Anda di halaman 1dari 3

Anatomi Glomerulus

Ginjal terletak di dalam ruang retroperitonium sedikit di atas ketinggian


umbilikus dan kisaran panjang serta beratnya berturut-turut dan kira-kira 6 cm dan
24 g pada bayi cukup bulan sampai 12 cm atau lebih 150 g pada orang dewasa.
Ginjal mempunyai lapisan luar, korteks, yang berisi glomeruli, tubulus konturtus
proksimalis dan distalis dan duktus kolektivus, serta di lapisan dalam, medula,
yang mengandung bagian-bagian tubulus yang lurus, lengkung Henle, vasa rekta
dan dyktus koligens terminal.
Pasokan darah pada setiap ginjal biasanya terdiri dari arteri renalis utama
yang keluar dari aorta, arteri renalis multipel bukannya tidak lazim ditemui. Arteri
renalis utama membagi menjadi cabang-cabang segmental dalam medula. Arteriarteri ini menjadi arteri interlobaris yang melewati medulake batas antara korteks
dan medula. Pada daerah ini, arteri interlobaris bercabang membentuk arteri
arkuata, yang berjalan sejajar dengan permukaan ginjal. Arteri interlobaris berasal
dari arteri arkuata dan membentuk arteriole aferen glomerulus. Sel-sel otot yang
terspesialisasi dalam dinding arteriol aferen, bersama dengan sel lacis dan bagian
distal tubulus (makula densa) yang berdeketan dengan glomerulus, membentuk
paratus jukstaglomeruler yang mengendalikan sekresi renin. Arteriole aferen
membagi menjadi anyaman kapiler glomerulus yang kemudian bergabung
menhadi arteriole aferen. Arterole aferen glomerulus dekat dengan medula
(glomerulus jukstamedullaris) lebih besar daripada arteriole di korteks sebelah
luar dan memberikan pasokan darah (veska rekta) ke tubulus dan medula.
Setiap ginjal mengandung skitar satu juta nefron (glomerulus dan tubulus
terkait). Anyaman kapiler glomerulus yang terspesialisasi berperan sebagai
mekanisme penyaring ginjal. Kapiler glomerulus filapisi oleh sel endotelium yang
mempunyai sitoplasma sangat tipis yang berisi banyak lubang (fenetrasi).
Membran basalis glomerulus (MBG) membentuk lapisan berkelanjutan antara
endotel dan sel masangium pada satu sisi dengan sel epitel pada sisi yang lain.
Membran ini mempunyai 3 lapisan :
1. Lamina densa yang sentralnya pada-elektron
2. Lamina rara interna yang terletak di antara lamina densa dan sel-sel
endotelial
3. Lamina rara ektern yang terletak di antara lamina densa dan sel-sel epitel.

Gambar 1. Anatomi glomerulus (Cummings, 2001)


Mesangium (sel mesangiumdan matriks) terletak di antara kapiler-kapiler
glomerulus pada sisi endotel membran basalis dan membentuk bagian tengah
dinding kapiler. Mesangium dapat berperan sebagai struktur pendukung pada
kapiler glomerulus dan mungkin memainkan peran dalam pengaturan aliran darah
glomerulus, filtrasi dan pembuangan makromolekul (seperti kompleks imun) dari
glomerulus, melalui saluran interseluler ke daerah jukstaglomerulus.kapsula
Bowman, yang mengelilingi glomerulus, terdiri dari
1. Membran basalis, yang merupakan kelanjutan dari membran basalis
kapiler glomerulus dan tubulus proksimal
2. Sel-sel epitel parietalis, yang merupakan kelanjutan sel-sel epitel viscera.
(Behrman, Kliegman, & Arvin, 2000)
Fisologi Glomerulus
Saat darah melewati kapiler glomerulus, plasmanya difiltrasi melalui
dinding kapiler glomerulus. Ultrafiltrat, yang bebas sel, mengandung semua
substansi dalam plasma (elektolit, glukosa, fosfat, urea, kreatinin, peptida, protein
dengan berat molekul-rendah), kecuali protein (seperti albumin dan globulin)
yang mempunyai berat molekul lebih dari 68.000. Filtrat terkumpul di rung
Bowman dan masuk tubulus, di mana komposisinya diubah sesuai dengan
kebutuhan tubuh sampai filtrat tersebut meninggalkan ginjal sebagai urin.
Filrat glomerulus adalah hasil akhir dari gaya-gaya yang berlawanan
melewati dinding kapiler. Gaya ultrafiltrasi (tekanan hidrostatis kapiler
glomerulus) berasal dari tekanan arteri sistemi, yang diubah oleh tonus arteriole
aferen dan eferen. Gaya utama yang melawan ultrafiltrasi adalah tekanan onkotik
kapiler kapiler glomerulus, yang dibentuk oleh perbedaan tekanan antara kadar

protein plasma yang tinggi dalam kapiler dan ultrafiltrasi dalam ruang Bowman.
Filtrasi dapat diubah oleh kecepatan aliran plasma glomerulus, tekanan hidrostatis
dalam ruang Bowman, dan permeabilitas dari dinding kapiler glomerulus.
(Behrman, Kliegman, & Arvin, 2000)
Tekanan kapiler memiliki efek terhadap filtrasi glomerulus. Tekanan
hidrostatik pada kapileer merupakan gaya utama yang mendorong air serta solut
melewati membran filtrasi menuju kapsula Bowman. Tekanan ini dipengaruhi
secara tidak langsung oleh efisiensi kontraksi jantung dan secara langsung oleh
tekanan arterisistemik serta resistensi pada arteriol aferen dan eferen. Gaya yang
mendorong komponen darah untuk dapat masuk ke dalam kapsula Bowman
adalah tekanan hidrostatik kapiler, sedangkan gaya yang melawan masuknya
komponen darah tersebut adalah tekanan di ruang Bowman serta tekanan onkotik
efektif darah kaplier glomerulus.
Volume total cairan yang tersaring oleh glomerulus sekitar 180 L/hari,
atau 120 mL/menit. Jumlah filtrasi plasma per satuan waktu disebut glomerular
filtration rate (GFR), dan berbanding langsung dengan tekanan perfusi pada
kapiler glomerulus. Faktor-faktor yang menentukan GFR berkaitan langsung
dengan tekanan yang mendorong atau melawan filtrasi. Perubahan pada resistensi
arteriol aferen maupun eferen akan menyebabkan perubahan pada tekanan
hidrostatik kapiler serta GFR. Vasokonstriksi pada salah satu arteriol memiliki
efek berlawanan pada tekanan glomerular. Hal ini akan menurunkan GFR
sehingga cairan tubuh terjaga. Sebaliknya, konstriksi dari arteriol eferen akan
meningkatkan NFP dan selanjutnya meningkatkan GFR. Konstriksi dari kedua
arteril tersebut akan mengakibatkan perubahan kecil pada NFP, namun aliran
darah renal akan menurun sehingga GFR pun akan ikut berkurang. (McCance KL,
2002)
Sumber :
McCance KL, Huether SE, 2002. Pathophysiology; The biologic basic for disease
in adults and children, 4th ed. Missouri: Mosby