Anda di halaman 1dari 4

RANGKUMAN

FISIKA BANGUNAN I

Disusun oleh :

EKA NOVA ALPIANA I PUTU


DARUMAS
M. IQBAL DWI H
PUTUT ANGGORO

(I0213028)
(I0213054)
(I0213072)

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR


JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET

RANGKUMAN FISIKA BANGUNAN

IKLIM DAN CUACA

CUACA :
keadaan udara pada suatu waktu yang relatif singkat dan tempat yang relatif sempit
seluruh fenomena yang terjadi di atmosfer Bumi atau sebuah planet lain biasanya
merupakan sebuah aktivitas fenomena ini dalam waktu beberapa hari

IKLIM :
kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu
lokasi di bumi yang dipengaruhi oleh letak geografis dan topografi tempat
keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang relatif lama

KOMPONEN PEMBENTUK IKLIM

Suhu Udara
Inversi Suhu
Kelembaban
Pengendapan
Kondisi Langit
Radiasi Matahari
Tumbuhan / Vegetasi
Urban Climate

UNSUR UTAMA IKLIM

SUHU UDARA
KELEMBABAN
ANGIN
CURAH HUJAN
RADIASI MATAHARI

Faktor lokal : topografi, permukaan tanah, obyek 3D

Macam Iklim
1.
2.
3.
4.

Iklim Dingin (Cold Climate)


Iklim Moderat
Iklim Panas Kering
Iklim Panas Lembab

Jenis Iklim Tropis di Indonesia


iklim tropis lembab, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

Tidak ada perbedaan jelas antara musim kemarau dan hujan


Suhu udara relatif tinggi dg amplitudo siang- malam kecil (24oC-32oC)
Kecepatan angin rendah
Kelembaban udara tinggi (60%- 95%)
Radiasi matahari cukup tinggi
Curah hujan cukup tinggi
Hampir selalu berawan dan cenderungberdebu
Flora dan fauna beraneka ragam

HUBUNGAN IKLIM ,BANGUNAN , DAN MANUSIA

Budaya dan
tradisi sebagian
ditentukan oleh
iklim

MANUSIA
Energi yang digunakan
dipengaruhi kondisi
iklim, sosial , ekonomi,
budaya.

IKLIM

Manusia menentukan
bangunan yang sesuai
dengan kenyamannan
iklim

BANGUNAN
Bangunan dibentuk
oleh tradisi dengan
penyesuaian iklim dan
norma budaya

IKLIM MIKRO DAN IKLIM MAKRO


Iklim mikro : adalah faktor-faktor kondisi iklim setempat yang memberikan pengaruh langsung
terhadap kenikmatan (fisik) dan kenyamanan (rasa) pemakai di sebuah ruang
bangunan.
Iklim makro ; adalah kondisi iklim pada suatu daerah tertentu yang meliputi area yang lebih besar
dan mempengaruhi iklim mikro. Iklim makro dipengaruhi oleh lintasan matahari,
posisi dan model geografis, yang mengakibatkan pengaruh pada cahaya matahari
dan pembayangan serta hal-hal lain pada kawasan tersebut,misalnya radiasi
panas,pergerakan udara, curah hujan,kelembaban udara, dantemperatur udara.

STRATEGI PENGELOLAAN IKLIM DALAM MERANCANG


A. PENERANGAN ALAMI
PENERANGAN ALAMI siang hari, diperoleh melalui:
1. Komponen langit
2. Komponen refleksi luar dan dalam
faktor penerangan siang hari ratarata 2% dpt diperoleh dg lubang cahaya sebesar 15% dr luas
lantai.

B. KENYAMANAN THERMAL
1. Mengadakan ventilasi silang dg ketentuan:lubang penghawaan min 5% luas lantai ruang,
volume udara masuk=udara keluar . Udara masuk bebas polutan.
2. Meminimalkan penerimaan panas dari atap melalui: pemilihan bahan yg resistan
panas, konstruksi atap berongga dg kemiringan tertentu.
3. Memperkecil panas yg masuk melalui dinding dg cara: memperkecil luas permukaan
beban panas tinggi, melindungi dinding dengan peneduh, pemilihan bahan dinding,

konstruksi dinding.
4. Pemilihan warna, warna terang mempunyai penyerapan radiasi matahari yg kecil sedang
warna gelap sebaliknya. Penyerapan panas yg besar akan menyebabkan temperatur
permukaan naik, shg suhu meningkat. Dengan adanya perbedaan suhu yg besar pd kedua
permukaan ini akan mengakibatkan aliran panas yg lebih besar .
PENAMPILAN BANGUNAN
Penempatan Fasad
Bangunan
Point of interest building
Bentuk dan bahan atap
Pertimbangan bentuk danbahan dinding

PEMILIHAN BAHAN PENUTUP


1. TEKNOLOGI DAN EKONOMI
2. ADAPTASI BAHAN DG IKLIM
CONDUCTION (CONTACT)
CONDUCTION-CONVECTION (AIR MOVEMENT)
EVAPORATION-CONVECTION (SKIN MOISTURE)
RADIATION (SOLAR AND THERMAL)