Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Mata Pelajaran

: Gerontik

Pokok Bahasan

: Gangguan Tidur / Insomnia

Sub Pokok Bahasan :

Pengertian tidur

Pengertian gangguan tidur

Tanda dan gejala gangguan tidur

Penyebab gangguan tidur

Dampak gangguan tidur

Cara mengatasi gangguan tidur

Manfaat tidur

Sasaran

: Lansia

Jumlah

: 1 orang

Hari/Tanggal

: Sabtu / 20 Desember 2014

Waktu

: 1 x 45menit

I.

Latar belakang
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi
oleh setiap manusia sebagai makhluk biopsikososial, dimana tidur dapat
memulihkan tingkat aktifitas normal dan keseimbangan normal dari berbagai
bagian sistem saraf pusat. Apabila seseorang mengalami gangguan tidur
dapat menimbulkan dua efek fisiologik yaitu : efek pada sistem saraf dan
efek pada struktur tubuh lainnya. Efek pada sistem saraf dapat mengacaukan
fungsi tubuh maupun organ tubuh itu sendiri. Secara tidak langsung
kekurangan tidur akan mempengaruhi sistem saraf pusat.
Gangguan tidur ini sering dikaitkan dengan gangguan fungsi
pikiran yang progresif dan kadang-kadang bahkan dapat menimbulkan
perilaku abnormal dari sistem saraf. Gangguan tidur yang berkepanjangan
dapat menyebabkan kelambahan berfikir, mudah tersinggung atau bahkan

menjadi psikotik. Gangguan tidur ini sering dialami oleh orang dewasa dan
lansia yang disebabkan oleh berbagai hal seperti stress dan cemas. Untuk itu
perlu penanganan secara komprehensif.
Salah satu faktor yang berhubungan dengan gangguan tidur pada
pasien dengan gagal jantung adalah ketidakmampuan untuk mengambil
posisi tidur yang disukai karena nocturnal dyspnea (Wilkinson ,2007).
Tindakan keperawatan yang tepat dapat mengatasi gangguan tidur jangka
pendek dan panjang. Tindakan perawat Nursing Diagnosis Handbook with
NIC Interventions and NOC Outcomes menjelaskan terapi keperawatan
positioning dengan posisi tidur semi-fowler untuk mengatasi gangguan tidur
pada pasien gagal jantung karena sesak napas.
Tujuan dari tindakan memberikan posisi tidur adalah untuk
menurunkan konsumsi oksigen dan meningkatkan ekspansi paru yang
maksimal,

serta

untuk

mengatasi

kerusakan

pertukaran

gas

yang

berhubungan dengan perubahan membran kapiler alveolus (Doenges,


2000).Memperoleh kualitas tidur terbaik adalah penting untuk peningkatan
kesehatan yang baik dan pemulihan pasien yang sakit. Meningkatkan kualitas
tidur sangat penting dalam prognosis (Talwar, et al, 2008). Gangguan
istirahat tidur pada pasien gagal jantung terutama terjadi pada malam hari
karena sesak napas sangat mengganggu kualitas tidur klien. Kualitas tidur
merupakan aspek dari tidur yang meliputi lama tertidur, waktu bangun dan
kenyenyakan dalam tidur. Pasien yang sakit seringkali membutuhkan lebih
banyak tidur dan istirahat daripada pasien yang sehat. Sifat alamiah dari
penyakit akan mengurangi pasien mendapatkan istirahat dan tidur yang
cukup. Kualitas tidur yang buruk pada pasien dengan gangguan penyakit
jantung dapat disebabkan oleh dyspnea, disritmia dan batuk (Rahayu, 2009).
Kualitas tiduryang buruk mengakibatkan proses perbaikan kondisi
pasien akan semakin lama sehingga akan memperpanjang masa perawatan di
rumah sakit. Lamanya perawatan ini akan menambah beban biaya yang
ditanggung pasien menjadi tinggi dan kemungkinan akan menimbulkan
respon hospitalisasi bagi pasien.

Oleh karena itu dalam praktek keperawatan Gerontik, akan


melakukan penyuluhan mengenai gangguan tidur yang ditujukan pada
pengunjung Posyandu lansia.
II. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti proses penyuluhan diharapkan pengunjung
poliklinik

jiwa

mampu

memahami

gangguan

tidur

dan

upaya

penanganannya.
III. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti proses penyuluhan diharapkan peserta penyuluhan
mampu :
1. Pengertian tidur
2. Pengertian gangguan tidur
3. Tanda dan gejala gangguan tidur
4. Penyebab gangguan tidur
5. Akibat tidur yang terganggu
6. Cara mengatasi gangguan tidur
IV. Materi (terlampir)
V. Metoda
Ceramah dan tanya jawab
VI. Alat dan Media
1. Flip Chart
2. Spidol
3. Leaflet
4. Penggaris/Penunjuk

X. Kegiatan Penyuluhan
No. Waktu
1.
5 menit

Kegiatan Penyuluhan
Pembukaan
Memberi salam
Memperkenalkan diri

Kegiatan Lansia
-

Menja
wab Salam

2.

30 menit

Menjelaskan
waktu,
topik
dan
penyuluhan

Pelaksanan
-

Menjelaskan pengertian tidur

Mende
ngarkan dan
memperhatikan
Mende
ngarkan dan
memperhatikan

Mengkaji pengetahuan pengunjung tentang tidur


Memberi reinforcement positif

Apersepsi

kontrak,
tujuan

Menge
mukakan pendapat
Menge
mukakan pendapat
Mende
ngarkan dan
memperhatikan
Mende
ngarkan dan
memperhatikan
Menge
mukakan pendapat
Mende
ngarkan dan
memperhatikan
Mende
ngarkan dan
memperhatikan
Menge
mukakan pendapat

Mengkaji pengetahuan pengunjung tentang gangguan


tidur/insomnia
Memberi reinforcement
positif
Menjelaskan pengertian
gangguan tidur / insomnia
Mengkaji pengetahuan pengunjung tentang tanda dan
gejala gangguan tidur / insomnia
Memberi reinforcement Mende
positif
ngarkan dan
memperhatikan
Menjelaskan
tentang Mende
tanda dan gejala gangguan tidur /
ngarkan dan
Insomnia
memperhatikan
Mengkaji pengetahuan Menge
pengunjung tenatang penyebab
mukakan pendapat
gangguan tidur / Insomnia
Memberi reinforcement Mende
positif
ngarkan dan
memperhatikan

tentang Mende
tidur /
ngarkan dan
memperhatikan
Mengkaji pengetahuan Mengu
pengunjung
tentang
akibat
ngkapkan pendapat
gangguan tidur/ Insomnia
Memberi reinforcement Mende
positif
ngarkan dan
memperhatikan
Menjelaskan
akibat Mende
gangguan tidur / Insomnia
ngarkan dan
memperhatikan
penyebab
Insomnia

Menjelaskan
gangguan

Mengkaji pengetahuan
pengunjung tentang cara mengatasi
gangguan tidur / Insomnia
Memberi reinforcement
positif
-

Menjelaskan cara
mengatasi gangguan tidur/insomnia
Memberi kesempatan
pada pengunjung untuk bertanya
Menjawab pertanyaan.

10 menit

Mende
ngarkan dan
memperhatikan

Mende
ngarkan dan
memperhatikan
Mende
ngarkan dan
memperhatikan
Menga
jukan pertanyaan
Mende
ngarkan dan
memperhatikan

Bersama
pengunjung Bersa
menyimpul-kan materi penyuluhan
ma pengunjung
menyimpulkan
materi penyuluhan
Melakukan evaluasi
Menja
wab pertanyaan
Menutup penyuluhan Menja
dan memberikan salam
wab salam

VIII. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
Pengunjung menyepakati

kontrak yang

telah

disepakati,

dan

tersedianya media penyuluhan


2. Evaluasi Proses
Pengunjung berpartisipasi selama kegiatan, lingkungan tidak bising
dan pelaksanaan sesuai dengan rencana.
3. Evaluasi Hasil
Pengunjung mampu menyebutkan :
-

Pengertian tidur dengan bahasa sendiri

Tanda dan gejala gangguan tidur dengan bahasa sendiri

Penyebab gangguan tidur dengan bahasa sendiri

Cara mengatasi gangguan tidur dengan bahasa sendiri

IX. Pengorganisasian
1. Pembimbing : Gusti Sumarsih, Skp
2. Pelaksana
X. Setting Tempat

Keterangan :
L

= Leader

CL

= Co Leader

= Observer

= Pengunjung

= Fasilitator

PK

= Pembimbing klinik

PA

= Pembimbing Akademi

Materi
GANGGUAN TIDUR/INSOMNIA
1. Defenisi tidur
Tidur adalah kondisi tidak sadar dan bekerjanya otot yang terjadi secara
periodik, dengan kata lain adanya hubungan dengan lingkungan dalam kondisi
tidur, kecuali oleh suatu stimulus.
2. Pengertian gangguan tidur/insomnia
Insomnia atau gangguan tidur adalah suatu keadaan dimana seseorang
sulit tidur atau ngantuk.
3. Penyebab gangguan tidur / insomnia
a. Faktor psikologis : stress, sakit kepala, sakit perut, konflik keluarga, PHK.
b. Problem psikiatri, skizopren
c. Gaya hidup : pemakaian obat perangsang seperti nikotin (rokok), obat
penurun berat badan, asthma, pemakaian alkohol, jam tidur tidak teratur,
malas bekerja/beraktifitas.
d. Lingkungan : bising, cahaya yang terlalu terang.
e. Sakit fisik (sesak nafas, nyeri dan lain-lain)
IV. Dampak atau akibat dari gangguan tidur / insomnia

Menurunnya vitalitas kerja

Daya ingat dan konsentrasi menurun

Tidak ada tenaga / malas

Keterampilan berkomunikasi yang tidak bagus

Badan lemah / kelelahan / sakit kepala

V. Cara mengatasi gangguan tidur / insomnia

Ciptakan lingkungan yang tenang dan aman untuk tidur : kurangi bising
dan cahaya ruangan yang tidak diinginkan, ruangan tidak terlalu panas
atau dingin.

Olah raga kurang lebih 6 jam sebelum tidur.

Mandi dengan air hangat, sebaiknya dilakukan 1 atau 2 jam sebelum tidur.

Hindari stress dengan cara berdzikir, membaca dan lain-lain.

Hindari meminum minuman yang mengandung kafein, alkohol di malam


hari.

Hindari penggunaan obat tidur jangka panjang

Gunakan teknik relaksasi

REFERENSI
Stuart and Sundeen. Diagnosa Keperawatan Jiwa : GC : Jakarta
Williams Adrian (1999). Insomnia ; Pustaka Delapratasa : Jakarta
Hall Guyton (2000). Fisiologi Kedokteran ; EGC : Jakarta
Keliat, B.A (1998). Penatalaksanaan Stress; EGC : Jakarta

SATUAN ACARA PENYULUHAN

GANGGUAN TIDUR
(Insomnia)

Oleh :
Kelompok I
Lisastri Syahrias, S.Kep
Enni Mutia, S.Kep
Remiadi, S.Kep
Silvia, S.Kep
Yenni, S.Kep
Alice Rosy, S.Kep
Merry Yolanda, S.Kep

PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN GERONTIK


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNAND
2003