Anda di halaman 1dari 19

5

BAB II
PERCOBAAN 1
PENGUKURAN DAYA DAN PELEMAHAN
2.1 Tujuan Percobaan
Mengetahui pelemahan pada gelombang mikro.
2.2 Dasar Teori
2.2.1 Gelombang Elektromagnetik
2.2.1.1 Penjelasan Umum
Gelombang elektromagnetik adalah kombinasi dari medan listrik
dan medan magnet yang berisolasi dan merambat lewat ruang akan
membawa energi dari suatu tempat ke tempat yang lain. Cahaya
tampak adalah salah satu bentuk radiasi elektromagnetik. Medan
listrik dapat diproduksi oleh muatan listrik statis dan dapat
memberikan gaya listrik sedangkan medan magnet dapat diproduksi
oleh gerakan muatan listrik yang mengalir sepanjang kabel dan
memberikan gaya magnetik. Medan listrik dan medan magnetik saling
berkaitan dalam banyak hal dan tidak mungkin memisahkan
keduanya.

Tiap

muatan

listrik

yang

memiliki

percepatan

memancarkan radiasi elektromagnetik melalui kawat. Hantaran ini


dalam arus bolak-balik radiasi elektromagnetik yang dirambatkan
pada frekuensi yang sama dengan arus listrik.
2.2.1.2 Spektrum Gelombang Elektromagnetik
Spektrum gelombang elektromagnetik adalah rentang semua
radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik
dapat dituliskan dalam panjang gelombang, frekuensi, atau tenaga
foton. Parameter spektrum ini secara langsung berkaitan:
Panjang gelombang dikalikan frekuensi adalah kecepatan cahaya.
Energi dari foton adalah 31,1 eV.
Panjang gelombang dikalikan energi per foton adalah 1,24 eVm.
Pembagian spektrum elektromagnetik tidak begitu tegas dan
tumbuh dari penggunaan praktis yang secara teknis berasal dari
berbagai macam metode deteksi. Biasanya dalam mendeteksi energi
spektrum elektromagnetik dinyatakan dalam elektronvolt untuk foton

berenergi tinggi (di atas 100 eV), dalam panjang gelombang untuk
energi menengah, dan dalam frekuensi untuk energi rendah (n 0,15
mm).
Tabel 2.1 Panjang Gelombang dan Frekuensi dari Jenis Gelombang

Jenis Gelombang
Gelombang Radiasi
Infrared
Cahaya Tampak
Ultraviolet
Sinar X
Sinar Gamma

Panjang Gelombang
1 mm 10000 km
0,001 1 mm
400 720 nm
10 400 nm
0,01 10 nm
0,0001 0,1 nm

Frekuensi (Hz)
104 108
108 1012
1012 1015
1015 1016
1016 1018
1018 1026

2.2.1.3 Propagasi Gelombang Elektromagnetik


Propagasi gelombang elektromagnetik pada dunia telekomunikasi
pada prinsipnya ada 2 jenis, yaitu sistem komunikasi radio terestrial
yang menggunakan titik-titik dari bumi sebagai stasiun pemancar
maupun penerima. Yang kedua adalah sistem komunikasi satelit
sebagai media pemantul gelombang komunikasi yang ada di bumi
sebagai stasiun pemancar sehingga dapat mengirimkan gelombang
komunikasi menuju stasiun penerima yang berada di belahan bumi
lain.
a.

Macam-macam propagasi gelombang:


Free Space Loss (FSL)
FSL diasumsikan ada satu sinyal langsung antara pengirim
dan penerima. Propagasi gelombang FSL hanya dapat terjadi
ketika pengirim dan penerima dalam keadaan Line of Sight (LoS).

b.

Reflection
Pada kondisi ini sinyal datang menuju penerima telah
mengalami pemantulan terhadap suatu objek yang menyebabkan

c.

perubahan fasa dan menimbulkan delay.


Difraction
Difraksi terjadi ketika sinyal melewati suatu objek yang
mempunyai

d.

bentuk

yang

tajam

sehingga

seakan-akan

menghasilkan sumber sekunder.


Scattering terjadi ketika sinyal melewati suatu objek yang besar
atau

memiliki

bentuk

yang

tajam.

Peristiwa

scattering

menyebabkan sinyal dihamburkan dan terpecah-pecah menjadi


beberapa sinyal. Hal ini menyebabkan level daya sinyal menjadi
lebih kecil.
2.2.1.4 Gangguan Pada Saluran Transmisi
Gangguan pada saluran transmisi yang juga digunakan untuk
menyalurkan data ada 2 golongan utama, yaitu:
a. Gangguan Random
1. Derau Panas (Thermal Noise)
Disebabkan pergerakan acak elektron bebas dalam
rangkaian, berada di seluruh frekuensi. Disebut juga derau
2.

putih (white noise), derau gaussian dan sebagainya.


Derau Impuls (Impulse Noise)
Disebut juga spikes yaitu tegangan sesaat yang tingginya
lebih dibandingkan tegangan steady state atau tegangan

3.

derau.
Crosstalk
Gangguan berupa masukan sinyal dari kanal lain yang
letaknya berdekatan, meningkat seiring semakin jauhnya
jarak tempat sinyal.

4.

Gema (Echo)
Sinyal yang dipantulkan karena perubahan impedansi

5.

dalam sebuah rangkaian.


Perubahan Fasa
Fasa sinyal kadang berubah oleh impulse noise, namun

6.

fasa dapat menjadi normal kembali.


Derau Intermodulasi
Dua sinyal dari saluran yang berbeda (intermodulasi)
membentuk sinyal baru yang menduduki frekuensi sinyal

7.

lain.
Phase Jitter
Jitter timbul oleh sistem pembawa yang dimultipleks
menghasilkan perubahan frekuensi, fasa berubah sehingga

8.

sukar mendeteksi bentuk sinyal.


Fading
Terutama oleh sistem microwave antara lain selective
fading, sinyal disalurkan melalui beberapa jalur.

b.

Gangguan Tak Random


a. Redaman
Tegangan sinyal berkurang ketika melalui saluran
b.

transmisi karena daya yang diserap oleh saluran.


Tundaan
Sinyal umumnya terdiri atas banyak frekuensi, masingmasing tidak berjalan dengan kecepatan sama, sehingga tiba
di penerima pada waktu yang berlainan.

2.2.2 Microwave
2.2.2.1 Penjelasan Umum
Microwave merupakan gelombang elektromagnetik dengan
panjang gelombang sebesar 1 mm 1 m atau frekuensi antara 300
MHz 300 GHz. Definisi ini meliputi UHF maupun GHF dan
sumber-sumber lain dengan pembatasan yang berbeda. Akan tetapi,
dalam semua microwave harus selalu meliputi seluruh bidang SHF (3
36 GHz). Teknik RF sering memberi batasan bawah di 1 GHz dan
batas atas sekitar 100 GHz.
2.2.2.2 Aplikasi
Dalam telekomunikasi microwave banyak digunakan dalam
penyiaran dan transmisi karena pendeknya panjang gelombang,
menyebabkan antena yang mempunyai direktivitas tinggi, ukuran
lebih kecil dan praktis. Umumnya microwave digunakan dalam berita
tv untuk mentransmisikan sinyal dari lokasi yang jauh ke stasiun
televisi menggunakan van dengan perlengkapan khusus. Kebanyakan
sistem komunikasi satelit menggunakan bidang C, X, Ka, atau Ku
pada spektrum microwave. Frekuensi ini memungkinkan bidang
bandwidth yang lebar meski menghindari frekuensi UHF yang sudah
penuh dan menghindari frekuensi VHF yang diserap oleh atmosfer.
TV satelit beroperasi di bidang I untuk layanan satelit biasa dan
bidang Ku untuk satelit broadcast langsung. Komunikasi militer
berjalan sebagian besar di bidang X atau Ku dengan bidang Ka
digunakan untuk militer.

10

2.2.2.3 Macam-Macam Bidang Frekuensi


Tabel 2.2 Bidang Frekuensi Microwave

Frequency Band
L Band
S Band
C Band
X Band
Ku Band
K Band
Ka Band
Q Band
U Band
V Band
E Band
W Band
F Band
D Band

Frequency Range
1 2 GHz
2 4 GHz
4 8 GHz
8 12 GHz
12 18 GHz
18 26,5 GHz
26,5 40 GHz
30 50 GHz
40 60 GHz
50 75 GHz
60 90 GHz
75 110 GHz
90 140 GHz
110 170 GHz

2.2.2.4 Generator Gelombang Mikro


Perangkat vacuum tube beroperasi pada gerak balistik electron
pada ruang hampa dibawah pengaruh dari pengontrol medan magnet
atau medan listrik dan termasuk magnetron, kingston travelling wave
tube (TWT) dan gyreron. Perangkat ini bekerja pada mode induksi
kerapatan daripada memberi arus. Generator gelombang mikro
menggunakan modulator ASK, tipe-D dengan 9 pin input konektor
yang sesuai dengan standar konektor komputer.

Gambar 2.1 Generator Gelombang Mikro

2.2.2.5 Adjustable Attenuator


Attenuator adalah pengurang amplitudo gelombang. Biasanya
berupa perangkat pasif yang terbuat dari jaringan pembagi tegangan.
Adjustable attenuator dapat memberi pelemahan sesuai bentuk

11

resistansi yang berbeda yang diatur menggunakan potensiometer.


Nilai maksimum pelemahaannya adalah 24 dB.

Gambar 2.2 Adjustable Attenuator

2.2.2.6 Cavity Wave Meter


Cavity Wave Meter terdiri atas sebuah rongga yang digandeng
dengan saluran waveguide lurus melalui slot kalibrasi pada salah satu
dinding waveguide. Prinsip kerja dari wave meter adalah sebagai
berikut:

sinyal

gelombang

mikro

melewati

waveguide

dan

mengeksitasi sekeliling slot yang mana mempunyai sifat seperti


elemen radiasi menuju bagian dalam rongga (cavity).

Gambar 2.3 Cavity Wave Meter

2.2.2.7 Slotted Line Detector


Komponen ini pada dasarnya terdiri atas pembawa yang dapat
digeser seperti skrup penala yang terdahulu, perbedaannya adalah
probe sekarang terhubung dengan detektor kristal.
Dalam pengukuran gelombang berdiri di dalam waveguide,
slotted line digunakan untuk memeriksa amplitudo dan fasa dari pola
gelombang berdiri. Dengan mengetahui pola gelombang berdiri akan

12

diperoleh informasi mengenai panjang gelombang, rasio gelombang


berdiri dan impedansi saluran tansmisi. Seperti namanya, slotted line
mempunyai suatu celah di sepanjang pusat garis dari sisi lebar
dinding. Terbangun atas suatu probe dan kristal detektor dirancang
untuk dapat digeser di sepanjang celah terbuka. Kedalaman probe di
dalam waveguide dapat diatur dan kekuatan sinyal yang terdeteksi
adalah berbanding lurus dengan kedalaman.

Gambar 2.4 Slotted Line Detector

13

2.2.2.8 Matched Termination


Terminasi penyesuai pada dasarnya adalah beban yang sesuai
dengan saluran transmisi gelombang mikro. Fungsinya adalah untuk
menyerap seluruh energi yang datang dari waveguide.

Gambar 2.5 Matched Termination

2.2.2.9 Microwave Trainer


Modul pembantu untuk mendukung jalannya percobaan adalah:

Catu daya generator gelombang mikro 12 V.


Detektor penguat sinyal dan meter dengan pemilih jangkauan.
Generator sinyal amplitudo dapat diatur sebagai sumber sebagai
sumber untuk memodulasi sinyal gelombang mikro.

Gambar 2.6 Microwave Trainer

2.2.3 Pelemahan Daya


Pelemahan daya atau atenuasi adalah menurunnya level daya sinyal
akibat pengaruh jarak transmisi. Untuk menghindari hal ini media

14

transmisi dibatasi sehingga pengaruh atenuasi tidak banyak mengganggu


kualitas sinyal. Pengaruh atenuasi terhadap sinyal berbeda antara satu
media transmisi dengan lainnya. Untuk mengatasi atenuasi, bisa digunakan
seperti amplifier atau repeater yang berfungsi meningkatkan kembali level
daya sinyal.
Selain jarak, atenuasi sinyal yang merupakan fungsi dari frekuensi,
maka biasanya amplifier didesain berbeda-beda menyesuaikan dengan
frekuensi sinyal. Alat seperti ini disebut equalizer. Untuk mengukur
atenuasi digunakan rumus:
Atenuasi = 10 log (P1/P2) dB
dimana P1 = daya sinyal diterima (watt)
P2 = daya sinyal dikirim (watt)

15

2.3 Rangkaian Percobaan

Gambar 2.7 Rangkaian Percobaan Pengukuran Daya dan Pelemahan

16

2.4 Cara Kerja


2.4.1 Percobaan 1
1. Mengatur rangkaian seperti pada gambar rangkaian percobaan.
2. Mengatur pelemahan variabel pada posisi maksimum.
3. Menghidupkan peralatan kemudian mengurangi besar pelemahan.
4. Mencatat tegangan sinyal yang terukur.
5. Mengulangi langkah 1 4 dengan variasi pelemahan.
2.4.2 Percobaan 2
1. Mengatur rangkaian seperti pada gambar rangkaian percobaan.
2. Mengatur strip pelemahan pada posisi terluar (0 dB).
3. Mengamati penunjukan tegangan pada detector.
4. Mengatur strip pelemahan sampai pembacaan tegangan pada detector
5.

berkurang setengahnya.
Mencocokkan dengan

6.

pelemahan.
Mengulangi langkah 1 5 dengan variasi pelemahan.

penunjukan

yang

terdapat

pada

knop

17

2.5 Alat dan Bahan


1. Microwave generator
2. Adjustable attenuator
3. Cavity wave meter
4. Slotted line detector
5. Matched termination
6. Microwave trainer

18

2.6 Data Percobaan


2.6.1 Pelemahan Daya Percobaan 1
Tabel 2.3 Data Percobaan Pelemahan Daya 1

Atenuasi (dB)
0
3
6
9
12
24

Tegangan (mV)
53,3
35,2
5,7
2,6
1,9
1,3

2.6.2 Pelemahan Daya Percobaan 2


Tabel 2.4 Data Percobaan Pelemahan Daya 2

Tegangan (mV)
53,3
26,6
13,3
6,6
3,3

Atenuasi (dB)
0
4
5
6
7,5

19

2.7 Analisa Pembahasan


2.7.1 Daya dan Pelemahan Microwave 1
Pada percobaan pelemahan daya microwave, gelombang mikro
dilewatkan pada suatu attenuator yang dapat diubah-ubah nilai
atenuasi/pelemahannya. Terdapat dua jenis percobaan, yang pertama
dilakukan

variasi

nilai

pelemahan

dari

attenuator

kemudian

memperhatikan besarnya tegangan yang ditangkap oleh detektor.


Hubungan antara daya microwave yang terukur oleh detektor dengan
besarnya pelemahan:
A [dB] = 10 log P/Po = 20 log V/Vo
dimana:
A = attenuasi / pelemahan (dB)
P = daya terukur (W)
Po = daya referensi (W)
V = tegangan terukur (V)
Vo = tegangan referensi (V)
Contoh perhitungan pelemahan:
V = 1,3 mV
Vo = 53,3 mV
Dalam penentuan tegangan referensi, nilai tegangan diambil pada data
percobaan dengan nilai pelemahan 0 dB,
A = 20 log V/Vo
= 20 log ( 1,3/53,3)
= - 32,26 dB
Karena tanda (negatif) berarti pelemahannya, maka hasil perhitungan
sebesar 32,26 dB.

20

Berikut merupakan tabel hasil pengukuran dan perhitungan:


Tabel 2.5 Percobaan Pelemahan Daya 1

Tegangan (mV)
53,3
35,2
5,7
2,6
1,9
1,3

Atenuasi (dB)
Percobaan Perhitungan
0
0
3
3,6
6
19,41
9
26,24
12
28,96
24
32,26

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa semakin besar tegangan,


pelemahannya semakin kecil. Dari hasil pengamatan percobaan dan hasil
perhitungan didapat perbedaan. Perbedaan antara keduanya disebabkan
karena knop untuk perubahan nilai atenuasi memiliki skala yang besar
dengan interval 3 pada setiap titiknya, sehingga pembacaan nilai atenuasi
pada knop tersebut tidak akurat sesuai dengan nilai yang seharusnya.
Dari percobaan yang dilakukan, didapatkan grafik hubungan tegangan
dengan pelemahan sebagai berikut :

Gambar 2.8 Grafik hubungan tegangan percobaan dengan pelemahan

21

Sedangkan untuk grafik ideal sesuai rumus besarnya pelemahan yang


logaritma yaitu A (dB) = 20 log (V/Vo). Grafik idealnya sebagai berikut:

Gambar 2.9 Grafik ideal hubungan tegangan dengan pelemahan

Gambar 2.8 dan gambar 2.9 menunjukan grafik hubungan antara


tegangan dan pelemahan dalam bentuk yang identik, sehingga dapat
disimpulkan bahwa hasil percobaan sesuai dengan teori.
2.7.2 Daya dan Pelemahan Microwave 2
Pada percobaan 2 attenuator diputar sedemikian hingga nilai tegangan
yang terukur adalah dari nilai tegangan sebelumnya, sehingga
diharapkan atenuasi - 6,02 dB, karena
A [dB] = 20 log (V/Vo) = 20 log (0,5) = - 6,02 dB
Contoh perhitungan:
Vo = 53,3 mV
V = 26,6 mV
A [dB] = 20 log ( 26,6/53,3 ) = - 6,03 dB
Untuk perhitungan yang lain dapat dilihat di tabel berikut:

22

Tabel 2.6 Percobaan Pelemahan Daya 2

V (mV)

Vo (mV)

53,3
26,6
13,3
6,6
3,3

53,3
53,3
53,3
53,3
53,3

Atenuasi (dB)
Percobaan Perhitungan
0
0
4
6,03
5
12,06
6
18,14
7,5
24,16

Perbedaan antara hasil percobaan dengan perhitungan disebabkan


karena ketidak-akuratan pembacaan nilai atenuasi yang ditunjukan diatur
oleh knop attenuator. Knop ini yang memiliki skala yang besar antar
titiknya sehingga memungkinkan kesalahan pembacaannya.

23

2.8 Kesimpulan
1. Microwave merupakan gelombang elektromagnetik dengan jangkauan
2.

frekuensi antara 300 MHz 300 GHz.


Microwave biasa diaplikasikan untuk

3.

telekomunikasi yaitu satelit, radar, maupun navigasi.


Pada percobaan, gelombang mikro dibangkitkan oleh microwave

4.

generator dengan frekuensi 10,75 GHz.


Microwave yang dilewatkan pada attenuator akan mengalami pelemahan

5.

daya, sehingga terjadi penurunan tegangan.


Jika tegangan turun setengah kali tegangan semula berarti terdapat
pelemahan/atenuasi sebesar 6,02 dB.

misalnya

pada

bidang