satu, akibatnya Kuarsit tidak
memiliki kecenderungan membentuk belahan tertentu
ketika dipecahkan atau dihancurkan.

5|P a ge

Deskripsi Batuan

(a)

(b)

Gambar 8 Kuarsit (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

9. Nama Batuan

: Lava (Batuan Vulkanik)

Nomor

: 12

Kandungan Mineral

: Batuan Vulkanik dengan warna gelap keabu-abuan


biasanya memiliki kandungan hematite dan magnetite.

Deskripsi

: Batuan Vulkanik merupakan batuan beku yang dihasilkan


dari proses pembekuan material vulkanik cair setelah
terjadinya erupsi gunungapi. Akibat proses pembekuannya
yang cepat dan disertai pelepasan gas, batuan ini memiliki
banyak pori.

(a)

(b)

Gambar 9 Batuan Vulkanik (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

10. Nama Batuan

: Andesit Dengan Urat Pyrite

Nomor

: 14

Kandungan Mineral

: Batuan ini memiliki kandungan mineral plagioclase dan


amphibole, serta kandungan pyrite yang terdapat pada uraturatnya.

6|P a ge

Deskripsi Batuan

Deskripsi

: Andesit merupakan batuan beku ekstrusif dengan tekstur


aphanitic. Andesit bertekstur aphanitic sempurna sangat
sulit

ditemukan.

Andesit

biasanya

berwarna gelap,

bervariasi antara abu-abu gelap, hijau, atau merah.

(a)

(b)

Gambar 10 Andesit dengan urat Pyrite (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

11. Nama Batuan

: Shale

Nomor

: 15

Kandungan Mineral

: Shale memiliki kandungan quartz dan clay minerals, serta


sedikit mica.
: Shale adalah batuan sedimen klastik yang tersusun atas

Deskripsi

lumpur dengan kandungan clay mineral yang tinggi.


Batuan ini memiliki butiran yang halus dengan ukuran
diameter

butir

sekitar 1/256

mm.

Shale

biasanya

terlaminasi secara khusus dan terlihat memiliki lapisanlapisan yang tipis.

(a)

(b)

Gambar 11 Shale (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

7|P a ge

Deskripsi Batuan

12. Nama Batuan

: Kalkarenit

Nomor

: 11 dan 17

Kandungan Mineral

: Kandungan batuan ini adalah kalsium karbonat.

Deskripsi

: Kalkarenit adalah salah satu jenis dari Limestone yang


tersusun atas butiran karbonat dengan ukuran 0,0625
sampai 2 mm. Kalkarenit merupakan batuan sedimen yang
dibentuk baik pada lingkungan pengendaban marine atau
nonmarine, dan pada umumnya tersusun karena adanya
proses penghancuran, erosi, dan transportasi oleh aliran air.

(a)

(b)

Gambar 12 Kalkarenit (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

13. Nama Batuan

: Granit

Nomor

: 18

Kandungan Mineral

: Granite memiliki kandungan mineral biotite, quartz, mica,


dan K-feldspar.

Deskripsi

: Granite adalah batuan beku intrusif yang bersifat felsic atau


asam. Tekstur dari batuan ini adalah phaneritic dengan
ukuran diameter kristal bervariasi dari 0,5 sampai 1 inci.
Warna dari Granit dapat bervariasi antara merah jambu
hingga abu-abu, bergantung pada kandungan mineral dan
struktur kristalnya.

8|P a ge

Deskripsi Batuan

(a)

(b)

Gambar 13 Granit (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

14. Nama Batuan

: Gamping Merah

Nomor

: 19

Kandungan Mineral

: Gamping Merah mengandung calcite dengan sedikit


mineral quartz, besi oksida, dan clay.
: Gamping Merah adalah batuan sedimen yang tersusun atas

Deskripsi

bagian-bagian tubuh organisme laut, yaitu Rhodophyta


yang

menghasilkan pigmen kemerahan. Batuan ini

bertekstur halus.

(a)

(b)

Gambar 14 Gamping Merah (a) dari referensi, dan (b) objek pengamatan

9|P a ge

Deskripsi Batuan

REFERENSI
Hamblin, W. Kenneth dan James D. Howard. 1975. Exercises in Physical Geology.
Burgess Publishing Company. Minneapolis.
Susilo, Adi. 2012. Geologi Batuan Beku. Slide Kuliah. Tidak dipublikasikan.
Susilo, Adi. 2012. Batuan Sediment. Slide Kuliah. Tidak dipublikasikan.
Susilo, Adi. 2012. Metamorphic Rocks. Slide Kuliah. Tidak dipublikasikan.
Anonymous. 2010. Rocks Gallery. http://geology.com/rocks/pictures, diakses tanggal
18 Nopember 2012.

10 | P a g e