Anda di halaman 1dari 18

iFIBRILASI, SUSP.

CONGESTIVE HEPATOPATI
LAPORAN KASUS
BAGIAN 1. ASSESMEN

Kasus : Ny. L,Umur 64 tahun Pekerjaan sebagai seorang Buruh


Keluhan utama Perut kembung, sesak nafas, nyeri, perih, panas, terengah-engah bila jalan jauh,
kesemutan, Riwayat Penyakit Sekarang, 4 HSMRS merasakan nyeri dan sesak nafas. Riwayat
Penyakit Dahulu 1 tahun terakhir memiliki penyakit jantung, Penghasilan :Rp 20.000,00/hari.
Jumlah anggota keluarga : 2 orang . Jumlah jam kerja : 8 jam Jumlah jam tidur sehari : 6 jam,
jarang melakukan aktifitas olah raga Riwayat / pola makan : Makanan pokok 3 x/hari Nasi
putih 3x/hari, 1-2 centong ,Lauk hewani (telur, ayam) 1x/minggu (goreng) ,Lauk nabati
(tahu, tempe) 3x/hari (goreng, bacem) ,Sayur 2-3x/hari (bayam, daun singkong,
kangkung).Pasien jarang mengkonsumsi cemilan.dirawat Di RSUP.Dr Soeradji Tirtonegoro. Setelah
melakukan serangkaian pemeriksaan, pasien didiagnosis CHF CF III ec susp HHD/IHD, atrial
fibrilasi, susp congestive hepatopati. Tinggi lutut 40 cm, Berat Badan 37 kg, TB/PB 141 cm
Pemeriksaan urin/darah

Satuan/

Awal Masuk RS

Nilai Normal
7 18 mg/dL

10,1 mg/dL

0,6 1,3 mg/dL

0,9 mg/dL

AST

7 24 IU/L

46,3 IU/L

ALT

7 32 IU/L

29,5 IU/L

Glukosa

70 140 mg/dL

121,5 mg/dL

Ureum

20 40 mg/dL

21,61 mg/dL

WBC

4,8 10,8.103 /L

5,6.103 /L

HGB

12 16 g/dL

12,3 g/dL

HCT

37 47 %

39%

MCV

81 99 fL

95,6 fL

MCH

27 31 fL

30 fL

MCHC

33 -37 pg

31,5 pg

PLT

150 450.103 /L

153.103 /L

RDW

35 47 fL

55,1 + fL

PDW

9 13 fL

12,2 fL

MPV

7,2 11,1 fL

9,9 fL

BUN
Kreatinin

P-LCR

15 25 %

24,3%

Tgl Masuk : 6 Desember 2012 Tgl Kasus : 7 Desember 2012,

PENGERJAAN :
ANAMNESIS

1. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. L

No RM

Umur

: 64 tahun

Ruang

Sex

: Perempuan

Tgl Masuk : 6 Desember 2012

Pekerjaan

: Buruh

Tgl Kasus : 7 Desember 2012

Pendidikan : -

Alamat

Agama

Diagnosis medis : CHF CF III ec susp HHD/IHD,


Atrial Fibrilasi, Susp. Congestive Hepatopati

: Islam

: klaten

2. Berkaitan dengan Riwayat Penyakit


Keluhan Utama Perut kembung, sesak nafas, nyeri, perih, panas, terengah-engah bila
jalan jauh, kesemutan
Riwayat
Penyakit
Sekarang

4 HSMRS merasakan nyeri dan sesak nafas

Riwayat
Penyakit
Dahulu

1 tahun terakhir memiliki penyakit jantung

Riwayat
Penyakit
Keluarga

3. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi


Data Sosio
Penghasilan :Rp 20.000,00/hari
ekonomi
Jumlah anggota keluarga : 2 orang

Suku : Jawa
Aktifitas fisik

Alergi makanan

Jumlah jam kerja : 8 jam

Jumlah jam tidur sehari : 6 jam

Jenis olahraga : -

Frekuensi : -

Makanan . :

penyebab

Jenis diet khusus

Alasan :

Yang Menganjurkan :
Masalah
gastrointestinal

Nyeri ulu hati (ya/tidak ),


Diare (ya/tidak),

Mual (ya/tidak ),

Konstipasi (ya/tidak ),

Muntah (ya/tidak),
Anoreksia

(ya/tidak )

Perubahan pengecapan/penciuman (ya/tidak )


Penyakit kronik

Jenis penyakit : -

Modifikasi diet : -

Jenis dan lama pengobatan : Kesehatan mulut

Sulit menelan
(ya/tidak)

(ya/tidak),

Stomatitis

Pengobatan

Vitamin/mineral/suplemen gizi lain : -

(ya/tidak),

Gigi lengkap

Frekuensi dan jumlah : Perubahan berat


badan

Bertambah/berkurang : ,

lamanya : -

disengaja /tidak
Mempersiapkan
makanan

Fasilitas memasak

Riwayat / pola
makan

Makanan pokok 3 x/hari

: Ada

Fasilitas menyimpan makanan : Ada

Nasi putih 3x/hari, 1-2 centong


Lauk hewani (telur, ayam) 1x/minggu (goreng)
Lauk nabati (tahu, tempe) 3x/hari (goreng, bacem)
Sayur 2-3x/hari (bayam, daun singkong, kangkung).
Pasien jarang mengkonsumsi cemilan.

Kesimpulan :
Dihadapkan pasien usia 64 tahun masuk ke RSUP Soeradji Tirtonegoro pada tanggal 6
Desember 2012 (tanggal kasus 7 Desember 2012). Pasien dengan keluhan utama kembung,
sesak nafas, nyeri, perih, panas, terengah-engah ketika berjalan jauh dan kesemutan. Pada 4
HMRS pasien merasakan nyeri dan sesak nafas. Setelah melakukan serangkaian
pemeriksaan, pasien didiagnosis CHF CF III ec susp HHD/IHD, atrial fibrilasi, susp congestive
hepatopati. Pasien diketahui memiliki penyakit jantung sejak 1 tahun terakhir.

Pasien merupakan buruh dengan jam kerja 8 jam (pukul 8 pagi hingga 3 sore). Beban
kerja yang berat tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup. Pasien merasakan nyeri pada ulu
hati, mual, diare, serta konstipasi Rata-rata waktu tidur pasien dalam 1 hari adalah 7 jam.
Pasien juga jarang berolahraga.
Kebiasaan makan pasien adalah 3x sehari, tanpa camilan. Pasien juga jarang
mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang dapat menyebabkan konstipasi.

A. ANTROPOMETRI
TB/PB
141 cm

Tinggi lutut

Berat Badan

LLA

40 cm

37 kg

18 cm

Kesimpulan :
Berdasarkan hasil pengukuran, BB pasien sebesar 37. Berdasarkan perhitungan IMT
didapatkan IMT pasien yaitu 18,67 kg/m2 yang termasuk dalam kategori gizi kurang. Sedangkan
LILA pasien sebesar 18 cm (58%) yang termasuk dalam kategori gizi buruk (cut off normal
85%).

B. PEMERIKSAAN BIOKIMIA
Awal Masuk RS

Keterangan

7 18 mg/dL

10,1 mg/dL

Normal

0,6 1,3 mg/dL

0,9 mg/dL

Normal

AST

7 24 IU/L

46,3 IU/L

Tinggi

ALT

7 32 IU/L

29,5 IU/L

Normal

Glukosa

70 140 mg/dL

121,5 mg/dL

Normal

Ureum

20 40 mg/dL

21,61 mg/dL

Normal

WBC

4,8 10,8.103 /L

5,6.103 /L

Normal

HGB

12 16 g/dL

12,3 g/dL

Normal

HCT

37 47 %

39%

Normal

MCV

81 99 fL

95,6 fL

Normal

MCH

27 31 fL

30 fL

Normal

MCHC

33 -37 pg

31,5 pg

Normal

Pemeriksaan urin/darah

Satuan/
Nilai Normal

BUN
Kreatinin

PLT

150 450.103 /L

153.103 /L

Normal

RDW

35 47 fL

55,1 + fL

Tinggi

PDW

9 13 fL

12,2 fL

Normal

MPV

7,2 11,1 fL

9,9 fL

Normal

15 25 %

24,3%

Normal

P-LCR

Kesimpulan :
Berdasarkan hasil pengukuran biokimia yang dilakukan pada tanggal kasus, diketahui
terdapat beberapa nilai biokimia yang tidak normal. Kadar AST tinggi mengindikasikan pasien
memiliki congestive hepatopathy. RDW tinggi mengindikasikan ukuran eritrosit yang heterogen,
keadaan ini disebut anisositosis, ditemukan pada anemia defisiensi besi, defisiensi asam folat
dan defisiensi vitamin B12.

PEMERIKSAAN FISIK
1. Kesan Umum : lemah, CM
2. Vital Sign

: - Tensi : 140/90
- Nadi : 80 x /menit

- Respirasi

: 24 x /menit

- Suhu

: 36oC

3. Kepala/ abdomen/extremitas dll : Kesimpulan :


Kondisi (kesan umum) pasien lemah meskipun compos mentis, hanya berbaring di atas bed.
Berdasarkan vital sign, respirasi dan suhu tubuh normal, sedangkan nadi pasien tergolong
cepat.

ASUPAN ZAT GIZI.


Hasil Recall 24 jam diet : Rumah/rumah sakit *
Tanggal : 7 Desember 2012
Diet RS : Diet Jantung II
Implementasi
Asupan oral RS
Kebutuhan/standar

Energi (kal)

Protein (g)

Lemak (g)

KH (g)

516

27.8

20,4

57,7

1525,55

37,36

33,89

267,75

% Asupan

33,82%

74,41%

60,19%

21,55%

Kesimpulan :
Berdasarkan hasil recall, asupan pasien tergolong kurang yaitu asupan energy sebesar
33,82%, protein 74,41%, lemak 60,19%, dan karbohidrat 21,55%.

Terapi Medis

Jenis Obat/tindakan
Infus NaCl 0,9%
mikrolini
Injeksi Furosemid

Aspar K 1xI

Digoxin 1x1/2

Fungsi

Interaksi dengan zat gizi

Pengganti cairan dan


elektrolit tubuh, memperbaiki
ketidaknormalan mineral
darah.
Sebagai diuretic, mencegah
tubuh mengabsorbsi garam
terlalu banyak, membantu
pengeluaran garam melalui
urin. Juga berperan sebagai
antihipertensi dan sebagai
penanganan pasien dengan
edema
Kalium tambahan pada
penyakit jantung dan hati,
tetraplegia periodik yang
disebabkan hipokalemia,
hipokalemia yang
disebabkan pemberian
antihipertensi diuretika dalam
jangka panjang, steroid
adrenokortikal, digitalis dan
insulin, kelainan metabolisme
kalium lainnya (termasuk
sebelum dan sesudah
operasi, diare, muntah, dan
lain-lain)

Dapat menyebabkan retensi air


dan natrium

Meningkatkan kekuatan
kontraksi otot jantung (efek
inotropik positif). Hal ini
terjadi berdasarkan
penghambatan enzim Na+,
K+ -ATPase dan peningkatan
arus masuk ion kalsium
keintra sel. Efektidak
langsung yaitu pengaruh

Penggunaan berlebihan dapat


menyebabkan dehidrasi,
mempengaruhi absorbs zat gizi
lain seperti vitamin, mineral
dan glukosa

Gangguan saluran
pencernaan, hiperkalemia

digoksin terhadap aktivitas


saraf otonom dan sensitivitas
jantung terhadap
neurotransmiter.
Captopril 3x12,5 mg

Untuk hipertensi berat hingga


sedang, kombinasi dengan
tiazida memberikan efek
aditif, sedangkan kombinasi
dengan beta bloker
memberikan efek yang
kurang aditif. Untuk gagal
jantung yang tidak cukup
responsif atau tidak dapat
dikontrol dengan diuretik dan
digitalis, dalam hal ini
pemberian kaptopril
diberikan bersama diuretik
dan digitalis.

Kemerahan pada kulit, gatalgatal, demam, angiodema,


hipertensi yang bersifat
sementara, gangguan saluran
pencernaan, kehilangan
sensasi rasa, proteinuria.

Lansoprazol 1x1

Lansoprazole adalah
penghambat sekresi asam
lambung yang secara
spesifik menghambat H+/K+ATPase (pompa proton) dari
sel parietal mukosa lambung.
Lansoprazole secara cepat
diabsorpsi, kadar serum
maksimum dicapai 1,7 jam
setelah pemberian obat.
Bioavailabilitas lansoprazole
80-90% pada dosis awal,
sehingga efektifitas
penghambatan sekresi asam
lambung cepat dicapai.

terjadi arthalgia, edema perifer,


depresi, dan perubahan
hematologik (trombositopenia,
eosinofilia, lekopenia),
walaupun jarang.

Oksigen 3 lpm

Membantu pasien dengan


sesak nafas

DIAGNOSIS GIZI

Problem Gizi
1. Domain Intake
NI 2.1 Asupan oral yang tidak adekuat berkaitan dengan penyakit pasien yang diderita ditandai
oleh mual dan asupan 85%.
NI 53.5 Asupan serat yang tidak adekuat berkaitan dengan keterbatasan akses makanan
ditandai oleh konstipasi
NI 5.4 Penurunan kebutuhan Na berkaitan dengan hipertensi ditandai oleh hasil tekanan darah
140/90 mmHg.

2. Domain Clinical
NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium berkaitan dengan penyakit CHF CF III ditandai oleh kadar
AST yang tinggi
NC 3.1 Underweight berkaitan dengan asupan energi yang tidak adekuat ditandai oleh BMI
18,67 kg/m2

3. Domain Behavior
NB 3.2 Terbatasnya akses terhadap makanan berkaitan dengan kurangnya sumber finansial
untuk mengusahakan makan yang pantas ditandai oleh berat badan kurang dan
malnutrisi

Pembahasan Diagnosis Gizi


Diagnosis gizi disusun berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan. Untuk domain
intake, asupan oral dan serat yang tidak adekuat, serta penuruna kebutuhan Na masuk sebagai
problem yang perlu diintervensi..
Untuk domain klinis, ditegakkan diagnosis perubahan nilai laboratorium dan underweight.
Problem ini juga perlu diintervensi lewat asuhan gizi, karena berkaitan dengan asupan yang rendah
pada pasien. Untuk domain behavior ditegakkan diagnosis terbatasnya akses makanan yang
berkaitan dengan keadaan sosial ekonomi dan lingkungan pasien.

INTERVENSI GIZI

A. PLANNING
Tujuan Diet:
a. Memberikan makanan secukupnya tanpa memperberat kerja jantung
b. Menghindari distensi
c. Mencegah cardiac cachexia
d. Cegah anoreksia, nausea, vomiting, dan sepsis
e. Koreksi defisiensi zat gizi
f. Capai berat badan ideal

Syarat / prinsip Diet:


a. Pasien dengan cardiac cachexia diberikan tinggi energi
b. Protein 0,8 1 g/kgBB
c. Karbohidrat cukup
d. Lemak 20 25% dari total energi
e. Serat cukup untuk mencegah konstipasi
f. Makanan mudah dicerna dan tidak menimbulkan gas
g. Porsi kecil dan sering
h. Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan penyakit

1. Perhitungan Kebutuhan energi dan zat gizi


Energi : BEE = 655,1 + (9,65 x BB) + (1,85 x TB) (4,68 x U)
= 655,1 + (9,65 x 37,36) + (1,85 x 141,52) (4,68 x 64)
= 655,1 + 360,524 + 261,812 299,52
= 977,916 kkal
TEE = BEE x FA x FS
= 977,916 x 1,2 x 1,3
= 1525,55 kkal
Protein : 0,8 1 g/kgBB
1 x 37,36 = 37,36 gram
= 149,44 kkal
Lemak : 20 25% dari kebutuhan energi total
20% x 1525,55 = 305 kkal

= 33,89 gram
Karbohidrat : 1525,55 149,44 305 = 1071 kkal
= 267,75 gram
Terapi Diet, Bentuk Makanan dan Cara Pemberian
Terapi Diet : Diet Jantung II
Bentuk Makanan : Lunak
Cara Pemberian : Oral
Rencana monitoring dan evaluasi
Yang diukur

Pengukuran

Evaluasi/ target

Anamnesis

Nyeri dada, sesak


nafas

Setiap hari

Berkurang

Antropometri

BB, LILA

Setiap 2 hari

Minimal tetap

Menyesuaikan
pemeriksaan dokter

Biokimia

Fisik klinik

Vital Sign

Setiap hari

Minimal tetap

Asupan zat
gizi

Energi, protein,
lemak, KH

Setiap hari

> 80% atau minimal


lebih baik dari
pengukuran
sebelumnya

Rencana Konsultasi Gizi


Masalah Gizi
(dari problem
gizi)

Asupan oral
inadekuat

Pembatasan
kebutuhan
lemak dan
garam

Tujuan

Materi Konseling

Keterangan

Memberikan motivasi
kepada pasien untuk
meningkatkan
asupan, semampu
pasien dengan target
minimal 75%
kebutuhan tercukupi
Memberikan edukasi
kepada pasien
tentang bagaimana
membatasi lemak
dan garam agar
penyakit pasien tidak
kumat

Manfaat pemenuhan
kebutuhan bagi
proses kesembuhan

Dapat dibantu oleh


keluarga pasien

Pembatasan
konsumsi lemak dan
rendah garam

Dapat dibantu oleh


keluarga pasien

IMPLEMENTASI
1. Kajian Terapi Diet Rumah Sakit

Jenis Diet/Bentuk Makanan/Cara Pemberian : Diet Jantung III/Lunak/Oral

Paranteral nutrisi : -

Standar diet RS
Kebutuhan (planning)
% kebutuhan

Energi (kal)

Protein (g)

Lemak (g)

KH (g)

2145,72

68,81

76,8

294,56

1525,55

37,36

33,89

267,75

140,65%

184,18%

226,61%

110%

Pembahasan diet RS :
Saat dirawat di RSUP Soeradji Tirtonegoro sebelumnya, pasien diberi Diet Jantung III.
Pasien tidak mampu mengkonsumsi nasi sehingga diganti dengan bubur nasi, serta lauk
dan sayur. Terbukti dari hasil recall untuk seluruh zat gizi pemenuhannya masih di bawah
80%. Berdasarkan terapi diet RS yang diberikan, pemenuhan kebutuhan pasien adalah
energi sebesar 140,65%, protein sebesar 184,18%, lemak 226,61%, dan KH sebesar
110,1%. Persentase pemenuhan energi, protein, lemak dan karbohidrat sangat berlebihan
(>110%).
Golongan

Penukar

Energi

Karbohidrat

Protein

Lemak

KH

700

160

16

LH 1

100

14

LH 2

75

LN

187,5

17,5

12,5

7,5

Sayur

100

10

Buah dan Gula

200

48

Susu

Minyak

150

15

1512,5

325,5

41,5

31,5

Total

2. Rekomendasi Diet :
STANDAR DIET RS
Makan Pagi

Nasi tim 300 gram

REKOMENDASI DIET
Nasi tim 1 p

Telur 50 gram

LH2 1 p

Tempe 50 gram

LN p

Sayuran 50 gram

Sayuran 1p

Gula pasir 10 gram

Gula 1p

Minyak 5 gram

Minyak 1p

Buah 100 gram

Buah 1p

Selingan pagi

Bubur sumsum 200 gram

Bubur sumsum 1p

Makan siang

Nasi tim 300 gram

Nasi tim 1p

Daging 50 gram

LH1 1p

Tempe 50 gram

LN 1p

Sayur 75 gram

Sayur 1p

Buah 100 gram

Gula 1p

Minyak 5 gram

Minyak 1p

Gula 10 gram
Selingan siang

Makan malam

Selingan malam

Nilai Gizi

Buah 100 gram

Buah 1p

Nasi tim 300 gram

Nasi tim 1 p

Daging ayam 50 gram

LH2 1 p

Sayuran 50 gram

Sayuran 1p

Gula pasir 10 gram

Gula 1p

Minyak 5 gram

Minyak 1p

Energi : 2145,72 kkal

Energi : 1525,55 kkal

Potein : 68,81 gram

Potein : 37,36 gram

Lemak : 76,8 gram

Lemak : 33,89 gram

Karbohidrat : 294,56 gram

Karbohidrat : 267,75 gram

3. Penerapan diet berdasarkan rekomendasi


Pemesanan Diet : Diet Jantung III

REKOMENDASI DIET
Makan Pagi

Nasi tim
Telur bb bistik
Ungkep tempe
Orak-arik kol+wortel
Teh manis

Selingan Pagi

Pisang

Makan Siang

Nasi tim
Pepes ayam
Sate tempe
Cah kangkung
Teh manis

Selingan Siang

Pepaya

Makan Malam

Susu skim

Selingan Malam

Buah pear

4. Penerapan Konseling
Permasalahan
Asupan oral
inadekuat

Asupan serat yang


tidak adekuat

Hipertensi

Tujuan
Memberikan motivasi
kepada pasien untuk
meningkatkan
asupan, semampu
pasien dengan target
minimal 75%
kebutuhan tercukupi
Memberikan motivasi
pasien untuk
meningkatkan
konsumsi serat untuk
menghindari
konstipasi pada
pasien
Memberikan edukasi
mengenai cara
menurunkan tekanan
darah hingga
mencapai normal

Materi
Manfaat pemenuhan
kebutuhan bagi
proses kesembuhan

Sasaran dan Lokasi


Dapat dibantu oleh
keluarga pasien

Manfaat pemenuhan
kebutuhan serat
untuk menghindari
terjadinya konstipasi

Dapat dibantu oleh


keluarga pasien

Manajemen diet
hipertensi

Dapat dibantu oleh


keluarga pasien

BAGIAN 4. MONITORING, EVALUASI, DAN TINDAK LANJUT

TGL
7/12/12

DIAGNOSIS
MEDIS
CHF CF III ec
susp
HHD/IHD,
Atrial Fibrilasi,
Susp.
Congestive
Hepatopati

MONITORING DAN EVALUASI ABCD


Antropometri
BB 37 kg,
LILA 18 cm

Biokimia
Nilai AST
tinggi, Hct
tinggi, MCH
tinggi, RDW
tinggi

Fisik dan Klinis


KU: lemah,
compos mentis

Hasil recall 24
jam:

TD: 140/90

Energi: 33,97%,
Protein: 75,13%

Respirasi: 24
x/menit
Nadi: 80 x/menit
Suhu: 36oC

8/12/12

CHF CF III ec
susp
HHD/IHD,
Atrial Fibrilasi,
Susp.
Congestive
Hepatopati

Tidak
dilakukan
pengukuran
BB. LILA
tetap

Tidak ada
hasil
pengukuran
biokimia
terbaru

Asupan

MONITORING
DIAGNOSIS GIZI

EVALUASI DAN TINDAK


LANJUT (TERAPI DIET DAN
KONSELING GIZI

Asupan oral tidak


adekuat

Memotivasi pasien untuk


meningkatkan asupan
semampu pasien, diet yang
diberikan bubur sesuai daya
terima pasien.

Asupan oral
masih belum
membaik

Memotivasi pasien untuk


meningkatkan asupan
semampu pasien, diet yang
diberikan bubur sesuai daya
terima pasien.

Asupan oral
masih belum
membaik

Memotivasi pasien untuk


meningkatkan asupan
semampu pasien, diet yang
diberikan bubur sesuai daya

Lemak: 80,63%,
Karbohidrat:
20,19%.

KU: lemah,
compos mentis

Hasil recall 24
jam:

TD: 120/70

Energi: 52,68%
Protein: 65,4%
Lemak: 90,51%
Karbohidrat:
42,36%

9/12/12

CHF CF III ec
susp
HHD/IHD,
Atrial Fibrilasi,

Tidak
dilakukan
pengukuran
BB. LILA

Tidak ada
hasil
pengukuran
biokimia

Tidak ada hasil


pengukuran fisik
klinis terbaru

Pasien lupa
mengingat
sudah makan
apa saja di hari

10/12/12

Susp.
Congestive
Hepatopati

tetap

terbaru

CHF CF III ec
susp
HHD/IHD,
Atrial Fibrilasi,
Susp.
Congestive
Hepatopati

Tidak
dilakukan
pengukuran
BB. LILA
tetap

Tidak ada
hasil
pengukuran
biokimia
terbaru

itu

KU: lemah,
compos mentis

Hasil recall 24
jam:

TD: 110/90

Energi: 80,43%

Respirasi: 22
x/menit

Protein:
134,86%

Nadi: 88 x/menit

Lemak:
150,98%

Suhu: 37oC

Karbohidrat:
56,15%

terima pasien

Asupan oral
sudah membaik,
namun harus
membatasi lemak

Memotivasi pasien untuk


meningkatkan asupan
semampu pasien, diet yang
diberikan bubur sesuai daya
terima pasien. Mengedukasi
pasien mengenai pola
makan yang teratur.