Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI TOKSIKOLOGI

Penentuan LD50 dengan Metode Thommson dan Weil

Disusun oleh:
Kelompok 6
Luthfi Sofian

(0661 11 0

Antony Dedi

(0661 12 053)

Cevi Destri

(0661 12 062)

Pungky Umi Sadiyah

(0661 11 070)

Mia Puspa Dewi

(0661 12 080)

Rini Setiawati

(0661 14 703)

Dosen Pembimbing :
1.

Drh. Mien R., M.Sc., Ph.D

2.

E. Mulyati Effendi., MS

3.

Yulianita., M.Farm

LABORATORIUM FARMASI
PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2014

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG


Hampir semua obat dengan dosis yang cukup besar dapat
menimbulkan efek toksis (dosis toksis atau TD) dan pada akhirnya dapat
menyebabkan kematian (dosis letal atau LD). Untuk menilai keamanan dan
efek suatu obat, di laboratorium farmakologi dilakukan penelitian dengan
binatang percobaan. Yang ditentukan adalah khusus ED50 dan LD50 yaitu
dosis yang masing-masing memberikan efek atau dosis yang mematikan
pada 50% pada jumlah binatang.
Perbandingan antara ED50 dan LD50 disebut dengan indeks terapi.
Semakin besar indeks terapi atau jarak antara ED50 dan LD50, semakin aman
penggunaan obat tersebut. Jadi suatu obat dengan indeks terapi yang besar
dapat diharapkan akan memberikan batas keselamatan yang lebih besar
dalam penggunaannya.

I.2. TUJUAN
1. Penentuan ED dan LD50 suatu sediaan obat.
2. Mempelajari batas keamanan suatu sediaan obat.

I.3. HIPOTESIS
Prokain HCl dapat menyebabkan kematian pada 50 % hewan coba katak.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Dosis efektif 50% (ED50) adalah dosis suatu obat yang dapat berpengaruh
terhadap 50% dari jumlah hewan yang diuji. Sedangkan, dosis lethal 50% (LD50)
adalah dosis suatu obat atau bahan kimia yang dapat menyebabkan kematian
sampai 50% dari jumlah hewan yang diuji.
Jarak antara ED50 dan LD50 disebut dengan margin of safety (batas aman)
sedangkan perbandingan keduanya disebut indeks terapi. Indeks

terapi

merupakan perbandingan antara kedua ED50 dan LD50, yang merupakan


suatu ukuran keamanan obat. Semakin besar indeks terapi, semakin aman
penggunaan obat tersebut. Tetapi, indeks terapi ini tidak dengan begitu saja
dapat dikorelasikan terhadap manusia, seperti semua hasil percobaan
dengan binatang, karena adanya perbedaan metabolisme.
Indeks terapi suatu obat adalah rasio dari dosis yang menghasilkan racun
dengan dosis yang menghasilkan respon klinis yang diinginkan atau efektif dalam
populasi individu. Adapun rumus Indeks Terapi adalah sebagai berikut:
Indeks Terapi =
Dimana:

LD50 = dosis obat yang menyebabkan respon beracun di 50% dari

populasi
ED50 = dosis terapi obat yang efektif dalam 50% dari populasi.
Terdapat 3 metode yang paling sering digunakan untuk menghitung harga
LD50 yaitu metode grafik Lithfield dan Wilcoxon, metode kertas grafik probit
logaritma Miller dan Tainter serta metode rata-rata bergerak Thompson-Weil
yang didasarkan pada kekerabatan antara peringkat dosis dan % hewan yang
menunjukan respon.
Dalam melakukan uji LD50 ada beberapa syarat yang harus ditaati dan
syarat tersebut cukup sulit dilakukan untuk laboratorium yang kurang
berpengalaman dalam melakukan uji LD50. Syaratnya adalah:

1. Bahan kimia/bahan obat yang diuji:


a. identifikasi yang jelas dari bahan yang akan diuji
b. nomor produksi
c. karakterisasi fisik
2. Penggunaan hewan uji:
a. mencit, tikus, Kelinci, monyet dsb
b. Strain dan laboratorium asal hewan jelas
c. Jantan semua; betina semua; campuran jantan dan betina(50:50)
d. Bobot badan seragam
3. Rute aplikasi:
a. peroral/dermal (bahan padat atau cair) menggunakan, Tikus, mencit
terutama tikus
b. Inhalasi (bentuk gas); menggunakan tikus/ kelinci
c. Jumlah hewan perkelompok minimum 8
4. Kondisi pemeliharaan:
a. Kondisi kandang, bersih, ventilasi cukup
b. Perawatan baik: cukup air, pakan, diet dsb
c. Suhu, kelembaban, sinar dsb
5. Pengamatan:
a. Sering diamati (minimum 1 hari 1 kali untuk uji kronis)
b. Dicatat gejala yang terlihat dan lesi-lesi yang timbul
c. Pencatatan kematian
d. Kelainan tingkah laku
e. Dilakukan nekropsi pada hewan yang mati
6. Laporan:
a. Nilai hasil uji LD50 dilaporkan untuk setiap jenis kelainan, terutama
adanya perbedaan respons untuk setiap jenis kelamin
b. Dilaporkan juga kurva dosis mortalitas dan konfiden limit
c. Dilaporkan gejala toksisitas yang terlihat, jumlah kematian, jumlah hewan
yang tidak terpengaruh untuk semua tingkat dosis
d. Untuk uji dermal: dilaporkan pengaruh local tempat pemberian
e. Untuk uji inhalasi: ukuran partikel aerosol harus dilaporkan

BAB III
METODE KERJA

III.1. ALAT DAN BAHAN


1. Alat

Alat suntik

Plastik 1 kg

Timbangan hewan

2. Bahan

Katak

Larutan prokain HCl

III.2. CARA KERJA


1. Ditimbang masing-masing katak.
2. Dihitung dosis masing-masing katak.
3. Disuntikkan prokain HCl sesuai dosis pada masing-masing katak.
4. Diamati selama 30 menit.
5. Setelah 30 menit, dihitung katak yang hidup dan mati.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.I. HASIL PENGAMATAN


Tabel 1 :

Pengamatan LD50

Kelompok

Hidup

Mati

VI

VII

VIII

Tabel 2 : Perhitungan Dosis


Nomor

Berat Katak (g)

Obat

Dosis (ml)

26

Prokain HCl

0,78

33

Prokain HCl

0,99

32

Prokain HCl

0,96

34

Prokain HCl

1,02

Perhitungan Dosis
D = 600 mg/kgBB
C =2%
a. Katak 1
Berat badan katak

= 26 g

X = 15,6 mg = 0,0156 g

Y = 0,78 ml
b. Katak 2
Berat badan katak

= 33 gr

X = 19,8 mg = 0,0198 g

Y = 0,99 ml
c. Katak 3
Berat badan katak

= 32 gr

X = 19,2 mg = 0,0192 g

Y = 0,96 ml
d. Katak 4
Berat badan katak

= 34 gr

X = 20,4 mg = 0,0204 g

Y = 1,02 ml
Perhitungan LD50
Diketahui : D

= 400 mg/kg

= log

+ log

= 0,50000

df

= 0,81650

+ log

= log 1,5

Log LD50 = Log D + {log d x (f x 1)}


= Log 400 + {log 1,5 x (0,5 + 1)}
= 2,6021 + {0,1761 x 1,5)}
= 2,6021 + 0,2642
= 2,8863
LD50

= 735,021 mg/kg

Kisaran LD50
Log LD50 2d x df
2,8863

2 log 1,5 x 0,81650

2,8863

2 . 0,1761 x 0,81650

2,8863

0,2876

2,5787 ------ 3,1539


Kisaran LD50 = 379,053 mg/kgBB sampai 1425,28 mg/kgBB

IV.II. PEMBAHASAN
Pada percobaan ini dilakukan penentuan LD50 dari prokain HCl,
penentuan LD50 ini bertujuan untuk mengetahui keamanan dari sediaan
tersebut pada hewan coba katak.
Larutan prokain HCl yang digunakan dalam percobaan ini adalah
salah satu jenis anastesi lokal yang memilki toksisitas kecil. Larutan
prokain HCl ini disuntikkan pada katak dan diberikan dalam dosis
bertingkat untuk mengetahui efek dari peningkatan dosis tersebut pada
katak.
Setelah penyuntikan selama 30 menit kemudian dilakukan
pengamatan terhadap hewan coba katak. Pada pemberian dosis 400
mg/kgBB didapatkan bahwa 2 katak masih hidup dan 2 katak lainnya telah

mati. Pada dosis 600 mg/kgBB terdapat 3 katak hidup dan 1 katak mati.
Pada dosis 900 mg/kgBB terdapat 2 katak hidup dan 2 katak mati. Dan
pada dosis 1350 mg/kgBB tidak terdapat katak yang hidup dan 4 katak
mati. Adanya hewan coba yang masih hidup dan mati ini diakibatkan
karena faktor variasi individu, metabolisme, mekanisme absorbsi,
perbedaan genetika dan berat badan yang berbeda.
Kematian pada katak dapat ditandai dengan tidak adanya denyut
pada rongga dada dan pupil yang mengecil. Pada percobaan ini dapat
dilihat bahwa katak yang disuntikkan dengan dosis terbesar, yaitu 1350
mg/kgBB mengalami kematian hewan coba secara keseluruhan.
Setelah diketahui jumlah hewan coba katak yang mati pada
masing-masing dosis, selanjutnya ditentukan nilai LD50-nya dengan
menggunakan rumus. Setelah dihitung maka didapatkan nilai LD50 dari
prokain HCl adalah 735,021 mg/kgBB, yang artinya bahwa pada dosis
735,021 mg/kgBB prokain HCl akan menyebabkan kematian 50 % pada
hewan coba katak.
Selanjutnya dihitung pula kisaran LD50 untuk mengetahui rentan
dosis prokain HCl yang masih dapat digunakan. Setelah perhitungan maka
didapatkan kisarannya adalah 379,053 mg/kgBB sampai 1425,28
mg/kgBB. Dari kisaran ini dapat dilihat bahwa prokain HCl memiliki jarak
LD50 yang cukup lebar yang menandakan bahwa sediaan ini aman untuk
digunakan. Hal ini sesuai dengan literatur yang mengatakan bahwa
prokain HCl merupakan anastesi lokal yang memiliki toksisitas rendah
sehingga keamanannya cukup tinggi.

BAB V
KESIMPULAN
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. LD50 dari prokain HCl adalah 735,021 mg/kgBB.
2. Kisaran LD50 prokain HCl adalah 379,053 mg/kgBB sampai 1425,28
mg/kgBB.
3. Jarak LD50 dari prokain HCl cukup lebar yang menandakan bahwa sediaan
ini aman untuk digunakan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. ____. Farmakologi Fenobarbital ED50. https://www.scribd.com. Diakses


pada 27 November 2014.
Anonim.

____.

Keracunan,

Dosis

Efektif

dan

Dosis

Lethal

50%.

http://www.geocities.ws/kuliah_farm/praktkum_farmakologi/praktikum_to
ksi.doc. Diakses pada 27 November 2014.
Owen,

Hans

K.,

Suci

Rizalah

I.,

dkk.

2012.

Farmakodinamik.

http://doctivator.files.wordpress.com/2013/02/farmakodinamik.docx.
Diakses pada 27 November 2014.
R. Angga A., Siska H., dkk. 2013. MENENTUKAN LD50 (LETHAL DOSE)
SUPERMETRIN

(SUTRIN

100ec)

PADA

TIKUS.

http://s3.amazonaws.com/ppt-download/laporanpraktikumfarmakologild50
-131030185910-phpapp01.docx. Diakses pada 27 November 2014.