Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH BIOLOGI SELULER DAN MOLEKULER

SEL PROKARIOTIK, SEL EUKARIOTIK DAN VIRUS

Kelompok 6 :
Susan Pramitasari (12304241007)
Ika Feby Putriana (12304241018)
Dwi Zunitasari (12304241026)
Aprilia Dwi Anggani (12304241031)
Maulita Wulan Nugraheni (12304241033)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2013

A. Biologi Seluler dan Molekuler


Biologi sel dan molekuler adalah ilmu ilmu yang mempelajari semua proses kehidupan di
dalam sel dan pada tingkat molekuler. Untuk melakukan hal itu, ilmu ilmu ini memanfaatkan
pengetahuan dari sejumlah disiplin ilmu diantaranya biokimia, sitology, genetika, mikrobiologi,
embriologi, danevolusi.
Sel adalah unit terkecil yang menunjukkan semua sifat yang dihubungkan dengan kehidupan.
Suatu sel memperoleh energy dari luar untuk digunakan dalam proses-proses vitalnya seperti
pertumbuhan, perbaikan, dan reproduksi. Semua reaksi kimiawi, dan fisika yang terjadi di dalam sel
untuk mendukung fungsi fungsi tersebut disebut metabolisme. Reaksi metabolic dikatalis oleh
enzim. Enzim adalah molekul protein yang dapat mempercepat terjadinya reaksi biokimiawi tanpa
diubah secara permanen ataupun dikonsumsi dalam proses tersebut. Struktur tiap enzim ( ataupun
protein lainnya) dikodekan oleh suatu segmen asam dioksiribonukleat yang disebut gen. (Stansfield.
2006: 1)

B. Organisasi Seluler
Sel yang hidup bebas dan sel organisme multiseluler dikelompokkan lagi menjadi dua
golongan utama, yaitu eukariot dan prokariot. Pada eukariot, unsur pokok inti sel dibungkus oleh
membran inti, terpisah dari sitoplasma. Pada prokariot unsur pokok inti tidak dibungkus oleh
membran inti. Pada dasarnya sel hewan dan sel tumbuhan termasuk eukariot, sedangkan sel prokariot
meliputi bakteria, ganggang hijau-biru (Sianobakteria) dan Pleuropneumonia Like Organism (PPLO)
atau mikroplasma.
1. Sel Prokariot
a. Pengertian
Walaupun jauh dari sederhana, sel prokaryotic (termasuk bakteri dan archae) umumnya
berukuran lebih kecil dan mempunyai struktur lebih sederhana daripada sel eukariotik. Perbedaan
utama antara kedua jenis sel itu adalah bahwa materi genetic (DNA) sel prokariotik tidak terletak
dalam suatu struktur membran ganda yang disebut nucleus. Sedangkan pada sel eukariotik, semua
materi genetiknya terdapat pada molekul DNA, yang terdapat sebagai kromosom. Kromosom adalah
struktur struktur linier berjumlah banyak yang terletak didalam nucleus. (Stansfield. 2006: 2)

b. Struktur dan fungsi sel prokariotik

Struktur sel prokariotik secara umum dapat dilihat pada gambar struktur sel bakteria di atas.
Struktur umum sel prokariotik terdiri dari kapsul, dinding sel (membran luar dan peptidoglikan
merupakan anggota karbohidrat), membran plasma, sitoplasma yang mengandung ribosom dan
nukleoid.
Bagian luar sel bakteri terdiri dari kapsula, dinding sel, dan membran plasma. Kapsula yaitu bagian
yang paling luar berupa lender. Beberapa bakteri mempunyai kapsul polisakarida atau glikokaliks
yang mengelilingi dinding selnya. Kapsul tersebut dapat melindungi bakteri dari sel predator dan
berfungsi sebagai tempat melekatnya berbagai objek dan sesama bakteri. (Stansfield. 2006: 5) Bahan
kimia pembangun kapsula adalah polisakarida. Hampir semua bakteri mempunyai dinding sel kaku
yang mengelilingi membran plasmanya, tetapi strukturnya berbeda dari sel tumbuhan, yaitu pada
kandungan protein, lipid maupun polisakaridanya. Dinding sel ini terbuat dari peptidoglikan dan
terdiri dari berbagai bahan seperti karbohidrat, protein, beberapa garam anorganik, dan berbagai asam
amino.
Setiap struktur pada sel bakteri tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Dinding sel
memiliki fungsi sebagai pelindung, mengatur pertukaran zat dan reproduksi. Sedangkan membran
dalam merupakan bagian penutup yang paling dalam. Membran plasma bakteri mengadung enzim
oksida dan respirasi. Fungsinya serupa dengan fungsi mitokondria pada sel eukariotik. Pada beberapa
daerah membran plasma membentuk lipatan ke arah dalam disebut mesosom. Fungsi mesosom yaitu
untuk respirasi dan sekresi dan menerima DNA pada saat konjugasi. (Stansfield. 2006: 6)

Ada susunan lamellar dari membran di sitoplasma bakteri mengandung ribosom lebih banyak,

sebagian besar bebas dalam sitosol, beberapa mungkin menambat pada permukaan membran plasma.
Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesa protein. Lamela sitoplasmik, terutama terdapat pada
bakteria autotropik yang membantu pertumbuhan melalui proses fotosintesis. (Yoni. 2004: 6-7)
c. Reproduksi

Pembelahan pada sel prokariotik dikenal dengan pembelahan biner yang artinya pembelahan
ini berlangsung secara sederhana dan spontan. Proses pembelahan ini juga dikenal dengan proses
pembelahan amitosis. Amitosis artinya pembelahan yang tidak melibatkan kromosom. Pembelahan
biner dapat ditemukan pada sel bakteri, proses pertumbuhan sel, duplikasi materi genetik, pembagian
kromosom, dan pembelahan sitoplasma.
Pada pembelahan biner, kromosom diduplikasi dan akan menempel pada membrane plasma.
Kemudian akan terjadi pertumbuhan di antara dua tempat pelekatan kromosom tersebut. Hal ini untuk
melakukan pemisahan inti. Sitokinesis dan pembentukan dinding sel kemudian terbentuk sehingga 2
sel anak terbentuk.
d. Cara gerak organisme prokariotik
Beberapa bakteri memiliki alat gerak berupa flagel. Beberapa bakteri lainnya mengandung
villi yang berfungsi untuk melekatkan diri. Bakteri motil biasanya didorong oleh satu atau lebih
embelan serupa rambut yang disebut flagela. Flagela berasal dari membran plasma dan berputar

seperti baling-baling. Filamen ini tersusun atas protein flagelin. Beberapa jenis bakteri lainnya
mempunyai rambut panjang yang disebut pili atau fimbriae yang terdiri dari protein yang disebut
pilin. Struktur ini tidak berperan dalam motilitas, akan tetapi berperan dalam daya lekat bakteri
terhadap bakteri lain dan proses konjugasi. (Stansfield. 2006: 5)
1.

Sel Eukariot
a. Pengertian
Sel eukariotik juga mempunyai organel organel bermembran lain di dalam sitoplasmanya

(suatu daerah antara nucleus dan membrane plasma). Struktur struktur subseluler ini mempunyai
struktur dan fungsi yang amat beragam.
Sebagian besar

sel eukariotik mempunyai mitokondria, yang mengandung enzim dan

mekanisme untuk resprasi aerob dan fosforilasi oksidatif. Dengan demikian, fungsi utama
mitokondria adalah menghasilkan adenosine trifosfat (ATP), satuan utama pertukaran energy yang
terjadi didalam sel. Organel ini dikelilingi oleh membrane ganda. Membrane dalamnya, yang
mengandung rantai transport electron dan enzim yang dibutuhkan untuk menghasilkan ATP, terdiri
dari lipatan lipatan yang disebut krista (cristae). Krista tersebut menonjol ke dalam matriks atau
rongga sentral. Mitokondria mempunyai DNA dan ribosom sendiri, akan tetapi sebagian proteinnya
diimpor dari sitoplasma. (Stansfield. 2006: 2).
Sel eukariot meliputi sel hewan dan tumbuhan.
1. Sel hewan

Sel-sel hewan sangat berbeda-beda dalam ukuran, bentuk, susunan organel dan fungsi utama
secara fisiologi. Oleh karena itu, tidak ada sel yang khas dapat menjadi sebagai suatu contoh dari

semua sel-sel hewan. Walaupun demikian dalam organisasinya ada sejumlah struktur sel yang umum
bagi sebagian besar sel-sel hewan. Yang dimiliki sel hewan namun tidak dimiliki oleh sel tumbuhan
yaitu lisosom dan sentrosom .
2. Sel tumbuhan

Semua organel yang diuraikan sebagai penyusun tetap dari sel hewan, juga ditemukan pada
banyak sel tumbuhan. Namun selain organel tersebut banyak lain yang unik pada sel tumbuhan,
meliputi dinding sel yang kaya karbohidrat, plasmodesmata, kloroplas dan vakuola yang besar..
Organel yang dimiliki oleh sel tumbuhan tetapi tidak dimiliki oleh sel hewan adalah kloroplas,
vakuola yang besar, dinding sel, dan plasmodesma.
Komponen komponen sel eukariotik
1. Mikrofilamen(filamen aktin)
Merupakan komponen-komponen sitoskeleton, strukturnya antara lain; dua untai
aktin yang teranyam, masing-masing merupakan polimer sub unit aktin. Fungsi utama
yaitu untuk mempertahankan bentuk sel dan perubahan bentuk sel.
2. Mikrotubulus(polimer tubulin)
Merupakan komponen-komponen sitoskeleton strukturnya antara lain tabung
berongga, dinding terdiri dari 13 kolom molekul tubulin. Fungsi utama yaiu untuk
mempertahankan bentuk sel
3. Mitokondria
Struktur mitokondria dibatasi oleh membran ganda; membran dalam memiliki
pelipatan ke dalam (krista). Fungsinya untuk respirasi selular.
4. Ribosom
Struktur ribososm terdiri atas dua sub unit yang terbuat dari RNAribosom dan

protein; dapat bebas dalam sitosol atau terikat ke RE. Fungsinya adalah untuk sintesis
protein.
5. Kloroplas
Struktur kloroplas umumnya terdiri dari dua membran di sekeliling stroma cair, yang
mengandung tilakoid bermembran yang tertumpuk menjadi grana (dalam tumbuhan).
Fungsinya untuk fotosintesis
6. Plasmodesmata
Berupa saluran yang menembus dinding sel yang menghubungkan sitoplasma pada
sel-sel yang bersebelahan
7. Badan golgi
Strukturnya berupa tumpukan kantong pipih bermembran. Fungsinya adalah untuk
modifikasi protein, karbohidrat pada protein, dan fosfolipid; sintesis banyak polisakarida;
pemilahan produk-produk Golgi, yang kemudiandilepaskan dalam vesikel. Atau bisa
dianggap aparatus golgi sebagai pusat pembuatan, penggudangan, pemilahan, dan
pengiriman
8. Membran plasma
Strukturnya berupa

molekul lemak dan protein menyusun tepi luar dan dalam

membran; selain itu ada protein yang menembus ke dalam dua lapisan lemak (disebut
protein integral). Fungsinya: sangat penting untuk menjaga kehidupan sel, melindungi isi
sel (mempertahankan isi sel), mengatur keluar masuknya molekul-molekul.
9. Dinding sel
Strukturnya terdiri atas selulosa , polisakarida, dan protein. Fungsinya adalah untuk
mempertahankan bentuk sel dan melindungi sel dari kerusakan mekanis.
10. Peroksisom
Strukturnya antara lain kompartemen metabolik terspesialisasi yang dibatasi
membran tunggal. Fungsinya adalah untuk mentransfer hidrogen ke air (karena
mengandung enzim), menghasilkan hidrogen peroksida sebagai produk sampingan, yang
diubah menjadi air oleh enzim-enzim lain di peroksisom.
11. Retikulum Endoplasma
Strukturnya jejaring luas tubulus dan kantong yang dibatasi membran. Membran
memisahkan lumen dari sitosol;tersambung dengan selaput nukleus. RE Halus berfungsi
untuk sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, penyimpanan Ca 2+, detoksifikasi obat dan
racun. RE Kasar berfungsi membantu sintesis protein sekresi dan berbagai nprotein lain
dari ribosom terikat.
12. Nukleolus
Strukturnya dikelilingi oleh selaput nukleus (membran ganda) berpori-pori. Selaput
nukleus tersambung dengan retikulum endoplasma. Fungsinya untuk mewadahi
kromosom yang terbuat dari kromatin. Tempat subunit ribosom dibuat.
13. Vakuola
Strukturnya adalah vesikel besar yang dibatasi membran besar dalam tumbuhan.
Fungsinya adalah untuk pencernaan, penyimpanan, pembuangan zat sisa, keseimbangan
air , pertumbuhan sel , dan perlindungan.

b. Reproduksi sel eukariotik


Pembelahan sel eukaryotik secara tak langsung melalui tahapan dibedakan menjadi
pembelahan mitosis dan pembelahan meiosis. Mitosis yaitu pembelahan nukleus yang pada
umumnya disertai dengan sitokinesis, pembelahan sitoplasma. Sel yang semula satu menjadi
dua sel yang memiliki genetik yang sama dengan sel induk. Meiosis pembelahan sel yang
menghasilkan 4 sel anakan dengan jumlah kromosom kromosom induknya. (Campbell.
2009 :245-246)
Siklus sel eukariotik terdiri dari 4 fase. Fase S adalah tahap dimana terjadi sintesis
DNA untuk mereplikasi kromosom dengan cara membentuk dua sister kromatid yang identik.
Periode antara fase S dan awal

mitosis (fase M) merupakan suatu gap, atau masa

pertumbuhan, yang disebut fase G2 , Gap atau masa pertumbuhan lain yang disebut fase G 1
terjadi antara fase M dan S dan menyempurnakan siklus yang terjadi. (William D . 2006 : 910)
Tabel Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
No

Sel hewan

Sel tumbuhan

Tidak mempunyai dinding sel

Mempunyai dinding sel

Mempunyai sentrosom

Tidak mempunyai sentrosom

Tidak mempunyai plastida

Mempunyai plastida

Mempunyai lisosom

Tidak mempunyai lisosom

Cadangan makanan brupa lemak dan glikogen

Cadangan makanan berupa pati atau


amilum

Ukuran Sel tumbuhan lebih besar daripada sel Ukuran Sel hewan lebih
hewan.
daripada sel tumbuhan.
Bentuk tidak tetap
Bentuk tetap

kecil

Diktiosom

Badan golgi

Tidak mempunyai vakuola, walaupun terkadang


beberapa sel hewan uniseluler memiliki vakuola
yang berukuran kecil baik pada sel muda
maupun sel dewasa

Vakuola, Pada sel muda kecil dan


banyak, pada sel dewasa tunggal dan
besar

Secara garis besar, sel prokariotik dan sel eukariotik dapat dibedakan berdasar
beberapa faktor pembeda, yaitu :
Perbedaan umum sel prokariotik dan eukariotik.

Faktor pembeda
Organisme
Ukuran sel

Sel prokariotik
Bacteria dan cyanobakteria
1-10 mikrometer

Sel eukariotik
Fungi, tumbuhan dan hewan
10-100 mikrometer

Metabolisme
Organela

Anaerobic atau aerobic


Tidak ada

Aerobic
Berbagai macam: nucleus,
mitokondria, kloroplas, RE,

Letak : di sitoplasma

dll.
Letak : di nukleoplasma

Bentuk : sirkuler

Bentuk : berupa benang halus

RNA dan Protein

RNA dan protein disintesis

yang sangat panjang


RNA disintesis di nucleus.

Sitoplasma

dalam ruang yang sama


Tanpa sitoskelet, tidak ada

Protein di sitoplasma
Memiliki sitoskelet, terjadi

gerakan sitoplasma, proses

gerakan sitoplasma, proses

endositosis maupun

endositosis maupun

eksositosis
Kromatin ditarik dengan

eksositosis
Kromosoma dipisahkan oleh

jalan melekat pada selaput

apparatus mitosis yang terdiri

plasma
Sebagian uniseluler

dari filament sitoskelet


Sebagian besar multiseluler,

DNA

Pembelahan sel

Organisasi seluler

dengan diferensiasi menjadi


beberapa macam sel

C. VIRUS
1. Pengertian
Meskipun sel-sel merupakan unit fungsional terkecil dari organisme hidup, unit yang lebih
sederhana dapat menyerbu sel-sel dan menumbangkan mesin sintetiknya. Ini adalah virus yang dalam
keadaan bebas, bentuk menginfeksi terdiri lebih kecil daripada selubung protein mengelilingi satu
atau lebih molekul asam nukleat, semuanya terpusat pada suatu struktur yang pada sebagian besar
kejadian adalah lebih kecil daripada ribosom. Asam nukleat virus, bila masuk ke dalam sel inang
dapat mengubah inangnya menjadi suatu pabrik perakitan dan membebaskan virus-virus dari jenis
yang sama. Virus adalah penting bagi dirinya sendiri sebagai pembawa penyakit pada manusia, hewan
dan tumbuhan. Virus juga mempunyai nilai yang besar sebagai subjek penelitian karena pola dari
reflek infeksi kerja bagian dalam sel-sel inangnya. (Yoni. 2004: 11-12)
2. Ciri ciri virus
Virus merupakan mikroorganisme yang belum dapat dikategorikan sebagai benda mati dan
hidup karena virus memiliki ciri keduanya, sehingga virus dikatakan sebagai mikroorganisme yang
berada dalam peralihan antara benda mati dan hidup.
Ciri hidup
-

Virus dapat bereproduksi dengan cepat, tetapi hanya terjadi pada sel inang yang hidup

Virus dapat bermutasi

Ciri mati
- Virus adalah aseluler yang tidak memiliki sitoplasma dan organel lainnya
- Virus tidak melakukan metabolisme sendiri, sehingga untuk memperbanyak diri, virus
menggunakan metabolisme sel inangnya (Subandi. 2010: 126).
Kriteria yang digunakan untuk menentukan virus:
-

Virus hanya berisi satu macam asam nukleat yaitu DNA atau RNA, dan tidak keduanya

Virus untuk memperbanyak diri sangat bergantung pada sel inangnya

Komponen virus harus lengkap agar dapat berpindah dari satu sel inang ke sel inang lainnya

3. Struktur virus
Di dunia ini terdapar berbagai macam jenis virus. Setiap virus tersebut memiliki bentuk yang
berbeda-beda dan tentunya karakteristik serta struktur tersendiri. Berikut gambar bebrapa jenis virus
yang dibedakan berdasar struktur dan fungsi yang dimiliki.

Virus bakteri adalah virus yang banyak ditelaah. Bakteriofag diklasifikasikan dengan
mempertimbangkan perbedaan bentuk morfologi. Virus mikroba tampak memiliki spesifikasi yang
sangat khas berdasarkan spesifikasi yang menempel pada spesifikasi inangnya.
Bakteriofag diberi nama berdasarkan spesies bakteri yang diinfeksinya. Contohnya Coliphage
untuk virus Escherichia coli yang diinfeksi. Perbanyakan fage bergantung pada kemampuan partikel
fage menginfeksi sel inang bakteri yang cocok. (Subandi. 2010: 129)

Bagian kapsid tersusun dari protein merupakan pelindung asam nukleik dari kerusakan yang
disebabkan oleh enzim perusak DNA.

Selubung spiral protein berfungsi menarik ke dalam sehingga asam nukleat dapat mengalir
melewati bagian kepala (kapsid) ke sitoplasma sel bakteri.

Bagian pangkal dan ekor merupakan bagian tempat menempelnya bakteriofag pada titik
tertentu sel bakteri. (Subandi. 2010: 127)

Asam nukleat dari partikel virus bebas, baik DNA ataupun RNA adalah pusat dari virus.
Lapisan protein yang mengelilingi pusat adalah kapsid atau selubung. Beberapa virus adalah partikel
sederhana yang terdiri atas pusat dengan molekul asam nukleat tunggal dan kapsid terakit dari
molekul protein dari jenis tunggal.
Virus tidak dapat diklasifikasikan sebagai sel karena virus tidak memiliki nukleus dan
sitoplasma. Virus dapat berada di luar sel atau di dalam sel. Di luar sel virus merupakan partikel
submikroskopis yang mengandung asam nukleat yang dibungkus oleh protein dan kadang
mengandung makromolekul lain.
4. Perkembangbiakan virus
Virus dapat berkembang biak dengan dua cara, yaitu daur litik dan lisogenik.
a.

Daur Litik
Daur litik dapat dijelaskan melalui infeksi fage terhadap bakteri yang digambarkan pada

gambar berikut:

Keterangan :
1) Virus menempel pada bakteri.
2) Dinding sel bakteri dilarutkan oleh enzim dari virus. Melalui lubang yang sudah dilarutkan oleh
enzim virus tersebut, DNA virus dimasukkan ke dalam bakteri. Tahap ini disebut penetrasi.

3) DNA virus mengambil alih tugas DNA bakteri dan menggunakan metabolik bakteri untuk
menghasilkan komponen-komponen virus, seperti kapsid, ekor, serabut ekor, dan kepala. Setiap
komponen fage kemudian bersatu dalam proses pematangan. Virus baru yang terbentuk dapat
mencapai jumlah 2001.000 virus.
4) Virus yang baru terbentuk mengeluarkan enzim lisozimnya untuk menghancurkan dinding sel
bakteri. Setelah dinding bakteri hancur atau lisis, virus-virus baru dapat keluar dan menyerang sel-sel
bakteri lainnya. Akhirnya, bakteri mengalami kematian. Virus yang telah menginfeksi sel lain pun
mengulangi siklus litiknya kembali. Siklus litik yang menghasilkan virus-virus baru ini hanya
membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit untuk setiap siklusnya. (Campbell, 1998:328)
2. Daur Lisogenik

Urutan prosesnya adalah sebagai berikut.


1) Virus hidup pada tempat yang spesifik pada permukaan tubuh sel bakteri. Setelah melisiskan
dinding sel, virus melakukan penetrasi materi genetik DNA ke dalam tubuh bakteri.
2) DNA kemudian menyisip ke dalam DNA bakteri dan membentuk profage.
3) Jika bakteri membelah diri, profage ikut membelah sehingga anakan sel bakteri pun mengandung
profage. Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga jumlah bakteri yang mengandung profage
menjadi amat banyak. Jika keadaan lingkungan mendukung, virus akan mengalami pematangan
sehingga memasuki keadaan litik.
4) Virus-virus baru pun dibentuk dan siap menyerang sel-sel lainnya.

1. Macam macam virus


Jenis virus berdasar materi genetiknya dibagi menjadi dua, yaitu virus DNA dan virus RNA.
Materi genetik (DNA/RNA)
Virus RNA beruntai tunggal adalah virus yang memiliki asam-asam nekleat yang tidak dapat
ditranslasikan. Untai RNA berperan sebagai cetakan untuk sintesis +RNA yang berfungsi sebagai
mRNA. Protein virus yang ditranslasi dari mRNA mendorong sintesis untai +RNA secara penuh yang
berfungsi sebagai cetakan untuk mensintesis untai-untai genom RNA secara penuh. Biasanya virus
akan membawa RNA polimerase yang tergantung RNA ke dalam sel untuk membuat mRNA virus.
Beberapa contoh penyakit yang disebabkan virus-RNA (cara reproduksi)

Influenza
Campak
Meningitis
Demam berdarah
Rabies

Virus DNA beruntai tunggal tidaklah biasa karena hanya mempunyai DNA sense atau
antisense. DNA sense dapat berperan sebagai cetakan untuk sintesis mRNA dan DNA antisense tidak
dapat berfungsi sebagai cetakan. DNA sense dapat segera ditranskripsi, tetapi DNA antisense harus
sebagi cetakan dahulu untuk mensintesis untai sense.
Beberapa contoh virus DNA : (cara reproduksi)

Adenovirus
Herpesvirus
Papillomavirus
Poxvirus

(Stansfield,2006:90-93)
Jenis virus berdasarkan inangnya, yaitu virus tumbuhan dan virus hewan.

Virus tumbuhan
Sistematik virus tumbuhan yang formal memberikan informasi mengenai sel tumbuhan yang
diinfeksi, sehingga pengelompokkan virus masih berdasarkan tipe penyakit yang
disebabkannya, seperti Cauliflower mosaic merupakan virus DNA pada tumbuhan sayuran
kol bunga. Tobravirus (virus tumbuhan tembakau), Nepovirus (virus bercak pada tembakau),
Tobamovirus (virus mosaik daun tembakau), Tobacco necrosis, Bromovirus (virus tumbuhan
tembakau), Cucumovirus (virus mosaik pada ketimun), Potyvirus (virus Y tanaman kentang),
Potexvirus (virus X tanaman kentang), Tymovirus (mosaik kuning pada turnip), Luteovirus
(virus kerdil kuning pada tanaman barley). Nama kelompok virus tersebut merupakan kunci
petunjuk bagi tipe bagi penyakit yang disebabkan oleh virus dari kelompoknya.
Penyakit mosaik, yakni jenis penyakit yang menyerang tanaman tembakau. Penyebabnya
adalah tobacco mosaic virus (TMV) Penyakit tungro, yakni jenis penyakit yang menyerang
tanaman padi. Penyebabnya adalah virus Tungro. Penyakit degenerasi pembuluh tapis pada

jeruk. Penyebabnya adalah virus citrus vein phloem degeneration (CVPD).

Virus hewan
Pada sebagian besar virus hewan, tahap pertama proliferasi (perbanyakan diri) adalah

perlekatan atau penyerapan (absorbsi) ke permukaan sel inang, proses perlekatan itu diperantarai oleh
protein spesifik yang berada pada kapsid atau membran yang disebut protein perlekatan virus. Protein
perlekatan tersebut berinteraksi dengan protein atau polisakarida spesifik pada permukaan sel inang.
Protein pada sel inang dinamakan reseptor. Spesifisitas protein perlekatan virus dan reseptor sel inang
menentukan virus mana yang dapat menyerap dan kemudian menginfeksi sel inang.
Setelah virus melekat, virus akan melakukan penetrasi melewati membran plasma sel inang
secara endositosis atau fusi membran. Pada endositosis virus memasuki sitoplasma di dalam endosom
yang merupakan invaginasi (lekukan) membran plasma. Penurunan pH di dalam endosom seringkali
menyebabkan kapsid terdisintegrasi sehingga asam nukleat terlepas, proses ini dinamakan pelepasan
selubung. Genom-genom dari sebagian besar virus DNA akan mencari jalan ke nukleus inang melalui
mekanisme yang belum diketahui. Di dalam nukleus, genom virus akan direplikasi. Virus RNA
biasanya bereplikasi di sitoplasma, namun ada sejumlah pengecualian pada retrovirus.
Ketika asam nukleat menemukan tempat yang cocok di dalam sel, virus akan ditranskripsi
dan transkrip (hasil transkripsinya) kemudian ditranslasi. Hal ini biasanya terjadi sebelum replikasi
asam nukleat diinisasi, karena beberapa protein yang disintesis pada awal infeksi mempunyai peran
penting dalam replikasi asam nukleat virus. Setelah replikasi genom, asam nukleat akan dikemas,
virion dirakit dan kemudian lepas dari sel inang. Pada virus yang tidak memiliki selubung (envelope),
akumulasi partikel-partikel virus di dalam sitoplasma menyebabkan sel inang pecah. Perakitan virusvirus berselubung berkaitan erat dengan proses pelepasannya dari sel. Nukleokapsid yang berikatan
dengan protein virus pada membran plasma memicu timbulnya pertunasan (budding) sehingga
terbentuklah virion yang berselubung.
Replikasi asam nukleat virus sangat beragam,tetapi kita dapat menarik garis besar dari
beberapa kesamaan yang ada. Virus-virus +RNA untai tunggal seperti pikornavirus dan togavirus,
dapat langsung ditranslasi. Suatu RNA polimerase yang erantung pada RNA dan dikodekan oleh virus
dihasilkan pada awal proses. RNA polimerase tersebut mengkatalisis transkripsi untai-untai
komplementer intermediet RNA. Untai-untai minus tersebut akan berperan sebagai cetakan untuk
sintesis +RNA genomik.
Retrovirus adalah kelompok virus +RNA yang tidak biasa karena dapat mensintesis +RNA
baru menggunakan cetakan DNA. Genom plus akan dikonversi secara bertahap menjadi molekul
dsDNA oleh enzim reverse transcriptase, yang dibawa oleh virus. Suatu enzim kedua, yaitu
ribonuklease H, akan mendigesti RNA pada hibrid intermediet RNA-DNA. Enzim reverse
transcriptase kemudian akan mensintesis sebuah untai DNA yang komplementer dengan yang pertama
sehingga dihasilkan dsDNA yang berintegrasi dengan genom inang.
Virus RNA beruntai tunggal adalah virus yang memiliki asam-asam nekleat yang tidak dapat

ditranslasikan. Untai RNA berperan sebagai cetakan untuk sintesis +RNA yang berfungsi sebagai
mRNA. Pritein virus yang ditranslasi dari mRNA mendorong sintesis untai +RNA secara penuh yang
berfungsi sebagai cetakan untuk mensintesis untai-untai genom RNA secara penuh. Biasanya virus
akan membawa RNA polimerase yang tergantung RNA ke dalam sel untuk membuat mRNA virus.
Beberapa contoh penyakit yang disebabkan virus-RNA)

Influenza
Campak
Meningitis
Demam berdarah
Rabies

Virus DNA beruntai tunggal tidaklah biasa karena hanya mempunyai DNA sense atau
antisense. DNA sense dapat berperan sebagai cetakan untuk sintesis mRNA dan DNA antisense tidak
dapat berfungsi sebagai cetakan. DNA sense dapat segera ditranskripsi, tetapi DNA antisense harus
sebagi cetakan dahulu untuk mensintesis untai sense.
Beberapa contoh virus dsDNA :

Adenovirus
Herpesvirus
Papillomavirus
Poxvirus

(Stansfield,2006:90-93)

Virus bakteri
Satu unit virus yang utuh, yang belum masuk ke dalam sel yang hidup, dinamakan virion.

Suatu virion terdiri atas asam nukleat (DNA atau RNA) dan protein pembungkus (kapsid). Pada
kebanyakan bakteriofage dan virus yang menyerang sel-sel hewan asam nukleat tersebut berupa
DNA.
Protein kapsid terdiri atas sejumlah sub unit dengan bentuk yang khusus, yang dinamakan
kapsomer. Bentuk kapsid dapat dibedakan menjadi bentuk heliks atau filamen dan bentuk polihedral.
Virus yang menyerang sel hewan, manusia, dan bakteri mempunyai bentuk polihedral. Virus
polihedral ada yang mempunyai struktur seperti ekor, yang melekat pada kapsidnya. Contoh
Bakteriofage T-genap yang menyerang bakteri Escherichia coli. Ekor pada fage tersebut sangat
kompleks karena terdiri atas : leher (collar), selubung(sheath), dan lempeng dasar. Pada lempeng
dasar ada enam buah serabut ekor yang panjang, yang berfungsi untuk memasukkan asam nukleat ke
dalam sel bakteri yang diserangnya. (Wayan Bawa,1988:204-205)
Infeksi bakteri oleh virus merupakan suatu proses yang berlangsung secara bertahap ,
walaupun

waktunya

singkat.

Misalnya

serangan

Bakteriofage

Eschericha coli dapat dirinci menjadi tahapan berikut :


1. Bakteri dan virus (fage) yang cukup jumlahnya, bersentuhan.

T-genap

terhadap

bakteri

2. Serabut ekornya menempel pada dinding sel bakteri, untuk melekatkan fage pada tempat yang
tepat; selanjutnya, tonjolan-tonjolan yang terdapat pada lempeng dasar melekatkan fage
tersebut pada dinding sel bakteri.
3. Dengan enzim lisozim yang terdapat padanya, fage mencernakan sebagian dinding bakteri
sehigga terbentuk lubang kecil.
4. Fage menyuntikkan DNA melalui lubang tersebut. Setelah DNA fage masuk ke dalam sel
bakteri, lalu disusul oleh penghancuran DNA bakteri. Dengan demikian, yang ada dalam
bakteri adalah DNA virus.
5. DNA virus membuat RNA virus untuk menyusun protein virus dengan menggunakan ribosom
bakteri dan sumber energi (ATP) yang ada pada bakteri tersebut.
6. Protein virus yang terbentuk, membungkus DNA nya, yang juga telah banyak terbentuk
sebagai hasil replikasi. Dengan demikian, terbentuklah partikel-partikel fage yang utuh.
7. Sel bakteri mengalami lisis, isinya keluar, sedangkan fage-fage yang terbentuk ke luar dengan
bebas. Dari satu fage yang menginjeksi DNA ke dalam sel bakteri dapat dihasilkan
keturunan sampai 200 partikel fage. (Wayan Bawa, 1988:206-207)

Virus onkogenik
Onkogen adalah gen seluler yang telah termutasi atau terekspresikan secara salah dan

mengkode protein pada jalur - jalur transduksi sinyal. Onkoprotein adalah produk dari gen
onkogenik yang berfungsi dalam jalur transduksi sinyal untuk mentranformasi sel, sehingga sel dapat
memperbanyak diri secara tidak terkontrol yang biasanya menghasilkan pertumbuhan kanker,
misalnya tumor ganaspada suatu jaringan keras.
Virus - virus sepperti retrovirus membawa onkogen yang berasal dari gen seluler normal
(proto onkogen) dan disebut onkovirus. Virus - virus tersebut juga mengandung gen - gen virus yang
dapat menyebabkan terjadinya poliferasi seluler, sehingga nantinya bisa dihasilkan sel - sel lain yang
proto onkogennya bisa mengalami mutasi. Virus ini akan mentransformasi sel pada saat virus
berintegrasi ke dalam sel menjadi provirus dan mengganggu gen supresor tumor atau menyebabkan
ekspresi yang salah pada proto onkogen yang normal . Sel yang ttelah tertransformasi biasanya akan
memperbanyak diri secar tidak terkontrol, menjadi imortal, berubah bentuk, mempunyai sifat 0 sifat
antigenik baru, dan kehilangan inhibisi kontak. Sel yang normal biasanya akan menghentikan
poliferasinya pada saat sel tersebut melakukan kontak dengan sel lainnya. Hilangnya inhibisi kontak
menyebabkan sel berpindah ke jaringan atau organ lain (metastasis), dan menyebabkan pertumbuhan
kanker. Pada beberapa kasus, protein onkogenik merupakan protein normal namun diproduksi dalam
jumlah yang melebihi produksi normal dalam hal sekuens nukleotidanya. Jika onkoprotein merupakan
bagian dari suatu jalur transduksi sinyal, maka komponen normalnya akan menstimulasi sel untuk
bereplikasi secara tidak normal. Transformasi yang terganggu ini dapat menghasilkan sel kanker
setelah terjadi beberapa mutasi lainnya.
Contoh - contoh Onkogen adalah: Ras, Src, Fos, Myb, Abl, Jun
( Stansfield. 2003: 94-95)

D. PENGARUH VIRUS DALAM KEHIDUPAN


-

Positif

1. Virus dapat digunakan untuk memproduksi interveron yaitu sejenis senyawa yang
dimanfaatkan untuk mencegah replikasi virus di dalam sel induk.
2. Virus juga dimanfaatkan untuk pembuatan vaksin berbagai jenis mikroba penyebab penyakit
bagi manusia seperti: vaksin sabin dan salk untuk mencegah penyakit polio vaksin pasteur
untuk mencegah penyakit rabies.
3. Virus juga dapat dimanfaatkan sebagai antibakterial karena dapat menghancurkan bakteribakteri yang mengganggu pada produk-produk makanan yang diawetkan.
4. Virus juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan insulin. Sebagai contoh virus
penyebab kanker dapat dicangkokkan bersama dengan gen-gen penghasil insulin atau zat lain
ke bakteri sehingga bakteri tersebut dapat berkembangbiak dengan cepat dan sekaligus
memproduksi insulin atau zat lain.
5. Beberapa virus dapat dimanfaatkan untuk re-kombinasi genetika. Melalui terapi gen, gen
penyebab inveksi yang terdapat di dalam virus dapat diubah menjadi gen baik (gen
Penyembuh).
6. Virus bermanfaat sebagai antibodi pada serum darah sebagaimana sekresi pada membran
mukosa yang membantu tubuh menghancurkan unsur-unsur asing seperti virus (virus
melawan virus).
7. Virus berguna sebagai sebagai model sistem untuk mempelajari peristiwa-peristiwa yang
mengendalikan informasi genetik, karena virus sebenarnya adalah potongan-potongan
informasi genetik yang berbeda dengan informasi genetik sel.
8. Membuat antitoksin
9. Melemahkan bakteri
10. Menyerang pathogen

Negatif
1. Pada Tumbuh-tumbuhan:
Mozaik pada daun tembakau Tobacco Mozaic Virus
Mozaik pada kentang Potato Mozaic Virus
Mozaik pada tomat Tomato Aucuba Mozaic Virus
Kerusakan floem pada jeruk Citrus Vein Phloem Degeneration
2. Pada Hewan
Tetelo pada Unggas New Castle Disease Virus
Cacar pada sapi Vicinia Virus
Lidah biru pada biri-biri Orbivirus
Tumor kelenjar susu monyet Monkey Mammary Tumor Virus
3. Pada Manusia
Menyebabkan penyakit Influenza, Campak, Meningitis, Demam berdarah, Rabies,
Herpes. ( Stansfield, 2003: 93-94)

Daftar Pustaka

Campbell. 2002. Biologi. Edisi kelim jilid 1. Jkarta: Erlangga


Stansfield, William D, dkk. 2006. Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga
Subandi. 2010. Mikrobiologi.Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Suryani, Yoni. 2004. Biologi Seluler dan Molekuler. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta
Anonim. Pembelahan Biner. Diunduh dari http://web.ipb.ac.id pada tanggal 16 September 2013 pukul
18.45 WIB
Anonim. Struktur dan Fungsi Sel Eukariotik. Diunduh dari http://www.file.upi.edu
September 2013 pukul 18.50 WIB

pada tanggal 16