Anda di halaman 1dari 1

INTISARI

MONANSIA, A.N 2012, PENETAPAN KADAR BAHAN PENGAWET NIPAGIN (METYL PARABEN) DALAM BEDAK TABUR SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT), KARYA TULIS ILMIAH, FAKULTAS FARMASI, UNIVERSITAS SETIA BUDI, SURAKARTA.

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan industri kosmetika di Indonesia, kebutuhan masyarakat akan berbagai jenis kosmetika khususnya bedak tabur juga semakin besa, terutama bagi para wanita. Dalam sediaan bedak tabur banyak ditambahkan bahan pengawet seperti nipagin. Penggunaan bahan pengawet harus diperhatikan, karena bila dikonsumsi berlebih akan membahayakan kesehatan terutama pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan kadar bahan pengawet nipagin yang ada dalam sediaan bedak tabur menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Pertama adalah mencari kondisi analisa untuk penetapan kadar nipagin yang terdapat dalam bedak tabur. Kondisi analisa yang diperoleh dengan menggunakan kolom Zorbaxsil 4,6 x 250 mm, fase gerak campuran metanol-air (1:1), kecepatan alir 1,0 ml/menit dan dideteksi pada panjang gelombang 254 nm. Kondisi analisa digunakan untuk uji penentuan LOD-LOQ dan pembuatan kurva kalibrasi. Kemudian setelah itu, melakukan penetapan kadar pengawet dalam sampel. Ekstraksi sampel dilakukan menurut Standar Industri Indonesia (SII) No. 2457-

90.

Pemeriksaan kadar bahan pengawet nipagin telah dilakukan pada 3 merek bedak tabur yang beredar di Surakarta. Kadar nipagin pada sampel berikut X adalah 0,00599 ± 0,00007 %, sampel Y adalah 0,00015 ± 0,00053 %, sampel Z adalah 0,01145 ± 0,00035 %. Kadar nipagin pada ketiga sampel memenuhi standar dan tidak ada yang melebihi batas maksimum penggunaan.

dan tidak ada yang melebihi batas maksimum penggunaan. Kata kunci : Nipagin, Bedak Tabur, Kromatografi Cair

Kata kunci : Nipagin, Bedak Tabur, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi.