Anda di halaman 1dari 8

SAP ALZHEIMER

Mata Ajar

: Sistem Neurobehavior

Pokok Bahasan

: Alzheimer

Sasaran

: Keluarga Tn M

Waktu

: 30 menit

Hari/Tanggal

: Selasa, 11 November 2014

Tempat

: STIKES Mandala Waluya

A. Tujuan Intruksional Umum :


Pada akhir proses penyuluhan pasien dan keluarga dapat mengenal dan
memahami penyakit Alzheimer

B.

Tujuan Intruksional Khusus :


Setelah diberikan penyuluhan keluarga dapat:
1. Menjelaskan pengertian Alzheimer
2. Menyebutkan penyebab Alzheimer
3. Menyebutkan tanda-tanda dan gejala Alzheimer
4. Menyebutkan komplikasi Alzheimer
5. Menyebutkan pengobatan Alzheimer
6. Menyebutkan pencegahan Alzheimer

C. Sasaran
Keluarga dan pasien

D. Materi Terlampir
1. Pengertian Alzheimer
2. Penyebab Alzheimer
3. Gejala dan Tanda Alzheimer
4. Komplikasi yang ditimbulkan Alzheimer
5. Pengobatan Alzheimer
6. Pencegahan Alzheimer

E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
F. Media
1. Flip Chart
2. Leaflet
3. LCD
G. Kegiatan Penyuluhan

No.

Waktu

Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Audience

5 Menit

Pembukaan :

1. Menjawab salam

1. Salam pembuka

2. Memperhatikan

2. Memperkenalkan diri

3. Memperhatikan

3. Menjelaskan tujuan penyuluhan

4. Memperhatikan

4. Menyebutkan materi yang akan


diberikan

15 Menit

Pelaksanaan :

1. Memperhatikan

1. Menjelaskan pengertian

2. Memperhatikan

Alzheimer

3. Memperhatikan

2. Menyebutkan penyebab

4. Memperhatikan

Alzheimer
3. Menyebutkan tanda dan gejala
Alzheimer
4. menyebutkan komplikasi
Alzheimer

5. Menjelaskan pengobatan
Alzheimer
6. Menjelaskan pencegahan
Alzheimer

10 Menit

Evaluasi :

1. Bertanya dan mende

1. Memberikan kesempatan
audience untuk bertanya

ngarkan jawaban
2. Menjelaskan tentang

2. Meminta audience menjelaskan

Materi

tentang materi Alzheimer

5 Menit

Terminasi :

1. Memperhatikan

1. Mengucapkan terima kasih atas

2. Membalas salam

perhatian yang diberikan


2. Mengucapkan salam penutup

H. Evaluasi
Pertanyaan:
1. Apa yang dimaksud dengan Alzheimer ?
2. Apa penyebab penyakit Alzheimer ?
3. Apa tanda dan gejala penyakit Alzheimer ?
4. Apa saja yang ditimbulkan Alzheimer ?
5. Bagaimana pengobatan Alzheimer ?
6. Bagaimana cara mencegah Alzheimer ?

I. Daftar Pustaka

Carpenito, L.J. 2003. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC.

Doenges, Marilynn E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGC


Engram, Barbara. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Volume 3.
Jakarta:EGC

Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan
Sistem Persarafan. Salemba Medika: Jakarta

LAMPIRAN
PENGERTIAN
Alzheimer merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan penurunan
daya ingat, intelektual, dan kepribadian. Tidak dapat disembuhkan, pengobatan ditujukan
untuk menghentikan progresivitas penyakit dan meningkatkan kemandirian penderita.
(Dr. Sofi Kumala Dewi, dkk, 2008)
PENYEBAB
Penyebab yang pasti belum diketahui. Beberapa alternative penyebab yang telah
dihipotesa adalah intoksikasi logam, gangguan fungsi imunitas, infeksi flament,
predisposisi heriditer. Dasar kelainan patologi penyakit Alzheimer terdiri dari degenerasi
neuronal, kematian daerah spesifik jaringan otak yang mengakibatkan gangguan fungsi
kongnitif dengan penurunan daya ingat secara progresif. Adanya defisiensi faktor
pertumbuhan atau asam amino dapat berperan dalam kematian selektif neuron.
Kemungkinan sel-sel tersebut mengalami degenerasi yang diakibatkan oleh adanya
peningkatan kalsium intraseluler, kegagalan metabolisme energi, adanya formasi radikal
bebas atau terdapat produksi protein abnormal yang non spesifik. Penyakit Alzheimer
adalah penyakit genetika, tetapi beberapa penelitian telah membuktikan bahwa peran
faktor non-genetika (lingkungan) juga ikut terlibat, dimana faktor lingkungan hanya
sebagai pencetus faktor genetika.
Adanya defisiensi faktor pertumbuhan atau asam amino dapat berperan dalam
kematian selektif neuron. Kemungkinan sel-sel tersebut mengalami degenerasi yang
diakibatkan oleh adanya peningkatan calcium intraseluler, kegagalan metabolisme energi,
adanya formasi radikal bebas atau terdapatnya produksi protein abnormal yang non
spesifik. Penyakit alzheimer adalah penyakit genetika, tetapi beberapa penelitian telah
membuktikan bahwa peran faktor genetika, tetapi beberapa penelitian telah membuktikan
bahwa peran faktor non-genetika (lingkungan) juga ikut terlibat, dimana faktor
lingkungan hanya sebagai pencetus factor genetika.

1. TANDA DAN GEJALA


Gejala gejala Alzheimer :

Jangkauan perhatian singkat

Penurunan kontrol usus-besar atau kandung kemih

Depresi

Disorientasi

Pelupa (khususnya tentang kejadian-kejadian actual)

Tidak mampu berbicara secara jelas

Lekas marah, sikap bermusuhan atau paranoid

Kehilangan spontanitas

Kemerosotan mental

Menolak melakukan pekerjaan-pekerjaan rutin.

J. KOMPLIKASI

Infeksi

Malnutrisi

Kematian

K. PENGOBATAN
Pengobatan penyakit Alzheimer masih sangat terbatas oleh karena
penyebab dan patofisiologis masih belum jelas. Pengobatan simptomatik dan suportif
seakan hanya memberikan rasa puas pada penderita dan keluarga.
Pengobatan simptomatik :
1. Inhibitor kolinesterase

Tujuan: Untuk mencegah penurunan kadar asetilkolin dapat digunakan anti


kolinesterase yang bekerja secara sentral

Contoh: fisostigmin, THA (tetrahydroaminoacridine), donepezil (Aricept),


galantamin (Razadyne), & rivastigmin

Pemberian obat ini dikatakan dapat memperbaiki memori dan apraksia selama
pemberian berlangsung

ESO: memperburuk penampilan intelektual pada orang normal dan penderita


Alzheimer, mual & muntah, bradikardi, HCl, dan nafsu makan.

2. Thiamin
Pada penderita alzheimer didapatkan penurunan thiamin pyrophosphatase
dependent enzym yaitu 2 ketoglutarate (75%) dan transketolase (45%), hal ini
disebabkan kerusakan neuronal pada nukleus basalis. Contoh: thiamin
hydrochloride Dosis 3 gr/hari selama 3 bulan peroral

Tujuan: perbaikan bermakna terhadap fungsi kognisi dibandingkan placebo


selama periode yang sama.

3.

Nootropik

Nootropik merupakan obat psikotropik.

Tujuan: memperbaiki fungsi kognisi dan proses belajar. Tetapi pemberian


4000 mg pada penderita alzheimer tidak menunjukkan perbaikan klinis yang
bermakna.

4.

Klonidin
Gangguan fungsi intelektual pada penderita alzheimer dapat disebabkan
kerusakan noradrenergik kortikal.

Contoh: klonidin (catapres) yang merupakan noradrenergik alfa 2 reseptor


agonis

Dosis : maksimal 1,2 mg peroral selama 4 minggu

Tujuan: kurang memuaskan untuk memperbaiki fungsi kognitif

5. Haloperiodol
Pada penderita alzheimer, sering kali terjadi :

Gangguan psikosis (delusi, halusinasi) dan tingkah laku: Pemberian oral


Haloperiodol 1-5 mg/hari selama 4 minggu akan memperbaiki gejala tersebut

Bila penderita Alzheimer menderita depresi berikan tricyclic anti depresant


(amitryptiline 25-100 mg/hari)

6.

Acetyl L-Carnitine (ALC)

Merupakan suatu substrat endogen yang disintesa didalam mitokondria


dengan bantuan enzym ALC transferase.

Tujuan : meningkatkan aktivitas asetil kolinesterase, kolin asetiltransferase.

Dosis:1-2 gr/hari/peroral selama 1 tahun dalam pengobatan

Efek: memperbaiki atau menghambat progresifitas kerusakan fungsi kognitif


(Yulfran, 2009)

L. PENCEGAHAN
Para ilmuwan berhasil mendeteksi beberapa faktor resiko penyebab
Alzheimer, yaitu : usia lebih dari 65 tahun, faktor keturunan, lingkungan yang
terkontaminasi dengan logam berat, rokok, pestisida, gelombang elektromagnetic,
riwayat trauma kepala yang berat dan penggunaan terapi sulih hormon pada
wanita. Dengan mengetahui faktor resiko di atas dan hasil penelitian yang lain,
dianjurkan beberapa cara untuk mencegah penyakit Alzheimer, di antaranya yaitu :
1. Bergaya hidup sehat, misalnya dengan rutin berolahraga, tidak merokok maupun
mengkonsumsi alkohol.
2. Mengkonsumsi sayur dan buah segar. Hal ini penting karena sayur dan buah segar
mengandung antioksidan yang berfungsi untuk mengikat radikal bebas. Radikal
bebas ini yang merusak sel-sel tubuh.
3. Menjaga kebugaran mental (mental fitness). Istilah ini mungkin masih jarang
terdengar. Cara menjaga kebugaran mental adalah dengan tetap aktif membaca
dan memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan.