Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

EKSPERIMEN MATERIAL DAN ENERGI


EFEK HALL

KELOMPOK
NUR AENI

( H21111002 )

MUSFITASARI (H21111266)
DOSEN

I ( SATU )
MARWAN

(H21111010)

FITRIANI

(H21111260)

: EKO JUARLIN, S.Si, M.Si

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2014

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar belakang


Efek hall memperagakan adanya gaya pada muatan bergerak dalam suatu
konduktor yang berada dalam medan magnet. Kawat berarus listrik yang terletak
dalam medan magnet dengan arah tegak lurus dengan arah arus maka kawat akan
mengalami gaya magnetik sehingga menyebabkan kawat akan melengkung.
Efek hall ditemukan pada tahun 1979 (Hall E.H., Journal of mathematics 2.
(1879). Dalam Meiners H., et al, (1987), Efek hall merupakan suatu peristiwa
berbeloknya aliran listrik (elektron) dalam pelat konduktor karena adanya
pengaruh medan magnet. Ketika ada arus listrik yang mengalir pada divais efek
Hall yang ditempatkan dalam medan megnet yang arahhnya tegak lurus arus
listrik , pergerakan pembawa muatan akan berbelok ke salah satu sisi dan
menghasilkan medan listrik. Medan listrik terus membesar hingga gaya lorentz
yang bekerja pada partikel menjadi nol. Perbedaan potensial antara kedua sisi
divais tersebut disebut potensial hall. Efek hall berkaitan dengan suatu cara
pengukuran eksperimental sifat listrik yang dilaporkan oleh E.H. Hall pada tahun
1879. Apabila model elektron bebas terkuantisasi dianut, dan efek ini ingin
ditelusuri secara teoritik dengan baik, maka perlu dilakukan telaah seperti yang
dilakukan Hall.

I.2. Ruang lingkup


Pada percobaan Efek hall ini dibatasi oleh bagaimana menunjukkan
adanya hubungan antara tegangan terhadap arus dari suatu bahan, menghitung
konsentrasi muatan serta resistivitas bahan bahan berdasarkan dari data hasil
eksperimen yang telah didapat.

I.3. Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah:
1. Membuat kurva tegangan terhadap arus dari suatu bahan
2. Menghitung konsetrasi muatan suatu bahan
3. Menghitung resistivas bahan

I.4. Waktu dan tempat


Percobaan Efek Hall ini dilaksanakan pada hari Senin, 7 April 2014, pada
pukul 13.30 s/d 15.30 WITA. Percobaan ini berlangsung di laboratorium
Eksperimen material dan Energi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Hasanuddin.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 EFEK HALL


Pertama kali efek Hall ditemukan oleh Dr. Edwin Hall pada tahun 1879 ketika
beliau sedang mengambil gelar doktoralnya di Universitas Johns Hopkins di
Baltimore. Dr. Hall menemukan bahwa jika sebuah magnet diletakkan dan medan
magnet tersebut tegak lurus dengan suatu permukaan pelat emas yang dialiri arus,
maka timbul beda potensial pada ujung - ujung yang berlawanan. Beliau
menemukan bahwa tegangan yang terjadi sebanding dengan besarnya arus yang
mengalir dan densitas fluks atau induksi magnet yang tegak lurus terhadap pelat.
Walaupun eksperimen hall berhasil dan dapat diterima pada saat itu, belum ada
aplikasi yang menggunakan efek Hall sampai 70 tahun setelahnya.

Gambar 2.1. Efek Hall pada konduktor tanpa medan


magne

II.2. Prinsip Kerja Efek Hall


Gaya Lorentz

adalah prinsip kerja utama dari efek Hall. Sebuah penghantar

konduktor berbentuk pelat dialiri arus I, terlihat bahwa muatan positif bergerak ke
arah kanan menuju kutub negatif dari sumber arus, sedangkan muatan negatif
bergerak lurus kearah kiri menuju kutub positif sumber arus. Oleh karena itu tidak
ada beda potensial pada ujung-ujung pelat konduktor. Bila pelat penghantar diberi
medan magnet, seperti gambar 2.2, yang arahnya tegak lurus arus kearah dalam,
maka muatan pada pelat konduktor akan mengalami gaya Lorentz sebesar.
Muatan positif akan mengalami gaya Lorentz kearah atas seperti gambar 2.2 (a),
maka pada bagian atas pelat konduktor seolah-olah akan berjajar muatan positif
(kutub positif), sedangkan muatan negatif akan mengalami gaya Lorentz ke arah
bawah

maka

pada

bagian

bawah pelat konduktor seolah - olah akan berjajar muatan negatif (kutub negatif).
Oleh karena itu akan timbul medan listrik dan beda potensial pada penghantar.
Besarnya beda potensial ini merupakan tegangan Hall (VH) nilai VH ini dapat
dinyatakan Dengan I adalah arus listrik yang mengalir pada konduktor
(Ampere), B besarnya medan magnet (Tesla), n densitas muatan, q besarnya
muatan (Coloumb), dan w tebal pelat penghantar (meter). Semua peralatan efek
Hall diaktifkan oleh adanya medan magnet. Medan magnet mempunyai dua
karakteristik yang penting, densitas-fluk dan polaritas. Kebanyakan dari saklar
digital efek Hall dirancang akan mati jika tidak ada medan magnet (rangkaian
terbuka pada keluaran). Saklar akan aktif jika hanya dikenai medan magnet yang

memiliki densitas yang cukup dan arah yang tepat.


Untuk mengoperasikannya, garis flux magnet harus tegak lurus pada
permukaan paket sensor, dan harus memiliki polaritas yang tepat. salah satu
contoh sensor efek Hall adalah IC efek hall dengan tipe UGN3503 yang
merupakan tipe sensor efek Hall linier. IC ini memiliki 3 pena komponen internal
terdiri dari elemen sensor efek Hall, amplifier dan buffer, semuanya dalam satu
chip. Sensor ini memberikan tegangan keluaran yang sebanding dengan densitas
medan magnet. Keluaran sensor pada saat medan magnet masukkannya 0 gauss
adalah setengah dari Vcc. Untuk medan positif (kutub selatan), semakin besar

medan maka tegangan keluarannya juga semakin besar dan untuk medan negatif
(kutub utara) semakin besar medan maka tegangan keluarannya akan semakin
kecil. Tegangan Hall adalah tegangan low-level signal yaitu 30 mV dalam keadaaan
ada medan magnet sebesar 1 gauss. Oleh karena itu dalam aplikasinya dibutuhkan
amplifier untuk menguatkan sinyal tegangan hall agar bisa diproses ke tahap
berikutnya seperti ADC (analog to digital converter).

II.3 Analog Output Sensor


Adanya kutub medan magnet yang berbeda menyebabkan output dari amplifier
berbeda pula, bisa positif dan negatif. Oleh karena itu dibutuhkan power supply
positif dan negatif. Untuk menghindari kebutuhan dari power supply ini, maka
nilai offset atau bias dibuat alam differensial amplifier. Ketika tidak ada medan
magnet output tegangan tidak sama dengan nol, ini disebut sebagai null voltage.
Nilai inilah yang menjadi standar nol dari sensor hall. Ketika ada medan magnet
positif, tegangan output naik dari null voltage. Sebaliknya, ketika ada medan
magnet negatif, tegangan output menurun dari null voltage, tetapi sisanya positif.
Kenaikan atau penurunan arus adalah linier.

II.4 Akibat Adanya Arus Dalam Kawat Lurus

Satu bulan setelah Oersted mengumumkan penemuannya bahwa jarum kompas


disimpangkan oleh arus listrik, Jean Baptiste Biot dan Felix Savart
mengumumkan hasil-hasil pengukuran mereka tentang gaya pada magnet di dekat
kawat panjang yang membawa arus listrik dan menganalisis hasil ini terhadap
besaran medan magnetik yang dihasilkan oleh setiap elemen arus tadi. Andre
Marie Ampere memperluas percobaan ini dan menunjukan bahwa elemen arus
juga mengalami gaya ketika berada dalam medan magnetik dan bahwa dua arus
akan saling memberikan gaya.

Arah medan magnetik elemen di P akibat elemen ini adalah arah dari . Medan
magnetik akibat seluruh elemen arus kawat tersebut kawat berada dalam arah
yang sama. Medan akibat elemen arus yang ditunjukan gambar 5 memiliki
besaran;

Untuk mendapatkan nilai medan magnet total akibat elemen arus pada titik P,
maka dilakukan operasi integral pada rumusan di atas. Dengan menggunakan

modifikasi matematika diperoleh nilai total medan magnet di titik P adalah


sebagai berikut:

Pada sembarang titik dalam ruang, garis-garis medan magnetik akibat


sembarang kawat panjang, lurus, yang mengalirkan arus ternyata menyinggung
suatu ligkaran yang berjari-jari R, dengan R merupakan jarak tegak lurus dari
kawat ke titik medan tersebut. Arah B dapat ditentukan dengan menggunakan
kaidah tangan kanan.

II.5 Penguat Sinyal Tegangan (OP-AMP)


Sinyal output dari sensor hall sangat kecil dan memiliki noise yang cukup
besar. Untuk dapat diolah pada proses selanjutnya misalnya sseperti input pada
Analog to Digital, maka dibutuhkan rangkaian yang mampu menguatkan sinyal
tegangan output sensor, mengatur range tegangan dan menghasilkan sinyal linier
serta bebas noise. Rangkain seperti ini disebut sebagai Op Amp.
Differensial Amplifier
Differensial Amplifier adalah suatu rangkaian penguat differensial yang
memiliki kemampuan khusus untuk menerima input dengan impedansi yang
rendah, memiliki penguatan yang stabil dan dapat dengan mudah diatur
penguatannya dengan menggunakan sebuah resistor.
Differensial Amplifier berfungsi untuk menguatkan perbedaan input
antara dua sinyal yang berbeda. Rangkaian penguat differensial terdiri dari empat
buah resistansi yang sama besar dan sebuah penguat operasional.
Rangkaian Non Inverting Amplifier
Rangkaian non inverting amplifier berfungsi untuk merubah range
tegangan menjadi yang diinginkan. Rangkaian non inverting amplifieri berfungsi
untuk mengatur tegangan output minimum dari transduser agar sesuai dengan
tegangan yang dibutuhkan oleh rangkaian berikutnya
Rangkaian Penyangga (Buffer)

Rangkain buffer berfungsi untuk menampung data yang akan ditransfer


dari atau ke perangkat masukan atau keluaran dan penyimpan sekunder. Buffer
dapat mengurangi frekuensi pengaksesan dari atau ke perangkat masukan atau
keluaran dan penyimpan sekunder sehingga meningkatkan kinerja sistem. Buffer
membuat impedansi input yang tinggi menjadi rendah dan dapat menguatkan arus.
Buffer memisahkan atau memberdayakan sinyal sumber dari sinyal beban.
Rangkaian buffer adalah rangkaian non onverting dengan gain = 1.
Absolute Value output Circuit
Tegangan output dari sensor dapat turun dan naik dari null voltage. Jika
sensor didekatkan ke kutub negatif magnet maka output tegangannya akan
menurun. Ini menyebabkan selisih antara offset tegangan dan keluaran sensor
menjadi negatif. Absolute value output circuit berfungsi untuk membuat output
tegangan sensor tetap positif. Rangkaian absolute value output circuiti juga bisa
berfungsi sebagai penyearah arus.

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

III.1 Alat dan Bahan


III.1.1 Alat Beserta Fungsinya
Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah:
1. Digital Hall Effect Set-Up berfungsi untuk sumber arus

2. Medan magnet berfungsi sebagai sumber magnet

3. Voltmeter berfungsi untuk mengukur tegangan yang dihasilkan

4. Tesla meter berfungsi untuk mengukur besar medan magnet.

III.1.2 Bahan Beserta Fungsinya

1. Ge Cristal 4916 dan Ge Cristal 5080 berfungsi untuk material uji

III.2 Prosedur Percobaan


Adapun prosedur percobaan ini adalah :
1. Mengukur ketebalan kawat uji dengan jangka sorong.
2. menghubungkan kabel kawat uji Ge cristal 4916 dengan digital hall efek set up,
kawat hitam dan merah di hubungkan pada digital hall efek set up.
3. Menghubungkan kabel kawat uji lainya yang berwarnah kuning dan hijau pada
voltmeter.
4. mengukur besar medan magnet dengan tesla meter.
5. meletakkan kawat uji Ge cristal 4916 pada medan magnet.
6. mengamati besaran beda potensial pada voltmeter.
7. mengulangi metode 1-5 dengan menggunakan Ge cristal 5080

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil
IV.1.1 Tabel dan grafik
Besar medan magnet (B) = 2,2 T
1. Untuk Ge cristal 4916

2. Untuk Ge cristal 5080

Diameter (d) = 3.10-4m

diameter (d) = 9.10-4m

VH(volt)

I (A)

VH(volt)

I (A)

0,21

0,16

0,09

0,092

0,19

0,15

0,08

0,086

0,18

0,14

0,07

0.070

0,17

0,13

0,06

0,062

0,16

0,12

0,05

0,054

Ge cristal 4916
0.25
y = 1.299x

0.2
0.15
0.1
0.05
0
0

0.05

0.1

0.15

0.2

Ge cristal 5080
0.1
y = 0.9622x

0.08
0.06
0.04
0.02
0
0

0.02

0.04

IV.1.2. Pengalahan Data


Menghitung nilai densitas muatan :
1. Untuk Ge cristal 4916

)(

)(

)(

1023
2. Untuk Ge cristal 5080

)(

1023

0.06

0.08

0.1

IV.2.Pembahasan
Percobaan ini dilakukan dengan mengalirkan arus pada plat material yang di uji
yaitu pada Ge Cristal 4916 dan Ge cristal 5080 sehingga pada plat terjadi medan listrik.
Pada saat plat di letakkan pada medan magnet yang arahnya ke sumbu z maka akan
terjadi gaya Lorentz. Arus akan mengalir pada sumbu x maka arah medan magnet ke
sumbu z,maka gaya Lorentz akan tegak lurus dengan medan magnet. Pada saat plat
tidak di beri medan magnet maka elektoron positif dan electron nengatif saling
menyatuh, setelah medan magnet di berikan pada plat makan electron pesitf dan
electron negative saling terpisah, sehingga terdapat beda potensial pada plat tersebut.
Adanya beda potensial yang terjadi itu maka terjadilah efek hall.
Dari analisis data di peroleh hasil bahwa besar beda potensial sebanding dengan
besar arus yang di alirkan pada plat. Sehingga grafik yang dihasilkan berbentuk linier.
Sedangkan untuk nilai densitas ternyata ada beberapa faktor yang mempengaruhi besar
densitad muatan diantaranya yaitu gradient kurva dan besar ketebalan plat yang di uji,
pada percabaan ini besar densitas Ge cristal 4916 lebih besar dari Ge cristal 5080 karena
ukuran ketebalan Ge cristal4916 telih kecil dari Ge cristal 5080.

BAB V
PENUTUP
V.1 KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari percobaan ini adalah
1. Efek hall terjadi bedasarkan gaya Lorentz, yang mengakibatkan adanya
pemisahan electron bermuatan positif dan electron bermuatan negative yang
menyebabkan terdapat beda potensial.
2. Beda potensial berbanding lurus dengan besaran arus
3. Densitas muatan dipengaruhi oleh tebal plat yang diuji, semakin tebal plat yang
di uji semakin kecil densitas muatannya.

V.2 SARAN
1. Sebaiknya alat- alat laboratorium yang tidak layak pakai segera diperbaharui.
2. Sebaiknya kebersihan dan kenyamanan dalam laboratorium tetap dijaga dan
ditingkatkan

DAFTAR PUSTAKA
Giancoli, Douglas., 1999, Fisika Jilid 2, Erlangga, Jakarta.
Johannes. H., 1978, Listrik dan Magnet, Balai Pustaka, Jakarta.
Sears, F. W., Zemansky, W. W, 1962, Fisika Untuk Universitas 2,
terjemahan Ir. Nabris Chatib, Bina Cipta, Jakarta.
--------------2011.MakalahEfekHall(http://www.scribd.com/doc/25300537/Makalah-

efekhall diakses pada tanggal 8 April 2014 ).