Anda di halaman 1dari 11

TUGAS

MANAJEMEN RESIKO
MATA KULIAH MANAJEMEN RESIKO

DI SUSUN OLEH : KARTINI


NPM

: 2011 41 006

UNIVERSITAS KALTARA TANJUNG SELOR


FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
2014

MANAJEMEN RISIKO
Defenisi Risiko
Risiko sering diartikan sebagai ketidakpastian (uncertainty). Dalam kehidupan sehari-hari risiko
dapat menyebabkan masalah, tetapi dapat juga menyebabkan peluang yang menguntungkan,
seperti risiko dalam berdangang buah- buahan, ada kalanya dapat untung yang besar jika
buahnya laku banyak, tetapi bisa merugi jika buahnya tidak laku-laku dalam seminggu, ini
tergantung buah apa yang dijual. Risiko selalu berkaitan dengan peluang ( probability) kerugian,
terutama yang menimbulkan masalah. Apabila kerugiannya diketahui dengan pasti terjadi, tentu
dapat direncanakan sebelumnya untuk mengatasinya, contoh : dalam perbankkan biasanya
persentase kredit macet rata-rata pertahun telah diantisipasi sebelumnya, jika kredit macet diatas
rata-rata maka dianggap kerugian. Oleh karena itu sangat membantu sekali jika mengetahui
defenisi risiko secara tepat sesuai dengan tujuan penggunaannya, tanpa mengatahui maka akan
kesulitan dan mungkin tidak dapat melakukan manajemen risiko akibat adanya beban risiko.
Risiko Murni (pure risk) : adalah suatu ketidak pastian terjadi, maka kejadian tersebut pasti
menimbulkan kerugian, dan tidak ada kemungkina kejadian akan menghasilkan keuntungan,
seperti; barang rusak karena terbakar, barang terbawa arus banjir, seorang bapak mati karena
tabrakan dan sebagainya.
Risiko Spekulasi (speculation risk) : adalah suatu ketidak pastian apakah akan terjadi
keuntungan atau kerugian, seperti valuta asing (valas), bursa efek, ini situasi yang menghasilkan
untung tetapi dapat juga menimbulkan kerugian jika kurs dolar dan euro dunia tidak stabil.
Kedua risiko ini dapat muncul dalam berbagai situasi. Biasanya banyak keputusan yang diambil
selalu berorientasi profit. Keputusan dengan risiko spekulasi yang dilakukan seseorang
mempunyai dampak bahaya risiko murni, contoh : Pengusaha real estate membangun kawasan
perumahan, yang diperhitungkan dalam lima tahun kedepan akan mendapat profit yang besar,
akan tetapi pada tahun keempat di kawasan itu terjadi semburan gas bumi, sehingga pengusaha
dihadapka pada risiko murni.

Risiko statis adalah suatu ketidakpastian tetap dan sebaliknya Risiko dinamis adalah suatu
ketidakpastian yang berubah akibat perubahan waktu. Kedua risiko ini tidak independen,
semakin tinggi risiko dinamis maka dapat menimbulkan risiko statis.
Risiko subjektif adalah berkaitan dengan kondisi mental seseorang yang mengalami ragu- ragu
atau cemas akan kejadian tertentu (kejiwaan) , ini juga dapat bersifat murni atau spekulatif dan
statis, dinamis. Sebaliknya Risiko objektif ini lebih mudah diamati secara akurat, sehingga
dapat diukur.
Pilihan (option) adalah kontrak antara dua partai, yaitu antara pengguna/ pemakai dengan
penjual, tetapi kontak yang tidak memakai surat beharga (0bligasi), atau penjualan sesuatu pada
waktu yang lalu dengan harga kesepakatan hari sekarang, atau pilihan pemakai untuk membeli
pada suatu aset
Premium adalah pemakai membayar uang pada penjual.
Exercice price (strike price) atau srikking price adalah harga tetap pada pilihan pengguna dan
dapat lebih lagi membeli atau menjual asset. Baik dalam pembelian atau penjualan asset pada
harga tetap menjadi spesifikasi tanggal pilihan.

Dasar- Dasar Manajemen Risiko


Manajemen risiko dapat menyangkut standar manajemen risiko itu sendiri, yang bersifat
universal yang disusun oleh asosiasi manajemen tertentu. Manajemen risiko sudah dibakukan
dalam berbagai aspek kehidupan perorangan, terutama kehidupan organisasi pemerinah maupun
perusahaan yang mencari untung, seperti manajemen risiko lembaga keuangan dan non- bank,
Asuransi ( kesehatan, jiwa, keselamatan kerja, kecelakaan, rumah tinggal dan lainnya).
Pada dasarnya hakikat risiko sebagai ketidakpastian, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Manajemen risiko adalah suatu proses dengan metode- metode tertentu supaya suatu organisasi
dapat mempertimbangkan risiko yang dihadapi pada setiap kegiatan organisasi atau risiko
portofolio kegiatan organisasi. Fokus manajemen risiko ini adalah mengenal pasti risiko dan
mengambil tindakan yang tepat terhadap risiko, yang tujuannya adalah secara terus menerus
menciptakan atau menambah nilai maksimum kepada semua kegiatan organisasi. Manajemen
risiko ini akan mengungkapkan pemahaman tenntang adanya potensi risiko upside dan risiko

downside dengan segala faktor- factor yang dapat mempengaruhi organisasi. Manajemen risiko
ini dapat meningkatkan peluang keberhasilan dan mengurangi peluang kegagalan serta ketidak
pastian pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Organisasi menghadapi risiko yang
berasal dari faktor internal dan external. Ada beberapa risiko yang saling tumpang tindih, risiko
ini dapat dikatagorikan atas risiko strategic, risiko keuangan, risiko operasional dan lain- lain
Risiko Keuangan (Financial Risk)
Risiko ini pemicunya adalah dari factor luar (exogenous) di luar kemampuan organisasi
mengendalikannya, seperti:
1.
2.
3.
4.

Risiko kerugian karena perubahan suku bunga (Interest rate).


Risiko kerugian karena perubahan kurs valuta asing (Foreign exchange).
Risiko kerugian karena kredit macet (Default)
Risiko kerugian karena ketidakmampuan internal organisasi menyediakan uang tunai
(Liquidity and cashflow). Hal ini disebabkan factor internal (endogenous factor), yang
sesungguhnya ada dalam jangkauan pengendalian manajemen.

Risiko Strategis (Strategic Risk)


Risiko ini pemicunya adalah murni karena perubahan yang terjadi dari luar organisasi seperti:
1. Risiko kerugian karena persaingan (Competition).
2. Risiko kerugian karena perubahan/ pergeseran selera pelanggan (Customer change).
3. Risiko kerugian karena perubahan industry disebabkan adanya teknologi baru (Industry
change).
4. Risiko kerugian karena pergeseran permintaan pelanggan disebabkan merosotnya penerimaan
organisasi (Customer demand).
5. Risiko kerugian karena beberapa perusahaan melalui bergabung (Merger integration), hal ini
dipengaruhi dari internal (Kehilangan SDM, Kelemahan system, Riset pengembangan tidak
berhasil) dan external ( Kegagalan dalam merekrutmen, Gangguan pada pemasokan bahan
baku perusahaan atau saluran pengiriman hasil produksi).
Risiko Operasional (Operational Risk)
Risiko ini murni akibat internal organisasi seperti:

Risiko kerugian akibat pengendalian keuangan yang lemah karena kesalahan/ kelalaian dalam
pembukuan keuangan / system akutansi (Accounting Control). Risiko ini dipengaruhi dua factor
yaitu internal dan external seperti:
1. Recruitment yaitu kegagalan dari rekrukmen yang menyebabkan tidak efisiensi suatu
organisasi.
2. Supply chain yaitu kerugian karena gangguan pada saluran pemasokan bahan baku
perusahaan atau saluran pengiriman hasil produksi
Derajat Risiko ( Degree of Risk)
Besarnya risiko objektif yang timbul dalam satu situasi (Derajat/ kadar risiko) adalah
Simpangan kemungkinan kerugian actual dengan kerugian yang diharapkan dibagi
dengan kerugian yang diharapkan.
Berikut risiko internal dan external dapat dilihat pada Gambar 1.

EXTERNALLY DRIVEN

RISIKO KEUANGAN

RISIKO KEUANGAN

Rasio Bunga
Kurs Valuta Asing
Kredit

Kompetensi
Perubahan Selera
Pelanggan
Perubahan Industri
Permintaan Pelanggan

M & A Intergration

Likiudasi
dan Pemengang Uang

Penelitian dan Pembangunan


Modal Intelektual (Investor)
INTERNAL DRIVEN

Rekrukmen
Penawaran

Kontrol Keuangan

Regulasi/peraturan
Sistem Informasi
Kebudayaan
Papan informasi
Komposisi

Ases Publik, Pekerja


Properti, Produk
dan pelayanan
Kontra
k
Peristi
wa Murni
Pengu

RISIKO OPERASIONAL

saha
Lingku
ngan

EXTERNALLY DRIVEN

Proses Manajemem Risiko


Menejemem risiko akan melindungi dan menambah nilai kepada stakeholders organisasi dengan
cara :
1. Menyediakan rencana kerja organisasi yang dapat dilaksanakan untuk akan datang secara
konsisten dan terkendali.
2. Memperbaiki pengambilan keputusan, perencanaan, penyusunan skala prioritas secara
komprehensif kegiatan usaha, fluktuasi (volatility), peluang dan ancaman proyek.
3. Menyumbang pada pengunaan dan pengalokasian modal dan sumberdaya organisasi yang
lebih efisien.
4. Mengurangi fluktuasi pada bidang- bidang usaha yang tidak penting.
5. Mengembangkan dan mendukung pengawai tentang pengetahuan dasar organisasi.
6. Mengoptimalkan efisiensi operasi.
Pertanyaan: Bagaimana melakukan teknik identifikasi risiko dan asesmen risiko.

Tujuan Strategis Organisasi

Pemantauan
Sumber: Hinsa siahaan.
2007
Tindakan
atas
Risiko
Gambar: Pelaporan
2 Proses
Manajemen
Risiko
Pelaporan
Residu
Risiko
Risiko,
Ancaman
dan
Keputusan
Peluang

Formal Audit

Modifkasi

Asesmen Risiko, Analisis Risiko,


Identifikasi Risiko, Deskripsi Risiko,
Estimasi risiko dan Evaluasi Risiko

Tabel : 2 Deskripsi Risiko


N Nama Risiko
o
1

Lingkup Risiko

Sifat Risiko

3
4

Stakeholders
Kuantifikasi Risiko

Toleransi Risiko

Tindakan atas risiko


6

7
8

dan Mekanisme

Deskripsi kualitatif kejadian, ukuran, jenis, jumlah, dan


ketergantungan.
Strategis, operational, keuangan, pengetahuan, dan ketaatan
kepada peraturan.
Stakeholders beserta harapan- harapannya.
Signifikan dan peluang
Potensi kerugian dan dampak risiko terhadap keuangan
Nilai Risiko
Peluang dan besarnya potensi kerugian dan keuntungan.
Tujuan pengendalian risiko dan kinerja yang diinginkan

Alat utama mengelola risiko yang berlangsung/ berjalan sekarang.


Tingkat confidence pengendalian yang ada sekarang.
Identifikasi protocol pemantauan pengkajian ulang

pengendalian
Potensi tindakan untuk

Rekomendasi mengurangi/ menurunkan risiko


perbaikan
Pengembangan strategi Identifikasi fungsi apa dalam organisasi yang bertanggung jawab

dan peraturan
atas pengembangan strategi dan peraturan
Sumber: Hinsa siahaan. 2007

Estimasi risiko dapat berupa kuantitatif, semi kuantitatif dan kualitatif dalam kemungkinan
terjadinya, serta konsekuensinya (Ancaman), ini dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel : 3 Konsekuensi Ancaman dan Peluang


Dampak keuangan terhadap organisasi kemungkinan melebihi rupiah..
Pengaruh sangat signifikansi terhadap strategi organisasi atau kegiatan
Tinggi (high)
operasi.
Signifikansi terhadap kepentingan stakeholders
Dampak keuangan terhadap organisasi kemungkinan berkisar rupiah
Pengaruh sedang- sedang saja terhadap strategi organisasi atau kegiatan
Sedang (medium)
operasi.
Kepentingan stakeholders sedang- sedang saja.
Dampak keuangan terhadap organisasi kemungkinan kurang dari rupiah
Pengaruh rendah saja terhadap strategi organisasi atau kerugian
Rendah (low)
operasional.
Kepentingan stakeholders rendah.
Sumber: Hinsa siahaan. 2007

Tabel : 4 Peluang Terjadinya Ancaman


Estimasi
Deskripsi
Indikator
Mungkin terjadi
Punya potensi terjadi beberapa kali dalam priode tertentu (10
Peluang setiap tahun atau
tahun).
Tinggi
lebih dari 25%
Telah terjadi pada tahun terakhir.
akan terjadi.
Mungkin terjadi
Dapat terjadi lebih dari 1x dalam priode.
dalam priode 10
Sulit dikendalikan karena ada pengaruh (factor) external.
Peluang
tahun atau
Sedang
kemungkinan
Apakah dalam sejarahnya pernah terjadi.
terjadi kurang
dari 25%.
Peluang Tidak mungkin
Belum pernah terjadi.

terjadi dalam 10
Tidak mungkin terjadi
tahun atau kurang
Rendah dari 25%
kemungkinannya
terjadi.
Sumber: Hinsa siahaan. 2007

Tabel : 5 Kemungkinan Terjadinya Peluang Untung


Estimasi

Deskripsi
Indikator
Hasil menguntungkan
mungkin dicapai dalam
Clear opportunity which can be relied on with
Peluang
satu tahun atau lebih
reasonable certainty, to be achieved in the shot term
Tinggi
75% keuntungan
based on current management processes.
diharapkan akan terjadi.
Reasonable prospects of Opportunity which may be achieved but which require
Peluang favourable results in one careful management.
Opportunity which may arise over and above the plan.
Sedang
year of 25% to 75%
chance of occurance.
Some chance of
Possible opportunity which has yet tobe fully investigated
favourable outcame in
by management.
Peluang
Opportunity for which the likelihood of success is low on
the medium term or less
Rendah
the basic of management resources currently being
than 25% chance of
applied.
accurance.
Sumber: Hinsa siahaan. 2007

Fungsi Manajemenn Risiko


Fungsi manajemen risiko adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Menetapkan kebijakan dan strategi menajemen risiko.


Primary champion of risk management pada tingkat strategis dan operational.
Membangun budaya sadar risiko di dalam organisasi melalui pendidikan yang memadai.
Menetapkan kebijakan risiko internal dan struktur pada unit usaha.
Mendesain dan mengkaji ulang proses manajeman risiko.
Pengkoordinasian berbagai macam kegiatan fungsional yang memberikan nasihat tentang
masalah- masalah manajemen risiko dalam organisasi.

7. Membangun proses cepat tanggap risiko, meliputi penyusunan program kontingensi dan
kesinambungan bisnis.
8. Menyiapkan laporan tentang risiko kepada dewan direksi dan kepada stakeholders.

Ciri Khas Definisi Manajemen Risiko :


1. Manajemen risiko adalah proses, bukan ckecklist, sangat dinamis dan selalu memberikan
umpan balik kepada dirinya sendiri.
2. Perusahaan hanya boleh mencoba dan memastikan risiko aktualnya dengan yang
direncanakannya, serta risiko yang diinginkan, simpangan (deviasi) antara risiko dengan
risiko yang ditargetkan harus diharapkan akan terjadi.
3. Salah satu aspek proses manajemen risiko dengan risiko yang menurut keyakinan perusahaan
harus diambil.
4. Aspek lainnya, yaitu purely diagnostic, adalah benar- benar diagnose dan berusaha
memastikan bahwa risiko perusahaan sesuai dengan risiko yang menurut pandangan senior
dan direktur patut diambil.
Orang bijak mengatakan mungkin risiko yang paling besar dari semua risiko adalah usaha
menghindari risiko.
Manusia tidak hidup dalam dunia yang statis karena keberadaan setiap orang selalu
menghadapi bahaya dan mendapat ancaman dari perubahan lingkungan hidup, sehingga
secara fisik maupun kultur setiap orang akan mengubah cara pandangnya untuk melihat
dan mengelola risiko.
Ada tiga kesalahan risiko yang sering mendapat perhatian yaitu:
1. Semua risiko adalah buruk
Ada risiko yang mencelakakan semua orang,tetapi sangat sukar mengidentifikasi itu risiko,
karena tidak ada orang mendapat manfaat dari risiko tersebut seperti bencana alam.
2. Ada sebagian risiko sangat buruk, karenanya tidak pernah dapat toleransi, sehingga harus
dihilangkan walaupun berapa biayanya, seperti adanya polusi
3. Bermain aman adalah yang paling aman dilakukan.

Sumber:

(http://www.slideshare.net/diysoteria0770/manajem
en-resiko-15156138?v=qf1&b=&from_search=3)