Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MATA KULIAH

ANEKA TERNAK

Makalah Budidaya Lintah


Dosen : Ir. Eddy Sugiharto, S.Pt, M,Si

OLEH KELOMPOK 1
Aldryanto Yanri Alan Assa
Alfian
Anna Fauziah
Arnoldus Yohanes Du Laki
Crispianus No

Semester VII
JURUSAN PENYULUHAN PETERNAKAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN BOGOR
2014

PENDAHULUAN
Latar belakang
Pada saat ini biaya berobat semakin mahal, bahkan ada banyak cerita
rumah sakit yang menolak menangani pasien dengan berbagai alasan. Hal ini,
tentu menjadi beban tersendiri bagi masyarakat yang memerlukan bantuan
medis. Kemudian mereka mencari solusi alternatif. Salah satu alasannya adalah
karena murah. Dunia kesehatan semakin berkembang pesat dan meluas, ada
beberapa metode metode yang dinilai masuk akal hingga yang tidak bisa
diterima akal sama sekali, mulai dengan terapi lebah, akupuntur dan lain
sebagainya. Kini ada jenis pengobatan yang bisa dikatakan unik yaitu terapi
lintah. Alasan lain tentu keberhasilan pengobatan tersebut yang sudah terkenal
dan terpercaya walaupun metodenya cukup terbilang aneh seperti pemakaian
lintah sebagai medianya.
Lintah, makhluk yang dianggap menjijikan bagi beberapa orang ternyata
kini dijadikan sebagai salah satu alat terapi kesehatan, lintah yang biasa kita
hindari karena bisa menghisap darah justru dikembangkan sebagai salah satu
alat kesehatan, ternyata lintah mempunyai khasiat yang sangat berarti untuk
mengobati penyakit seperti diabetes, jantung, migrain, saraf terjepit, sinusitis,
cedera otot dan penyakit darah kotor.
Masalah
Dari latar belakang di atas masalah yang akan diangkat adalah
1. Bagaimana cara membudidayakan lintah ?
2. Apa manfaat lintah untuk pengobatan ?
Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah
1. Agar mengetahui cara budidaya lintah
2. Agar tau manfaat lintah untuk pengobatan

TINJAUAN PUSTAKA

Terapi lintah untuk pengobatan merupakan salah satu metode alternatif


yang popular di masyarakat. Bahkan terapi ini juga ditawarkan di tempat
perawatan tubuh yang modern seperti spa. Tidak hanya masyarakat dari
kalangan menengah ke bawah saja yang sudah pernah menjalani terapi
pengobatan dengan media lintah. Artis Hollywood seperti Demi Moore bahkan
menggunakan jasa terapi lintah di sebuah spa di Australia. Ternyata metode ini
sudah terkenal sejak jaman Mesir kuno. Lintah adalah hewan jenis karnivora
yang juga menghisap darah. Itulah mengapa banyak orang membencinya.
Namun,

air

liurnya

ternyata

bermanfaat

karena

banyak

mengandung

antikaogulan atau zat anti pembekuan darah. Zat-zat lainnya yang ditemukan
pada air liur tersebut adalah penisilin, anti radang dan anestesi atau bius.
Kandungan zat bermanfaat dalam tubuh lintah tersebut sudah diteliti dan
menurut riset medis, terapinya mampu bekerja bersama pengobatan medis atau
herbal. Beberapa manfaat lintah untuk pengobatan, salah satunya adalah
menstabilkan hormon serotonin atau melancarkan peredaran darah dan oksigen
pada jaringan syaraf yang halus di kepala
( http://pengobatanlintah.com/manfaat-lintah-untuk-pengobatan/)
Riset yang dilakukan di Eropa juga membuktikan bahwa terapi lintah yang
dilakukan dengan pengobatan medis (obat2an) atau Herbal dapat meningkatkan
efektifitas obat. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya efek samping sebagai
akibat

terapi

hirudo

medicinalis

pengobatan-dengan-terapi-lintah/)

(http://terapilintah.blogdetik.com/layanan-

PEMBAHASAN
1. Budidaya Lintah
Cara beternak dan budidaya lintah gampang-gampang susah. Mudah
karena ia tergolong karnivora sehingga cukup diberi pakan belut dan berbagai
jenis invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) lain, seperti cacing, siput,
dan larva serangga. Di habitat asli, satwa-satwa itu juga pakan utama lintah.
Lokasi budidaya sebaiknya mirip habitat di alam, yaitu tempat tidak
terpapar matahari langsung, agak teduh dan lembab. Tempat budidaya dapat
berupa kolam, akuarium, atau kolam fiber. Tak ada aturan baku untuk ukuran
kolam. Asal kolam diberi lumpur, bebatuan, pasir, roster atau genting untuk lintah
bermain dan menempelkan kokonnya.
Pembuatan kolam lintah

15 Buah Nanas Muda di kupas kulitnya lalu di blender dengan mesin


jangan terlalu halus kemudian gosok seluruh bagian dalam kolam
tersebut secara merata kemudian sisa dari buah nanas yang telah di
gosok masukkan ke dalam kolam tersebut lalu rendam seluruh
permukaan kolam dari bawah sampai atas permukaan kolam dengan air
diamkan selama 1 hari ini berfungsi untuk mensterilkan kandungan
senyawa racun yang ada pada kolam tersebut lalu bilas kolam tersebut
dengan air hingga bersih perlu diingat air yang direkomendasikan adalah
air tanah tapi kita harus teliti dahulu apakah air tanah yang kita pakai
mengandung unsur logam, minyak atau dalam pengertian daerah
tersebut adalah daerah tambang jangan digunakan kita beralih kepada air
dari PAM dengan cara kita endapkan lebih dahulu air tersebut selama 1
hari agar kotoran dari air tersebut turun ke bawah.

Persiapkan Media Tanah sekitar 6 Karung ukuran beras 50 kg tanah yang


direkomendasikan adalah tanah yang dipakai untuk persawahan tetapi
sekarang ini Tanah yang ada di persawahan sudah banyak mengandung
unsur pestisida dan limbah buangan dari pabrik industry yang akan
membuat lintah menjadi mati anda harus mencarinya didaerah yang
belum ada industri pabrik atau anda bisa mencarinya melalui Internet
yang menjual produk tanah untuk budidaya lintah.

Kemudian bersihkan tanah tersebut dengan cara mensortirnya agar


benda lain seperti plastik,pecahan kaca dll tidak ikut tercampur setelah
itu masukan tanah tersebut ke dalam kolam buat susun tanah tersebut
menyerupai mianatur Gunung ini berfungsi agar tercipta daratan di atas
puncak gunung tersebut kemudian masukan air hingga batas leher dari
miniature gunung tersebut serta masukan juga kerikil-kerikil kecil ke
dalam nya dan tumbuhan Eceng gondok atau kiambang tapi terlebih
dahulu Enceng gondok tersebut karena diambil dari rawa kita bilas dahulu
dengan air tawar guna menetralkan racun dari tumbuhan tersebut. Eceng
Gondok atau kiambang berfungsi sebagai pelindung panas dari matahari
juga sebagai sumber makanan cadangan sementara selain Belut atau
lele sebagai makanan utamanya. Setelah semua sudah dipersiapkan kita
harus membuat penutup kolam dengan kain puring atau kain satin agar
lintah tidak bisa keluar dari kolam tersebut

Kemudian Masukan Bibit(Indukan) Lintah ke dalam kolam tersebut


maksimal untuk ukuran kolam tersebut kita bisa masukan Lintah
sebanyak 2000 s/d 5000

Air di kolam juga disesuaikan dengan alam. Untuk pembesaran suhu air
25-30 derajat celcius. Sedangkan untuk produksi suhu diturunkan menjadi 18-20
derajat celcius. Derajat keasaman air 5-7, kelembapan udara 30-40%. Maklum ,
lintah berbeda dengan pacet. Yang disebut terakhir biasanya ditemui melekat
pada daun atau batang pohon hutan tropis dengan kelembapan tinggi 80-90%.
Pacet tak menyukai air, sedangkan lintah sehari-hari hidup di air.
Cara Mengawinkan Lintah
Cara mengawinkan lintah mudah. Cukup meletakkan induk dalam suatu
wadah-ukuran 1 m3 diisi 800 ekor induk dengan kondisi lingkungan mirip habitat.
Lintah akan kawin, berkembang biak, dan bertelur secara lami. Di habitat asli,
lintah bertelur di akar-akar tanaman enceng gondok.
Setelah bertelur induk dipisahkan ke kolam lain agar tidak memakan
anaknya. Anak lintah cukup diberi pelet dan setelah 2 bulan baru diberi darah
dari pakan hewan ternak tidak bertulang belakang.

Meski belum ada standar budidaya yang 100%benar, tapi tingkat


keberhasilannya tinggi. seorang pembudidaya lintah secara tradisional saja
berhasil menghasilkan 10.000 lintah perbulan dari 50.000 induk.
Harga Lintah
Lintah layak jual atau mampu menjalankan fungsinya sebagai pengobat
ketika berumur minimal 4 bulan atau mencapai ukuran 3-4 cm. Harganya
Rp.3000/ekor untuk terapi pengobatan.
http://operatoralatberatindonesia.blogspot.com/2012/02/cara-budidaya-lintah.html
2. Manfaat Lintah Untuk Pengobatan
Lintah yang dipergunakan untuk terapi

adalah lintah jenis Medicinalis yang

berasal dari hutan atau sungai di daerah Aceh, karena di daerah tersebut lintah
ini masih steril. Terapi ini prosesnya adalah dengan menempelkan 2 lintah di titiktitik yang menjadi pusat penyakit tersebut selama setengah sampai satu jam, lalu
lintah tersebut dilepas.
Pada saat lintah tersebut ditempelkan, maka lintah akan mengeluarkan lendir
yang berguna untuk meregenerasi saraf, mengeluarkan darah kotor dan
menyembuhkan penyakit, dalam hal ini tidak ada minyak lintah karena 99%
tubuh lintah terdiri dari air atau lendir.
Bagian Lintah yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan adalah badan lintah
dan air liurnya.
Badan lintah dapat diolah dengan 2 cara yaitu pertama dengan dikeringkan
kemudian

diserbukan/diekstraksi

dan

dikapsulisasi

untuk

mempermudah

pengkonsumsianya. kedua dengan cara diambil minyak lintahnya.


Proses pemanfaatan air liur lintah yang banyak mengandung ensim dengan cara
lintah digigitkan ke inang/pasien. selama proses makan tersebut lintah
mengeluarkan berbagai ensim komplek. Diketahui lebih dari 150 ensim yang
terkandung dalam air liur lintah tetapi hanya beberapa ensim saja yang diketahui
manfaatnya secara langsung. Ensim-ensim tersebut adalah;
1. Hirudin : Menghambat pembekuan darah dengan mengikat thrombin

2. Calin: Menghambat pembekuan darah dengan menghalangi pengikatan


faktor von Willebrand untuk kolagen. Menghambat-mediated platelet
agregasi kolagen
3. Destabilase: Monomerizing kegiatan. Larut fibrin. Efek trombolitik
4.

Hirustasin: Menghambat kallikrein, tripsin, chymotrypsin, G cathepsin


neutropholic

5. Bdellins: Anti-inflamasi. Menghambat tripsin, plasmin, acrosin


6. Hialuronidase: Meningkatkan viskositas interstisial. Antibiotika
7.

Tryptase inhibitor: Menghambat proteolitik enzim dari sel mast inang

8.

Eglins Anti-inflamasi. Menghambat aktivitas alfa-chymotrypsin, chymase,


substilisin, elastase, cathepsin G

9. Faktor Xa inhibitor: Menghambat aktivitas faktor xa koagulasi dengan


membentuk kompleks equimolar
10. Carboxypeptidase A inhibitor: Meningkatkan aliran darah di lokasi gigitan
11. Histaminelike zat: Vasodilator. Meningkatkan aliran darah di lokasi
gigitan
12. Anestesi subsctance: Obat bius
(http://pusatterapilintahbekasi.blogspot.com/p/manfaat-lintah-untukpengobatan.html
Salah satu terapi lintah untuk Diabetes
Diabetes Mellitus sulit dikenali gejalanya sehingga banyak penderita yang baru
berobat setelah mengalami komplikasi penyakit yang parah. Karena itu
penanganannya perlu dilakukan pada upaya intervensi dini untuk mencegah
progressivitas penyakit sebelum menjadi Diabetes Mellitus tipe dua.
Setiap tahun lebih dari tiga juta orang di seluruh dunia meninggal sebagai akibat
dari komplikasi Diabetes Mellitus atau dengan kata lain terjadi satu kematian
setiap tiga detik. Diet serta olahraga yang teratur dapat mengurani secara drastis
kemungkinan seseorang dengan toleransi glukosa terganggu karena diabetes.
Orang-orang dengan pra-diabetes dapat berkembang menjadi Diabetes Mellitus
tipe dua dalam waktu sepuluh tahun, kecuali mereka dapat mengurangi tujuh
persen berat badan melalui modifikasi gaya hidup intensif.

Pra-diabetes merupakan kondisi dimana kadar gula darah lebih tinggi dari
normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk diagnosa sebagai diabetes. Ciri-cirinya
ada gangguan kadar gula darah yang diukur dengan adanya toleransi gula darah
terganggu (TGT) atau gula darah puasa terganggu (GDPT).
Therapy efektif bisa dilakukan dengan lintah, untuk mengobati Diabetes Mellitus
(kering) lintah-lintah tersebut ditempelkan pada bagian yang baal, mati rasa,
kesemutan, kaku, sakit disekitar kaki maupun tangan. Gangguan seperti sering
buang air kecil pada malam hari, tidak bisa buang air besar setiap hari, perut
kembung dan gangguan disfungsi ereksi bisa disembuhkan dengan Therapy
Lintah & Herbal yang teratur.
Diabetes Mellitus (basah) radang, bengkak, luka yang tidak bisa sembuh, busuk,
sudah mati rasa disekitar lubang luka, tanpa perlu diamputasi dengan therapy
lintah dan ramuan herbal, Diabetes Mellitus (basah) bisa disembuhkan secara
total.
Terapi alternatif dengan Lintah (Hirudo Medicinalis) telah digunakan sejak abad
ke 18, namun sejak berkembangnya dunia medis kedokteran di abad 19,
perlahan terapi lintah mulai dilupakan orang.
Terapi ini kembali digunakan pada awal 1990 dimana dalam sebuah riset medis
dengan

Terapi

lintah

berhasil

membuktikan

bahwa

terapi

ini

dapat

menyembuhkan Tumor tanpa kemoterapi dan pembedahan.


Riset yang dilakukan di Eropa juga membuktikan bahwa terapi lintah yang
dilakukan dengan pengobatan medis (obat2an) atau Herbal dapat meningkatkan
efektifitas obat.
Hingga saat ini tidak ditemukan adanya efek samping sebagai akibat terapi
hirudo medicinalis.
http://terapilintah.blogdetik.com/layanan-pengobatan-dengan-terapi-lintah/

PENUTUP
Lintah makhluk yang selama ini dianggap menjijikan bagi beberapa orang
ternyata kini dijadikan sebagai salah satu alat terapi kesehatan, lintah yang biasa
kita hindari karena bisa menghisap darah justru kita dikembangkan sebagai
salah satu alat kesehatan, ternyata lintah mempunyai khasiat yang sangat berarti
untuk mengobati penyakit seperti diabetes, jantung, migrain, saraf terjepit,
sinusitis, cedera otot dan penyakit darah kotor.
Cara budidaya lintah jg sangat gampang cukup ditempatkan di dalam
kolam yang telah di beri lumpur. Cara mengawinkan lintah mudah. Cukup
meletakkan induk dalam suatu wadah-ukuran 1 m3 diisi 800 ekor induk dengan
kondisi lingkungan mirip habitat. Lintah akan kawin, berkembang biak, dan
bertelur secara lami. Di habitat asli, lintah bertelur di akar-akar tanaman enceng
gondok.

Referensi

http://operatoralatberatindonesia.blogspot.com/2012/02/cara-budidaya-lintah.html

http://pengobatanlintah.com/manfaat-lintah-untuk-pengobatan

http://pusatterapilintahbekasi.blogspot.com/p/manfaat-lintah-untukpengobatan.html

http://terapilintah.blogdetik.com/layanan-pengobatan-dengan-terapi-lintah/

Gambar Lintah

Gambar Kolam Budidaya Lintah

Gambar Terapi Lintah

Gambar Minyak Lintah