Anda di halaman 1dari 2

Peranan GnRH, FSH, LH, Prolaktin, Oksitosin dan Hormon Steroid pada Menopause dan

Klimakterium :
Pembahasan:
Definisi:
Menopause berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata men yang berarti bulan dan peuseis
yang berarti penghentian sementara pandangan medis menopause didefinisikan
sebagai masa penghentian haid untuk selamanya.
berhentinya siklus menstruasi untuk selamanya bagi wanita yang sebelumnya
mengalami menstruasi setiap bulan, yang disebabkan oleh jumlah folikel yang
mengalami atresia terus meningkat, sampai tidak tersedia lagi folikel, serta dalam 12
bulan terakhir mengalami amenorea, dan bukan disebabkan oleh keadaan patologis
Diagnosis menopause
dibuat setelah terdapat amenorea sekurang-kurangnya 12 bulan terakhir, kadar FSH >
30 mIU/ml dan kadar E2 < 30pg/ml
Pembagian Masa Menopause:
Klimakterium merupakan masa peralihaan antara masa reproduksi dan masa senium
Menopause saat haid terakhir, dan bila sesudah manopause disebut pasca menopause
Senium periode sesudah pasca menopause, yaitu ketika individu telah mampu
menyesuaikan dengan kondisinya, sehingga tidak mengalami gangguan fisik

Proses Menopause:
Pada saat haid, Hipotalamus menghasilkan GnRH yang akan merangsang hipofisis
anterior untuk menghasilkan FSH dan LH. Begitu pula pada wanita yang berada pada
masa menjelang menopause FSH dan LH tetap terus diproduksi oleh kelenjar hipofisis
secara normal namun karena ovarium semakin tua maka kedua ovarium kita tidak
dapat merespon FSH dan LH sebagaimana yang seharusnya (folikel primordial
berkurang) estrogen dan progesteron yang diproduksi juga semakin berkurang.
Menopause
o Ovarium burning out (jumlah folikel primordial mencapai nol ovarium berhenti
merespon FSH dan LH yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis yang ada di otak
kadar estrogen dan progesteron turun dengan dramatis
o Ketika produksi estrogen turun dibawah nilai kritis estrogen tidak lagi dapat
menghambat produksi gonadotropin LH dan FSH

o Sebagai usaha agar kedua ovarium dapat berfungsi dengan baikotak sebenarnya
telah mengeluarkan FSH dan LH lebih banyak namun kedua ovarium tidak dapat
berfungsi dengan normal. Akan tetapi kecenderungan otak untuk memproduksi
lebih banyak FSH memberikan satu keuntungan yaitu kadar FSH yang tinggi
dapat dideteksi dalam darah atau urine, dan dapat digunakan sebagai tes
sederhana untuk mendeteksi menopause
o sesudah menopause, FSH dan LH (terutama FSH) diproduksi dalam jumlah besar
dan kontinu, tetapi folikel primordial yang tersisa menjadi atretik produksi
estrogen oleh ovarium turun secara nyata menjadi nol ovulasi berhenti
Premenopause
Infusiensi korpus
luteum

Dominansi estrogen

Peningkatan ringan
gonadotropin
Infertilitas, gangguan
perdarahan

Patofisiolo
gi

Gejala

Pascamenopause
Kegagalan korpus
luteum

kekurangan estrogen

Peningkatan berat
gonadotropin
Distonsia vegetatif

Senium
Kegagalan korpus
luteum

Estrogen rendah

Normalisasi
gonadotropin
Atrofi involusi

Tingkat prolaktin pada wanita secara bertahap turun sekitar 50% selama 18
bulan pertama setelah menopause
LH berfungsi memicu perkembangan korpus luteum dan merangsang
korpus luteum untuk mengeluarkan hormon steroid, terutama progesterone
tetapi pada menopause, kita ketahui bahwa folikel primordial sudah berkurang
sehingga LH tidak dapat bekerja mengakibatkan hormone steroid tidak
dihasilkan

Siklus Haid Normal