Anda di halaman 1dari 16

DIKTATKULIAH

PENGEMBANGANTANAHMEKANIK(PTM)
&
ALATALATBERAT

BAGIANII
ALATALATGUSUR

OLEH

FILIYANTITETAATETABANGUN,ST.,M.Eng.
NIP.196906261995032002

DEPARTEMENTEKNIKSIPIL
FAKULTASTEKNIK
UNIVERSITASSUMATERAUTARA
MEDAN
OKTOBER2009

Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

KATAPENGANTAR

PengembanganTanahMekanikdanAlatAlatBerat(PTM&AB)merupakanmatakuliah
pada Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.
MengingatbukumengenaiPTM&ABmemangsangatjarang,danyangadahinggasaatinihanya
satu yaknidalam edisi Bahasa Inggris, dan selebihnya, mahasiswa serta dosenmencari bahan
bahanpendukungmaterikuliahmelaluiInternet,sehinggauntukitupenulissebagaidosenmata
kuliahPTM&ABmencobamenulisdiktatini.
Diktat PTM & AB ini dibuat berseri yakni Bagian I s/d Bagian VII, sementara Bagian IV
danVdigabungkankarenacakupanmaterinyatidakluas.Adapunke7bagiandiktatPTM&AB
yangdisusunpenulisadalahsbb.:PengenalanUmum(BagianI),AlatAlatGusur(BagianII),Alat
AlatGali(BagianIII),GraderdanCompactor(BagianIVdanV),Truk(BagianVI),BiayaAlatAlat
Berat (Bagian VII). Diktat PTM & AB Bagian I s/d VII ini ditulis sesuai dengan kurikulum dan
silabusyangditetapkanpadaDepartemenTeknikSipil,olehkarenaitudiharapkandiktatPTM&
AB Bagian I s/d Bagian VII ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mengikuti
perkuliahandanmenyelesaikanmasalahmasalahyangdihadapidalamperkuliahanterkait.
Dalam penulisan ke7 bagian diktat PTM & AB ini, setiap modul (bagian) dilengkapi
dengan contohcontoh soal yang telah diselesaikan penulis maupun soalsoal latihan yang
dikerjakan mahasiswa, dengan maksud agar mahasiswa dapat langsung mengaplikasikan teori
yangmerekaperolehdikelas.
Semoga ke2 seri diktat PTM & AB ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya
mahasiswa. Penulis akan dengan senang hati menerima masukan yang bersifat membangun
untukpenyempurnaanisidarike7seridiktatPTM&ABini.Terimakasih.

Medan,Oktober2009

Penulis,

FiliyantiTetaAtetaBangun,S.T.,M.Eng.

Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

DAFTARISI
KataPengantar..i
DaftarIsi..ii
II.AlatAlatGusur........................................................................................................................................1
II.1.PengenalanTraktor..................................................................................................................................1
II.1.1.TraktorRodaRantai(CrawlerTractor).........................................................................................1
II.1.2.TraktorRodaKaret(WheelTractor)...2
II.2.Buldozer..........................................2
II.2.1.AlatGerak.....3
II.2.2.AlatKendali.........3
II.2.3.TipePisau(Blade)3
II.2.4.JenisJenisPisauDozer........................................................................................................4
II.2.5.OperasiDenganDozer.....4
II.2.6.ProduksiBulldozer................................................................................4
II.2.7.PenggunaanBulldozer..7
II.2.8.MengerjakanBukitDenganBulldozer....7
II.2.9.MeratakanTimbunanTanah(Spreading).7
II.2.10.MenggaliTanahKeras...............................8
II.2.11.Clearing...9
II.3.Scraper..............................................9
II.3.1.MacamMacamScraper.................................9
II.3.2.FungsiScraper10
II.3.3.ProduksiScraper...10
II.3.4.ScraperDenganPushdozer.12
II.4.DaftarPustaka....................................13

Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

DIKTATKULIAH
PENGEMBANGANTANAHMEKANIK(PTM)
&
ALATALATBERAT

BAGIANII
ALATALATGUSUR

OLEH
FILIYANTITETAATETABANGUN,S.T.,M.Eng.
NIP.196906261995032002

DEPARTEMENTEKNIKSIPIL
FAKULTASTEKNIK
UNIVERSITASSUMATERAUTARA
MEDAN
OKTOBER2009

Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

II.ALATALATGUSUR
II.1.PENGENALANTRAKTOR
Traktor adalah alat yang mengubah tenaga mesin menjadi tenaga gerak/mekanik. Penggunaan
traktoradalahsebagaialatpenggerak(primemover)bagialatberat,misalnyauntukmenarik,mendorong,
serta sebagai tempat dudukan alat lain dan sebaginya, namun dapat juga digunakan untuk keperluan
yanglain.
Traktor dibedakan dalam dua tipe pokok, yaitu traktor dengan roda rantai (crawler tractor), dan
traktor dengan roda karet/ban (wheel tractor). Masingmasing tipe memiliki kemampuan dan
kegunaan yang berbeda, sehingga dalam memilih alat yang cocok untuk keperluan pekerjaan perlu
diperhatikanhalhalsebagaiberikut.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Ukurantraktoryangmemungkinkandigunakandalamtempatpekerjaansehinggadapatefektif.
Traksiyangtersediapadakondisimedanyangdiinginkan.
Kekerasanpermukaanmedan/tanah.
Landaimaksimalyangakandilalui.
Panjangjalanangkut(hauldistance)dankecepatangerakyangdibutuhkan.
Pekerjaanlanjutanyangmasihharusdilakukansetelahpekerjaanpokokselesaidilaksanakan.
Usahausahapengangkutanalatkelokasiproyek.
Lainlainpertimbanganyangperlu.

II.1.1.TraktorRodaRantai(CrawlerTractor)
Dalam dunia konstruksi, khususnya pada pekerjaan pemindahan tanah, dapat dikatakan bahwa
crawlertractorinimempunyaikegunaanyangsangatbesarsebagaialatpokokserbaguna.Penggunaan
crawlertractoriniantaralain:
1. Sebagaitenagapenggerakuntukmendorong,misalnyabulldozer,loader,danuntukmenarikscraper,
sheepsfootrollerdansebagainya,
2. Sebagaitenagpenggerakalatangkut,misalnyatruk,
3. Sebagaitempatdudukan(mounting)alatlain,misalnyacrane.
Pemasarannya, traktor dibedakan dari ukuran tenaganya, di samping juga atas dasar beratnya
secarakeseluruhan.Karenasepertidiketahuipadababterdahulu,DBPmaksimalkecualiditentukan
olehHPmesin,jugaolehberattraktordankoefisientraksinya.Tenagagerak(flywheel)traktor
yang ada berkisar antara 65 HP, 75 HP, 105 HP sampai dengan 700 HP, dan hal ini penting untuk
dipertimbangkan pemilihannya di lapangan, disebabkan karena pengaruhnya besar sekali terhadap
produktifitasalatyangbersangkutan.
Caramengemudikancrawlertractordilakukandenganmenambahbebansalahsaturodarantai
(track)denganmengerem(brake)tracktersebutsecukupnya,ataudenganmengurangitraksipadatrack
itu dengan melepaskan clutch yang menghubungkan antara roda gerak track dengan mesin, sebagaian
atauseluruhnyatergantungdaribelokanyangakanditempuh.Bilabelokancukuptajam,makasteering
dengan brake maupun dengan clutch dilakukan bersamaan. Sistem pengemudian demikian ini dapat
dilakukankarenakecepatangeraktraktortidakterlalubesar,maksimalhanya6mph.
Crawlertraktorinidibutuhkanbilagesekanantararodadanpermukaantanahbesar,danjuga
untukmendapatkantenagayangmaksimal(tidakselip)padawaktukerja.
Pada umumnya biaya perbaikan alat untuk crawler tractor ini sebagian besar adalah untuk
perbaikanbagianbawah(undercarriage),dankerusakankerusakaninidisebabkanolehantaralain:
1. Benturanbenturanwaktuberjalanantaratrackshoedenganbatu,
2. Terlaluseringberjalanpadatempatyangmiring,atauseringberputarmembalikpadasatuarah,
3. Terlaluseringselipantaratracshoedengantanah,
4. Setelantracshoeterlalukendor,
5. Setelantracshoeterlalukencang/tegang.

Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

II.1.2.TraktorRodaKaret(WheelTractor)
Traktor jenis ini digunakan untuk kecepatan yang cukup tinggi dengan jarak angkut besar,
sehingga memerlukan jalan angkut yang terpelihara dengan baik. Karena traktor jenis ini tenaga
tariknyadipengaruhiolehkeraslembeknyapermukaantanah.
Jikadibandingkandengancrawlertractor,yangmempunyaidayafloatingyangbaik,makatekanan
persatuanluaspermukaanpadaroda/banadalahbesar,sehingajikatanahnyalembekroda/bansebagian
masuk ke dalam tanah, dan akan menambah rolling resistance traktor, hal ini akan mengurangi tenaga
efektifuntukmenarik.
Olehkarenabermacammacampertimbanganmakadibuatwheeltractordenganduarodadanwheel
tractordenganempatroda.
1. WheelTractorDuaRoda
a. Kemungkinangerak/manuverlebihbesar,gigilebihbesar.
b. Traksilebihbesar,karenaseluruhberatkendaraanditambahsebagianmuatandilimpahkanpada
rodagerak.
c. Rollingresistancelebihkecil,karenajumlahrodalebihsedikit.
d. Biayapemeliharaanbanlebihsedikit.
2. TraktorRodaEmpat
a. Lebih mudah mengemudikannya, terutama karena lebih stabil dan memberikan kemantapan
padapengemudi.
b. Lebihsedikitgoncangannyapadajalanyangtidakrata.
c. Memungkinkandijalankandenganlebihcepat.
d. Dapatdijalankansendirijikadilepastrailnya.
TabelII1PerbandinganWheelTractordenganCrawlerTractor
CrawlerTractor
1. Tenagatarikbesar
2. Kecepatanrelatifkecil
3. Ground contact (bidang singgung
rodadengantanah)besar
4. Dapat bekerja pada kondisi medan
yangburuk
5. Kemungkinanselipkecil
6. Floatinglebihbaik
7. Mobilitasrendah
8. Jarakangkutdekat

WheelTractor
1. Tenagatariklebihkecil
2. Kecepatanbesar
3. Groundcontactkecil
4.

5.
6.
7.
8.

Kondisimedanharusbaik
Mudahselip
Bebanrodaterpusat
Mobilitastinggi
Jarakangkutjauh

II.2.BULLDOZER
Pada dasarnya bulldozer adalah alat yang menggunakan traktor sebagai tempat dudukan dan
penggerak utamanya, jadi berupa attachment. Tetapi sudah menjadi kebiasaan umum bahwa bila
menyebutbulldozer,makayangtergambaradalahtraktoryangdilengkapidengandozerattachment.Hal
ini perlu dikemukakan disini untuk memberikan pengertian bahwa ada kalanya bulldozer ini juga
dipasangpadaprimemoverlain,sepertitruktrukberatataugarder,terutamabulldozerukuran
kecil,untukpertimbanganekonomisnya.
Bulldozer sebenarnya bukan kumpulan nama jenisjenis dozer, karena bulldozer ini hanya salah
satu jenis dari dozer yang diberi kedudukan untuk mendorong lurus ke depan. Ada juga
angledozeryangkecualimendorongluruskedepanjugadapatmendorongkesampingterhadap
sumbukendaraan.Sudutserong(angling)inibiasanya250terhadapkedudukanluruskedepan.Macam
dan tipe bulldozer dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung dari alat geraknya, kendali alat
gerakdanmacampisaunya.

Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

II.2.1.AlatGerak
Menurutalatbergeraknya(mounted)bulldozerdibagidalamduatipe,ialahcrawlerTractorDozer
(denganrodarantai),WheelTractorDozer(denganrodabankaret),danSwampBulldozer(untuk
daerah rawa). Kelebihan dan kerugian antara Crawler Mounted dan Wheel Mounted adalah seperti
ditunjukkanpadatabelberikut.
TabelII3PerbandinganantaraCrawlerMounteddanWheelMounted
CrawlerMounted

WheelMounted

1. Daya dorong besar, terutama pada


tanahlunak
2. Dapatbekerjapadatanahberlumpur
3. Dapat bekerja pada tanah berbatu
yang tajam namun ban karet akan
cepatrusak
4. Kecepatan rendah, jarak angkut
pendek
5. Dayaapung(floating)besar

6. Perlu alat pengangkut ke lokasi,


karena dapat merusak jalan yang
dilalui

1. Kecepatanlebihbesar

2. Tidakperlualatangkutkelokasi
3. Menguntungkanuntukjarakangkut
yangjauh
4. Kelelahanoperatorkecil

5. Tidakdapatbekerjapadamedan
yangjelek,lembek,becek
6. Jalanangkutperlupemeliharaan

II.2.2.AlatKendali
Menurut alat kendali pisau dozer (blade) nya dibedakan dalam Cable Controlled (alat kendali
dengankabel)danHydraulicControlled(alatkendalihidrolis).Beberapakeuntungandankerugian
dariduajeniskendaliinidiberikanpadatabelberikut.
TabelII4PerbandinganCableControlleddanHydraulicControlled
CableControlled
1. Sederhanadalampemasangandan
pemakaian
2. Pemeliharaanmudah
3. Bahayakerusakanalatkurang,
karenapisaudapatnaiksendirijika
menjumpairintanganyangberat
4. Tidakcocokuntuktanahyangkeras

1.

2.
3.

4.

HydraulicControlled
Tekananpisaulebihbesar
Kedudukanpisaumudahdiatur
Pemeliharaanberatdanharusteliti
Kadangkadangkesulitanmenyediakan
minyakhidrolisjikalokasijauhdarikota(di
pedalaman)

II.2.3.TipePisau(Blade)
Dilihatdaritipepisau(blade)nya,bulldozerdibedakandalamstraightdozer(mendoronglurus),
angel dozer (pisau serong dilihat dari pandangan atas), dan tilt dozer (pisau serong dilihat dari
depan).
Keterangan:
1. Moldboard
2. Cuttingedge
3. Pusharm
4. Pitcharm
5. Hinge(engsel)
6. Hydrauliccontrolled
7. HydraulicMotor
8. CableControlled
Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

II.2.4.JenisJenisPisauDozer
Beberapajenispisauyangdigunakanpadabulldozerdan/atauangledozeradabeberapajenis,antara
lainsebagaiberikut.
1. Universal Blade (UBlade), ialah pisau yang berguna untuk efektifitas produksi. Hal ini
memungkinkan bulldozer dapat mendorong/membawa muatan lebih bayak karena kehilangan
muatanyangrelatifkecildalamjarakangkutyangcukupjauh.
2. Straight Blade (SBlade), ialah jenis pisau yang cocok untuk segala jenis medan, blade ini
merupakan modifikasi dari UBlade, manuver lebih mudah dan dapat membawa material lebih
mudah.
3. AnglingBlade(ABlade),ialahpisauyangdigunakanuntukposisilurusdanmenyudut.
4. CushionBlade(CBlade),ialahbladeyangdilengkapidenganrubbercushion(bantalankaret)untuk
meredamtumbukan.
5. Bowldozer,ialahpisauyangdibuatuntukmembawa/mendorongmaterialdalamjumlahkehilangan
yang sesedikit mungkain. Hal ini dimungkinkan karena dindingdinding baja pada samping dan
bagianbawah.
6. Light Material U Blade (UBlade untuk material ringan), ialah pisau yang direncanakan untuk
pekerjaanyangnoncohesivematerial,ataumateriallepasyangringan,misalstockpile.

II.2.5.OperasidenganDozer
Untukmeningkatkanproduksiadabeberapacaraopersimenggunakanbulldozer,antaralain:
1. Slot Dozing, ialah dengan melakukan beberapa lintasan dan membiarkan tanah yang berceceran
dikirikanan dozer, hal ini akan merupakan penghalang terhadap tercecernya tanah pada lintasan
lintasanberikutnya.Carainiakanmenambahproduksi20%.
2. SidebySideDozingatauBladetoBladeDozing,ialahcarabekerjadenganduadozerberdampingan,
sehingga ujung blade dozer yang satu dengan ujung blade dozer yang lain hampir bersentuhan dan
berjalanpadaarahyangsama.Carainimenaikkanproduksiantara15%25%.

II.2.6.ProduksiBulldozer
Untuk menghitung produksi bulldozer, beberapa pabrik pembuat alat memperkirakan produksi
dozing dengan menggunakan universal blade dan straight blade untuk bulldozer tipe D7 sampai D10
Carterpillar.UadalahUniversalBlade,SadalahStraightBlade,sedangkanproduksididasarkanatas
kondisisebagaiberikut:
1.
2.
3.
4.
5.

Efisiensikerja100%(60menitperjam)
Fixedtime(waktutetapuntukpindahgigi)0,05menit,
Beratvolumetanahyangdigusur1790kg/m3(BM),atau1370kg/m3(LM),
Swell30%atauLoadFactor=0,769
Koefisientraksiuntuk:a.track=0,5ataulebih
b.wheel=0,4
6.Bladedenganhydrauliccontrolled.
Beberapa faktor koreksi perlu diberikan jika kondisi kerja dan ada faktorfaktor lain yang tidak
sesuai.

Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

TabelII5FaktorKoreksiKondisiKerja
No.
1.

2.

Uraian
Operator:
a. Baiksekali
b. Sedang
c. Buruk
Bahan:
a. Stockpile

3.

Denganmetodeslotdozing(celah)

4.
5.

6.

7.
8.

b. Sulitdipotong/digusur
- Dengantiltsililder
- Tanpatiltsilinder
- Dengankabelkendali
c. Kerasdipotong/digusur(keringnoncohesive)
d. Batuhasilledakan

Crawler

1,0
0,75
0,60

1,20

0,80
0,70
0,60

0,80
0,600,80

1,20

Dengan metode berdampingan (side by side


1,151,25
dozing)
Penglihatan waktu operasi berdebu, kabut, + 0,80
gelap,hujan

Efisiensikerja:
0,84
a. 50menit/jam
0,87
b. 40menit/jam

0,80
Directdrivetans(fixedtime0,1mnt)

Bulldozer:

a. ABlade
0,500,75
b. CBlade
0,500,75
c. D5(sempit)
0,90
d. UBlade
1,20
e. BowlBlade
1,30

Wheel

1,0
0,75
0,60

1,20

0,75

0,80

1,20
1,151,25
0,70

0,84
0,67

0,500,75

1,20
1,30

Selain faktorfaktor tersebut di atas, ada satu faktor lagi yang harus dihitung. Ialah faktor grade
correction,adalahkoreksiakibatlandaijalanyangditempuh.

Keterangan:+=landainaik

=landaiturun

Contoh21: Sebuah Bulldozer D8 U dengan tilt silinder bekerja pada tanah lempung keras, jarak
gusurratarata60m.Landainaik10%,operasidengancaraslotdozing.Beratvolume
tanah 1600 kg/m3 (loose), operator sedang, efisiensi kerja 50 menit/jam. Berapa
produksiratarataperjamnya?.

Hitungan:Faktorfaktorkoreksi:
1.Lempungkeras,tilitsilinder
:0,80
2.Koreksilandai10%naik
:0,84
3.Slotdozing

:1,20
4.Operatorsedang

:0,75
5.Efisiensikerja

:0,84
6.Koreksiberattanah

:1370 :0,856

1600
Produksiideal

:410m3/jam(LM)
Jadiproduksinyata:410*0,80*0,84*1,20*0,75*0,84*0,856=178,29m3/jam(LM).
Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

Apabiladaripabriktidakadagrafik/tabelyangdapatmembantu untukestimasiproduksi,produksi
dapat ditentukan secara teoritis, dengan menghitung kapasitas blade, kemudian produksi ratarata
dihitungdenganestimasijumlahlintasanperjamnya.
Pada kedudukan A, Bulldozer mulamula atau dalam keadaan berhenti, pisau sedikit masuk ke
dalam tanah dengan tujuan untuk menggali/menggusur. Dalam kedudukan yang demikian ini traktor
mulaidijalankanmaju,biasanyaharusdalamkeadaangigiterendah.
Kedudukan B adalah keadaan menggusur/mengangkut tanah dengan kecepatan tetap, jika
dipandang perlu traktor dapat menambah kecepatan dengan pindah gigi, dan hal ini akan memerlukan
waktutetapyangdisebutdenganfixedtime.
KedudukanCadalahposisimembuangmuatanpadaakhirjalanangkut,pisaudiangkatnaiksehingga
tanahdapatlewatdibawahpisau.Apabilatanahdidepanpisausudahhabistertinggaltraktordihentikan,
kemudiandalamposisipisaumasihterangkattraktordijalankanmundurmenujukekedudukanA.
Jarak L adalah jarak angkut dozer, sedang waktu yang dibutuhkan untuk menjalani jarak L pulang
balik disebut waktu pulang balik atau cycle time (roundtrip time). Waktu yang diperlukan untuk
menjalanisaturoundtripdirincisebagaiberikut:
1. Waktutetap(fixedtime),adalahwaktuyangdiperlukanuntukmelakukantindakantindakanyang
selaluharusdijalankan,misalnyamemasukkangigi,menambahkecepatan,danmemindahgigi.
2. Waktuyangtidaktetap(variabletime),ialahwaktuuntubergerakmajumendorongmuatandan
watu kembali mengambil muatan, waktu ini besarnya tergantung jarak dan kecepatan gerak dari
traktor.
Untukestimasiproduksidapatdigunakanrumusberikut:

(BM)
m3/jam
60
Produksi=
BC JE LF

Keterangan:T
=cycletime,menit
BC =kapasitasblade(pisau),m3
JE =efisiensikerja
LF =loadfaktor

Contoh22:Estimasikanproduksirataratabulldozerjikaditentukantanahlempungberpasir,berat
volume2.700lbs/cuyd(BM),swell25%,jarakgusur100ft.
Traktor72HP,ukuranbladepanjang9,5ft,tinggi3ft,kecepatanmaju/gusur1,5mph,
mundur3,5mph,efsiensikerja50menit/jam.
Hitungan:Kapasitasbladedihitungdenganpendekatansebagaiberikut

Lerengtanahditentukan2:1
Kapasitasblade:

1
H 2 H L
2

1
2.(3) 2 .9,5 = 85,5Cu ft
2
85,5
=
= 3,167Cu yd ( BM )
(3) 3
3,176
KapasitasbladedalamBM =
= 2,5336Cu yd ( BM )
1,25

Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

Roundtriptime:
-

100
60 = 0,758menit
1,5 5.280
100
60 = 0,324menit
Kembali:
3,5 5.280
Dorong/maju:

Fixedtime
T
Produksi =

=0,30menit
=1,382menit

60
50
2,5336
1,3382 60

=91,664Cuyd/jam(BM)

II.2.7.PenggunaanBulldozer
Untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi, terutama jalan raya, landasan pesawat terbang dan
sebagainya, bulldozer bersifat serbaguna dan dapat melakukan tugastugas antara lain seperti
berikutini:
1. Pembersihan lapangan pekerjaan dari pepohonan, kayukayu dan bonggolbonggolnya, puingpuing
bekasbangunandansebagainya,pekerjaaniniseringdisebutclearning.
2. Pembukaanjalanjalankerjadaruratmenujuketempatlokasipekerjaan.
3. Pembukaanataupenggusurantanahdalamjarakdekat(100meter).
4. Mendorongscraperpadawaktumemuat(push).
5. Meratakan timbunan tanah pada daerah fill, mengisi kembali galian atau parit, spreading dan
sebagainya.
6. Memeliharajalankerja,jalanangkut.
7. Menyiapkanbahanbahandariquarryatautempatpengambilanmaterial.
8. Mengupastanahbagianatasyangjelekataustripping.
9. Meratakanpermukaanataumenghaluskanpermukaanbidangrat(finishing).

II.2.8.MengerjakanBukitDenganBulldozer
Pekerjaanpadabukityangtanahnyaterdiridaributiryanglepasakansulitdidakisampaikepuncak
oleh traktor, karena tanah akan longsor. Untuk merintis jalan menuju puncak ialah dengan
menghadapkan dozer ke tebing yang akan didaki dengan blade diangkat setinggi mungkin. Dengan
kedudukan blade ini traktor digerakkan maju sedemikian rupa sehingga blade masuk ke tebing,
kemudian traktor digerakkan mundur agar tidak tertimpa longsoran tebing akibat gerakan mundur
tersebut. Bahan longsoran yang terkumpul pada kaki tebing itu kemudian diratakan dengan cara back
blading, ialah dengan meletakkan blade di belakang onggokan bekas longsoran dan menarik mundur
traktor yang akan menghailkan suatu bidang rata dan mempunyai ketinggian lebih dari kedudukan
semula. Kemudian pekerjaan dimulai dengan mengangkat blade tinggitinggi dan maju ke depan
kemudianmundurlagi.
Apabila bukit terdiri dari tanah keras dan berbatu, maka biasanya tiada jalan lain kecuali
membuat jalan melingkar (side hil cut), ke lintasan pertama digunakan tilt dozing, kemudian dengan
angle dozing agar tanah hasil gusuran dapat dibuang ke jurang atau bagian tebing yang rendah.
Seandainya harusterpaksamenggali melalui bukit,misalnyauntukmembuatjalantembus,makaharus
diperhatikanadanyapolapenggalian.
Haliniuntukmenghindariagardozertidakterjepitdiantaraduatebinghasilgalian,karenapisau
dozer tidak jauh lebih besar daripada lebar antara letak dua track traktor, sehingga jika tidak hatihati
dalammemilihurutanlintasanbukantidakmungkindozerakanterjebakdansulituntukkeluar.

II.2.9.MeratakanTimbunanTanah(Spreading)
Timbunantanahyangdimaksudadalahbekasdumpingdaritrukuntukpengisianjarakjauh,atau
stockpiledarihasiltimbunanyanglain.Pekerjaandimulaidenganmemberikankedudukandozerblade
cukuptinggidiatastanahasalagartidakterambilmuatanterlalubanyaksekaligus.Jikadidepanblade
sudah tidak cukupbanyak muatan maka traktor dihentikan dan dijalankan mundur untuk mengambil
muatanbaru,sisamuatandaripassyanglaludidorongdenganpassberikutnya.Halinidilakukandengan
memelihara produktifitas dozer yang hanya dicapai dengan mendorong muatan yang maksimal. Dalam
Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

melaksanakan ini tiap kali harus pindah jalur pada waktu menjalankan masingmasing pass yang
berurutan,sehinggatanggultanggulyangterjadipadalintaslintassebelumnyatidakterlaluberatuntuk
diratakan kemudian. Naik turunnya blade pada kebanyakan dozer adalah hal yang sukar dikendalikan,
terutamabagioperatoryangbelumcukupberpengalaman.Makasebaiknyajikaterjadipuntukpuntukdi
ataspermukaantanah,lebihbaikdozerdihentikandanmundurmengulangipassyangsedangdijalani.

II.2.10.MenggaliTanahKeras
Jika menjumpai tanah keras, misalnya tanah keras kering, maka penggalian dapat dilakukan
dengan pisau dozer khusus yang disebut ripper (pembajak). Alat ini pada dasarnya tidak lain seperti
bajakyanggigigiginyaterbuatdaribajasedemikianrupasehinggadapatdiberikantekanancukupbesar
untuk dapat masuk dalam tanah keras. Ripper ini ada yang merupakan alat tersendiri yang ditarik
(towed)olehtraktor,adajugayangmerupakanalatpelengkap(attachment)yangdipasangpadatraktor
sebagaialatpenggeraknya.
Macammacamripperantaralainsebagaiberikut.
1. Ripperyangmerupakanalatsendiri.
2. Ripperyangditariktraktor,
a. dengancablecontrolled(kendalikabel),
b. denganhydrauliccontrolled(kendalihidrolis).
3. Ripperyangmerupakanattachmentyangdipasangpadatraktorsebagaitenagapenggeraknya.
a. Adjustableparallelogram,giginyasjajardandapatdiatur/dilepas,macamnya:
1).Singleshank(gigitunggal)
2).Multishank(gigibanyak)
b.Parallelogramgigisejajardankaku,
1).Singleshank,
2).Multishank.
c.Hinge,berbentukpiringandenganukurantertentu.
Gigigigiripperinijikaausdapatdiganti,hanyaharusdijagaagarkeausannyajangansampaipadainti
giginya,karenapenggantiannyaakanlebihmahal.
Beberapa jenis tanah tertentu tidak dapat dibajak dengan ripper ini, misalnya clay dengan
kecepatanrambatantara30005000ft/detikdapatdibajak,sedangclaydengankecepatanrambatsuara
antara50006000ft/detikmerupakanbataskemampuanripperyangbersangkutan.Kecepatanrambat
suarainidihitungberdasarkanpenyelidikandilapanganpadajenismaterialyangakandikerjakan.Halini
tidak mutlak memberikan kepastian dapat tidaknya material dibajak, karena material dapat dibajak
tanpa memperhatikan kecepatan rambat suara, terutama untuk material yang homogen. Sebaliknya
kecepatanrambatsuarayangrendahbelumtentumenjamindapatdibajak,karenajointfractureyang
adatidakmemungkinkanuntukpenetrasigigi ripper.Untukbatuankonglomeratdanbeberapajenis
batuanyanglainkadangkadangdiperlukanbantuandenganpeledakan.
Produksidapatdiestimasikansebagaiberikut.
Contoh23: Sebuahripperdengansingleshankyangditariktraktor,
Jarakripping:0,915m
Dalamripping
:0,610m
Panjangripping
:91m
Kecepatanripping :1,6km/jamatau26,6m/menit
Waktukembali
:0,25menit
Efisiensikerja
:50menit/jam
Cycletime:
Waktumembajak :

91
= 3,42menit
26,6

Waktukembali
=0,25menit
T=3,67menit
Produksi:

60
50
0,915 0,610 0,8 =6,08m3/jam
3,67
60

Apabila ada faktor koreksi yang lain seperti kondisi medan, alat dan operator dapat juga
diperhitungkan.

Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

II.2.11.Clearing
Bulldoder adalah alat yang baik sekali untuk digunakan dalam pekerjaanpekerjaan pembersihan
permukaan tanah dari tumbuhtumbuhan, pohonpohonan, sisa pohon, batubatuan dan puingpuing
bekasbangunan.Apabilapohontidakterlalubesar,pisaudimasukkansedikitdibawahpermukaantanah
dan digusur maju, sehingga pohon tumbang, hal ini juga dilakukan untuk semaksemak belukar. Untuk
menumbangkan pohon yang agak besar, blade diangkat sampai kedudukan kirakira setengah dari
maksimal,sehinggacuttingedgeblademenyentuhbatangpohonyangakanditumbangkan.Setelahblade
menyentuh batang pohon, dozer digerakkan maju pada gigi rendah sambil mengangkat blade ke atas
mencapai kedudukan tertinggi. Dengan demikian pohon kecuali terdorong juga terjebol dari
kedudukannya.
Untuk pekerjaan clearing ini dapat dikatakan suatu pekerjaan yang tidak eksak, karena jumlahnya
produksi tidak dapat dipastikan dari pekerjaan yang satu dengan pekerjaan yang lainnya. Sebagai
gambarandiberikantabelberikut.
TabelII7ProduksiClearnimgdenganbulldozer
Bahan

1. Pohonpohonkecil,semak(0<6inci)
2. Pohonpohonsedang(0712inci)
3. Pohonbesar(01230inci)

Ukurantraktor
<115DBHP
>115DBHP

1.000sqyd/jam
39mnt/pohon
520mnt/pohon

1.200sqyd/jam
26mnt/pohon
520mnt/pohon

Catatan:1sqyd 0,836m2
Beberapafaktoryangmempengaruhidalampekerjaanclearingantaralain:
1. Kelebatanpohonyangakanmempengaruhiproduksidanbiaya,
2. Penggunaan setelah dikerjakan, misal untuk dam, jalan raya dan sebagainya yang akan
mempengaruhipadametodeclearningnya,
3. Keadaandandayadukungtanah,
4. Topografi,
5. Keadaaniklim,
6. Kekhususanpekerjaan.
Dalam melaksanakan pekerjaan pembersihan medan dibedakan dalam beberapa metoda yang
didasarkanpadastart,routeyangditempuhdanakhirpekerjaansebagaiberikut.
1. MetodaSiputLuar(OutCrop),alatbergerakmulaidaritengahkearahluarmenyusurigarissiput.
2. MetodeSiputDalam(Perimeter),alatbergerakdariluarkearahtengahmenyusurigarissiput.
3. MetodePegasUlir(Harrowing),alatbergerakseseuaidengangarisserupapegasulir.
4. Metode Zigzag, alat bergerak dari kiri ke kanan dan sebaliknya menurut garis lurus, sangat baik
untuktanahrelatifdatar.
5. MetodePembakaran,tumbuhan/tanamandibakardariarahlawananginberisperbaris.
6. MetodeContour,alatbekerjapadacontourcontourdenganketinggiantempatyangsama,biasanya
untuktanahmiring.

II.3.SCRAPER
Dalam pekerjaan penggususran tanah, scraper selain digunakan untuk menggali juga dapat untuk
mengangkut. Pada kenyataan scraper ada yang mempunyai mesin sendiri dan ada yang ditarik traktor,
tetapisecarakeseluruhanscraperdantraktordisebutsebgagaiscrapersaja.

II.3.1.MacammacamScraper
Beberapamacamdantipescraperdibedakansebagaiberikut:
1. Mesin penggerak, ada scraper bermesin tunggal yang power unitnya terletak di bagian depan
berfungsi sebagai penarik bowldari scraper, kemudian ada yang bermesin ganda yang power unit
keduanyaditempatkanpadabagianbelakangbowlscraperberfungsiuntukmendorongseluruhunit
scraper,sedangpowelunityangpertamaadadi bagiandepansebagaipenarikdan keduanyaharus
terpadubekerjanya.
Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

2. Tipescraperdibedakandalamduamacam,ialahsemitrailler(denganduaas),dantipefulltrailler
(satuas).
3. Alat kendali dibedakan dalam dua macam, alat kendali hidrolis (hydraullic controlled), dan alat
kendalikabel(cablecontrolled).
4. Rodatraktoryangdigunakandapatberupa:
a. Rodarantai(crawlertractorpopulled),
b. Rodakaret(wheeltractorpulled)yangmacamnyaada:
1. Singleengine(mesintunggal),
2. Twinengine(mesinganda),
3. Twobowltandem(denganduabowlbersamasama),
4. Multibowlmultiengine,
5. Elevatingscraper.
Prinsip kerja scraper ialah dalam keadaan berjalan bowl diturunkan samapai cutting edge nya
masuk ke dalam tanah yang akan digali/digusur. Apron ditarik ke atas dan ditahan pada kedudukan
tertentu supaya tanah dapat masuk ke dalam bowl, jika bowl belum penuh tetapi tanah tidak dapat
masuk,halinibiasanyakarenakecepatangerakscraperkuranguntukmendorongtanahyangterkumpul
menutupi lubang dasar bowl dan apron. Untuk hal semacam ini kadangkadang perlu dibantu dengan
pushdozer (bulldozer pendorong). Apabila bowl sudah penuh, apron ditutup kemudian diangkut dan
dibuangpadatempatyangdiinginkan.
Membuang muatan dari scraper biasanya dengan membuat lapisan urugan yan rata tebalnya,
untuk ini bowl diturunkan dari kedudukannya sampai ketinggian yang dikehendaki di atas permukaan
tanah,kemudianaprondibukasecukupnya,sehinggamuatankeluarolehberatsendiridaribowldanjuga
olehbantuandoronganejectoryangdigerakkanmaju.

II.3.2.FungsiScraper
1.
2.
3.
4.

Dalampekerjaantanahscraperberfungsiantaralain:
Stripingtopsoil,ialahpengupasantanahpermukaanyangjelek.
Meratakancontoursekelilingbangunan.
Menggalisaluran.
Menggalidanmengurug,misalnyabadanjalan.

Pada pekerjaan cut & fill oleh scraper melibatkan pekerjaan material dari suatu tempat ke tempat
lain. Scraper dapat bekerja dengan baik asal ukurannya sesuai dengan kondisi medan, biasanya
jarakangkut100metersampaidengan1.000meteradalahjarakekonomisuntukbekerjadengan
scraper. Tetapi hal tersebut tidak mutlak, karena berdasarkan asumsi dan pengalaman, pada jarak
angkut100meterpenggunaanscraperbelumtentulebihbaikdibandingkandneganbulldozer.
II.3.3.ProduksiScraper
Kapasitas scraper ditentukan volume material yang dapat dimuat dalam bowl, dan ukuran
kapasitasinidinyatakandalamm3ataucuyd.Ukurandibedakandalamkeadaan peres(struck)dan
munjung (heaped), dan perlu diketahui bahwa ukuran tanah yang digali dalam keadaan bank measure,
sedangtanahyangtermuatdalambowldalamkeadaanloose(lepas).
Seperti halnya dengan produksi yang dapat dihitung untuk dozer, maka untuk scraper dapat
dilakukan hitunganhitungan serupa dengan banyak mendasarkan pada pengalaman di lapangan. Oleh
pabrik pembuatnya, biasa diberikan dua angka untuk kapasitas scraper, ialah kapasitas struck dan
kapasitas heaped, sedang angka rataratanya terletak diantara kedua angka tersebut, karena
biasanyascraperdapatdiisilebihdarikapasitasstruck,tetapijarangmencapaikapasitasheaped.
Produksi scraper dinyatakan dalam jumlah tanah yang dapat dipindahkan tiap jamnya, dan untuk
menghitungcycletimenyaadaduahalpokokyangharusdihitungialahsebagaiberikut.
1. Waktutetap,ialahwaktuyangdiperlukanuntukmuat,mempercepatmuat,pindahgigi,membuang
muatan,memutarbalik,menyiapkandiriuntukkembalimengambilmuatan.
2. Waktu tidak tetap, ialah waktu yang diprtlukan untuk berjalan menuju tempat membuang dan
kembalimengambilmuatan.
Untukmenentukanwaktutetap(fixedtime)sebagaigambarandapatdiambilpadatabelII8,khusus
untukscraperrodakaret.
Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

TabelII8WaktuTetapuntukWheelScraper(menit)
Kegiatan

KecepatanAngkut(mph)
58
815
1530
(1) (2) (3) (1) (2) (3) (1) (2) (3)

Muat
Buang,memutar

Pindahgigi,
menambah
kecepatandll
Total

0,8
0,4

0,3

1,0
0,5

0,4

1,4
0,6

0,6

0,8
0,4

0,6

1,0
0,5

0,8

1,4
0,6

1,0

0,8
0,4

1,0

1,0
0,5

1,5

1,5 1,9 2,6 1,8 2,3 3,0 3,0 3,0

1,4
0,6

2,0
4,0

Keterangan:(1)=kondisimedanbaik
(2)=kondisimedansedang
(3)=kondisimedankurangbaik

Contoh24:SebuahcrawlerscrapertipeC100,100HPberatnya12ton,rincianDBPsebagaiberikut:
TabelII9RincianDBPTraktor
Gigike

Kecepatan(km/jam)

DBP(kg)

1
2
3
4
5

2,36
3,80
4,51
6,45
10,00

9.000
5.340
4.050
2.540
1.530

Kapasitas bowl 9,6 m3, berat kosong 10 ton, panjang pisau 2,5 meter. Jenis tanah
kepasiran,berat1.300kg/m3(BM),swell=20%.Kondisimedandatar,jalanangkutrata,
RR untuk crawler 50 kg/ton. Jarak angkut 300 meter, urugan tebal tiap lapis 20 cm,
galian tebal tiap kali muat 10 cm. Jika efisiensi kerja 50 menit/jam berapa produksi
scraper?
Hitungan:Volumescraper9,6m3(LM)=

9,6
= 8m 3 ( BM )
1,20

8
= 32 meter
0,10 2,5
9,60
= 19,20 meter
Jarakbuang :
0,20 2,5

Jarakmuat :

Beratscraper
:
=10ton
Beratmuatan
:8x1.300
=10,40ton
Total

=20,40ton
DBPyangdibutuhkanuntukmenarikscraper+muatan=20,4x70=1.428kg,sedang
DBPuntuktraktorsudahdiperhitungkan.
DaritabelII.9terlihatbahwatraktordapatberjalanpadagigike5,dengankecepatan10
km/jam.

1. Waktutetap:
muatgigike1
buanggigike1

32
60 = 0,81 menit
2.360
19,20
:
60 = 0,49menit
2.360
:

putar2kali

:2x0,40=0,80menit
pindahgigi,percepatandll=1,00menit

Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009

T1

=3,10menit

2. Waktutidaktetap:

300
60 = 1,80menit
10.000
300
60 = 1,80menit
:
10.000

waktuangkut :
waktukembali

Cycletime

:3,10+3,60=6,70menit

Produksiscraper

T2=3,60menit

60
50
8
= 59,70 m 3 / jam
6,70
60

II.3.4.ScraperdenganPushdozer
Untuktraktordenganrodakaret,dalammemperolehkapaitasangkutyangmaksimal,padawaktu
menggalidiperlukanbantuanpushdozeryangmendorongdaribelakang.Dalammenghitungproduksi
dan menghitung jumlah sraper yang harus dilayani oleh pushdozer sangat tergantung pada masing
masing cycle time yang diperlukan. Waktu yang diperlukan tersebut antara lain untuk mendorong,
angkut,buang,putardanwaktukontak.Beberapacycletimeuntukpushdozertergantungdarimacam
operasinyasepertiterlihatpadatabelII.10.
Contoh25:Sebuah pushdozer bekerja dengan cara back track loading, kondisi pemuatan sedang.
Scraperyangdilayanimempunyaicycletime8menit.
Berapakahscraperyangdapatdilayaniolehpushdozer?
Hitungan:DaritabelII.10diperolehTuntukpushdozer2,5menit.
Jumlahscraper=

8
= 3,2 unit
2,5

a. Biladigunakan3buahscraper,makawaktuuntukmendorong:3x2,5=7,5scraper
belumdatang,sehinggapushdozerharusmenunggu.
b. Biladigunakan4buahscraper,makawaktuuntukmendorong=4x2,5=10menit,
scrapersudahdatanttetapipushdozerbelumselesaimendorongscraperke4.
TabelII10CycleTimeuntukPushdozer
CaraOperasi
BackTrackLoading
ChainLoading
ShuttleLoading

KondisiMuatan
Baik
Sedang
Kurang
Baik
Sedang
Kurang
Baik
Sedang
Kurang

CycleTime
1,7
2,5
3,0
1,2
1,6
2,0
1,2
1,6
2,0

II.4.DAFTARPUSTAKA
1. HandbookofCaterpillar(theInternetdownloaded,2009);
2. HandbookofKomatsu(theInternetdownloaded,2009);
3. Peurifoy, P.E., Ledbetter, W.B., Schexnayder, C.J., Construction Planning, Equipment, And
Methods,TheMcGrawHillCompanies,Inc.,NY,2007.

Filiyanti Teta Ateta Bangun : Pengembangan Tanah Mekanik (PTM) & Alat-Alat Berat : Alat-Alat Gusur, 2009