Anda di halaman 1dari 6

NAMA

: FITRIAH

NIM

: P07134112429

Identifikasi Klebsiella
1. Pemeriksaan Mikroskopik
Pengecatan Gram
Pengecatan Gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri
menjadi dua kelompok besar yaitu gram positif dan gram negative berdasarkan sifat
kimia dan fisik dinding sel mereka.
Prinsip: kuman gram positif mengalami denaturasi protein pada dinding sel oleh
pencucian dengan akohol, protein menjadi keras dan beku, poro-pori mengecil
sehingga kompleks ungu Kristal iodium dipertahankan dan sel tetap ungu. Sedangkan
kuman gram negative melarutkan zat lipid selama pencucian dengan alcohol, pooripori pada dinding sel membesar sehingga zat warna yang sudah diserap mudah lepas,
kemudian mengambil zat warna merah dari fuchsin.
Interpretasi hasil: sifat gram negatif (-), warna merah, bentuk batang panjang-pendek

agak gendut (cocobasil), susunan berpasangan atau berderet.


Pengecatan Kapsul
Pewarnaan kapsul adalah metode pewarnaan diferensial yang dikhususkan untuk
melihat bagian kapsul dai suatu bakteri. Kapsul ini terbentuk dari bahan berlendir
yang kompak dan tampak sebagai suatu bentuk yang pasti, melingkupi dinding selnya.
Prinsip: (Metode Burry Gins) kapsul pada kuman tidak dapat megikat zat warna,
sehingga pada pemberian cat tinta cina dan carbol fuchsin terlihat bulatan terang atau
transparan denga latar belakang gelap dan badan kuman berwarna merah dari fuchsin.
Interpretasi hasil: bentuk kuman basil, kapsul transparan, badan bakteri merah dan
latar belakang hitam.

Pembiakan
2. TSB (Tripticase Soy Broth)
Media TSB adalah media pembenihan yang digunakan untuk memperbanyak atau
menumbuhkan bakteri yang dapat ditumbuhi oleh hampir semua jenis bakteri. Media ini
mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan subtansi
nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam
mikroorganisme.

Dekstrosa

adalah

sumber

energi

dan

natrium

klorida

yang

mempertahankan kesetimbangan osmotik. Dikalium posfat ditambahkan sebagai buffer


untuk mempertahankan pH.
Interpetasi Hasil :
Positif : terjadi kekeruhan pada media
Negatif : tidak terjadi kekeruhan pada media
3. Agar Darah/BAP (Blood Agar Plate)
Media umum adalah media BAP (Blood Agar Plate) yang dipakai untuk mengidentifikasi
kemampuan bakteri dalam melisiskan sel-sel darah yang terdapat dalam media ini dapat
berupa zona lisis (alfa), (betha), dan (gamma).
Interpretasi hasil: Pada media BAP didapatkan hasil pertumbuhan koloni yaitu memiliki
ciri-ciri memiliki koloni yang besar, berwarna putih - abu-abu, smooth, mucoid, cembung,
serta anhaemolytis. Anhaemoysis artinya tidak terdapat zona disekitar koloni.
4. Media Mac Conkay Agar (MC)
Media ini mengandung laktosa dan merah netral sebagai indikator, sehingga bakteri
yang meragikan laktosa akan tubuh sebagai koloni berwarna merah yang dapat
membedakan dari bakteri yang tidak meragikan laktosa yang tumbuh sebagai bakteri yang
tidak berwarna. Klebsiella tumbuh sebagai koloni yang berwarna merah muda namun tidak
dapat meragikan laktosa secara sempurna.
Prinsip :Media ini akan menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dengan adanya
garam empedu yang membentuk Kristal violet. Bakteri gram negatif yang tumbuh dapat
dibedakan dengan kemampuannya memfermentasikan laktosa. Koloni bakteri yang
memfermentasiakn laktosa berwarna merah bata dan dapat dikelilingi oleh endapan garam
empedu. Endapan ini disebabkan oleh penguraian laktosa menjadi asam yang akan
bereaksi dengan garam empedu.
Interpretasi hasil: Klebsiella pada media Mac Conkey memiliki ciri-ciri pertumbuhan
yaitu memiliki koloni besar-besar, smooth, cembung, sifat anhemolitik, berwarna merah
muda sampai merah bata bersifat mucoid yakni pada saat koloni diambil dengan ose akan
kelihatan molor seperti tali atau benan (elastic)
5. Media ENDO agar
Endo agar adalah media padat (solid plating media), digunakan untuk menumbuhkan
bakteri yang hidup di usus. Media ini mengandung natrium sulfit dan basic fuchsin yang
dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif. Asam yang dihasilkan dari
perombakan laktosa dapat dideteksi dengan asetaldehida dan natrium sulfit.
Prinsip : Sodium sulfit dan fuchsin menghambat petumbuhan dari bakteri gram positif. E.
coli dan bakteri coliform dapat menguraikan laktosa dengan menghasilkan aldehid dan

asam. Aldehid ini membebaskan ikatan fuchsin dari senyawa fuchsin-sulfat, fuchsin ini
kemudian memberi warna merah pada koloni. Pada E.coli reaksi ini begitu kuat sehingga
fuchsin yang mengkristal warna hijau metalik yang permanen (kilau fuchsin). Laktosa
negatif dan laktosa positif lemah tidak memberikan kilau fuchsin.
Interpretasi hasil: koloni berukuran sedang sampai besar, smooth, cembung, keping,
berwarna merah muda-merah mengkilat, dan sifat mucoid sangat jelas terlihat dan
laktosafermenter.
6. EMB (Eosin Methylene Blue)
EMB merupakan media diferensial berbentuk padat dapat digunakan untuk menggantikan
Mac Conkey agar dan untuk mengadakan isolasi serta mendeteksi Enterobacteriaceae dan
campuran spesies-spesies bakteri yangberbentuk batang koliform. Eosin dan methylene
blue berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram
negatif. Eosin dan methylene blue ini dapat juga berperan sebagai indikator produksi asam.
Laktosa dan sukrosa dimasukkan untuk memungkinkan diferensiasi isolat didasarkan pada
fermentasi laktosa.
Prinsip : Bakteri yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna
gelap dengan kilap logam, sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak
berwarna. Fermentasi laktosa menghasilkan asam, hal ini mendorong penyerapan zat
warna oleh koloni yang sekarang berwarna ungu hitam. Bakteri yang tidak memfermentasi
laktosa dapat meningkatkan pH oleh deaminasi protein, hal ini menyebabkan pewarna
tidak diserap sehingga tidak berwarna.
Komposisi: Mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang
memfermentasi laktosa. Mikroba yang memfermentasi lak-tosa menghasilkan koloni
dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam, sedangkan mikroba lain yang dapat
tumbuh koloninya tidak berwarna. Adanya eosin dan methylene blue membantu
mempertajam perbedaan tersebut.
Interpretasi hasil: koloni berukuran sedang sampai besar, smooth, cembung, keping,
berwarna merah muda-merah bagian tengah hitam dan tidak mengkilat.
Uji Biokimia
7. Gula-gula
Media gula-gula ini merupakan media yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi
bakteri. Indikator yang digunakan adalah merah fenol, untuk mengetahui terjadinya
pembentukan asam atau tidak sebagai hasil penguraian gula pada medium. Di dalam media
gula-gula ini digunakan tabung Durham untuk mengetahui ada tidaknya pembentukan gas
sebagai hasil penguraian gula dalam medium. Media gula-gula ini terdiri dari glukosa,

laktosa, manosa, maltosa, dan saccharosa. Pada Klebsiella Hasil positif didapatkan pada
seluruh gula-gula yang digunakan baik glukosa, maltose, laktosa, sukrosa dan manitol.
Hasil positif ditandai dengan adanya perubahan warna indicator yang terdapat dalam media
ini yaitu menjadi kuning. Perubahan warna tersebut disebabkan karena bakteri yang
tumbuh di dalamnya mampu memfermentasikan gula-gula tersebut berupa produk asam.
Interpretasi hasil:
Gula-gula
Glukosa
Laktosa
Manitol
Maltosa
Sakarosa

K. pneumoniae
+g
+
+
+
+

K. oxytoca
+g
+
+
+
+

8. TSIA
Media ini terdiri dari 0,1 % glukosa, 1 % sukrosa, 1 % laktosa, fernik sulfat untuk
pendeteksian produksi H2S, protein, dan indicator Phenol red. Klebsiella bersifat alkali
acid, alkali terbentuk karena adanya proses oksidasi dekarboksilasi protein membentuk
amina yang bersifat alkali denga adanya phenol red maka terbentuk warna merah,
Klebsiella memfermentasi glukosa yang bersifat asam sehingga terbentuk warna kuning.
Interpretasi hasil:
Lereng dan Dasar: Kuning
Seluruh bagian pada media TSIA mengalami perubahan menjadi kuning, baik pada
lereng ataupun dasar. Ini menunjukkan bahwa bakteri mampu menfermentasikan ketiga
gula-gula dalam media TSIA (glukosa, laktosa, dan sukrosa) sehingga menghasilkan

asam yang membuat media berwarna kuning.


H2S (-) Tidak terdapat endapan hitam pada media yang menandakan bahwa bakteri
tidak memiliki enzim desulfurase. Enzim tersebut digunakan menghidrolisis asam
amino dengan gugus samping SH sehingga akan menghasilkan H2S yang bereaksi

dengan FeSO4 dan membentuk endapan hitam FeS.


Gas (+) Adanya ruangan kosong atau udara pada media menandakan bahwa bakteri
mampu menghasilkan gas.

9. SIM
Media SIM adalah perbenihan semi solid yang dapat digunakan untuk mengetahui
pembentukan H2S, indol dan motility dari bakteri. Hampir semua bakteri Klebsiella
membentuk indol kecuali tipe pneumonia dan ozaenae. Motility negatif sesuai dengan
morfologi Klebsiella yang tidak memiliki flagella. sedangkan pembentukan H2S juga tak
terlihat pada semua jenis Klebsiella

S (sulfur) : Bakteri tidak menghasilkan sulfur, hal ini ditandai dengan tidak
terbentuknya endapan hitam pada media, karena bakteri ini tidak mampu

mendesulfurasi cysteine yang terkandung dalam media SIM.


I (indol) : Reaksi indol hanya bisa dilihat ketika pertumbuhan bakteri pada media ini
ditambahkan dengan reagen Covacs. Indol dikatakan positif jika terdapat cincin merah
pada permukaannya. Warna merah dihasilkan dari resindol yang merupakan hasil
reaksi dari asam amino tryptopan menjadi indol dengan penambahan Covac's. Bakteri
yang mampu menghasilkan indol menandakan bakteri tersebut menggunakan asam

amino tryptopan sebagai sumber carbon


M (motility) : Pergerakan bakteri dapat terlihat pada media ini berupa berkas putih di
sekitar tusukan. Adanya pergerakan ini bisa dilihat karena media SIM merupakan

media yang semi solid.


Interpretasi hasil:
Sulfur
: (-) tidak terbentuk endapan hitam
Indol
: K. pneumoniea (-) tidak terdapat cincin merah
K.oxytoca (+) tedapat cincin merah
Motility
: (-) tidak ada berkas putih sampai ke daerah atas media
10. MR/VP
Uji Metil Red
Test ini adalah untuk mengetahui adanya pembentukan asam dengan pH di bawah 4.
Metil Red adalah suatu indicator yang akan menunjukan warna merah bila pH ada di
bawah 4. Hasil test positif ditandai dengan terbentuknya warna merah, sedangkan

warna kuning menunjukan hasil negative


Uji Voges Proskauer
Pada reaksi ini akan diselidiki apakah bakteri yang akan diuji dapat membentuk
Acethyl Methyl Carbinol atau tidak. Untuk melihat hasil positif maka ke dalam
medium yang telah ditanami ditambahkan KOH kemudian dipanaskan sebentar. Dalam
hal ini akan terbentuk diacethil. Diacetyl ini dengan sisa-sisa guanidine akan
membentuk warna merah kecoklatan yang berupa cincin dipermukaan tabung sebagai
VP (+), bila tidak terjadi apa-apa ditulis VP (-).

Interpretasi hasil:
Uji

Metil Red
Voges

Produk
akhir
Asam
organik
Asetil metil

Reaksi positif

Interpretasi Hasil

Warna merah muda pada

(-/+) K. pneumoniae

penambahan indikator

(-/+) K. oxytoca

metil red
Warna merah tua pada

Proskauer

karbinol

penambahan 5% alfa naftol

(+) K.pneumoniae

dan 40% KOH

(+) K. oxytoca

Timbulnya kekeruhan
11. Simon Sitrat
Dengan menggunakan medium citrate menurut Simmon, merupakan medium padat yang
terdiri dari mono ammonium fosfat, Na citrate, NaCl, air , agar-agar, dan indicator
Bromtymol blue. Pada uji ini medium yang tadinya berwarna hijau kebiruan, bila bereaksi
positif maka akan berubah menjadi berwarna biru terang. Bila rekasi negative, maka akan
tetap berwarna hijau kebiruaan.
Interpretasi hasil:
positif(+) sebab terjadi perubahan warna pada media dari hijau menjadi biru.