Anda di halaman 1dari 3

Epidural hematom adalah suatu akumulasi darah yang terletak diantara meningen

(membran durameter) dengan tulang tengkorak yang terjadi akibat trauma. Duramater
merupakan suatu jaringan fibrosa atau membran yang melapisi otak dan medulla
spinalis.
PATOFISIOLOGI
Kekuatan benturan yang melebihi daya tahan kalvaria deformitas dan fraktur. Pada
saat kedudukan dura kembali dura terlepas. Fraktur yang terjadi disertai robekan
pembuluh darah (a/v/sinus duralis, v.diploeca) darah mengisi ruang epidural
durameter terlepas lebih jauh, ini akan terhenti bila kekuatan perkembangan hematom
seimbang dg kuatnya perlekatan dura-endokranium.

MANIFESTASI KLINIS
Saat awal kejadian, pada sekitar 20% pasien, tidak timbul gejala apa apa
kemudian pasien terjadi fase sadar diantara dua fase tidak sadar (lucid interval)
nyeri kepala
Muntah
konvulsi
Respon chusing yang menetap dapat timbul sejalan dengan adanya peningkatan
tekanan intara kranial, dimana gejalanya dapat berupa :

Hipertensi
Bradikardi
bradipneu

kontusio, laserasi atau tulang yang retak dapat diobservasi di area trauma
dilatasi pupil,
Adanya tiga gejala klasik sebagai indikasi dari adanya herniasi yang menetap, yaitu:

Coma
Fixasi dan dilatasi pupil
Deserebrasi

Adanya hemiplegi kontralateral lesi dengan gejala herniasi harus dicurigai adanya
epidural hematom
CARA PEMERIKSAAN
1. anamnesis : perubahan GCS
2. pemeriksaan klinis

tanda vital : TD, nadi, suhu,, RR, perfusi jaringan


Pemeriksaan local kepala
Pemeriksaan neurologis : GCS, lateralisasi (pupil & ektremitas), s. kranial
Pemeriksaan sistem organ lain
3. pemeriksaan penunjang
a. foto kepala; cari garis fraktur
b. CT- scan
PENATALAKSANAAN

Stabilisasi terhadap kondisi yang mengancam jiwa dan lakukan terapi suportiv
dengan mengontrol jalan nafas dan tekanan darah.

Berikan O2 dan monitor


Berikan cairan kristaloid untuk menjaga tekanan darah sistolik tidak kurang dari
90 mmHg.

Pakai intubasi, berikan sedasi dan blok neuromuskuler

Konsul dokter bedah saraf