Anda di halaman 1dari 16

HUKUM PERDATA

DISUSUN OLEH :
HARMELISA DIANASARI (1306088)

DOSEN :
HENI MUCHTAR, SH, MH

FAKULTAS ILMU SOSIAL


PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


2014

PERTEMUAN KE I
A. Pengertian Hukum Perdata
Hukum perdata adalah suatu aturan yang mengatur hubungan antara orang dengan
orang ataupun orang dengan badan hukum.
Jadi, hukum perdata disini lebih mengatur tentang bagaimana seseorang itu
menjalankan hak dan kewajibannya, baik itu terhadap dirinya sendiri maupun orang lain yang
apabila haknya di ambil orang lain ia dapat menuntut ke pengadilan perdata agar haknya
dapat kembali seperti semula.
Contohnya : Agung kesal dengan Bambang, jadi Agung meluapkan kekesalannya
pada Bambang dengan menulis status di facebook dengan menjelek-jelekkan Bambang,
karena tidak terima Bambang melaporkannya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama
baik.
B. Sifat Hukum Perdata
Hukum perdata bersifat privat. Dikatakan privat karena hanya mengatur hubungan
antara orang dengan orang ataupun orang dengan badan hukum saja, artinya hanya kedua
belah pihak yang bersangkutan saja.
Contohnya : Ibu Susi mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama untuk Pak
Robert atas perlakuan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukannya kepada Ibu
Susi. Maka dalam kasus ini hanya mengatur hubungan antara Ibu Susi dan Pak Robert saja
tidak ada campur tangan dari pihak lain.

PERTEMUAN KE II
A. Subyek Hukum
Subyek hukum adalah orang atau badan hukum sebagai pemegang hak dan kewajiban.
Hak disini berarti subyek hukum berhak atau katakanlah harus memperoleh atau
mendapatkan hak-haknya dalam kegiatan keperdataan. Seperti hak untuk merasa aman atau
mendapatkan perlindungan hukum atas hilangnya hak keperdataan seseorang. Sedangkan
kewajiban disini, berarti seseorang memiliki kewajiban untuk menjalankan proses
keperdataan yang sedang berlangsung atas dirinya.
B. Manusia sebagai Subyek Hukum
Manusia dikatakan subyek hukum dari semenjak ia dilahirkan sampai ia meninggal
dunia. Bayi yang masih dalam kandunganpun bisa dianggap sebagai subyek hukum apabila
terdapat kepentingan atau urusan yang menghendakinya. Contohnya : Seorang ayah
mewariskan hartanya kepada seorang anak. Ketika sang ayah meninggal dunia ternyata
seorang anak ini belum dilahirkan oleh ibunya atau masih berada di dalam kandungan ibunya,
maka anak yang belum lahir ini sudah termasuk ke dalam subyek hukum karena keadaan atau
adanya suatu urusan yang menghendaki anak ini untuk menjadi subyek hukum karena sang
ayah telah mewariskan harta benda untuk anak tersebut. Jadi, dapat dikatakan ketika sang
ayah telah mewariskan harta bendanya kepada anak yang masih dalam kandungan ibunya ini,
si anak ini telah menjadi subyek hukum karena adanya suatu urusan atau keadaan yang
menghendakinya.
Contoh lainnya yaitu seorang ibu hamil naik pesawat, Ibu hamil ini hanya diminta
membeli tiket untuk dirinya saja tidak termasuk untuk anak yang dikandungnya, karena anak
yang dalam perut ibunya ini tidak mempunyai kepentingan terhadap pesawat yang di
tumpangi ibunya itu.
C. Badan Hukum sebagai Subyek Hukum
Badan hukum dapat dikatakan sebagai subyek hukum karena telah memenuhi syaratsyarat yang ditentukan oleh hukum. Badan hukum itu sendiri berupa perusahaan, organisasi
ataupun sebuah institusi.

Disini, badan hukum sama halnya dengan manusia, yaitu sama akan hak dan
kewajibannya dalam kegiatan keperdataan, seperti menggugat pihak lain oleh karena badan
hukum ini merasa hilang hak-haknya dalam keperdataan.
Bedanya badan hukum itu adalah badan hukum yang di bentuk oleh sejumlah orang
(manusia) yang mempunyai suatu tujuan tertentu dan berdasarkan ketentuan hukum yang
berlaku sehingga badan hukum inipun juga memiliki hak dan kewajibannya sama halnya
dengan manusia.
Maka badan hukum dapat dikatakan sebagi subyek hukum karena didirikan oleh
sekumpulan orang dan juga telah memenuhi syarat-syarat yang di tentukan oleh hukum juga
dan mempunyai sebuah tujuan yang jelas.
Contohnya :
Sebuah bank memberikan pinjaman kepada nasabah sebesar Rp. 50.000.000,- , akan
tetapi nasabah tersebut lepas tanggung jawab untuk melunasi pinjamannya di bank dalam
artian nasabah tersebut melarikan diri dari tanggung jawabnya sebagai peminjam uang di
bank tersebut. Maka pihak bank tersebut yaitu sebagai badan hukum, berhak menuntut atau
menggugat nasabah tersebut karena telah merugikan bank tersebut.
D. Domisili dan fungsinya
Domisili adalah tempat dimana orang akan melaksanakan hak dan kewajibannya
dalam kegiatan keperdataan.
Contohnya : Feri menikah dengan Desi di Bandung, maka Bandung adalah tempat
domisili Feri dan Desi karena Bandung merupakan tempat mereka melaksanakan kegiatan
keperdataan.
E. Kewenangan Berhak (cakap/tidak cakap) dalam Hubungan Hukum
1. Kewenangan Berhak
Kewenangan berhak yaitu kewenangan yang diberikan kepada subyek hukum dan
tidak dapat di tiadakan kewenangannya oleh suatu hukum apapun. Kewenangan ini berlaku
hingga ia meninggal dunia.
2. Kewenangan Berbuat

Kewenangan berbuat adalah kewenangan yang diberikan kepada subyek hukum untuk
melakukan sesuatu yang sesuai dengan aturan tetapi kewenangan berbuat disini tidak harus
semua manusia melakukannya karena dibatasi oleh beberapa alasan.
Contohnya : anak yang berumur 18 tahun ingin membuat surat wasiat, perbuatan ini
dikatakan sah dan diakui karena sesuai dengan pasal 897 KUHPerdata.
F. Perwalian dan Fungsinya
Perwalian yaitu orang yang belum dewasa dan masih dibawah kekuasaan orang
tuanya maka dalam menjalankan kegiatan keperdataannya dibutuhkan seorang wali.
Contohnya : Anjel yang berusia 10 tahun telah mendapat warisan dari ayahnya yang
telah meninggal dunia, maka Anjel membutuhkan seorang wali untuk mengelola warisan
yang diberikan ayahnya, karena ia dianggap belum mampu menjalankan kegiatan
keperdataan ini.
G. Pengampuan dan Fungsinya
Pengampuan yaitu keadaan seseorang yang dianggap tidak mampu melaksanakan
kegiatan keperdataan karena keadaan yang ada pada diri pribadi seseorang itu, seperti karena
ia dungu, karena sakit otak, mata gelap ataupun karena boros.
Contohnya : Bebi mengalami kecelakaan dan ternyata setelah kecelakaan itu Bebi
mengalami lupa ingatan. Pada kejadian ini Bebi tidak bisa dikatakan sebagai subyek hukum
karena keadaan yang ada pada diri Bebi yaitu lupa ingatan.
H. Pendewasaan dan Fungsinya
Pendewasaan yaitu keadaan dimana seseorang yang belum dewasa melakukan
kegiatan keperdataan tetapi karena sebab dan beberapa alasan maka ia dianggap telah dewasa
dalam menjalankan kegiatan keperdataan.
Contohnya : Alika berumur 15 tahun dan Setyadi berumur 25 tahun, karena atas
kehendak dan keinginan dari Alika untuk menikah dengan Setyadi, maka dalam kasus ini
Alika telah dianggap dewasa dalam melakukan kegiatan keperdataannya.

PERTEMUAN KE III
A. Pengertian Perkawinan
Perkawinan adalah suatu aturan yang mengatur ketentuan antara laki-laki dan
perempuan serta akibat-akibatnya dengan tujuan untuk hidup bersama atau berkeluarga
(berumah tangga).
Contohnya : Raffi berpacaran dengan Gigi, dan selama pacaran Raffi berniat untuk
mempersunting Gigi, karena keduanya sama-sama merasa telah mampu, maka mereka
berduapun memutuskan untuk menikah dan menjadi sepasang suami istri.
B. Tujuan Perkawinan
Tujuan dari perkawinan adalah membentuk suatu keluarga yang bahagia, harmonis
dan sejahtera, baik itu sesuai dengan ketentuan Undang-undang ataupun dengan agama.
C. Syarat-syarat Perkawinan
Syarat-syarat untuk melangsungkan sebuah perkawinan tersebut diatur dalam pasal 6 sampai
7 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974. Yang terdiri dari dua syarat, yaitu
1. Syarat Intern
Syarat ini yaitu syarat yang menyangkut kepada kedua belah pihak yang ingin
melangsungkan perkawinan, yaitu :
a. Persetujuan dari kedua belah pihak, maksudnya masing-masing pihak telah samasama sepakat untuk melangsungkan perkawinan ini.
b. Izin dari kedua belah pihak yang ingin melangsungkan perkawinan apabila belum
mencapai umur 21 tahun.
c. Pihak pria telah mencapai umur 19 tahun dan perempuannya telah mencapai umur
16 tahun, kecuali ada keringanan dari pengadilan, camat ataupun bupati setempat.
d. Kedua belah pihak tidak dalam keadaan tidak kawin
e. Wanita yang kawin untuk kedua kalinya harus menunggu masa iddahnya
2. Syarat Ekstern
Syarat ini yaitu syarat yang hanya sebagai formalitas dalam pelaksanaan perkawinan,
yaitu :
a. Harus mengajukan laporan ke pegawai pencatatan nikah, talak dan rujuk ke KUA
setempat.

b. Pengumuman yang ditandatangani oleh pegawai pencatatan di KUA setempat.

D. Asas-asas Hukum Perkawinan


a. Asas monogami. Asas ini bersifat absolut/mutlak, tidak dapat dilanggar. Maksud asas
ini yaitu seorang laki-laki hanya boleh mempunyai satu orang istri saja dan seorang
perempuan hanya boleh mempunyai satu orang suami saja.
b. Perkawinan adalah perkawinan perdata sehingga harus dilakukan di depan pegawai
catatan sipil.
c. Perkawinan merupakan persetujuan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan
di bidang hukum keluarga.
d. Supaya perkawinan sah maka harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan undangundang.
e. Perkawinan mempunyai akibat terhadap hak dan kewajiban suami dan istri.
f. Perkawinan menyebabkan pertalian darah sehingga melahirkan hak dan kewajiban
dari keturunannya tersebut.
g. Perkawinan mempunyai akibat di bidang kekayaan suami dan istri itu.

E. Akibat Hukum dari Perkawinan


a.

Akibat Perkawinan Terhadap Suami istri


1. Suami istri memikul tanggung jawab yang luhur untuk menegakan rumah tangga
berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Pasal 30).
2. Hak dan kedudukan istri adalah seimbang dengan hak dan kedudukan suami dalam
kehidupan rumah tangga dan dalam pergaulan hidup bersama dalam masyarakat
(Pasal 31 ayat (1)).
3. Masing-masing pihak berhak untuk melakukan perbuatan hukum (ayat 2).
4. Suami adalah kepala keluarga dan istri sebagai ibu rumah tangga.
5. Suami istri menentukan tempat kediaman mereka.
6. Suami istri wajib saling cinta mencintai, hormat menghormati, saling setia.
7. Suami wajib melindungi istrinya dan memberikan segala sesuatu sesuai dengan
kemampuannya.
8. Istri wajib mengatur urusan rumah tangga dengan sebaik-baiknya.

b.

Akibat Perkawinan Terhadap Harta Kekayaan

1. Timbul harta bawaan dan harta bersama.


2. Suami atau istri masing-masing mempunyai hak sepenuhnya terhadap harta bawaan
untuk melakukan perbuatan hukum apapun.
3. Suami atau istri harus selalu ada persetujuan untuk melakukan perbuatan hukum
terhadap harta bersama (Pasal 35 dan 36).
c.

Akibat Perkawinan Terhadap Anak


1. Kedudukan anak

Anak yang dilahirkan dalam perkawinan adalah anak yang sah (Pasal 42)

Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata


dengan ibunya dan kerabat ibunya saja.

2. Hak dan kewajiban antara orang tua dan anak

Kedua orang tua wajib memelihara dan mendidik anak-anaknya sampai anakanak tersebut kawin dan dapat berdiri sendiri (Pasal 45).

Anak wajib menghormati orang tua dan mentaati kehendaknya yang baik.

Anak yang dewasa wajib memelihara orang tua dan keluarga dalam garis
keturunan ke atas sesuai kemampuannya, apabila memerlukan bantuan
anaknya (Pasal 46).

3. Kekuasaan orang tua

Anak yang belum berumur 18 tahun atau belum pernah kawin ada di bawah
kekuasaan orang tua.

Orang tua dapat mewakili segala perbuatan hukum baik di dalam maupun di
luar pengadilan.

Orang tua tidak boleh memindahkan hak atau menggadaikan barang-barang


tetap yang dimiliki anaknya yang belum berumur 18 tahun atau belum pernah
kawin.

Kekuasaan orang tua bisa dicabut oleh pengadilan apabila:


Ia sangat melalaikan kewajibannya terhadap anak.

Ia berkelakuan buruk sekali.

Meskipun orang tua dicabut kekuasaannya, tetap berkewajiban untuk memberi


biaya pemeliharaan kepada anaknya.

Sedang yang dimaksud dengan kekuasaan orang tua adalah:

Kekuasaan yang dilakukan oleh ayah dan ibu terhadap anak yang belum
mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsungkan perkawinan.

Isi kekuasaan orang tua adalah:


1. Kewenangan atas anak-anak baik mengenai pribadi maupun harta kekayaannya.
2. Kewenangan untuk mewakili anak terhadap segala perbuatan hukum di dalam
maupun di luar pengadilan.
Kekuasaan orang tua itu berlaku sejak kelahiran anak atau sejak hari pengesahannya.
Kekuasaan orang tua berakhir apabila:

Anak itu dewasa

Anak itu kawin

Kekuasaan orang tua dicabut

F. Putusnya Perkawinan
Putusnya perkawinan yaitu berakhirnya hubungan suami istri antara kedua belah
pihak laki-laki dan perempuan yang disebabkan karena kematian, perceraian dan atas
keputusan pengadilan.
Contohnya : Umi dan Dahlan sudah lama menikah, mereka adalah keluarga yang
harmonis, tetapi Dahlan tiba-tiba meninggal yang disebabkan oleh penyakit yang diderita
oleh Dahlan. Jadi atas meninggalnya Dahlan, maka putuslah hubungan perkawinan antara
Dahlan dan Umi tersebut yang disebabkan oleh kematian.

PERTEMUAN KE IV
A. Pengertian Benda
Benda disini berarti setiap barang yang dapat dikuasai oleh subyek hukum,
penguasaan disini dapat berupa hak milik atas suatu barang tersebut.
Contohnya : Vanny mempunyai dua buah mobil jazz berwarna merah dan juga
mempunyai simpanan uang di bank sebesar Rp. 28.000.000. Jadi disini dua buah mobil jazz
berwarna merah adalah berupa benda yang dimiliki oleh vanny sedangkan simpanan uang di
bank sebesar Rp. 28.000.000 adalah berupa hak milik vanny atas uang tersebut.
B. Macam-macam Benda
1. Benda berwujud dan tidak berwujud
Letak penting pembedaanya adalah dalam penyerahan benda berwujud bergerak dilakukan
secara nyata dari tangan ke tangan. Sedangkan penyerahan benda berwujud berupa benda
yang dilakukan dengan balik nama.
Contohnya : Sela membeli handphone dengan merk Oppo di toko Ayya cell, maka transaksi
antara Sela dan toko Ayya cell harus jelas atau nyata yaitu pemindahan dari tangan ke tangan.

2. Benda bergerak dan tidak bergerak


Letak penting pembedaannya terletak pada :
a. Penguasaan (bezit)
Yaitu pada benda bergerak, jika ada seseorang yang menguasai benda tersebut
dianggap sebagai pemiliknya. Sedangkan pada benda tidak bergerak asas
seperti tersebut tidak berlaku.
b. Penyerahan (levering)
Yaitu pada benda bergerak penyerahan bendanya dilakukan secara nyata atau
jelas. Sedangkan pada benda tidak bergerak penyerahan bendanya dilakukan
dengan balik nama.
c. Daluarsa (verjaring)
Yaitu pada benda bergerak tidak dikenal daluarsa, karena yang menguasai
benda bergerak dianggap sebagai pemiliknya. Sedangkan pada benda tidak
bergerak dikenal daluarsa yaitu : Dalam hal ada alas hak, daluarsanya 20 tahun
dan dalam hal tidak ada alas hak, daluarsanya 30 tahun.
d. Pembebanan (berzwaring)

Yaitu pada benda bergerak dilakukan dengan gadai. Sedangkan pada benda
tidak bergerak dilakukan dengan hipotik.
e. Pensitaan (beslag)
Yaitu penyitaan untuk menuntut kembali barangnya hanya dapat dilakukan
terhadap barang yang bergerak.
Contohnya : Tia membeli sebuah buku Undang-undang KUHPerdata di Gramedia
seharga Rp. 50.000. Jadi buku Undang-undang tersebut adalah benda bergerak yang
dapat dipindahkan.
3. Benda dipakai habis dan tidak dipakai habis
Letak penting pembedaannya adalah terletak pada pembatalan perjanjian. Pada benda
yang dipakai habis, apabila dibatalkan akan mengalami kesulitan dalam pemulihan
bendanya seperti keadaan semula. Sedangkan pada benda yang tidak dipakai habis,
apabila dibatalkan tidak begitu mengalami kesulitan dalam pemulihan bendanya
sepeti keadaan semula, karena bendanya masih ada dan dapat diserahkan kembali.
Contohnya : Diana membeli sebuah cincin berlian di toko Diamond, karena kurang
menyukai model cincinnya maka Diana membatalkan pembelian cincin berlian
tersebut dan Diana harus mengembalikan cincin berlian tersebut kepada toko
Diamond.
4. Benda sudah ada dan akan ada
Letak penting pembedaannya terletak pada pembebanan sebagai jaminan hutang atau
pada pelaksanan perjanjian. Benda sudah dapat dijadikan jaminan hutang dan
pelaksanaan perjanjian

dapat dipenuhi dengan penyerahan bendanya. Sedangkan

benda tidak dapat dijadikan sebagai jaminan hutang dan perjanjian yang obyeknya itu
tidak mungkin dilaksanakan sama sekali.
Contohnya : Ibu Harni membutukan biaya untuk pengobatan rumah sakit anaknya
sebesar Rp. 10.000.000. Jadi Ibu Harni mengambil keputusan untuk menggadaikan
sepeda motor ke pegadaian sebagai jaminannya. Setelah menyerahkan sepeda
motornya Ibu Harnipun berhak menerima uang sebesar Rp. 10.000.000 karena telah
memberikan jaminan berupa sepeda motor kepada pegadaian tersebut.
5. Benda dalam perdagangan dan benda luar perdagangan
Letak penting pembedaannya yaitu terletak pada pemindah tanganan karena jual beli
ataupun karena pewarisan. Pada benda dalam perdagangan dapat diperjual belikan

dengan bebas dan dapat diwariskan kepada ahli warisnya. Sedangkan pada benda luar
perdagangan tidak dapat diperjual belikan dan tidak dapat diwariskan.
Contohnya : Bapak Harun mempunyai sebidang tanah yang berdekatan dengan
masjid, jadi pak Harun berniat untuk mewakafkan tanahnya untuk masjid tersebut,
maka pihak masjid tidak dapat memperjual belikan tanah wakaf dari pak Harun
tersebut.
6. Benda terdaftar dan tidak terdaftar
Letak penting pembedaannya yaitu terletak pada pembuktian pemiliknya, untuk
ketertiban umum dan kewajiban membayar pajak. Benda terdaftar dibuktikan dengan
tanda pendaftaran atau sertifikat atas nama pemiliknya, sehingga mudah terkontrol
pemiliknya, pengaruhnya pada ketertiban umum, kewajiban pemiliknya untuk
membayar pajak, serta kewajiban masyarakat untuk menghormati hak milik orng lain.
Benda tidak terdaftar atau benda tidak atas nama, umumnya benda bergerak yang
tidak sulit pembuktian pemiliknya karena berlaku asas yang menguasai dianggap
sebagai pemiliknya. Disamping itu juga tidak begitu berpengaruh pada pemiliknya
untuk membayar pajak.
Contohnya : Ulan membeli sebuah mobil jazz berwarna hijau seharga Rp.
150.000.000. Jadi setelah membeli mobil tersebut maka mobil jazz berwrna hijau
itupun resmi menjadi milik Ulan dan Ulan harus membayar pajak atas mobil jazz
tersebut.
7. Benda dapat dibagi dan tidak dapat dibagi
Letak penting pembedaannya yaitu terletak pada pemenuhan prestasi suatu perikatan.
Dalam perikatan yang objeknya benda dapat dibagi prestasinya dapat dilakukan secara
sebagian demi sebagian.
Contohnya : Ibu Amel membeli 5 karung beras seharga Rp. 500.000 dan berniat untuk
menjualnya lagi. Maka Ibu Amel dapat menjual beras tersebut secara terbagi-bagi, seperti
setengah karung saja atau seperempatnya saja.

C. Asas-asas Hak Kebendaan


1.

Asas hukum pemaksa (dwingendrecht).


Artinya bahwa orang tidak boleh mengadakan hak kebendaan yang sudah diatur
dalam Undang-undang. Apabila yang sudah ditentukan oleh undang-undang,
maka harus dipatuhi dan tidak boleh disimpangi.

2.

Asas dapat dipindah tangankan.

Semua hak kebendaan dapat dipindah tangankan, kecuali hak pakai dan
mendiami. Yang berhak tidak boleh menentukan bahwa hak itu tidak boleh
dipindah tangankan. Lain halnya dengan piutang, para pihak dapat menentukan
bahwa piutang tidak boleh dipindah tangankan.
3.

Asas individualitas
Ojek hak kebendaan selalu benda tertentu atau dapat ditentukan secara individual,
yang merupakan kesatuan, misalnya : Rumah kediaman jl. Cengkeh No 2 Gedung
Meneng, Satu stel kursi tamu, Mobil Minicab BE 2601 AA. Objek kebendaan
tidak boleh yang ditentukan menurut jenis dan jumlahnya, misalnya : 10 buah
kendaraan bermotor dan 100 ekor burung.

4.

Asas totalitas
Hak kebendaan selalu terletak diatas keseluruhan objeknya sebagai satu kesatuan
(pasal 500,588,606,dan sebagian KUHPdt), misalnya : hak jaminan piutang atas
kendaraan bermotor mobil BE 2601 AA, sebagai satu kesatuan, termasuk ban
serap, kunci, dongkrak, tape recorder dalam mobil tersebut.

5.

Asas publisitas
Hak kebendaan atas benda tidak bergerak diumumkan dan didaftarkan dalam
register umum, misalnya : hak milik dan hak guna usaha. Sedangkan hak atas
benda bergerak tidak perlu diumumkan dan tidak perlu didaftarkan, seperti hak
milik atas pakaian sehari-hari. Kecuali sudah ditentukan oleh undang-undang
bahwa hak kebendaan harus didaftarkan, seperti hak milik atas kendaraan
bermotor.

D. Cara Memperoleh Hak Kebendaan


1.

Melaui Pengakuan
Benda yang tidak diketahui siapa pemiliknya (res nullius) kemudian didapatkan
dan diakui oleh seseorang yang mendapatkannya, dianggap sebagai pemiliknya.
Contohnya : Andi berburu dihutan dan mendapatkan seekor babi hitan sebagai
buruannya, maka babi tersebut menjadi milik Andi.

2.

Melalui Penemuan
Benda yang semula milik orang lain akan tetapi lepas dari penguasaannya, karena
misalnya jatuh di perjalanan, maka barang siapa yang menemukan barang
tersebut dan ia tidak mengetahui siapa pemiliknya, menjadi pemilik barang yang
ditemukannya.

Contohnya : Mutia sedang berjalan-jalan ke Mifan, ketika di tengah jalan Mutia


melihat sebuah handphone, dan Mutiapun bertanya ke pihak informasi Mifan
tersebut dan ternyata pemiliknya pun tidak datang juga, maka Andi pun
memutuskan bahwa handphone tersebut menjadi miliknya saja, karena tidak ada
pemilik yang datang untuk mengambil handpone itu.
3.

Melalui Penyerahan
Hak kebendaan diperoleh melalui penyerahan berdasarkan alas (alat bukti) hak
tertentu, seperti jual beli, sewa menyewa, hibah warisan, dan lain sebagainya.
Dengan adanya penyerahan maka hak atas suatu barang tersebut berpindah
kepada siapa benda itu diserahkan.
Contohnya : Primadona menyewa sebuah ruko di jalan raya Semurup, maka
penyerahannya melalui surat-surat dan bukti hak milik ruko tersebut dari pemilik
ruko itu.

4.

Dengan Daluwarsa
Barang siapa menguasai benda bergerak tetapi dia tidak mengetahui siapa pemilik
benda itu sebelumnya, maka hak milik atas benda itu diperoleh setelah lewat
waktu 3 tahun sejak orang tersebut menguasai benda yang bersangkutan.
Untuk benda tidak bergerak, daluwarsanya adalah :
jika ada alas (alat bukti) hak, 20 tahun
jika tidak ada alas (alat bukti) hak, 30 tahun
Contohnya : Sari menemukan sebuah cincin berlian di tengah jalan yang penuh
dengan pohon-pohon, maka Sari pun mengambil cincin tersebut, dan setelah 35
tahun lamanya maka cincin berlian itu otomatis menjadi hak milik Sari.

5.

Melalui Pewarisan
Hak kebendaan bisa diperoleh melalui warisan berdasarkan hukum waris yang
berlaku, bisa hukum adat, hukum Islam atau hukum barat.
Contohnya : Bapak Dahlan meninggal dunia dan meninggalkan sepetak sawah
untuk anaknya Darwin. Maka sawah warisan dari Bapak Dahlan itupun menjadi
milik dari Darwin.

6.

Dengan Penciptaan
Seseorang yang menciptakan benda baru, baik dari benda yang sudah ada maupun
benda baru, dapat memperoleh hak milik atas benda ciptaannya itu.

Contohnya : Agung membuat sebuah patung dari kayu yang berbentuk pahlawan
kebanggaanya. Maka patung tersebut menjadi milik Agung karena diciptakan
atau dibuat sendiri oleh Agung.
7.

Dengan cara ikutan / turunan


Contohnya : Ary membeli sebuah pabrik susu di daerah Cilacap, maka semua
mesin yang ada didalam pabrik tersebut menjadi milik Ary karena mesin-mesin
tersebut merupakan benda yang sepaket dengan pabrik itu.

E. Hapusnya Hak Kebendaan


1.

Bendanya lenyap atau musnah


Contohnya : Ica menyewakan sebuah rumah kepada Sela selama 2 tahun, namun
dalam satu tahun pertama rumah itu hancur karena diguncang gempa. Maka hak
sewa rumah itu kepada Sela pun ikut lenyap bersama dengan hancurnya rumah
itu.

2.

Karena dipindah tangankan


Hak milik, hak memungut hasil atau hak pakai menjadi hapus bila benda yang
bersangkutan dipindah tangankan kepada orang lain.
Contohnya : Pak Ikbal mempunyai sebuah tanah yang ditumbuhi pohon mangga,
setelah menjual tanah tersebut kepada Pak Bastian, maka Pak Ikbal tidak boleh
lagi mengambil mangga yang ada di tanah Pak Bastian lagi, karena hak milik
tanah tersebut sudah dipindah tangankan pak Ikbal menjadi milik Pak Bastian.

3.

Karena Pelepasan Hak


Dalam hal ini pada umumnya pelepasan yang bersangkutan dilakukan secara
sengaja oleh yang memiliki hak tersebut.
Contohnya : Di tempat foto copy milik Pak Ruben terdapat mesin print yang
rusak, karena sudah rusak mesin print itu di buang atau diletakkan saja oleh Pak
Ruben di luar depan tempat foto copy miliknya, dan tiba-tiba ada seorang
pemulung yang meminta mesin print tersebut, karena Pak Ruben tidak ingin
memiliki lagi mesin print tersebut maka seorang pemulung tadi berhak atas
kepemilikan mesin print tersebut.

4.

Karena Kadaluarsa
Daluwarsa untuk barang tidak bergerak pada umumnya 30 tahun (karena ada
alas hak), sedangkan untuk benda bergerak 3 tahun.

Contohnya : Aini membeli sebuah rumah yang telah ditinggali oleh Selvi,
ternyata dalam rumah tersebut terdapat sebuah lemari yang ditinggalkan oleh
Selvi tadi, dan setelah 3 tahun lemari tersebut belum juga di ambil oleh Selvi,
maka lemari itu pun menjadi milik Aini.
5.

Karena Pencabutan Hak


Penguasa publik dapat mencabut hak kepemilikan seseorang atas benda
tertentu, dengan memenuhi syarat :
harus didasarkan suatu undang undang
dilakukan untuk kepentingan umum (dengan ganti rugi yang layak )
Contohnya : Jalan Raya Lintas Sumatera akan diperbesar oleh pemerintah, tetapi
terhalang karena tanah untuk pembesaran jalan ini merupakan milik masyarakat
sekitar, karena pembesaran tanah ini untuk kepentingan umum, maka pemerintah
terkait berhak mencabut tanah masyarakat yang akan dipakai untuk pembesaran
jalan dengan membayar ganti rugi kepada masyarakat.