Anda di halaman 1dari 35

Petunjuk Pemakaian PLC Schneider menggunakan Software Zelio Soft

Akhmad Rofiq
Widyaiswara Madya
Abstrak

Program Zelio soft 2 merupakan software untuk membuat program PLC dari perusahaan
Schneider Electric. Software ini cukup mudah penggunaannya dan mudah dipahami, sangat
cocok bagi pemula yang ingin belajar PLC. Zelio Soft bisa di program dengan dua metode yaitu
dengan Ladder diagram (LAD) atau Fuction Block Diagram (FBD). Selain itu software ini juga
menyediakan 2 tampilan yaitu electric symbol dan ladder symbol dan dengan software ini kita
bisa mensimulasikan hasil program yang kita buat sebelum di cobakan ke alat PLC.
Komunikasi antara Komputer dengan peralatan yang di kontrol adalah syarat mutlak yang harus
dipenuhi dalam suatu sistem komunikasi data. Untuk bisa berkomunikasi antara komputer
dengan PLC perlu adanya setting atau penyesuaian agar sesuai dengan COM yang digunakan.
Dalam hal ini pembahasan bagaimana menyambungkan antara PLC Zelio Logic dengan
komputer yang digunakan. Dan juga bagaimana membuat program dasar menggunakan Program
Zelio Soft 2 dengan laader diagram.
Trainer PLC yang digunakan adalah type SR3B261BD terdiriatas 10 buah input diskrit, 6 buah
input analog, dan 10 buah output Relay, jika PLC type lain tinggal menyesuaikan dengan
langkah langkah yang sesuai. Sebelum menggunakan PLC ini, komputer harus sudah ada
program PLC Zelio Logic seperti menggunakan software Zelio Soft.
1. Memulai membuat program

Pertama kali program Zelio Soft dijalankan maka akan muncul tampilan window seperti berikut :

Membuat Project Baru

Dari window diatas pilihlah Create new program atau pilih New pada menu File
yang telah ditampilkan.

Kemudian akan tampil window baru yang berisi pilihan smart relay seperti berikut :

Kemudian pilihlah modul SR3B261BD, modul initerdiri atas 10 buah input diskrit, 6 buah input
analog, dan 10 buah output Relay serta memiliki tegangan supply 24 Volt DC.

Jika sudah memilih maka back ground kuning pada modul yang dipilih akan tampak, kemudian tekan
tombol next.
Kemudian akan tampil spesifikasi extensions module yang compatible dengan modul zelio yang akan
digunakan

Kemudian tekan tombol next sehingga muncul tampilan window baru berupa pilihan
masukan program yang dikehendaki. Zelio Logic menyediakan dua pilihan
pemrograman yaitu Ladder dan Function Block Diagram.

Pemrograman Ladder diset sebagai tipe input default program dan ditandai dengan
garis pinggiran berwarna kuning. Untuk memilih tipe input function blok diagram
pilihlah FBD. Pemrograman FBD sering kali digunakan jika kita menggunakan
masukan ataupun keluaran analog pada program kita.
2. Pemrograman Ladder

Berikut contoh program test input output

Input I1 dihubungkan dengan output Q1. Jika I1 tersaklar, status pada output Q1 akan aktif (coil relay
akan posisi kontak). Untuk menghasilkan contoh rangkaian diatas, gerakkan posisi pointer mouse ke
pojok kiri bawah pada icon Discreet Input

dan akan tampil tabel seperti berikut :

Pilihlah kontak I1 pada tabel, kemudian klik dan geret kontak tersebut ke ujung kiri pada kolom lembar
pemrograman. Lepaskan mouse dan kontak I1 sekarang akan berada pada lembar program.

Sekarang pindahkan pointer mouse ke icon Descreet output


yang terletak di bagian
bawah program. Kemudian muncul tabel dengan berbagai kemungkinan coil output.

Pilihlah coil [ baris pertama pada tabel dengan mengklik dan dan geret pada lembar
program kemudian lepaskan mouse pada kolom coil pada lembar program.

Untuk menghubungkan antara saklar I1 dengan coil [Q1 maka harus mengklik garis putus-putus yang
ada pada lembar program.

3. Simulasi Program
Program yang telah dibuat dapat kita simulasikan dengan mengklik icon S yang berada di ujung atas
lembar program, seketika itu akan masuk Mode Simulasi

Program yang telah dibuat akan di compile dan disimulasikan, untuk


menjalankan start-up program klik icon RUN .

Coil atau kontak akan tampak berwarna biru jika tidak aktif (0) dan berwarna
merah jika aktif (1).
Klik I1 untuk mengaktifkan saklar dan memasukan input, sehingga coil [Q1
akan aktif. Selang beberapa waktu I1 di klik lagi maka akan mematikan saklar
atau input sehingga coil [Q1 akan padam.

4. Transfer Program
Atur switch modul Zelio Logic pada posisi ON dan hubungkan dengan komputer sebelum
mentransfer program. Program kembali dari Mode Simulasi menjadi Mode EDIT

Pada menu transfer klik Transfer Program kemudian klik PC>Module

Catatan1: Modul tidak dapat ditransfer saat keadaan running. Klik STOP
Module pada menu transfer untuk menghentikan modul.
Kesimpulan :
Koneksi antara PLC Zelio Logic dengan Komputer sangatlah penting, dimana
komunikasi data antara komputer dengan PLC Zelio Logic atau dari PLC ke Komputer
sangat menentukan saat mendownloud program atau uploud program. Perlu
diperhatikan pemilihan setting COM port terutama pada saat menggunakan converter
kabel USB to RS 232, dengan menggunakan Device manager setingan Port COM bisa
diketahui Com berapa yang aktif. Maka kita bisa memilih atau memindahkan ke port
Com yang lebih Rendah misal COM1 atau COM2.
Referensi :
1. http://www.schneider-electric.com/products/ww/en/2800-interface-measurement-controlrelays/2810-automation-relays/531-zelio-logic/
2. Manual refferensi PLC Scheneider Zelio Logic

3. Y105 USB to RS232 Manual book


Pemrograman PLC Zelio menggunakan bahasa Ladder Diagram denganSoftware
Zelio Soft 2
Seperti PLC lain pada umumnya Zelio Logic dapat deprogram melaluai bahasa Ladder
Diagram. Pada PLC Zelio kita dapat membuat Ladder Diagram dengan metode
pemrograman pada Screen & Keyboard atau melalui software Zelio Soft 2.
Pemrograman melalui Screen & Keyboard dapat dilakukan secara langsung pada PLC
Zelio yang dilengkapi dengan fitur Screen & Keyboard dan dapa juga dilakukan melalui
software Zelio Soft 2. Sehingga dengan menggunakan softwareZelio Soft 2 kita juga
dapat belajar melalui simulasi cara memprogram PLC Zelio dengan metode Screen &
Keyboard.
Sebelumnya kita telah membuat lembar kerja Ladder Diagram pada softwareZelio Soft
2 seperti pada gambar Lembar menu software Zelio Soft 2 dibawah ini. Supaya
pembaca dapat belajar pemrograman dengan bahasa ladder dengan baik pada
software Zelio Soft 2, sebaiknya pembaca mengenal komponen-komponen yang
terdapat pada software beserta dengan fungsinya.

Lembar menu software Zelio Soft 2

Area kerja atau lembar kerja Zelio Soft 2 diperlihatkan pada gambar dibawah ini.
Bagian ini digunakan untuk menuliskan program yang berupa bahasa ladder diagram.

Aera kerja Zelio Soft 2

Pada bagian bawah dari lembar kerja kita akan menemukan toolbar yang berisi
komponen-komponen yang digunakan dalam membuat sebuah program yang nantinya
akan diletakkan pada lembar kerja. Bagian-bagian toolbar akan diperlihatkan pada
gambar dibawah ini.

Toolbar komponen pada software Zelio Soft 2

Keterangan komponen-komponen pada toolbar :


1. Input
2. Front Panel Button
3. Auxiliary relay M
4. Output
5. Timer
6. Counter
7. Counter Comparator
8. Analog Comparator
9. Weekly Clock
10. Display
11. Backlighting
12. Daylight Saving Summer/Winte

Dibawah ini ada beberapa Contoh Sederhana Ladder Diagram PLC :


1. Program Ladder Diagram Menjalankan Motor Listrik Secara Langsung (DOL)

2. Program Ladder Diagram Menjalaan Motor Listrik Dari Dua Tempat

3. Program Ladder Diagram Menjalankan Motor 3 Fasa Putar Kanan Putar Kiri
(Maju Mundur) Secara Otomatis

4. Program Ladder Diagram Menjalankan Motor 3 Fasa Hubungan BintangSigitiga (Star-Delta) Secara Otomatis

5. Program Ladder Diagram Menjalankan 3 Buah Motor Listrik yang Bekerja


Berurutan Secara Otomatis

6. Program Ladder Diagram Menjalankan 3 Buah Motor Listrik yang Bekerja


Bergantian Secara Otomatis

Label: Engineering, Software

Pemrograman PLC Zelio Menggunakan


Zelio Logic
PENGETAHUAN DASAR PLC
1.1 Pengertian PLC
PLC adalah singkatan dari Programmable Logic Controller atau jika diartikan dalam bahasa
Indonesia adalah Pengendali Logika Yang Bisa Diprogram. Untuk lebih jelasnya, mari kita
ingat-ingat pelajaran kelistrikan di semester 2, pada pelajaran kelistrikan, ketika kita ingin
membuat suatu pengendali motor, maka kita harus merangkai kabel kesini dan kesitu, kontaktor
ini dihubungkan dengan kontaktor itu dan seterusnya. Akan tetapi jika kita menggunakan PLC,
kita hanya merangkai rangkaian dasar saja lalu kita dapat mengubah kendali suatu motor hanya
dengan mengganti program. Tidak perlu mengganti hardware secara keseluruhan. Gambar 1
menunjukkan bentuk-bentuk PLC dari beberapa merk terkemuka.

Gambar 1.1 Bentuk Bentuk PLC


Pada PLC, terdapat 3 komponen utama yaitu input, CPU (Central Processing Unit), dan Output.
1.2 Input Output pada PLC
Semua sistem, pasti ada input dan ada output. Input adalah masukan, sedangkan output adalah
keluaran. Input pada PLC bisa berupa saklar, tombol, sensor dan sebagainya. Output pada PLC

bisa berupa motor, kontaktor, lampu dan sebagainya.


Pada PLC merk apapun, letak terminal input selalu terpisah jauh dengan letak terminal output.
Hal ini ditujukan untuk mempermudah merangkai dan memperkecil terjadinya kesalahan
merangkai. Contoh jika terminal input diletakkan di bagian atas PLC, maka terminal output
diletakkan di bagian bawah PLC tersebut. Ada juga merk PLC yang input outputnya terpisah,
yaitu terdapat modul tambahan khusus input dan modul tambahan yang lain untuk output.
Contoh PLC yang memisahkan antara modul input dan modul output adalah PLC Siemens S300.

Gambar 1.2 Peletakan Terminal Input dan Output pada PLC Zelio
Pada gambar 2 dapat dilihat bahwasanya pada PLC zelio, terminal input berada di atas,
sedangkan terminal output berada di bagian bawah. Sekali lagi pemisahan letak terminal ini
bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam merangkai dan menganalisis rangkaian jika
terjadi kesalahan hardware pada sistem.
1.3 Wiring Diagram PLC Zelio
Untuk bisa menggunakan PLC, PLC tersebut harus dirangkai sesuai dengan ketentuan dan
karakteristik PLC masing-masing merk. Pada PLC zelio, gambar rangkaiannya adalah sebagai

berikut:

Gambar 1.3 Wiring Diagram PLC Zelio


Berdasarkan gambar 3, diketahui bahwa pada PLC zelio, masukannya membutuhkan tegangan
positif agar dapat bekerja sehingga saklar yang menuju I1, i2 .. In dihubungkan dengan positif.
Sedangkan keluaran pada PLC zelio bisa dihubungkan dengan positif maupun negatif seperti
halnya saklar. Gambar 1.4 menunjukkan bagaimana konfigurasi terminal output secara sederhana
pada PLC Zelio

Gambar 1.4 Konfigurasi Terminal Output Zelio Secara Sederhana


Dari gambar 4 dapat diketahui bahwa sebenarnya pada terminal keluaran PLC zelio hanya
dihubungkan seperti saklar. Jadi jika ingin memberikan beban pada keluaran maka cara
merangkainya sama dengan merangkai sebuah saklar pada suatu beban.

Gambar 1.5 Konfigurasi Beban Dengan Common Positif


Pada gambar 1.5, common salah satu terminal output dihubungkan dengan positif, sedangkan
terminal lainnya dihubungkan ke beban. Konfigurasi seperti gambar 1.5 disebut dengan

konfigurasi common positif. Bandingkan gambar 1.5 tersebut dengan gambar 1.6 berikut:

Gambar 1.6 Konfigurasi Beban Dengan Common Negatif


Pada gambar 1.6, salah satu terminal dihubungkan ke negatif sedangkan pada terminal yang lain
dihubungkan ke beban. Konfigurasi seperti pada gambar 1.6 disebut dengan konfigurasi common
negatif. Salah satu keuntungan dari konfigurasi terminal output pada Zelio yang hanya seperti
saklar, PLC tersebut dapat dihubungkan dengan beban dengan tegangan yang bervariasi, tidak
harus 24 Volt seperti tegangan sumber. Terminal output pada PLC zelio dapat dialiri tegangan
bahkan hingga 220 Volt tergantung tipe PLC tersebut (baca datasheet)
1.4 Datasheet PLC Zelio SR2B201BD
Berdasarkan pada gambar 1.10, diketahui bahwa data PLC Zelio tipe SR2B201BD adalah
sebagai berikut:
Tegangan Kerja : 24 VDC
Input Digital : 6 Unit
Input Analog : 6 Unit
Output Relay : 8 Unit
Screen : Yes (Terdapat Layar Pada PLC Untuk Memonitor Program)

Clock : Yes (Mempunyai Fasilitas Clock)

Gambar 1.7 PLC Zelio SR2B201BD


1.5 Software Compiler PLC Zelio
Software Compiler PLC Zelio adalah ZelioSoft. Gambar 1.8 menunjukkan tampilan awal dari
program zeliosoft

Gambar 1.8 Tampilan Awal Program Zelio Soft


Untuk mencapai tampilan utama, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Bukalah program zeliosoft

2. Klik Create New Program

Gambar 1.9 Kotak Dialog Awal


3. Pilih Jenis PLC yang akan digunakan. Contoh pada modul ini adalah PLC Zelio tipe
SR2B201BD kemudian klik tombol Next.

Gambar 1.10 Kotak Dialog Pemilihan PLC

4. Pilih tipe ekspansi yang mungkin akan dipasang. Ekspansi adalah penambahan jumlah Input
dan Output jika terminal pada PLC masih kurang.

Gambar 1.11 Kotak Dialog Ekspansi


Jika ingin menambah ekspansi, klik Add lalu Next. Jika tidak ingin menambah jumlah I / O,
langsung saja klik tombol next
5. Pilih jenis bahasa pemrograman yang akan digunakan. Pada PLC Zelio SR2B201BD, terdapat
dua tipe pemrograman yaitu dengan menggunakan ladder dan dengan menggunakan Function
Block Diagram. Secara default program akan memilih ladder, jadi pada kotak dialog ini bisa

langsung diklik next.

Gambar 1.12 Kotak Dialog Bahasa Pemrograman


6. Setelah diklik next maka akan muncul tampilan seperti gambar 1.13

Gambar 1.13 Tampilan Utama Zelio Soft


Pada tampilan utama seperti yang ditunjukkan gambar 1.13 itulah program ditulis. Penulisan
program pada zelio soft sangat mudah sekali karena tinggal mengambil fungsi dari bawah lalu

menariknya dan meletakkannya di kotak-kotak yang tersedia. Semua fungsi-fungsi untuk


pemrograman terdapat di bagian bawah software.

Gambar 1.14 Tata Letak Fungsi Fungsi Program


Tabel 1 menunjukkan fungsi-fungsi dari beberapa item yang sering digunakan pada saat
memrogram.
Tabel 1 Fungsi-Fungsi pada Zelio Soft
No. Simbol
Fungsi
1.
Saklar / Masukan

2.

Tombol / Masukan

3.

Alamat Memori

4.

Output

5.

Timer

6.

Counter

7.

Digital Comparator

8.

Analog Comparator

9.

Clock

2.1 Logika OR
Secara bahasa, OR berarti "Atau". Secara makna, OR berarti jika salah satu input bernilai aktif
maka output akan juga akan aktif. Tabel 2.1 adalah table kebenaran dari logika OR
Table 2.1 Logika OR
Input 1 Input 2 Output
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
1
1

Pada PLC Zelio, program OR ini dapat dibuat seperti pada gambar 2.1

Gambar 2.1 Ladder Diagram OR


Penjelasan dari gambar tersebut adalah jika I1 tersambung maka Q1 akan menyala, jika I2
tersambung maka Q1 akan menyala, jika I1 dan I2 tersambung bersamaan maka Q1 akan
menyala dan jika I1 dan I2 tidak tersambung maka Q1 akan mati. Untuk lebih jelasnya mari kita

lihat gambar 2.2

Gambar 2.2 Urutan Penyalaan Logika OR


Pada gambar 2.2, warna merah mengindikasikan bahwa output tersebut sedang bekerja
(menyala) sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pada logika OR, output akan menyala jika
salah satu atau kedua masukannya aktif.
2.2 Logika AND
Pada logika AND, output akan aktif jika semua masukannya aktif. Table 2.2 menunjukkan table
kebenaran dari logika AND
Tabel 2.2 Tabel Kebenaran AND
Input 1 Input 2 Output
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
Menurut table kebenaran tersebut, output akan aktif jika hanya semua masukan aktif. Jika

dirubah dalam bentuk ladder, maka bentuknya adalah seperti gambar 2.3

Gambar 2.3 Ladder Diagram AND


Agar lebih jelas dalam memahami logika AND pada ladder, perhatikan gambar 2.4

Gambar 2.4 Urutan penyalaan Logika AND


Dari gambar 2.4 diketahui bahwa jika I1 dan I1 tidak aktif bersama maka output tidak akan aktif.
Akan tetapi jika I1 dan I2 aktif bersama maka output akan aktif.
2.3 Logika NOT
Secara Bahasa, NOT berarti tidak. Pada PLC Zelio, NOT berfungsi untuk membalik logika.
Misalkan ada sebuah tombol dan sebuah lampu. Secara normal lampu akan menyala jika tombol
ditekan dan mati saat tombol tidak ditekan. Jika menggunakan logika NOT, maka lampu akan
mati saat tombol ditekan dan akan menyala saat tombol tidak ditekan. Bentuk programnya adalah

sebagai berikut:

Gambar 2.5 Penyalaan Lampu Secara Normal

Gambar 2.6 Penyalaan Lampu Menggunakan Logika NOT


Pada dasarnya, jika ingin menggunakan logika NOT, kita hanya mengubah kontaknya dari NO
(Normally Open) menjadi NC (Normally Close). Pada zelio, untuk mengubah kontak dari NO
menjadi NC cukup dengan mengeklik kontak yang ingin dipindah posisinya kemudian tekan
spasi pada keyboard.
2.4 Timer
Hampir di semua PLC, pasti ada fasilitas Timer. Pada zelio, terdapat fasilitas timer dengan 11
karakteristik yang berbeda. Secara umum, cara memrogram Timer adalah sebagai berikut:
1. Drag I1 menuju atas.

Gambar 2.7 Contoh Langkah Mengoperasikan Timer

2. Masukkan Timer ke dalam kotak Coil

Gambar 2.8 Masukkan Timer


Saat pilihan timer di-klik, muncul 3 pilihan timer. Pilihan tersebut adalah T1, T dan R seperti
yang ditunjukkan gambar 2.9

Gambar 2.9 Kotak Pilihan Timer


Berikut adalah fungsi dari masing-masing pilihan tersebut:
a. T1
T dengan diikuti angka atau timer di belakangnya, berfungsi sebagai
kontak. Kontak tersebut bisa dirubah menjadi NC atau NO sesuai dengan
kebutuhan

b.
c.

T
R

T (tanpa diikuti huruf maupun angka) adalah set timer


R adalah kependekan dari Reset. Berfungsi untuk mereset timer kembali
ke keadaan semula

3. Rangkailah Lampu Q 1 seperti gambar 2.10

Gambar 2.10 Ladder Diagram Timer


4. Klik 2x pada "TT1" kemudian pilih jenis timer yang diinginkan. Terdapat 11 pilihan timer
pada zelio. 11 pilihan tersebut adalah:
a. Timer On Delay

Gambar 2.11 Timer On Delay


Pada timer On Delay, Output akan aktif setelah beberapa waktu. Jika dibandingkan dengan
gambar 2.10, Output Q1 akan menyala jika I1 ditekan selama beberapa waktu.

b. Timer On Delay (Start / Stop)

Gambar 2.12 Timer On Delay (Start/Stop)


Pada timer on delay (start / stop) output akan aktif beberapa waktu setelah "Set" ditekan 1 kali.
Untuk mematikan output, timer harus direset. Jadi pada timer jenis ini harus ada 2 masukan yaitu
masukan untuk set dan masukan untuk reset.
c. Timer Off Delay

Gambar 2.13 Timer Off Delay


Pada timer Off Delay, output akan aktif saat ada input dan akan mati beberapa waktu setelah
input tidak aktif.

d. One Pulse One Shot

Gambar 2.14 One Pulse One Shot


Pada timer jenis ini, jika input aktif sesaat saja, output akan aktif selama beberapa waktu
kemudian akan mati.
e. Timing After Pulse

Gambar 2.15 Timing After Pulse


Pada timer jenis after pulse, output akan aktif selama beberapa waktu setelah input tidak aktif.
Contoh pada gambar 2.11 saat input aktif, timer tidak akan aktif. Tapi saat input berpindah posisi
dari aktif menjadi tidak aktif, maka timer akan mulai bekerja selama beberapa waktu yang
ditentukan.

f. Symmetrical Flashing

Gambar 2.16 Symmetrical Flashing


Pada timer jenis ini, output akan berkedip selama ada input. Waktu jeda antara aktif dan tidak
aktif adalah sama, jika aktifnya 2 detik, maka mati juga 2 detik begitu seterusnya. Waktu jeda
ditentukan sendiri oleh pemrogram.
g. Symmetrical Flashing, Start / Stop On Pulse

Gambar 2.17 Symmetrical Flashing, Start / Stop On Pulse


Pada dasarnya symmetrical Flashing, Start / Stop On Pulse adalah sama dengan timer
symmetrical flashing seperti pada gambar 2.16. Akan tetapi perbedaannya adalah pada
masukannya. Jika pada symmetrical Flashing output akan aktif saat input aktif, maka pada
symmetrical flashing start / stop on pulse ini output akan aktif saat set dipicu, dan akan mati saat
reset dipicu. Jadi terdapat 2 masukan pada timer ini yaitu masukan set dan reset.

h. Time On Addition

Gambar 2.18 Time On Addition


Pada timer jenis ini, jika kita memrogram agar output aktif selama input-nya aktif dalam waktu 5
detik maka inputnya akan bertambah selama reset tidak ditekan. Begini maksudnya. Output
diatur agar aktif saat input ditekan selama 5 detik, jika kita menekan hanya satu detik maka
terdapat 4 detik tersisa. Selama reset belum ditekan maka output akan aktif selama 4 detik tersisa
tersebut. Jika dalam 4 detik tersebut kita menekan input hanya 2 detik, maka untuk menyalakan
output kita membutuhkan 2 detik sisanya tersebut.
i. On Delay Off Delay
Pada timer jenis ini, output akan aktif beberapa waktu setelah input ditekan dan akan mati
beberapa waktu setelah input tidak aktif. Jadi terdapat waktu untuk aktif, dan waktu untuk mati.
Kedua waktu tersebut bisa diatur berbeda karena terdapat tA untuk mengatur waktu aktif, dan tB

untuk mengatur waktu mati.

Gambar 2.19 On Delay Off Delay


j. Control Held Down asynchronously

Gambar 2.20 Control Held Down Asynchronously


Pada dasarnya, timer jenis ini sama dengan symmetrical flashing pada gambar 2.16, akan tetapi
waktu antara menyala dan mati pada timer ini bisa dibedakan.
k. Control Held Down Asynchronously (Start / Stop)
Timer jenis ini sama dengan timer pada gambar 2.20, hanya saja perlu tombol set untuk

menyalakan dan tombol reset untuk mematikan.

Gambar 2.21 Control Held Down Asynchronously (Start / Stop)


5. Jika salah satu dari 11 jenis timer ini sudah dipilih, aturlah nilai timernya.

Gambar 2.22 Kotak Pengaturan Timer


Terdapat 5 pilihan pada kotak Unit. Pilihan tersebut adalah:
s
Berfungsi memberi satuan millisecond pada nilai yang dimasukkan
S
Berfungsi memberi satuan second pada nilai yang dimasukkan
M:S
Berfungsi memberi satuan Menit dan Detik pada nilai yang dimasukkan
H:M
Berfungsi memberi satuan jam dan menit pada nilai yang dimasukkan
H
Berfungsi memberi satuan jam pada nilai yang dimasukkan

6. Jika langkah ke-5 sudah selesai, klik OK dan selesailah memrogram timernya.

2.5 Counter
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, counter berarti penghitung. Demikian juga
dengan counter pada PLC. Pada PLC, counter difungsikan untuk menghitung siklus suatu sistem
misalkan berapa banyak benda yang melewati sebuah konveyor, atau berapa kali PLC
menggerakkan pneumatic untuk menutup botol dan sebagainya.
Gambar 2.23 menunjukkan pilihan ketika fasilitas counter disorot.

C1
C
D
R

Gambar 2.23 Pilihan-Pilihan Pada Fasilitas Counter


C dengan diikuti angka atau huruf di belakangnya adalah merupakan suatu kontak.
C tanpa diikuti angka atau huruf di belakangnya adalah koil (Set Counter)
D berfungsi untuk counter Down
R adalah Reset, berfungsi untuk mengembalikan counter ke dalam nilai awal.

Langkah-langkah dasar untuk membuat counter adalah sebagai berikut:


1. Buatlah ladder diagram seperti gambar 2.24

Gambar 2.24 Ladder Diagram Awal


Pada gambar 2.23 terdapat ladder diagram awal untuk membangun sebuah counter. Jika ladder
yang dibuat hanya seperti apda gambar 2.23 saja, maka itu hanya mengaktifkan counter tanpa
mengeluarkannya ke dalam output.

2. Buatlah Ladder Diagram Selanjutnya Untuk Mengeluarkan Counter ke Output.

Gambar 2.25 Ladder Diagram Counter Untuk Menyalakan Output Q1


Gambar 2.25 merupakan ladder diagram dasar dari counter. Untuk selanjutnya pada sistemsistem tertentu ladder diagram tersebut dapat dikembangkan sendiri.
3. Atur Nilai Counter
Aturlah berapa kali counter tersebut menghitung dengan mengeklik 2 kali pada CC1 sehingga
keluar kotak dialog seperti gambar 2.26. Kemudian berilah nilai pada kotak "Pulses"

Gambar 2.26 Kotak Dialog Pengaturan Counter


4. Jika nilai sudah diatur, klik OK dan selesailah memrogram counternya.
Done,
Semoga Bermanfaat, :D
HS