Anda di halaman 1dari 3

NAMA

: OMAN SETIYANTO

NIM

: 115130100111015

KELAS

: A-2011

PKH-UB

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan penunjang yaitu suatu pemeriksaan medis atas indikasi medis tertentu
guna memperoleh keterangan-keterangan yang lebih lengkap.
Tujuan dan manfaat dilakukannya pemeriksaan penunjang:
-

Untuk menambah data penunjang selain data pemeriksaan fisik

Untuk memberi kejelasan dan kepastian tentang kesungguhan penyakit yang diderita
pasien

Untuk memudahkan dokter dalam melakukan diagnosis


Pemeriksaan lanjutan dilakukan ketika data medis yang mendukung dalam

pemeriksaan fisik dirasa kurang.


Sumber:
Swartz. 1995. Intisari Buku Ajar Diagnostik Fisik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Urogenital pada hewan terbagi atas dua grup organ yaitu organ urinaria dan oragan
genitalia. Keduanya secara anatomis berkembang dari bagian mesoderm saat embrio.
Pada domba dan kambing bentuk ginjal menyerupai kacang, cortex halus, dan posisi
organ mirip letaknya dengan sapi.

Pars pelvic uretra ke flexura sigmoidea. Penis dan pars terminis di dalam

glans penis membentuk processus urethralis.

Orificium urethralis mirip sapi. Ada juga diverticulum suburethralis.

KASUS PADA ORGAN UROGENITALIS DOMBA


Brucellosis pada Domba (Brucella melitensis)

Ciri-ciri dari bakteri:


-

Bakteri gram negatif

Coccobabacili

Ukuran panjang 0,6-1,2m lebar 0,5-0,7m

Bakteri aerob

Tidak memiliki alat gerak ( non motile )

Tidak berspora

Di selubungi oleh kapsula.

Patogenitas: bakteri ini menyerang hewan ternak dan liar terutama pada domba dan
kambing. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan keguguran atau aborsi pada fetus. Bakteri ini
dapat menginfeksi manusia apabila terjadi kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Gejala Klinis: sakit kepala, lemah, berkeringat, menggigil, arthralgia, depresi, kehilangan
berat badan dan sakit seluruh tubuh. Penyakit ini bisa berlangsung beberapa hari, beberapa
bulan atau bisa bertahun-tahun jika tidak segera diobati. Komplikasi osteoartikuler bisa
ditemukan pada 20-60% kasus. Manifestasi pada sendi yang paling sering adalah sakroiliitis.
Infeksi saluran kemih dilaporkan terjadi pada 2 20 % kasus dan yang paling umum adalah
orkitis dan epididimitis. Biasanya terjadi penyembuhan tetapi bisa juga terjadi kecacatan.
Case Fatality Rate dari bruselosis sekitar 2 % atau kurang dan biasanya sebagai akibat dari
endokarditis oleh infeksi Brucella melitensis. Kompleks gejala neurosis kadang-kadang
dikelirukan dengan bruselosis kronis.

Diagnosis: Diagnosa laboratorium dibuat dengan mengisolasi bakteri penyebab infeksi dari
spesimen darah, sumsum tulang atau jaringan lain, atau juga dari discharge penderita.
Pemeriksaan serologis perlu dilakukan di laboratorium yang berpengalaman, untuk
menunjukkan adanya kenaikan titer antibodi pair sera. Interpretasi hasil pemeriksaan
serologis pada pasien kambuh dan kronis sangat sulit karena titer antibodi biasanya rendah.
Pemeriksaan untuk mengukur antibodi IgG mungkin membantu untuk penegakan diagnosa
pada kasus kronis, karena pada infeksi aktif ada kenaikan titer IgG. Teknik pemeriksaan
serologis spesifik diperlukan untuk deteksi antibodi Brucellosis canis yang tidak bereaksi
silang dengan spesies lain.

Pemeriksaan Lanjutan dan Pencegahan:

Selidiki cara penularan yang terjadi diantara binatang ternak dengan tes serologis dan
dengan tes ELISA atau uji cincin untuk susu sapi; musnahkan binatang yang
terinfeksi dengan cara dipisahkan atau di sembelih. Jika infeksi terjadi pada babi
maka seluruh kelompok babi tersebut harus dipotong. Didaerah dengan prevalensi
tinggi, berikan imunisasi kepada kambing muda dan domba dengan vaksin hidup yang
dilemahkan dari strain Rev-1 B. melitensis. Sejak tahun 1996, vaksin RB 51
rekombinan digunakan secara besar-besaran mengggantikan strain 19 untuk imunisasi
ternak terhadap B. abortus. Vaksin RB 51 kurang virulen untuk manusia
dibandingkan strain 19.

Lakukan pasturisasi terhadap susu dan produk susu dari sapi, kambing dan domba.
Merebus susu hasilnya cukup efektif jika pasturisasi tidak mungkin dilakukan.

Hati-hati pada saat menangani dan membuang plasenta, discharge dan janin dari
binatang yang keguguran. Lakukan disinfeksi tempat-tempat yang terkontaminasi.

Sumber:
Coullier, Leslie.1998. Microbiologycal and Mirobial Infesion. Oxford Univerty
Press.Inc: New York
Johnson,Arthur.1994. Mikrobiologi dan Imunologi. Binarupa aksara: Jakarta

Pertanyaan:
Pemeriksaan lanjutan dan pencegahan yang harus dilakukan pada kasus Brucellosis adalah
sebagai berikut, KECUALI.....
a. ELISA atau uji cincin untuk susu sapi
b. Musnahkan binatang yang terinfeksi dengan cara dipisahkan atau di sembelih
c. Jika terjadi pada babi, seluruh kelompok babi tersebut harus dipotong
d. Vaksinasi kambing muda dan domba dengan vaksin hidup yang dilemahkan dari
strain Rev-1 B.
e. Semua salah
JAWABAN : E