Anda di halaman 1dari 99

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

NASABAH UMKM MEMILIH PRODUK KUR BANK


BJB KCP MERAK
(Kasus Pada Debitur KUR Bank BJB KCP Merak Kota Cilegon)
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian Pada
Jurusan Agribisnis

ROSITA DEWI SUGIH


4441090562

JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2014

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


NASABAH UMKM MEMILIH PRODUK KUR BANK
BJB KCP MERAK
(Kasus Pada Debitur KUR Bank BJB KCP Merak Kota Cilegon)
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian Pada
Jurusan Agribisnis

ROSITA DEWI SUGIH


4441090562

JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2014

ii

iii

iv

RINGKASAN
ROSITA DEWI SUGIH. 2014. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nasabah
UMKM Memilih Produk KUR Bank BJB KCP Merak (Kasus Pada Debitur KUR
Bank BJB KCP Merak Kota Cilegon). Dibawah bimbingan JOHAN SETIAWAN
dan Hj. MEUTIA.
Kegiatan ekonomi di Indonesia pada umumnya berupa usaha mikro, kecil,
dan menengah atau yang sering disebut juga dengan UMKM yaitu seperti
pedagang kaki lima, penjual sayur, petani kecil dan usaha rumah tangga (home
industry). Modal merupakan salah satu kendala yang dimiliki oleh pelaku
UMKM. Oleh karena itu, lembaga-lembaga keuangan sangat diperlukan dalam
mendukung usaha para pelaku UMKM agar semakin berkembang. Lembaga yang
menawarkan pinjaman modal yang sering disebut kredit adalah bank, dan salah
satu bank penyalur kredit adalah bank Jabar Banten (BJB). Adapun kredit yang
ada di bank BJB yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM adalah kredit usaha
rakyat (KUR).
Keanekaragaman konsumen dalam melakukan pengambilan keputusan
untuk memilih dan menggunakan suatu produk kredit demi mengembangkan
usahanya di pengaruhi oleh berbagai faktor baik dari diri konsumen (internal)
maupun dari luar konsumen (eksternal). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis
apakah ada pengaruh dari faktor internal dan faktor eksternal nasabah UMKM
dalam memilih produk KUR bank BJB KCP Merak, serta faktor apa saja yang
paling berpengaruh dominan tehadap keputusan nasabah UMKM memilih produk
KUR bank BJB KCP Merak. Pengambilan sampel dikalukan dengan cara simple
random sampling, dan dilakukan teknik pengambilan sampel berdasarkan rumus
slovin, sehingga sampel yang didapatkan sebanyak 57 orang. Penelitian ini
menggunakan analisis regresi linier berganda.
Dari hasil analisis, faktor internal yaitu motivasi berpengaruh signifikan
terhadap keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR bank BJB KCP Merak
nilai thitung (2,089) > ttabel (2,000) dan nilai signifikansi (0,042) < (0,05). Dan
variabel pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah UMKM
memilih produk KUR bank BJB KCP Merak karena nilai thitung (6,796) > ttabel
(2,000) dan nilai signifikansi (0,000) < (0,05), variabel sikap berpengaruh
signifikan terhadap keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR bank BJB
KCP Merak karena nilai thitung (3,362) > ttabel (2,000) dan nilai signifikansi (0,001)
< (0,05), dan variabel gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan
nasabah UMKM memilih produk KUR bank BJB KCP Merak karena nilai thitung
(5,981) > ttabel (2,000) dan nilai signifikansi (0,000) < (0,05).
Untuk faktor eksternal, pada variabel dorongan keluarga berpengaruh
signifikan terhadap keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR bank BJB
KCP Merak karena nilai thitung (3,839) > ttabel (2,000) dan nilai signifikansi (0,000)
< (0,05), variabel kenalan pegawai/karyawan bank berpengaruh signifikan
terhadap keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR bank BJB KCP Merak
karena nilai thitung (7,020) > ttabel (2,000) dan nilai signifikansi (0,000) < (0,05),
dan variabel informasi pelayanan bank berpengaruh signifikan terhadap keputusan

nasabah UMKM memilih produk KUR bank BJB KCP Merak karena nilai thitung
(5,557) > ttabel (2,000) dan nilai signifikansi (0,000) < (0,05).
Adapun faktor yang paling berpengaruh dominan jika dilihat dari faktor
internal adalah variabel pengetahuan dengan nilai beta sebesar 0,489, dan dari
faktor eksternal adalah variabel kenalan pegawai/karyawan bank dengan nilai beta
sebesar 0,531.

vi

ABSTRACT
ROSITA DEWI SUGIH. 2014. The Factors That Affect Client Of Micro, Small
And Medium Business (UMKM) to Choose Peoples Business Credit (KUR)
Product In BJB KCP Merak. (Case Of Debitor KUR BJB KCP Merak). Mentored
By JOHAN SETIAWAN And Hj. MEUTIA.
The purpose of this research is to analyze the effect of internal and
external factors on consumer decision in choosing credit peoples bussiness credit
( KUR) products in BJB KCP Merak. Sampel in this research counted 57
respondent. This research would analyzed by correlation and regression
analyzing. The result ensure that internal factor (motivation, knowledge, attittude,
and life style) together have positive effect and significant to choose credit
peoples bussiness credit ( KUR) in BJB KCP Merak because Fhit > Ftab (41,319 >
2,53) and probability (0,000 < 0,05). In partial the motivation, knowledge, attitude
and life style have positive and significant to choose KUR in BJB KCP Merak
because tcount > ttable. Eksternal factor (family motivation, acquaintance employees/
bank employees, bank service information) together have positive effect and
significant because Fhit > Ftab (51,330 > 2,77). In partial the family motivation,
acquaintance employees/ bank employees, and bank service information have
positive and significant to choose KUR in BJB KCP Merak because tcount > ttable.
And the most influential of internal factor is knowledge variable and eksternal
factor is acquaintance employees/ bank employees.

Keywords : KUR,UMKM, Internal factors, Eksternal factors.


.

vii

RIWAYAT HIDUP
Rosita Dewi Sugih dilahirkan di Garut pada tanggal 4 Februari 1991 dari
pasangan bapak Dedi Tarmedi wijaya dan ibu Eulis Solihat. Anak pertama dari
enam bersaudara, memiliki dua orang adik perempuan dan tiga orang adik lakilaki.
Pada tahun 2003, penulis telah menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di
SDN Babakanturi Cilegon. Pada tahun 2006 penulis menyelesaikan pendidikan
tingkat pertama di SMP Negeri 6 Cilegon dan menyelesaikan pendidikan sekolah
menengah atas (SMA) dengan jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA) pada tahun
2009 di SMA Negeri 4 Cilegon. Kemudian penulis diterima di perguruan tinggi
Negeri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Banten pada tahun 2009
melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan
diterima pada jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian.

viii

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa, karena atas rahmat,
karunia dan petujuk-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaikbaiknya yang berjudul FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
NASABAH UMKM MEMILIH PRODUK KUR BANK BJB KCP MERAK.
Penulis pun mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ayahanda Dedi Tarmedi dan ibunda Eulis Solihat serta adik-adik (Andri,
Uji, Epin, Lando dan Deta) yang selalu memberikan dukungan baik berupa
moril maupun materil.
2. Johan Setiawan,SP,.M.Si dan Dr. Hj. Meutia, SE.,MP selaku Pembimbing
yang telah memberikan saran, masukan, arahan dan bimbingan dengan
penuh kesabaran dalam penulisan skripsi ini.
3. H. Gugun Gunawan, Ir.,S.Mn.,MM, selaku penelaah yang telah
memberikan saran, masukan, arahan dan bimbingan dengan penuh
kesabaran dalam penulisan skripsi ini.
4. Setiawan Sariyoga, SP.,MP, selaku penguji yang telah memberikan saran,
masukan, arahan dan bimbingan dengan penuh kesabaran dalam penulisan
skripsi ini.
5. Sulaeni, SP.,M.Si selaku penguji yang telah memberikan saran, masukan,
arahan dan bimbingan dengan penuh kesabaran dalam penulisan skripsi
ini.
6. Asih Mulyaningsih., SP.,M.Si selaku Ketua Jurusan Agribisnis Fakultas
Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
7. H. Suherna., SP., M.Si selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa.
8. Seluruh Dosen Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa yang telah membekali ilmu selama perkuliahan.
9. Seluruh Staff Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa.

ix

10. Seluruh Karyawan/Pegawai Bank BJB KCP Merak yang telah membantu
penulisan Skripsi ini.
11. Zen Ardiana Yusuf yang telah memberikan dukungan baik berupa moril
maupun materil dengan kasih sayang dan penuh kesabaran disetiap
harinya.
12. Sahabatku Widya Argiantri, Asti Sri Y, Fatayati Ulfah, Eha Julaeha,
Fahmi Mustikasari, Bait Nur Rachmah, Sri Rustanti, dan teman-teman
kelas A Agribisnis 2009 yang telah memberikan motivasi dalam penulisan
Skripsi ini, serta memberikan kenangan selama masa perkuliahan.
13. Teman-teman seperjuangan angkatan 2009 yang telah memberikan
inspirasi dan kenangan selama masa perkuliahan.
14. Kepada seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah
membantu skripsi ini.

Penulis menyadari skripsi ini belum sempurna, untuk itu penulis


mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
skripsi ini. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih untuk pembaca dan
semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua.

Serang, Februari 2014

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ...................................................................................
HALAMAN PENGESAHAN .....................................................................
HALAMAN PERNYATAAN .....................................................................
RINGKASAN ..............................................................................................
ABSTRACT .................................................................................................
RIWAYAT HIDUP .....................................................................................
KATA PENGANTAR .................................................................................
DAFTAR ISI ................................................................................................
DAFTAR TABEL .......................................................................................
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ..............................................................................

i
ii
iii
iv
vi
vii
viii
x
xii
xiii
xiv

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................


1.1 Latar Belakang ...........................................................................
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................
1.3 Tujuan Penelitian .........................................................................
1.4 Manfaat Penelitian .......................................................................
1.5 Ruang Lingkup ............................................................................

1
1
5
6
7
7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................


2.1 Pengertian Bank ..........................................................................
2.2 Kredit Perbankan .........................................................................
2.3 Kredit Usaha Rakyat (KUR) .......................................................
2.4 Pengertian UMKM ......................................................................
2.5 Pengertian Produk .......................................................................
2.6 Perilaku Konsumen .....................................................................
2.7 Proses Keputusan Konsumen ......................................................
2.8 Penelitian Terdahulu ...................................................................
2.9 Kerangka Pemikiran ....................................................................
2.10 Hipotesis ....................................................................................

8
8
9
12
14
16
16
19
22
23
25

BAB III METODOLOGI PENELITIAN .................................................


3.1 Metode Penelitian ........................................................................
3.2 Jenis dan Sumber Data ................................................................
3.3 Definisi Operasional Variabel .....................................................
3.4 Teknik Pengambilan Sampel .......................................................
3.5 Metode Pengolahan dan Analisis Data........................................

26
26
26
27
28
28

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................


4.1 Gambaran Umum Perusahaan .....................................................
4.1.1 Sejarah Bank Bjb .......................................................
4.1.2 Struktur Organisasi ....................................................
4.1.3 Produk Kredit Bank Bjb ............................................

34
34
34
37
37

xi

4.1.4 Kedit Usaha Rakyat Bjb ............................................


4.2 Gambaran Umum Wilayah Peneitian ..........................................
4.2.1 Geografis ...................................................................
4.2.2 Demografis ................................................................
4.3 Karakteristik Responden .............................................................
4.3.1 Jenis Kelamin Responden ..........................................
4.3.2 Umur Responden .......................................................
4.3.3 Pendidikan .................................................................
4.3.4 Jenis Usaha ................................................................
4.3.5 Pendapatan .................................................................
4.3.6 Jumlah Nominal KUR Yang Dipinjam .....................
4.3.7 Jangka Waktu Kredit Debitur KUR...........................
4.4 Hasil Analisis Data Faktor Internal .............................................
4.4.1 Uji Validitas ...............................................................
4.4.2 Uji Reliabilitas ...........................................................
4.4.3 Uji Asumsi Klasik .....................................................
4.4.4 Uji Regresi Linier Berganda ......................................
4.5 Hasil Analisis Data Faktor Eksternal ..........................................
4.5.1 Uji Validitas ...............................................................
4.5.2 Uji Reliabilitas ...........................................................
4.5.3 Uji Asumsi Klasik .....................................................
4.5.4 Uji Regresi Linier Berganda ......................................
4.6 Faktor Yang Berpengaruh Dominan ...........................................
4.6.1 Faktor Internal ...........................................................
4.6.2 Faktor Eksternal .........................................................

38
40
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
45
45
47
54
54
54
54
56
61
61
61

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................


5.1 Kesimpulan.................................................................................
5.2 Saran ...........................................................................................

61
61
61

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................


LAMPIRAN .................................................................................................

65
67

xii

DAFTAR TABEL
Nomor

Judul Tabel

Halaman

Sebaran Penyaluran KUR periode November-september 2013

Bank Penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR)

13

Kriteria UMKM

15

Penelitian Terdahulu

22

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Perkelurahan Di


Kecamatan Pulomerak Tahun 2012

41

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

41

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

42

Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

43

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Usaha

43

10

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Perbulan

44

11

Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Nominal KUR

44

Yang Dipinjam Oleh Debitur


12

Karakteristik Responden Berdasarkan Jangka Waktu Kredit

45

xiii

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul Gambar

Jumlah debitur pengguna KUR pada tahun 2010 sampai


agustus tahun 2013

Halaman

Model perilaku pengambilan keputusan konsumen (Engel, et,


al, 1994)

20

Kerangka pemikiran

24

Daerah penolakan dan penerimaan hipotesis 1 dengan


menggunakan T test X1 (motivasi)

Daerah penolakan dan penerimaan hipotesis 2 dengan


menggunakan T test X2 (pengetahuan)

58

Daerah penolakan dan penerimaan hipotesis 6 dengan


menggunakan T test X6 (kenaan pegawai/karyawan bank)

10

51

Daerah penolakan dan penerimaan hipotesis 5 dengan


menggunakan T test X5 (dorongan keluarga)

51

Daerah penolakan dan penerimaan hipotesis 4 dengan


menggunakan T test X4 (gaya hidup)

50

Daerah penolakan dan penerimaan hipotesis 3 dengan


menggunakan T test X3 (sikap)

49

58

Daerah penolakan dan penerimaan hipotesis 7 dengan


menggunakan T test X7 (informasi pelayanan bank)

59

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul Lampiran

Halaman

Kuisioner penelitian

67

Karakteristik responden debitur KUR bank BJB KCP Merak

69

Hasil kuisioner

71

Struktur organisasi bank BJB KCP Merak

75

Hasil perhitungan regresi linier berganda faktor internal

76

Hasil perhitungan regresi linier berganda faktor eksternal

80

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Berkembangnya kegiatan perekonomian di Indonesia dari suatu usaha baik
individu maupun perusahaan, maka akan dirasakan perlu adanya sumber-sumber
untuk penyediaan dana guna membiayai kegiatan usaha yang semakin
berkembang tersebut. Dana yang dibutuhkan untuk suatu usaha dapat disebut juga
sebagai salah satu faktor produksi yang sejajar dengan faktor-faktor produksi
lainnya seperti sumber tenaga kerja, peralatan mesin-mesin, bahan baku atau
bahan penolong, kemampuan teknologi, manajemen dan lain-lain sebagai suatu
sumber ekonomi yang termasuk langka.
Di Indonesia banyak sekali para pelaku usaha yang masih membutuhkan
bantuan modal agar usaha yang dijalankan sesuai dengan apa yang direncanakan.
Salah satu usahanya yaitu usaha pada sektor agribisnis skala mikro dimana sektor
ini merupakan salah satu mata pencaharian yang digeluti oleh penduduk
Indonesia. Dari peran sektor agribisnis menghasilkan berbagai kebutuhan
masyarakat Indonesia salah satunya yaitu sebagai penyedia bahan makanan.
Gema Utami (2011), menyatakan bahwa kegiatan ekonomi di Indonesia
pada umumnya berupa usaha mikro, kecil, dan menengah atau yang sering di
sebut juga dengan UMKM yaitu seperti pedagang kaki lima, penjual sayur, petani
kecil dan usaha rumah tangga (home industry) . Oleh karena itu, lembaga-lembaga
keuangan sangat di perlukan dalam mendukung para pelaku usaha UMKM agar
usaha yang di jalankannya semakin berkembang dan meningkatkan pendapatan.

Lembaga yang menawarkan pinjaman modal yang sering disebut kredit


adalah bank, dimana bank sebagai suatu perusahaan harus memahami berbagai
macam kebutuhan, selera, keinginan, dan pengambilan keputusan oleh para
pelaku UMKM untuk memilih produk yang ditawarkan. Lembaga keuangan
(perbankan) yang menawarkan produk kredit salah satunya adalah KUR bagi
pelaku usaha yaitu PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk
(Bank BJB).
Bank ini merupakan salah satu bank pembangunan daerah yang harus
bersaing dengan lembaga keuangan lainnya dalam menawarkan produk KUR.
Besarnya Plafond KUR adalah apabila secara langsung untuk KUR mikro
maksimal 20 juta dan untuk KUR ritel lebih dari 20 juta sampai 500 juta. Apabila
melalui Lembaga Linkage maksimal 2 Milyar, dan dari Lembaga Linkage kepada
UMKMK maksimal 100 juta. Adapun sebaran penyaluran kredit usaha rakyat
periode November 2007-September 2013 adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Sebaran Penyaluran KUR di Indonesia Periode November 2007September 2013.
Bank
Realisasi Penyaluran KUR
BRI

79,9 Triliun

Mandiri

12,6 Triliun

BNI

12,11 Triliun

BTN

4,1 Triliun

BPD Jatim

3,7 Triliun

Bank Syariah Mandiri

3,4 Triliun

BPD BJB

2,8 Triliun

Bukopin

1,75 Triliun

BPD Nagari

1,329 Triliun

BPD Kalbar

332,740 Miliar

Sumber : Administrasi Komite KUR, 2013.

Berdasarkan Tabel 1, posisi bank BJB ada pada peringkat ketujuh dengan
penyaluran KUR sebanyak 2,8 triliun. Bank BJB harus mengetahui perilaku
konsumen dalam pengambilan keputusan untuk memilih KUR, sehingga akan
lebih banyak konsumen yang memutuskan mengambil KUR di bank BJB, dan
penyaluran KUR bank BJB akan semakin meningkat.
Dalam rangka pengembangan pelayanan usaha berskala mikro, sekaligus
mengantisipasi persaingan serta mendukung program pemerintah, Direksi
memandang perlu untuk mengatur pelayanan kredit berskala mikro, kecil, dan
menengah dengan pola penjaminan yang dapat dilayani di kantor cabang dan
kantor cabang pembantu di wilayah kerja bank BJB atau di sebut kredit usaha
rakyat BJB, (Bank BJB Divisi Mikro, 2010).
Kantor cabang bank BJB salah satunya berada di Kota Cilegon yang
terbagi lagi pada kantor cabang pembantu (KCP) yang berada di Anyer dan
Merak. Salah satu KCP bank BJB berada di Kecamatan Pulomerak yang
merupakan bagian wilayah kota Cilegon, Provinsi Banten. Berdasarkan data
badan pusat statistik (BPS) tahun 2012, Kecamatan ini memiliki luas wilayah
19,86 km2, dan jumlah penduduk sebanyak 43.856 jiwa.
Kecamatan Pulomerak memiliki beberapa industri, sehingga penyerapan
tenaga kerja lebih kepada sektor industri, tetapi sebagian masyarakat ada yang
memiliki usaha mikro, kecil maupun menengah. Berdasarkan data yang diperoleh
dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten tahun 2011, Kota Cilegon
memiliki jenis UMKM sebanyak 80.689. Dari pelaku usaha UMKM tersebut
banyak yang membutuhkan tambahan modal demi kelangsungan usahanya. Dan
ini menjadi sebuah tuntutan lembaga keuangan khususnya bank untuk

meningkatkan strategi pemasaran produk KUR yang dimiliki agar di minati oleh
pelaku usaha UMKM Kecamatan Pulomerak. Adapun jumlah pelaku UMKM
yang menjadi debitur KUR bank BJB KCP Merak adalah seperti gambar berikut:
Gambar 1. Jumlah Debitur Pengguna KUR Pada Tahun 2010 Sampai
Agustus Tahun 2013.
50
40
30
jumlah debitur KUR KCP
Merak

20
10
0
2010

2011

2012

2013

Sumber : Data Sekunder Bank BJB, 2012.


Berdasarkan grafik diatas adanya penurunan jumlah pengguna KUR di
bank BJB KCP Merak dari tahun 2011 sampai tahun 2012, dan pada bulan Januari
sampai Agustus 2013 jumlah pengguna KUR meningkat. Hal ini terjadi
disebabkan karena beberapa faktor salah satunya adalah kurangnya promosi
perusahaan dalam menawarkan produk KUR, sehingga mengalami penurunan
jumlah debitur KUR.
Data dari hasil wawancara dengan Supervisor KCP maupun dari data
Divisi Mikro, kondisi di bank BJB KCP Merak memiliki 131 Debitur telah
menggunakan KUR selama periode tahun 2010 sampai dengan Agustus tahun
2013, jumlah ini tentu belum sebanyak pengguna kredit jenis lain yang ada di BJB
KCP Merak yaitu kredit mikro sebanyak 303 debitur, kedua jenis produk ini tentu
bersaing dalam menarik konsumen karena membidik sasaran yang hampir sama
namun keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Keanekaragaman konsumen dalam melakukan pengambilan keputusan


untuk memilih dan menggunakan suatu produk di pengaruhi oleh berbagai faktor
baik dari diri konsumen (internal) maupun dari luar konsumen (eksternal). Salah
satu faktor internal adalah motivasi, pengetahuan, sikap, dan gaya hidup
seseorang dalam melakukan suatu kegiatan maupun dalam hal memilih produk
yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain dari faktor internal, peneliti
ingin menganalisis faktor eksternal konsumen yaitu dorongan keluarga, kenalan
pegawai/karyawan bank, dan informasi pelayanan bank. Dari jumlah sebesar
80.689 jenis UMKM yang ada di kota Cilegon, ada beberapa pelaku UMKM
tersebut membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya,
termasuk pelaku UMKM yang ada di kecamatan Pulomerak.
Dari beberapa pelaku UMKM di kecamatan Pulomerak, memutuskan
memilih produk KUR bank BJB KCP Merak dibandingkan dengan produk KUR
di lembaga keuangan bank lainnya yang berada di kecamatan Pulomerak.
Keputusan para pelaku UMKM tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor baik
faktor internal maupun eksternal. Fenomena tersebut menjadi daya tarik bagi
peneliti untuk menganalisis apakah faktor-faktor tersebut baik internal maupun
eksternal berpengaruh pada nasabah UMKM sehingga memutuskan memilih
produk KUR bank BJB KCP Merak dan faktor mana yang berpengaruh dominan
terhadap keputusan konsumen dalam pemilihan KUR tersebut.
1.2. Rumusan Masalah
Banyaknya para pelaku UMKM yang membutuhkan modal, menjadi
sebuah tuntutan bagi lembaga keuangan bank maupun nonbank untuk
mendapatkan nasabah, karena banyaknya produk sejenis yang ditawarkan

menimbulkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi konsumen dalam


memilih dan menggunakan produk yang ditawarkan. Upaya yang dapat dilakukan
oleh bank BJB KCP Merak untuk mendapatkan nasabah adalah memahami
perilaku kosumen agar produk yang di tawarkan diambil oleh para pelaku usaha
UMKM. Secara garis besar masalah yang akan dibahas dan dirumuskan adalah
sebagi berikut:
1. Apakah faktor internal yaitu motivasi, pengetahuan, sikap, dan gaya hidup
berpengaruh terhadap keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR
bank BJB KCP Merak?
2. Apakah

faktor

eksternal

yaitu

dorongan

keluarga,

kenalan

pegawai/karyawan bank, dan informasi mengenai pelayanan bank


berpengaruh terhadap keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR
bank BJB KCP Merak?
3. Faktor apa yang paling berpengaruh dominan terhadap keputusan nasabah
UMKM dalam pemilihan produk KUR di Bank BJB KCP Merak?
1.3. Tujuan Penelitian
1. Menganalisis pengaruh dari faktor internal yaitu motivasi, pengetahuan,
sikap, dan gaya hidup terhadap keputusan nasabah UMKM memilih
produk KUR bank BJB KCP Merak.
2. Menganalisis pengaruh dari faktor eksternal yaitu dorongan keluarga,
kenalan pegawai/karyawan bank, dan informasi mengenai pelayanan bank
terhadap keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR bank BJB
KCP Merak.

3. Menganalisis faktor mana yang paling berpengaruh dominan terhadap


keputusan nasabah UMKM dalam pemilihan produk KUR di Bank BJB
KCP Merak.
1.4. Manfaat Penelitian
1. Perusahaan, dalam hal ini Bank BJB KCP Merak untuk menyusun strategi
pemasarannya dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
keputusan konsumen dalam memilih produk KUR, serta faktor apa yang
paling berpengaruh dominan terhadap

keputusan konsumen dalam

pemilihan produk KUR di Bank BJB KCP Merak.


2. Pembaca, menambah ilmu pengetahuan dan sebagai masukan untuk
penelitian yang berhubungan dengan masalah-masalah penelitian yang
relevan dengan penelitian ini.
3. Penulis, selain sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan, dapat juga
menambah ilmu pengetahuan.
1.5. Ruang Lingkup
Penelitian ini dilakukan di Bank BJB KCP Merak dengan pertimbangan
bahwa bank ini merupakan salah satu bank pembangunan daerah yang berprestasi
dan cukup dikenal dikalangan masyarakat daerah Banten. Permasalahan yang
diteliti mencakup tentang analisis pengaruh dari faktor internal (motivasi,
pengetahuan, sikap, dan gaya hidup) dan faktor eksternal (dorongan keluarga,
kenalan pegawai/karyawan bank, dan informasi pelayanan bank) terhadap
keputusan nasabah UMKM dalam pemilihan produk KUR, serta faktor mana yang
berpengaruh paling dominan. Penelitian ini difokuskan kepada debitur KUR bank
BJB KCP Merak yang telah ditetapkan sebagai responden.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Bank


Kasmir (2003), menyatakan bahwa bank adalah lembaga keuangan yang
kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakatdan menyalurkan
kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa lainnya. Dalam
praktiknya di Indonesia, Bank dibagi dalam beberapa jenis, salah satunya jika
ditinjau dari segi fungsinya dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Bank Sentral, adalah bank pusat dimana Bank ini mengatur berbagai
kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan di
suatu Negara. Oleh karena itu, disetiap Negara hanya ada satu Bank
sentral yang dibantu oleh cabang-cabangnya. Di Indonesia fungsi Bank
sentral dipegang oleh Bank Indonesia (BI).
2. Bank umum, adalah bank yang bertugas melayani seluruh jasa-jasa
perbankan dan melayani segenap lapisan masyarakat, baik masyarakat
perorangan maupun lembaga lainnya. Bank umum dikenal dengan nama
Bank komersil.
3. Bank Perkeditan Rakyat, adalah bank yang khusus melayani masyarakat
kecil di Kecamatan dan perdesaan. Bank perkreditan rakyat berasal dari
Bank Desa, Bank Pasar, Lumbung Desa, Bank Pegawai, dan Bank lainnya
yang kemudian dilebur menjadi Bank Perkreditan Rakyat.

2.2. Kredit Perbankan


Dalam buku Kasmir (2004), menyatakan bahwa kredit diartikan
memperoleh pinjaman uang yang pembayarannya dilakukan dikemudian hari
dengan cicilan atau angsuran sesuai dengan perjanjian. Secara umum penyaluran
kredit oleh Bank dilihat dari berbagai segi, diantaranya:
1. Dari segi kegunaan meliputi :
a. Kredit investasi, yaitu kredit yang biasanya digunakan untuk perluasan
usaha atau membangun proyek ataupabrik baru. Masa pemakaiannya
untuk atau periode yang relatif lebih lama.
b. Kredit modal kerja, kredit yang digunakan untuk keperluan
meningkatkan produksi dalam operasinya.
2. Dari segi tujuan kredit meliputi:
a. Kredit produktif, yaitu kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha
atau produksi atau investasi. Kredit ini diberikan untuk menghasilkan
barang dan jasa.
b. Kredit konsumtif, kredit yang digunakan untuk konsumsi atau dipakai
secara pribadi.
c. Kredit

perdagangan,

kredit

yang

digunakan

untuk

kegiatan

perdagangan yang biasanya untuk membeli barang daganagan yang


pembayarannya di harapkan dari hasil penjualan barang dagangan
tersebut.

10

3. Dari segi jangka waktu meliputi:


a. Kredit jangka pendek, yaitu kredit yang memiliki jangka waktu kurang
dari 1 tahun atau paling lama 1 tahun dan biasanya digunakan untuk
keperluan modal kerja.
b. Kredit jangka menengah, kredit yang memiliki jangka waktu kreditnya
berkisar antar 1 tahun sampai dengan 3 tahun, kredit jenis ini dapat
diberikan untuk modal kerja.
c. Kredit jangka panjang, kredit yang masa pengembbaliannya paling
panjang yaitu diatas 3 tahun atau diatas 5 tahun dan biasanya kredit ini
diberikan untuk investasi jangka panjang.
4. Dari segi jaminan meliputi:
a. Kredit dengan jaminan, kredit yang diberikan dengan menggunakan
jaminan tertentu. Jaminan dapat berbentuk barang berwujud atau tidak
berwujud.
b. Kredit tanpa jaminan, kredit yang digunakan tanpa menggunakan
jaminan barang atau orang tertentu. Kredit ini biasanya dilihat dari
prospek usaha debitur dan loyalitasnya terhadap Bank.
5. Dari segi sektor Usaha meliputi:
a. Kredit pertanian, kredit yang dibiayai untuk sektor perkebunan atau
pertanian rakyat.
b. Kredit peternakan, kredit untuk sektor peternakan biasanya untuk
jangka waktu yang pendek.
c. Kredit industri, kredit yang digunakan untuk membiayai pada sektor
industri pengolahan baik untuk industri kecil, menengah atau besar.

11

d. Kredit pertambangan, kredit yang digunakan untuk membiayai usaha


pertambangan, biasanya jangka panjang.
e. Kredit

pendidikan,

kredit

yang

diberikan

untuk

membiayai

pembangunan sarana dan prasarana pendidikan atau dapat pula untuk


mahasiswa yang sedang belajar.
f. Kredit profesi, kredit yang diberikan kepada kalangan informal seperti
dosen, dokter, dan pengacara.
g. Kredit

perumahan,

kredit

yang

digunakan

untuk

membiayai

pembangunan atau pembelian perumahan dan sektor-sektor usaha


lainnya.
Untuk mencegah adanya kemungkinan terjadinya kegagalan nasabah
dalam memenuhi kewajibannya untuk melunasi kredit yang diterimanya
(angsuran pokok beserta bunganya) yang sudah disepakati, bank melakukan
analisis kredit. Adapun analisis kredit berdasarkan prinsip 5C, yaitu:
a. Character
Merupakan analisis untuk mengetahui sifat atau watak seorang nasabah pemohon
kredit, apakah memiliki watak atau sifat yang bertanggung jawab terhadap kredit
yang diambilnya. Watak atau sifat ini dapat dilihat dari latarbelakang nasabah
melalui pengamatan, pengalaman dan riwayat hidup.
b. Capacity
Merupakan analisis yang digunakan untuk melihat kemampuan nasabah
dalam membayar kredit. Dari hal ini terlihat kemampuan nasabah dalam megelola
bisnis. Kemampuan ini dihubungkan dengan latar belakang pendidikan dan

12

pengalaman selama ini dalam mengelola usahanya,sehingga dapat terlihat


kemampuannya dalam mengembalikan kredit yang disalurkan.
c. Capital
Untuk melihat penggunaan modal apakah efektif atau tidak,dapat dilihat
dari laporan keuangan (neraca dan laporan rugi laba) yang disajikan dengan
melakukan pengukuran seperti dari segi likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas
dan ukuran lainnya. Analisis capital juga harus menganalisis dari sumber mana
saja yang ada sekarang ini sedang dijalankan.
d. Collateral
Merupakan analisis terhadap jaminan yang diberikan nasabah kepada bank
dalam rangka pembiayaan kredit yang diajukan. Jaminan ini digunakan sebagai
alternatif terakhir bagi bank untuk berjaga-jaga kalau terjadi kemacetan terhadap
kredit yang dibiayai.
e. Condition
Merupakan analisis untuk menilai kondisi umum saat ini dan yang akan
datang, kondisi yang akan dinilai terutama kondisi saat ini, apakah layak untuk
membiayai kredit sektor tertentu.
2.3. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Kredit Usaha Rakyat yang selanjutnya disingkat KUR, adalah kredit/
pembiayaan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah Koperasi (UMKM-K) dalam
bentuk pemberian modal kerja dan investasi yang didukung fasilitas penjaminan
untuk usaha produktif. KUR adalah program yang dicanangkan oleh pemerintah
namun sumber dananya berasal sepenuhnya dari dana bank. Pemerintah
memberikan penjaminan terhadap resiko KUR sebesar 70% sementara sisanya

13

sebesar 30% ditanggung oleh bank pelaksana. Penjaminan KUR diberikan dalam
rangka meningkatkan akses UMKM-K pada sumber pembiayaan dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Adapun maksud dan tujuan KUR adalah Dalam rangka pemberdayaan
Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK), penciptaan lapangan
kerja, dan penanggulangan kemiskinan, Pemerintah menerbitkan paket kebijakan
yang bertujuan meningkatkan Sektor Riil dan memberdayakan UMKMK.
Upaya peningkatan akses pada sumber pembiayaan antara lain dilakukan
dengan memberikan penjaminan kredit bagi UMKMK melalui Kredit Usaha
Rakyat (KUR). Besarnya Plafond KUR adalah apabila secara langsung untuk
KUR mikro maksimal 20 juta dan untuk KUR ritel lebih dari 20 juta sampai 500
juta. Apabila melalui Lembaga Linkage maksimal 2 Milyar, dan dari Lembaga
Linkage kepada UMKMK maksimal 100 juta. Bank pelaksana KUR adalah bank
yang ikut menandatangani Nota Kesepahaman Bersama tentang Penjaminan
Kredit/Pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi
(UMKMK) yang terdiri dari:
Tabel 2. Bank Penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Bank Penyalur KUR
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
BPD Jabar Banten
Bank Negara Indonesia (BRI)
BPD Jateng
Bank Mandiri
BPD DIY
Bank Tabungan Negara (BTN) BPD Jatim
Bank Syariah Mandiri
BPD Bali
Bank Bukopin
BPDNTB
Bank BNI Syariah
BPD NTT
BPD Aceh
BPD Kalbar
BPD Sumut
BPD Kalteng
BPD Riau Kepri
BPD Kalsel
BPD Nagari
BPD Kaltim
BPD Jambi
BPD Sulut
BPD Sumsel Babel
BPD Sulteng
Sumber : Data Sekunder, 2010

14

Kredit usaha Rakyat (KUR) BJB adalah kredit modal kerja dan/atau
investasi yang diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah dan koperasi
perorangan dan/atau badan usaha yang memiliki usaha produktif atau lembaga
Linkage, kemudian dimintakan penjaminan kepada penjamin untuk selanjutnya
disebut kredit.
2.4. Pengertian UMKM
Usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau
badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria sebagaimana di atur pada
Undang-Undang Republik Indonesia NO. 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro,
kecil dan menengah yaitu :
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50.000.000,- tidak termasuk
tanah dan bangunan tempat usaha.
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 300.000.000,-.
Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang
dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak
perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian
baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang
memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana diatur dalam Undang-Undang
Republik Indonesia NO. 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil, dan
menengah yaitu:
1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 50.000.000,- sampai dengan
paling banyak Rp. 500.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan
tempat usaha.

15

2. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. 300.000.000,- sampai


dengan paling banyak Rp. 2.500.000.000,- (dua milyar lima ratus juta
rupiah).
Usaha menengah yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang
dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak
perusahaan atau anak cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi
bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha kecil atau usaha besar
yang memenuhi kriteria usaha kecil dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil
penjualan hasil tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik
Indonesia NO. 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil, dan menengah yaitu:
1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 500.000.000,- sampai dengan
paing banyak 10 Milyar Rupiah, tidak termasuk tanah dan bangunan
tempat usaha. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari 2 Milyar 500
juta rupiah sampai dengan paling banyak 50 Milyar rupiah.
Adapun kriteria tentang UMKM adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Kriteria UMKM
Kriteria
No

Uraian
Asset

Omzet

Usaha Mikro

50 Juta

Usaha Kecil

>50 Juta-500 Juta

>300 Juta - 2,5 Miliar

Usaha Menengah

>500 Juta-10 Miliar

>2,5 Miliar - 10 Miliar

Sumber : Data Sekunder, 2013.

300Juta

16

2.5. Pengertian Produk


Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk menarik perhatian,
dimiliki, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau
kebutuhan (Kotler, 2002). Produk terdiri dari:
1. Produk barang yaitu sesuatu benda nyata yang memiliki bentuk atau
ukuran yang dapat dilihat dan disentuh/ dipegang oleh konsumen
untuk digunakan sesuai dengan kebutuhannya. Adapun produk barang
terbagi lagi kedalam:
a. Barang yang tidak tahan lama adalah barang-barang berwujud yang
biasanya di konsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan.
b. Barang tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya tetap
bertahan walaupun sudah digunakan berkali-kali.
2. Produk jasa adalah produk-produk yang tidak berwujud, tidak
terpisahkan dan mudah habis.
2.6. Perilaku Konsumen
Pengertian konsumen adalah studi tentang unit pembelian (buying unit)
dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan,
barang, jasa, pengalaman, serta ide-ide (Sumarwan, 2002).
Perilaku konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan
konsumen

dalam

mencari,

membeli,

menggunakan,

mengevaluasi,

dan

menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan


kebutuhan mereka. Sedangkan Engel, et al. (1994) mendefinisikan perilaku
konsumen sebagai tindakan yang lanngsung terihat dalam mendapatkan,

17

mengkonsumsi, menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang


mendahului dan menyusul tindakan ini.
Keputusan konsmen adalah suatu keputusan sebagai pemilihan suatu
tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif (Sumarwan, 2002). Menurut Engel,
et al (1994), bervariasinya konsumen di tentukan oleh beberapa faktor yaitu:
1. Pengaruh lingkungan
Pengaruh lingkungan di pengaruhi oleh budaya, sosial, pengaruh pribadi,
keluarga, dan situasi. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang
paling mendasar, untuk mendapatkan nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari
lembaga-lembaga penting lainnya (Kotler, 2002). Faktor kebudayaan memberikan
pengaruh paling luas dan dalam pada tingkah laku konsumen.
Engel, et al (1994), kelas sosial adalah pembagian di dalam masyarakat
yang terdiri dari individu-individuyang berbagi nilai, minat, dan perilaku yang
sama. Sedangkan menurut Kotler (2002), kelas sosial adalah pembagian
mayarakat yang reatif homogen dan permanen, yan tersussun secara hierarkis dan
yang para anggotanya menganut nilai, minat dan perilaku yang serupa.
Selain faktor diatas, keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik
pribadi yang meliputi : a. Umur dan tahap daur hidup, b. Pekerjaan, c. Situasi
ekonomi, d. Gaya hidup, e. Kepribadian, f. Konsep diri pembeli (Kotler, 2002).
Keluarga kerap merupakan unit pengambilan keputusan utama dengan pola
peranan dan fungsi yang kompleks dan bervariasi (Engel, et al, 1994).
2. Perbedaan individu
Engel, et al (1994), mengemukakan bahwa perbedaan individu
dipengaruhi oleh perilaku konsumen yang terdiri dari : a. Sumber daya konsumen,

18

b. Motivasi dan keterlibatan, c. Pengetahuan, d. Sikap, dan e. Kepribadian, gaya


hidup, dan demografi. Setiap orang membawa tiga sumber daya ke dalam setiap
situasi pengambilan keputusan, yaitu waktu, uang dan perhatian (penerimaan
informasi dan kemampuan pengelolaan). Sumarwan (2002), menyatakan bahwa
motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang di rasakan oleh konsumen.
Pengetahuan dapat didefinisikan sebagai informasi yang disimpan dalam ingatan
(Engel, et al, 1994). Engel, et al (1994), menyatakan bahwa sikap (attitude)
adalah suatu evaluasi menyeluruh yang memungkinkan orang berespon dengan
cara yang menguntungkan atau tidak menguntungkan secara konsisten berkenaan
dengan obyek atau alternatif yang di berikan. Kepribadian adalah ciri bawaan
psikologis manusia yang terbedakan dan menghasilkan tanggapan yang relatif
konsisten dan bertahan lama terhadap rangsangan lingkungannya (Kotler, 2002).
Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktivitas,
minat,

dan

opininya

(Kotler,

2002).

Sedangkan

demografi

adalah

mendeskripsikan pangsa konsumen dalam istilah seperti usia, pendapatan dan


pendidikan (Engel, et al, 1994).
3. Faktor Psikologis
Engel, et al (1994) menyatakan bahwa proses psikologis terdiri dari
pengolahan informasi, pembelajaran, dan perubahan sikap atau perilaku.
Pengolahan adalah menyampaikan cara-cara dimana informasi di transformasikan,
dikurangi, dirinci, disimpan, didapatkan kembali, dan digunakan. Pembelajaran
adalah proses dimana pengalaman menyebabkan perubahan dalam pengetahuan
sikap dan/atau perilaku. Sedangkan Kotler (2002), menyatakan bahwa

19

pembelajaran meliputi perubahan perilaku seseorang yang timbul dari


pengalaman.
Dari uraian teori diatas ada dua faktor yang mempengaruhi perilaku
konsumen, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor
yang berasal dari dalam diri individu untuk menentukan hal apa yang akan
dilakukannya demi memenuhi kebutuhan (Kemala, 2012). Di dalam penelitian ini,
faktor-faktor

yang

termasuk

kedalam

faktor

internal

adalah

motivasi,

pengetahuan, sikap, dan gaya hidup.


Faktor eksternal adalah faktor yang ada diluar tubuh dari setiap individu
yang akan berpengaruh tehadap keputusan konsumen untuk memilih dan
menggunakan suatu produk demi memenuhi kebutuhannya (Pandji, 2011). Faktor
ekstenal dalam penelitian ini adalah dorongan keluarga, kenalan pegawai/
karyawan bank, dan informasi pelayanan bank.
2.7. Proses Keputusan Konsumen
Gema Utami (2011), mendefinisikan suatu keputusan sebagai pemilihan
suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Seorang konsumen yang
hendak melakukan pilihan maka ia harus memiliki pilihan alternatif.
Secara khusus, pemasar harus mengidentifikasikan siapa yang membuat
keputusan pembelian, jenis-jenis keputusan pembelian, dan langkah-langkah
dalam proses pembelian.

20

Pengaruh lingkungan
Budaya, kelas sosial,
pengaruh pribadi,
keluarga, pengaruh
situasi

Perbedaan
individu
Sumber daya
konsumen,
motivasi dan
keterlibatan,pe
ngetahuan,
sikap,
demografi

Proses keputusan

Proses
psikologis

Pengenalan
kebutuhan,
pencarian
informasi, evaluasi
alternatif,
pembelian, hasil

Pengolahan,
informasi,
pembelajaran
, perubahan,
sikap

Strategi Pemasaran
Gambar 2. Model perilaku pengambilan keputusan konsumen (Engel, et al, 1994).
Berdasarkan gambar diatas adapun proses pengambilan keputusan
pembelian atau mengkonsumsi suatu produk tertentu terdiri dari beberapa proses,
yaitu:
1. Pengenalan kebutuhan, muncul ketika konsumen menghadapi suatu
masalah, yaitu suatu keadaan dimana terdapat perbedaan antara keadaan
yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi. Kebutuhan harus di
aktifkan terlebih dahulu sebelum bisa dikenali. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi pengaktifan kebutuhan yaitu waktu, perubahan, situasi,
pemilikan produk, konsumsi produk, perbedaan individu, dan pengaruh
pemasaran.

21

2. Pencarian Informasi, mulai dilakukan ketika konsumen memandang


bahwa

kebutuhan

tersebut

bisa

dipenuhi

dengan

membeli

dan

mengkonsumsi suatu produk.


3. Evaluasi alternatif, proses mengevaluasi pilihan produk dan merek, serta
memilihnya sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Pada proses
evaluasi alternatif, konsumen membandingkan berbagai pilihan yang
dihadapinya. Sumarwan (2002), menyatakan bahwa proses evaluasi
alternatif akan mengikuti pola apakah yang mengikuti model pengambilan
keputusan, model eksperimental, atau model perilaku.
4. Keputusan pembelian, tindakan penelitian merupakan tahap besar terakhir
dari proses keputusan pembelian. Pada tahap ini konsumen harus
mengambil keputusan kapan membeli, dimana membeli, dan bagaimana
membayar. Pembelian merupakan fungsi dari dua determinan yaitu niat
dan pengaruh lingkungan atau perbedaan individu (Engel, et al, 1994).
5. Evaluasi pasca pembelian, setelah melakukan proses pembelian,
konsumen akan mengalami kepuasan dan ketidakpuasan atas produk yang
dikonsumsinya. Untuk itu pemasar harus mengetahui sampai sejauh mana
produk tersebut dapat memenuhi harapan dari konsumen. Hal itu akan
berdampak pada tingkat penjualan perusahaan.

22

2.8. Penelitian Terdahulu


Tabel 4. Penelitian Terdahulu
Nama
No
Judul
peneliti
Ari Luhur Analisis
faktorSasangka faktor
yang
(2010)
mempengaruhi
1
keputusan
konsumen
dalampembelian
minuman energi
Maria
Analisis perilaku
Ulfah
kosumen
dalam
(2011)
pembelian pelumas
Fastron
PT.
2
Pertamina.

Afmagama
(2010)
3

Assyifa
Gema
Utami
(2011)
4

Tsuraya
(2010)
5

Hasil
Dari keempat faktor tersebut yang
paling
banyak
mempengaruhi
keputusan konsumen untuk membeli
minuman energi adalah faktor
kebudayaaan.

Dari analisis faktor didapatkan 3


kelompok
faktor-faktor
yang
terbentuk
dalam mempengaruhi
perilaku
konsumen
dalam
pengambilan keputusan pembelian
pelumas fastron,
yaitu faktor
demografi dan gaya hidup faktor
perbedaan individu dan faktor
pengaruh lingkungan.
Analisis
faktor- Hasil dari analisis faktor -faktor yang
faktor
yang mempengaruhi keputusan konsumen
mempengaruhi
didapatkan yaitu motivasi dan sikap.
perilaku konsumen
dalam pembelian
jasa (studi kasus fit
for two fitness
center Bogor)
Analisis
proses Hasil analisis dengan menggunakan
keputusan
korelasi kanonik menunjukkan bahwa
konsumen dalam pada tahap pengenalan kebutuhan,
pemilihan produk yang paling berhubungan dalam
kedit KUR BJB proses keputusan konsumen adalah
Cabang Cibinong, kebutuhan investasi, pada tahap
Bogor.
pencarian informasi media elektronik,
pada tahap evaluasi alternatif adalah
evaluasi
plafond
pada
tahap
keputusan
pembelian
adalah
pengaruh media iklan.
Analisis
faktorfaktor
keputusan
pembelian progam
kursus
bahasa
Inggris di English
First Bogor.

Faktor yang berpengaruh adalah


tujuan,
persepsi,
pertimbangan
keputusan,
skills,
lingkunga
eksternal,
pertimbangan
pesan,
manfaat, dan kelompok acuan.

23

Adapun persamaan dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian


terdahulu yaitu bila dilihat dari persamaannya, pada umumnya menggunakan
analisis yang sama yaitu analisis regresi linier berganda. Dan bila dilihat dari
perbedaannya

adalah

penggunaan

faktor-faktor

yang

dijadikan

variabel

dependent/terikat (Y) dan variabel independent/bebas (X), dan penelitian ini


menganalisis perilaku konsumen dari faktor internal dan faktor eksternal.
2.9. Kerangka Pemikiran
Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang ada di Kecamatan
Pulomerak masih ada yang membutuhkan pinjaman modal demi kelancaran
usahanya tersebut. Dan ini, menuntut pihak bank BJB memikirkan bagaimana
produk yang mereka miliki yaitu KUR mencapai target/sasaran/tujuan yaitu
diminati oleh para konsumen. Hal yang harus di perhatikan oleh pihak bank BJB
adalah memahami perilaku konsumen dalam mengambil sebuah keputusan untuk
menggunakan produk yang di tawarkan oleh bank BJB. Perilaku konsumen dapat
dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari faktor internal yaitu motivasi,
pengetahuan, sikap, dan gaya hidup maupun faktor eksternal yaitu dorongan
keluarga, kenalan pegawai/karyawan bank, dan informasi mengenai pelayanan
bank terhadap keputusan nasabah UMKM dalam pemilihan produk KUR serta
faktor mana yang paling berpengaruh dominan terhadap keputusan nasabah
UMKM dalam memilih KUR Bank BJB KCP Merak.
Pembahasan pada penelitian ini akan dibatasi berdasarkan pada kerangka
operasional. Adapun alur kerangka pemikiran operasional adalah sebagai berikut:

24

Gambar 3. Kerangka Pemikiran


Perkembangan
kegiatan ekonomi di
bidang UMKM

Pelaku UMKM
minimum modal

Memilih KUR

Bank BJB

Faktor-faktor yang
mempengaruhi

Faktor Internal

motivasi, pengetahuan,
sikap, dan gaya hidup.

Faktor Eksternal

Dorongan Keluarga, kenalan


pegawai/karyawan bank, dan
informasi mengenai
pelayanan bank.

Faktor yang paling berpengaruh dominan terhadap


keputusan nasabah UMKM memilih KUR.

25

2.10.

Hipotesis
H1 :

Diduga motivasi berpengaruh terhadap keputusan pemilihan


produk KUR bank BJB KCP Merak.

H2 :

Diduga pengetahuan berpengaruh terhadap keputusan pemilihan


produk KUR bank BJB KCP Merak.

H3 :

Diduga sikap berpengaruh terhadap keputusan pemilihan produk


KUR bank BJB KCP Merak.

H4 :

Diduga gaya hidup berpengaruh terhadap keputusan pemilihan


produk KUR bank BJB KCP Merak.

H5 :

Diduga dorongan keluarga berpengaruh terhadap keputusan


pemilihan produk KUR bank BJB KCP Merak.

H6 :

Diduga kenalan pegawai/karyawan bank berpengaruh terhadap


keputusan pemilihan produk KUR bank BJB KCP Merak.

H7 :

Diduga informasi pelayanan bank berpengaruh terhadap keputusan


pemilihan produk KUR bank BJB KCP Merak.

26

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Metode Penelitian


Penelitian ini menggunakan metode survey. Penelitian ini dilakukan di
Bank BJB kantor cabang pembantu (KCP) Merak, Cilegon. Pemilihan lokasi
dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Bank BJB
KCP Merak merupakan salah satu bank pembangunan daerah yang menyalurkan
KUR bagi UMKM diwilayah kecamatan Pulomerak. Selain itu, bank BJB
memiliki produk unggulan seperti kredit mikro dengan besarnya bunga efektif
menurun serta memiliki kredit guna bhakti (KGB) yang di khususkan untuk
pegawai negeri sipil (PNS). Objek dari penelitian ini adalah debitur pengguna
kredit Usaha Rakyat (KUR) bank BJB KCP Merak.
3.2. Jenis dan Sumber Data
Jenis data dan informasi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari
data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh atau
dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian, data ini
diperoleh dari hasil wawancara dan penyebaran kuisioner kepada para responden.
Responden dalam penelitian ini adalah pengguna jenis kredit usaha rakyat
(KUR) pada bank BJB di KCP Merak. Kuisioner yang

diberikan kepada

reponden berisikan pertanyaan tertutup dan terbuka, pertanyaan tertutup adalah


alternatif pertanyaaan yang telah disediakan, sehingga responden hanya memilih
satu dari beberapa alternatif jawaban yang sudah ada. Sedangkan pertanyaan
terbuka yaitu responden bebas memberikan jawabannya di luar alternatif pilihan

27

yang ada. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka yaitu buku-buku yang erat
kaitannya dengan penelitian ini, sumber-sumber data dari internet yang relevan.
3.3. Definisi Operasional Variabel
Untuk lebih memahami beberapa variabel yang akan diteliti maka akan
diuraikan sebagai berikut:
1. Motivasi adalah keinginan seseorang untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya, motivasi muncul karena kebutuhan yang dirasakan oleh
konsumen belum terpenuhi sehingga mendorong untuk melakukan
tindakan demi memenuhi kebutuhannya (Sumarwan, 2002).
2. Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki dan disimpan dalam
ingatan seseorang (Engel, et al, 1994).
3. Sikap adalah tindakan seseorang terhadap suatu hal yang dapat
dilakukan dengan caramenguntungkan atau sebaliknya (Engel, et al,
1994).
4. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang dalam menjalankan kegiatan
dalam kehidupannya (Kotler, 2002).
a. Dorongan Keluarga, suatu dukungan dari pihak-pihak yang masih
mempunyai hubungan sedarah (Pandji, 2011).
b. Kenalan pegawai/karyawan bank, adalah hubungan baik dengan
seseorang yang bekerja di bank (Rizkian, 2012).
c. Informasi mengenai pelayanan bank, sebuah berita yang dapat
diketahui oleh orang lain mengenai pemberian jasa perusahaan kepada
pelanggan/konsumen untuk memuaskan kebutuhannya (Pandji, 2011).

28

3.4. Teknik Pengambilan Sampel


Pada penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan
simple random sampling yaitu sistem penarikan sampel yang memberikan
kesempatan semua anggota populasi dapat terpilih tanpa terlebih dahulu memisahmisahkan dalam beberapa strata atau golongan (Sugiyono, 2004). Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh debitur KUR yang jenis usahanya termasuk kedalam
UMKM. Sampel yang dijadikan dalam penelitian ini adalah nasabah/debitur
UMKM yang sedang atau telah menggunakan KUR BJB KCP Merak.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari bank BJB KCP Merak, debitur pada
tahun 2010 sampai bulan Agustus tahun 2013 sebanyak 131 orang. Maka jumlah
tersebut sebagai populasi yang kemudian akan dijadikan sampel atau responden
ditentukan berdasarkan perhitungan rumus Slovin (Umar, 2005) yaitu :

Dari hasil perhitungan rumus Slovin, maka didapat hasil persamaan dibawah ini :

n = 56,7 dibulatkan menjadi 57 orang pelaku UMKM.


3.5. Metode Pengolahan dan Analisis Data
Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif.
Analisis deskriptif bertujuan mengubah kumpulan data mentah menjadi mudah di
pahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas. Analisis deskriptif digunakan
untuk memberikan gambaran umum Bank BJB. Sedangkan analisis kuantitatif
digunakan untuk mengolah atau menganalisis data berupa angka-angka.

29

Skala Pengukuran
Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian adalah skala likert,
agar data kualitatif dapat dikuantitatifkan, sehingga nilai peubah yang diukur
dengan instrumen tertentu dapat dinyatakan dalam bentuk skala. Skala likert ini
meminta responden menunjukkan tingkat pesetujuan atau ketidaksetujuannya
terhadap serangkaian pernyataan tentang suatu objek.
Metode Analisis Data
a. Untuk menjawab masalah pertama akan menggunakan Analisis Regresi
Linier Berganda, menggunakan alat bantu komputer dengan program
Stastistical product and service solution (SPSS) 21 dengan rumus
matematisnya sebagai berikut:
Yinternal= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e
Dimana :
Y
a
b1, b2, b3, b4
X1
X2
X3
X4
e

= keputusan konsumen/debitur (faktor internal)


= konstanta
= nilai koefisien regresi
= motivasi
= pengetahuan
= sikap
= gaya hidup
= faktor lainnya (error)

b. Untuk menjawab masalah kedua akan menggunakan Analisis Regresi


Linier Berganda, menggunakan alat bantu komputer dengan program
Stastistical product and service solution (SPSS) 21 dengan rumus
matematisnya sebagai berikut:
Yeksternal= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e

30

Dimana :
Y
a
b1, b2, b3, b4
X1
X2
X3
e

= keputusan konsumen/debitur (faktor eksternal)


= konstanta
= nilai koefisien regresi
= dorongan keluarga
= kenalan pegawai/karyawan bank
= informasi mengenai pelayanan bank
= faktor lainnya (error)

1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk menghitung nilai korelasi (r) antara data
pada masing-masing pertanyaan dengan skor total melalui teknik product moment
pearson. Data dikatakan valid apabila nilai korelasi hitung data tersebut melebihi
nilai korelasi tabelnya. Jika rhitung positif, dan rhitung lebih besar daripada nilai rtabel,
maka butir pertanyaan atau variabel tersebut dikatakan valid.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui tingkat tingkat reliabilitas data
yang dihasilkan oleh suatu instrumen, artinya menunjukkan kestabilan hasil
pengukuran, bila alat tersebut digunakan pada kelompok yang sama pada saat
yang berbeda. Pengujian reliabilitas menggunakan software SPSS 21, uji
reliabilitas dilakukan terhadap 57 responden dimana reliabilitas variabel dikatakan
baik apabila memiliki nilai Cronbachs Alpha lebih dari 0,6 (Arikunto, 2006).
3. Uji F (Simultan)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah keseluruhan variabel
independen secara bersamaan berpengaruh nyata terhadap variabel terikat (Y).
Rumus uji F adalah :

31

Dimana :
n = jumlah data historis
k = jumlah variabel independent
Bila Fhit > Ftabel maka seluruh variabel independent secara bersamaan
berpengaruh terhadap variabel dependent (Y).
4. Uji t (Parsial)
Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh
variabel independent (X) terhadap variabel terikat (Y). Dalam melihat pengaruh
variabel X terhadap Y, maka di gunakan uji-t. Rumus perhitungannya adalah :

Thitung
Dimana :
bi

= koefisisen regresi ke-1 yang di duga

= parameter ke-1 yang di hipotesiskan

S (bi) = standar deviasi atau simpangan baku dari bi


i

=1, 2, 3, 4, 5, 6

5. Koefisien Determinasi (R2)


Koefisien R2 digunakan sebagai pengukur tingkat kebaikan model.
Semakin tinggi keragaman dapat diterangkan oleh model tersebut, semakin besar
koefisien determinasi. Koefisien determinasi dapat dirumuskan sebagai berikut :
R2
Dimana :
R2

= koefisien determinasi

JKS

= jumlah kuadrat sisa

JKT

= jumlah kuadrat total

32

= nilai rataan respon

= nilai dugaan
Dalam analisis regresi linier berganda terdapat uji asumsi klasik, yaitu :
1. Uji Normalitas
Uji normalitas atau disebut juga uji kenormalan data diperlukan dalam

analisis regresi berganda. Kenormalan diketahui melaui sebaran regresi yang


merata disetiap nilai. Salah satu cara mendeteksinya dengan menggunakan uji
kolmogorov-smirnov, apabila nilai kolmogorov-smirnov Z Z tabel atau nilai
asymp. Sig. (2-tailed)> maka distribusi data menyebar normal (Suliyanto, 2005).
2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui adanya korelasi antar
variabel independent. Adanya kolinear berganda ini menyebabkan pendugaan
koefisien menjadi tidak stabil. Pendekatan terjadinya suatu koliner ganda dapat
dilihat pada hasil VIF ( Variance Inflation Factors) dari masing-masing variabel
bebas tehadap variabel terikatnya. Menurut Algifari (2000) dalam buku Suliyanto
(2005), jika nilai VIF tidak lebih dari 5, maka model tidak terdapat
multikolinearitas.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji ini bertujuan untuk menguji terjadinya ketidaksamaan varian dan
residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varian dari residual suatu
pengamatan ke pengamatan lain tetap maka terjadi homokedastisitas, tetapi
apabila berbeda maka akan terjadi heteroskedastisitas. Untuk melihat ada atau
tidaknya heteroskedastisitas yaitu dengan melihat nilai sig > maka variabel tidak
terdapat heteroskedastisitas.

33

4. Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi antara
anggota serangkaian data observasi yang diuraikan menurut waktu (time series)
atau ruang (cross section). Menurut Gujarati (1995) dalam buku Suliyanto (2005),
ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidakaya autokorelasi, yaitu dengan
menggunakan metode grafik, metode durbin-watson, metode van hewmann, dan
metode runtest, sebagai salah satu uji statistik nonparametrik.

34

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.

Gambaran Umum Perusahaan


4.1.1

Sejarah Bank BJB

Bank pembangunan daerah (BPD) Jawa Barat dan Banten merupakan


bank pembangunan milik pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Banten serta
bersama-sama dengan pemerintah kota/kabupaten se-Jawa Barat dan Banten.
Dasar pendiriannya adalah peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 33
tahun 1960 tentang penentuan perusahaan di Indonesia milik Belanda yang
dinasionaliskan. Salah satu perusahaan Belanda yang ada di Bandung adalah NV
Denis (DE Erste Nederlansche Indische Shareholding) yang bergerak pada bidang
bank hipotek. Sebagai tindak lanjut dari peraturan pemerintah nomor 33 tahun
1960 pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan akta notaris Noezar nomor 152
tanggal 21 Maret 1961 dan nomor 184 tanggal 13 Mei 1961 dan dikukuhkan
dengan surat keputusan Gubernur provinsi Jawa Barat No. 7/GKDH/BPD/61
tanggal 20 Mei 1961, mendirikan PT. Bank karya pembangunan dengan modal
dasar untuk pertama kali berasal dari kas daerah sebesar RP. 2.500.000.
Pada tanggal 27 Juni 1972 dikeluarkan peraturan daerah Provinsi Jawa
Barat No. 11/PD-DPRD/72, tentang kedudukan hukum bank karya pembangunan
daerah Jawa Barat sebagai perusahaan daerah yang berusaha dibidang perbankan.
Selanjutnya melalui peraturan daerah provinsi Jawa Barat No. 1/DP-040/PD/1978,
nama PD bank karya pembangunan daerah Jawa Barat diubah menjadi bank
pembangunan Jawa Barat.

35

Pada tahun 1992 aktivitas bank pembangunan daerah Jawa Barat


ditingkatkan menjadi bank umum Devisa berdasarkan surat keputusan Direksi
Bank Indonesia tahun 1995 mempunyai sebutan bank Jabar dengan logo baru
mengikuti perkembangan perekonomian dan perbankan, maka berdasarkan perda
NO. 22 tahun 1998 dan akta pendirian No. 4 tanggal 8 April 1999 berikut akta
perbaikan No. 8 tanggal 15 april 1999 yang telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman RI tanggal 16 Apil 1999, bentuk hukum Bank Jabar diubah dari
perusahaan daerah (PD) menjadi perseroan terbatas (PT).
Untuk memenuhi permintaan masyarakat akan jasa layanan perbankan
yang berlandaskan syariah, maka sesuai dengan ijin Bank Indonesia No,
2/28/DpG/DIPIP tanggal 12 April 2000, sejak tanggal 15 April bank Jabar
menjadi bank pembangunan daerah pertama di Indonesia yang menjalankan dual
banking

system,

yaiu

memberikan

layanan

perbankan

dengan

sistem

konvensional. Agar lebih leluasa dalam melaksanakan ekspansi usaha,


berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) yang diseenggarakan
pada tanggal 16 April 2010, disetujui peningkatan modal dasar bank Jabar
menjadi Rp. 1 Triliun. Selanjutnya berdasarkan hasil keputusan RUPS yang
diselenggarakan pada tanggal 14 April 2004 dengan akta No. 10 tanggal 14 April
2004, modal dasar bank dinaikkan dari Rp. 1 Triliun menjadi Rp. 2 Triliun.
Melihat perkembangan yang terus meningkat dengan prospek usaha yang terus
membaik maka pada RUPS tanggal 5 April 2006 ditetapkan bahwa modal dasar
bank Jabar naik menjadi Rp. 4 Triliun.
Pada bulan November 2007, menyusul dikeluarkan SK Gubernur BI No.
9/63/KEP.GBI/2007 tentang perubahan ijin usaha atas nama PT. Bank

36

Pembangunan Daerah Jawa Barat menjadi ijin usaha atas nama PT. Bank
Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, maka telah dilaksanakan
penggantian call name dari bank Jabar menjadi bank Jabar Banten. Pada 2
Agustus 2010 bank Jabar Banten kembali melakukan penggantian nama menjadi
BJB. Hal ini dikarenakan bank Jabar yang sedang melakukan tahap
pengembangan yang tidak hanya dilakukan disekitar Jawa Barat dan Banten
melainkan dapat melebarkan sayapnya hingga dapat diterima diluar daerah Jawa
Barat dan Banten.
Bank Jabar Banten didirikan dengan maksud melalui aktivitasnya sebagai
bank umum dapat membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian
Regional dan pemerataan pembangunan daerah disegala bidang agar tercapai
peningkatan taraf hidup rakyat. Di dalam melakukan kegiatan sebagai bank umum
tersebut bank Jabar Banten menetapkan visinya yaitu : ingin menjadi 10 bank
terbesar dan berkinerja bank di Indonesia.
Bank Jabar Banten memiliki misi dan fungsi dalam melaksanakan
perannya sebagai salah satu bank yang ada di Indonesia : menjadi penggerak dan
pendorong laju perekonomian didaerah, sebagai pemegang kas daerah dan salah
satu sumber pendapatan daerah.
Saat ini bank BJB memiliki 62 kantor cabang, 304 kantor cabang
pembantu, 140 kantor kas, 987 ATM BJB, 103 payment point, 4 kantor wilayah,
dan 473 waroeng BJB.
PT. Bank Pembangunan daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk menjadi bank
devisa sejak tanggal 2 Agustus 1990. Dirut bank BJB saat ini adalah Bien
Subiantoro.

37

4.1.2

Struktur Organisasi

Struktur organisasi bank BJB KCP Merak sama seperti struktur organisasi
yang lain yaitu menggunakan garis yang menerangkan jabatan yang paling tinggi
hingga yang paling rendah. Gambar struktur organisasi dapat dilihat pada
lampiran 4.
4.1.3

Produk Kredit Bank BJB

Bank BJB memiliki beberapa jenis produk kredit, diantaranya:


1. Kredit Usaha Rakyat (KUR), adalah kredit/pembiayaan yang diberikan
kepada UMKM dibidang usaha yang produktif untuk modal kerja dan/
atau modal investasi.
2. Kredit mikro utama, adalah kredit yang diperuntukkan bagi pelaku usaha
mikro yang berpotensi dibiayai agar dapat berkembang menjadi sektor
usaha kecil dan menengah.
3. Kredit guna bhakti (KGB), adalah merupakan kredit yang diperuntukkan
bagi pegawai negeri sipil (PNS) dengan salah satu syarat agunan
menggunakan surat pengangkatan pegawai dan surat keputusan pegawai
terakhir.
4. Kredit koperasi karyawan, adalah kredit yang diperuntukkan bagi koperasi
di lembaga-lembaga tertentu.
5. Kredit investasi umum, adalah kredit yang diberikan untuk pembiayaan
mesin, peralatan, gedung, dan barang-barang kebutuhan investasi lainnya.
6. Kredit modal kerja konstruksi adalah kredit yang diperuntukkan bagi
pengusaha dibidang konstruksi bangunan dan pengadaan yang telah
menerima tender proyek.

38

7. Kredit modal kerja umum, dalah kredit yang diperuntukan bagi pelaku
usaha yang telah menjalankan usahanya selama minimal 1 tahun.
8. Kredit multi griya, adalah kredit kepemilikan rumah dari bank BJB yang
diberikan kepada perorangan untuk keperluan pemberian rumah,
pembangunan rumah, dan renovasi.
9. Kredit agribisnis, adalah pemberian kredit dengan persyaratan yang ringan
kepada petani.
4.1.4

Kredit Usaha Rakyat BJB

Salah satu bank pennyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah bank BJB.
Dimana KUR merupakan program yang dicanangkan pemerintah namun sumber
dananya berasal dari dana bank. Pemerintah memberikan penjaminan terhadap
resiko KUR sebesar 70 persen dan sisanya 30 persen ditanggung oleh bank
pelaksana. Penjaminan KUR diberikan dalam rangka meningkatkan akses UMKM
pada sumber pembiayaan dalam rangka pertumbuhan ekonomi Nasional.
Penyaluran KUR diatur oleh pemerintah melalui peraturan Menteri
Keuangan No. 135/PMK.05/2008 tentang fasilitas penjaminan Kredit Usaha
Rakyat yang telah diubah dengan peraturan Menteri keuangan No. 10/PMK.
05/2009.
KUR bank BJB merupakan kredit modal kerja dan/atau investasi kepada
pelaku UMKM disektor ekonomi produktif baik perorangan atau badan uaha yang
memiliki kelayakan usaha namun belum bankable. Jenis KUR BJB terdiri dari:
1. KUR Mikro, dengan maksimal plafond Rp. 20.000.000, suku bunga 22%
efektif pertahun untuk modal kerja dan investasi, dan nilai maksimal
agunan dibawah 100% dari jumlah plafond kredit.

39

2. KUR Ritel, dengan maksimal plafond > Rp. 20 juta 500 juta, suku bunga
13% efektif pertahun untuk modal kerja dan investasi, dan nilai minimal
agunan 40% sampai dengan maksimal dibawah 100% dari jumlah plafond
kredit.
3. KUR Linkage program, terdiri dari pola executing yaitu plafond KUR
linkage program dengan pola executing dari bank kepada lembaga linkage
sebesar Rp. 2.000.000.000 dan penerusan kredit kepada pelaku UMKMK
maksimal Rp. 100 juta pe debitur, baik modal kerja atau investasi. Pola
chaneling yaitu plafond kredit usaha rakyat linkage program dengan pola
chaneling mengikuti ketentuan KUR Mikro dan KUR Ritel.
Jenis agunan untuk dapat berupa Girik/ Akta Tanah/ Letter-C/ bukti
kepemilikan lain yang sejenis untuk tanah adat, SHM/ SHGB/ SHGP/ SPTB/
HPK/ SIPK, BPKB kendaraan bermotor, dan surat berharga lainnya seperti
Deposito, tabungan, ORI, dll).
Kriteria pemohon debitur KUR bank BJB adalah sebagai berikut:
1. Berusia paling rendah 21 tahun atau sudah menikah yang memiliki
kegiatan usaha produktif minimal telah berjalan selama 1 tahun.
2. Tidak sedang menerima kredit/pembiayaan modal kerja dan atau investasi
dari perbankan dan atau tidak sedang menerima Kredit Program dari
Pemerintah yang dibuktikan dengan hasil Sistem Informasi Debitur Bank
Indonesia pada saat permohonan kredit/pembiayaan diajukan, Kecuali
sedang menikmati kredit konsumtif.
3. Dalam hal pemohon masih memiliki baki debet yang tercatat dalam Sistem
Informasi Debitur Bank Indonesia, tetapi yang bersangkutan sudah

40

melunasi pinjaman, maka diperlukan Surat Keterangan Lunas/Roya


dengan lampiran cetakan rekening dari Bank Pelaksana/pembiayaan
sebelumnya.
4. Tidak masuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia dan tidak terindikasi
mempunyai kredit bermasalah baik sebagai perorangan, badan usaha atau
pengurus.
5. Tidak ada informasi negatif dan tidak sedang terlibat/menghadapi masalah
hukum
4.2.

Gambaran Umum Wilayah Penelitian


4.2.1

Geografis

Kecamatan Pulomerak berada di bagian barat pulau Jawa, sebelah Barat


dan Utara berbatasan Selat Sunda, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan
Grogol, dan sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Serang. Luas daratan
Kecamatan Pulomerak adalah 19,86 Km2 atau 11,32% dari total wilayah kota
Cilegon.
4.2.2

Demografis

Kecamatan Pulomerak terdiri dari 4 Kelurahan, yaitu Kelurahan


Tamansari dengan jumlah penduduk 14.176 jiwa atau sekitar 32,32%, Kelurahan
Lebak Gede dengan jumlah penduduk 12.120 jiwa atau 27,64%, Kelurahan
Mekarsari dengan jumlah penduduk 11.348 jiwa atau 25,88%, dan di Kelurahan
Suralaya 6.212 jiwa atau sekitar 14,16%. Adapun jumlah penduduk berdasarkan
jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel berikut.

41

Tabel 5. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Perkelurahan Di


Kecamatan Pulomerak Tahun 2012.
Jenis Kelamin
Jumlah
Persentase
Kelurahan
(orang)
(%)
Laki-laki
Perempuan
Mekarsari
5.791
5.557
11.348
25,88
Tamansari
7.297
6.879
14.176
32,32
Lebakgede
6.105
6.015
12.120
27,64
Suralaya
3.180
3.032
6.212
14,16
22.273
21.483
43.856
100
Sumber: BPS Kota Cilegon, 2012
4.3.

Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini adalah nasabah KUR bank BJB KCP

Merak sebanyak 57 orang dan informasi mengenai karakteristik responden


diperoleh berdasarkan kuisioner yang telah disebarkan kepada para responden.
Karakteristik yang dilihat dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, usia,
pendidikan, jenis usaha yang dijalankan, pendapatan, jumlah pinjaman KUR
responden, dan jangka waktu kredit.
4.3.1

Jenis Kelamin Responden

Karakteristik Responden Debitur KUR bank BJB berdasarkan jenis


kelamin dapat dilihat pada Tabel 6. Sebagian besar debitur KUR bank BJB KCP
Merak adalah laki-laki yaitu sebanyak 30 orang atau 86,67%, dan sisanya adalah
debitur KUR berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 27 orang atau 13,33%.
Tabel 6. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jumlah
Persentase
Jenis Kelamin
(orang)
(%)
Laki-laki
30
86,67
Perempuan

27

Jumlah
57
Sumber: Data Primer Tahun 2013 (diolah)

13,33
100

42

4.3.2

Umur Responden

Karakteristik responden berdasarkan umur dapat dilihat pada Tabel 7.


Umur debitur yang menjadi responden dalam penelitian ini berdasarkan batas
umur minimal atau berkisar antara 23 tahun (umur terendah) hingga batas umur
maksimal atau berkisar antara 52 tahun (umur paling tinggi), dimana jumlah yang
paling banyak adalah kisaran umur 33-37 tahun dengan jumlah 13 orang atau
22,81%. Diikuti umur 38-42 tahun dengan jumlah 12 orang (21,05%). Kisaran
umur 43-47 dengan jumlah 10 orang atau 17,54%, kisaran umur 28-32 sebanyak 9
orang atau 15,79%, kisaran umur 23-27 sebanyak 8 orang atau 14,04%, dan yang
paling rendah berkisar umur 48-52 dengan jumlah 5 orang atau 8,77%.
Tabel 7. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
Umur
Jumlah
(Tahun)
(Orang)
23-27
8

Persentase
(%)
14,04

28-32

15,79

33-37

13

22,81

38-42

12

21,05

43-47

10

17,54

48-52

8,77

Jumlah
57
Sumber: Data Primer Tahun 2013 (diolah)

100

4.3.3

Pendidikan

Karakteristik pendidikan mencakup pendididkan terakhir yang telah


maupun yang sedang ditempuh oleh debitur KUR BJB KCP Merak dalam hal ini
para pelaku UMKM. Berdasarkan Tabel 8 dapat dilihat bahwa tidak ada
responden yang tidak bersekolah namun jumlah terbesar tingkat pendidikan
responden yaitu tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 23 orang
atau 40,35%, diikuti dengan responden yang tingkat pendidikan terakhirnya

43

SMA/SMK/STM sebanyak 21 orang atau 36,84%, kemudian responden dengan


tingkat pendidikan terakhirnya sekolah dasar (SD) sebanyak 11 orang atau
19,29% dan sebanyak 2 orang atau 3,51% yang tingkat pendidikannya tamat
hingga sarjana.
Tabel 8. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Jumlah
Persentase
Tingkat Pendidikan
(Orang)
(%)
SD
11
19,29
SMP
23
40,35
SMA/SMK/STM
21
36,84
Sarjana
2
3,51
Jumlah
57
100
Sumber: Data Primer Tahun 2013 (diolah)
4.3.4

Jenis Usaha

Jenis usaha dijalankan debitur paling banyak adalah dibidang perdagangan


yaitu sebanyak 47 orang atau 82,46%. Kemudian dibidang jasa sebanyak 8 orang
atau 14,04%, dan presentase terendah adalah debitur yang jenis usahanya dibidang
budidaya yaitu sebanyak 2 orang atau 3,51%.
Tabel 9. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Usaha
Jumlah
Persentase
Jenis Usaha
(Orang)
(%)
Perdagangan
47
82,46
Budidaya

3,51

Jasa

14,04

Jumlah
57
Sumber: Data Primer Tahun 2013 (diolah)
4.3.5

100

Pendapatan

Karakteristik responden dilihat dari pendapatan usaha perbulannya.


Pendapatan debitur paling banyak adalah sebesar Rp 0 10 juta dengan jumlah 46
orang atau 80,70%, Debitur dengan pendapatan Rp 11 20 juta sebanyak 10

44

orang atau 17,54%, dan yang pendapatannya Rp 21 30 juta hanya 1 orang atau
sekitar 1,75%. Hal ini, masih banyak debitur pelaku usaha yang memiliki
pendapatan hingga 10 juta membutuhkan bantuan modal untuk mengembangkan
usaha yang dijalankannya.
Tabel 10. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Perbulan.
Jumlah
Persentase
Pendapatan
(Orang)
(%)
Rp. 0 - 10 juta
46
80,70
Rp. 11 20 juta

10

17,54

Rp. 21 30 juta

1,75

Jumlah
57
Sumber: Data Primer Tahun 2013 (diolah)
4.3.6

100

Jumlah Nominal KUR Yang Dipinjam Debitur.

Jumlah nominal KUR yang dipinjam oleh Debitur dalam 1 periode paling
banyak adalah kurang dari Rp. 100 juta sebanyak 55 orang atau 96,49%, dan
debitur yang meminjam lebih dari 100 juta sebanyak 2 orang atau 3,51%.
Tabel 11. Karakteristik Responden Berdasarkan jumlah nominal KUR yang
dipinjam oleh debitur.
Jumlah
Persentase
Pendapatan
(Orang)
(%)
Rp. < 100 juta
55
96,49
Rp. > 100 juta

Jumlah
57
Sumber: Data Primer Tahun 2013 (diolah)
4.3.7

3,51
100

Jangka Waktu Kredit Debitur KUR.

Jangka waktu kredit yang diambil oleh debitur KUR pada setiap periode
dapat dilihat pada Tabel 12. Debitur yang mengambil jangka waktu kredit paling
banyak adalah selama 24 bulan dengan jumlah 27 orang atau 47,37%, selanjutnya
mengambil jangka waktu kredit selama 12 bulan sebanyak 21 orang atau 36,84%,

45

dan yang mengambil jangka waktu selama 36 bulan sebanyak 9 orang atau
17,79%.
Tabel 12. Karakteristik Responden Berdasarkan Jangka Waktu Kredit.
Jangka waktu kredit
Jumlah
Persentase
(bulan)
(Orang)
(%)
12
21
36,84
24

27

47,37

36

15,79

Jumlah
57
Sumber: Data Primer Tahun 2013 (diolah)

100

4.4 Hasil Analisis Data Faktor Internal


4.4.1

Uji Validitas

Apabila rhitung > rtabel maka data dinyatakan valid. Pada perhitungan SPSS
21 diperoleh masing-masing variabel nilai rhitung lebih besar dari rtabel. Nilai rtabel
diperoleh dari = n- 2, n = 57-2 = 55, maka rtabel = 0,266. Hasil tersebut dapat
dilihat pada lampiran 5.
4.4.2

Uji Reliabilitas

Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 21 dari seluruh variabel


independen (X) diperoleh hasil cronbach alpha sebesar 0,609. Hal ini
menunjukkan data reliabel. Menurut Arikunto (2006) jika nilai cronbach alpha >
0,6 maka data tersebut reliabel.
4.4.3

Uji Asumsi Klasik

Pada umumnya ada beberapa permasalahan yang biasanya terjadi dalam


model regresi linier berganda dimana secara statistika permasalahan tersebut dapat
mengganggu model yang telah ditentukan bahkan dapat terjadi penyimpangan
kesimpulan yang diambil dari pesamaan yang dibentuk. Oleh karena itu, akan
dilakukan uji asumsi klasik sebagai berikut:

46

1. Uji Normalitas Data


Uji normalitas data dimaksudkan untuk mengetahui apakah residual
(kesalahan pengganggu) yang di teliti berdistribusi normal atau tidak. Salah satu
cara mendeteksinya dengan menggunakan uji kolmogorov-smirnov, apabila nilai
kolmogorov-smirnov Z Z tabel atau nilai asymp. Sig. (2-tailed) > maka
distribusi data menyebar normal (Suliyanto, 2005).
Berdasarkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan program SPSS 21,
nilai asymp. Sig. (2-tailed) 0,545 > (0,05) maka data berdistribusi normal.
2. Uji Multikolinearitas
Hasil uji multikolinearitas dengan menggunakan SPSS 21 dapat dilihat
pada lampiran 5. Hasil perhitungan nilai VIF (variance inflation factor) variabel
bebas X1 (1,050 < 5), X2 (1,127 < 5), X3 (1,294 < 5), dan X4 (1,173 < 5), sedangkan
hasil perhitungan nilai tolerance variabel bebas masing-masing lebih besar dari
0,10, yaitu X1 (0,952 > 0,10), X2 (0,888 > 0,10), X3 (0,773 > 0,10), dan X4 (0,852
> 0,10). Hal ini menunjukan tidak terjadinya gejala multikolinearitas, artinya tidak
adanya hubunngan antar variabel bebas.
3.

Uji Autokorelasi
Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi dalam

regresi linear berganda yaitu dengan menggunakan uji durbin-watson (DW).


Suatu model regresi dinyatakan tidak terdapat permasalahan autokorelasi apabila
du < dw < 4-du.
Besarnya nilai dw berdasarkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan
SPSS 21 adalah 1,917. Nilai dw akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan
menggunakan (0,05), jumlah sampel (n) 57 dan jumlah variabel independen 4,

47

maka pada tabel durbin-watson (DW) akan diperoleh nilai dl= 1,426 du= 1,725
Karena nilai dw lebih besar dari batas atas 1,426 dan lebih kecil dari 4-du = 2,275
atau:
du < dw < 4 - du
= 1,725 < 1,917 < 4 1,725
= 1,727 < 1,917 < 2,275
Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan tidak terdapat autokorelasi
positif dan negatif dalam model.
4.

Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan SPSS 21

menunjukan variabel X1 = 0,579, X2 = 0,798, X3 = 0,155 dan X4 = 0,503 memiliki


nilai

yang

kesemuanya

diatas

nilai

(0,05).

Berarti

tidak

terdapat

heteroskedastisitas dalam model ini, dengan kata lain variabel independen yang
terdapat dalam model ini memiliki varian yang sama atau homogen.
4.4.4

Uji Regresi Linear Berganda

Uji regresi linear berganda dimaksudkan untuk menguji pengaruh empat


variabel independen yaitu motivasi (X1), pengetahuan (X2), sikap (X3) dan gaya
hidup (X4) terhadap satu variabel dependen yaitu keputusan nasabah UMKM
memilih KUR BJB KCP Merak (Y). Dari analisis regresi linear berganda maka
akan diperoleh koefisien regresi linear dari masing-masing variabel. Untuk
menguji setiap koefisien dengan, pengujian koefisien Determinasi R2, uji simultan
(F-test) dan uji parsial (t-test).
1. Koefisien Determinasi (R2)
Hasil pengujian dengan menggunakan SPSS 21 yang ditunjukan pada
lampiran 5, hubungan keempat variabel tersebut sangat kuat karena menunjukan

48

angka korelasi antara variabel independen dengan variabel dependen sebesar


0,872. Menurut Sugiyono

(2004) pedoman untuk memberikan interpretasi

koefisien korelasi sebagai berikut :


0.0
0.20
0.40
0.60
0.80

Sampai 0.199
Sampai 0.399
Sampai 0.599
Sampai 0.799
Sampai 1.00

= Sangat Rendah
= Rendah
= Sedang
= Kuat
= Sangat Kuat

Maka terdapat hubungan yang sangat kuat antara variabel independen


dengan variabel dependen. Koefisien determinasi (R2) dari hasil perhitungan
SPSS 21 pada tabel model summary adalah 0,761 atau sama dengan 76,1%.
Artinya, besarnya sumbangan pengaruh variabel independen terhadapa variabel
dependen sebesar 0,761 atau sama dengan 76,1%. Sedangkan sisanya, yaitu
23,9% merupakan variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian.
2. Uji Simultan (F)
Hasil analisis SPSS 21 menunjukan besarnya angka probabilitas atau
signifikansi (sig.) yang akan digunakan untuk uji kelayakan model regresi dengan
ketentuan angka probabilitas yang baik untuk digunakan sebagai model regresi
adalah harus lebih kecil dari (0,05).
Berdasarkan Tabel ANOVA diperoleh Fhitung sebesar 41,319 dengan
probabilitas (Sig.) 0,000. Karena Fhitung (41,319) > Ftabel (2,53) dan angka
probabilitas (0,000) lebih kecil dari (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa
model regresi layak atau variabel motivasi, pengetahuan, sikap, dan gaya hidup
secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah UMKM
dalam memilih produk KUR bank BJB KCP Merak.

49

3. Uji Parsial (t)


Uji parsial (t-test) dimaksudkan untuk menilai apakah ada hubungan
secara individu antar variabel independen yaitu motivasi (X1), pengetahuan (X2),
sikap (X3) dan gaya hidup (X4) terhadap variabel dependen yaitu keputusan
nasabah UMKM memilih KUR BJB (Y). Berikut adalah tabel yang akan
menjelaskan uji t dan besarnya thitung pada signifikansi 5% dua sisi.
1. Variabel Motivasi (X1)
Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa variabel X1 memiliki nilai
thitung sebesar 2,089 dengan nilai signifikansi 0,042. Nilai thitung tersebut lebih besar
jika dibandingkan dengan ttabel (2,000) dan nilai signifikansi lebih kecil dari
(0,05), dengan demikian pengujian menunjukan H1 diterima. Hasil ini
menjelaskan bahwa variabel motivasi (X1) berpengaruh yang signifikan terhadap
keputusan nasabah memilih produk KUR bank BJB KCP Merak (Y). sehingga
dapat digambarkan dalam bentuk gambar uji t sebagai berikut:

Daerah Tolak H0

Daerah
Terima H0

-2,000

Daerah Tolak H0

Daerah
Terima H0

2,000

2,089

Gambar 4. Daerah Penolakan dan Penerimaan Hipotesis 1 dengan


Menggunakan T test X1 (Motivasi).
2. Variabel Pengetahuan (X2)
Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa variabel X2 memiliki nilai
thitung sebesar 6,796 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai thitung tersebut lebih besar

50

jika dibandingkan dengan ttabel (2,000) atau nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05
(), dengan demikian pengujian menunjukan H2 diterima. Hasil ini menjelaskan
bahwa variabel pengetahuan (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan
terhadap keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR (Y). Sehingga dapat
digambarkan dalam bentuk gambar uji t sebagai berikut:

Daerah Tolak H0

Daerah
Terima H0

-2,000

Daerah Tolak H0

Daerah
Terima H0

2,000

6,796

Gambar 5. Daerah Penolakan dan Penerimaan Hipotesis 2 dengan


Menggunakan T test X2 (Pengetahuan)
3. Variabel Sikap (X3)
Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa variabel X3 memiliki nilai
thitung sebesar 3,362 dengan nilai signifikansi 0,001. Nilai thitung tersebut lebih besar
jika dibandingkan dengan ttabel (2,000) atau nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05
(), dengan demikian pengujian menunjukan H3 diterima. Hasil ini menjelaskan
bahwa variabel sikap berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap
keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR (Y). Sehingga dapat
digambarkan dalam bentuk gambar uji t sebagai berikut:

51

Daerah Tolak H0

Daerah
Terima H0

-2,000

Daerah Tolak H0

Daerah
Terima H0

2,000 3,362

Gambar 6. Daerah Penolakan dan Penerimaan Hipotesis 3 dengan


Menggunakan T test X3 (sikap).
4. Variabel Gaya Hidup (X4)
Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa variabel X4 memiliki nilai
thitung sebesar 5,981 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai thitung tersebut lebih besar
jika dibandingkan dengan ttabel (2,000) atau nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05
(), dengan demikian pengujian menunjukan H4 diterima. Hasil ini menjelaskan
bahwa variabel gaya hidup berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap
keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR (Y). Sehingga dapat
digambarkan dalam bentuk gambar uji t sebagai berikut:

Daerah Tolak H0

-2,000

Daerah
Terima H0

Daerah Tolak H0

Daerah
Terima H0

2,000

5,981

Gambar 7. Daerah Penolakan dan Penerimaan Hipotesis 4 dengan


Menggunakan T test X4 (Gaya Hidup).
4. Persamaan Regresi Linear Berganda
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 21 diperoleh
model regresi linear berganda sebagai berikut:

52

Yinternal= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e


Yinternal = 0,709 + 0,145 X1 + 0,489 X2 + 0,259 X3 + 0,440 X4 + e
Interpretasi dari persamaan diatas adalah nilai konstanta sebesar 0,709,
menunjukan bahwa jika nilai koefisien variabel X1, X2, X3, dan X4 adalah nol
maka keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR bank BJB KCP Merak
positif sebesar 0,709.
Nilai koefisien motivasi untuk variabel X1 adalah 0,145. Hal ini
mengandung arti bahwa setiap kenaikan motivasi satu satuan, maka keputusan
nasabah UMKM dalam memilih produk KUR bank BJB KCP Merak (Y) akan
meningkat sebesar 0,145 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari
model regresi adalah tetap. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan
positif antara keputusan nasabah UMKM dalam memilih produk KUR bank BJB
KCP Merak meningkat.
Variabel ini berpengauh karena debitur KUR BJB KCP Merak memiliki
kendala

dalam

usaha

salah

satunya

adalah

kurangnya

modal

untuk

mengembangkan usaha yang dijalankannya, karena pelaku UMKM merasa


kebutuhannya belum terpenuhi maka muncul motivasi dalam diri para pelaku
UMKM untuk meminjam KUR demi mengembangkan usahanya.
Nilai koefisien pengetahuan untuk variabel X2 adalah 0,489. Hal ini
mengandung arti bahwa setiap kenaikan pengetahuan satu satuan, maka keputusan
nasabah UMKM dalam memilih produk KUR bank BJB KCP Merak (Y) akan
meningkat sebesar 0,489 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari
model regresi adalah tetap. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan

53

positif antara pengetahuan dengan keputusan nasabah UMKM dalam memilih


produk KUR bank BJB KCP Merak meningkat.
Pelaku UMKM yang menjadi debitur KUR BJB KCP Merak, telah
mencari informasi dan mengetahui tentang KUR BJB, sepetrti informasi
mengenai plafond, besarnya bunga, agunan, dan syarat pengajuan KUR yang
dianggap mudah.
Nilai koefisien sikap untuk variabel X3 adalah 0,259. Hal ini mengandung
arti bahwa setiap kenaikan sikap satu satuan, maka keputusan nasabah UMKM
dalam memilih produk KUR bank BJB KCP Merak (Y) akan meningkat sebesar
0,259 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah
tetap. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara
pengetahuan dengan keputusan nasabah UMKM dalam memilih produk KUR
bank BJB KCP Merak meningkat.
Sikap yang diambil oleh debitur KUR BJB KCP Merak adalah sikap yang
dianggap bahwa KUR BJB dirasa sangat membantu mengatasi masalah keuangan
para pelaku UMKM dalam hal permodalan, serta sesuai dengan kebutuhan.
Nilai koefisien gaya hidup untuk variabel X4 adalah 0,440. Hal ini
mengandung arti bahwa setiap kenaikan gaya hidup satu satuan, maka keputusan
nasabah UMKM dalam memilih produk KUR bank BJB KCP Merak (Y) akan
meningkat sebesar 0,440 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari
model regresi adalah tetap. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan
positif antara pengetahuan dengan keputusan nasabah UMKM dalam memilih
produk KUR bank BJB KCP Merak meningkat.

54

Semakin berkembangnya lembaga keuangan perbankan yang menawarkan


kredit, merubah gaya hidup pelaku UMKM terbiasa memilih meminjam kredit ke
bank dibandingkan nonbank seperti rentenir untuk mengembangkan usahanya.
4.5 Hasil Analisis Data Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang dianalisis adalah dorongan keluarga (X1), kenalan
pegawai/karyawan bank (X2), dan informasi pelayanan bank (X3) yang merupakan
faktor independen. Dan keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR bank
BJB KCP Merak (Y) merupakan faktor dependen.
4.5.1

Uji Validitas

Apabila rhitung > rtabel maka data dinyatakan valid. Pada perhitungan SPSS
21 diperoleh masing-masing variabel nilai rhitung lebih besar dari rtabel. Nilai rtabel
diperoleh dari = n- 2, n= 57-2=55, maka rtabel = 0,266. Hasil dari masing-masing
variabel dapat dilihat pada lampiran 6.
4.5.2

Uji Reliabilitas

Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 21 dari seluruh variabel


independen (X) diperoleh hasil cronbach alpha sebesar 0,673. Hal ini
menunjukkan data reliabel. Menurut Arikunto (2006) jika nilai cronbach alpha >
0,6 maka data tersebut reliabel.
4.5.3

Uji Asumsi Klasik


1. Uji Normalitas Data

Berdasarkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan program SPSS 21,


nilai asymp. Sig. (2-tailed) > (0,05) yaitu 0,208 > 0,05 maka data berdistribusi
normal.

55

2. Uji Multikolinearitas
Hasil uji multikolinearitas dengan menggunakan SPSS 21 dapat dilihat
pada Tabel 22. Hasil perhitungan nilai VIF (variance inflation factor) variabel
bebas X1 (1,012 < 5), X2 (1,186 < 5), dan X3 (1,176 < 5), sedangkan hasil
perhitungan nilai tolerance variabel bebas masing-masing lebih besar dari 0,10,
yaitu X1 (0,989 > 0,10), X2 (0,843 > 0,10), X3 (0,851 > 0,10). Hal ini menunjukan
tidak terjadinya gejala multikolinearitas, artinya tidak adanya hubungan antar
variabel bebas.
3. Uji Autokorelasi
Nilai dw berdasarkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan SPSS 21
adalah 1,855.

Nilai dw akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan

menggunakan (0,05), jumlah sampel (n) 57 dan jumlah variabel independen 3,


maka pada tabel durbin-watson (DW) akan diperoleh nilai dl= 1,464 du= 1,685
Karena nilai dw lebih besar dari batas atas 1,480 dan lebih kecil dari 4-du = 2,311,
atau:
du < dw < 4 - du
=1,685 < 1,855 < 4 1,685
=1,689 < 1,855 < 2,315
Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan tidak terdapat autokorelasi
positif dan negatif dalam model.
4. Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan SPSS 21
menunjukan variabel X1 = 0,471, X2 = 0,198, dan X3 = 0,678 memiliki nilai yang
kesemuanya > nilai (0,05). Berarti tidak terdapat heteroskedastisitas dalam

56

model ini, dengan kata lain variabel independen yang terdapat dalam model ini
memiliki varian yang sama atau homogen.
4.5.4

Uji Regresi Linear Berganda

Uji regresi linear berganda dimaksudkan untuk menguji pengaruh tiga


variabel independen yaitu dorongan keluarga (X1), kenalan pegawai/karyawan
bank (X2), dan informasi pelayanan bank (X3) terhadap satu variabel dependen
yaitu keputusan nasabah UMKM memilih KUR BJB KCP Merak (Y). Dari
analisis regresi linear berganda maka akan diperoleh koefisien regresi linear dari
masing-masing variabel. Untuk menguji setiap koefisien dengan, pengujian
koefisien Determinasi R2, uji simultan (F-test) dan uji parsial (t-test).
1. Koefisien Determinasi (R2)
Hasil pengujian dengan menggunakan SPSS 21 menunjukkan bahwa
hubungan ketiga variabel tersebut sangat kuat karena menunjukan angka korelasi
antara variabel independen dengan variabel dependen sebesar 0,863. Artinya,
korelasi positif menunjukan bahwa hubungan ketiga variabel searah, jika
dorongan keluarga, kenalan pegawai/karyawan bank, dan informasi pelayanan
bank bertambah maka keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR BJB
KCP Merak akan meningkat.
Dari hasil perhitungan SPSS 21 pada tabel model summary diperoleh
angka koefisien determinasi R square (R2) sebesar 0,744 atau sama dengan
74,4%. Artinya, besarnya sumbangan pengaruh variabel independen terhadapa
variabel dependen sebesar 0,744 atau sama dengan 74,4%. Sedangkan sisanya,
yaitu 25,6% merupakan variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam penelitian.

57

2. Uji Simultan (F)


Berdasarkan Tabel ANOVA diperoleh Fhitung sebesar 51,330 dengan
probabilitas (Sig.) 0,000. Karena Fhitung (51,330) > Ftabel (2,77) dan angka
probabilitas (0,000) lebih kecil dari (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa
model regresi layak atau variabel dorongan keluarga, kenalan pegawai/karyawan
bank, dan informasi pelayanan bank secara bersama-sama berpengaruh signifikan
terhadap keputusan nasabah UMKM dalam memilih produk KUR bank BJB KCP
Merak.
3. Uji Parsial (t)
Uji parsial (t-test) dimaksudkan untuk menilai apakah ada hubungan
secara individu antar variabel independen yaitu dorongan keluarga (X1), kenalan
pegawai/karyawan bank (X2), dan informasi pelayanan bank (X3) terhadap
variabel dependen yaitu keputusan nasabah UMKM memilih KUR BJB (Y).
Berikut adalah tabel yang akan menjelaskan uji t dan besarnya thitung pada
signifikansi 5% dua sisi.
1. Variabel Dorongan Keluarga (X1)
Variabel X1 memiliki nilai thitung sebesar 3,839 dengan nilai signifikansi
0,000. Nilai thitung (3,839) > ttabel (2,000) dan nilai signifikansi (0,000) < (0,05),
dengan demikian pengujian menunjukan H5 diterima.
Hasil ini menjelaskan bahwa variabel dorongan keluarga (X1) berpengaruh
yang signifikan terhadap keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR bank
BJB KCP Merak (Y). sehingga dapat digambarkan dalam bentuk gambar uji t
sebagai berikut:

58

Daerah Tolak H0

Daerah
Terima H0

-2,000

Daerah Tolak H0

Daerah
Terima H0

2,000

3,839

Gambar 8. Daerah Penolakan dan Penerimaan Hipotesis 5 dengan


Menggunakan T test X1 (Dorongan Keluarga).
2. Variabel Kenalan Pegawai/Karyawan Bank (X2)
Berdasarkan hasil perhitungan variabel X2 memiliki nilai thitung sebesar
7,020 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai thitung (7,020 ) > ttabel (2,000) atau nilai
signifikansi (0,000) < (0,05), dengan demikian pengujian menunjukan H6
diterima. Hasil ini menjelaskan bahwa variabel kenalan pegawai/karyawan bank
(X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah
UMKM memilih produk KUR (Y). Sehingga dapat digambarkan dalam bentuk
gambar uji t sebagai berikut:

Daerah Tolak H0

-2,000

Daerah
Terima H0

Daerah Tolak H0

Daerah
Terima H0

2,000

7,020

Gambar 9. Daerah Penolakan dan Penerimaan Hipotesis 6 dengan


Menggunakan T test X2 (Kenalan Pegawai/Karyawan Bank)

3. Variabel Informasi Pelayanan Bank (X3)

59

Hasil perhitungan yang diperoleh bahwa variabel X3 memiliki nilai thitung


sebesar 5,557 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai thitung (5,557) > ttabel (2,000)
atau nilai signifikansi (0,000) < (0,05), dengan demikian pengujian menunjukan
H7 diterima. Hasil ini menjelaskan bahwa variabel informasi pelayanan bank
berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah UMKM
memilih produk KUR (Y). Sehingga dapat digambarkan dalam bentuk gambar uji
t sebagai berikut:

Daerah Tolak H0

Daerah
Terima H0

-2,000

Daerah Tolak H0

Daerah
Terima H0

2,000 5,557

Gambar 10. Daerah Penolakan dan Penerimaan Hipotesis 7 dengan


Menggunakan T test X3 (Informasi Pelayanan Bank).
4. Persamaan Regresi Linear Berganda
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 21 diperoleh
model regresi linear berganda sebagai berikut:
Yeksternal = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e
Yeksternal = 0,655 + 0,268 X1 + 0,531 X2 + 0,419 X3 + e
Interpretasi dari persamaan diatas adalah nilai konstanta sebesar 0,655,
menunjukan bahwa apabila nilai dari koefisien variabel X1, X2, dan X3 adalah nol
maka keputusan nasabah UMKM memilih produk KUR bank BJB KCP Merak
bernilai positif sebesar 0,655.
Nilai koefisien dorongan keluarga untuk variabel X1 adalah 0,268. Hal ini
mengandung arti bahwa setiap kenaikan dorongan keluarga satu satuan, maka

60

keputusan nasabah UMKM dalam memilih produk KUR bank BJB KCP Merak
(Y) akan meningkat sebesar 0,268 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain
dari model regresi adalah tetap. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan
positif antara keputusan nasabah UMKM dalam memilih produk KUR bank BJB
KCP Merak.
Dorongan keluarga berpengaruh karena debitur KUR BJB KCP Merak
memiliki dukungan dari keluarga untuk memilih KUR BJB KCP Merak. Selain
itu salah satu anggota keluarga yang terlebih dahulu menjadi debitur KUR BJB
Merak, memberikan informasi mengenai pengajuan KUR yang dianggap mudah
dan jelas.
Nilai koefisien kenalan pegawai/karyawan bank untuk variabel X2 adalah
0,531. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan kenalan pegawai/karyawan
bank satu satuan, maka keputusan nasabah UMKM dalam memilih produk KUR
bank BJB KCP Merak (Y) akan meningkat sebesar 0,531 dengan asumsi bahwa
variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap. Koefisien bernilai positif
artinya terjadi hubungan positif antara keputusan nasabah UMKM dalam memilih
produk KUR bank BJB KCP Merak.
Pelaku UMKM yang menjadi debitur KUR memiliki kedekatan dengan
para pegawai bank, sehingga untuk pengajuan dan penyaluran kredit lebih
dipermudah, karena antara pihak bank dan nasabah sudah memiliki kepercayaan.
Nilai koefisien informasi pelayanan bank untuk variabel X3 adalah 0,419.
Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan informasi pelayanan bank satu
satuan, maka keputusan nasabah UMKM dalam memilih produk KUR bank BJB
KCP Merak (Y) akan meningkat sebesar 0,419 dengan asumsi bahwa variabel

61

bebas yang lain dari model regresi adalah tetap. Koefisien bernilai positif artinya
terjadi hubungan positif antara keputusan nasabah UMKM dalam memilih produk
KUR bank BJB KCP Merak meningkat.
Pelaku UMKM yang menjadi debitur KUR sebelumnya telah mengetahui
tentang informasi pelayanan bank yang baik dan memuasakan sehingga lebih
memilih KUR BJB KCP Merak.
4.6 Faktor Yang Berpengaruh Dominan
4.6.1

Faktor Internal

Dari hasil analisis SPSS 21 faktor internal yaitu motivasi, pengetahuan,


sikap, dan gaya hidup yang paling berpengaruh dominan adalah variabel X2
(pengetahuan) dengan nilai koefisien sebesar 0,489. Artinya, setiap variabel
pengetahuan (X2) meningkat satu satuan, maka keputusan nasabah UMKM dalam
memilih produk KUR bank BJB KCP Merak meningkat sebesar 0,489.
Pelaku UMKM yang menjadi debitur KUR BJB KCP Merak, telah
mencari informasi dan mengetahui tentang KUR BJB, sepetrti informasi
mengenai plafond, besarnya bunga, agunan, dan syarat pengajuan KUR yang
dianggap mudah.
4.6.2

Faktor Eksternal

Dari hasil analisis SPSS 21 faktor eksternal yaitu dorongan keluarga,


kenalan pegawai/karyawan bank, dan informasi pelayanan bank yang paling
berpengaruh dominan adalah variabel X2 (kenalan pegawai/karyawan bank)
dengan nilai koefisien sebesar 0,531. Artinya, setiap variabel kenalan
pegawai/karyawan bank (X2) meningkat satu satuan, maka keputusan nasabah

62

UMKM dalam memilih produk KUR bank BJB KCP Merak meningkat sebesar
0,531.
Pelaku UMKM yang menjadi debitur KUR memiliki kedekatan dengan
para pegawai bank, sehingga untuk pengajuan dan penyaluran kredit lebih
dipermudah, karena antara pihak bank dan nasabah sudah memiliki kepercayaan

63

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan
Berdasarkan dari rumusan masalah dan hasil pembahasan analisis faktor

internal, faktor eksternal, dan faktor mana yang paling berpengaruh dominan,
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Faktor internal yaitu motivasi, pengetahuan, sikap, dan gaya hidup secara
parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah UMKM
memilih produk KUR bank BJB KCP Merak. Hal ini, ditunjukkan dengan
nilai thitung > ttabel dan nilai probabilitasnya (sig) < (0,05).
2. Faktor

eksternal

yaitu

variabel

dorongan

keluarga,

kenalan

pegawai/karyawan bank, dan informasi pelayanan bank secara parsial


berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah UMKM memilih
produk KUR bank BJB KCP Merak. Hal ini, ditunjukkan dengan nilai
thitung > ttabel dan nilai probabilitasnya (sig) < (0,05).
3. Faktor yang paling berpengaruh dominan, pada faktor internal yang paling
berpengaruh dominan adalah faktor pengetahuan, sedangkan dari faktor
eksternal yang paling berpengaruh dominan adalah faktor kenalan
pegawai/karyawan bank.
5.2

Saran
1. Mengingat keempat faktor dari faktor internal maupun dari ketiga faktor
eksternal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan
nasabah UMKM memilih produk KUR bank BJB KCP Merak. Pihak bank

64

BJB harus lebih memperhatikan faktor-faktor tersebut dalam memasarkan


produk KUR yang dimilikinya sehingga apa yang ditawarkan sesuai
dengan apa yang diinginkan nasabah dan pada akhirnya nasabah memilih
KUR yang ada di bank BJB KCP Merak.
2. Dari hasil analisis, faktor yang paling berpengaruh dominan dilihat dari
faktor internal adalah faktor pengetahuan dan dilihat dari faktor eksternal
adalah faktor kenalan pegawai/karyawan bank, maka pihak bank BJB
harus lebih memperhatikan faktor-faktor tersebut agar memudahkan dalam
menawarkan atau memasarkan produk kredit usaha rakyat (KUR),
sehingga tepat pada sasaran dan tujuan yaitu nasabah UMKM khususnya
yang terdapat di Kecamatan Pulomerak kota Cilegon, dan akan menjadi
keuntungan tersendiri bagi pihak bank BJB.
3. Untuk penelitian selanjutnya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
mengenai faktor lain yang dapat mempengaruhi nasabah UMKM memilih
KUR.

65

DAFTAR PUSTAKA

[BPS] Badan Pusat Statistik Kota Cilegon. 2012. Kecamatan Pulomerak dalam
angka tahun 2012.
[BPS] Badan Pusat Statistik Kota Cilegon. 2012. Cilegon dalam angka.
http://cilegonkota.bps.go.id (Diakses pada Tanggal 28 April 2013).
. 2009. Kuisioner penelitian Skala Likert. http://tesis-petrus.tk/ (diakses
pada tanggal 28 April 2013).
. 2013. Administrasi Komite Kredit Usaha Rakyat. http://komitekur.com/index.asp. (diakses pada tanggal 28 April 2013)
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.
Engel, et al. 1994. Perilaku Konsumen. Jakarta : Binarupa Aksara.
Gema Utami, Asysyifa. 2011. Analisis Proses Keputusan Konsumen Dalam
Pemilihan Produk Kur Bjb Cabang Cibinong [Skripsi]. Bogor : Fakultas
Ekonomi dan Manajemen IPB. http://repository. IPB. ac. id. Diakses
pada tanggal 30 April 2013.
http://Bankbjb.co.id (Diakses pada Tanggal 16 April 2013).
Janim, Sudarwan. 2004. Metode Penelitian Untuk Ilmu-Ilmu Perilaku. Jakarta :
Bumi Aksara.
Kasmir. 2002. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta : PT. Rajagrafindo
Persada.
Kasmir. 2003. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
Kasmir. 2004. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta : PT. Rajagrafindo
Pesada.
Kemala,

Ayu.
2012.
Sikap
Dalam
Perilaku
Konsumen.
http://ayukemala.wordpress.com. (diakses pada tanggal 29 April 2013).

Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran edisi kesepuluh. Jakarta :


Prenhallindo.

66

Kotler, Philip. 2005. Manajemen Pemasaran edisi kesebelas jilid 2. Jakarta :


Prenhallindo
Nazir, Moh. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Nugroho, Adi. 2002. Perilaku Konsumen. Jakarta Timur : Studia Press.
Pandji99. 2011. Definisi dan Faktor Penyebab Perilaku Konsumen.
http://pandji99.wordpress.com (diakses tanggal 18 Desember 2013).
Rizkian, Dimas. 2012. Perilaku Konsumen Consumer Behavior Teori Motivasi.
http://blog.ub.ac.id/dimazrizkian/2012/03/20/perilaku-konsumenconsumer-behavior-teori-motivasi/ (diakses tanggal 29 April 2013).
Rya. 2010. Kredit Usaha Rakyat Kur. http://rya89.wordpress.com. (diakses pada
tanggal 2 Mei 2013).
Singarimbun, M dan Effendi, S. 1989. Metode Penelitian Survai. Jakarta : PT.
Pustaka LP3ES.
Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : CV. Alfabeta.
Suliyanto. 2005. Analisis Data Dalam Aplikasi Pemasaran. Bogor : Ghalia
Indonesia.
Sumarwan, U. 2002. Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam
Pemasaran. Bogor : Ghalia Indonesia.
Suryabrata, Sumardi. 2003. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT. Rajagrafindo
Persada.
Swastha, Basu. 1981. Azas-Azas Marketing Edisi Ketiga. Yogyakarta : Liberty.
Ulfah, Maria. 2011. Analisis Perilaku Konsumen Dalam Proes Keputusan
Pembelian pelumas Fastron PT. Pertamina [Skripsi]. Bogor : Fakultas
Ekonomi dan Manajemen IPB. http://repository. IPB. ac.
id/bitsream/handle/49961/H11mul.pdf. pada tanggal 30 April 2013.
Umar, H. 2005. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Jakarta: PT. Gramedia
Pustaka Utama.
www.bi.go.id (diakses pada tanggal 2 Mei 2013).

67

Lampiran 1. Kuisioner Penelitian


KUISIONER PENELITIAN
Dengan Hormat,
Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir kuliah yaitu Skripsi, saya yang
bernama Rosita Dewi Sugih ingin meminta bantuan kepada Bapak/Ibu/Saudara/i
yang telah saya pilih sebagai responden untuk mengisi kuisioner ini, dengan cara
memberikan tanda cheklist () pada salah satu pilihan yang ada sesuai dengan
pilihan anda, untuk kemudian data yang didapat akan diolah sehingga karya
ilmiah saya dapat selesai. Saya sangat mengharapkan jawaban dari
Bapak/Ibu/Saudara/i benar, jujur dan akurat. Terimakasih atas bantuan dan
ketersediaannya dalam mengisi kuisioner ini.
Profil Responden
Nama
Jenis kelamin
Usia
Pendidikan
Usaha yang dijalankan
Pendapatan usaha perbulan
Jumlah nominal KUR
(bulan/tahun)..............

:
:
:
:
:
:
yang

saudara

pinjam

pada

setiap

periode

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi


1. Faktor internal
NO
1
2
3

1
2
3

1
2
3

Pertanyaan
a. Motivasi (X1)
Saya memilih KUR BJB karena ingin
mengembangkan usaha
Saya memilih KUR BJB karena ingin meningkatkan
pendapatan usaha
Saya memilih KUR BJB karena ingin meningkatkan
taraf hidup
b. Pengetahuan (X2)
Saya memilih KUR BJB karena telah mencari
informasi tentang KUR BJB
Saya mengambil KUR BJB karena telah mengetahui
tentang KUR BJB
Saya mengambil KUR BJB karena telah mengerti
dan paham mengenai KUR BJB
c. Sikap (X3)
Saya mengambil KUR BJB karena membantu
mengembangkan usaha
KUR BJB membantu mengatasi masalah keuangan
saya
Saya mengambil KUR BJB karena sesuai kebutuhan

STS

TS

R/N

SS

68

1
2
3

1
2

d. Gaya Hidup (X4)


Saya memilih KUR BJB untuk memenuhi
kebutuhan saya
Membuka usaha sendiri merupakan pekerjaan yang
banyak dilakukan orang-orang disekitar saya
Saya terbiasa meminjam uang dibank untuk modal
usaha
e. Keputusan Memilih Produk KUR (Y)
Saya lebih memilih KUR daripada jeni kredit
lainnya karena sesuai dengan kebutuhan saya
Saya memutuskan memilih KUR BJB karena telah
mencari informasi dan mengetahui tentang KUR
BJB
Saya mamilih KUR BJB karena mengatasi masalah
keuangan saya dan mengembangkan usaha saya.

2. Faktor eksternal
NO
Pertanyaan
STS TS R/N S SS
a. Dorongan Keluarga (X1)
1
Saya memilih KUR BJB adanya pengaruh dari
keluarga
2
Saya memilih KUR BJB karena dukungan keluarga
3
Saya memilih KUR BJB karena ada keluarga yang
mengambil KUR BJB
b. Kenalan Pegawai/Karyawan Bank (X2)
1
Saya memilih KUR BJB karena dekat dengan
karyawan bank
2
Dekat dengan karyawan bank memudahkan
mengambil KUR BJB
3
Saya mengambil KUR BJB karena pengaruh pihak
bank
c. Informasi Pelayanan Bank (X3)
1
Saya mengambil KUR BJB karena informasinya jelas
2
Pelayanan pihak bank BJB memuaskan
3
Saya mengambil KUR BJB karena KUR yang
diberikan sesuai informasi dan pelayanan yang baik.
d. Keputusan Memilih Produk KUR (Y)
1
Saya memilih KUR BJB karena bank BJB sudah
terkenal
2
Saya memutuskan memilih KUR BJB karen
persyaratan mendapatkan KUR dan jaminan tidak
rumit, serta tingkat bunga yang rendah
3
Saya memutuskan memilih KUR karena dukungan
keluarga dan kenal dengan pihak bank.

Terima Kasih

Lampiran 2. Karakteristik Responden Debitur KUR bank BJB KCP Merak


Karakteristik Responden
Usia
(Tahun)

Pendidikan

Pekerjaan

Pendapatan/Bulan

Plafond KUR

Jangka Waktu Kredit


(Bln)

No

Jenis Kelamin

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Laki-Laki
Perempuan
Laki-Laki
Laki-Laki
Laki-Laki
Laki-Laki
Perempuan
Laki-Laki
Laki-Laki
Laki-Laki
Perempuan
Laki-Laki
Laki-Laki
Laki-Laki
Perempuan
Laki-Laki
Laki-Laki
Perempuan
Perempuan
Laki-Laki

42
36
42
52
38
36
31
34
42
35
42
52
46
49
36
32
47
35
40
43

SD
SMP
SMP
SMP
SMP
SMA
SMA
SMP
SD
SMP
SMP
SMA
STM
STM
SMP
SMA
SD
SD
SD
SMP

Pedagang Baso
Toko Elektronik Dan Sembako
Toko Perabotan Rumah Tangga
Toko Sembako
Toko Sembako
Teknisi AC&Toko Elektronik
Warung Baso
Warung Makan
Toko Sembako
Warung Nasi/Makan
Toko Sembako & Pulsa Elektrik
Perusahaan Air(PDAM) Swasta
Bengkel Motor
Bengkel Motor
Salon
Sembako & Mainan Anak
Pedagang Sembako&Sayuran
Pedagang Sembako&Sayuran
Panglong Kayu Dan Bangunan
Wiraswasta/ternak Burung Hias

8.000.000
8.000.000
6.000.000
9.000.000
8.000.000
6.000.000
4.000.000
6.000.000
8.000.000
5.000.000
8.000.000
25.000.000
6.000.000
10.000.000
5.000.000
8.000.000
6.000.000
8.000.000
10.000.000
2.000.000

90.000.000
50.000.000
60.000.000
70.000.000
10.000.000
35.000.000
26.000.000
30.000.000
20.000.000
20.000.000
20.000.000
425.000.000
100.000.000
100.000.000
60.000.000
10.000.000
50.000.000
32.000.000
75.000.000
5.000.000

36
36
24
24
24
24
24
24
24
24
24
24
36
24
36
12
24
24
24
12

21
22
23
24
25
26

Perempuan
Perempuan
Laki-Laki
Laki-Laki
Perempuan
Perempuan

28
33
50
28
40
38

SMA
SMA
SD
STM/SMA
SMP
SD

Pedagang Buah-Buahan
Ternak Lele
Toko Aksesoris & Mainan Anak
Bengkel Motor
Pedagang Sayuran
Warung

4.000.000
4.000.000
3.000.000
6.000.000
5.000.000
3.000.000

10.000.000
6.000.000
10.000.000
65.000.000
10.000.000
10.000.000

12
12
24
36
12
12
69

27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57

Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki-Laki
Perempuan
Perempuan
Laki-Laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki-Laki
Laki-Laki
Laki-Laki
Laki-Laki
Laki-Laki
Laki-Laki
Perempuan
Laki-Laki
Laki-Laki
Laki-Laki
Laki-Laki
Laki-Laki
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Laki-Laki

45
29
36
36
32
33
30
33
25
29
38
26
23
43
24
41
43
26
47
46
35
45
25
31
24
30
46
23
38
36
48

SD
SMA
SMA
SMP
SMP
SMP
SMA
SMP
SMP
SMA
SMP
SMK
SMA
SMP
SMP
SMA
SMP
SMA
SMP
SMP
STM
SMP
SMA
STM
SMA
SMA
SMA
SMA
SD
SD
SD

Berjualan Hasil Kebun


Warung
Berjualan Gorengan
Pedagang Pakaian
Pedagang Pakaian&Sembako
Berjualan Hasil Kebun
Pedagang Mainan Anak
Berjualan Makanan Di Proyek
Toko Pakaian
Bengkel Motor
Berjualan Makanan (Gorengan)
Pedagang Es Buah
Pedagang Pakaian
Berjualan Baju
Jual Pulsa Elektrik
Supplier Barang&Jasa
Toko Sembako
Bengkel Motor&Onderdil Motor
Toko Sembako
Panglong Kayu
Pedagang Alat Pancing
Warung
Pedagang Pakaian
Wiraswasta/Jual Onderdil Motor
Buka Konter/Toko Pulsa Elektrik
Warung
Supplier Barang&Jasa
Warung
Warung Sembako
Warung
Toko Perabotan Rumah Tangga

1.500.000
2.500.000
2.000.000
2.000.000
3.000.000
3.000.000
2.000.000
2.000.000
2.000.000
5.000.000
2.000.000
2.500.000
2.200.000
3.000.000
2.000.000
15.000.000
10.000.000
6.000.000
12.000.000
12.000.000
4.000.000
1.000.000
3.000.000
2.000.000
2.000.000
2.000.000
12.000.000
2.000.000
10.000.000
2.000.000
6.000.000

5.000.000
5.000.000
5.000.000
6.000.000
20.000.000
20.000.000
5.000.000
6.000.000
5.000.000
10.000.000
5.000.000
7.500.000
10.000.000
10.000.000
5.000.000
100.000.000
100.000.000
5.000.000
100.000.000
100.000.000
12.000.000
5.000.000
7.000.000
6.000.000
5.000.000
5.000.000
120.000.000
6.000.000
60.000.000
8.000.000
70.000.000

12
12
12
12
24
24
12
12
12
24
12
12
12
12
12
24
24
12
24
36
12
12
12
12
12
12
24
12
24
24
24

70

Lampiran 3. Hasil Kuisioner


1. Fakor internal
no
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28

x1_1
4
4
3
5
3
4
2
4
3
4
3
5
5
5
4
3
5
3
4
2
4
3
5
5
4
3
3
3

x1_2
3
4
2
5
3
4
2
3
3
5
3
3
4
5
4
3
4
3
5
3
4
3
4
4
4
3
3
4

x1_3
3
4
3
4
3
4
3
3
3
5
3
4
5
5
4
3
5
3
5
2
4
3
4
5
3
3
3
4

X1
3
4
3
5
3
4
2
3
3
5
3
4
5
5
4
3
5
3
5
2
4
3
4
5
4
3
3
4

x2_1
4
2
1
3
2
4
3
2
5
3
3
3
4
5
4
5
5
3
4
4
5
4
3
2
4
4
3
4

x2_2
3
3
1
3
3
4
3
3
4
3
3
3
3
4
4
5
5
3
5
4
4
4
3
3
3
4
4
4

x2_3
3
2
2
3
3
4
3
3
4
2
3
3
3
5
4
5
5
3
5
4
5
4
3
2
5
4
4
4

X2
3
2
1
3
3
4
3
3
4
3
3
3
3
5
4
5
5
3
5
4
5
4
3
2
4
4
4
4

x3_1
5
3
4
3
5
3
5
2
3
2
4
4
4
3
3
4
5
2
4
4
4
5
3
3
4
4
4
4

x3_2
5
3
2
2
4
2
5
2
3
1
3
2
3
2
2
4
4
1
4
3
3
5
3
2
3
3
4
3

x3_3
4
3
5
3
5
3
5
2
3
2
4
3
4
3
3
4
5
2
4
4
4
5
3
3
4
4
4
4

X3
5
3
4
3
5
3
5
2
3
2
4
3
4
3
3
4
5
2
4
4
4
5
3
3
4
4
4
4

x4_1
3
1
1
1
2
3
1
2
4
2
1
2
1
2
1
2
4
2
2
4
3
4
2
4
2
4
2
2

x4_2
4
2
1
1
2
3
1
1
4
2
2
2
1
2
2
2
4
2
2
4
3
4
2
4
2
4
2
2

x4_3
4
1
2
1
2
2
2
2
3
2
2
2
1
1
2
2
3
1
1
3
3
3
2
4
1
4
2
1

X4
4
1
1
1
2
3
1
2
4
2
2
2
1
2
2
2
4
2
2
4
3
4
2
4
2
4
2
2

Y_1
4
3
3
4
3
4
3
3
4
3
3
3
3
4
3
4
5
3
4
4
4
3
4
4
4
4
3
4

Y_2
4
3
3
3
4
4
3
3
4
4
3
3
3
4
4
4
5
3
4
4
4
4
3
4
5
4
3
3

Y_3
4
3
3
3
3
4
3
4
4
3
3
4
3
4
3
4
5
3
4
4
3
4
3
4
3
4
3
5

Y
4
3
3
3
3
4
3
3
4
3
3
3
3
4
3
4
5
3
4
4
4
4
3
4
4
4
3
4

71

29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57

5
3
4
4
5
4
5
4
3
5
4
4
4
5
5
3
5
3
3
4
4
3
4
2
3
4
5
4
3

4
3
4
4
4
4
5
4
3
5
4
3
4
5
4
3
4
3
3
4
3
3
4
5
3
4
4
4
3

3
3
4
4
3
3
5
4
3
4
3
3
4
5
5
3
3
3
3
4
3
3
3
4
3
4
4
5
3

4
3
4
4
4
4
5
4
3
5
4
3
4
5
5
3
4
3
3
4
3
3
4
4
3
4
4
4
3

4
5
3
3
4
4
5
4
5
4
3
5
2
3
3
4
4
3
5
5
4
5
5
5
4
1
3
3
3

4
4
4
3
3
4
4
4
3
4
5
5
1
3
3
4
4
3
4
5
5
4
5
4
4
2
3
4
3

4
4
3
3
4
3
3
4
4
4
5
3
1
3
3
4
4
3
4
5
5
5
5
5
3
1
3
4
3

4
4
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
1
3
3
4
4
3
4
5
5
5
5
5
4
1
3
4
3

5
5
4
3
4
4
4
4
4
4
5
4
4
5
3
3
3
3
4
4
5
5
5
5
5
4
4
4
3

3
4
3
3
4
3
3
3
2
3
2
3
4
4
3
2
3
3
4
3
4
4
5
4
4
3
3
4
3

3
5
4
3
4
4
4
5
5
4
4
4
4
5
3
3
3
3
4
4
5
5
5
5
5
4
3
4
3

4
5
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
3
3
3
3
4
4
5
5
5
5
5
4
3
4
3

2
5
4
4
4
1
2
4
2
4
2
2
4
3
2
2
3
2
2
4
4
4
4
4
2
4
2
4
1

2
5
4
4
5
1
2
4
2
4
2
2
4
3
2
2
3
2
2
4
4
4
4
4
2
4
2
4
1

1
4
4
3
3
1
2
4
1
3
1
2
4
3
2
2
3
1
1
4
3
3
3
3
2
4
2
3
1

2
5
4
4
4
1
2
4
2
4
2
2
4
3
2
2
3
2
2
4
4
4
4
4
2
4
2
4
1

4
4
4
4
5
3
4
4
3
4
3
4
3
4
3
4
4
3
3
4
5
4
5
4
4
3
3
4
4

4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
4
4
3
4
3
3
4
3
3
4
5
5
5
5
4
3
4
4
3

4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
3
4
3
3
4
3
3
3
5
5
5
5
4
3
3
3
3

4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
3
4
3
3
4
3
3
4
5
5
5
5
4
3
3
4
3

72

2. Faktor eksternal
no
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

x1_1
4
3
4
4
5
5
5
4
4
5
5
4
4
4
5
4
4
3
4
3
4
3
4
3
3
4
3
4
3
4
3
3
3

x1_2

x1_3
4
3
4
4
5
5
5
4
4
4
3
4
4
4
3
3
4
3
4
3
4
2
5
3
3
4
3
4
3
5
3
3
4

X1
4
4
3
4
4
5
5
4
3
2
2
4
3
4
2
4
4
3
4
4
3
2
2
2
2
4
3
4
2
2
3
3
4

x2_1
4
3
4
4
5
5
5
4
4
4
3
4
4
4
3
4
4
3
4
3
4
2
4
3
3
4
3
4
3
4
3
3
4

x2_2
3
2
3
2
3
3
2
3
4
3
3
4
3
4
4
5
5
3
5
4
4
4
3
2
4
3
3
3
2
2
2
2
3

x2_3
3
2
3
3
3
4
3
2
4
3
3
5
3
5
4
5
4
3
5
4
5
4
3
2
4
3
4
3
4
5
3
3
4

X2
3
3
3
3
3
4
3
3
4
4
3
2
3
5
4
5
5
2
5
4
5
3
2
2
4
3
4
3
5
4
3
3
4

x3_1
3
2
3
3
3
4
3
3
4
3
3
4
3
5
4
5
5
3
5
4
5
4
3
2
4
3
4
3
4
4
3
3
4

x3_2
4
3
3
3
5
3
5
2
2
3
3
3
3
3
2
3
4
2
4
4
4
4
3
3
3
3
4
3
4
4
4
3
4

x3_3
5
3
4
3
5
3
4
2
3
2
4
3
4
3
3
4
5
2
4
4
3
5
3
3
4
4
4
4
3
5
4
3
3

x3
5
3
4
3
5
3
5
2
3
2
4
3
4
3
3
4
5
3
4
4
4
5
3
3
4
4
4
4
4
5
4
4
4

Y_1
5
3
4
3
5
3
5
2
3
2
4
3
4
3
3
4
5
2
4
4
4
5
3
3
4
4
4
4
4
5
4
3
4

Y_2
4
3
4
3
3
4
3
3
3
3
3
4
4
4
3
3
4
3
4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
4
4
3
3
3

Y_3
4
3
4
3
4
4
4
3
4
3
3
4
4
4
4
4
5
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
5
5
5
4
3
4

Y
4
4
4
3
4
4
4
3
4
3
3
4
4
4
3
4
5
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
4
4
4
3
3
4

4
3
4
3
4
4
4
3
4
3
3
4
4
4
3
4
5
3
4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
4
4
3
3
4

73

34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57

5
3
4
3
4
3
5
3
4
5
4
4
3
3
4
4
3
2
3
4
3
5
4
4

5
4
5
4
4
3
5
3
5
5
4
5
3
3
4
4
4
3
3
5
3
5
4
3

5
2
2
3
4
3
5
3
2
5
4
2
3
3
3
4
4
2
3
2
3
5
4
4

5
3
4
3
4
3
5
3
4
5
4
4
3
3
4
4
4
2
3
4
3
5
4
4

5
4
4
2
4
4
3
2
3
3
3
4
3
4
5
2
5
3
4
4
2
1
3
2

5
4
4
4
5
4
4
2
4
3
4
3
3
4
5
3
5
3
5
4
3
2
4
3

5
3
4
5
5
4
4
2
4
3
4
4
3
4
5
3
5
3
5
4
3
2
4
3

5
4
4
4
5
4
4
2
4
3
4
4
3
4
5
3
5
3
5
4
3
2
4
3

4
4
4
3
3
2
4
3
5
3
3
2
2
4
3
3
4
3
4
5
3
3
4
3

3
3
4
4
4
5
4
4
5
4
3
3
3
4
4
3
5
4
5
5
3
3
4
3

4
4
3
4
4
5
4
4
5
3
3
3
3
4
4
3
5
3
5
5
3
3
4
3

4
4
4
4
4
4
4
4
5
3
3
3
3
4
4
3
5
3
5
5
3
3
4
3

4
4
4
3
4
4
4
3
3
3
3
4
3
4
3
3
4
3
4
4
3
3
4
3

5
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
4
4
4
4
3
4
3

5
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
3
4
4
3
5
3
4
4
3
3
4
3

5
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
3
4
4
3
5
3
4
4
3
3
4
3

74

Lampiran 4. Struktur Organisasi Bank BJB Kantor Cabang Pembantu (KCP) Merak

Sub Branch Manager

Sub Branch Supervisor

Staff

Analisis
Kredit
Mikro

Supervisi
Kredit
Mikro

Admin
Kredit
Mikro

Admin
PNS

Customer
Service
Teller

Pick UP

Marketing

75

Lampiran 5. Hasil Perhitungan Regresi Linier Berganda Untuk Faktor Internal.


1. Uji Validitas
Correlations
X1
Pearson Correlation
X1

X2
1

Sig. (2-tailed)
N

57

Pearson Correlation
X2

Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation

X3

Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation

X4

Sig. (2-tailed)
N

TOT_X

-,004

X3

X4

TOT_X

-,199

-,003

,284

,979

,137

,980

,032

57

57

57

57

,218

,018

,103

,000

57

57

57

**

,979

,311

,668

**

57

57

-,199

,311

,137

,018

57

57

-,003

,218

,980

,103

,006

57

57

57

57

57

**

**

**

,668

,363

,619

,000

57

57

57

**

,363

,619

,736

Sig. (2-tailed)

,032

,000

,000

,000

57

57

57

57

,736

57

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).


**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

2. Uji Reliabilitas
Reliability Statistics
N of Items

,609

**

,000

,284

Cronbach's Alpha

**

,006

Pearson Correlation

-,004

3. Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Standardized Residual

57

N
Normal Parameters

,0000000

Mean

a,b

Std. Deviation

Most Extreme Differences

,97284561

Absolute

,106

Positive

,051

Negative

-,106

Kolmogorov-Smirnov Z

,799

Asymp. Sig. (2-tailed)

,545

a. Test distribution is Normal.


b. Calculated from data.

4. Uji Multikolinearitas
Coefficients
Model

Unstandardized

Standardize

Coefficients

Sig.

Collinearity
Statistics

Coefficients
B

Std. Error

Beta

Toleranc

VIF

e
(Constan

,709

,328

2,163

,035

X1

,113

,054

,145

2,089

,042

,952

1,050

X2

,311

,046

,489

6,796

,000

,888

1,127

X3

,198

,059

,259

3,362

,001

,773

1,294

X4

,245

,041

,440

5,981

,000

,852

1,173

t)
1

a. Dependent Variable: Y

5. Uji Autokorelasi
Variables Entered/Removed
Model
1

Variables Entered
X4, X1, X2, X3

a. Dependent Variable: Y
b. All requested variables entered.

Variables Removed

Method
. Enter

Model Summary
Model

R Square

,872

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate

,761

,742

Durbin-Watson

,32048

1,917

a. Predictors: (Constant), X4, X1, X2, X3


b. Dependent Variable

6. Uji Heterokedastisitas
Variables Entered/Removed
Model

Variables Entered

X4, X1, X2, X3

Variables Removed

Method
. Enter

a. Dependent Variable: ABRESID


b. All requested variables entered.
Model Summary
Model

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the


Estimate

,231

,053

-,019

,15271

a. Predictors: (Constant), X4, X1, X2, X3


a

ANOVA
Model

Sum of Squares

Mean Square

,069

,017

Residual

1,213

52

,023

Total

1,281

56

Regression
1

df

Sig.
,734

,573

a. Dependent Variable: ABRESID


b. Predictors: (Constant), X4, X1, X2, X3
Coefficients
Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Sig.

Coefficients
B
(Constant)

Std. Error
,222

,156

X1

-,014

,026

X2

-,006

X3
X4

Beta
1,421

,161

-,077

-,558

,579

,022

-,037

-,257

,798

,041

,028

,221

1,443

,155

-,013

,020

-,099

-,675

,503

a. Dependent Variable: ABRESID

7. Uji Regresi Linier Berganda

Regression
Variables Entered/Removed
Model

Variables Entered

X4, X1, X2, X3

Variables Removed

Method
. Enter

a. Dependent Variable: Y
b. All requested variables entered.
b

Model Summary
Model

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the


Estimate

,872

,761

,742

,32048

a. Predictors: (Constant), X4, X1, X2, X3


b. Dependent Variable: Y
a

ANOVA
Model

Sum of Squares
Regression

Residual
Total

df

Mean Square

16,975

4,244

5,341

52

,103

22,316

56

F
41,319

Sig.
,000

a. Dependent Variable: Y
b. Predictors: (Constant), X4, X1, X2, X3
Coefficients
Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Sig.

Coefficients
B

Std. Error

(Constant)

,709

,328

X1

,113

,054

X2

,311

X3
X4
a. Dependent Variable: Y

Beta
2,163

,035

,145

2,089

,042

,046

,489

6,796

,000

,198

,059

,259

3,362

,001

,245

,041

,440

5,981

,000

Lampiran 6. Hasil Perhitungan Regresi Linier Berganda Untuk Faktor Eksternal.


1. Uji Validitas
Correlations
X1
Pearson Correlation
X1

X2
1

Sig. (2-tailed)
N

X2

57

Pearson Correlation

,106

Sig. (2-tailed)

,433

X3

TOT_Xeks
,054

,433

,689

,000

57

57

57

**

,386

,529

**

,106

,764

**

,003

,000
57

57

57

57

Pearson Correlation

,054

**

Sig. (2-tailed)

,689

,003

57

57

57

57

**

**

**

N
Pearson Correlation
TOT_Xeks

X3

Sig. (2-tailed)
N

,529

,386

,764

,727

**

,000

,727

,000

,000

,000

57

57

57

57

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

2. Uji Reliabilitas
Case Processing Summary
N
Valid
Cases

Excluded
Total

%
57

100,0

,0

57

100,0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha

N of Items

,673

3. Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Standardized Residual

57

N
Normal Parameters

,0000000

Mean

a,b

Std. Deviation

Most Extreme Differences

,97284561

Absolute

,141

Positive

,112

Negative

-,141
1,063

Kolmogorov-Smirnov Z

,208

Asymp. Sig. (2-tailed)


a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

4. Uji Multikolinearitas
Variables Entered/Removed
Model

Variables Entered

X3, X1, X2

Variables Removed

Method

. Enter

a. Dependent Variable: Y
b. All requested variables entered.
Coefficients
Model

Unstandardized

Standardize

Coefficients

Sig.

Collinearity
Statistics

Coefficients
B

Std. Error

Beta

Toleranc

VIF

e
(Constan

,655

,274

2,386

,021

X1

,204

,053

,268

3,839

,000

,989

1,012

X2

,344

,049

,531

7,020

,000

,843

1,186

X3

,284

,051

,419

5,557

,000

,851

1,176

t)
1

a. Dependent Variable: Y

5. Uji Autokorelasi
b

Model Summary
Model

R Square

,863

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate

,744

,729

Durbin-Watson

,28703

1,855

a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2


b. Dependent Variable: Y

6. Uji Heterokedastisistas
Coefficients
Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Sig.

Coefficients
B

Std. Error

(Constant)

,045

,121

X1

,017

,023

X2

,028

X3

,009

Beta
,375

,709

,097

,727

,471

,022

,189

1,302

,198

,023

,060

,417

,678

a. Dependent Variable: ABRESID

7. Uji Regrresi Linier Berganda

Regression
Variables Entered/Removed
Model
1

Variables Entered
X3, X1, X2

Variables Removed

Method
. Enter

a. Dependent Variable: Y
b. All requested variables entered.
Model Summary
Model

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the


Estimate

,863

a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2

,744

,729

,28703

ANOVA
Model

Sum of Squares
Regression

Residual
Total

Df

Mean Square

12,686

4,229

4,366

53

,082

17,053

56

Sig.

51,330

,000

a. Dependent Variable: Y
b. Predictors: (Constant), X3, X1, X2
Coefficients
Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Sig.

Coefficients
B

Std. Error

(Constant)

,655

,274

X1

,204

,053

X2

,344

X3

,284

Beta
2,386

,021

,268

3,839

,000

,049

,531

7,020

,000

,051

,419

5,557

,000

a. Dependent Variable: Y