Anda di halaman 1dari 12

.

R KOMPARATOR

Rangkaian

Komparator adalah

alat

yang

di

gunakan untuk membandingkan ukuran panjang, komparator umumnya di buat dari sebuah teleskop
atau mikroskop yang di gerakan naik turun pada sebuah skala. Komparator juga bisa di sebut
sebagai alat yang di gunakan untuk membuat perbandingan antara dua sinar atau warna.

Selain itu, ada juga yang di sebut dengan rangkaian komparator tegangan. Komparator tegangan
adalah sebuah rangkaian yang dapat dengan cermat membandingkan besar tegangan yang di
hasilkan. Rangkaian ini biasanya menggunakan komparator Op-Amp sebagai piranti utama dalam
sebuah rangkaian. Saat ini terdapat dua jenis komparator tegangan, yaitu komparator tegangan
sederhana dan komparator tegangan dengan histerisis.

Rangkaian Komparator Tegangan Sederhana

Rangkaian komparator ini dapat kita rangkai menggunakan Vref yang di hubungkan ke V Supply,
kemudian kedua resistor di gunakan sebagai pembagi tegangan, sehingga nilai tegangan yang di
hasilkan dari komparator Op-Amp adalah semakin besar. Komparator Op-Amp akan membandingkan
nilai tegangan pada kedua tegangan, apabila sebuah tegangan (-) lebih besar dari tegangan
masukan (+) maka keluaran Op-Amp akan menjadi sama v Supply. Untuk Op-Amp yang sesuai
dengan pemakaian pada rangkaian Op-Amp untuk komparator biasanya menggunakan op-amp
dengan tipe LM339 yang banbyak di pasaran.

Rangkaian Komparator Tegangan Histerisis

Tujuan Rangkaian komparator ini adalah untuk meminimalkan efeknois pada tegangan masukan.
Misalnya tegangan referinsanya di set 3,3 V, sedangkan rangkaian ini juga memiliki nois sebesar 0,1
V, maka tegangan inputnya menjadi tepat 3,3 V dan keluarannya juga akan berfuktuatif sesuai dari
noisnya. Dengan menggunakan komparator histerisis, maka keluaranya tidak akan berlogika sebelum
input melewati batas dan sebaliknya.
Dengan menggunakan komparator LM324 maka tegangan sinyal ramp yang di hasilkan oleh
rangkaian generator ini akan di bandingkan dengan tegangan dari potensiometer. Tegangan
potensiometer tersebut bervariasi antara 0 volt sampai 10 volt DC.
Pada saat rangkaian ramp berada di bawah tegangan potensiometer maka output dari komparator
LM324 adalah 10 Volt sehingga terdapat arus yang mengalir pada R7. Apabila tegangan ramp lebih
tinggi dari pada tegangan potensiometer maka output dari LM324 adalah 0 volt. Arus ini merupakan
arus aktivasi optocoupler pada bagian triac.

Komparator Op-Amp
Diposkan oleh Agus Tri Atmadi di 18.47

Penguat operasional (Op Amp) adalah suatu rangkaian terintegrasi yang berisi beberapa
tingkat dan konfigurasi penguat diferensial yang telah dijelaskan di atas. Penguat
operasional memilki dua masukan dan satu keluaran serta memiliki penguatan DC yang
tinggi. Untuk dapat bekerja dengan baik, penfuat operasional memerlukan tegangan
catu yang simetris yaitu tegangan yang berharga positif (+V) dan tegangan yang
berharga negatif (-V) terhadap tanah (ground). Berikut ini adalah simbol dari penguat
operasional:

Penguat operasional banyak digunakan dalam berbagai aplikasi karena beberapa


keunggulan yang dimilikinya, seperti penguatan yang tinggi, impedansi m`sukan yang
tinggi, impedansi keluaran yang rendah dan lain sebagainya. Berikut ini adalah
karakteristik dari Op Amp ideal:
1.

Penguatan tegangan lingkar terbuka (open-loop voltage gain) AVOL = -

2.

Tegangan ofset keluaran (output offset voltage) VOO = 0

3.

Hambatan masukan (input resistance) RI =

4.

Hambatan keluaran (output resistance) RO = 0

5.

Lebar pita (band width) BW =

6.

Waktu tanggapan (respon time) = 0 detik

7.

Karakteristik tidak berubah dengan suhu

Kondisi ideal tersebut hanya merupakan kondisi teoritis tidak mungkun dapat dicapai
dalam kondisi praktis. Tetapi para pembuat Op Amp berusaha untuk membuat Op Amp
yang memiliki karakteristik mendekati kondisi-kondisi di atas. Karena itu sebuah Op
Amp yang baik harus memiliki karakteristik yang mendekati kondisi ideal. Berikut ini
akan dijelaskan satu persatu tentang kondisi-kondisi ideal dari Op Amp.

Penguatan tegangan lingkar terbuka (open loop voltage gain) adalah penguatan
diferensial Op Amp pada kondisi dimana tidak terdapat umpan balik (feedback) yang
diterapkan padanya seberti yang terlihat pada gambar 2.2. Secara ideal, penguatan
tegangan lingkar terbuka adalah:
AVOL = Vo / Vid = -
AVOL = Vo/(V1-V2) = -
Tanda negatif menandakan bahwa tegangan keluaran VO berbeda fasa dengan tegangan
masukan Vid. Konsep tentang penguatan tegangan tak berhingga tersebut sukar untuk
divisualisasikan dan tidak mungkin untuk diwujudkan. Suatu hal yang perlu untuk
dimengerti adalah bahwa tegangan keluaran VO jauh lebih besar daripada tegangan
masukan Vid. Dalam kondisi praktis, harga AVOL adalah antara 5000 (sekitar 74 dB)
hingga 100000 (sekitar 100 dB).
Tetapi dalam penerapannya tegangan keluaran VO tidak lebih dari tegangan catu yang
diberikan pada Op Amp. Karena itu Op Amp baik digunakan untuk menguatkan sinyal
yang amplitudonya sangat kecil.

Tegangan ofset keluaran (output offset voltage) VOO adalah harga tegangan keluaran
dari Op Amp terhadap tanah (ground) pada kondisi tegangan masukan Vid = 0. Secara
ideal, harga VOO = 0 V. Op Amp yang dapat memenuhi harga tersebut disebut sebagai
Op Amp dengan CMR (common mode rejection) ideal.
Tetapi dalam kondisi praktis, akibat adanya ketidakseimbangan dan ketidakidentikan
dalam penguat diferensial dalam Op Amp tersebut, maka tegangan ofset VOO biasanya
berharga sedikit di atas 0 V. Apalagi apabila tidak digunakan umpan balik maka harga
VOO akan menjadi cukup besar untuk menimbulkan saturasi pada keluaran. Untuk
mengatasi hal ini, maka perlu diterapakan tegangan koreksi pada Op Amp. Hal ini

dilakukan agar pada saat tegangan masukan Vid = 0, tegangan keluaran VO juga = 0.
Apabila hal ini tercapai.

Hambatan masukan (input resistance) Ri dari Op Amp adalah besar hambatan di antara
kedua masukan Op Amp. Secara ideal hambatan masukan Op Amp adalah tak
berhingga. Tetapi dalam kondisi praktis, harga hambatan masukan Op Amp adalah
antara 5 kW hingga 20 MW, tergantung pada tipe Op Amp. Harga ini biasanya diukur
pada kondisi Op Amp tanpa umpan balik. Apabila suatu umpan balik negatif (negative
feedback) diterapkan pada Op Amp, maka hambatan masukan Op Amp akan meningkat.
Dalam suatu penguat, hambatan masukan yang besar adalah suatu hal yang
diharapkan. Semakin besar hambatan masukan suatu penguat, semakin baik penguat
tersebut dalam menguatkan sinyal yang amplitudonya sangat kecil. Dengan hambatan
masukan yang besar, maka sumber sinyal masukan tidak terbebani terlalu besar.

Hambatan Keluaran (output resistance) RO dari Op Amp adalah besarnya hambatan


dalam yang timbul pada saat Op Amp bekerja sebagai pembangkit sinyal. Secara ideal
harga hambatan keluaran RO Op Alp adalah = 0. Apabla hal ini tercapai, maka seluruh
tegangan keluaran Op Amp akan timbul pada beban keluaran (RL), sehingga dalam
suatu penguat, hambatan keluaran yang kecil sangat diharapkan.
Dalam kondisi praktis harga hambatan keluaran Op Amp adalah antara beberapa ohm
hingga ratusan ohm pada kondisi tanpa umpan balik. Dengan diterapkannya umpan
balik, maka harga hambatan keluaran akan menurun hingga mendekati kondisi ideal.

Lebar pita (band width) BW dari Op Amp adalah lebar frekuensi tertentu dimana
tegangan keluaran tidak jatuh lebih dari 0,707 dari harga tegangan maksimum pada
saat amplitudo tegangan masukan konstan. Secara ideal, Op Amp memiliki lebar pita
yang tak terhingga. Tetapi dalam penerapannya, hal ini jauh dari kenyataan.
Sebagian besar Op Amp sebagian memiliki lebar pita hingga 1 MHz dan biasanya
diterapkan pada sinyal dengan frekuensi beberapa kiloHertz. Tetapi ada juga Op Amp
yang khusus dirancang untuk bekerja pada frekuensi beberapa MegaHertz. Op Amp jenis
ini juga harus didukung kolponen eksternal yang dapat mengkompensasi frekuensi tinggi
agar dapat bekerja dengan baik.

Waktu tanggapan (respon time) dari Op Amp adalah waktu yang diperlukan oleh
keluaran untuk berubah setelah masukan berubah. Secara ideal harga waktu respon Op
Amp adalah = 0 detik, yaitu keluaran harus berubah langsung pada saat masukan
berubah.
Tetapi dalam prakteknya, waktu tanggapan dari Op Amp memang cepat tetapi tidak
langsung berubah sesuai masukan. Waktu tanggapan Op Amp umumnya adalah
beberapa mikro detik hal ini disebut juga slew rate. Perubahan keluaran yang hanya
beberapa mikrodetik setelah perubahan masukan tersebut umumnya disertai dengan
oveshoot yaitu lonjakan yang melebihi kondisi steady state. Tetapi pada penerapan
biasa, hal ini dapat diabaikan.

Sebagai mana diketahui, suatu bahan semikonduktor yang akan berubah


karakteristiknya apabila terjadi perubahan suhu yang cukup besar. Pada Op Amp yang
ideal, karakteristiknya tidak berubah terhadap perubahan suhu. Tetapi dalam
prakteknya, karakteristik sebuah Op Amp pada umumnya sedikit berubah, walaupun
pada penerapan biasa, perubahan tersebut dapat diabaikan.

KOMPARATOR
Komparator adalah komponen elektronik yang berfungsi membandingkan dua nilai
kemudian memberikan hasilnya, mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil.
Komparator bisa dibuat dari konfigurasi open-loop Op Amp. Jika kedua input pada Op
Amp pada kondisi open-loop, maka Op Amp akan membandingkan kedua saluran input
tersebut. Hasil komparasi dua tegangan pada saluran masukan akan menghasilkan
tegangan saturasi positif (+Vsat) atau saturasi negatif (-Vsat).
Sebuah rangkaian komparator pada Op Amp akan membandingkan tegangan yang
masuk pada satu saluran input dengan tegangan pada saluran input lain, yang disebut
tegangan referensi. Tegangan output berupa tegangan high atau low sesuai dengan
perbandingan Vin dan Vref. Dan berikut adalah rangkaian komparator sederhana.

Vref di hubungkan ke +V supply, kemudian R1 dan R2 digunakan sebagai pembagi


tegangan, sehingg nilai tegangan yang di referensikan pada masukan + op-amp adalah
sebesar :
V = [R1/(R1+R2) ] * Vsupply
Op-amp tersebut akan membandingkan nilai tegangan pada kedua masukannya, apabila
masukan (-) lebih besar dari masukan (+) maka, keluaran op-amp akan menjadi sama
dengan Vsupply, apabila tegangan masukan (-) lebih kecil dari masukan (+) maka
keluaran op-amp akan menjadi sama dengan + Vsupply.
Jadi dalam hal ini jika Vinput lebih besar dari V maka keluarannya akan menjadi
Vsupply, jika sebaliknya, Vinput lebih besar dari V maka keluarannya akan menjadi +
Vsupply. Untuk op-amp yang sesuai untuk di pakai pada rangkaian op-amp untuk
komparator biasanya menggunakan op-amp dengan tipe LM324 yang banyak di pasaran.
Secara umum prinsip kerja rangkaian komparator adalah membandingkan amplitudo
dua buah sinyal, jika +Vin dan Vin masing-masing menyatakan amplitudo sinyal input
tak membalik dan input membalik, Vo dan Vsat masing-masing menyatakan tegangan
output dan tegangan saturasi, maka prinsip dasar dari komparator adalah
+Vin Vin maka Vo = Vsat+
+Vin < Vin maka Vo = Vsat

Keterangan:
+Vin

= Amplitudo sinyal input tak membalik (V)

Vin

= Amplitudo sinyal input membalik (V)

Vsat+

= Tegangan saturasi + (V)

Vsat

= Tegangan saturasi - (V)

Vo

= Tegangan output (V)

Macam-macam aplikasi
dari Op-amp
By elkaanalogitn
Terdapat banyak sekali penggunaan dari penguat operasional dalam berbagai jenis sirkuit listrik.
Di bawah ini dipaparkan beberapa penggunaan umum dari penguat operasional dalam contoh
sirkuit:
1.

Komparator (rangkaian pembanding ) .

Merupakan salah satu aplikasi yang memanfaatkanpenguatan terbuka (open-loop


gain) penguat operasional yang sangat besar. Ada jenis penguat operasional khusus yang
memang difungsikan semata-mata untuk penggunaan ini dan agak berbeda dari penguat
operasional lainnya dan umum disebut juga dengan komparator .
Komparator membandingkan dua tegangan listrik dan mengubah keluarannya untuk
menunjukkan tegangan mana yang lebih tinggi.

di mana Vs adalah tegangan catu daya dan penguat operasional beroperasi di antara + Vs dan
Vs.)
2. Penguat Pembalik ( Inverting amplifier )
Sebuah penguat pembalik menggunakan umpan balik negatif untuk membalik dan menguatkan
sebuah tegangan.Resistor Rf melewatkan sebagian sinyal keluaran kembali ke masukan. Karena
keluaran taksefase sebesar 180, maka nilai keluaran tersebut secara efektif mengurangi
besar masukan.Ini mengurangi bati keseluruhan dari penguat dan disebut dengan umpan balik
negatif.

Di mana,

(karena

o
o

adalah virtual ground.

Sebuah resistor dengan nilai


, ditempatkan
di antara masukan non-pembalik dan bumi. Walaupun tidak dibutuhkan, hal ini
mengurangi galat karena arus bias masukan.

penguatan dari penguat ditentukan dari rasio antara Rf dan Rin, yaitu:

Tanda negatif menunjukkan bahwa keluaran adalah pembalikan dari masukan. Contohnya jika
Rf adalah 10.000 dan Rin adalah 1.000 , maka nilai bati adalah -10.000 / 1.000, yaitu -10.
3. Penguat tak pembalik (Non Inverting Amplifier )
penguat Non Inverting amplifier merupakan kebalikan dari penguat inverting,dimana Input
dimasukkan pada input non inverting sehingga polaritas output akan sama dengan polaritas
input tapi memiliki penguatan yang tergantung dari besarnya Rfeedback dan Rinput.
Rumus penguatan penguat non-pembalik adalah sebagai berikut:

atau dengan kata lain:

Dengan demikian, penguat non-pembalik memiliki penguatan minimum bernilai 1. Karena


tegangan sinyal masukan terhubung langsung dengan masukan pada penguat operasional maka
impedansi masukan bernilai
.
4. penguat differensiator
Penguat diferensial digunakan untuk mencari selisih dari dua tegangan yang telah dikalikan
dengan konstanta tertentu yang ditentukan oleh nilai resistansi yaitu
sebesar
untuk
dan
. Penguat jenis ini berbeda
dengan diferensiator.Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

Sedangkan untuk R1 =R2 dan Rf = Rg maka bati diferensial adalah:

5. rangkaian penguat penjumlah (Summing amplifier )


Penguat penjumlah menjumlahkan beberapa tegangan masukan, dengan persamaan sebagai
berikut:

Saat

Saat

, dan Rf saling bebas maka:

, maka:

1.

Keluaran adalah terbalik.

2. Impedansi masukan dari masukan ke-n adalah


Virtual ground).

(di mana

adalah

6. penguat integrator (Integrator Amplifier )


Penguat ini mengintegrasikan tegangan masukan terhadap waktu, dengan persamaan:

di mana

adalah waktu dan

adalah tegangan keluaran pada

Sebuah integrator dapat juga dipandang sebagai tapis pelewat-tinggi dan dapat digunakan untuk
rangkaian tapis aktif.
7. Differensiator
Mendiferensiasikan sinyal hasil pembalikan terhadap waktu dengan persamaan:

di mana

dan

adalah fungsi dari waktu.

Pada dasarnya diferensiator dapat juga dibangun dari integrator dengan cara mengganti
kapasitor dengan induktor, namun tidak dilakukan karena harga induktor yang mahal dan
bentuknya yang besar.Diferensiator dapat juga dilihat sebagai tapis pelewat-rendah dan dapat
digunakan sebagai tapis aktif.