Anda di halaman 1dari 11

BAB I

Pendahuluan

A. Lata belakang
Imunisasi merupakan suatu upaya untuk menimbukan atau meningkatkan kekebalan
seseorang secara aktif terhadap penyakit. Vaksin pertama kali dikenalkan oleh Edward
Jenner suatu dokter dari Inggris. Pada 1796 dia meneliti kasus cacar pada seorang
pekerja ringan kemudian Jenner memutuskan untuk mengimunisasi pekerja tersebut
dengan imnuisasi cacar sapi ringan. Empat puluh delapan hari kemudian, Jenner
menanamakan temuannya vaksin yang berarti sapi dalam bahasa latin. Sejarah
imunisasi di Indonesia dimulai pada tahun 1956 dengan imunisasi cacar. Tahun
berikutnya imunisasi tidak berkembang secara signifikan, perkembangan dirasakan
1973 dengan dilakukannya imunisasi BCG kemudian disusul oleh imunisasi tetanus
toxid pada iibu hamil pada tahun 1974 kemudian imunisasi DPT dimulai tahun1976.
WHO pada thun 1977 menetapkan progam imunisasi sebagai upaya global dengan
Expanded Progam On Imunization. Pada tahun 1981dialukan imunisasi Polio, 1982
imunisasi campak, 1997 imunisasi hepatitis akhir 1988 diperkirakan bahwa cakupan
imunisasi di Indonesi cukup tinggi dibandingkan negara berkembang lainnya.
( Kusnanto dkk,2009 )
B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian imunisasi ?
2. Apa tujuan imunisasi?
3. Apa manfaat imunisasi?
4. Perlukah imunisasi ulang ?
5. Dimana mendapatkan imunisasi ?
6. Apa saja yang termasuk Imunisasi yang wajib diberikan ?
7. Apa saja yang termasuk Imunisasi yang Tidak Wajib diberikan ?
8. Siapa saja yang memerlukan iminisasi ?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian imunisasi
2. Mengetahui tujuan imunisasi
3. Mengetahui manfaat imunisasi
4. Mengetahui perlukah imunisasi ulang
5. Mengetahui dimana mendapatkan imunisasi
6. Mengetahui imunisasi yang wajib diberikan
7. Mengetahui imunisasi yang tidak wajib diberikan
1

BAB II
Pembahasan

1. Pengertian imunisasi
merupakan usaha memberikan kekebelan pada tubuh dengan memasukkan vaksin
kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit
tertentu. Tujuan diberikan imunisasi adalah di harapkan menjadi seseorang menjadi
kebal terhadap penyakit sehingga dapat menurunkan angka mordibitas dan mortalitas
serta dapat mengurangi kecacatan akibat penyakit tertentu.
2

Di negara indonesia terdapat imunisasi yang di wajibkan oleh pemerintah dan ada
juga yang hanya dianjurkan, imunisasi wajib di indonesia sebagaimana telah
diwajibkan oleh WHO ditambah dengan hepatitis B. Imunisasi yang hanya dianjurkan
oleh pemerintah dapat digunakan untuk mencegah suatu kejadian yang luar biasa atau
penyakit endemik, atau untuk kepentingan tertentu (bepergian ) seperti jamaah haji
seperti imunisasi meningitis.
Pemberian imunisasi pada seseorang yaang empunyai tujuan agar tubuh kebal
terhadap penyakit tertentu, kekebalan tubuh juga dapat di pengaruhi oleh beberapa
faktor diantaranya terdapat tingginya kadar antibody pada saat dilakukan imunisasi,
potensi antigen yang disuntikkan, waktu antara pemberian imunisasi, mengingat
efektif dan tidaknya imunisasi tersebut akan tergantug dari faktor yang
mempengaruhinya sehingga kekebalan tubuh dapat diharapkan pada diri seseorang.
Depkes RI (2000)
2. Yang perlu diberikan imunisasi
a. Bayi dan anak balita, anak sekolah, remaja.
b. Orang tua
c. Umroh
d. Orang yang berpergian keluar negri
3. Tujuan imunisasi
a. Tubuh tidak mudah terserang penyakit menular
b. Imunisasi sangat efektif mencegah penyakit menular
c. Imunisasi menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada balita
4. Manfaat imunisasi
a. Untuk anak : mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, kemungkinan
cacat atau kematian.
b. Untuk keluarga : menghilangkan kecemasan dan psikologi pengobatan bila anak
sakit.
c. Untuk negara : memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat
dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara.
5. Perlukah imunisasi ulang ?
Perlu, karena untuk mempertahankan kekebalan sehingga dapat tetap melindungi
terhadap paparan bibit penyakit. Beberapa jenis imunisasi mulai berkurang
kemampuannya sehingga perlu dibutuhkan penguatan dengan cara imunisasi ulang.
6. Dimana mendapatkan imunisasi
a. Pos pelayanan terpadu
b. Puskesmas, rumah sakit bersalin, BKIA atau rumah sakit pemerintah
c. Praktek dokter atau bidan atau rumah sakit swasta.
7. Imunisasi yang wajib diberikan
a. Imunisasi aktif
Merupakan pemberian zat sebagai antigen yang diharapkan akan terjadi suatu
proses infeksi buatan sehingga tubuh mengalami reaksi imunologi spesifik yang
akan menghasikan respon seluler dan humoral serta dihasilkannya sel memori,
3

sehingga apabila benar-benar terjadi infeksi maka tubuh secara cepat dapat
merespon. Dalam imunisasi aktif terdapat empat macam kandungan dalam setiap
vaksinnya antara lain :
1) Antigen merupakan bagian dari vaksin yang berfungsi sebagai zat atau
mikroba guna terjadi semacam infeksi buatan dapat berupa polosakarida
toksoid atau virus dilemahkan atau bakteri dimatikan.
2) Pelarut dapat berupa air steril atau juga berupa cairan kultur jaringan.
3) Preservatif, stabiliser, dan antibiotika yang berguna untuk menghindari
tumbuhnya mikroba dan sekaligus untuk stabilisasi antigen.
4) Adjuvan yang terdiri dari garam alumunium yang berfungsi untuk
meningkatkan imunogenitas antigen.
b. Imunisasi pasif
Merupakan pemberian zat (imunoglobulin) yaitu suatu zat yang dihasilkan melalui
proses infeksi yang dapat berasal dari plasma manusia atau binatang yang
digunakan untuk mengatasi mikroba yang diduga sudah masuk didalam tubuh
yang terinfeksi.
Macam-macam imunisasi pasif :
1) Imunisasi BCG (Bacillus Calmatte Guerin)
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
TBC yang berat sebab terjadinya penyakit TBC yang primer atau ringan dapat
terjadi walaupun sudah dilakukan imunisasi BCG. Imunisasi BCG, ini
merupakan vaksin yang mengandung kuman TBC yang telah dilemahkan.
Frekuensi pemberian imunisasi BCG adalah satu kali dan waktu pemberian
imunisasi BCG pada umur 0-11 bulan, akan tetapi pada umumnya diberikan
pada bayi umur 2-3 bulan. Cara pemberian imunisasi ini melalui intra dermal.
Efek samping pada BCG dapat terjadi ulkus pada daerah suntikan dan dapat
terjadi limfadenitis regional dan reaksi panas.
2) Imunisasi DPT (Diphteri, Pertusis, Tetanus)
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
diphteri. Imunisasi DPT ini merupakan vaksin yang mengandung racun kuman
difteri yang telah dihilangkan sifat racunnya akan tetapi masih dapat
merangsang pembenkkan zat anti (toksoid). Frekuensi pemberian imunisasi
DPT adalah tiga kali, dengan maksud pemberian pertama zat anti terbentuk
masih sangat sedikit terhadap vaksin dan mengaktifkan organ-organ tubuh
membuat zat anti, kedua dan ketiga terbentuk zat anti yang cukup. Waktu
pemberian imunisasi DPT antara 2-11 bulan dengan interval 4 minggu. Cara
pemberiannya melalui intramuskular, efek samping ringan pemberian DPT
4

pembekakan dan nyeri pada tempat penyuntkan, efek beratnya menangis hebat
kesakitan kurang lebih 4 jam, kesadaran menurun terjadi kejang, ensepalopati,
syok.
3) Imunisasi Polio

Merupakan imunisasi untuk mencegah penyakit poliomyelitis yang dapat


menyebabkan kelumpuhan pada anak. Frekuensi pemberian imunisasi adalah
4 kali pada umur 0-11 bulan dengan interval 4 minggu pemberian secara oral.
4) Imunisasi Campak
Mencegah penyakit campak karena penyakit ini sangat menular, frekuensi
pemberian 1 kali waktu pemberian 9-11 bulan cara pemberian melalui
subcutan, efek samping ruam pada tempat suntikan dan panas
5) Imunisasi Hepatitis B
Mencegah enyakit hepatitis yang kandungannya adalah HbsAg, frekuensi
pemberian 3 kali waktu umur 0-11 bulan cara pemberian intramuskular
6) Imunisasi MMR (Measles, Mumps, dan Rubella)
Mencegah terjadinya penyakit campak, gondong, parotis dan rubella.
Pemberian vaksin ini tidak dianjurkan untuk usia dibawah satu tahun, dapat
dilakukan pada usia 15-18 bulan.Kandungan virus MMR ini adalah virus
campak strain Edmonson yang telah dilemahkan, virus Rubella strain RA 27/3
dan virus gondong.
Efek samping MMR
Reaksi paling umum adalah merasa tidak sehat, demam tingkat rendah dan
mungkin kulit kemerahan 6-11hari sesudah imunisasi
Kontra indikasi:
a) Alergi terhadap antibiotik neomicin
b) Wanita yang sedang hamil atau bertujuan hamil dalam waktu satu
bulan setelah imunisasi
c) Individu yang menderita penyakit atau menerima pengobatan yang
menekan sistem kekebalan tubuh, seperti cortison atau prednisolon
d) Menderita infeksi yang akut
7) Imunisasi Tiphus Abdominalis
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
tufus abdominalis, dalam persediaannya khususnya di Indonesia terdapat tiga
jenis vaksin tifus abdominalis di antaranya kuman yang dimatikan, kuman
yang di lemahkan ( vivotif , berna ) dan antigen capsular Vi poliysaccharide
( Typhin Vi ,Pasteur Meriux). Pada vaksin kuman yang dimatikan dapat
diberikan untuk bayi 6-12 bulan adalah 0,1 ml, 1-2 tahun 0,2 ml, dan 2-12
tahun adalah 0,5 ml , pada imunisasi awal dapat diberikan sebanyak 2 kali
dengan interval empat minggu kemudian penguat setelah satu tahun
5

kemudian . pada vaksin kumman yang di lemahkan dapat diberikan dalam


bentuk capsul enteric coated sebelum makan pada hari 1,2,5 pada anak diatas
usia 6 tahun dan antigen capsular diberikan pada usia di atas dua tahun dan
dapat di ulang tiap 3 tahun.
8) Imunisasi Varicella
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
varicella (cacar air ). Vaksin varicella merupakn virus hidup varicella zoozter
strain OKA yang dilemahkan pemberian vaksin variclla dapat diberikan
suntikan tunggal pada usia 12 tahun di daerah tropic dan bila di atas usia 13
tahun dapat diberikan dua kali suntikan dengan interval 3- minggu. Jika yang
terserang cacar air anak-anak biasanya bisa sembuh tanpa ada masalah. bila
varicella menginfeksi orang dewasa atau seseorang yang menderita gangguan
sistem kekebalan tubuh, terinfeksi cacar air dapat menimbulkan komplikasi
seperti pneumonia karena virus, peradangan jantung, peradangan sendi,
peradangan hati, Ensefalitis, dan infeksi bakteri
Pemberian imunisasi varicella
a. Untuk ana-anak dosis ke-1 pada umur 12 sampai 15 tahun, dosis ke-2
b.

pada umur 4-6 tahun


Jika seseorang berumur 13 tahun atau lebih dan belum pernah mengalami
cacar air maupun mendapt vaksinasi cacar air , maka orang tersebut
semestinya medapt dua dosis vaksin, jarak pemberian antara dosis

pertama dan kedua minimal 28 hari


9) Imunisasi Hepatitia A
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
hepatitis A .Pemberian imunisasi ini dapat diberikan pada usia di atas dua
tahun. Untuk imunisasi awal dengan menggunakan vaksin havri ( isinya virus
hepatitis A Strain HM175

Yang inactivated ) dengan 2 suntikan dengan

interval 4 minggu dan boster pada enam bulan kemudian dan apabila
menggunakan vaksin MSD dapat dilakukan tiga kali suntikan pada usia 0,6
dan 13 bulan.
10) Imunisasi HiB ( Heamophilus Influenszae Tipe B )
Merupakan imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjhadinya penyakit
influenza tipe B . Vaksin ini adalah bentuk polisakarida murbi ( PRP : purified
capsular polysavharide ) kuman H . Influenzza tipe B .Antigen dalam vaksin
tersebut dapat dikonjungsi dengan protein protein lain seperti toksoid tetanus
(PRP-T ) , Toksin dipteri (PRP-D atau PRPCR50 ) Atau dengan kuman
6

menongokokus ( PRP OMPC) . Pada pemberian imunisasi awal dengan PRP


T dilakukan dengan tiga suntikan dengan interval 2 bulan kemudian vaksin
PRP OMPC dilakukan dengan 2 suntikan dengan interval 2 bulan kemudian
bpsternya dapat diberikan pada usia 18 bulan. ( Ismoedijanto,2002 )
8. Imunisasi Yang Tidak Wajib, Namun Penting Untuk Diberikan
a. Imunisasi HiB
1) Fungsi
Imunisasi Hib, tergolong imunisasi yang di anjurkan. Imunisasi dberikan agar
tubuh mempunyai kekebalan terhadap bakteri Haemophilus Influenzae Type B.
bakteri ini dapat menyebabkan penyakit yang tergolong berat, Bila bakteri ini
menginfeksi paru-paru menyebabkan radang paru-paru (pnemonia).
Penyakit Hib adalah penyebab paling umum infeksi mematikan pada anak
berusia dibawah lima tahun sebelum ditemukan vaksinasi Hib rutin pada tahun
1993. Kasus infeksi Hib sebelum tersedianya vaksin paling sering terjadi pada
anak berusia di bawah lima tahun dan jarang terjadi setelah lima tahun.
Meskipun kemiripan namanya, penyakit ini tidak beda hubunganya dengan
Influenza. Haemophilus influenza adalah bakteri yang biasanya hidup di jalur
pernafasan bagian atas. Penyakit Hib ini dapat menyebabkan:
a) Meningitis, infeksi pada selaput yang melindungi otak
b) Epiglottitis, bengkaknya tenggorokan yang dapat menghambat pernafasan
c) Septic arthritis, infeksipada sendi
d) Cellulitis, infeksi pada jaringan di bawah kulit biasanya di muka
e) Radang paru-paru
Gejala tersebut dapat dikembang cepat dan jika dibiarkan tanpa
perawatan, dapat cepat menyebabkan kematian
2) Penularan
Penyakit Hib menular melalui bensin atau batuk dari penderita secara
langsung. Penularan juga dapat disebabkan karena penggunaan barang-barang
yang terkontaminasi oleh bakteri Haemophilus Influenzae Type B dan secara
tidak sengaja menjangkit tubuh kita melalui mulut. Anak-anak mempunyai
risiko lebih tinggi. Anak-anak yang minum ASI masih bisa terlindungi, akan
tetapi lebih baik jika diberikan imunisasi.
3) Cara Pemberian dan Dosis
Imunisasi Hib diberikan pada bayi berumur 2,3 dan 5 bulan imunisasi ini
diberikan 3 kali. Kali pertama ketika berumur 2 bulan, kali kedua bulan dan
kali ketiga umur 5 bulan. Imunisasi Hib diberikan secara suntikan dibagian
otot paha. Imunisasi ini diberikan dalam satu suntikan bersama imunisasi
7

Difteria, Pertusis dan Tetanus (DPT). Juga boleh diberikan bersama imunisasi
lain seperti imunisasi Hepatitis B.
4) Efek Samping
Setelah pemberian imuniasi ini, biasanya sakit, bengkak dan kemerahan
berlaku ditempat suntikan. Biasanya berlaku sampai 3hari. Kadang demam
juga bisa terjadi. Efek samping ini tergolong ringan, jika dibandingkan dengan
penyakit yang disebabkan oleh Hib.
b. Imunisasi Meningitis
1) Fungsi
Meningitis merupakan penyakit akut radang selaput otak yang disebabkan
oleh bakteri Neisseria meningitidis. Meningitis penyebab kematian dan
ksakitan diseluruh dunia, CRF melebihi 50%, tetapi dengan diagnosis dini,
terapi modern dan suportif CFRmenjadi 5-15%. Pencegahan dapat dilakukan
dengan imunisasi dan kemoprofilaksis untuk orang-orang yang kontak dengan
meningitis dan karier.
Meningitis meningokokus adalah penyakit radang selaput sumsum tulang
yang terjadi secara akut dan cepatmenular. Penykit ini disebabkan oleh kuman
Neisseria meningitisis,yang terdiri dari banyak grup dan yang sering
menyebabkan penyakit adalah group A,B,C,Y dan W135. Gejala klinis
penyakit ini adalah demam (panas tinggi) mendadak, nyeri kepala mual,
muntah, dan kemerahan dikulit.
Bahan kandungan vaksin Mningococcal ( vaksin meningitis) berasal dari
bakteri yang sudah mati/ tidak aktif lagi. Vaksin meningitis yang digunakan
adalah vakin bivalen yang terbuat daei kuman N.
2) Manfaat
Mencegah infeksi mengingitis atau radang selaput otak, yang disebabkan
bakteri
3) Pemberian
Pada ibu hamil, sebaiknya imunisasi meningitis diberikan setelah trimester
pertama. Pemberian imunisasi ini juga boleh diberikan pada ibu hamil yang
akan berpergian ke daerah yang epidemik dan endemik meningitis seperti
Afrika. Jadi ibu hamil yang akan pergi haji boleh mendapatkan imunisasi
umroh maupun yang akan berpergian ke Arab Saudi juga mendapatkan
imunisasi jenis meningitis tersebut
4) Sediaan
Nama obat jadi: Mencevax ACWY, bentuk sediaan: serbuk injeksi 1 dosis/vial
+ pelarut. Zat aktif: setiap dosis (0,5 ml) mengandung purified Meningococcal
8

polysaccharide grup A,C, W135, Y masing-masing 50mcg. Kemasan dus, 1


vial @ 1 dosis (0,5 ml) + 1 ampun pelarut sodium chloride 0,9% 0,5 ml: dan
Dus 50 vial @ 10 (5 ml) + 50 vial pelarut @ 5 ml.
c. Imunisasi Pneumokokus
1) Fungsi
Imunisasi Pneumokokus sangat penting dalam melindungi anak-anak dari
penyakit radang paru, yang mengacu pada berbagai penyakit yang disebabkan
oleh infeksi dngan bakteri streptokokus pneumonia, yang juga dikenal sebagai
pneumokokus. Infeksi pneumokokus merupakan infeksi bakteri yang
menyerang berbagai bagian tubuh. Misalnay:
a) Bakterki pneumokokus masuk ke aliran darah, dikenal sebagai bakteremia
b) Bagian otak tertentu yang terserang, dikenal sebagai meningitis
c) Bakteri pneumokokus menyerang paru-paru dikenal sebagai pneumonia
d) Telinga tengah terinfeksi, dikenal sebagai otitis media
2) Penularan
Pneumokokus sangat mudah menular bakteri pneumokokus biasanya terdapat
didalam hidung dan tenggorokan. Oleh karena itu, orang beresiko tertular jika
ada kontak langsung dengan penderita. Bakteri ini menular melalui lendir atau
ludah, seperti bersin atau batuk.
3) Pemberian imunisasi
Imunisasi diberikan pada usia 2,4,6,12 bulan. Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) telah merekomendasikan pencatuman prioritas vaksin konjugat radang
7 valent (PCV7) dalam program imunisasi paa massa kanak-kanak nasional
diseluruh dunia sejak tahun 2007. Meskipun PCV7 tidak temasuk dalam
program imunisasi pada massa kanak-kanak, vaksin ini sangat mudah
diperoleh dari dokter. Vaksin yang dikenal sebagai Prevenar, telah terbukti
hampir 100% efektif terhadap penyakit pneumokokus. Vaksin ini berisi gula
dari tujuh jenis bakteri pneumokokus yang berlainan, yang disambung secara
individual dengan protein toksoid difteri yang tidak aktif. Vaksin ini juga
berisi konentrasi kecil bahan tambahan yaitu alumunium fosfat, garam, dan
air.
4) Efek samping
a) Sedikit bengka, merah dan sakit di tempat suntikan
b) Demam rendah
c) Reaksi yang kurang biasa mungkin termasuk muntah, kurang nafsu
makan, diare
d) Reaksi parah jarang sekali
5) Penanganan efek samping
Jika reaksi yang ditimbulkan setelah imunisasi ringan maka dapat dilakukan
beberapa penanganan, seperti:
9

a) Membubuhkan kain basah yang dingin di tempat suntikan yang sakit


b) Anak jangan berpakaian terlalu hangat
c) Memberi parasetamol untuk mengurangi demam (perhatikan dosis yang
dianjurkan menurut usia anak)
d) Memberi anak lebih banyak minuman

BAB III
Penutup

Kesimpulan
1. Pengertian imunisasi
merupakan usaha memberikan kekebelan pada tubuh dengan memasukkan vaksin
kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit
tertentu
2. Yang perlu diberikan imunisasi adalah Bayi dan anak balita, anak sekolah, remaja,
Orang tua, Umroh dan Orang yang berpergian keluar negri
3. Tujuan imunisasi adalah Tubuh tidak mudah terserang penyakit menular dan
Imunisasi sangat efektif mencegah penyakit menular
4. Manfaat imunisasi meliputi Untuk anak, Untuk keluarga, Untuk negara
5. Perlukah imunisasi ulang ? Perlu, karena untuk mempertahankan kekebalan
sehingga dapat tetap melindungi terhadap paparan bibit penyakit
6. Dimana mendapatkan imunisasi? Pos pelayanan terpadu, Puskesmas, rumah sakit
bersalin, BKIA, Praktek dokter atau bidan atau rumah sakit swasta.
7. Imunisasi yang wajib diberikan yaitu Imunisasi BCG ,Imunisasi DPT , Imunisasi
Polio, Imunisasi Campak, Imunisasi Hepatitis B, Imunisasi MMR
8. Imunisasi yang tidak wajib diberikan yaitu Imunisasi HiB, Imunisasi Meningitis,
Imunisasi Pneumokokus

10

DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI (2000),Petunjuk Pelaksanaan Progran Imunisasi di Indonesia, Jakarta,


Sudirektort Imunisasi Drijen P2M PLP.
Sudarjat Suraarmaja (1995), Imunisasi , EGC, Jakarta .
Ismoedijanto (2002 ) ,Bunga Rampai Pediatri ,FK Unair Surabaya.
Ismoedijanto , (2003) , Pengembangan Praktik Imunisasi pada Anak, Pertemuan Ilmiah
Tahunan I Perkani Surabaya.
Whaley & Wongs , (1995 ), Essensials of Pediatric Nursing Fourth Edition, Mosboy
Company, St Louis Missouri.

11