Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

FARMASETIKA SEDAAN STERIL

Pencucian dan Sterilisasi Alat , Karet, Vial, dan Botol Infus

Disusun oleh : Kelompok B3


1. Ani Mubayyinah

(112210101047)

2. Liza Fairus

(112210101055)

3. Nurul Faridah

(112210101064)

4. Awalia Annisafira

(112210101065)

5. Fathimah Azzahrotul M.

(112210101067)

6. Elly Febry Taufany

(112210101071)

LABORATORIUM FARMASETIKA
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS JEMBER
2014

LAPORAN PRAKTIKUM FARMASETIKA SEDIAAN STERIL


PENCUCIAN DAN STERILISASI ALAT

A. TUJUAN PERCOBAAN
Melakukan sterilisasi alat dan bahan dengan pemanasan kering dan basah menggunakan
oven dan autoklaf
B. DASAR TEORI
Salah satu hal yang terpenting dalam kegiatan yang bersinggungandengan aktivitas
mikrobiologi adalah proses sterilisasi. Tujuan utamanya adalah untuk meminimalisir atau
meniadakan potensi kontaminasi dari mikroba yang tidak diinginkan. Kontaminasi yang
timbul dari mikroba yang tidak diharapkan dikhawatirkan dapat menghambat aktivitas dari
mikroba yang ditumbuhkan ataudapat membahayakan keselamatan dari pelaksana kegiatan
tersebut.
1. Pengertian Sterilisasi
Steril adalah kondisi sediaan yang terbebas dari partikel asing non self, tidak
terdapat/tercemar mikroorganisme serta memenuhi persyaratan yang menyatakan sediaan
tersebut steril. Sterilisasi adalah suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada,
sehingga jika ditumbuhkan di dalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat
berkembang biak. Sterilisasi harus dapat membunuh jasad renik yang paling tahan panas
yaitu spora bakteri (Fardiaz, 1992). Sedangkan menurut sumber lain, sterilisasi adalah suatu
proses perlakuan terhadap bahan atau barang dimana pada akhir proses tidak terdapat
mikroorganisme pada bahan atau barang tersebut (Diana Arisanti, 2004).
2. Metode Sterilisasi
Metode sterilisasi terdiri dari 3 metode yaitu metode fisika, metode kimia,dan metode
biologis. Metode sterilisasi ini dipergunakan untuk mensterilkan alat-alat bahan dan ruangan
yang dipergunakan untuk memproduksi sediaan steril.

Metode sterilisasi fisika


Metode sterilisasi fisika terdiri dari metode sterilisasi panas (panas keringdan panas
lembab), metode radiasi, dan metode mekanik (filtrasi).
a. Metode sterilisasi panas
Metode ini merupakan metode yang melibatkan pemanasan dan paling sering
dipergunakan. Metode sterilisasi ini digunakan untuk bahan yang tahan panas. Proses
sterilisasi panas terdiri dari 3 tahap yaitu :
Tahap pemanasan (heating stage)
Peningkatan temperatur bahan yang akan disterilisasi.
Tahap sterilisasi (holding stage)
Waktu yang diperlukan untuk proses sterilisasi.
Tahap pendinginan (cooling stage)
Waktu yang diperlukan untuk penurunan temperatur bahan yang disterilisasi.
Metode ini dibagi menjadi 2 yaitu:
- Metode Sterilisasi Panas Kering
Metode sterilisasi panas kering merupakan metode sterilisasi dengan menggunakan
panas tanpa kelembaban pada temperatur 160-180 C yang biasanya digunakan untuk
bahan yang sensitif terhadap lembab. Metode ini merupakan metode yang paling dapat
dipercaya dan banyak dipergunakan. Sterilisasi ini berfungsi untuk mematikan organisme
dengan cara mengoksidasi komponen sel ataupun mendenaturasi enzim. Metode ini tidak
dapat digunakan untuk bahan yang terbuat dari karet atau plastik, waktu sterilisasinya
lama (sekitar 2-3 jam), dan berdaya penetrasi rendah. Metode sterilisasi kering ini
tidakmemerlukan air sehingga tidak ada uap air yang membasahi alat atau bahanyang
disterilkan. Ada dua metode sterilisasi panas kering, yaitu dengan insinerasi (incineration)
yaitu pembakaran dengan menggunakan api dari Bunsen dengan temperatur sekitar 350 C
dan dengan udara panas oven yang lebih sederhana serta murah dengan temperatur sekitar
160-170 C.

- Metode Sterilisasi Panas Basah


Sterilisasi panas basah dilakukan dengan cara perebusan menggunakanair mendidih
100 C selama 10 menit efektif untuk sel-sel vegetatif dan sporaeukariot, namun tidak
efektif untuk endospora bakteri. Tingkat sterilisasi panasbasah pada temperatur kurang
dari 100 C tergantung pada temperatur dan atau waktu sterilisasi, endospora bakteri
umumnya resisten terdapat sterilisasi caraini. Sterilisasi panas basah menggunakan
temperatur di atas 100 C dilakukan dengan uap yaitu menggunakan autoklaf, alat serupa
pressure cooker dengan pengatur tekanan dan klep pengaman.
Prinsip autoklaf adalah terjadinya koagulasi yang lebih cepat dalam keadaan basah
dibandingkan keadaan kering. Proses sterilisasi dengan autoklaf ini dapat membunuh
mikroorganisme dengan cara mendenaturasi atau mengkoagulasi protein pada enzim dan
membran selmikroorganisme. Proses ini juga dapat membunuh endospora bakteri.
Terdapat 3 tipe autoklaf, yaitu protable bench top, gravity displacement, dan
multicycleporous-load.
b. Metode Sterilisasi Penyaringan
Metode sterilisasi dengan penyaringan digunakan untuk bahan yang sensitif terhadap
panas, misalnya enzim. Pada proses ini digunakan membran filter yang terbuat dari selulosa
asetat. Kerugian prosedur ini adalah biaya yang mahal serta filter yang mudah mampat akibat
filtrat tertinggal pada saringan sehingga harus sering diganti. Kerugian yang lain adalah
meskipun memiliki pori-pori yang halus, membran filter tidak dapat digunakan untuk
menyaring virus.
c. Metode Sterilisasi Radiasi
Metode sterilisasi dengan menggunakan radiasi dilakukan dengan menggunakan sinar UV
ataupun dengan metode ionisasi. Sinar UV dengan panjang gelombang 260 nm memiliki
daya penetrasi yang rendah sehingga tidakmematikan mikroorganisme namun dapat
mempenetrasi gelas air dan substansilain.
Metode Sterilisasi Kimia
Metode sterilisasi kimia dilakukan untuk bahan-bahan yang rusak biladisterilkan pada
suhu tinggi (misalnya bahan-bahan dari plastik). Kekuatan agen antimikroba kimiawi
diklasifikasikan sebagai kategori tingkat tinggi karena efektif terhadap seluruh bentuk

kehidupan termasuk endospora bakteri. Agen dengankategori sedang didefinisikan sebagai


tuberkuloisidal karena mampu membunuh Mycobacterium tuberculosis dan umumnya efektif
terhadap banyak virus yang resisten seperti halnya virus hepatitis dan rhinovirus, namun tidak
efektif terhadap endospora bakteri. Agen dengan kategori rendah tidak bersifattu
berkuloisidal, tidak efektif terhadap endospora bakteri dan berbagai sporafungi, serta tidak
aktif terhadap naked virus.

Metode sterilisasi kimia dapat dilakukan dengan menggunakan

gas atau radiasi. Beberapa bahan kimia yangdapat digunakan untuk sterilisasi gas adalah
etilen oksida, gas formaldehid, asam parasetat dan glutaraldehid alkalin. Sterilisasi kimia
dapat juga dilakukan dengan penggunaan cairan disinfektan berupa senyawa aldehid,
hipoklorit,fenolik, dan alcohol (Pratiwi, 2006).

C. ALAT DAN BAHAN


Alat

Kaca arloji

Batang pengaduk

Beaker glass

Pipet tetes

Pinset

Gelas ukur

Bahan

Natrium Karbonat

Tepol

Aquadest

Alkohol

HCl encer

E. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini dilakukan proses pencucian dan sterilisasi alat gelas,
aluminium dan karet. Tujuan dilakukannya pencucian dan sterilisasi alat agar alat-alat
tersebut tidak terkontaminasi dengan mikroorganisme. Alat-alat yang di sterilisasi adalah
erlenmeyer, gelas ukur, kaca arloji, pipet tetes, batang pengaduk dan spatula.
Pencucian peralatan gelas yaitu erlenmeyer, gelas ukur, kaca arloji, pipet tetes dan
batang pengaduk dimulai dengan membilas alat gelas dengan aquadest dan HCl encer untuk
melarutkan endapan kotoran pada dinding gelas. Lalu direndam dicampuran larutan tepol 1%
dan Na2CO3. Langkah selanjutnya yaitu di didihkan selama 1 hari untuk mempercepat
pembersihan kotoran dari lemak. Proses ini dilakukan sampai larutan tetap jernih, maksimal
dilakukan sampai 3 kali. Langkah terakhir yaitu membilasnya dengan aquadest.
Pencucian aluminium yaitu spatula dilakukan dengan merendam alat-alat ke dalam
larutan tepol 1% dan di didihkan 10 menit. Kemudian di rendam dalam larutan Na2CO3
selama 5 menit. Bilas dengan aquadest panas yang mengalir dan di didihkan lagi selama 15
menit, di bilas lagi. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa partikel atau zat kimia
pada alat.
Pencucian karet yaitu bagian atas dari pipet tetes yang berwarna merah dilakukan
dengan merendamkan karet dalam HCl 2% selama 2 hari, agar semua basa yang ada pada
pori-pori karet hilang. Selanjutnya direndam dengan tepol 1% dan Na2CO3 0,5% dilakukan
selama 1 hari agar larutan tersebut masuk ke dalam pori-pori karet yang sangat kecil. Proses
ini dilakukan sampai larutan tetap jernih, maksimal dilakukan sampai 3 kali. Kemudian
rendam dengan aquadest dan di didihkan selama 30 menit. Yang terakhir di rendam dalam
etanol 70% dan air untuk menghilangkan partikel asing yang ada di pori-pori, kemudian di
bilas. Proses ini dilakukan sampai larutan tetap jernih.
Setelah proses pencucian, alat-alat tersebut di keringkan dengan menggunakan oven.
Alat-alat tersebut di masukkan ke dalam oven dalam keadaan terbalik dan diatur suhunya
sekitar 80 90 C selama 30 menit.
Sebelum proses sterilisasi di mulai alat-alat di bungkus terlebih dahulu sesuai dengan
metode sterilisasi yang sesuai. Tujuan dari pembungkusan ini untuk menghindari adanya
kontaminasi dari lingkungan. Untuk alat yang disterlisasi dengan metode panas kering
dengan menggunakan oven, alatnya dibungkus dengan kertas aluminium foil supaya dapat

menyalurkan panas. Sedangkan alat yang di sterilisasi dengan metode panas basah dengan
menggunakan autoklaf, dibungkus dengan kertas perkamen. Digunakan kertas perkamen
pada metode basah karena pada metode tersebut harus memungkinkan penetrasi uap dan
lolosnya udara dengan mudah. Pembungkusan dilakukan sebanyak 2 kali. Karena nantinya
alat tersebut setelah disterilisasi di kelas 3 akan melewati kelas 2 terlebih dahulu sebelum
digunakan pada proses formulasi di kelas 1. Perpindahan atau pergerakan dari alat
memungkinkan adanya kontaminasi mikroorganisme, sehingga perlu dibungkus 2 kali untuk
menghindari kontaminasi tersebut. Bungkus yang pertama dibuka di kelas 3 setelah proses
sterilisasi, kemudian bungkus yang kedua dibuka di kelas 2.
Langkah selanjutnya adalah sterilisasi. Sterilisasi dilakukan dengan dua metode yaitu
pemanasan kering dengan menggunakan oven dan pemanasan uap menggunakan autoklaf.
Proses sterilisasi panas kering terjadi melalui mekanisme konduksi panas. Panas akan di
absorpsi oleh permukaan luar alat yang di sterilkan, lalu merambat ke dalam permukaan
bagian dalam sampai akhirnya suhu untuk sterilisasi tercapai. Mekanisme pembunuhan
mikroorganisme melalui panas kering adalah destruksi lambat protein mikroorganisme (
oksidasi). Waktu pemanasan adalah waktu mencapai suhu sterilisasi 180 C. Waktu
pemanasan dibutuhkan waktu selama 29 menit, yaitu dari pukul 14.44 15.13 . Waktu
kesetimbangan adalah waktu untuk membuat suhu udara yang ada di dalam sediaan sama
dengan yang diluar dalam satu oven, karena alat yang digunakan di lab tidak tersegel, maka
waktu kesetimbangan di anggap 0. Waktu pembinasaan selama 30 menit, yaitu dari pukul 15.
13 15. 42 , waktu pembinasaan ini adalah waktu untuk membunuh mikroorganisme. Waktu
tambahan jaminan sterilisasi 0, yaitu 50 % dari waktu kesetimbangan. Waktu pendinginan
selama 15 menit, yaitu dari pukul 15.42 15.58, waktu ini sampai alat bisa dipegang. Jadi
total waktu yang dibutuhkan pada proses sterilisasi dengan oven adalah selama 74 menit.
Metode yang kedua dengan sterilisasi panas uap, mekanismenya dengan memaparkan
uap jenuh pada tekanan tertentu selama waktu dan suhu tertentu pada objek, sehingga terjadi
pelepasan energi yang mengakibatkan pembunuhan mikroorganisme secara irreversible
akibat denaturasi atau koagulasi protein sel. Waktu sterilisasi dengan autoklaf dilakukan pada
suhu 0-110 C disebut waktu pemanasan. Waktu pemanasan dibutuhkan waktu selama 28
menit, yaitu dari pukul 15.00-15.28. Waktu pengeluaran udara 3 menit ditandai dengan
adanya suara yang dikeluarkan dari autoklaf, yaitu dari pukul 15.28 15.31 . Waktu menaik
selama 17 menit, yaitu dari pukul 15.31 15.48 . dan waktu kesetimbangan 0. Waktu
pembinasaan selama 15 menit, yaitu dari pukul 15.48 16.03 . Waktu tambahan jaminan

sterilisasi 0. Waktu penurunan selama 2 menit, yaitu dari pukul 16.03 16. 05 . Waktu
pendinginan selama 12 menit, yaitu dari pukul 16.05 16. 17 . Jadi total waktu yang
dibutuhkan pada proses sterilisasi dengan autoklaf adalah selama 77 menit.
Fungsi bahan-bahan yang digunakan:
1. HCl encer: untuk melarutkan endapan kotoran pada dinding gelas seperti kotoran
garam bukan kotoran lemak, protein dan karbohidrat. HCl encer tidak digunakan pada
pencucian aluminium karena bersifat asam sehingga dapat merusak logam aluminium
dan menyebabkan korosif.
2. Tepol 1%: bersifat sebagai detergen yang bebas asam stearat. Merupakan surfaktan
yang mempunyai gugus lipofil dan gugus hidrofil. Gugus lipofil akan mengikat lemak
sedangkan gugus hidrofil akan tertarik oleh aqaudest pada proses pencucian.
3. Na2CO3: Membersihkan kotoran lemak. Berfungsi sebagai detergen dan buffer pada
pH diatas 8,4.
4. Campuran etanol:air (1:1): bersifat semipolar sehingga bisa melarutkan kotorankotoran yang bersifat lipofil dan hidrofil sehingga mudah terbawa ketika dibilas.
ALAT YANG DIGUNAKAN DALAM PRAKTIKUM YAITU:
1. Gelas ukur
2. Pipet tetes
3. Beaker gelas
4. Erlenmeyer
5. Kaca arloji setangkup
6. Batang pengaduk
7. Pinset
8. Spatula
ALAT YANG MASUK DALAM STERILISASI PANAS KERING (OVEN)
Prinsip sterilisasi menggunakan oven adalah menggunakan panas dengan hasil yang
kering. Metode ini membunuh mikroorganisme dengan cara oksidasi. Oven ini menggunakan
suhu tinggi sekitar 160-170 C, semakin tinggi suhu yang digunakan semakin sedikit waktu
yang dibutuhkan untuk sterilisasi. Kelebihan oven adalah suhu dapat diatur dari 0 samapai
suhu yang diinginkan. Namun oven juga memiliki kekurangan yaitu kurang efektif dalam

mikroba daripada autoclave sehingga proses sterilisasi memerlukan temperatur yang lebih
tinggi dengan waktu lebih panjang dibanding autoklave.
Penggunakan umum oven dipakai untuk sterilisasi alat-alat gelas, porselen, wadah,
dan alat dari logam. Sebelum dilakukan sterilisasi alat dan wadah harus bersih dari bahanbahan organik. Penting untuk diperhatikan mengenai susunan alat-alat pada sterilisasi dengan
panas kering, alat gelas tidak seharusnya disusun atau dikemas rapat dalam suatu oven tetapi
harus disusun agak renggang sehingga aliran udara dapat menembus dan terdispersi dengan
merata.
Alat yang disterilisasi dengan oven antara lain :
1. Beaker gelas
Beaker terbuat dari gelas atau kaca oleh karena itu sterilisasi dengan menggunakan
oven.
2. Erlenmeyer
Erlenmeyer terbuat dari gelas atau kaca oleh karena itu disterilisasi dengan
menggunakan oven.

3. Kaca arloji setangkup


Kaca arloji terbuat dari kaca atau gelas oleh karena itu disterilisasi dengan
menggunakan oven.
4. Batang pengaduk
Batang pengaduk juga terbuat dari gelas atau kaca oleh karena itu disterilisasi dengan
oven.
5. Pinset
Pinset terbuat dari logam oleh karena itu sterilisasi dengan menggunakan oven.
6. Spatula
Spatula juga terbuat dari logam makanya disterilisasi denganoven.

ALAT YANG MASUK DALAM STERILISASI PANAS BASAH (AUTOCLAVE)


Prinsip sterilisasi panas basah adalah menggunakan uap bertekanan tinggi, membunuh
mikroorganisme dengan mengkoagulasi protein sel. Secara teoritis proses sterilisasi dengan
autoclave lebih sedikit membutuhkan waktu karena uap air dari pemanasan lebih cepat

berpenetrasi sehingga cepat membunuh mikrooganisme. Sterilisasi dengan autoclave


dilakukan pada suhu 121 C dan dalam waktu 20 menit akan membunuh bukan hanya
mikrooganisme saja tetapi juga spora bakteri. Udara dalam autoclave harus dikeluarkan
sebelum sterilisasi dimulai karena tekanan yang diberikan oleh uap merupakan tekanan yang
sfektif untuk menaikkan temperatur uap. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses
sterilisasi adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk memanaskan larutan atau alat atau
bahan sampai temperatur sterilisasi ditambah dengan lamanya sterilisasi setelah mencapai
temperatur tersebut. Sterilisasi dengan autoclave 121 C selama 20 menit maksudnya adalah
waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan larutan atau alat atau bahan sampai temperatur
121 C ditambah 20 menit dengan tetap mempertahankan temperatur 121 C.
Alat yang disterilisasi dengan autoclave antara lain :
1. Gelas ukur
Gelas ukur terbuat dari gelas atau kaca, yang seharusnya disterilisasi dengan oven
tetapi sterilisasi dengan menggunakan autoclave karena jika menggunakan oven
suhunya tinggi dan waktu yang lama maka yang terjadi gelas ukur akan kehilangan
skala atau skalanya akan memudar.
2. Pipet tetes
Terbuat dari gelas atau kacadan ada karetnya, maka dilakukan sterilisasi dengan
autoclave karena takut karetnya meleleh dengan suhu tinggi.

Dalam praktikum kali ini terdapat beberapa istilah ketika menggunakan sterilisasi
autoclaf maupun oven. Beberapa istilah tersebut penting karena berkaitan dengan waktu atau
proses berlangsungnya sterilisasi, adapun istilah tersebut di antarannya adalah :
a) Pada Oven
Waktu pemanasan : yaitu waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu 1800 C
Waktu kesetimbangan : waktu yang dibutuhkan untuk mengkondisikan udara
di dalam kemasan primer dari suatu product dan udara di dalam oven itu sama.
Udara di dalam oven
Udara di
dalam sediaan

Waktu pembinasaan : waktu yang dibutuhkan untuk membinasakan


mikroorganisme yang patogen maupun tidak, baik dalam bentuk spora dari
suatu obyek atau bahan.
Waktu penambahan jaminan sterilitas : waktu yang diperlukan untuk
sempurnannya proses pembinasaan mikroorganisme. Lama waktu penjaminan
= dari waktu kesetimbangan.
Waktu pendinginan : waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu 400 C
b) Pada autoclaf
Waktu pemanasan : waktu yang diperlukan sampai terpenuhinnya suhu
pembinasaan 1210 C
Waktu pengeluaran udara : waktu yang dibutuhkan untuk mengosongkan
udara dalam autoclaf dengan cara membuka klep selama 5 menit setelah
keluarnya uap dari klep kemudian tutup kembali.
Waktu menaik : waktu yang diperlukan untuk menaikan suhu yang hilang saat
pengeluaran udara sampai suhu pembinasaan yaitu 1210 C.
Waktu kesetimbanagn : waktu yang diperlukan untuk menghasilkan kesamaan
suhu

disemua titik pada ruang autoklaf

dan semua benda

yang

disterilkan.lamannya tahap keseimbangan tergantung jenis,volume dan tebal


alat yang disterilkan.
Waktu pembinasaan : waktu yang diperlukan untuk proses pembinasaan
mikroorganisme patogen atau tidak, maupun bentuk vegetatif atau spora dari
dalam bahan tersebut.
Waktu penjaminan : waktu yang diperlukan untuk sempurnannya roses
pembinasaan mikroorganisme. Lama waktu penjaminan = dari waktu
kesetimbangan.
Waktu penurunan : waktu yang diperlukan untuk menghabiskan uap jenuh
dalam ruang autoklaf (ditandai dengan tidak keluarnya uap air dari klep)
Waktu pendinginan : waktu yang diperlukan untuk mencapai suhu 800 C
(Prosedur Sterilisasi Wadah Dan Alat 2014)
Dalam

prosedur

sterilisasi

menggunakan

autoklaf

waktu

kesetimbangan

menggunakan 0 menit karena pada sterilisasi menggunakan autoclaf alat atau bahan yang
akan disterilisasi dibungkus menggunakan aluminium foil atau menggunakan perkamen, pada
pembungkus tersebut aliran udara masih dapat bertukar(tidak kedap) sehingga waktu yang
dibutuhkan untuk kesetimbangan hanya 0 menit.

F. KESIMPULAN
1. Pencucian dan sterilisasi alat dilakukan dengan tujuan agar alat-alat tersebut tidak
terkontaminasi dengan mikroorganisme.
2. Sebelum proses sterilisasi di mulai alat-alat di bungkus dengan tujuan untuk
menghindari adanya kontaminasi dari lingkungan.
3. Untuk alat yang disterlisasi dengan metode panas kering,

dibungkus dengan

aluminium foil supaya dapat menyalurkan panas. Sedangkan alat yang di sterilisasi
dengan metode panas basah, dibungkus dengan kertas perkamen karena pada metode
tersebut harus memungkinkan penetrasi uap dan lolosnya udara dengan mudah.
4. Beaker gelas, Erlenmeyer , Kaca arloji setangkup, Batang pengaduk , Pinset, Spatula
disterilisasi menggunakan ovenyang prinsipnya menggunakan panas dengan hasil
yang kering. Metode ini membunuh mikroorganisme dengan cara oksidasi.
5. Gelas ukur, dan Pipet tetes disterilisasi menggunakan autoclave(sterilisasi panas
basah) yang prinsipnya adalah menggunakan uap bertekanan tinggi, membunuh
mikroorganisme dengan mengkoagulasi protein sel.
6. Waktu kesetimbangan menggunakan 0 menit karena pada sterilisasi menggunakan
autoclaf alat atau bahan yang akan disterilisasi dibungkus menggunakan aluminium
foil atau menggunakan perkamen, pada pembungkus tersebut aliran udara masih dapat
bertukar(tidak kedap) sehingga waktu yang dibutuhkan untuk kesetimbangan hanya 0
menit.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1979. Farmakope indonesia III. Jakarta: Depkes RI


Anonim. 1995. Farmakope indonesia IV. Jakarta : Depkes RI
Arisanti, Diana. 2004. Efektivitas Sterilisasi Menggunakan Sinar Ultraviolet Terhadap
Penurunan Angka Kuman Udara Di Ruang Operasi Ibs Rsud Tugurejo Semarang.
Semarang: Unpublished
Pratiwi, Sylvia T. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Bandung : Erlangga.
Prosedur Sterilisasi Wadah Dan Alat. 2014. Scribd. Accessed September 19.
http://ml.scribd.com/doc/75329032/Prosedur-Sterilisasi-Wadah-Dan-Alat.