Anda di halaman 1dari 10

TEORI KEYNES

Keynesianisme, atau ekonomi ala Keynes atau Teori Keynes, adalah suatu teori ekonomi yang
didasarkan pada ide ekonom Inggris abad ke-20, John Maynard Keynes. Teori ini
mempromosikan suatu ekonomi campuran, di mana baik negara maupun sektor swasta
memegang peranan penting. Kebangkitan ekonomi Keynesianisme menandai berakhirnya
ekonomi laissez-faire, suatu teori ekonomi yang berdasarkan pada keyakinan bahwa pasar dan
sektor swasta dapat berjalan sendiri tanpa campur tangan negara.
Teori ini menyatakan bahwa trend ekonomi makro dapat memengaruhi perilaku individu
ekonomi mikro. Berbeda dengan teori ekonom klasik yang menyatakan bahwa proses ekonomi
didasari oleh pengembangan output potensial, Keynes menekankan pentingnya permintaan
agregat sebagai faktor utama penggerak perekonomian, terutama dalam perekonomian yang
sedang lesu. Ia berpendapat bahwa kebijakan pemerintah dapat digunakan untuk meningkatkan
permintaan pada level makro, untuk mengurangi pengangguran dan deflasi. Jika pemerintah
meningkatkan pengeluarannya, uang yang beredar di masyarakat akan bertambah sehingga
masyarakat akan terdorong untuk berbelanja dan meningkatkan permintaannya (sehingga
permintaan agregat bertambah). Selain itu, tabungan juga akan meningkat sehingga dapat
digunakan sebagai modal investasi, dan kondisi perekonomian akan kembali ke tingkat normal.
Kesimpulan utama dari teori ini adalah bahwa tidak ada kecenderungan otomatis untuk
menggerakan output dan lapangan pekerjaan ke kondisi full employment (lapangan kerja penuh).
Kesimpulan ini bertentangan dengan prinsip ekonomi klasik seperti ekonomi supply-side yang
menganjurkan untuk tidak menambah peredaran uang di masyarakat untuk menjaga titik
keseimbangan di titik yang ideal.

Kemunculan kembali Keynesianisme 20082009 adalah suatu fenomena pada tahun 2008 dan
2009 yang memunculkan kembali minat terhadap ekonomi Keynes di antara para pembuat
kebijakan di negara-negara maju dunia. Hal ini meliputi diskusi dan pelaksanaan kebijakan
ekonomi sesuai dengan anjuran yang dibuat oleh John Maynard Keynes dalam menanggapi
Depresi Besar seperti stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang ekspansif.[1][2][3][4]
Sejak akhir Depresi Besar sampai awal 1970-an, Keynesianisme memberi inspirasi utama bagi
para pembuat kebijakan ekonomi di negara-negara maju Barat. Pengaruh teori Keynes melemah
pada tahun 1970, karena stagflasi dan kritik dari Milton Friedman, Robert Lucas, Jr., Friedrich
Hayek dan ahli ekonomi lainnya yang kurang optimis tentang kemampuan campur tangan
kebijakan pemerintah untuk secara positif mengatur perekonomian. Krisis keuangan global 2008
mendorong kebangkitan dukungan untuk ekonomi Keynesian di antara pembuat kebijakan dan
kemudian di antara para akademisi.

2 game teori

Game Theory (dalam Ekonomi Mikro)

(i)
(ii)
(iii)

Pengertian Game Theory:


Teori Permainan adalah suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan
konflik antara berbagai persaingan.
Teori ini dikembangkan untuk menganalisa proses pengambilan keputusan dari situasi
persaingan yang berbeda dan melibatkan dua atau lebih kepentingan.
Teori Permainan adalah suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan
konflik antara berbagai persaingan.
Teori ini dikembangkan untuk menganalisa proses pengambilan keputusan dari situasi
persaingan yang berbeda dan melibatkan dua atau lebih kepentingan.
Latar Belakang
Teori permainan mula-mula dikemukakan oleh seorang ahli matematika Prancis yang
bernama Emile Borel pada tahun 1921. kemudian, John Von Neemann dan Oskar Morgenstern
mengembangkan lebih lanjut sebagai alat untuk merumuskan perilaku ekonomi yang bersaing.
Model Teori Permainan
Model teori permainan dapat diklasifikasikan dengan sejumlah cara seperti jumlah
pemain, jumlah keuntungan dan kerugian serta jumlah strategi yang digunakan dalam permainan.
*Berdasarkan Jumlah Pemain Dengan Kepentingan Yang Berbeda
a.One-person berarti perusahaan monopoli, tidak ada persaingan dalam pengambilan keputusan
b.Two-person berarti perusahaan duopolis, terjadi pertentangan dalam pengambilan keputusan
sehingga keuntungan bagi suatu pihak merupakan kerugian bagi pihak lain.
*Berdasarkan Macam Metode Permainannya
a.The Payoff Matrix of a Game( Profit Matrix)
b. Nash Equilibrium
c. The Presioners Delima
d. Repeated Games
e. Enforcing a Cartel
f. Sequental Games
g. A Game of Entry Detterence
TWO PERSON CONSTANT-SUM OR ZERO-SUM GAME
Pemain dalam game ini harus memilih satu dari berbagai macam kemungkinan yang ada
(strategi). Strategi dari seorang duopolis dipilih berdasarkan keuntungan dari setiap variable yang
dimilikinya. Ada tiga kemungkinan strategi untuk para duopolies :
Merubah harga,
Merubah pengeluaran iklan,
Merubah kualitas produk.

Dan duopolis dapat memilih beberapa strategi yang paling tepat untuk mendapatkan keuntungan
yang maksimal. Karena ada tiga variable yang dipunyai, strategi yang diambil berdasarkan nilai
untuk tiga variable tersebut.
Jenis game ini berdasarkan pada asumsi :
1.Penyelesaian masalah dalam pasar duopolis tergantung pada pihak I dan pihak II, yang masingmasing berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.
2.Setiap pelaku yang masuk dalam game ini, jika salah satu pihak untung maka pihak lain rugi.
3.Jumlah keuntungan pihak I sama dengan jumlah kerugian pihak II.
4.Setiap duopolies berada pada posisi yang sama dalam menebak stategi pihak lain yang
digunakan untuk mengalahkan strateginya sehingga akan membuat profit matriks di kedua pihak.
5.Setiap duopolies berasumsi bahwa lawannya akan selalu membuat langkah yang paling efektif
dan dia akan mencoba menghalangi pihak lain untuk melindungi dirinya sendiri dari kerugian
THE PAYOFF MATRIX OF A GAME( PROFIT MATRIX)
Strategi ini di berlakukan untuk dua (2) pelaku (Pelaku I dan Pelaku II) dimana disebut
Duopolis. Disini duopolis berkompetisi dalam mendapatkan keuntungan yang maksimal. Dalam
game ini, jumlah keuntungan pihak I sama dengan kerugian yang didapatkan oleh pihak II.
Dan keuntungan yang di dapat selalu diasumsikan sama, misalkan jumlah keuntungan yang
dibagikan untuk kedua duopolis ini adalah Rp100.000.000;, jika duopolis I mendapatkan
Rp60.000.000 maka duopolis II akan mendapat Rp40.000.000. Dan sama halnya jika Duopolis I
mendapat Rp30.000.000, maka duopolis II akan mendapatkan Rp70.000.000. Jadi berapapun
beda pendapatan yang didapatkan oleh kedua belah pihak, jumlah keuntungan tetap sama, yaitu
Rp100.000.000.
Karena itu kedua duopolis menggunakan strategi yang berbeda untuk mendapatkan
keinginannya. Secara umum, jika duopolis I menggunakan m dan duopolis II menggunakan
strategi n, kemungkinan hasil dari permainan berdasarkan profit matrix.
Profit Matrix juga dikenal sebagai Pay-off matrix.
mxn

(i)
(ii)
(iii)

Dimana Xij (i= 1,2,. m and j=1,2,..n) adalah profit dari duopolis I, jika duopoli I
menggunakan strategi ith dan duopolis II menggunakan strategi jth . Karena permainannya
adalah zero-sum game , maka keuntungan yang didapatkan oleh duopolis II sama dengan (Xij).
Sebagai contoh, jika duopolis I menurunkan harganya sebesar 10% maka duopolis II dapat
menerapkan tiga strategi yang mungkin dilakukan :
Dia dapat menurunkan harga sebesar 10% atau lebih dari 10%,
Dia dapat meningkatkan biaya iklan,
Dia dapat meningkatkan kualitas produknya.
Sebagai dampak dari 10% harga yang diturunkan oleh duopolis I keuntungannya akan berbeda
karena perbedaan strategi yang dilakukan oleh duopolis II.
Contoh :

Tabel 1 Payoff Matrix Duopolis I


Strategi Duopolis II
1
2
3
4
Row Minima
Strategi Duopolis II 1
16
80
40
10
10
2
20
60
-20
-16
-20
Colom Maxima
20
80
40
10
10=10
Di table 1, duopoly 1 memiliki 2 strategi. Untuk melawan itu duopolis II memiliki 4
strategi yang dapat digunakan. Jika duopoly I menggunakan strategi 1 dan duopoly II
menggunakan strategi 2 maka keuntungan duopoly I adalah 80 dan duopolis II -80 ( karena profit
dari salah satu pihak adalah kerugian bagi pihak lain). Jika duopoly I menggunkan trategi 2 dan
duopoly II menggunakan strategi 3, maka profit duopoly I -10 dan profit duopoly II adalah 10.
Dalam game ini masing-masing Duopoly berusaha untuk mencegah strategi duopoly satu sama
lain, untuk mencegah kerugiannya sendiri.
The Saddle Point
The Saddle Point adalah point keseimbangan. Di table 1, payoff dari duopolis I memiliki
strategi maksimum 4 sama dengan payoff milik duopolis II memiliki minimax strategi 1 (10 =
10). Ketika minimax dan maksimin di payoff matrix bernilai sama, kedua duopolis akan
mendapatkan keuntungan yang seimbang. Mereka tidak akan mendapatkan keuntungan yang
lebih banyak dari hasil saddle point di table payoff matrix.
Nash Equilibrium
Keadaan ini dapat dikatakan sebagai solusi tanpa saddle point. Dimana tidak ada nilai
equilibrium dalam payoff matrix. Keadaan ini terjadi karena masing-masing pihak menginginkan
keuntungan yang optimal namun tidak terjadi kesepakatan antara kedua pihak.
Contoh :
Tabel 2. Payoff Matrix
Strategi Duopolis I
Strategi Duopolis II
Minimax
1
2
3
1
10
14
8 8
2
4
6
10 4
3
20
12
16
12
Maximin
20
14
16
1214
Nilai minimax diperoleh dengan mencari nilai terendah pada setiap baris. Nilai maximin
diperoleh dengan mencari nilai tertinggi dari setiap kolom. Untuk mencari saddle point atau
equilibrium, kita harus mencari nilai tertinggi dari minimax dan nilai terendah dari maximin.
Dalam table di atas, nilai minimax dan maksimin tidak sama, karena itu persoalan belum dpat
terselesaikan.
MIXED STRATEGI
Adalah strategi yang digunakan untuk menyelesaikan payoff matrix yang tidak memiliki
equilibrium. Dalam pengerjaannya, mixed strategi berdasarkan pada pembuatan keputusan
dengan memakai probabilitas. Di dalam metode ini, setiap duopolis memiliki strategi untuk
mencapai titik equilibrium. Setiap duopolis berusaha menggunakan strategi yang paling baik
untuk mengalahkan pesaingnya, dengan mencari strategi probabilitas yang dapat menghasilkan
keuntungan yang paling tinggi.
Contoh :

Untuk mengerjakan soal di tabel 2, kita menggunakan huruf V untuk menunjukkan hasil dari
mixed strategi.

Di tabel diatas, setiap duopolis memiliki 2(dua) strategi yang akan mendukung
kemenangan masing-masing pihak. Aturannya adalah,jika duopolis I melempar dadu dan
hasilnya adalah 1 atau 2, ia akan memilih strategi 1 dan jika hasil yang keluar adalah 3,4,5 atau
6, maka dia akan memilih strategi 2. Dengan mengaplikasikan peraturan diatas, strategi
probabilitas yang dipakai jika memakai strategi 1 adalah 1/3 dan kalau strategi 2 adalah 2/3.
Begitu juga dengan duopolis II, namun karena tujuannya untuk mengalahkan strategi dari
duopolis I, maka untuk duopolis II jika yang dipakai strategi I, probabilitas yang dipakai adalah
2/3, dan jika strategi 2, maka yang dipakai adalah 1/3.
Nilai yang diperhitungkan (V) Duopolis I =
1/3 x 2/3x6+1/3x1/3x4+2/3x2/3x2+2x2/3x1/3x6=36/9=4
Nilai yang diperhitungkan (V) Duopolis II=2/3x1/3x6+2/3x2/3x2+1/3x1/3x4+1/3x2/3x6=36/9=4
Disinilah kedua duopolis akan menemukan hasil keuntungan dengan perhitungan matematis.
Dimana dengan hasil V =4 maka keuntungan dari duopolis I tidak kurang dari 4 dan kerugian
dari duopolis II tidak lebih dari 4.
THE PRISONER DILEMMA
Masalah lain di Nash Equilibrium adalah bahwa hasilnya tidak menunjukkan adanya Pareto
Effisien. Game ini berawal dari sebuah kasus yang terjadi pada dua tahanan. Kedua tahanan itu
dicurigai sebagai pelaku kejahatan dan mereka bekerjasama. Kedua tahanan itu di tempatkan di
ruangan yang berbeda, kemudia diberikan pertanyaan apakah memang benar mereka yang
melakukan kejahatan atau tidak. Pilihan yang diberikan adalah : Jika tahanan A mengaku
sedangkan tahanan B tidak mengaku, maka A akan bebas, sedangkan B akan mendapatkan
hukuman 6 bulan. Jika keduanya mengaku tidak bersalah, maka akan mendapatkan hukuman 1
bulan penjara. Dan jika keduanya mengaku, masing-masing mereka akan mendapatkan hukuman
3 bulan penjara.
Tahanan B
Mengaku
Tdk Mengaku
Tabel 3, The prisoners dilemma
Tahanan A
Mengaku
TdkMengaku

-3,-3
0,-6
-6,0
-1,-1
Strategi
Tidak
mengaku-tidak
mengaku adalah keadaan pareto eficien, dimana disitulah satu-satunya keadaan yang membuat
keduanya bebas. Sedangkan untuk pilihan mengaku-mengaku adalah pareto ineficient. Namun
untuk mencapai tritik pareto eficien, harus ada koordinasi antar tahanan, dan masalahnya adalah
mustahil para tahanan bisa mengkoordinasikan pilihan mereka. Semuanya hanya bergantung
pada kepercayaan terhadap masing-masing individu.
The prisioner dilemma dapat diaplikasikan kedalam bidang ekonomi ataupun politik.
Contohnya saja masalah tentang kemiliteran, apakah militer memilih untuk melakukan
penyerangan atau tidak melakukan penyerangan dimana setiap pilihan yang diambil pasti ada
nilainnya sendiri. Untuk dibidang kartel pilihan yang dapat diambil adalah menambah jumlah

kuota atau tetap pada kuota semula dimana jika menambah jumlah kuota kita akan
mendapatkan untung yang lebih,
The Prisoners delemma masih memiliki banyak permasalahan bagaimana caranya untuk
memainkan game ini secara benar. Namun sepertinya jawabannya tergantung pada berapa kali
game itu dimainkan, sekali atau berkali-kali.
REPEATED GAMES
Di The Prisoners dilemma, pemain hanya bertemu satu kali dan memainkan gamenya satu
kali. Namun hasilnya akan berbeda jika dimainkan berkali-kali oleh pemain yang sama. Karena
bisa dikatakan bahwa setiap pemain dapat menerapkan strategi yang berbeda di setiap
putarannya sehingga hasinya berbeda. Di repeated Game, setiap pemain memiliki kesempatan
untuk membangun reputasi perusahaan dan juga mendorong pihak lain melakukan hal yang
sama. Di dalam strategi ini variabel yang mempengaruhi adalah apakah permainan akan
dilakukan beberapa kali putaran yang tetap atau melaukannya dengan putaran yang tidak pasti.
Misalkan saja, ada dua pemain yang mengetahui bahwa putaran dalam game yang akan
diadakan adalah 10 kali. Diputaran 10, putaran terakhir, pemain kemungkinan akan
menghgunakan strategi equilibriumnya yang dominan. Permainan di round 10, sama seperti
hanya bermain satu putaran karena tidak adalagi putaran selanjutnya. Karena itu pemain
biasanya berusaha lebih serius. Diputaran 9, 8, dan sebelumnya pemain dapat melakukan
koordinasi satu sama lain unmtuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pemain melakukan
kerjasama karena berprediksi akan adanya kerjasama di masa yang akan datang, yang berarti
masih ada putaran yang tersisa untuk dimainkan. Tapi jika permainan diulang beberapa putaran
maka setiap pemain berkesempatan untuk mempengaruhi perilaku lawan. Jika dia menolak pada
putaran ini, maka kita dapat menolak untuk putaran selanjutnya. Selama kedua belah pihak
masih memiliki ketertarikan dalam keuntungan dimasa yang akan datang. Ancaman bahwa tidak
ada lagi kerjasama dapat cukup untuk meyakinkan seseorang untuk memainkan strategi pareto
efficient.
Hal ini telah dibuktikan oleh Robert Axelrod dalam eksperimennya, dia bertanya pada
banyak orang yang ahli dalam game theory untuk memberikan strategi terbaik mereka untuk
menyelesaikan masalah the prisoners dilemma. Setelah pertandingan antar para ahli,
pemenangnya (dengan keuntungan total paling tinggi) mengemukakan strategi yang sangat
sederhana. Strategi itu bernama tit for tat, di strategi ini di putaran pertama, kita bekerjasama
dengan memainkan strategi tidak mengaku. Dan untuk langkah selanjutnya, kita mengikuti
langkah yang dilakukan oleh lawan kita pada putaran sebelumnya. Strategi tit for tat bekerja
dengan baik karena ia bekerja dengan mengikuti apa yang lawan lakukan pada kita. Jika lawan
melakukan hal baik, maka kita akan membalasnya dengan melakukan hal yang sama di putaran
selanjutnya, begitu juga sebaliknya, jika lawan melakukan hal yang buruk, maka kita bisa
membalasnya dengan melakukan hal yang sama di putaran selanjutnya.
ENFORCING A CARTEL
Dalam pasar duopolis,kedua perusahaan dapat menetapkan sendiri harga mereka, maka
yang terjadi adalah equilibrium yang terjadi akan menjadi competitive equilibrium. Jika setiap
perusahaan beranggapan bahwa perusahaan lain akan menetapkan harga tetap di harga X maka
perusahaan lain akan menetapkan harganya sedikit dibawah harga X itu. Namun hal itu tidak
akan terjadi jika harga yang ditetapkan sudah sanggat rendah sehingga mendekati nol.
Payoff matrix untuk pasar duopolis memiliki kesamaan dengan prisonees dilemma. Jika
kedua perusahaan menetapkan harga yang tinggi, maka keduanya akan mendapatkan keuntungan
yang besar. Disituasi ini, keduanya berkerjasama untuk menciptakan keadaan monopoli. Namun

jika salah satu perusahaan menetapkan harga yang tinggi, dan perusahaan lain menetapkan harga
sedikit lebih rendah dari perusaahaan itu, maka pasar dari perusahaan dengan harga yang tinggi
dapat beralih menjadi pasar perusahaan dengan harga rendah, dimana dengan harga yang rendah
dan pasar yang besar maka keuntungan dapat dihasilkan lebih besar. Namun jika sama-sama
menurunkan harga, maka keuntungannya akan mengecil karena harga murah dan pasar yang
tetap. Dan nash equilibrium terjadi ketika lawan menetapkan harga terendahnya. Jika digunakan
strategi tit for tat, maka yang akan terjadi adalah, jika lawan memotong harga pada minggu ini,
maka minggu depan kita akan memotong harga juga seperti yang dilakukan lawan kita. Namun
jika lawan mengetahui strategi tit for tat ini, maka dia tidak akan lagi memotong harga dan malah
akan menciptakan persaingan harga. Dan dampak dari memakai strategi tit for tat adalah
memungkinkan perusahaan mengelola harga.
Di kehidupan nyata, kadang strategi semacam ini memang dijalankan. Seperti contohnya,
apa yang dilakukan oleh The Joint Executive Commite, pembentukancartel ini ilegal karena
bertentangan dengan reguilasi antitrust di A.S. Kartel itu beranggapan bahwa setiap perusahaan
memiliki ongkos kirim sendiri. Setiap perusahaan menghitung milik perusahaan sendiri, namun
JEC mengawasi berapa banyak ongkos yang dikeluarkan oleh setiap perusahaan. Meskipun
terjadi berapa kesempatan yaitu sekitar tahun 1881,1884, dan 1885 dimana setiap anggota
perusahaan memotong harga untuk menaikan pembagian pasar . Dimasa-masa itu, sering terjadi
persaingan harga. Ketika satu perusahaan berusaha untuk main curang, maka perusahaan lain
akan memotong harga mereka sebagai hukuman. Strategi tit for tat semacam ini agaknya dapat
mendukung bentuk kartal.
SEQUENTIAL GAME
Sampai sekarang, kita berusaha untuk memikirkan bahwa dalam setiap permainan, satu
sama lain pemain dapat mbergerak atau memutuskan dengan saling mempengaruhi, namun
sampai sekarang masih saja sama bahwa satu pemain memutuskan yang lain mengikuti.
Contohnya saja seperti berikut, jika pemain A dapat memilih Top atau Bottom. Pemain B
akan memikirkan apa yang telah diputuskan oleh pemain A dan memutuskan apakah akan
memilih
Left
atau
Right.

Tabel 4, The Payoff matrix of Sequencial game

LEFT

Untuk mengetahui bagaimana pergerakan yang mungkin diambil oleh lawan, maka dapat
dibuat form:

Dengan Form diatas, kita dapat lebih mudah mengetahui apa yang akan terjadi dengan pilihan
yang sudah diambil lawan, dan hasil yang akan kita dapatkan jika menggabungkannya dengan
pilihan kita.
GAME OF ENTRY DETTERENCE
Dalam penelitian di pasar Oligopoli, kita mengambil beberapa perusahaan dengan jumlah
yang tetap. Tetapi dibeberapa situasi, tambahan perusahaan mungkin terjadi. Dan sebuah
kwajarana jika adanya antisipasi dalam masuknya perusahaan baru.
Sebagai contoh sebuah perusahaan monopolis yang kemudian muncul saingan. Apakah suatu
perusahaan baru itu ingin memasuki pasar atau tidak dan bagi perusahaan lama akan mengambil
langkah akan memotong harga atau tidak untuk mengantisipasi, semuanya bebas di
berlakukan. Jika yang baru memutuskan untuk masuk kedalam pasar, maka payoffnya
tergantung dengan bagaimana perusahaan lama menanggapinya. Jika perusahaan lama
menanggapi, kita perkirakan bahwa keduanya akan memiliki nilai 0. Jika perusahaan lama
memutuskan untuk tidak melakukan apapun, maka perusahaan baru mendapat nilai 2 dan
perusahaan lama mendapat nilai 1.

Dari form diatas dapat dilihat bahwa keputusan terbaik adalah perusahaan baru masuk dan
perusahaan lama tidak melawan. Masalah dari perusahaan lama adalah tidak dapat menolak
perusahaan baru yang akan datang. Jika perusahaan baru masuk. Dan jika sudah asuk maka lama
kelamaan, perusahaan lama akan menyesuaikan diri. Tapi jika perusahaan lama dapat membeli
kapasitas produksi yang lebih sehingga dia dapat memproduksi barang dengan biaya marginal
yang sama seperti sebelumnya. Tentu saja jika dia seorang monopoli, ddia tidak akan
menggunakan kapastitas itu karena dia sudah memproduksi profit maksimal dari barang
monopoli. Tapi jika perusahaan baru masuk, dan perusahaan lama tidak dapat memproduksi
banyak barang maka dia akan lebih dapat berkompetisi mengalahkan pesaing baru. Jika
perusahaan lama membeli kapasitas ekstra dan memilih untuk bertarung, maka profitnya 2
(Form).
Dengan menginvestasikan kapasitas ekstranya, dia akan menurunkan biaya untuk melawan
perusahaan lain yang masuk. Karena kenaikan kapasitas, kesempatan untuk bersaing sangat
besar. Jika potensi peserta masuk pasar dan perusahaan lama melawan , perusahaan lama akan
mendapatkan nilai 2. Dan nilai 1 jika dia tidak melawan. Namun kemungkinan terbesar
perusahaan lama akan bersaing. Maka dari itu perusahaan baru akan mendapatkan 1. Dan
keputusan terbaik bagi perusahaan baru adalah tidak jadi masuk. Tapi ini berarti jika perusahaan
lama akan tetap menjadi monopolis dan tidak akan pernah memakai kapasitas ekstranya. Bagi
seorang monopoli, kesiapan untuk menggusur perusahaan baru sangat penting, karena untuk
mempertahankan pangsa pasar dan juga keberlangsungan monopolinya.
Kelemahan Dari Game Teori
Game teori memiliki beberapa kelemahan dalam pengaplikasiannya dalam masalah pasar
oligopoly, yaitu :

1. Game teori dapat diaplikasikan ke duopolies, namun akan terjadi masalah ketika ketika
diaplikasikan ke lebih dari dua perusahaan.
2. Teori ini berdasarkan pada asumsi bahwa duopolies selalu melaksanakan kebijakan
bermain aman.
3. Namun dalam kenyataannya duopolies sering mengambil resiko dalam kebijakannya
untuk memperbanyak keuntungannya.
4. Game oligopoly ternyata bukan sebuah game penjumlahan tetap seperti yang
diasumsikan oleh game teori. Duopolis tidak akan bersaing dalam mendapatkan
keuntungan dengan jumlah yang konstan.
5. Dalam kenyataannya para duopolies tidak menguasai strategi secara sempurna seperti
yang dibayangkan oleh pesaing seperti yang ada dalam game teori. Apa yang dilakukan
oleh pesaing, seorang duopolies bahkan mungkin tidak mengerti strategi yang digunakan
oleh pesaingnya .
6. Game teori mengasumsikan bahwa pelaku duopolis akan mengambil strategi yang paling
baik, contohnya kedua pihak akan menggunakan perhitungan maksimin atau
minimaksnya. Dalam kenyataannya apabila salah satu duopolis gagal dalam menerapkan
strategi tersebut, maka game teori tidak akan berguna.
Kelemahan-kelemahan inilah yang membuat game teori gagal dalam menjelaskan kegiatan pasar
oligopoli.

Game theory membahas mengenai banyak aspek yang menarik dalam ekonomi. Namun
aplikasinya ternyata dapat digunakan untuk politik, ilmu social, dll. Dalam hal Game-theory,
tidak dibiarkan pemain lain diam, tetapi melakukan aksi-reaksi atas apa yang terjadi dalam
interaksi. Terdiri dari beberapa set jenis permainan. Ada 2 bagian tentang game theory yaitu:
1. one shot
2. repeated : a. infinite
b. finite

Penjelasan:

1. One-shot : contohnya jika dua orang bertemu dan tahu bahwa mereka hanya akan
sekali saja bertemu, terjadi kasus dimana mereka tidak menjaga reputasi mereka. Mereka
berbuat buruk karena tahu bahwa tindakan mereka tidak akan menimbulkan tindakan lain
di kemudian hari.
2. Repeated; finite ; terjadi misalkan ketika orang tahu bahwa 10 hari lagi dia akan mati.
Maka segala ekspektasi tersebut mengubah behaviornya untuk berpikir mengenai hari
akhir ke-10. Ini membuat orang menjadi desperate dan bertindak di luar dugaan atau
disebut juga efek akhir.

3. Repeated; infinite: terjadi dimana seseorang menjaga reputasinya karena ia yakin akan
berinteraksi dengan pihak lain in the near future and more

Jose Rizal menyatakan bahwa game theory merupakan suatu aplikasi yang mengedepankan
prinsip cost-benefit. Dalam hal ini setiap orang dalam mengerjakan apapun mengejar untung
rugi. Ketika keadaan tenang, dimana semua orang berakhir pada sikap saling memahami maka
tercapai yang disebut equilibrium.
Salah satu ilustrasi menarik yang diceritkan adalah mengenai perang produk otomotif Indonesia
dan jepang. Antara timor dan mobil jepang. Ada yang dinamakan strategi dominant (strategi
yang selalu digunakan apa pun strategi lawan/rival). Jika strategi dominant saling bertemu satu
sama lain maka terjadi yang disebut nash equilibrium.
Contoh Nash Equilbrium:
Misalkan dalam suatu seminar, semua orang menyadari bahwa seminar membosankan dan
mereka ingin keluar. Namun ternyata tidak ada yang mau keluar hingga ada yang berani
memulai. Jika ada satu yang keluar, mereka akan segera keluar. Namun saat tidak ada yang
mencoba, semuanya berada dalam keadaan stagnan (dimana semua pemain saling mengunci satu
sama lain/interdependensi yang ketat).

No 3