Anda di halaman 1dari 23

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Banyak fenomena-fenomena alam yang kurang kita perhatikan akan tetapi
fenomena-fenomena tersebut mempunyai hubungan dengan adanya tegangan
permukaan. Sering terlihat peristiwa-peristiwa alam yang tidak diperhatikan dengan
teliti misalnya tetes-tetes zat cair pada pipa keran yang bukan suatu aliran, laba-laba air
yang berada di atas permukaan air, mainan gelembung-gelembung sabun, pisau silet
yang diletakkan perlahan-lahan di atas permukaan zat cair yang terapung, dan naiknya
air pada pipa kapiler. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya gaya-gaya yang bekerja
pada permukaan zat cair atau pada batas antara zat cair dengan bahan lain.
Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair
(fluida) yang berada pada keadaan diam (statis). Contoh yang menarik, tetes air
cenderung berbentuk seperti balon (yang merupakan gambaran luas minimum sebuah
volume) dengan zat cair berada di tengahnya.
Dimana dalam tegangan permukaan terdapat fase cair yang berupa sistem dua
atau multi komponen, yakni larutan juga sangat penting.Larutan terdiri atas cairan yang
melarutkan zat (pelarut) dan zat yang larut di dalamnya (zat terlarut). Pelarut tidak
harus cairan, tetapi dapat berupa padatan atau gas asal dapat melarutkan zat lain.
Sistem semacam ini disebut sistem dispersi. Untuk sistem dispersi, zat yang berfungsi

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

seperti pelarut disebut medium pendispersi, sementara zat yang berperan seperti zat
terlarut disebutdengan zat terdispersi(dispersoid).
B. Maksud Percobaan
Adapun maksud dari percobaan ini adalah untuk memahami cara menentukan
besarnya tegangan permukaan yang terjadi pada suatu zat cair yang saling tidak
bercampur.
C. Tujuan Praktikum
1. Menerangkan faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan suatu zat
cair.
2. Menentukan tegangan permukaan zat cair.
3. Menentukan konsentrasi misel kritis suatu surfaktan dengan metode tegangan
permukaan.

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Umum
Molekul-molekul pada permukaan cairan mempunyai sifat khusus yang
tidak dimiliki oleh sebagian dasar molekul-molekul dalam cairan. Salah satu sifat
khusus ini adalah tegangan permukaan. Apabila jarum diletakkan secara hati-hati
di atas permukaan jarum akan terapung, padahal jelas berat jenis jarum lebih besar
daripada berat jenis air, sehingga diharapkan jarum akan tenggelam. Terapungnya
jarum disebabkan permukaan air seolah-olah diliputi oleh selaput tipis yang
berhubungan dengan tegangan permukaan adalah terbentuknya miniskus apabila
dimasukkan cairan ke dalam tabung reaksi. Air yang membasahi dinding kapiler
dan akan naik sehingga lebih tinggi daripada permukaan air sekitarnya. Spons
yang dapat menyerap air ataupun air yang dapat meresap ke dalam tanah
merupakan beberapa contoh yang menunjukkan bahwa tegangan permukaan
memang ada (Bird,1993).
Permukaan zat cair mempunyai sifat ingin merenggang, sehingga
permukaannya seolah-olah ditutupi oleh suatu lapisan yang elastis. Hal ini
disebabkan adanya gaya tarik-menarik antar partikel sejenis didalam zat cair
sampai ke permukaan. Di dalam cairan, tiap molekul ditarik oleh molekul lain
yang sejenis di dekatnya dengan gaya yang sama ke segala arah. Akibatnya tidak
terdapat sisa (resultan) gaya yang bekerja pada masing-masing molekul. Adanya
NUR ATIKA AHMAD
15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

gaya atau tarikan kebawah menyebabkan permukaan cairan berkontraksi dan


berada dalam keadaan tegang. tegangan ini disebut dengan tegangan permukaan
(Herinaldi, 2004).
Molekul-molekul yang berada dalam fasa cair seluruhnya akan dikelilingi
oleh molekul-molekul dengan gaya tarik-menarik yang sama ke segala arah.
Sedangkan molekul pada permukaan mengalami tarikan kedalam rongga cairan
karena gaya tarik-menarik di dalam rongga cairan lebih besar daripada gaya tarikmenarik oleh molekul uap yang diatas permukaa cairan. Hal ini berakibat
permukaan cenderung mengerut untuk mencapai luas yang sekecil mungkin
(Halliday dan Resnick, 1991).
Tegangan permukaan bervariasi antara berbagai cairan. Air memiliki
tegangan permukaan yang tinggi dan merupakan agen pembasah yang buruk
karena air membentuk droplet, misalnya tetesan air hujan pada kaca depan mobil.
Permukaan air membentuk suatu lapisan yang cukup kuat sehingga beberapa
serangga dapat berjalan diatasnya (Suminar, 2001).
Tegangan yang terjadi pada air akan bertambah dengan penambahan
garam-garam anorganik atau senyawa-senyawa elektrolit, tetapi akan berkurang
dengan penambahan senyawa organik tertentu antara lain sabun. Didalam teori ini
dikatakan bahwa penambahan emulgator akan menurunkan dan menghilangkan
tegangan permukaan yang terjadi pada bidang batas sehingga antara kedua zat cair
tersebut akan mudah bercampur (Mawarda, 2009).

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

Daya tarik kapiler disebabkan oleh tegangan permukaan dan oleh nilai
relatif adhesi antara cairan dan benda padat terhadap kohesi cairan. Cairan yang
membasahi benda padat mempunyai adhesi yang lebih besar daripada kohesi.
Kegiatan tegangan permukaan dalam hal ini menyebabkan cairan naik di dalam
tabung vertical kecil yang terendam sebagian dalam cairan itu. Bagi cairan yang
tidak membasahi benda padat, tegangan permukaan cenderung untuk menekan
miniskus dalam tabung vertikel kecil. Bila sudut kontak antara cairan dan zat padat
diketahui maka kenaikan kapiler dapat dihitung untuk bentuk miniskus yang
diasumsikan (Benjamin,1988).
Tegangan permukaan sebuah campuran zat cair fungsi sederhana
permukaan komponen murni karena komposisi permukaan pada campuran tidak
sama dengan komposisi pada cairnya. Dalam situasi begini, kita hanya mengetahui
komposisi badan cair (Reed,1991).
Tegangan permukaan juga merupakan sifat fisik yang berhubungan dengan
gaya antarmolekul dalam cairan dan didefinisikan sebagai hambatan peningkatan
luas permukaan cairan. Awalnya tegangan permukaan didefinisikan pada antar
muka cairan dan gas. Namun, tegangan yang mirip juga ada pada tegangan antar
muka cairan-cairan, atau padatan dan gas. Tegangan semacam ini secara umum
disebut dengan tegangan antar muka (Douglas.2001).

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

B.Uraian Bahan
1. Air Suling (Dirjen POM,1979)
Nama Resmi

: Aqua destillata

Nama Lain

: Air Suling

Pemerian

: Cairan

jernih, tidak berwarna, tidak berbau,

tidak mempunyai rasa


Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan

: Sebagai Pelarut

2. Tween-80 (Ditjen POM,1979)


Nama resmi

: POLYSORBATUM 80

Nama lain

: Polisorbat 80, tween

Pemerian

: Cairan kental,

transparan, tidak

berwarna

berwarna,hampir tidak mempunyai rasa


Kelarutan

: Mudah larut dalam air, dalam etanol (95%) P


dalam etil asetat P dan dalam methanol P,
sukar larut dalam parafin cair P dan dalam biji
kapas P

Kegunaan

: Sebagai pelarut

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup rapat

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

3. Parafin cair / minyak mineral (Dirjen POM,1979:474)


Nama Resmi

: Parafinum Uquidum

Nama Lain

: Parafin Cair

Pemerian

: Cairan kental,

transparan,

berwarna, hampir tidak


tidak
Kelarutan

tidak berwarna
berbau, hampir

mempunyai rasa

: Hampir tidak larut dalam air, dan dalam etanol


( 95%)P, larut dalam Kloroform P

Penyimpanan

: Dalam wadah

tertutup rapat, terlindung dari

cahaya
Kegunaan

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

: Sebagai sampel uji

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

C.Prosedur Kerja

Alat

Bahan

a.

Botol 100 ml

a. Aquadest

b.

Piknometer 25 ml

b. Parafin cair

c.

Timbangan digital

c. Tween 80

d.

Timbangna analitik

e.

Pipet tetes

f.

Cawan petri

g.

Pipa kapiler

h.

Mistar penggaris

Tentukan tegangan permukaan zat-zat berikut ini dengan metode kenaikan kapiler
1.

Air

2.

Larutan Tween 80 dengan konsentrasi 0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1,0; 2,0; 4,0; 6,0; 8,0
dan 10,0 mg/100 ml air

3.

Parafin cair

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

BAB III

PROSEDUR KERJA
A. Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu cawan petri, mistar
penggaris, pikonometer 50 ml, pipa kapiler, pipet tetes, timbangan anlitik dan
timbangan digital.
B. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu aquadest, paraffin
cair dan tween 80.
C. Cara Kerja
Pada percobaan tegangan permukaan, pertama yang di lakukan di siapkan
bahan dan alat yang di gunakan lalu di timbang sampel( tween 80 3 % ) yang mau di
ukur tegangan permukaannya,setelah di ukur dilarutkan dengan aguadest sebanyak 100
ml di dalam Erlenmeyer, di aduk dengan batang pengaduk sampai sampel ( tween 80 3
%) larut, lalu di pipet 10 ml di masukan dalam cawan petri,di ambil pipa kapiler di
masukan ke dalam larutan tersebut,lalu di ukur berapa tegangan permukaannya dengan
penggaris,catat hasil pengamatan dalam table.ulangi cara kerja di atas dengan
menggunakan (air, paraffin cair dan larutan tween 80 dengan konsenrasi 1%, 2 %, 4 %,
5%, 6%, 7%,8%,9%, dan 10 % ).

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil
No Nama Zat

Tinggi Cairan

Bobot Jenis

Tegangan Permukaan

(cm)

(g/ml)

(dyne/ml)

Aquadest

1,5

1,08

45,6435

Tween 1 %

1,4

1,08

42,6006

Tween 2 %

1,3

1,08

39,5577

Tween 3 %

1,4

1,08

42,6006

Tween 4 %

1,2

1,08

36,5148

Tween 5 %

1,4

1,08

42,6006

Tween 6 %

1,5

1,08

45,6435

Tween 7 %

1,3

1,08

39,5577

Tween 8 %

1,4

1,08

42,6006

10

Tween 9 %

1,3

1,08

39,5577

11

Tween 10 %

0,8

1,08

24,34

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

B. Pembahasan
Tegangan permukaan adalah tegangan yang timbul karena permukaan
suatu zat bertemu dengan udara. Tegangan antar muka yaitu batas antar fase-fase
zat yang tidak saling bercampur. Gaya adhesi yaitu gaya tarik-menarik antara
molekul-molekul yang tidak sejenis sedangkan gaya kohesi yaitu gaya tarik
menarik antara molekul-molekul yang sejenis.Energi bebas permukaan yaitu
usaha yang dilakukan untuk memperluas permukaan.
Tegangan permukaan lebih besar daripada tegangan antar muka karena
pada tegangan permukaan terjadi gaya kohesi yang besar pada zat dan tidak
memungkinkan terjadinya gaya adhesi karena salah satu fasenya adalah gas
sedangkan pada tegangan antar muka tegangannya lebih kecil karena gaya
adhesinya besar.
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk menerangkan factor-faktor
yang mempengaruhi tegangan permukaan suatu zat cair, menentukan tegangan
permukaan zat cair dan menentukan konsentrasi misel kritik suatu surfaktan
dengan metode tegangan permukaan.
Untuk menentukan tegangangan permukaan dapat dugunakan metode
Cincin Du Nuoy, dengan prinsip kerja didasarkan atas kenyataan bahwa gaya
yang dibutuhkan untuk melepaskan cincin yang tercelup kedalam zat air
sebanding dengan tegangan permukaan atau antar muka. Gaya yang dibutuhkan

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

untuk melepaskan cincin dalam hal ini diberikan oleh kawat torsi dan dinyatakan
dalam dyne.

sedangkan untuk menentukan tegangan permukaan digunakan metode kenaikan


kapiler.
Berdasarkan literatur bahwa tegangan permukaan air lebih tinggi
dibandingkan tegangan permukaan tween 80. Karena memiliki tegangan antar
muka sehingga digunakan surfaktan untuk menghilangkan tegangan permukaan
tersebut agar dapat membuat suatu sediaan emulsi dalam bidang farmasi.
Faktor-faktor yang mempenganruhi tegangan permukaan yaitu:
a. Temperatur
Tegangan permukaan dari kebanyakan cairan turun hampir secara linear
dengan naiknya temperatur. Dimana daerah tempertur kritisnya, tegangan
permukaan suatu cairan menjadi nol.
b. Perubahan Luas Permukaan
Merupakan faktor kapasitas dan energi bebas permukaan untuk menentukan
tegangan permukaan.
Surfaktan merupakan zat yang bersifat ganda yaitu dapat bersifat lifofil
dan hidrofil. Dengan sifat tersebut sehingga memungkinkan untuk dapat
NUR ATIKA AHMAD
15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

menurunkan tegangan permukaan dan tegangan antar muka dengan cara


mengabsorpsi zat yang mempunyai sifat yang berbeda sehingga dapat
menurunkan tegangan permukaan dan tegangan antar muka.
Dari praktikum di atas di peroleh hasil ,untuk tegangan permukaan air
sebesar 45,46 dyne/cm, tween 80 untuk 1% 42,6006 dyne/cm, tween 80 untuk
2% 39,5577 dyne/cm, tween 80 untuk 3% sebesar 42,6006 dyne/cm, tween 80
untuk 4% 38,340 dyne/cm, tween 80 untuk 5% sebesar 42,6006 dyne/cm, tween
80 untuk 6% 45,6435 dyne/cm, tween 80 untuk 7% 39,5577 dyne/cm, tween 80
untuk 8% 42,6006 dyne/cm, tween 80 untuk 9% 39,5577 dyne/cm dan tween 80
untuk 10% sebesar 24,34 dyne/cm.

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahawa:
1. Tegangan permukaan air adalah 45,6435 dyne/ml, tween 80 1% adalah 42,6006
dyne/ml, tween 80 2% adalah 39,5577, tween 80 3% adalah 42,6006, tween 80 4%
adalah 36,5148, tween 80 5% adalah 42,6006, tween 80 6% adalah 45,6435,
tween 80 7% adalah 39,5577, tween 80 8% adalah 42,6006, tween 80 9% adalah
39,5577 dan tween 80 10% adalah 24,34 dyne/ml
2. KMK (Konsentrasi Misel Kritik) terbentuk pada konsentrasi tween 6% sampai
tween 10%.
B. Saran
Diharapkan praktikan lebih teliti dalam mengukur kenaikan tegangan
permukaan serta penimbangan bahan juga lebih tepat agar hasil yang didapatkan
lebih akurat.

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

PERHITUNGAN
a. Perhitungan
Diameter

= 1,5 mm

Jari-jari (r) =
Tween
Air

= 0,575 mm

0,0575 cm

= 1,08 g/ml

xrxxgxh

x 0,0575 x 1,5 x 980 x 1,08

= 45,64 dyne/cm
Tween 1 %

xrxxgxh

x 0,0575 x 1,4 x 1,08 x 980

= 42,6006 dyne/cm
Tween 2 %

xrxxgxh

x 0,0575 x 1,3 x 1,08 x 980

= 39,5577 dyne/cm
Tween 3 %

xrxxgxh

x 0,0575 x 1,4 x 1,08 x 980

= 43,513 dyne/cm
Tween 4 %

xrxxgxh

x 0,0575 x 1,2 x 1,08 x 980

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

= 38,340 dyne/cm
Tween 5 %

xrxxgxh

x 0,0575 x 1,4 x 1,08 x 980

= 42,6006 dyne/cm
Tween 6 %

xrxxgxh

x 0,0575 x 1,5 x 1,08 x 980

= 45,6435 dyne/cm
Tween 7 %

xrxxgxh

x 0,0575 x 1,3 x 1,08 x 980

= 39,5577 dyne/cm
Tween 8 %

xrxxgxh

x 0,0575 x 1,4 x 1,08 x 980

= 42,6006 dyne/cm
Tween 9 %

xrxxgxh

x 0,0575 x 1,3 x 1,08 x 980

= 39,5577 dyne/cm
Tween 10 % =
=

xrxxgxh
x 0,0575 x 0,8 x 1,08 x 980

= 24,34 dyne/cm
NUR ATIKA AHMAD
15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

r = Jari-jari
=

= x 1,2 mm
= 0,6 mm = 0,06 cm
g = 9,81
= 981

= 29, 43

=
= 19,85
Bj Tween =

Bj Tween 0,4 mg =
= 0,974 g/ml

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

= 19,447

= 25,40

= 23,40

= 22,672

= 16,81

=
= 26,16

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

=
= 28,22

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

LAMPIRAN
Kurva
Grafik Hubungan antara Konsentrasi surfaktan dan tegangan permukaan
30

Tegangan permukaan

25
20
15
Series1

10
5
0
0

konsentrasi surfaktan

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

DAFTAR PUSTAKA
Herinaldi.2004.Mekanika Fluida, terjemahan dari Fundamental of Fluids Mechanic
oleh Donald F. Young. Erlangga.Jakarta.
Mawarda.
2009.
Utama.Jakarta.

Tegangan

Permukaan dan Kapasitas. PT Gramedia Pustaka

Prijono, Arko.1995. Mekanika Fluida, tejemaham dari


Victor L. Streeter. Erlangga.Jakarta.

Fluids of

Mechanicoleh

Suminar.2001. Prinsip-Prinsip Kimia Modern, tejemaham dari Principles of Modern


Chemistry oleh David Oxtoby. Erlangga.Jakarta.
Bird., 1993., Kimia Fisika Untuk Universitas.,PT.Gramedia Pustaka Utama., Jakarta
Dirjen POM., 1979., Farmakope Indonesia Edisi III., Departemen Kesehatan RI.,
Jakarta
Kosman,R., 2006.,Farmasi Fisika., UMI., Makassar
Maksud,L., 1992., Dasar-dasar Analisis Aliran Disfungsi dan Muatan., UII Press.,
Jogjakarta
Reed., 1991.,

Sifat

Gas

dan

Zat Cair., PT.Gramedia Pustaka Utama., Jakarta

Wyle,B.E., 1988.,Mekanika Fluida., Erlangga., Jakarta

SKEMA KERJA

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

Diambil air dengan menggunakan pipa kapiler lalu diukur tingginya


kemudian dihitung tegangan permukaannya.

Diambil larutan tween 80 dengan menggunakan pipa kapiler dengan


konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, 10% lalu ukur tingginya dan
hitung tegangan permukaannya.

Diambil Parafin cair menggunakan pipa kapiler lalu diukur tingginya


kemudian dihitung tegangan permukaannya.
BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada percobaan reologi dapat di simulkan bahwa :
a. sampel susu ultra,sirup marjan,buavita menunjukkan aliran dilatan.
b. sampel topping blueberry dan hndbody marina menunjukkan aliran plastis.
B. saran
Sebaiknya alat dalam laboratorium diperlengkap agar praktikum berjalan
dengan lancar

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

TEGANGAN PERMUKAAN 2014

LAMPIRAN
Gambar

Tween 80

capor

Pipa kapiler

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF