Anda di halaman 1dari 9

1) Satuan Acara Penyuluhan

PRA PLANNING
PENYULUHAN ARTHRITIS GOUT SISTEM MUSKULOSKELETAL
MAHASISWA STIKES YATSI TANGERANG
Ds. SUKAMANTRI KAB. TANGERANG

Hari/ Tanggal : 30 November 2014


Waktu

: 30 Menit

Topik

: Penyuluhan Kesehatan Arthritis Gout

Tempat

: Mushola RT 01 RW 04

A. Latar Belakang Kegiatan


Arthritis gout terjadi akibat peningkatan kronis konsentrasi asam urat di dalam
plasma (hiperusemia : >7 mg/dl) Stefan Silbernagl, 2012). Adanya penurunan ekskresi
asam urat. Kebanyakan arthritis gout disebabkan oleh pembentukan asam urat yang
berlebihan dan penurunan ekskresi. Arthritis gout dapat mengenai laki-laki maupun
wanita, hanya saja gout memang lebih sering mengenai laki-laki. Dikatakan bahwa
kemungkinan arthritis gout menyerang laki-laki adalah 1 sampai 3 per 1.000 laki-laki
sedangkan pada wanita adalah 1 per 5.000 wanita.
Arthritis gout dapat menyebabkan sakit kepala dan nyeri khususnya pada sendi.Nyeri
tersebut adalah keadaan subjektif dimana seseorang memperlihatkan ketidak nyamanan
secara verbal maupun non verbal. Respon seseorang terhadap nyeri dipengaruhi oleh
emosi, tingkat kesadaran, latar belakang budaya, pengalaman masa lalu tentang nyeri dan
pengertian nyeri. Nyeri mengganggu kemampuan seseorang untuk beristirahat,
konsentrasi, dan kegiatan yang biasa dilakukan.
Bila tidak diatasi dapat menimbulkan efek yang membahayakan yang akan
mengganggu proses penyembuhan dan dapat meningkatkan angka morbiditas dan
mortalitas, untuk itu perlu penanganan yang lebih efektif untuk meminimalkan nyeri
yang dialami oleh pasien. Secara garis besar ada dua manajemen untuk mengatasi nyeri
yaitu manajemen farmakologi dan manajemen non farmakologi. Salah satu cara untuk
menurunkan nyeri pada pasien gout secara non farmakologi adalah diberikan kompres

dingin pada area nyeri. Perawat harus yakin bahwa tindakan mengatasi nyeri dengan
kompres dingin dilakukan dengan cara yang aman.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan individu, diharapkan dapat mengetahui, mengerti, dan
memahami tentang penyakit gout arthritis dan pengobatan tradisional untuk
penderita gout arthritis. Sehingga dapat diambil suatu tindakan pencegahan,
penanganan, dan pengobatan terhadap penderita gout arthritis.
2. Tujuan Khusus
Individu dapat mengerti dan menjelaskan tentang:
a. Pengertian dan Penyebab gout arthritis
b. Gejala dan Tanda anak terkena gout arthritis
c. Cara pembuatan

C. Peserta
1) Masyarakat 20 orang (ibu-ibu dan bapak-bapak)
2) Pembimbing Akademik 1 orang
3) Mahasiswa 14 Orang dari Kelompok 1

D. Kepanitiaan
Leader 1

: Ichktiar Galih Pratama

Leader II

: Haris Munandar

Sekretaris

:Dian Pungky Andani

Sie. Acara

: Dian Ika Pratiwi


Dwita Pravitasari

Sie. Humas

: Eko Priyanto

Sie. Perlengkapan : Harry Cipta Darmawan


Hasan Hariri
Sie. Dokumentasi : Herawati Rahayu
Endah Nurmala
Sie. Konsumsi

: Iing PuspitaSari
Hilda Ayu Adriyana

Sie. Evaluasi

: Iin Sukmawati
Indayani Pathurrohmah Subakti

E. Seting Tempat
P

P
Keterangan :

WWMWWMW

: Pembicara

MWWMWWW

: Warga

WMWWMWW

: Mahasiswa

MWMWWMWW

F. Setting Waktu
No

Waktu

Kegiatan penyuluhan

Kegiatan peserta

3 menit

Pembukaan :

Menjawab salam

Memberi salam

Mendengarkan dan

Menjelaskan tujuan

memperhatikan

pembelajaran
2

10 menit

Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan

Menyimak

dan

mendengarkan

secara berurutan dan teratur


Materi :
1. Pengertian arthritis gout
2. Etiologi arthritis gout
3. Gejala arthritis gout
4. Penanganan arthritis gout
5. Pencegahan arthritis gout
5.

4 menit

Evaluasi :
Meminta kepada ibu ibu dan
bapak-bapak untuk menjelaskan
kembali atau menyebutkan :

Bertanya dan
menjawab pertanyaan

1. Pengertian arthritis gout


2. Tanda bahaya arthritis gout
4

3 menit

Penutup :

Menjawab salam

Mengucapkan terima kasih dan


Mengucapkan salam

G. Metode
1. Diskusi
2. Demontrasi
3. Tanya Jawab

H. Media
Leaflet dan LCD

I. Rencana Evaluai Kegiatan


Evaluasi
1) Struktur
Rencana kegiatan dipersiapan 5 hari sebelumnya kegiatan dan informasi ke pengurus
1 hari.
2) Proses
a. Peserta yang hadir 100%
b. Tempat : Mushola RT. 01 RW. 04 Desa Sukamantri
c. 80% peserta aktif bertanya
3) Hasil
a. Warga dapat menjawab pertanyaan dan mengulang kembali definisi arthritis gout
b. Warga Pengertian dan Penyebab arthritis gout
c. Warga dapat menyebutkan Gejala dan Tanda anak terkena arthritis gout
d. Warga dapat mengidentifikasi tanda bahaya anak harus dibawa ke pusat pelayanan
keseatan terdekat

Panitia Praktek Sistem Muskuloskeletal


Mahasiswa Keperawatan STIKes YATSI Tangerang
Ds. Sukamantri Kab. Tangerang- Banten
Ketua

Sekretaris

Ichktiar Galih Pratama

Dian Pungky Andani

NIM : 12209023

NIM: 12209015

Mengetahui,
Pembimbing Akademik

Ns. Ria Setia Sari

(2) Materi Penyuluhan

1. Pengertian
Arthritis gout adalah penyakit yang terjadi akibat adanya peningkatan kronis
konsentrasi asam urat di dalam plasma (Stepan, 2012). Gout merupakan terjadinya
penumpukan asam urat dalam tubuh dan terjadi kelainan metabolisme purin. Gout
merupakan kelompok keadaan heterogenous yang berhubungan dengan defek genetik
pada metabolisme purin (hiperurisemia). (Brunner dan Suddarth, 2012)
Gout (pirai) adalah penyakit sendi yang disebabkan karena kelainan
metabolisme purin. Penyakit ini mengakibatkan peradangan sendi. Di mana terjadi
penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi yang
meningkat, pembuangannya melalui ginjal yang menurun, atau akibat peningkatan
asupan makanan kaya purin.
Dari beberapa defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa Arthritis gout adalah
penyakit yang terjadi akibat adanya endapan kristal-kristal monosodium urate dalam
sendi yang akan berdampak terjadinya inflamasi dan nyeri pada sendi.

2. Etiologi
Penyakit gout terbagi menjadi 2 jenis, yaitu gout primer dan gout sekunder.
Gout primer adalah penyakit gout dimana mengalami peningkatan asam urat dan
penurunan ekskresi tubular asam urat. Pada penyakit gout primer, 99% penyebabnya
belum diketahui (idiopatik). Diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan
faktor

hormonal

yang

menyebabkan

gangguan

metabolisme

yang

dapat

mengakibatkan meningkatnya produksi asam urat atau bisa juga diakibatkan karena
berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh.
Sedangkan gout sekunder terjadi karena konsumsi obat atau toksin, makanan
dengan kadar purin yang tinggi, penyakit darah (penyakit sumsum tulang,polisitemia),
kadar trigliserida yang tinggi yang dapat menurunkan ekskresi asam urat dan
mencetusnya serangan akut.

3. Gejala Arthritis Gout


Berikut ini adalah gejala gout arthrithis gout yaitu :
a.

Demam

b.

Menggigil

c.

Perasaan tidak enak badan

d.

Jantung berdebar cepat

e.

Sendi bengkak

f.

Kemerahan

g.

Nyeri hebat

4. Penanganan Arthritis Gout


Berikut ini beberapa tips untuk penanganan arthritis gout secara umum:
a. Diet, dianjurkan menurunkan berat badan pada pasien yang gemuk. Hindari
makanan tinggi purin (hati, ikan sarden, daging kambing, dan sebagainya),
termasuk roti manis. Meningkatkan asupan cairan (banyak minum).
b. Hindari obat-obatan yang mengakibatkan hiperurisemia seperti tiazid, diuretic,
aspirin, dan asam nikotinat yang menghambat ekskresi asam urat dari ginjal.
c. Mengurangi konsumsi alcohol (bagi peminum alkohol).
d. Tirah baring merupakan suatu keharusan dan diteruskan selama 24 jam setelah
serangan menghilang. Arthritis gout dapat kambuh bila terlalu cepat bergerak.

5. Obat Tradisional
a. Sirsak, dimakan begitu saja atau dijuice, dimakan/minum tiap hari
b. Daun salam 7 lembar direbus dengan dua gelas air, sampai tinggal 1 gelas,
diminum pagi dan sore
c. Labu siam diparut kemudian disaring diambil airnya diminum tiap hari
d. Cuka apel yang sudah jadi dan dicampur madu dengan ukuran satu sendok madu
ditambah 2 sendok makan cuka apel plus dan air hangat, diminum selama 1
minggu
e. Kentang mentah dan apel malang dijuice

6. Pencegahan
a. Pencegahan primer
Terjadi sebelum system bereaksi terhadap stressor, meliputi : promosi kesehatan
dan mempertahankan kesehatan. Pencegahan primer mengutamakan pada
penguatan flexible lines of defense dengan cara mencegah stress dan mengurangi
faktor-faktor resiko. Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah

diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi. Strateginya mencakup : immunisasi,


pendidikan kesehatan, olah raga dan perubahan gaya hidup.
b. Pencegahan Sekunder
Tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor. Pencegahan sekunder
mengutamakan pada penguatan internal ines of resistance, mengurangi reaksi dan
meningkatkan faktor faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui
tindakan-tindakan yang tepat sesuai dengan gejala. Tujuannya adalah untuk
memperoleh kestabilan secara optimal dan memelihara energy. Jika pencegahan
sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar dapat
mendukung

system

dan

intervensi-intervensinya

sehingga

menyebabkan

kematian.
c. Pencegahan tersier
Pencegahan klien secara optimal. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat
resistance terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi,
sehingga dapat mempertahankan energy.

DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer, Suzanne C. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth.
Edisi 8. Volume 3. Jakarta : EGC.
Helmi, Zairin Helmi. 2011. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. Cetakan kedua. Jakarta :
Salemba Medika.
Rasjad, Chairuddin. 2007. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Edisi 3. Cetakan kelima.Jakarta :
Yarsif Watampone.