Anda di halaman 1dari 7

DISTRIBUSI PENYAKIT

(Penyebaran MasalahKesahatan)
Tri Widyastuti, SKM., M.Epid.- HandsOut Penyebaran Penyakit

BATASAN :
Penyebaran

Masalah

Kesehatan

adalah

keterangan

tentang

banyaknya

masalah kesehatan yang ditemukan pada sekelompok manusia berdasarkan


Karakteristiknya berhubungan dengan orang yang menderita (person), tempat
kejadian (place), dan waktu terjadinya (time) penyakit.
Person (orang), place (tempat), dan time (waktu) merupakan
variabel variabel epidemiologi
Sekarang timbul pertanyaan, siapa yang menderita (who), dimana tempat
kejadiannya (where), dan kapan terjadinya (when) penyakit tersebut ? Untuk
menjawab pertanyaan ini, kita harus mempelajari lebih mendalam mengenai
segala sesuatu tentang who, where, dan when.

A. PENYEBARAN PENYAKIT MENURUT ORANG (WHO)


Siapa yang menderita penyakit atau menghadapi masalah kesehatan,
dan siapa yang mempunyaai resiko tinggi terkena penyakit, bagaimana dengan
identitas orangnya seperti umur, jenis kelamin, ras, agama, status marital,
pekerjaan, pendidikan, status sosial dan lain-lain.
1. Umur
Umur merupakan salah satu variabel penting dalam bidang epidemiologi,
dimana umur dapat secara langsung menjadi salah satu faktor yang
berpengaruh terhadap perkembangan penyakit atau berpengaruh secara
tidak langsung bersama dengan variabel lain sehingga menyebabkan
terjadinya perbedaan antara angka kesakitan dan kematian pada
masyarakat.
Contoh : Umur lanjut merupakan faktor penting terhadap terjadinya
penyakit jantung.
2. Sex
Jenis kelamin mempunyai pengaruh penting terhadap perbedaan angka
kesakitan dan angka kematian di masyarakat. Secara umum, angka
1

kematian pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan,


tetapi pada keadaan tertentu angka kesakitan dan kematian pada
perempuan

lebih

tinggi

daripada

laki-laki,

terutama

oleh

karena

pengaruh hormon reproduksi dan dapat juga oleh hormon lain.


Ada masalah kesehatan yang lebih banyak ditemukan pd kel. Pria saja
atau sebaliknya. Adanya perbedaan penyebaran yg seperti ini disebabkan
oleh beberapa hal yaitu :
a. Perbedaan anatomi & fisiologi
Contoh : Ca. Prostat ---> pria saja
b. Perbedaan kebiasaan hidup
Contoh : Karena merokok, Ca. paru pd pria > wanita
c. Perbedaan tk. Kesadaran berobat
d. Perbedaan macam pekerjaan
Contoh : Penyakit akibat kerja pd pria lebih banyak drpd wanita.
3. Ras dan Etnis
Secar garis besar ras penduduk dunia dibagi berdasarkan warna kulit
yaitu grup kaukasia, negroid dan mongoloid. Ada penyakit-penyakit yang
diturunkan secara genetik pada ras tertentu, seperti penyakit Sickle Cell
Anemia pada ras Negroid, kanker lambung pada orang Amerika
keturunan Jepang (Mongoloid), danHaemophilia pada keturunan Rusia
(Caucasia).
Selain faktor keturunan, terdapat faktor lain yang ikut mempengaruhi
terjadinya penyakit atau kematian pada ras etnis tertentu seperti adat
istiadat, kebudayaan, hobi dll.
4. Status perkawinan
Predikat belum kawin, kawin atau duda, mempunyai arti penting dalam
bidang epidemiologi selain umur dan sex.
Contoh : pada wanita tidak kawin atau kawin pada umur tua cenderung
menderita

kanker

payudara,

sebaliknya

kawin

pada

umur

muda

cenderung menderita kanker leher rahim.


2

Faktor lain yang mempunyai hubungan erat dengan status perkawinan


adalah kebiasaan kawin cerai atau sering berganti pasangan , yang dapat
menimbulkan AIDS.
Pola perilaku kalangan yg blm menikah berbeda dgn yg sudah menikah.
Pengaruh tersebut dpt dibedakan dlm 3 hal :
a. Terhdp pola penyakit
Contoh : Penyakit kelamin, Kecelakaan banyak ditemukan pd mereka
yang belum
menikah
b. Terhdp resiko terkena penyakit
Contoh : istri / suami yg menderita TBC
c. Terhdp penatalaksanaan penanggulangan penyakit
Contoh : Bujangan yg menderita sakit (perawatannya kurang
dibanding yg sudah
menikah)
5. Pekerjaan
Frekuensi kesakitan dan kematian mempunyai hubungan erat dengan
jenis pekerjaan. Pada wanita pekerja sex, risiko tinggi menderita penyakit
Gonore, Sifilis dan AIDS sangat tinggi dibadingkan dengan wanita lain,
pekerjaan dengan risiko tinggi seperti penyelam, pekerja tambang, pilot
dll. Akan menghadapi risiko kematian dibandingkan pekerjaan lain.
Jenis dan lapangan pekerjaan mempunyai hubungan erat dengan status
ekonomi individu, keluarga dan masyarakat. Pada umumnya penduduk
yang tinggal di kota lebih makmur dibanding yang tinggal di desa.
Hubungan antara pekerjaan dgn masalah kesehatan saat ini menjadi
perhatian utama ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Hub. Yg terjadi disebabkan oleh :
a. Adanya risiko pekerjaan
Contoh : buruh tambang ----> penyakit silokosis
b. Adanya seleksi alamiah dlm memilih pekerjaan
Contoh : yg lemah akan menghindari pekerjaan yg brt.
c. Adanya perbedaan status sosial ekonomi
3

Contoh : Perbedaan macam pekerjaan yg dimiliki seseorang


menyebabkan terdpt
pula perbedaan status sosial.
6. Agama dan kepercayaan
Secara langsung terdapat hubungan antara agama atau kepercayaan
dengan angka kesakitan dan kematian pada suatu kelompok masyarakat.
Agama

mempunyai peranan besar terhadap penyebaran masalah

kesehatan.
Contoh : Agama Islam dan Yahudi mempunyai kebiasaan menyunat ---->
frek. Ca Penis lebih rendah , kelainan fungsi hati jarang ditemukan karena
tidak mengkonsumsi alkohol.
Di Amerika ada aliran kepercayaan atau sekte agama tertentu yang
menyuruh para pengikut dan umatnya melakukan bunuh diri secara
massal setelah mengikuti upacara ritual.
7. Pendidikan
Makin baik tingkat pendidkan formal pada masyarakat secara tidak
langsung akan menurunkan angka kesakitan dan kematian. Contoh : CDR
terus menurun dari tahun ke tahun. Hal ini selain disebabkan oleh karena
meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat.
8. Status sosial ekonomi
Ditemukan beberapa masalah kesehatan tertentu misalnya ----> peny.
Infeksi & kelainan gizi banyak diderita oleh masyarakat dgn status sosial
yg rendah
Terdptnya penyebaran masalah kesehatan yg berbeda ini pd umumnya
dipengaruhi oleh
2 hal :
a. Perbedaan kemampuan ekonomi dlm hal mencegah / mengobati
b. Perbedaan sikap hidup & perilaku (perilaku bersih diri kurang ---> akan
timbul penyakit
4

B.

PENYEBARAN

PENYAKIT

MENURUT

TEMPAT

(PLACE)
Tempat

terjadinya

penyakit

merupakan

variabel

penting

dalam

epidemiologi deskriptif, karena dapat menyebabkan adanya perbedaan antara


angka

kesakitan

dan

kematian

pada

masyarakat

berdasarkan

tempat

tinggalnya.
Perbedaan tempat ini dapat bersifat Internasional antara negara dengan
negara di dunia, Nasional antara propinsi, kabupaten dan kotamadya, atau
lokal antara kota dengan desa.
1. Internasional
Letak geografis mempunyai arti sangat penting dan dapat menyebabkan
terjadinya perbedaan angka kesakitan dan kematian. Contoh : Prevalensi
penyakit defisiensi vitamin D cukup tinggi diketemukan di daerah
beriklim subtropis dimana matahari tidak bersinar sepanjang tahun,
sedangkan prevalensi penyakit malaria sangat tinggi di daerah tropis,
karena populasi nyamuk Anopheles mempunyai habitat di daerah
beriklim tropis.
2. Nasional
Faktor-faktor yang menimbulkan terjadinya perbedaan angka kesakitan
dan

kematian

secara

nasional

adalah

keadaan

topografi

lingkungan hidup, kegiatan ekonomi dll. Contoh : penyakit

daerah,
endemik
5

gondok di Indonesia banyak dijumpai di daerah pegunungan yang


kekurangan garam yodium, pencemaran badan air oleh limbah industri
dan rumah tangga akan meningkatkan prevalensi penyakit kulit dan
pencemaran terutama di kota besar di Indonesia.
3. Lokal
Tempat tinggal di kota dan di desa, juga dapat menimbulkan terjadinya
perbedaan angka kesakitan dan kematian. Contoh : Risiko kematian oleh
karena kecelakaan lalulintas lebih tinggi di kota, sebaliknya prevalensi
infeksi penyakit cacing tambang lebih tinggi di desa dibandingkan di
kota.

C. PENYEBARAN PENYAKIT MENURUT WAKTU (TIME)


Mempelajari hubungan antara waktu dan penyakit merupakan kebutuhan
dalam analisis epidemiologi, oleh karena perubahan-perubahan penyakit
menutut waktu menunjukkan adanya perubahan faktor-faktor etiologi. Melihat
panjangnya

waktu

dimana

terjadinya

perubahan

angka

kesakitan

dan

kematian, maka dibedakan :


1. Fluktuasi jangka pendek (Cyclic Trend)
Dimana perubahan angka kesakitan berlangsung beberapa jam, hari,
minggu, dan bulan.
Contoh : epidemi keracunan makanan (beberapa jam), epidemi influensa
(beberapa hari/minggu), epidemi cacar (beberapa bulan).
2. Perubahan secara siklus/musim (Seasonal Trend)
Dimana perubahan angka kesakitan dan kematian berhubungan dengan
perubahan musim. Contoh : Puncak dari epidemi kholera terjadi pada
musim kemarau dan berangsur-angsur turun setelah datang musim
penghujan.
6

3. Perubahan jangka panjang (Secular Trend)


Dimana perubahan angka kesakitan yang berlangsung dalam periode
waktu

yang

panjang,

bertahun-tahun

atau

berpuluh-puluh

tahun.

Contoh : Frekuensi penyakit TBC dan demam tipoid di negara barat


dalam waktu 50 tahun belakang ini cenderung menurun, sebaliknya
frekuensi penyakit DM, kenker dan system kardiovaskuler cenderung
meningkat.

Anda mungkin juga menyukai