Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH MANAJEMEN OPERASI

Manajemen Persediaan Economic Order Quantity


Diajukan sebagai Tugas Mata Kuliah Manajemen Operasi

Disusun oleh:

Sevina Yanti

201110170311307

Tri Kusmiati

201310170311293

Ririn Okatia

201310170311299

Gaida Afra

201310170311306

Karina Ismurossa

201310170311312

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan karunia
akal budi serta hidayahnya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini yang berjudulManajemen Persediaan Economic Order Quantitydengan baik dan
terselesaikan tepat pada waktunya. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk pengajuan tugas
mata kuliah

Manajemen Operasi di jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,

Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak sekali
bantuan yang di terima baik berupa bimbingan, maupun dorongan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada :
1. Allah SWT.
2. Ibu Dra Triningsih Sri Supriati MP.
3. Orang tua kami selaku pemberi motivasi.
4. Teman-teman Akuntansi III-F selaku pemberi semangat.
Dalam pembuatan makalahini kami banyak menemukan kendala. Salah satunya saat
mencari literature yang sesuai. Selain itu, mengatur waktu saat mengerjakan makalah
bersama. Kami menyadari bahwa makalah ini belum pada tingkat kesempurnaan dan masih
banyak kekurangan yang perlu di benahi. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Kami juga
berharap agar makalah ini dapat menambah wacana baru bagi pembaca dan bermanfaat bagi
tugas kami selanjutnya.
Akhir kata kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dan arahan dari semua
pihak.

Malang, 12 November 2014

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang

1.2.

Rumusan Masalah

1.3.

Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
2.1.

Definisi Manajemen Persediaan.

2.2.

Fungsi Fungsi Persediaan

2.3.

Jenis Jenis Persediaan

2.4.

Tujuan Persediaan

2.5.

Struktur Persediaan

2.6.

Model Model Persedian

2.7.

Model Model Persediaan Untuk Permintaan Independen

2.7.1. Asumsi Model EOQ

2.7.2. EOQ Dengan Pesanan Incremental

2.7.3. Model Pesanan Interval Tetap

2.7.4. Metode Periode Tunggal

10

2.7.5. Penentuan Tingkat Reorder

10

2.7.6

11

Production Order Quantity Model

2.7.7. Model EOQ dengan Banyak Item Permintaan Tetap

11

2.7.8. EOQ Dengan Banyak item Untuk Permintaan Bervariasi

11

2.7.9. Analisis Marginal

12

2.7.10. Kekurangan dan Kelebihan Metode EOQ

12

BAB III PENUTUP


3.1.

Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

13
14

BAB I
PEMBUKAAN
1.1. Pendahuluan
Persediaan merupakan salah satu asset terpenting dalam banyak perusahaan karena nilai
persediaan mencapai 40% dari seluruh investasi modal. Manajer Operasional sangat
memahami bahwa persediaan merupakan hal yang krusial. Di satu sisi, perusahaan selalu
berusaha mengurangi biaya dengan mengurangi tinggakat persediaan di tangan, sementara itu
di sisi lain pelanggan menjadi sangat tidak puas ketika jumlah persediaan mengalami
kehabisan. Oleh karena itu perusahaan harus mengusahakan terjadinya keseimbangan antara
investasi persediaan tingkat layanan pelanggan dan minimisasi biaya merupakan factor
penting dalam membuat keseimbangan ini.
Ketika beberapa biaya mengalami peningkatan seperti biaya persediaan dan yang lain
mengalami penurunan, keputusan ukuran pemesanan terbaik jarang di pertimbangkan.
Ukuran lot yang terbaik akan menghasilkan persediaan yang secukupnya agar terjadi
pengurangan beberapa biaya karena dengan jumlah persediaan yang besar akan
memunculkan biaya penyimpanan yang cukup besar pula. Oleh karena itu perlu dibuat
keputusan dalam menghadapi biaya yang saling bertentangan ini dan Economic Order
Quantity membantu menyelesaikan masalah ini.

1|Manajemen Operasi

1.2.Rumusan masalah
1. Apakah pengertian managemen persediaan?
2. Apakah fungsi-fungsi managemen persediaan?
3. Apa sajakah jenis-jenis managemen persediaan?
4. Apakah tujuan dari managemen persediaan?
5. Bagaimana struktur biaya dalam system managemen persediaan?
6. Apa sajakah model-model persediaan?
7. Apa sajakah model-model persediaan untuk permintaan independen?

1.3.Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi managemen persediaan.
2. Untuk mengetahui fungsi-fungsi managemen persediaan.
3. Untuk mengetahui jenis-jenis managemen persediaan.
4. Untuk mengetahui tujuan dari managemen persediaan.
5. Untuk mengetahui struktur biaya dalam system managemen persediaan.
6. Untuk mengetahui model-model persediaan.
7. Untuk mengetahui model-model persediaan untuk permintaan independen.

2|Manajemen Operasi

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Definisi Manajemen Persediaan


Persediaan secara umum didefinisikan sebagai stock bahan baku yang digunakan untuk
memfasilitasi produksi atau untuk memuaskan permintaan konsumen. Menurut Shore (1973)
mendefinisikan persediaan sebagai sumber daya menganggur yang memiliki nilai
potensial,definisi tersebut memasukkan perlengkapan dan tenaga kerja yang menganggur
sebagai persediaan.
Adapun system-sistem yang dibuat oleh manager dalam mengelola persediaan adalah sebagai
berikut :

Analisis ABC
Adalah sebuah metode untuk membagi persediaan yang ada menjadi tiga
klasifikasi berdasarkan volume dolar tahunan. Analisis ABC adlah sebuah aplikasi
persediaan dari prinsip pareto. Prinsip pareto menyatakan terdapat sedikit hal
yang kritis dan banyak hal yang sepele gagasannya adalah utuk membuat
kebijakan-kebijakan persediaan yang memfokuskan persediaan pada bagianbagian persediaan kritis yang sedikit dan tidak banyak yang sepele. Untuk
menentukan volume dolar tahunan dari analisis ABC, kita mengukur permintaan
tahunan dari setiap barang persediaan dikalikan biaya per unitnya.

Akurasi catatan
Akurasi dari catatan adalah sebuah unsure kritis dalam system produksi dan
persediaan. Akurasi catatan mengijinkan organisasi untuk focus pada barangbarang yang ditentukan, alih-alih menetapkan untuk yakin bahwa beberapa dari
semuanya berada dalam persediaan.
Untuk menjamin akurasi, penyimpanan catatan masuk dan keluar harus baik,
begitu juga keamanan ruang penyimpanan. Sebuah ruangan penyimpanan yang
tertata dengan baik akan memiliki akses yang terbatas, house skipping yang

3|Manajemen Operasi

bagus, dan area penyimpanan yang menyimpan persediaan dalam jumlah yang
tetap.

Perhitungan siklus
Walaupun sebuah organisasi mungkin telah membuat usaha besar untuk mencatat
persediaan secara akurat, catatan-catatan ini harus diverifikasi melalui audit
berkelanjutan. Audit-audit semacam ini dikenal dengan perhitungan siklus.
Perhitungan siklus menggunakan klasifikasi persediaan yang dikembangkan
melalui analisis ABC. Dengan prosedur-prosedur perhitungan siklus, barangbarang

dihitung,

catatan-catatan

diverifikasi

dan

ketidak

akuratan

didokumentasikan secara periodic. Kemudian penyebab ketidak akuratan dilacak


dan diambil tindakan perbaikan yang tepat untuk menjamin integritas system
persediaan.

Control persediaan pelayanan


Managemen dari persediaan pelayanan layak mendapatkan pertimabangan khusus.
Kita mungkin berpikir sector pelayanan dari ekonomi kita tidak memiliki
persediaan, tetapi pada praktinya sering tidak demikian. Dalam bisnis eceran,
persediaan yang tidak tercatat dalam kwitansi saat penjualan dikenal dengan
penyusutan. Penyusutan muncul dari kerusakan pencurian begitu juga dari
administrasi yang ceroboh.
Kerugian persediaan eceran sebesar 1% dari penjualan dapat dianggap baik
dengan mempertimbangkan bahwa kerugian di banyak took melebihi 3%. Karena
dampaknya pada keuntungan sangat besar akurasi dan control persediaan sangat
penting.

2.2.Fungsi-fungsi persediaan
a. De couple atau memisahkan beberapa tahapan dari proses produksi
b. Melakukan De couple perusahaan dari fluktuasi permintaan dan menyediakan
persediaan barang-barang yang akan memberikan pilihan bagi pelanggan.
c.

Mengambil keuntungan dari diskon kuantitas karena pembeliaan dalam jumlah besar
dapat mengurangi biaya pengiriman barang

d. Melindungi terhadap inflasi dan tingkat kenaikan harga.

4|Manajemen Operasi

2.3.Jenis-jenis persediaan
a. Persediaan bahan mentah ( Raw material inventory )
Persediaan telah dibeli tapi belum diprroses. Persediaan ini dapat
digunakan untuk melakukan De Couple(memisahkan) pemasok dari proses
produksi. Pendekatan yang lebih dipilih adalah menghilangkan variabilitas
pemasok akan kualitas, kuantitas atau waktu pengantaran sehingga tidak
diperlukan pemisahan.
b. Persediaan barang setengah jadi ( work in process )
Adalah komponen-komponen atau bahan mentah yang telah melewati
beberapa proses perubahan, tetapi belum selesai. WIP ada karena waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan sebuah produk (disebut waktu siklus).
Mengurangi waktu siklus akan mengurangi persediaan.
c. Persediaan pemeliharaan,perbaikan,operasi
Dibutuhkan untuk menjaga agar mesin-mesin dan proses-proses tetap
produktif. Hal ini ada karena kebutuhan serta waktu untuk pemeliharaan dan
perbaikan dari beberapa perlengkapan tidak diketahui.
d. Persediaan barang jadi adalah produk yang telah selesai dan tinggal menunggu
pengiriman. Barang jadi dapat dimasukkan ke persediaan karena permintaan
pelanggan di masa mendatang tidak diketahui.

2.4.Tujuan persediaan
Tujuan persediaan menurut Freddy Rangkuti (2000:2), yaitu:
a. Menghilangkan

resiko

keterlambatan

datangnya

barang/bahan

yang

dibutuhkan perusahaan.
b. Menghilangkan resiko dari materi yang dipesan berkualitas tidak baik
sehingga harus dikembalikan.
c. Untuk mengantisipasi bahan yang dihasilkan secara musiman sehingga dapat
digunakan bila bahan itu tidak ada dalam pasaran.
d. Mempertahankan stabilitas operasi perusahaan atau menjamin kelancaran arus
produksi
e. Mencapai penggunaan mesin yang optimal.
f. Memberikan pelayanan kepada langganan dengan sebaik-baiknya, dengan
memeberikan jaminan tersedianya barang jadi.

5|Manajemen Operasi

g. Membuat pengadaan atau produksi tidak perlu sesuai dengan penggunaan atau
penjualannya.
2.5.Struktur Biaya dalam Sistem Persediaan
Struktur biaya persediaan ini di dalam perusahaan secara umum di bedakan menjadi
empat jenis yaitu:
a. Biaya Pembelian
Biaya yang dikeluarkan untuk memebeli barang, jumlahnya tergantung pada jumlah
barang yang dibeli dan harga per unit barang. Biaya pembelian ini menjadi sangat
penting pada saat harga barang dipengaruhi oleh ukuran pembelian yaitu adanya
diskon harga per unit akan menurun pada saat jumlah pembelian meninggkat.
b. Biaya Pengadaan
Biaya yang berhubungan dengan pembelian barang yang terdiri dari biaya pemesanan
apabila barang yang diperlukan berasal dari luar perusahaan. Biaya pemesanan adalah
semua pengeluaran yang disebabkan oleh adanya kegiatan mendatangkan barang lain
dari luar.
c. Biaya Penyimpanan
Semua penggeluaran yang disebabkan oleh adanya kegiatan menyimpan barang
dalam periode waktu tertentu, biaya ini diwujudkan dalam bentuk prosentase nilai
rupiah per unit waktu. Biaya ini meliputi:

Biaya Modal

Biaya Keusangan

Biaya Kehilangan

Biaya Asuransi

Biaya Administrasi dan Pemindahan

d. Biaya Kekurangan Persediaan


Biaya yang disebabkan oleh adanya kehabisan persediaan. Kondisi ini sangat
merugikan perusahaan karena proses produksi akan terganggu dan kesempatan untuk
memperoleh peluang akan hilang atau konsumen dapat pindah ke perusahaan lain
karena permintaannya tidak terpenuhi.

6|Manajemen Operasi

2.6.Model-model persediaan
a. Permintaan independen versus permintaan dependen
Permintaan Independen dipengaruhi oleh kondisi pasar di luar
pengendalian bagian operasi, oleh karena itu merupakan operasi yang independen.
Permintaan dependen dihubungakan dengan permintaan untuk item lain dan tidak
secara bebas ditentukan oleh pasar.
Sebagai contoh untuk membedakan keduanya adalah pada perusahaan sepeda
motor berikut ini: Produk sepeda motor merupakan permintaan independen karena
permintaannya di pengaruhi oleh pasar, sedangkan permintaan komponennya
misalnya permintaan roda bersifat dependent yaitu berapa jumlah roda yang
diminta bergantung pada jumlah sepeda yang di produksi.
b. Biaya penyimpanan,pemesanan, dan penyetelan
Biaya penyimpanan adalah biaya yang terkait dengan menyimpan atau
membawa persediaan selama waktu tertentu. Oleh karena itu, biaya penyimpanan
jua menyakup biaya barang using dan biaya yang terkait dengan penyimpanan
persediaan seperti asuransi pegawai tambahan dan pembayaran bunga.
Biaya pemesanan menyakup biaya dari persediaan, formulir, proses pesanan,
pembelian, dukungan administrasi dan seterusnya. Ketika pesanan sedang
diproduksi, biaya pesanan juga ada, tetapi mereka adalah bagian dari biaya
penyetelan.
Biaya penyetelan adalah biaya untuk mempersiapkan sebuah mesin atau
proses untuk membuat sebuah pesanan. Ini menyatakan waktu dan tenega kerja
untuk membersihkan serta mengganti peralatan atau alat penahan. Manager
operasi dapat menurunkan biaya pemesanan dengan mengurangi biaya penyetelan
serta menggunakan prosedur yang efisien, seperti pemesanan dan pembayaran
periodik.
Dalam banyak lingkungan kerja, biaya penyetelan sangatlah berkaitan dengan
biaya penyetelan berkaitan dengan waktu penyetelan. Penyetelan biasanya
memerlukan sejumlah pekerjaan yang harus dilakukan sebelum penyetelan benarbenar dimulai di pusat kerja dengan perencanaan yang tepat, banyak persiapan
yang diperlukan untuk melakukan sebuah penyetelan dapat dilakukan tanpa harus
7|Manajemen Operasi

mematikan mesin atau proses. Dengan demikian, waktu penyetelan cukup banyak
yang dikurangi.
2.7.Model model persediaan untuk permintaan Independen
2.7.1. Asumsi Model EOQ
Model EOQ sangat aplikatif untuk situasi dimana item dibeli dari perusahaan lain. Model
EOQ dapat digunakan dalam menentukan persediaan dengan syarat harus memenuhi
beberapa asumsi dibawah ini:
1. Tingkat penggunaan seragam dan diketahui (permintaannya konstan).
Misalnya permintaan setiap hari 200 unit dan permintaan ini diasumsikan berlangsung
terus menerus.
2. Harga item sama untuk semua ukuran pemesanan (tidak ada diskon).
3. Semua pesanan dikirim pada waktu yang sama (tidak dalam kondisi back order )
4. Lead time konstan dan diketahui dengan baik. Pesanan datang tepat pada saat
persediaan habis (minimal persediaan 0 atau tidak terjadi stockout atau kehabisan
persediaan).
5. Item merupakan produk tunggal dan tidak ada kaitannya dengan produk lain.
6. Biaya penempatan dan penerimaan pesanan diabaikan untuk sejumlah pesanan.
7. Struktur biaya khusus digunakan dengan cara: biaya item unit konstan dan tidak ada
diskon untuk pembelian dalam jumlah besar. Biaya penyimpanan persediaan memiliki
fungsi linier untuk sejumlah item (tidak ada skala ekonomi biaya penyimpanan).

2.7.2. EOQ Dengan Pesanan Incremental


Model EOQ dasar mengasumsikan bahwa setiap pesanan dikirimkan pada satu waktu
yang sama, dalam kenyataannya banyak terjadi antara tingkat produksi atau pengiriman
melebihi tingkat penggunaan, hal ini terjadi karena tingkat produksi lebih besar dari pada
tingkat penggunaan lebih besar seluruh siklus yang ada. Misalnya tingkat produksi per hari
25 unit dan tingkat penggunaan 10 unit, maka tingkat persediaan sebesar 15 unit (25-10) per
hari. Pada produksi berlangsung, maka persediaan akan selalu ada dan pada saat produksi
berhenti, maka persediaan akan berkurang. Begitu juga selanjutnya, pada saat persediaan
habis, maka produksi akan dimulai lagi.

8|Manajemen Operasi

2.7.3. Model Pesanan Interval Tetap


Model ini digunakan pada saat pesanan berada dalam interval waktu yang tetap yaitu
mingguan, dua kali sebulan dan lain-lain. Permasalahannya adalah jumlah yang akan dipesan
pada interval tetap dimasa yang akan dating, apabila permintaan bersifat variabel, maka
ukuran pesanan akan cenderung bervariasi dari siklus ke siklus. Penggunaan model ini di
dorong oleh alasan pemasok untuk menghemat biaya pengiriman. Model ini sering digunakan
oleh perusahaan retail (toko obat-obatan, toko kecil-kecil, dan lain-lain) dengan tujuan
memudahkan pengecekan persediaan karena bersifat periodik. Adapun keuntungan
menggunakan model ini adalah dapat mengontrol item A berdasarkan klasifikasi A B C
karena adanya kebutuhan pengawasan periodic dan pada saat pemasoknya sama, maka dapat
dihemat biaya pengiriman, pemesanan, dan pengepakkan. Kelemahan menggunkan metode
ini adalah dibutuhkan persediaan pengaman yang cukup besar dari resiko stockout yang
menyebabkan biaya penyimpanan menjadi besar.
Pada saat tingkat permintaan dan lead timenya konstan, maka model interval tetap (fixed
interval) ini akan sama dengan model jumlah tetap (fixed quantity). Dan baru terjadi
perbedaan apabila tingkat permintaan dan lead timenya bervariasi. Adapun perbedaannya
dapat di jelaskan sebagai berikut:
1. Dalam model jumlah tetap permintaan ditentukan oleh kuantitas ( ROP), sedangkan
dalam model interval tetap pesanan ditentukan oleh waktu. Oleh karena itu interval
tetap harus menjaga dari stockout selama leadtime dan siklus pesanan yang akan
dating, sedangkan jumlah tetap hanya membutuhkan pengaman selama leadtime
sebab tambahan pesanan akan dipesan pada waktu tertentu dan akan di terima setelah
leadtime.
2. Jumlah kebutuhan persediaan pengaman lebih besar dalam model interval tetap
dibandingkan model jumlah tetap.
3. Kedua model tersebut sangat sensitive terhadap pengalaman permintaan, model
jumlah tetap lebih besar dari pada permintaan normal yang disebabkan oleh waktu
yang lebih pendek diantara pesanan, model interval tetap sebaliknya.
4. Model kuantitas tetap, membutuhkan pemantauaan tingkat persediaan untuk
mengetahui berapa jumlah on hand dan untuk menentukan reorder point, sedangkan

9|Manajemen Operasi

model interval tetap hanya menentukan secara periodic (inspeksi fisik) untuk
menentukan jumlah kebutuhan.

2.7.4. Metode Periode Tunggal


Metode periode tunggal digunakan untuk pemesanan barang yang mudah rusak
(perishable) seperti sayur, buah, seafood, dan bunga potong dan untuk barang-barang yang
penggunaannya sangat tebatas dalam kehidupan sehari-hari seperti Koran, majalah, dll.
Untuk menganalisisnya digunakan dua biaya yaitu biaya kerugian (shotage) dan kelebihan.
Adapun tujuan penggunaan model periode tunggal adalah untuk mengidentifikasi pesanan
atau tingkat persediaan yang dapat meminimalkan biaya shortage dan excess dalam jangka
panjang. Biaya kerugian merupakan biaya yang diakibatkan kehilangan kepercayaan
pelanggan atau opportunity cost karena kehilangan penjualan, biaya kelebihan adalah biaya
karena barangnya sudah kedaluwarsa.
Terdapat dua kategori permasalahan yang dipertimbangkan yaitu permintaan di dekati
dengan menggunakan distribusi kontinu atau distribusi normal dan distribusi diskrit/distribusi
poison. Penggunaan model tergantung pada jenis persediaan, missal permintaan gas, minyak
dan barang cair cenderung menggunakan skala kontinu dengan distribusi kontinu. Sedangkan
permintaan mobil, computer, dan rumah yang dapat dihitung dengan satuan unitb
menggunakan distribusi diskrit.
2.7.5. Penentuan Tingkat Reorder
Untuk menentukan berapa jumlah yang akan dibeli terlebih dahulu harus diperhatikan
kapan melakukan pemesanan. Dalam model persediaan ini diasumsikan penerimaan
pemesanan adalah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Asumsi ini mengindikasikan
bahwa perusahaan akan menunggu sampai tingkat persediaan mencapai nol dan akan
menerima pemesanan persediaan secepat mungkin. Waktu antara saat melakukan pemesanan
dan penerimaan pesanan ini disebut lead time atau pengiriman pesanan, sehingga keputusan
untuk melakukan pemesanan kembali persediaan ini disebut dengan reorder point (titik
pemesanan kembali). Terdapat empat alasan yang menyebabkan dilakukan titik pemesanan
kembali, yaitu :
1. Tingkat permintaan (biasanya didasarkan pada peramalan)
2. Lead time
10 | M a n a j e m e n O p e r a s i

3. Adanya permintaan dan lead time yang beragam


4. Tingkat resiko kehabisan stock yang akan diterima manajemen.

2.7.6. Production Order Quantity Model


Pembahasan diatas mengasumsikan bahwa pemesanan dating tepat waktu, tatapi
adakalanya perusahaan harus menerima pesanan melebihi periode waktu yang telah
ditentukan.Untuk itu dibutuhkan model yang berbeda yaitu model yang sesuai dengan aliran
persediaan yang berkesinambungan.
2.7.7. Model EOQ Dengan Banyak Item Permintaan Tetap
Seringkali perusahaan membeli persediaan beberapa jenis secara bersama atau disebut
dengan joint purchases. Pembelian semacam ini dilakukan oleh perusahaan pada pemasok
yang sama. Untuk menentukan jumlah persediaan yang ekonomis dapat digunakan
perhitungan EOQ dengan asumsi:
a. Tingkat permintaan setiap jenis barang bersifat konstan dan diketahui dengan pasti.
b. Lead time diketahui dengan pasti, sehingga tidak terjadi stockout maupun biaya
stockout
c. Lead time semua jenis barang sama artinya semua jenis barang yang dipesan berada
pada satu titik waktu siklus yang sama
d. Biaya penyimpanan, harga per unit dan biaya pemesanan untuk setiap jenis barang
diketahui dengan pasti dan tidak ada diskon atau perubahan harga.

2.7.8. EOQ Dengan Banyak Item Untuk Permintaan Bervariasi


Asumsi EOQ banyak item tidak semuanya dapat diterapkan dalam prakteknya,
terutama ROP setiap item berbeda. Hal ini disebabkan oleh tingkat permintaan setiap item
yang bersifat independent, sehingg permintaan setiap item setiap hari bervariasi. Begitu juga
dengan permintaan dependent yang dianggap diskrit, memungkinkan terjadinya perbedaan
yang di sebabkan oleh keterlambatan pengiriman, pembatalan pemesanan,dll.

11 | M a n a j e m e n O p e r a s i

2.7.9. Analisis Marginal


Menggunakan perhitungan marginal profit (MP) dan marginal loss (ML).
Penambahan tingkat persediaan dilakukan dengan syarat marginal profit sama dengan
marginal loss. Hubungan ini dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahn persediaan
dengan cepat, akan tetapi alat analisis ini hanya cocok untuk membuat keputusan sekali saja
tanpa ada ROP atau pemesanan kembali.
2.7.10. Kekurangan dan Kelebihan Metode EOQ
Kartika Hendra (2009) mengemukakan bahwa keunggulan metode EOQ adalah:
1) Dapat digunakan untuk mengetahui berapa banyak persediaan yang harus dipesan,
dalam hal ini bahan baku, dan kapan seharusnya pemesanan dilakukan,
2) Dapat mengatasi ketidakpastian permintaan dengan adanya persediaan pengaman
(safety stock),
3) Mudah diaplikasikan pada proses produksi secara massal,
4) Lazim digunakan pada rumah sakit, yaitu pada persediaan obat.

Kelemahan Metode EOQ


1) Permintaan diasumsikan secara konstan, sedangkan dalam banyak situasi yang nyata
permintaan bervariasi secara substansial. Dalam bagian berikutnya, permintaan acak
akan dipertimbangkan.
2) Biaya diasumsikan menjadi konstan, tetapi dalam prakteknya seringkali ada potongan
kuantitas untuk pembelian yang besar, kasus ini membutuhkan suatu modifikasi dari
model EOQ
3) Bahan dalam partai diasumsikan semuanya sekali diterima, tetapi dalam beberapa
kasusu akan ditempatkan dalam persediaan secara continue selama di produksi.
4) Diasumsikan produk tunggal, tetapi terkadang satuan-satuan beragam dibeli dari satu
pemasok tunggal dan semuanya dikirim pada waktu yang sama.
5) Biaya persiapan diasumsikan tetap meskipun pada kenyataannya biaya ini sering
dapat dikurangi

12 | M a n a j e m e n O p e r a s i

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Persediaan diartikan sebagai sumberdaya menganggur yang akan menunggu proses
lebih lanjut, persediaan dalam perusahaan merupakan salah satu asset terpenting dalam
banyak perusahaan karena nilai persediaan mencapai 40% dari seluruh investasi modal. Jenis
persediaan di berbagai perusahaan berbeda-beda, akan tetapi secara umum persediaan di bagi
menjadi tiga yaitu persediaan bahan baku, persediaan barang setengah jadi dan persediaan
barang jadi.
EOQ merupakan salah satu model tradisional yang dipergunakan untuk menentukan
jumlah persediaan yang ekonomis dengan menggunakan biaya yang minimal, adapun syarat
persediaan ekonomis adalah terjadinya keseimbangan antar biaya pemesanan dan biaya
penyimpanan. Dengan menyeimbangkan dua biaya tersebut, maka dapat diformulasikan
persmaan EOQ. Keterbatasan penggunaan model EOQ karena ada beberapa asumsi yang
menyebabkan EOQ dianggap sebagai model yang konvensional.

13 | M a n a j e m e n O p e r a s i

DAFTAR PUSTAKA
Render,Barry and jay heizer, Prinsip-Prinsip Manajemen Operasi Edisi 9 Buku 2, PT.
Salemba Emban Patria, Jakarta, 2011

Zulfikarijah, Fien. Manajemen Persediaan Cetakan Kedua, UMM Press, Malang, 2005

14 | M a n a j e m e n O p e r a s i