Anda di halaman 1dari 4

BEAUTY & HEALTH

TREN GIGI KELINCI DE NGAN VENEER


SEPERTI OLLA RAMLAN & VEGA
DARWANTI, TERTARIK COBA?
By Yessica Bernadeta - 13 Juni 2014

Dua hal yang sama di antara Olla Ramlan dan Vega Darwanti adalah keduanya sama-sama
menerapkan tren gigi kelinci untuk mempercantik penampilan mereka. Rahasianya adalah
dengan veneer. Apa itu veneer? Ini penjalasan langsung dari ahlinya. Foto: Kapanlagi.com

Jika waktu kecil mungkin kamu pernah diledek karena memiliki bentuk gigi depan yang
menyerupai gigi kelinci, nampaknya bentuk gigi tersebut kini sudah jadi tren. Namun
ternyata tren gigi kelinci ini bukanlah suatu hal yang baru di Indonesia. Sebut saja Olla
Ramlan yang sudah terlebih dahulu mencoba tren gigi kelinci tersebut langsung ke drg.
Devya Linda, Sp.BM., FISID. Kira-kira sudah dua tahun lalu lamanya. Dari sinilah akhirnya
tren gigi kelinci tersebut mulai banyak dibicarakan dan dicoba banyak orang. Tak hanya Olla,
ternyata presenter Vega Darwanti juga melakukan hal yang sama di dokter yang sama untuk
mengikuti tren tersebut.
Dulu orang hanya menyangka kalau veener itu hanya untuk membuat gigi terlihat lebih
putih padahal veener itu bisa membuat orang terlihat berubah jadi lebih cantik. Lebih tirus
dan terlihat lebih muda. Pada beberapa pasien kesannya bisa jadi tirus karena pembentukan

pada veener-nya. Semua ini tergantung dari susunan bentuk veneer yang kita buat pada
awalnya, jelas drg. Devya.
Apa Itu Veneer?
Veneer merupakan suatu bahan yang digunakan untuk melapisi permukaan gigi. Pada
awalnya, veneer digunakan pada pasien yang mengalami masalah karies supaya giginya
nggak mudah pecah. Namun belakangan, veneer justru jadi tren lebih untuk tujuan estetika.
Gigi orang dengan bentuk yang kasar, besar, dan warnanya kuning, wajahnya akan terlihat
berbeda setelah giginya lebih putih dengan veneer. Ia akan terlihat lebih muda, katanya.
Lebih tirus? Apakah ada operasi rahang? Ternyata lebih tirus di sini dihasilkan karena susuna
veneer yang sudah dibuat. Jadi, bentuk wajah pasien akan langsung terlihat lebih tirus.
Namun drg. Devya mengatakan bahwa pada kasus tertentu, memang diperlukan adanya
operasi rahang untuk memaksimalkan veneer yang akan dipasang pada pasien.
Dua hal yang sama di antara Olla Ramlan dan Vega Darwanti adalah keduanya sama-sama
menerapkan tren gigi kelinci untuk mempercantik penampilan mereka. Rahasianya adalah
dengan veneer. Apa itu veneer? Ini penjalasan langsung dari ahlinya. Foto: Kapanlagi.com

Prosedur Veneer
Untuk pemasangan veneer, pasien disarankan untuk membuat janji terlebih dahulu dengan
dokter sebelum datang ke klinik. Setelah itu, pasien akan dilihat kondisi giginya, apakah ia
cocok atau perlu di-veneer. Kalau giginya sudah putih dan bagus, ngapain di-veneer lagi.
Ada beberapa pasien yang seperti ini, sudah punya gigi putih dan bagus namun tetap ingin diveneer, ceritanya pada FIMELA.com ketika ditemui hari ini.
Kemudian pasien akan difoto supaya ia punya pedoman agar bisa terlihat perbedaannya
sebelum dan sesudah di-veneer. Pasien selanjutnya akan dicetak giginya untuk mendapatkan
model awal. Saat dicetak inilah, dokter gigi tersebut bisa membentuk dua gigi depan lebih
panjang sehingga berbentuk menyerupai gigi kelinci.
Proses selanjutnya, pasien akan diolesi bahan supaya tak merasa ngilu saat dikikir. Kalau
saya menganut minimal preparasi. Pernah ada yang tak dipreparasi, malah giginya jadi
terlihat tebal. Dipreparasi dengan dikikir ini biasanya akan mengambil 0,5 mm pada masingmasing gigi pasien, paparnya. Kemudian dipasang veneer sementara dan seminggu datang
lagi untuk dipasang veneer aslinya.
Sebelum dipasang veneer secara langsung, pasien akan dipasangkan veneer sementara selama
satu minggu ke depan menunggu veneer yang asli dicetak. Veneer sementara juga tetap
membutuhkan perawatan khusus sama seperti saat menggunakan veneer yang asli nantinya.
Veneer sementara berfungsi untuk melapisi email yang sudah terkikis. Jika tak dilapisi, gigi
akan mudah terasa ngilu. Selain itu, veneer sementara tersebut juga bertujuan untuk melihat
apakah bentuk veneer yang akan digunakan cocok atau tidak dengan wajah pasien. Jadi,

nggak semua orang cocok dengan gigi kelinci. Kalaupun sudah cocok dengan gigi kelinci,
nggak semua orang cocok dengan bentuknya yang kotak atau bulat. Tergantung dari hasil
yang terlihat dari wajah pasien, tambahnya.
Biaya
Soal biaya, drg. Devya mengatakan tergantung kasus. Namun di kliniknya, rata-rata
pengerjaan veneer dimulai dari Rp6-8 juta per giginya. Lalu, ada berapa gigi yang harus diveneer? Semua itu tergantung dari berapa gigi yang terlihat saat orang tersebut tersenyum
Rata-rata biasanya 8 gigi atas dan 8 gigi bawah yang kita veneer. Bisa juga sampai 20 gigi
atas dan bawah. Tergantung dari berapa gigi yang terlihat saat tersenyum, jelas drg. Devya.
http://www.fimela.com/beauty-health/tren-gigi-kelinci-dengan-veneer-seperti-olla-ramlanvega-darwanti-tertarik-coba-140613w-page2.html

Veneer gigi menjadi berbentuk gigi kelinci tiba-tiba menjadi trend untuk
merubah penampilan dan menambah kecantikan Anda. Olla Ramlan dan Vega
Darwanti telah membutikannya. Anda berminat?

Satu lagi trend kecantikan yang saat ini sedang menjadi hot topic di dunia selebritis.
Mungkin belum lupa dari ingatan kita bagaimana Vega Darwanti dan Olla Ramlan,
beberapa di antara selebriti Indonesia yang merubah bentuk giginya menjadi seperti gigi
kelinci, sehingga memberikan kesan lebih cantik dan tirus pada wajahnya.
Ya, trendveneer gigi kelinci saat ini memang disukai banyak selebritis.
Walaupun terbilang baru trend di Indonesia, teknologi veneer gigi menjadi menyerupai
gigi kelinci ini sebenarnya sudah sering dilakukan beberapa selebritis di dunia, untuk
memodifikasi kecantikannya. Cara ini terbukti bisa membuat perubahan pada wajah
seseorang, utamanya pada senyum orang tersebut, mengingat modifikasi dilakukan di
bagian mulut.

Apa itu Veneer Gigi?


British Dental Health Foundation menyebutkan bahwa veneer gigi merupakan cara
membuat lapisan tipis yang menyelimuti permukaan gigi menggunakan bahan porselin.
Pada umumnya, veneer gigi porselin ini dibuat menyerupai warna gigi asli. Veneer gigi
ini dilakukan untuk beberapa tujuan seperti merubah bentuk gigi, merubah ukuran dan
warna gigi agar lebih menarik.
Pada umumnya, dokter akan merekomendasikan seseorang untuk melakukan veneer
gigi dengan alasan-alasan sebagai berikut:

Adanya perubahan warna yang terjadi pada gigi, yang bisa diakibatkan oleh
beragam masalah seperti kesalahan pemilihan pasta gigi, penggunaan obat tertentu
dalam jangka waktu panjang ataupun alasan genetik.

Perubahan posisi gigi menjadi lebih turun ke bawah.

Terdapat bagian gigi yang rusak seperti patah atau retak.

Pernah kehilangan gigi atau memiliki struktur gigi yang tidak beraturan.

Adanya jarak antara gigi yang satu dengan yang lain.


Veneer gigi memang salah satu alternatif selain kawat gigi yang juga bertujuan untuk
melakukan perubahan pada struktur gigi. Metoda ini bisa menghasilkan tampilan gigi
yang lebih menawan, tapi juga dengan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan
penggunaan kawat.
http://www.healthbuzz.asia/2014/10/08/trend-veneer-gigi-kelinci-ala-vega-darwanti/