Anda di halaman 1dari 13

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION (IMC) PADA

PERUSAHAAN SIDO MUNCUL DAN INDOSAT

Tugas Paper

Dibuat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kebijakan dan Strategi Pemasaran

Disusun oleh:
Anya Karina MPS

(170610120027)

Dinda Rizki O

(170610120085)

Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Padjadjaran
Jatinangor
2014

Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC)


IMC (Integrated Marketing Communication) merupakan proses penyampaian pesan
yang digunakan untuk membina hubungan yang menguntungkan dengan customer, dengan
cara memadukan dan mengkoordinasikan semua elemen komunikasi pemasaran untuk
menyampaikan pesannya secara jelas, konsisten dan berpengaruh kuat tentang organisasi
dan produk-produknya (promosi produk perusahaan tersebut).
Sementara itu, Philip Kotler dan Gary Armstrong mengartikan IMC sebagai konsep
di mana suatu perusahaan secara hati-hati mengintegrasikan dan mengkoordinasikan saluran
komunikasinya yang banyak untuk menyampaikan pesan yang jelas, konsisten, dan
meyakinkan mengenai perusahaan dan produknya (Kotler & Armstrong, 2001, hal. 138).
Definisi tersebut menunjukkan lima ciri yang melekat pada filosofi dan aplikasi dari
komunikasi pemasaran terpadu Adapun ciri-ciri utama dari IMC adalah sebagai berikut:
a. Mempengaruhi Perilaku
Tujuan IMC adalah untuk mempengaruhi perilaku khalayak sasaran. Komunikasi
pemasaran disini harus dilakukan lebih dari sekedar mempengaruhi kesadaran merek atau
memperbaiki perilaku konsumen terhadap merek. Dengan kata lain, tujuannya adalah
untuk menggerakkan orang untuk bertindak.
b. Berawal dari pelanggan dan calon pelanggan
Ciri ini diawali dari pelanggan atau calon pelanggan, kemudian berbalik kepada
komunikator merek untuk menentukan metode yang paling tepat dan efektif dalam
mengembangkan komunikasi persuasif.
c. Menggunakan seluruh bentuk kontak
Ciri ketiga ini adalah menggunakan seluruh bentuk komunikasi dan seluruh kontak yang
menghubungkan merek sebagai jalur penyampaian pesan yang potensial.
d. Menciptakan sinergi
Semua elemen komunikasi temasuk iklan, tempat pembelian, promosi pembelian, event,
dan lain-lain, harus berbicara dengan satu suara. Artinya, koordinasi merupakan hal yang
amat penting untuk menghasilkan citra merek yang kuat dan utuh serta membuat
konsumen melakukan aksi.
e. Menjalin hubungan
Ciri yang terakhir ini adalah kepercayaan bahwa pemasaran yang sukses membutuhkan
terjalinnya hubungan antara merek dengan pelanggannya. Menjalin hubungan yang baik
sangat diperlukan oleh perusahaan guna mempertahankan pelanggan.

Menurut De Lozier dalam buku "Dasar-Dasar Pemasaran", komunikasi pemasaran


terpadu perlu diterapkan mulai dari tataran bauran pemasaran (4P) yaitu komunikasi produk,
komunikasi harga, komunikasi tempat (distribusi), dan komunikasi promosi (Kotler &
Armstrong, 2004, hal. 604).
1. Komunikasi produk. Produk merupakan simbol yang memberikan isyarat-isyarat
komunikasi yang penting kepada konsumen. Melalui simbol-simbolnya, produk
mengkomunikasikan makna-makna dan membantu konsumen dalam mengekspresikan
gaya hidupnya. Produk yang baik adalah produk yang dapat mengkomunikasikan dirinya
sendiri, siapa pembuatnya, dan untuk siapa produk itu dibuat. Produk yang baik adalah
produk yang mampu mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai silence salesman.
Komunikasi produk diwujudkan melalui komponen-komponen seperti nama merek,
kemasan, desain kemasan, warna kemasan, ukuran, bentuk, merek dagang, dan berbagai
aspek fisik.
2. Komunikasi harga. Harga sebuah produk bukan semata-mata rasio pertukaran yaitu
sejumlah uang yang dibayarkan oleh pembeli kepada penjualan untuk sebuah produk
melainkan upaya representasi produk.
3. Komunikasi tempat menjelaskan bahwa tempat (retail store) bukan semata-mata saluran
distribusi dimana sebuah produk ditempatkan agar mudah dijangkau konsumen. Tempat
penjualan merupakan representasi dari persepsi konsumen terhadap cita rasa, image, dan
status konsumen.Strategi komunikasi pemasaran dalam mempengaruhi persepsi konsumen
terhadap tempat penjualan adalah dengan membangun visual store merchandising yaitu
perangkat toko yang bersimbolkan khas sesuai dengan produk yang dijual.
4. Komunikasi promosi merupakan upaya terintegrasi dalam mempengaruhi konsumen agar
berpartisipasi dalam proses pertukaran yang ditawarkan melalui alat-alat promosi.
Kotler & Armstrong, menyatakan bahwa komunikasi pemasaran terpadu (Integrated
Marketing Communications) yang biasa disebut bauran promosi (marketing mix) sebuah
perusahaan terdiri dari perpaduan khusus antara pemasangan iklan, penjualan personal,
promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung yang digunakan
perusahaan untuk mencapai tujuan-tujuan pemasangan iklan dan pemasaran. Adapun definisi
dari masing-masing alat bauran promosi tersebut adalah sebagai berikut:
a. Periklanan (advertising)
Segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi dan promosi
nonpersonal dalam bentuk gagasan, barang, atau jasa. Contoh: iklan media cetak, iklan
media elektronik, brosur, buklet, poster, leaflet, billboard, dan lain-lain.

b. Promosi penjualan (sales promotion)


Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan suatu
produk atau jasa. Contoh: Kupon, hadiah, diskon, produk sample, pameran dagang,
games, dan lain-lain.
c. Hubungan masyarakat dan publisitas (public relations & publicity)
Membangun hubungan baik dengan publik terkait untuk memperoleh dukungan,
membangun "citra perusahaan" yang baik, dan menangani atau mengklarifikasi isu, cerita,
dan peristiwa yang dapat merugikan. Sedangkan publisitas adalah stimulasi nonpersonal
terhadap permintaan barang, jasa, ide, dan sebagainya dengan berita komersial yang
berarti dalam media massa, dan tidak berbayar untuk mempromosikan dan untuk
melindungi citra perusahaan atau produknya. Contoh: Seminar, press release,
sponsorship, majalah perusahaan, events, lobbying, dan lain-lain.
d. Penjualan personal (personal selling)
Interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan presentasi
dalam rangka mensukseskan penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan.
Contoh: Presentasi penjualan, pameran dagang, dan program insentif.
e. Pemasaran langsung (direct marketing)
Komunikasi langsung dengan sejumlah konsumen sasaran untuk memperoleh tanggapan
langsung. Contoh: Katalog, surat, telemarketing, fax mail, internet, dan lain-lain.

Dalam konsep komunikasi pemasaran terpadu, perusahaan secara hati-hati memadukan


dan mengkoordinasikan semua saluran komunikasinya dimulai dari pemasangan iklan di
media massa, promosi penjualan, humas dan publisitas, penjulan personal, dan pemasaran
langsung, untuk menyampaikan pesan yang jelas, konsisten, dan saling mendukung antara
perusahaan dengan produknya.
Konsep dasar dari IMC adalah komunikasi. Dengan komunikasi ini, IMC berusaha
untuk memaksimalkan pesan positif dan meminimalkan pesan negatif dari suatu brand,
dengan sasaran menciptakan dan menyokong brand. Untuk membangun hubungan jangka
panjang, IMC juga digunakan untuk membangun dan memperkuat brand. Brand yang positif
juga akan menghasilkan keuntungan dan meningkatkan nilai dari perusahaan tersebut.

Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu


Pada bagian inilah penulis akan menjelaskan mengenai strategi komunikasi
pemasaran terpadu. Strategi merupakan rencana cermat dan sistematis mengenai suatu

kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Strategi komunikasi pemasaran terpadu ini terbagi
menjadi tiga aktivitas utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program
komunikasi pemasaran terpadu. Dari tiga aktivitas komunikasi pemasaran terpadu tersebut
masing-masing terdapat elemen yang akan dijelaskan sebagai berikut:

a. Perencanaan Komunikasi Pemasaran Terpadu


Komunikasi pemasaran terpadu diawali dengan pengembangan dari perencanaan bauran
pemasaran yang merupakan dasar dari perancangan keseluruhan komunikasi pemasaran
terpadu. Selanjutnya, akan dibahas langkah-langkah perencanaan komunikasi pemasaran
terpadu sebagai berikut:
1. Menganalisis Situasi
Sebelum menentukan tujuan-tujuan pemasaran yang ingin dicapai, hendaknya
perusahaan

menganalisis

SWOT

(Strength/kekuatan

perusahaan,

Weakness/

kelemahan perusahaan, Opportunity/peluang bisnis, Threat/hambatan untuk mencapai


tujuan).
2. Mengidentifikasi Khalayak Sasaran
Seorang pemasar perlu mengidentifikasi khalayak sasaran yang mungkin adalah calon
pembeli potensial atau para pengguna yang ada sekarang, orang yang membuat
keputusan membeli atau orang yang mempengaruhi pembelian. Khalayak tersebut
adalah para individu, kelompok, publik/ masyarakat khusus atau umum. Khalayak
sasaran akan sangat mempengaruhi keputusan-keputusan pemasar tentang apa yang
akan disampaikan, bagaimana hal itu disampaikan, kapan itu disampaikan, dimana itu
disampaikan, dan siapa yang menyampaikannya (Kotler & Armstrong, 2001, hal.115).
Dalam mengidentifikasi khalayak sasaran diperlukan tiga hal; Pertama, segmentasi
pasar (segmenting) adalah suatu strategi untuk memahami struktur pasar dengan cara
mengelompokkan pembeli aktual maupun potensial yang berbeda, yang mungkin
membutuhkan produk atau bauran pemasaran tersendiri. Kedua, dilakukan penentuan
pasar sasaran (targeting) guna memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan
dilayani. Ketiga, setelah dilakukan penentuan pasar sasaran maka langkah selanjutnya
adalah

penentuan

posisi

pasar

(positioning),

yaitu

membentuk

dan

mengkomunikasikan manfaat utama yang membedakan produk dalam pasar (Kasali,


1998, hal. 388).
3. Menentukan Tujuan Komunikasi Pemasaran
Penentuan tujuan komunikasi pemasaran adalah hal yang fundamental sebelum

pelaksanaannya. Hal ini bertujuan untuk selalu menjaga konsistensi pelaksanaan


komunikasi pemasaran agar selalu di dalam satu koridor dengan tujuan awal. Dalam
hal komunikasi pemasaran, komunikasi bertujuan untuk membangkitkan keinginan
untuk membeli produk. Tetapi pembelian adalah hasil dari proses panjang
pembuatan konsumen.
4. Menetapkan Anggaran Komunikasi Pemasaran
Salah satu keputusan tersulit yang dihadapi oleh perusahaan adalah berapa banyak
biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan komunikasi pemasaran. Dalam memutuskan
besarnya anggaran komunikasi pemasaran total, terdapat empat metode umum yang
dapat digunakan (Kotler & Armstrong, 2001, hal. 125-127), yaitu:
a. Metode sesuai dengan kemampuan (afford able method): Metode yang
menetapkan anggaran promosi pada level yang dianggap oleh manajemen mampu
dikeluarkan oleh perusahaan.
b. Metode persentase dari penjualan (percentage of sales budgeting method):
Metode yang menetapkan anggaran promosi pada persentase tertentu dari
penjualan sekarang atau yang diperkirakan.
c. Metode menyamai pesaing (competitive parity method): metode yang
menyamakan anggaran promosi perusahaan dengan anggaran pesaing.
d. Metode tujuan dan tugas (objective and task method): metode yang digunakan di
mana perusahaan menetapkan anggaran promosi berdasarkan apa yang ingin
dicapai.
5. Mengembangkan Program Komunikasi Pemasaran
Mengembangkan

program

komunikasi

pemasaran

terpadu

adalah

langkah

perencanaan komunikasi pemasaran yang paling berpengaruh. Tiap-tiap alat


komunikasi pemasaran memiliki masing-masing kelebihan dan kekurangan. Dalam
tahap ini akan diputuskan alat-alat komunikasi pemasaran apa saja yang akan
digunakan, berdasarkan peranannya masing-masing dan koordinasinya antar elemen
komunikasi pemasaran terpadu tersebut.

b. Pelaksanaan Komunikasi Pemasaran Terpadu


Setelah melakukan perencanaan komunikasi pemasaran yang matang dan strategis,
kemudian perusahaan mengkomunikasikan konsep pemasaran kepada konsumen secara
kolektif yang disebut bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix)
yang terdiri dari periklanan, promosi penjualan (promotion sales), humas dan publikasi

(public relation), penjualan personal (personal selling), dan pemasaran langsung (direct
selling).

c. Evaluasi Komunikasi Pemasaran Terpadu


Setelah melakukan komunikasi pemasaran, komunikator harus meriset dampaknya
pada khalayak sasaran. Hal ini bertujuan untuk menanyakan kepada tiap-tiap khalayak
sasaran berapa kali mereka melihat pesan, apakah pesan yang disampaikan bisa diingat,
informasi apa yang pertama mereka ingat, bagaimana tanggapan mereka terhadap pesan
tersebut, dan bagaimana sikap mereka setelah melihat pesan tersebut terhadap suatu
produk perusahaan. Komunikator juga akan mengukur perilaku yang diakibatkan oleh
pesan tersebut. Berapa banyak orang yang membeli produk, merekomendasikan produk
kepada orang lain atau mengunjungi toko (Kotler & Armstrong, 2004 hal.619).

CONTOH PERUSAHAAN YANG MENERAPKAN IMC (INTEGRATED MARKETING


COMMUNICATION)

1. PT. JAMU SIDO MUNCUL


Sejarah Singkat PT. Jamu Sido Muncul
Perusahaan jamu SidoMuncul pada mulanya merupakan sebuah industri rumah
tangga yang dimulai pada tahun 1940 yang dikelola oleh Ibu Rahkmat Sulistio dengan
dibantu oleh tiga orang karyawan. Sido Muncul memulai usahanya di kota Yogyakarta
tentunya masih dikelola dengan cara yang sangat sederhana dan tradisional.
Mesasuki dekade 1950an mulainya banyak perminatan jamu yang lebih praktis
dalam bentuk kemasan. Permintaan yang begitu banyak ini mendorong pengelola jamu
untuk membuat kemasan jamu dalam kemasan praktis yang berbentuk serbuk. Pada tahun
1951 perusahaan jamu yang sangat sederhana ini dipidahkan ke Semarang dikarenakan
kependidahan tempat tinggal. Perusahaan jamu yang dibaru tersbeut diberikan nama Sido
Muncul yang memiliki makna Impian yang terwujud. Perusahaan jamu tradisional ini
pada walnya berlokasi di JL. Mlaten Trenggulun dengan merek jamu Tolak Angin.
Pabrik jamu Sido Muncul secara perlahan mulai diminai oleh maysyarakat sehingga
pada tahun 1984 mendahkan tempat produksi jamu ke lingkungan Industri Kecil di Jl.
Kaligawe, Semarang supaya dapat mengakomodir permintaan yang masyarakat yang terus
meningkatkan. Pada era tahun 1990an awal perusahaan jamu Sido Muncul mulai
menggunakan peralatan mesin modern dalam memproduksi jamu. Pada dekade 1990an ini

dimulailah produksi jamu secara modern dan pengelolaan perusahaan secara profesional.
Tahun 1997 Sido Muncul membangun pabrik baru di Klepu Ungaran dengan lahan
seluas 29 ha. Pabrik baru diresmikan oleh menteri Kesehatan yang waktu itu dijabat oleh dr.
Ahmad Sujudi pada tanggal 11 Nopember 2000. Pada saat peresmian pabrik, SidoMuncul
sekaligus menerima dua sertifikat yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
(CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat
inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai satu-satunya pabrik jamu berstandar
farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas 7 hektar, lahan Agrowisata
1,5 hektar, dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik.
PT. Jamu Sido Muncul pada dekade tahun 2000an mulai mengembangkan
produknya yang tidak hanya semata-mata jamu tradisional saja tetapi mulai merambah pada
minuman berenerji seperti Kuku Bima, premen kesehatan Permen Tolak Angin dan lain
untuk mendongkrak volume penjualan. Saat ini PT Jamu Sido Muncul menjadi perusahaan
jamu tradisional yang kuat ditengah-tengah persaingan yang makin kuat karena di Indonesia
sendiri begitu banyak perusahaan yang bergerak dibidang jamu tradisional seperti PT. Air
Mancur yang juga memiliki posisi yang kuat, PT. Deltomed Laboratories, PT. Jamu Cap
Nyonya Meneer, Jamu Jago dan lain lain.

Strategi Integrated Marketing Communication


PT. Jamu Sido Muncul sebagai perusahaan yang sudah mapan tentunya memiliki strategi
dalam memasarkan produk-produknya. Strategi pemasaran PT. Sido Muncul dalam kegiatan
pemasaran ditinjau dari sisi Integrated Marketing Communication adalah:
a. Periklanan
Kegiatan periklanan bila dikaitkan dengan kasus Tolak Angin sebagai produk PT. Jamu
Sido Muncul dapat dianalisa berdasarkan hal-hal di atas. Sangat jelas sekali bahwa PT.
Jamu Sido Muncul dalam memasarkan Tolak Angin menggunakan iklan melalui media
massa terutama di televisi. Iklan Tolak Angin sangat dikenal dengan taglinenya Orang
Pintar Tolak Angin. Dalam iklan tolak angin ini ingin mempengaruhi khalayak bahwa
dalam memilih obat masuk angin perlu minum Tolak Angin. Tagline ini diperkuat
dengan visual orang-orang yang sukses dan memiliki otak yang cukup terkenal seperti
Ronald Kasali seorang akademisi dan tokoh pemasaran, Lula Kamal, seorang artis dan
dokter, Agnes Monica yang dikenal orang masyarakat sebagai muda berbakat dan
memiliki prestasi akademik dan yang terakhir Anggito Abimanyu, seorang akademisi
yang gagal jadi menteri. Iklan Tolak Angin saat ini tidak semata-mata bersifat persuasif

semata tetapi di dalam iklan Tolak Angin terdapat informasi-informasi yang


menunujukkan bahwa Tolak Angin peduli dengan budaya Indonesia. Hal ini cukup wajar
karena secara posisi jamu Tolak Angin sudah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia
karena secara usia produk ini sudah lama, maka iklan-iklan Tolak Angin ini sebenarnya
lebih bersifat reminder (pengingat) kepada masyarakat. Iklan Tolak Angin bukan lagi
sebagai sarana utama untuk memasarkan produk tetapi menjadi pengingat dan informasi
apa saja yang dilakukan oleh Tolak Angin untuk menjaga loyalitas konsumen. Iklan juga
digunakan untuk memperkuat brand Tolak Angin, supaya nama Tolak Angin ini melekat
kuat di dalam benak khalayak.

b. Promosi Penjualan
PT. Jamu Sido Muncul selain mengunakan medai iklan juga menggunakan strategi
promosi penjualan (Sales Promotion). Sales promotion yang merupakan kegiatan untuk
membujuk secara langsung yang menawarkan insentif atau nilai lebih untuk suatu produk
pada sales force, distributor atau konsumen langsung dengan tujuan utama yaitu
menciptakan penjualan yang segera. Promosi penjualan digunakan untuk menjaring
konsumen baru dan terciptanya penjualan yang meningkat dalam waktu dekat. Salah satu
bentuk promosi yang dilakukan oleh PT. Sido Muncul dalam memasarkan Jamu Tolak
Angin adalah dengan mengemas Jamu Tolak Angin dengan permen Tolak Angin dalam
satu paket. Keuntungan yang di dapat adalah Jamu Tolak Angin dapat terjual dan
sekaligus mengenalkan produk baru PT. Sido Muncul. Bentuk lain promosi penjualan
adalah sebagai Event Sponsorship. Dalam beberapa event televisi Tolak Angin seringkali
menjadi sposor utama seperti Realtiy Superstar pada awal tahun 2000an di Indosiar dan
sponsor acara musik Karnaval di SCTV. Sebagai sponsor utama Tolak Angin
mendapatkan banyak keuntungan, sebagai mana dilansir dalam Malang Post dalam acara
Karnaval SCTV di kota Malang pada tanggal 15 Mei 2010 dapat mengadakan
relaunching produk turunan Tolak Angin yang diperuntukkan bagi anak-anak Selain itu
keuntungan lain yang di dapatkan oleh Tolak Angin adalah mereka dapat menjual secara
langsung lewat stand-stand yang disediakan di tempat acara berlangusng dengan
memberikan doorprize dan hadiah-hadiah menarik lainnya.

c. Public Relations
Dalam pemasaran tentunya perlu dimbangi oleh reputasi perusahaan maupun produk
yang bagus. PT. Sido Muncul ternyata tidak melupakan hal ini, PT. Sido Muncul PT.

SidoMuncul. Membangun kawasan Argowisata dengan lahan seluas 1,5 hektar dari lahan
7 hektar kawasan yang dimiliki oleh pabrik PT. Jamu Sido Muncul., dan sisanya menjadi
kawasan pendukung lingkungan pabrik. Pt. Jamu Sido Muncul memberikan akses yang
seluas-luasnya untuk kunjungan ke lingkungan pabrik. Dalam kunjungan itu terdapat
kegiatan-kegiatan edukasi tentang jamu-jamuan dan tanaman herbal sehingga masyarakat
dapat melihat kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan pabrik. Masyarakat yang datang
juga mendapatkan manfaat tentang edukasi tanaman herbal yang berkahsiat bagi
kesehatan. Kegiatan Public Relations yang diadakan oleh Tolak Angin dalam hal ini
tentunya pihak PT. Sido Muncul adalah mengadakan kegiatan Mudik Gratis setiap tahun.
PT. Jamu Sido Muncul memfasilitasi para pemudik dengan memberikan pelayan
angkutan gratis untuk pulang kampung yang kebanyakan pesertanya adalah para penjual
jamu. Kegiatan ini secara jangka pendek memang tidak terlalu nampak hasilnya tetapi
dalam jangka panjang dapat membentuk loyalitas yang tinggi konsumen.

d. Pemasaran Langsung (Direct Selling)


Kegiatan direct selling dalam kasus Tolak Angin ini tidak terlalu nampak dipermukaan
tetapi strategi direct selling juga dilakukan oleh pihak Tolak Angin. Direct selling ini
tidaklah langsung dilakukan kepada konsumen tetapi lebih banyak ditujukan kepada
distributor sehingga distributor dapat menyalurkan produk Tolak Angin secara luas.
Tentanya direct selling yang dilakukan dipadukan dengan program-program yang lain
sepertinya insentif atau discount yang merupakan bagian dari sales promosi.

e. Penjualan Personal (Personal Selling)


Pemasaran secara personal selling mencakup penjualan melalui orang ke orang secara
langsung. Kaitan dengan personal selling yang dilakukan dalam proses pemasaran Tolak
Angin tentunya sangat mempengaruhi volume penjualan. Personal selling Tolak Angin
ini dilakukan oleh para penjual pedagang eceran di bus-bus. Selain dilakukan oleh
pedagang pengecer personal selling ini juga dipadukan dalam kegiatan marketing yang
lain sebagai contoh pembukaan stan di suatu event seperti ketika Tolak Angin menjadi
seponsor utama Karnaval SCTV, PT Sido Muncul membuka stand yang melayani
penjualan langsung dan melalui SPG yang mendatangi pengunjung acara dengan
menawarkan produk Tolak Angin. Personal selling ini sangat bagus untuk memberikan
sebtuhan personal dalam kegiatan marketing dan juga seller dapat memberikan
penjelasan manfaat produk kepada calon konsumen. Tentunya dalam kaca mata

Integrated Communication Marketing pelaksanaan kegiatan pemasaran yang di atas


kadang-kadang dilakukan secara bersama-sama. Seperti misalnya ketika Tolak Angin
menjadi sponsorship suatu acara maka di tempat tersebut dibuka stand untuk penjualan
secara langsung, atau ketika direct marekting dilakukan maka pihak Sido Muncul akan
memberikan diskon-diskon atau insetif bagi para pengecer. Kegiatan Publik Relation
yang diadakan seperti agrowisata di kompleks pabrik Sido Muncul ada program lain
seperti sales promotion dengan menjual paket-paket jamu dengan harga yang lebih murah
dan juga terdapat proses personal selling.

2. PT. INDOSAT TBK.


PT Indosat Tbk.sebelumnya bernama PT Indonesian Satellite Communication Tbk., adalah
perusahaan telekomunikasi kedua terbesar di Indonesia. Indosat memiliki strategi marketing
yang mumpuni dalam memasarkan produk-produk mereka. PT Indosat Tbk merupakan
sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang telekomunikasi, perusahaan ini memiliki
produk alat yang mempermudah manusia untuk melakukan komunikasi dalam jarak jauh.
Pada mulanya produk Indosat hanya terbatas pada kartu provider, yaitu Mentari, Matrix, dan
IM3. Namun seiring perkembangan jaman, manusia saat ini pun tidak hanya berkomunikasi
lewat telepon namun juga membutuhkan informasi dan berkomunikasi dengan bantuan
internet, maka dari itu Indosat mengeluarkan produk pendukung berupa modem yang
bernama IM2. Selain itu kini Indosat pun memiliki banyak fitur yang bisa dimanfaatkan oleh
konsumennya, seperti i-ring, i-games, dll.
Dari hasil analisis IMC, berikut strategi pemasaran Indosat:
1. Public Relation Indosat
Indosat menggunakan konsep CRM (Customer Relation Management) berupa
mendirikan Galeri Indosat sebagai wadah konsumen mereka untuk menyampaikan
keluhan atau membutuhkan bantuan terhadap produk mereka. Indosat juga memiliki
call centre yang bisa dihubungi langsung oleh konsumen melalui handphone.
Selain itu, Indosat juga menggunakan konsep CSR (Corporate Social
Responsibility) yaitu sebuah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap
konsumen,

karyawan,

stakeholder,

dan

lingkungan

dalam

segala

aspek

operasionalnya. Contohnya, Indosat pernah menyelenggarakan kontes Indosat


Wireless Innovation Community (IWIC) yang menjadi pemegang penghargaan PR
Program of The Year 2009. Kontes ini diselenggarakan sebagai kepedulian
perusahaan terhadap dunia pendidikan. Selain itu bentuk pengiriman bantuan kepada

korban bencana alam juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial
perusahaan terhadap masyarakat yang menjadi konsumen produk mereka.
2. Advertising Indosat
Sebagai perusahaan telekomunikasi, promosi melalui iklan adalah hal yang
mutlak dilakukan oleh Indosat. Iklan dan promosi Indosat bertebaran di televisi, radio
dan media-media cetak, namun juga billboard di jalan raya.
3. Personal Selling Indosat
Untuk memasarkan produknya, Indosat juga langsung turun ke lapangan untuk
menjual produknya ke konsumen yang potensial. Salah satu program direct selling
Indosat adalah Indosat Retail Penuh Senyum yang menyasar para pemudik di jalanan.
Dengan menggandeng ribuan perusahaan ritel seperti Indomaret dan Yomart, Indosat
selalu memastikan bahwa pelanggan mereka dapat membeli voucher pulsa saat dalam
perjalanan mudik.
4. Sales Promotion Indosat
Indosat melakukan sales promotion dari kegiatan mereka mengikuti setiap
event atau pameran telekomunikasi. Mereka bertemu langsung dengan calon
konsumen, menjelaskan produk dan jasa yang mereka jual dan lain-lain.
5. Direct Marketing
Indosat senantiasa memberikan penawaran kepada konsumen mereka melalui
SMS. Ini adalah salah satu bentuk marketing secara langsung. Dimana indosat dapat
menjangkau konsumen tanpa perantara, dan dalam hal ini indosat bukan menawarkan
sebuah produk melainkan menawarkan sebuah fitur dan memberikan informasi
fasilitas dari indosat. Untuk melakukan direct marketing ini, Indosat senantiasa
mengirim sms kepada para konsumennya untuk menawarkan jasa mereka.

DAFTAR PUSTAKA
Kotler, Philip, Gary Armstrong. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran Jilid 2. (Damos
Sihombing. Alih Bahasa). Jakarta: Penerbit Erlangga.
. 2004. Dasar-Dasar Pemasaran Jilid 2. (Damos Sihombing.
Alih Bahasa). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Kasali, Rhenald. 1998. Membidik Pasar Indonesia : Segmentasi, Targeting,
Positioning. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Ruslan, Rosady. 2008. Manajemen Public Relations & Media Komunikasi. Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada.

http://digilib.uin-suka.ac.id/4308/1/BAB%20I,IV,%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
http://agustocom.blogspot.com/2010/11/strategi-pemasaran-pt-jamu-sido-muncul.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_pemasaran_terpadu
http://id.wikipedia.org/wiki/Indosat
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan
http://seputarsolo.com/30/07/2011/indosat-retail-penuh-senyum/