Anda di halaman 1dari 45

TUMOR ORBITA

OLEH
dr.NURCHALIZA H.SIREGAR.SpM

ANATOMI RONGGA ORBITA

ORBITA MERUPAKAN RONGGA BERBENTUK PYRAMID

MASING2 TULANG BERBENTUK LENGKUNG SEPERTI BUAH PEAR YANG MENGUNCUP

KE ARAH APEKS DAN KANAL OPTIK

RONGGA TERDIRI DARI 7 MACAM TULANG KRANIAL YANG SALING MELEKAT YAITU :

 BAGIAN ATAS

: OS FRONTAL, OS SPHENOIDALIS

 BAGIAN MEDIAL

: OS MAKSILARIS, OS LAKRIMALIS, OS SPHENOIDALIS, OS


ETHMOIDALIS, LAMINA PAPYRACEA

 BAGIAN BAWAH

: OS MAKSILARIS, OS ZIGOMATIKUM,OS PALATINUM

 BAGIAN LATERAL

: OS ZIGOMATIKUM, OS SPHENOIDALIS, OS FRONTALIS

Anatomi Orbita
1. TULANG MEMBENTUK RONGGA SBG
PERLINDUNGAN
2. JARINGAN LUNAK SBG BANTALAN
DAN FUNGSI GERAK
3. BOLA MATA :VISUS DAN LAPANG
PANDANGAN
4. KELOPAK MATA:TIRAI
PERLINDUNGAN

GEJALA-GEJALA PADA
GEJALAORBITA
YANG PERLU DIPERHATIKAN:
1. POSISI BOLA MATA
2. PENAMPILAN KELOPAK MATA
3. DIPLOPIA
4. GANGGUAN VISUS
5. RASA SAKIT
6. PEMBESARAN KELENJAR GETAH BENING
REGIONAL
7. PEMERIKSAAN TUMOR PRIMER DAN
METASTASE

PENATALAKSANAAN
PEMERIKSAAN ORBITA
PEMERIKSAAN KLINIS YAITU :
IDENTITAS
ANAMNESE
PEMERIKSAAN TAJAM PENGLIHATAN
PEMERIKSAAN POSISI DAN GERAK
BOLA MATA
PEMERIKSAAN INTRA OKULER
PEMERIKSAAN ORBITA

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

LABORATORIUM
PETANDA GANAS
FOTO ORBITA BAKU
TOMOGRAFI
USG
CT-SCAN
ARTERIOGRAFI

TANDA/ KELAINAN DAN


PEMERIKSAAN TUMOR ORBITA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

PROPTOSIS:diukur dgn eksoftalmometer dari rima orbita lateral ke


apeks kornea.Normal <20 mm,perbedaan >2 mm bermakna.Proptosis
aksial:tumor di intra konal.Non aksial: tumor di extrakonal.
VISUS bisa terganggu sebagai akibat dari:kompresi saraf
optik,peningkatan tekanan intra okular,exposure keratopathy,choroidal
fold,pseudohipermetropia,gangguan lapang pandangan.
STRABISMUS:.perubahan letak dan gerak bola mata.
PALPASI:konsistensinya,pergerakannya,nyeri
tekan,halus/berbenjol,pulsasi dan bruits.
SLIT LAMP:tidak stabil, karena terpapar oleh superior limbik
keratokonjungtivitis yg dihubungkan dgn penyakit distiroid
mata.Peningkatan tekanan intra okular terutama waktu melihat keatas.
OPTALMOSKOPI:kepucatan /pembengkakan papil saraf optik,choroidal
fold,opticociliary shunt
PEMERIKSAAN TAMBAHAN :kelenjar getah bening regional

PROPTOSIS (Forward
displacement of the eyeball beyond
the orbital margin)
Secara klinis dikenal 5 kelompok proptosis:
1. Unilateral proptosis : dermoid cyst,cysts of the
orbit, tumors of the orbit
2. Bilateral proptosis : tumors
3. Acute proptosis : rupture of ethmoidal mucocele
4. Intermittent proptosis: highly vascular tumors
5. Pulsating proptosis: carotico-cavernous fistula

Klasifikasi Tumor Orbita


berdasarkan asal jaringan dan
sifat tumor:
1.
2.
3.
4.

TUMOR PRIMER JINAK ORBITA


TUMOR PRIMER GANAS ORBITA
TUMOR EPITEL SEKUNDER ORBITA
TUMOR INVASI DAN METASTASE

KAUSA EKSOFTALMOS
(displacement of the eye ball
associated with thyroid disease)
INFLAMASI
1. Akut: selulitis orbita,pseudotumor tipe
limfoid,supuratif mukomikosis.
2. Khronis: aspergilus
parasit,tbc,sarkoid,sifilis,lesi jinak
limfoepitelial.
TRAUMA
1. Benda asing
2. Perdarahan orbita

Kelainan vaskular:
Lupus eritematosus,arteritis
kranial,thromboplebitis,vaskulitis
alergi,aneurisma arteriovena atau varises
Penyakit sistemik: tiroid,miastenia gravis.

APEKS ORBITA

TEMPAT MASUK SARAF DAN PEMBULUH DARAH KE MATA DAN TEMPAT ASAL
OTOT EKSTRAOKULER KECUALI m. OBLIQUS INFERIOR

ISI ORBITA
 PERTUMBUHAN MAKS.ORBITA DICAPAI PADA UMUR 18-20 TAHUN
 VOLUME
TINGGI
LEBAR
DALAM
 ISI ORBITA TOTAL

: 30 cc
: 35 mm
: 40 mm
: 40 mm
: BULBUS OKULI, LEMAK, PEMBULUH DARAH,
LIMFASCIA, SERAT KRANIAL III, IV DAN VI

PEMERIKSAAN
MELALUI TAHAPAN SEBAGAI BERIKUT

PEMERIKSAAN MEDIS
1.1

1.2

RIWAYAT PENYAKIT
- MALFORMASI A-V
- PENYAKIT INFEKSI
- PENYAKIT TIROID

PEMERIKSAAN MATA
- PROPTOSIS : CEPAT/LAMBAT, UMUR PENDERITA
(MENENTUKAN JENIS TUMOR )
- TAJAM PENGLIHATAN TURUN YANG BERSAMAAN
DENGAN PROPTOSIS,DIDUGA TUMOR BERADA DI APEKS
ATAU S.OPTIK
- PERIKSA KEADAAN PALPEBRA, KONJUNGTIVA,KORNEA,
IRIS, PUPIL, FUNDUS, PERGERAKAN OTOT BOLA MATA,
LAPANG PANDANGAN DAN TIO

1.3 PEMERIKSAAN ORBITA


- PENGUKURAN PROPTOSIS DENGAN EKSOFTALMOMETER HERTEL

- POSISI PROPTOSIS, AXIAL / NONAXIAL


- PALPASI DINILAI KONSISTENSINYA, PERGERAKAN, NYERI TEKANAN,
HALUS ATAU BERBENJOL PERMUKAAAN TUMOR.
- PULSASI DAN BRUITS

DIAGNOSTIK PENUNJANG

- FOTO ORBITA, TOMOGRAFI, CT SCAN, USG, VENOGRAFI, ARTERIOGRAFI DAN


RADIONUKLIR DILAKUKAN ATAS INDIKASI
- PATOLOGI ANATOMI
POTONG BEKU DAN PARAFIN

EYE TUMOR
I.

INTRAOCULAR TUMORS

1.TUMOR UVEA : IRIS MELANOMA, IRIS NAEVI, IRIS CYSTIS, CILIARY BODY
MELANOMA, CHOROIDAL MELANOMA, CHOROIDAL NAEVUS,
CHOROIDAL HEMANGIOMA.
2 .TUMOR RETINA : RETINOBLASTOMA,ASTROCYTOMA, CAPILLARY
HAEMANGIOMA, CAVERNOUS HAEMANGIOMA
3. TUMOR RETINAL PIGMENT EPITHELIUM : CONGENTIAL HYPERTROPHY
RPE,COMBINED HAMARTOMA RPE.
II.

ORBITAL TUMORS

1. VASCULAR : CAPILLARY HAEMANGIOMA, CAVERNOUS HAEMANGIOMA,


LYMPHANGIOMA.
2. LACRIMAL : PLEMORPHIC ADENOMA, CARCINOMA
3. NEURAL : OPTIC NERVE GLIOMA, OPTIC NERVE SHEATH
MENINGIOMA,NEUROFIBROMA
4. MISCELLANEUOS : LYMPHOMA, RHABDOMYOSARCOMA,METASTATIK
TUMORS

III.

ADNEXAL TUMOR < LOCATED ON EYELIDS >

1.SWEAT GLAND
a. APOCRINE TUMORS :
BENIGN
: HYROCYSTOMA, SYRINGOCYSTADENOMA, PAPILLIFERUM,
ADENOMA, CYLINDROMA
MALIGNANT
: ADENOCARCINOMA (OF THE GLAND OF MOLL)
b. ECCRINE TUMORS
BENIGN
: HYDROCYSTOMA, SAINGOMA, CHONDROID SYRINGOMA (MIXED
TUMOR) ACROSPIROMA, SPIRADENOMA
MALIGNANT
: PRIMARY MUCINOUS CA.(ADENOCYSTIC ). SYRINGIOMATOUS CA
2. PILAR TUMOURS (HAIR FOLLICLES )
3. SEBACEOUS TUMORS
4. LESIONS SIMULATING PRIMARY ADNEXAL TUMOR
5. CONJUNGTIVA TUMOURS
- MELANOTIC CONJUNCTIVAL LESIONS :NAEVUS, MELANOSIS, MELANOCYTOSIS,
MELANOMA AND PAM WITH ATYPIA
- SQUAMOUS CONJUNGTIVAL TUMOURS : SQUAMOUS PAPILLOMA, CONJUNCTIVALCORNEA INTRA-EPITHELIAL NEOPLASMA (CCIN)
SQUAMOUS GARCINOMA, CONJ.LYMPHOMA, CONJUNCTIVAL KAPOSIS SARCOMA.
INSIDEN ADNEXAL TUMOR LEBIH TINGGI DIBANDINGKAN TUMOR MATA YANG LAIN

1.

BASAL CELL CARCINOMA :


- SERING DIJUMPAI DI PALP INF & FOLLICLE RAMBUT .SLOWLY GROWING
- DAPAT INVASI KE ORBITA & SINUSES, NON METASTASE
- SEX INSIDEN PRIA > WANITA (PAYNE)66
>
(DUKE ELDER 69)
- UMUR : DEKADE IV (D.ELDER, PAYNE ) PERNAH DIJUMPAI UMUR 9 THN
- ETIOLOGI :
PAPARAN UV KRONIS
UV.A (320 400 nm)
UV.B (280 - 320 nm)
BERPERAN MENGINDUKSI KEGANASAN
UV.C (200 280 nm)
SEL NORMAL MUTASI GEN SEL GANAS

UV RADIASI
2.
3.

TRAUMA
LUKA BAKAR
GEJALA KLINIS
- POPULE BERBATAS TEGAS SEBAGIAN TRANSLUSEN PADA
PERMUKAANNYA, DIJUMPAI TELENGIEKTASE, KAWAH ULSER DIBAGIAN
TENGAH PADA LESI YANG LEBIH BESAR.

KLINIS HISTOPATOLOGIS :
- TIPE NODULAR
- TIPE ULSERATIF
- TIPE MULTISENTRIK
- TIPE MORFEA (SKLEROSING )
- TIPE COMPOUND

PENANGANAN
- EXCISION
- RADIATION
- CHEMOTHERAPY

SQUAMOUS CELL CARCINOMA


CAUSED : - LONG TERM EXPOSURE TO SUNLIGHT
- X- RAY THERAPY
- TRAUMA
- ARSENIC
- CHEMICAL
RISK APPEARANCE :
- WHITE ADULT POPULATION
- OUT DOOR WORKERS
- SAILORS
CHRONIC SUN EXPOSURE

CLINICAL APPEARANCE :
- PAINLESS HYPERKERATOTIC LESIONS
ENLARGES
ULCERATES
- SEVERE PAIN : TUMOR TENDENCY TO INVIDE THE ORBITAL NERVES
- TENDENCY TO METASTATIC TO REGIONAL LYMPH NODES
EVALUATION :
- INSPECTION & PALPATION FOR REGIONAL LYMPHADENOPATHY
HISTOPATHOLOGICALLY :
- ANAPALSTIC S.C WITH PLEOMORPHIC NUCLEI
- EOSINOPHILIC CYTOPLASM & INTERCELLULAR BRIDGE
TREATMENT :
- EXCISION (MARGIN CLEARACE +/- 10 mm )
- CHEMOTHERAPY
- RADIOTHERAPY :
WHEN SURGERY ISNT POSSIBLE.

Kista Dermoid
Tumor jinak kongenital. Bisa manifes pada
usia 30 s/d 40 tahun. Klinis : massa bulat
atau oval yang terletak dibawah kulit, kantus
external. Konsistensi kenyal, mudah
digerakkan dari kulit.Dinding kista terdiri dari
dermis dan epidermis kulit sehinga ditemukan
kelenjar sebasea, folikel rambut, lemak, otot
polos dan lain2. Isinya berupa cairan minyak
kecoklatan dengan kristal kolesterol dan
sering mengandung serat2
rambut.Pengobatannya: eksisi total.

Tumor Dermoid
Tumor jinak kongenital, biasanya terjadi
didaerah limbus. Klinis : massa
menonjol, batas tegas, warna keputihputihan, letak sebagian dikornea dan
sebagian di sklera. Tumor terdiri dari
jaringan ikat yang mengandung folikel
rambut dan kelenjar sebasea. Kadang2
dijumpai jaringan syaraf dan kelenjar
keringat juga jaringan tulang rawan.
Pengobatan : Eksisi dan Keratoplasti
Lamelar.

Xanthelasma
Suatu massa kekuning-kuningan sedikit
lebih tinggi dari permukaaan kulit.
Lokasi sering di kantus medialis.
Penyebab: karena degenerasi lemak
sel2 jaringan ikat lapisan dermis disertai
pengendapan pigment Zanthochrome.
Pengobatan: eksisi

Papiloma
Sering ditemukan di margo palpebra
dan limbus.Klinis tampak massa tumor
seperti bunga kol dan biasanya
bertangkai.Tumor ini bisa tumbuh
besar, sehingga seperti menyerupai
keganasan. Bertendensi untuk berulang
kambuh diduga ada kaitannya dengan
infeksi virus. Pengobatan: eksisi total.

Retinoblastoma
Tumor ganas intraokular yang sering
pada anak, frekwensi diperkirakan 1
dalam 14.000 s/d 40.000 lahir
hidup.Ditemukan bilateral pada 30 s/d
35 % kasus. Sering pada usia 18 bulan
dan 90% didiagnosa pada usia 3
tahun.Bersifat herediter, autosomal
dominan. 94 % sporadis dimana 25 %
merupakan mutasi genetik, 75 % mutasi
somatik. Gejala klinis:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Leukokoria
61 %
Strabismus
22 %
Gangguan penglihatan
5%
Melalui pemeriksaan mata rutin
4%
Radang orbita dan proptosis
2%
Mata merah nyeri karena glaukoma sekunder 2 %
Dilatasi pupil uniteral
1%
Hifema spontan
0,5 %
Heterokhromia
0,5 %
Tidak tercatat
2%

Pengobatan: Enukleasi, Radiasi, Eksentrasi,


Kemoterapi.

Hemangioma
Tumor vaskular merupakan tumor jinak
primer.Dibagi 2 kelompok :
1. Hemangioma kapiler : timbul bulan
pertama setelah lahir.Letaknya di
orbital dibagian anterior. Terlihat nodul
merah yang makin membesar, bila
tumor letak dibelakang,akan timbul
exopthalmos. Kulit palpebra terlihat
seperti strawberry birthmark.
Pengobatan diberikan bila ditemukan
disfungsi mata atau deformitas berat :
steroid sistemik

2. Hemangioma kavernosa. Tumor jinak


orbital yang paling sering terjadi pada
orang dewasa. Klinis: terlihat
exophtalmos yang progresive lambat,
mulai pada usia 20 s/d 40 tahun. Tumor
ini jarang mengalami involusi spontan.
Diagnosa ditegakan dengan USG dan
CT Scan. Pengobatan: Eksisi.

Neurofibroma
Terdiri dari sel2 Schwann yang
berproliferasi difuse dalam selubung syaraf.
Umumnya ditemukan pada penyakit Von
Recklinghausen. Dijumpai destruksi tulang,
bila mengenai tulang pemisah dengan
rongga kranium akan menyebabkan pulsasi
intraknial yang dapat terlihat pada mata.
Pulsasi bola mata sesuai dengan denyut
nadi tapi tidak disertai bruit.Pengobatan:
dilakukan eksisi tumor dilanjut dengan
rekonstruksi. Umumnya tumor akan
kambuh secara lambat.

Rhabdomiosarkoma
Tumor ganas primer pada orbita yang
paling sering ditemukan pada anakanak. Berasal dari otot-otot
ekstraokuler atau otot kelopak mata.
Diagnosa dengan USG dan CT Scan.
Diagnosa pasti biopsi.Terapi:
Chemotherapi

Pseudotumor = Granuloma Kronik


( idiopathic orbital inflammation )
Sebenarnya tidak termasuk tumor orbita, tetapi
perlu diungkapkan disini karena memberi
gambaran yang sama yaitu exophthalmos.
Klinis: penderita dengan pseudotumor sering
mengeluh nyeri daerah orbita, gerakan mata
terbatas, exopththalmus dengan visus
menurun,diplopia,chemosis.Pengobatan dengan
kortikosteroid sistemik dosis tinggi atau dengan
iradiasi dosis rendah.

Lacrimal gland tumor


Klinis tampak massa di superotemporal
palpebra,bisa displacement orbita ke
inferior dan medial,proptosis non aksial.
Benigna:Pleomorfik adenoma.
Karsinoma:adenoid
kistik,adenokarsinoma,mukoepidermoid.
50 % inflamasi dan proliferasi limfoid.
Terapi :Resection,exentration

MENINGIOMA
Meningothelial cells arachnoid di otak yg extensions ke
n.optikus.
Dewasa 30 -50 thn. > wanita
Painless,visual loss unilateral,mild ipsilateral axial
proptosis
Colorvision abnormal.
Tumbuh lambat,invasif lokal
Penurunan visus sblm timbul proptosis
Kelainan fundus:papil edema,optik atropi,opticocilliary
shunt.
Penatalaksanaan: Konservatif atau Lateral
orbitotomi,exentration