Anda di halaman 1dari 13

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Energi air adalah energi yang telah dimanfaatkan secara luas di Indonesia
yang dalam skala besar telah digunakan sebagai pembangkit listrik. Bebrapa
perusahaan di bidang pertanian bahkan memiliki pembangkit listrik sendiri yang
bersumber dari energi air.
Pemanfaatan energi air pada dasarnya adalah pemanfaatan energi potensial
gravitasi. Energi mekanik aliran air yang merupakan transformasi dari energi
potensial gravitasi dimanfaatkan untuk menggerakkanturbin atau kincir.
Umumnya turbin digunakan untuk membangkitkan energi listrik sedangkan kincir
untuk pemanfaatan energi mekanik secara langsung.
Pembangkit listrik mikrohidro mengacu pada pembangkit listrik dengan
skala di bawah 100kW. Banyak daerah pedesaan di Indonesia yang dekat dengan
aliran sungai yang memadai untuk pembangkit listrik pada skala yang demikian.
Di masa mendatang untuk pembangunan pedesaan termasuk industri kecil yang
jauh dari jaringan listrik nasional, energi yang dibangkitkan melalui sistem
mikrohidro diperkirakan akan tumbuh pesat.

B. Tujuan

1. Mengetahui cara kerja alat mikrohidro.


2. Mengetahui dan memahami prinsip kerja alat mikrohidro.

3. Mengetahui dan memahami bagian bagian alat mikrohidro.


4. Mengukur dan menghitung potensi energi yang dihasilkan dari energi
mikrohidro.
5. Menghitung debit air.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Mikrohidro merupakan sebuah istilah yang terdiri dari kata mikro yang
berarti kecil dan hidro yang berarti air. Secara teknis, mikrohidro memiliki tiga
komponen utama yaitu air (sebagai sumber energi), turbindan generator.
Mikrohidro

mendapatkan energi dari

aliran air yang

memiliki

perbedaan

ketinggian tertentu.
Pada dasarnya, mikrohidro memanfaatkan energi potensial jatuhan air
(head). Semakin tinggi jatuhan air maka semakin besar energi potensial air yang
dapat

diubah

menjadi energi listrik.

Di

samping

faktor geografis (tata

letak sungai), tinggi jatuhan air dapat pula diperoleh dengan membendung aliran
air

sehingga

permukaan

air

menjadi

tinggi.

Air

dialirkan

melalui

sebuah pipa pesat kedalam rumah pembangkit yang pada umumnya dibagun di
bagian tepi sungai untuk menggerakkan turbin atau kincir air mikrohidro. Energi
mekanik yang berasal dari putaran poros turbin akan diubah menjadi energi listrik
oleh sebuah generator. Mikrohidro bisa memanfaatkan ketinggian air yang tidak
terlalu besar, misalnya dengan ketinggian air 2.5 meter dapat dihasilkan listrik
400 watt.
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-hidro (PLTMH) adalah pembangkit
listrik berskala kecil (kurang dari 200 kW) , yang memanfaatkan tenaga (aliran)
airsebagai sumber penggeraknya sperti saluran irigasi, sungai atau terjun
alamdengan cara memanfaatkan tinggu terjunnya (head, dalam meter) dan jumlah
debitairnya (m3 /sekon). Pembangkit tenaga air merupakan salah satu bentuk

perubahan tenaga daritenaga air dengan ketinggian dan debit tertentu menjadi
tenaga listrik dengan menggunakan turbin air dan generator. Terdapat berbagai
macam pembangkit tenaga listrik mikro-hidro, tetapi pada dasarnya prinsip kerja
yang terjadi adalah sama. Prinsip kerja dari sebuah pembangkit tenaga mikrohidro adalah mengubah tenaga potensial air menjadi energi listrik dengan
beberapa tahapan yaitu:
1. Perubahan energi potensial menjadi energi kinetik
2. Perubahan energi kinetik menjadi mekanik.
3. Perubahan energi mekanik menjadi listrik.
Suatu pembangkit listrik bersumber dari air disebut dengan mikro-hidro jika daya
yang dihasilkan kurang dari 300kW (Kurniawan Basuki, 2007).
Adanya krisis energi listrik pada sistem kelistrikan pada masingmasingdaerah di Indonesia sudah dapat dipastikan akan mengakibatkan
terjadinyakelangkaan energi, hal ini disebabkan karena pasokan listrik yang
tersedia dengan jumlah pemakaian listrik dan permintaan pemasangan baru oleh
pelanggan tidak seimbang. Kebutuhan energi di Indonesia khususnya dan di dunia
pada umumnyaterus meningkat karena pertambahan penduduk, pertumbuhan
ekonomi dan polakonsumsi energi itu sendiri yang senantiasa meningkat.
Sedangkan energi fosilyang selama ini merupakan sumber energi utama
ketersediaannya sangat terbatasdan terus mengalami deplesi (Departemen Sumber
Daya Mineral dan Gas, 2006).

Pertimbangan konservasi energi dan lingkungan hidup memang menuntut


kitauntuk segera dapat memanfaatkan energi terbarukan yang tersedia dengan
mudahdan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan energi fosil. Di
Indonesiasendiri potensi sumber daya alam ramah lingkungan masih banyak
namun belumdimanfaatkan secara optimal. Salah satu sumber daya energi yang
potensial diIndonesia adalah sumber daya air, samapai pada tahun 2004
pemanfaatan tenaga air hanya mencapai 4.200 MW dari 75,67 GW potensi yang
ada atau hanya 5,55% (Bibit Supardi, 2005).

III.

METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Alat dan prototype PLTMH


2. Alat tulis
3. Air

B. Prosedur Kerja

1. Menyiapkan alat dan bahan


2. Mencatat bagian bagian dari alat prototype PLTMH beserta fungsinya.
3. Mengisi drum penampung air.
4. Menyalakan pompa air agar air yang ada di drum mengalir keluar menuju alat
prototype PLTMH.
5. Mencatat debit air yang keluar.
6. Air mengalir melewati kincir yang terpasang di alat, kemudia menyalakan
generator untuk mengubah gerakan kincir air menjadi energi listrik.
7. Melakukan pengukuran dan mencatat potensi energi listrik yang dihasilkan
(tegangan dan kuat arus yang dihasilkan).

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Gambar1. Pompa air

Gambar2. Prototype PLTMH dan drum

B. Pembahasan

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-hidro (PLTMH) adalah pembangkit


listrik berskala kecil (kurang dari 300kW) , yang memanfaatkan tenaga (aliran)
air sebagai sumber penggeraknya seperti saluran irigasi, sungai atau terjun alam

dengan cara memanfaatkan tinggi terjunnya (head, dalam meter) dan jumlah debit
airnya (m3/sekon). Sedangkan pompa hidram adalah alat yang digunakan untuk
menaikkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi secara automatik
dengan memanfaatkan energi yang berasal dari air itu sendiri.
Beberapa kelebihan dari PLTMH antara lain : potensi energi air yang
melimpah; teknologi yang handal dan kokoh sehingga mampu beroperasi lebih
dari 15 tahun; teknologi PLTMH merupakan teknologi ramah lingkungan dan
terbarukan; PLTMH memiliki efisiensi yang tinggi sekitar 75%-85%; aman bila
dipakai untuk memompa air karena tidak digerakkan motor listrik; produk
sampingan seperti air keluaran bisa dimanfaatkan untuk keperluan irigasi.
Sedangkan kekurangan dari PLTMH adalah : tidak ekonomis, harga sparepart
yang cenderung masih mahal; tidak semua aliran air dapat digunakan untuk
pembangunan PLTMH; beberapa jenis turbin air sangat sensitif sangat sensitif
terhadap fluktuasi debit air.
Manfaat PLTMH di bidang pertanian yaitu untuk menjaga ketersediaan air
sepanjang tahun di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS); air keluaran dari
PLTM bisa dimanfaatkan untuk keperluan irigasi.
Bagian - bagian dari sebuah PLTMH terdiri dari:
1. Diversion weir intake atau bendungan pengalih dan intake, bendung ini
berfungsi untuk menampung aliran sungai dan mengalihkannya untuk
memasuki intake. Sebuah bendungan biasanya dilengkapi dengan pintu air
untuk membuang kotoran akibat sedimentasi.

Gambar3. Bendungan
2. Head race atau saluran pembawa, saluran pembawa biasa dibuat sesuia
dengan kontur yang dilewati. Terdapat berbagai macam saluran pembawa
yaitu terowongan, saluran terbuka dan saluran tertutup.

Gambar4. Saluran pembawa


3. Penstock atau pipa pesat berfungsi untuk mengubah energi potensial air
menjadi

di

bak

penenang

menjadi

energi

kinetik

air

kemudian

mengarahkannya untuk memutar roda roda gerak turbin; dan turbin berfungsi
untuk mengubah energi air (potensial, tekanan, dan kinetik) menjadi energi
mekanik dalam bentuk putar poros.

Gambar5. Macam-macam pipa

4. Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi mekanik


dalam bentuk putaran poros. Puatan gagang roda dapat digunakan untuk
memutar berbagai macam alat mekanik dan mengoperasikan generator listrik.
Metode sederhana pengukuran potensi mikrohidro yaitu melakukan
pengukuran laju aliran sungai atau debit menggunakan alat cuurrent meter
counter;selanjutnya melakukan pengukuran kontur atau profil sungai dan
pengukuran tinggi jatuh dengan menggunakan alat theodolite; pengamatan
demografis. Untuk meningkatkan kapasitas mikrohidro bisa dengan cara
meningkatkan laju aliran air, meningkatkan tinggi jatuh (head), dan
meningkatkan efisiensi sistem pembangkitnya.
Prinsip kerja dari PLTMH adalah memanfaatkan energi potensial air
kemudian mengubahnya menjadi energi listrik dalam beberapa tahapan yaitu
mengubah tenaga potensial menjadi energi kinetik, tenaga kinetik timbul karena
air memilki kecepatan. Setelah timbul energi kinetik, maka energi tersebut diubah
menjadi energi mekanik yaitu akibat perputaran kincir, selanjutnya energi tersebut
dikonversi menjadi energi listrik akibat berputarnya turbin yang berhubungan
langsung dengan generator. Daya yang dihasilkan dari sebuah PLTMH adalah
kurang dari 300 kW. Adapun prinsip kerja mikrohidro yang ada pada saat
praktikum yaitu air yang mengalir dari sumbernya akan menggerakkan kincir air,
selanjutnya energi mekanis yang terjadi akibat gerakkan kincir air akan disalurkan
ke turbin melalui belt. Dari turbin, energi akan ditransmisikan ke generator hingga
dihasilkan arus listrik.

Aspek kelayakan pembangkit listrik mikrohidro yaitu potensi daya listrik


terbangkit mencukupi; tidak menurunkan fungsi keairan yang ada; kontinuitas
ketersediaan air; sumber mata air yang memenuhi standar; terdapat aliran sungai
dengan debit air minimal 1.0-3.0m/s; akses ke lokasi PLTMH dapat dijangkau
dengan metode tertentu sesuai dengan kebutuhan pembangunannya; bangunan
PLTMH yang dididrikan tidak mengganggu masyarakat.

V.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-hidro (PLTMH) adalah pembangkit listrik


berskala kecil (kurang dari 300kW).
2. Kelebihan dari PLTMH antara lain : potensi energi air yang melimpah;
teknologi yang handal dan kokoh sehingga mampu beroperasi lebih dari 15
tahun; teknologi PLTMH merupakan teknologi ramah lingkungan dan
terbarukan; PLTMH memiliki efisiensi yang tinggi sekitar 75%-85%.
Kekurangan dari PLTMH adalah : tidak ekonomis, harga sparepart yang
cenderung masih mahal; tidak semua aliran air dapat digunakan untuk
pembangunan PLTMH.
3. Bagian- bagian dari PLTMH adalah : Diversion weir intake; penstock,turbin,
dan saluran pembawa.
B. Saran

Praktikum kali ini sudah berjalan dengan baik dan lancar, namun akan
lebih baik lagi apabila pada praktikum acara ini diadakan kunjungan ke tempat
bangunan PLTM agar praktikan mengetahui pengaplikasian langsung dari
PLTMH.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Sumber Daya Energi dan Mineral. 2006. Pembangkit Listrik Tenaga
Mikrohidro(online)http://www.djlpe.esdm.go.id/modules/_webs
ite/images/content/6693577911.pdfdiakses tanggal 12 Desember
2014
Basuki,

Kurniawan.

2007.

Mengapa

Hidro-Mikro?

(online).

http://p3m.amikom.ac.id/p3m/76%20%20MENGAPA%20MIK
ROHIDRO.pdf diakses tanggal 12 Desember 2014.
Tim penyusun. Pedoman Studi Kelayakan PLTMH. 2009. Direktorat Jenderal
Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber
Daya Mineral : Jakarta.
Tim penyusun. 2014. Pedoman Praktikum Energi dan Elektrifikasi Pertanian.
UNSOED : Purwokerto