Anda di halaman 1dari 2

Soal Ujian Praktik NCC 2015

Analisa Kuantitatif
Penentuan Komposisi Magnesium Hidroksida dan Aluminium Hidroksida dalam Obat Maag
Pendahuluan
Obat maag atau anastida merupakan obat yang mengandung bahan yang efektif menetralkan
asam lambung dan tidak diserap tubuh sehingga cukup aman digunakan sesuai anjuran pakai. Untuk
mengatasi nyeri lambung, didalam anastida umumnya mengandung senyawa yang dapat mengurangi
derajat keasaman lambung sehingga semakin banyak kadar anastida maka semakin banyak asam
yang dapat dinetralkan sehingga lebih efektif mengatasi gejala sakit maag dengan tuntas.
Zat utama berkhasiat yang digunakan disebut Magaldrate yaitu campuran Aluminium
Hidroksida dengan Magnesium Hidroksida. Bila masuk kedalam lambung, magaldrate sebagian akan
menetralkan oleh asam lambung sehingga pH cairan asam lambung akan naik. Nilai pH maksimum
yang dapat dicapai dan kemampuan mempertahankan pH cairan lambung sekitar 3,5-5 yang identik
dengan pH Magaldrate.
Dalam percobaan ini anda diberikan contoh obat maag yang mengandung emulsi campuran
aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida. Anda harus menentukan komposisi aluminium
hidroksida dan magnesium hidroksida dengan melakukan titrasi asam basa dan memilih indikator
yang tepat. Komposisi dalam obat maag Anda tentukan berdasarkan hasil percobaan yang
dilakukan.
Alat dan Bahan
1 buah Buret 25 mL
2 buah Pipet volume 10 mL
1 buah Pipet filler
1 buah Labu ukur 100 mL
7 buah Erlenmeyer 250 mL
3 buah Gelas Kimia 250 mL
1 buah botol semprot 250 mL
1 buah Corong tangkai pendek 5 cm
1 buah Statif besi
1 buah Klem Buret
1 buah Tisu Gulung
Larutan HCl (normalitas ditentukan)
Larutan NaOH (normalitas ditentukan)
Indikator Phenolptalein (Range pH 8,3-10)
Indikator Metil Orange (Range pH 3,1-4,4)
Indikator Brom Thymol Blue (Range pH 6,0-7,6)
Mylanta cair (Emulsi yang ditentukan komposisinya)
Prosedur Percobaan
Standarisasi Larutan Asam (HCl)
1. Masukkan larutan basa (NaOH) yang telah diketahui kenormalannya kedalam buret
2. Putarlah kran buret untuk membuang sejumlah basa sampai tidak ada gelembung udara di
ujung buret.
3. Ambillah sampel larutan asam (HCl) sebanyak 10 mL dengan menggunakan pipet volume 10
mL ke dalam erlenmeyer 250 mL.
4. Tambahkan 3 tetes indikator (pilih yang sesuai menurut Anda)

5. Dengan menggunakan basa (NaOH) yang sudah disiapkan dan diketahui kenormalannya,
lakukan titrasi terhadap larutan asam tersebut.
6. Hentikan titrasi bila telah terjadi perubahan warna indikator yang Anda gunakan.
7. Bacalah buret dan catat volume basa yang terpakai.
8. Ulangi titrasi sebanyak tiga kali. Bila volume basa yang digunakan jauh berbeda, gunakan
nilai berdekatan. Ambil harga rata-rata dari percobaan Anda.
9. Hitung kenormalan asam menurut persamaan :
Va x Na = Vb x Nb
Penentuan Kadar Basa dalam Obat Maag
1. Masukkan 5 mL larutan emulsi obat maag Mylanta ke dalam labu ukur 100 mL
2. Tambahkan aquades sampai tanda batas lalu kocoklah campuran dalam labu ukur sampai
larutan homogen.
3. Ambillah sampel emulsi dalam labu ukur sebanyak 10 mL dengan menggunakan pipet
volume dan masukkan ke dalam erlenmeyer 250 mL.
4. Dengan pipet volume, tambahkan secara kuantitatif 10 mL larutan asam klorida yang telah
ditentukan kenormalannya ke dalam erlenmeyer yang telah berisi sampel obat maag
mylanta tersebut, lalu goyangkan erlenmeyer agar homogen.
5. Tambahkan 3 tetes indikator yang tepat, dan titrasilah seperti saat standarisasi larutan
asam.
6. Lakukan titrasi hingga terbentuk perubahan indikator warna yang stabil.
7. Bacalah buret dan catatlah volume basa yang dipakai.
8. Lakukan titrasi sebanyak tiga kali dan ambil rata-rata nilai dari percobaan yang Anda
lakukan lalu hitung kadar basa (OH-) di dalam sampel obat yang Anda titrasi.